Beranda blog Halaman 1345

PN Banda Aceh Gelar Sidang Dakwaan Mantan Bendahara Disdagkop UKM Aceh Tengah

0
Sidang dakwaan Mantan Bendahara Penerimanaan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh Tengah

Nukilan.id – Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh melaksanakan sidang dakwaan terhadap Mantan Bendahara Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh Tengah Ayudi Putra dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana ganti uang (GU) tahun 2018, Jum’at (13/10/2023).

Ayudi Putra didakwa telah menggunakan uang operasional Dinas Koperasi dan UKM Aceh Tengah untuk keperluan pribadi, dimana seharusnya uang tersebut setelah di lakukan penarikan oleh Terdakwa Ayudi Putra untuk diserahkan kepada PPTK Kegiatan di dinas tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan perhitungan Kerugian Negara (KN) oleh Inspektorat Kabupaten Aceh Tengah sebesar Rp 246.380.074 dimana uang tersebut dipakai oleh terdakwa, sedangkan uang yang di bagikan kepada kepada PPTK Kegiatan hanya Rp 134.000.000, dari jumalah penarikan yang dilakukan terdakwa Rp 380.000.000.

Bahwa terdakwa di dakwa dengan pasal Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua Faisal Basri S.H, M.H Hakim Anggota H. Hamzah Sulaiman S.H dan Elfama Zein S.H, M.H serta dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Aceh Tengah, Bahwa Terdakwa tidak didampingi Penesihat Hukum bahkan Pengadilan telah menyediakan Penasihat Hukum kepada Terdakwa, tetapi enggan menerima dengan alasan sudah mengakui kesalahan yang dikukan oleh terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan kembali dengan menghadirkan saksi-saksi pada Jum’at (20/10/2023) di pengadilan Tipikor Kota Banda Aceh. [Rjf]

Pj Walikota Serahkan Perlengkapan Sekolah untuk 105 Anak Yatim

0
Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin (kiri) saat menyerahkan anak yatim. (Foto: Humas Pemko)

Nukilan.id – Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin menyerahkan 105 paket perlengkapan sekolah kepada anak yatim tingkat Paud/TK/SD/SMP dalam Kecamatan Banda Raya, Jumat, (13/10/2023).

Acara yang digelar di SD Percontohan 67 tersebut dihadiri oleh Anggota DPRK Banda Aceh Aulia Afrizal, Kadis Pendidikan Sulaiman Bakri, Camat Banda Raya Rahmat Khadafi dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Pj Wali Kota Amiruddin dalam sambutan mengatakan bantuan paket peralatan sekolah tersebut adalah wujud kepedulian Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap pendidikan anak yatim.

“Bantuan ini diberikan dengan dana APBK melalui dukungan dewan, Pak Aulia Afrizal lewat pokir beliau. Mudah-mudahan kepada anak-anak kami dapat memanfaatkan perlengkapan sekolah ini dengan sebaik mungkin,” kata Amiruddin.

Amiruddin juga mengajak seluruh pihak, baik itu masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, maupun dunia usaha, untuk turut berperan aktif dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada anak-anak yatim.

“Kami akan terus mendukung dan menssupport program ini agar terus berjalan, dan kami juga mengajak semua pihak untuk terus membantu anak yatim agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan berguna bagi bangsa dan agama,” kata Amiruddin.

Pj wali kota juga berpesan kepada anak yatim penerima bantuan, agar rajin beribadah serta semangat untuk terus belajar menyongsong masa depan nantinya.

“Teruslah bersemangat dalam belajar untuk menggapai cita cita, karena kalian adalah generasi bangsa yang akan menjadi orang-orang hebat di masa yang akan datang,” pesan Amiruddin.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Amiruddin berkesempatan berbincang sembari menyemangati anak yatim penerima bantuan tersebut serta menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut. []

Dinas Pendidikan Aceh Dorong Sekolah Buka Ruang Kreativitas Siswa

0
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Aceh Asbaruddin (kedua kiri) dalam kegiatan Aksara IV di SMA Negeri 4 Banda Aceh. (Foto: Dok. Humas Disdik Aceh)

Nukilan.id – Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Asbaruddin, mendorong seluruh sekolah untuk membuka ruang luas bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dalam bidang akademik.

Hal ini untuk membuat peserta didik belajar lebih baik, terutama dalam mewujudkan nilai persatuan dan mengimplementasikan profil pelajar Pancasila seperti yang tertuang dalam kurikulum merdeka.

“Acara ini merupakan salah satu upaya mengasah kemampuan siswa. Acara ini menjawab tantangan dalam pembinaan dan mengevaluasi pembelajaran di sekolah agar mereka, para pelajar, dapat bersaing secara global,” kata Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Aceh itu saat membuka kegiatan Aksara IV yang di SMA Negeri 4 Banda Aceh, Kamis, 12 Oktober 2023.

Aksara merupakan agenda tahunan SMA Negeri 4 Banda Aceh. Sebelumnya, acara ini dinamai Peusapat. Ini adalah akronim dari Pentas Seni Anak Smanpat. Aksara yang digelar tahun ini tidak jauh beda dengan kegiatan sebelumnya. Acara ini juga diikuti pelajar jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Asbaruddin mengatakan Dinas Pendidikan Aceh berupaya untuk menpersiapkan kualitas manusia Aceh berlandaskan iman dan takwa serta berakhlak mulia.

Acara ini juga menjadi motivasi peserta didik untuk menggali kemampuan, menyalurkan bakat dan minat, serta berkreativitas lebih baik dalam bidang akademik, olahraga, keagamaan, seni serta dapat meningkatkan rasa solidaritas dan mampu bersaing secara sehat dan sportif.

“Melalui kegiatan ini pula seluruh peserta diharapkan mampu menguatkan karakter dan kepribadiannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, santun, ramah, tegas dan berbudi pekerti agar terlahir talenta yang berprestasi,” kata Asbaruddin.

Asbaruddin mengatakan Dinas Pendidikan Aceh akan memberikan penghargaan kepada siswa yang dapat dijadikan modal untuk menempuh pendidikan di jenjang lebih tinggi. Karena itu dia meminta dewan juri untuk selalu bersikap adil dan objektif dalam menentukan juara pada kegiatan ini.

Kepala SMA Negeri 4 Banda Aceh, Muzakkir, berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan. Muzakkir mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah mengekspresikan talenta peserta serta dapat membentuk karakter tangguh.

Muzakkir menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarpeserta, selain itu sebagai wadah dalam meningkatkan bakat dan kreativitas peserta didik di bidang akademik maupun non-akademik.

Dia juga yakin hal ini membentuk generasi muda yang berdedikasi tinggi dengan segenap kemampuan dan keterampilan di bidang akademik dan non akademik.

“Kepada para peserta yang merupakan duta masing-masing sekolah, gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mengejar prestasi terbaiknya. Tunjukkan semangat sportivitas dan jadilah yang terbaik di antara yang baik,” kata Muzakkir.

Aksara IV ini berlangsung 12 hingga 15 Oktober. Acara dipusatkan di halaman SMAN 4 Banda Aceh dan diikuti sejumlah peserta jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.[]

SSI Sebut Angka Kemiskinan di Aceh Masih Tinggi

0
Jabal Ali Husin Sab, analis Politik dan Kebijakan Publik. (Foto: Dok. Pribadi Jabal)

Nukilan.id – Berdasarkan data BPS Aceh terkini menunjukkan bahwa angka kemiskinan di beberapa kabupaten di Provinsi Aceh masih cukup tinggi di atas rata-rata provinsi sebesar 15,05 persen. Hal ini di sampaikan oleh analis politik dan kebijakan publik Saman Strategic Indonesia (SSI), Jabal Ali Husin Sab di Banda Aceh, Jumat, 13/10/2023.

Beberapa kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi adalah Kabupaten Aceh Singkil 19,18 persen, Gayo Lues 18,87 persen, Pidie 18,79 persen, Bener Meriah 18,39 persen, Simeulue 18,37 persen, Aceh Barat 17,93 persen, Nagan Raya 17,38 persen dan Aceh Utara 16,86 persen.

“Tingginya angka kemiskinan di beberapa kabupaten tersebut menunjukkan indikasi bahwa pembangunan di Aceh belum merata. Beberapa daerah seperti Aceh Singkil, Gayo Lues, Bener Meriah dan Simeulue yang salah satunya merupakan daerah terluar masih tertinggal dibandingkan daerah lainnya,” terang Jabal.

Letak beberapa kabupaten ini yang jauh dari ibukota provinsi sepertinya membuat akses terhadap pembangunan menjadi terhambat, sehingga menurut Jabal, Pemerintah Aceh perlu memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah ini agar pembangunan dapat menjangkau seluruh pelosok Aceh.

Penduduk Miskin Aceh Terkonsentrasi di Kabupaten Pidie 

Sementara itu, lembaga kajian kebijakan publik SSI menyoroti konsentrasi besarnya angka kemiskinan penduduk di Kabupaten Pidie. Kabupaten Pidie merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Aceh ini berada pada peringkat ketiga persentase angka kemiskinan di Aceh, dengan jumlah lebih dari 80 ribu penduduk berstatus miskin.

“Masyarakat Pidie dikenal sebagai pedagang tangguh, juga memiliki basis pertanian yang kuat dan letaknya yang berdekatan dengan ibukota provinsi, Banda Aceh. Jika melihat basis keunggulan keberadaan lokasi, seharusnya Pidie bisa memanfaatkan akses dekatnya jarak dengan ibukota provinsi untuk mengembangkan perekonomian daerah,” Jabal menerangkan.

Faktanya Pidie menempati peringkat ketiga kabupaten termiskin di Aceh dengan jumlah penduduk yang terbilanh besar. Hampir setengah penduduk miskin Aceh terkonstenstrasi di Kabupaten Pidie.

“Hal ini mengindikasikan ada masalah mendasar pada kebijakan pembangunan ekonomi di Pidie. Ini kemungkinan disebabkan dari akumulasi beberapa periode kebijakan pemerintah kabupaten ini yang tidak berjalan baik. Tentu hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujar Jabal.

Kesenjangan Ekonomi di Tengah Industrialisasi Aceh Barat dan Nagan Raya 

Saman Strategic Indonesia juga menyorot Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya yang tengah gencar melakukan industrialisasi di sektor pertambangan, perkebunan dan energi. Angka kemiskinan di dua kabupaten ini ternyata masih cukup tinggi. 

Banyaknya perusahaan tambang batubara dan tambang lainnya, pabrik kelapa sawit, dan PLTU, seharusnya mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dua kabupaten ini. Namun faktanya hal itu belum terjadi. Sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kontribusi industri ekstraktif dan perkebunan terhadap pendapatan daerah (PAD), serapan tenaga kerja lokal, serta kebijakan pemerataan hasil pembangunan di dua kabupaten tersebut.

Jabal menilai, “jika memang APBD kedua kabupaten ini jumlahnya besar akibat sumbangan bagi hasil dan pajak industri, namun angka kemiskinan tetap tinggi, berarti ada ketimpangan dalam hal pemerataan dan distribusi kesejahteraan oleh pemerintah daerah di dua kabupaten tersebut.”

Secara keseluruhan, masih tingginya angka kemiskinan di sejumlah kabupaten di Aceh menunjukkan bahwa pembangunan belum merata dan belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 

Pemerintah Aceh dianggap perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan selama ini guna merumuskan langkah-langkah untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di seluruh kabupaten/kota. Pembangunan yang adil dan merata harus menjadi komitmen bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat demi kesejahteraan rakyat Aceh.

“Pemerintah Aceh perlu menyusun strategi pengentasan kemiskinan terpadu yang meliputi peningkatan mutu pendidikan, perluasan kesempatan kerja, pengembangan sektor basis usaha, peningkatan kewirausahaan dan akses pembiayaan UMKM yang dipermudah, peningkatan daya beli melalui penyesuaian UMP, serta afirmasi khusus bagi daerah tertinggal. Dengan strategi komprehensif tersebut diharapkan angka kemiskinan di Aceh dapat diturunkan secara signifikan dalam waktu yang tidak begitu lama,” pungkas Jabal. []

Pansus DPRA Didesak Investigasi Kasus Tumpahan Batu Bara di Aceh Barat

0
Tumpahan batu bara di Gampong Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Komunitas Ala Hutan dan Lingkungan Barat Selatan (AHAN Barsela) mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) bersikap serius menanggapi kasus tumpahan batu bara yang hampir dua pekan ini mencemari perairan di Gampong Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Menurut catatan AHAN Barsela, peristiwa ini sudah berulang sebanyak tiga kali sepanjang 2023.

Ketua AHAN, Rufa Ali meminta agar tim Panitia Khusus (Pansus) Perizinan Pertambangan, Minerba dan Energi DPRA segera menginvestigasi pencemaran yang terjadi akibat tumpahan batu bara di perairan Gampong Peunaga Rayeuk tersebut.

“Kami menduga tidak ada keseriusan terhadap pencemaran di ruang laut,” kata Rufa Ali, Jumat (13/10/2023).

Rufa menambahkan, pencemaran ini berdampak besar pada biodiversitas di perairan tersebut. Wilayah perairan di Meureubo, termasuk di Peunaga Rayeuk merupakan rumah bagi terumbu karang, penyu, dan berbagai spesies ikan. Diperkirakan terumbu karang merupakan rumah bagi 25 persen spesies laut.

Selain itu, lanjutnya, terumbu karang menyediakan fungsi alami sebagai pemecah gelombang yang dapat meminimalisir gelombang laut yang besar. Dengan begitu, keberadaan karang laut dapat melindungi kawasan pesisir dari keganasan gelombang laut yang dapat mengancam keselamatan penduduk yang tinggal dan beraktivitas di pesisir.

Kawasan perairan Meureubo merupakan kawasan konservasi laut (KKL) dan menjadi bagian dari kawasan adat Panglima Laot. Karena itu, kerusakan pada terumbu karang akibat tumpahan batu bara di perairan Meureubo merupakan kerugian besar bagi Aceh Barat.

“Kerusakan pesisir ini merupakan kerusakan alam yang besar karena mengancam kesejahteraan nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut. Dengan adanya pencemaran ini, nelayan harus berlayar lebih jauh dengan risiko yang lebih tinggi dan ongkos produksi yang lebih tinggi,” kata Rufa Ali. 

Adapun upaya cuci tangan dengan melibatkan masyarakat sebagai pengumpul batu bara yang dihargai Rp20 ribu per karung dinilai sebagai upaya ‘pembungkaman’ terhadap nalar kritis masyarakat.

“Uang tersebut tak sebanding dengan kerusakan yang tercipta dan menyebabkan pelaku terhindar dari tindakan yang semestinya yaitu bertanggung jawab membersihkan secara tuntas dan melakukan pemulihan ekosistem,” demikian disampaikan Rufa Ali. [Sammy]

Kuta Alam, Syiah Kuala, dan Baiturrahman Dominasi DPT Pemilu 2024 di Banda Aceh

0

Nukilan.id – Komisi Independen Pemilihan (KIP) telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 169.146 pemilih di Kota Banda Aceh. Pemilu Serentak 2024 akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD, serta presiden dan wakil presiden.

Penetapan DPT itu dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Tingkat Kabupaten/Kota Pemilu Tahun 2024. Dari rapat pleno tersebut diketahui terdapat sebanyak 81.205 orang pemilih pria dan 87.941 orang pemilih perempuan di Banda Aceh.

Dikutip dari laman KIP Banda Aceh, secara total pemilih tersebar di 90 desa di sembilan kecamatan di Banda Aceh. Pemilihan akan dilaksanakan di 618 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersedia di Banda Aceh.

Tiga kecamatan dengan jumlah DPT terbanyak secara berturut-turut yaitu Kecamatan Kuta Alam sebanyak 27.813 pemilih, Syiah Kuala 22.684 pemilih dan Baiturrahman sebanyak 22.114 pemilih.

Kemudian disusul Kecamatan Ulee Kareng sebanyak 19.222 pemilih, Bandar Raya 17.811 pemilih, Lueng Bata 17.434 pemilih, Jaya Baru 16.648 pemilih, dan Meuraxa sebanyak 16.305 pemilih. Sementara kecamatan dengan jumlah DPT paling sedikit yaitu Kecamatan Kuta Raja sebanyak 9.115 pemilih. [Sammy]

Silaturahmi Tim ONCS ke Kediaman Habib Umar, Upaya Cooling System bersama Ulama

0

Nukilan.id – Sebagai upaya menjaga kondusifitas Sitkamtibmas jelang Pemilu 2024, Tim Operasi Nusantara Cooling System (ONCS) mengunjungi kediaman Habib Umar Al-Mutohar di Gunungpati, Kota Semarang pada hari Selasa siang, 10 Oktober 2023.

Tim tersebut dipimpin oleh Brigjen M. Rudy Syafrudin yang didampingi oleh Dirbinmas Polda Jateng Kombes Lafri Prasetyono, beserta staf, dan Kapolsek serta Danramil Gunungpati.

Dirbinmas Polda Jateng Kombes Lafri Prasetyono mengatakan, selain sebagai bentuk silaturahmi, upaya Cooling System disebut sangat diperlukan untuk mengeliminir terjadinya potensi konflik sosial menjelang Pemilu 2024.

“Seperti isu-isu provokatif berlatar belakang SARA, baik terjadi di tengah-tengah masyarakat,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis, 12 Oktober 2023.

Para tokoh agama dan masyarakat dianggap memiliki peran penting dalam upaya Cooling System di tengah masyarakat.

“Untuk itu, kami juga memohon kepada Habib Umar Al-Muthohar apabila melaksanakan dakwah/tausiyah kepada jamaah untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman serta kondusif,” lanjutnya

Dirinya berharap meski berbeda pilihan dan pendapat dalam Pemilu 2024, persatuan dan kesatuan ditengah masyarakat harus tetap diutamakan. Pesan-pesan inilah yang diharapkan sampai pada masyarakat agar pesta demokrasi dapat berjalan aman dan lancar.

“Kita juga memohon kepada Habib Umar Al-Muthohar untuk menyampaikan kepada jamaah dalam menghadapi Pemilu 2024 untuk tetap menghormati perbedaan pendapat dan pilihan dalam Pemilu 2024,” tandasnya.

Kejari Aceh Besar Lanjutkan Program Adhyaksa Peduli Stunting

0

Nukilan.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh melalui Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Aceh dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar melalui IAD daerah Aceh Besar melanjutkan program Adhyaksa Peduli Stunting Aceh Tahun 2023.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Kejati Aceh, IAD Wilayah Aceh, Kejari Aceh Besar, IAD daerah Aceh Besar dan FKH Unsyiah yang dilaksanakan di Gampong Lam Ceu, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar pada Rabu, 11 Oktober 2023 Pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua IAD Wilayah Aceh Anita Bambang dan pengurus inti IAD Wilayah Aceh, Kepala Kejari Aceh Besar, Basril G., SH., MH. dan pengurus inti IAD daerah Aceh Besar, perwakilan FKH Unsyiah, Dokter Klinik Adhyaksa Kejati Aceh dan Masyarakat Kecamatan Kuta Baro.

Kepala Seksi Intelijen,Maulijar mengatakan, penurunan angka Stunting merupakan Program Strategi Nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2001 tentang percepatan penurunan stunting yang holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi sinergi dan sinkronisasi diantara pemangku kepentingan.

“Program Adhyaksa Peduli Stunting Aceh ini telah berjalan sejak tahun 2022. Khusus untuk kegiatan Adhyaksa Peduli Stunting di Wilayah Aceh Besar yang digelar hari ini, diisi oleh beberapa kegiatan,” kata Maulijar.

Adapun, kegiatan tersebut berupa senam ibu hamil yang diikuti sekitar 20 orang ibu hamil untuk persiapan persalinan, pemeriksaan tumbuh kembang anak, kegiatan anak-anak untuk melatih motorik, dan edukasi manfaat pangan hewani untuk mencegah stunting.

Kemudian, penyerahan sebanyak 20 paket yang berisikan susu Zee, vitamin curcuma, dan Milna Biskuit dari Adhyaksa Peduli Stunting Aceh, dan paket makanan hewani antara lain sosis, susu sapi segar, dan telur ayam dari FKH Unsyiah.

Secara simbolis paket tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua IAD Wilayah Aceh, Ny. Anita Bambang, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Basril G., SH.,MH, pengurus inti IAD Daerah Aceh Besar, dan perwakilan FKH Unsyiah.

Dijelaskan, kegiatan Program Adhyaksa Peduli Stunting Aceh terselenggara atas peran serta berbagai pihak antara lain Bank Aceh, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT. PLN, PTPN, PT. Pupuk Iskandar Muda, Pertamina, PT. Berantas, organisasi Profesi Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia dan juga Perguruan Tinggi.

“Khususnya Fakultas Kedokteran yang ada di Aceh sebagai wujud nyata upaya penanggulangan stunting di Provinsi Aceh khususnya di Wilayah Kabupaten Aceh Besar,” tutupnya. []

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pj Walikota Banda Aceh Tinjau Pasar Al Mahirah

0

Nukilan.id – Pj Walikota Banda Aceh Amiruddin bersama unsur Forkopimda beserta instansi terkait melakukan peninjauan ke pasar Al Mahirah Lamdingin, Rabu, (11/10/2023).

Kedatangan orang nomor satu di Kota Banda Aceh tersebut untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok sesuai dengan arahan Presiden dan juga Mendagri terkait lonjakan harga kebutuhan pokok terutama beras.

Pj Walikota mengatakan Pemko Banda Aceh terus mengambil langkah tepat, untuk menekan laju kenaikan harga di tingkat pedagang. Yakni dengan melakukan peninjauan ketersediaan stok beras ditingkat distributor dan monitoring kesesuaian/stabilitas harga penjualan.

“Mengenai kenaikan harga beras yang meningkat akhir-akhir ini, kita bersama Forkopimda terus senantiasa melakukan pengecekan dan monitoring harga dan ketersediaan, agar stok bahan pokok terutama beras selalu cukup dan stabil,” kata Amiruddin.

Kata Amiruddin, sesuai hasil pantauan tadi, untuk saat ini harga bahan kebutuhan pokok selain beras masih stabil dan ketersediaannya masih aman dan cukup.

“Beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, dan komoditi lainnya dalam minggu ini tidak mengalami kenaikan, dan untuk ketersediaan stok cukup dan tersedia,” kata Amiruddin.

Dalam peninjauan tersebut, Pj wali kota bersama rombongan juga berkesempatan berbelanja sejumlah bahan pokok di Pasar Al Mahirah. []

Polda Aceh Musnahkan 112 Kg Sabu Jaringan Internasional

0
Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko memimpin pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu.

Nukilan.id – Polda Aceh telah melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 112 kilogram, sebagai bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika internasional. Pemusnahan ini berlangsung di Halaman Mapolda Aceh, Banda Aceh, pada Rabu (11/10/2023).

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Achmad Kartiko, dalam konferensi persnya mengungkapkan bahwa pemusnahan tersebut adalah hasil dari pengungkapan jaringan internasional antara Malaysia dan Indonesia. Sabu yang berhasil diamankan sebelumnya telah diuji keasliannya oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh.

“Hasil uji dari BBPOM menunjukkan sabu tersebut benar-benar mengandung zat psikotropika yang sangat berbahaya. Dalam upaya untuk menghilangkan barang bukti ini, pemusnahan dilakukan dengan menghancurkannya menggunakan mesin molen yang dicampurkan dengan asam sulfat (H2SO4) dan kemudian ditanam dalam tanah,” ujar Kapolda.

Kapolda Aceh menjelaskan bahwa tindakan ini adalah bagian dari upaya pihak kepolisian untuk mencegah peredaran narkotika di wilayah Aceh. Pihak berwenang juga bersikap tegas dan komitmen untuk terus mengungkap jaringan internasional yang terlibat dalam peredaran narkotika, serta akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap seluruh jaringan terkait.

Dalam proses pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu, lima orang tersangka yang terlibat dalam kasus ini turut dihadirkan. Tindakan ini memberikan pesan kuat bahwa upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkotika adalah prioritas utama bagi pihak berwenang di Aceh. [Rjf]