Beranda blog Halaman 1335

Bakri Siddiq Pimpin Apel Gabungan Mei di Balai Kota

0
Nukilan.id - Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq menjadi pembina Apel Gabungan di halaman Gedung Balai Kota Banda Aceh, Senin (8/5/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq menjadi pembina Apel Gabungan di halaman Gedung Balai Kota Banda Aceh, Senin, 8 Mei 2023.

Apel gabungan di ikuti oleh Sekda, para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, dan seluruh ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Baca Juga: Pemerintah Aceh Buka Sayembara Maskot PKA ke-8, Ini Syaratnya

Dalam amanatnya, Bakri Siddiq menyampaikan apresiasi juga kepada seluruh ASN, baik PNS maupun non PNS, atas kehadirannya pada hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran kemarin.

Ia juga menyampaikan beberapa capaian Pemko Banda Aceh selama ini. Pertama, wali kota menyampaikan apresiasi kepada Perumdam Tirta Daroy, Satpol PP dan WH, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, DLHK3 dan pasukan orange, Disperindagkop dan juga kepada Tim Safari Ramadhan Pemerintah Kota Banda Aceh yang telah mengunjungi 13 masjid di seputar Kota Banda Aceh.

Kedua, Banda Aceh mampu menekan inflasi dari 5,32 persen pada bulan Maret menjadi 4.32 persen, dan pada bulan April 2023. “Alhamdulillah angka tersebut di bawah rata-rata nasional 4,33 persen,” sebutnya.

Tak hanya itu, katanya, angka stunting di Kota Banda Aceh sampai dengan Bulan Maret 2023 ialah diangka 10,82 persen. Angka stunting tersebut masih dibawah target nasional, dimana target nasional angka stunting tahun 2023 adalah 16 persen.

“Terkait dengan program pengentasan kemiskinan ekstrem, tentu harus kita lakukan secara terpadu. Koordinasi lintas sektor sangat perlu diperhatikan  agar program yang dijalankan tepat sasaran,” jelasnya.

Kemudian, mengenai isu keuangan daerah, Bakri Siddiq berharap dukungan semua OPD. “Alhamdulillah, di tahun 2023 ini sudah dibayarkan TPP selama empat bulan berturut-turut, yaitu untuk bulan Januari, Februari, Maret dan April 2023. Dan ini adalah wujud nyata komitmen kami terhadap kesejahteraan pegawai,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bakri menjelaskan, beberapa program implentasi syariat Islam yang telah dicanangkan seperti Sajadah Fajar dan Safari Jumat. Sebab itu, wali kota mengatakan intensitas kehadiran Pejabat dan Kepala OPD dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu instrumen dalam melakukan penilaian kinerja

“Kemudian, terkait perkembangan kondisi aktual di tahun politik yang terjadi saat ini, saya mengharapkan Aparatur kita harus menjadi contoh dan mampu memberikan kesejukan kepada masyarakat dalam berdemokrasi yang baik,” ujarnya. []

Baca Juga: Sempat Kering, Kini Objek Wisata Mata Ie Ramai Dikunjungi Wisatawan

Kadis Kominsa Aceh Sampaikan Perlunya Pemahaman Tata Cara Bermedia Sosial

0
Kadis Kominsa Provinsi Aceh, Marwan Nusuf. (Foto: Nukilan/Azril)

Nukilan.id – Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Kadis Kominsa) Provinsi Aceh, Marwan Nusuf menyampaikan bahwa saat ini banyak terjadi fenomena sosial diberbagai penjuru dunia sehingga dapat diketahui publik kapan saja. Hal tersebut disampaikan ketika membuka kegiatan pelatihan jurnalistik cek fakta yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Aceh berlakosi di Parkside Petro Gayo Hotel, Takengon, Aceh Tengah, Senin (8/5/2023).

Baca Juga: Perkuat Kapasitas Cek Fakta, AMSI Gelar Training Prebunking di Batam

Ia mengatakan, segala bentuk infomasi yang diketaui oleh publik diakibatkan oleh cepatnya pertukaran infomasi yang terjadi di media sosial sehingga publik dapat mengetahui segala kejadian dan peristiwa yang terjadi.

“Kita perlu ketahui, saat ini pengaruh media sosial sangat dekat dengan masyarakat, hanya dalam beberapa menit saja publik dapat mengetahui informasi fenomena apa yang terjadi di seluruh dunia. Bahkan, tak sedikit hal-hal yang sifatnya tertutup juga bisa diketahui publik,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf, Senin (8/5/2023).

Marwan mengungkapkan, perlunya pemahaman dan tata cara dari setiap pengguna media sosial akan aturan yang berlaku agar nantinya informasi yang diterima tidak dalam bentuk pemberitaan hoax. Namun, sesuai dengan fakta dan kondisi dilapangan.

“Sekarang semua orang bisa memberitakan diri sendiri. Namun kehadiran media sosial bisa menjadi masalah hukum bahkan bisa menjadi pertikaian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap infomasi pengguna yang ada di media sosial akan bersifat melekat, sehingga ada rekam jejak digital yang sewaktu-waktu dapat digunakan kembali. Namun, hal tersebut juga bisa saja di salah gunakan karena pengelolaannya memiliki dampak terhadap kondisi sosial yang ada.

“Catatan atau jejak digital itu tidak bisa dihapus, bisa discreenshoot, bisa dijadikan alat bukti dan tidak bisa terbantahkan,” ujarnya.

Marwan mengajak, agar AMSI Wilayah Aceh dapat memberikan kontribusi lebih dengan cara setiap informasi dalam bentuk pemberitaan dapat memperbaiki setiap kesalahan pemberitaan yang ada diberbagai flatform media sosial, agar nantinya publik dapat mengetahui apa saja hal yang benar-benar terjadi.

“Berangkat dari fenomena itu AMSI wilayah Aceh sebagai mitra pemerintah diharapkan agar terus memberikan masukan untuk memperbaiki keadaan,” pungkasnya.

Selain itu, Ketua AMSI wilayah Aceh, Maimun Saleh menjelaskan dalam sambutan bahwa kegiatan yang digelar merupakan hasil dari fasilitasi oleh Kominsa Aceh sehingga dirinya mengucapkan terima kasih karena telah bersedia memfasilitasi pelatihan cek fakta tersebut yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 10 Mei 2023.

Selanjutnya, dirinya berharap, agar segala bentuk kerjasama yang terjalin dapat terus berlanjut hingga dikemudian hari.

“AMSI itu beranggotakan media-media, industri media bisa meningkatkan kesejahteraan pebisnis media. Media bisa mencetak ekonomi kreatif dengan melibatkan anak-anak muda untuk membuat konten,” tutupnya. [Azril]

Baca Juga: Masuki Tahun Politik, AMSI Kembangkan Jurnalisme Pre-Bunking

Harga Bahan Pokok di Pasar Al-Mahirah Lamdingin Masih Stabil Pasca Lebaran

0
Pasar Al-Mahirah Lamdingin. (Foto: Nukila/Reji)

Nukilan.id – Harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh pasca lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah cenderung stabil. Namun, terdapat beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga.

Salah seorang pedagang di Pasar Al-Mahirah, Awis Karmi mengatakan, harga bawang putih dan bawang merah mengalami sedikit kenaikan. Sedangkan bahan pokok lainnya masih stabil.

“Harga bawang Aceh mengalami kenaikan dari harga Rp28 ribu menjadi Rp35 ribu perkilogram. Sedangkan bawang Medan masih berada di harga tetap yakni Rp12 ribu per kilogram,” sebut Awis kepada Nukilan, Senin (8/5/2023

Selain itu, kata Awis, untuk harga bahan pokok yang mengalami penurunan yaitu cabai merah yang saat ini dijual Rp18 ribu sampai 20 ribu per kilogram tergantung kualitasnya. Sementara bawang putih di harga Rp8 ribu per kilogram.

Meskipun demikian, harga bahan pokok di Pasar Al-Mahirah Lamdingin masih terjangkau dan tidak mengurangi minat pembeli. Pedagang di pasar ini juga berkomitmen untuk menjaga harga tetap stabil dan tidak menaikkan harga secara drastis. [Rjf]

BSI Gangguan, ATM Hingga Mobile Banking Tak Bisa Diakses

0

Nukilan.id – Bank Syariah Indonesia (BSI) saat ini sedang melakukan maintenance atau pemeliharaan sistem perbankan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan dan menjamin keamanan transaksi perbankan nasabah.

Dalam keterangan resminya pada Senin (8/5/2023), BSI menyatakan bahwa sedang melakukan maintenance system dan akan kembali ke kondisi normal secepatnya. 

Selama perbaikan, layanan perbankan seperti mobile banking dan internet banking BSI tidak dapat diakses oleh nasabah.

BSI juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama maintenance, dan memastikan bahwa pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kemudahan bagi nasabah.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada nasabah atas ketidaknyamananya dalam melakukan teransaksi keuangan pada hari ini,” tulisnya melalui akun twitter @bankbsi_id, Senin (8/5/2023).

BSI juga memberikan penjelasan bahwa keamanan dan kerahasiaan data nasabah tetap terjaga selama periode maintenance. 

“Kami pastikan bahwa dana nasabah tetap aman dan kami juga mengimbau kepada seluruh nasabah untuk tetap waspada dan berhati-hati atas segala penipuan maupun tindak kejahatan digital yang mengatasnamakan bank,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah warganet mengeluhkan bahwa mereka tidak dapat melakukan transaksi perbankan seperti transfer dana atau pembayaran tagihan selama periode maintenance. 

“Maintenance kok semua eror, mobile banking eror, ATM eror dan teller bank juga eror. Ini namanya gangguan serius,” tulis akun twitter @1abdulhakim.

“Maintenance tidak mungkin dilakukan di jam kerja. Dan kalau benar maintenance, ada perkiraan waktu. Ini mah ada error dg sistemnya, sehingga harus ada perbaikan segera,” tulis akun @me_just_saying. [Rjf]

Timsel Diminta Perhatikan Juknis Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota

0

Nukilan.id – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Totok Hariyono meminta Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota periode 2023-2028 bekerja dengan memperhatikan petunjuk teknis (juknis). Tujuannya, menurut dia, agar timsel dapat melakukan seleksi dengan mengedepankan integritas.

“Timsel ini tanggung jawabnya luar biasa dalam melakukan seleksi calon Anggota Bawaslu di 17 Kabupaten/Kota. Karena itu mohon dicermati juknisnya,” katanya saat membuka Rapat Pembekalan Timsel dan Sekretariat Timsel Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota periode 2023-2028 Gelombang I, Sabtu (6/5) 2023) di Jakarta.

Penting bagi timsel, lanjutnya, memedomani juknis yang selain berisi panduan, juga ada etika dan larangan.

Dia mengungkapkan, salah satu larangannya yakni, timsel tidak boleh menerima pemberian dalam bentuk apa pun. Sebab, katanya, bila ada timsel menerima pemberian sekecil apa pun dari calon yang diseleksi, maka dapat merusak integritas penyelenggara pemilu.

“Kalau kita sudah menerima sesuatu dari yang kita seleksi, maka yakinlah akan ada kegamangan dalam menentukan sikap,” tegasnya.

Selain itu, mantan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur tersebut meminta timsel meresapi makna dari motto Bawaslu yakni ‘bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu’.

Harapannya dengan meresapi motto Bawaslu tersebut, dapat dihasilkan Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota yang sesuai harapan masyarakat dalam menegakkan keadilan pemilu.

Sedangkan Sekretaris Jenderal Bawaslu Ichsan Fuady meminta sekretariat Timsel untuk berkoordinasi dengan sekretariat Bawaslu, baik RI (pusat), provinsi, maupun Kabupaten/Kota guna menunjang kerja-kerja timsel. []

Universitas Syiah Kuala Peringkat Satu Terbaik di Sumatera

0
Universitas Syiah Kuala (USK). Foto: Dok. USK

Nukilan.id – Universitas Syiah Kuala berhasil menempati urutan teratas universitas terbaik di Sumatera versi EduRank 2023. Selain itu, terdapat empat belas universitas lain di Sumatera yang berhasil masuk dalam daftar 100 besar universitas terbaik di Indonesia versi EduRank 2023. 

EduRank merupakan lembaga pemeringkatan universitas berbasis di Amerika Serikat. EduRank memberi peringkat pada universitas di berbagai negara di dunia berdasarkan reputasi, kinerja penelitian, dan dampak alumninya. 

Pemeringkatan ini dapat menjadi pertimbangan calon mahasiswa untuk memilih universitas negeri atau universitas swasta terbaik ketika ingin melanjutkan studinya di Sumatera. 

Berikut adalah daftar universitas terbaik di Sumatera yang masuk dalam daftar 100 besar universitas terbaik di Indonesia EduRank 2023. 

1. Universitas Syiah Kuala 

Peringkat nasional: 14 

Peringkat Asia: 504 

2. Universitas Sumatera Utara 

Peringkat nasional: 15 

Peringkat Asia: 506 

3. Universitas Andalas 

Peringkat nasional: 20 

Peringkat Asia: 559 

4. Universitas Lampung 

Peringkat nasional: 24 

Peringkat Asia: 616 

5. Universitas Sriwijaya 

Peringkat nasional: 27 

Peringkat Asia: 674 

6. Universitas Riau 

Peringkat nasional: 29 

Peringkat Asia: 707 

7. Universitas Negeri Padang 

Peringkat nasional: 32 

Peringkat Asia: 771 

8. Universitas Bengkulu 

Peringkat nasional: 42 

Peringkat Asia: 905 

9. Universitas Negeri Medan 

Peringkat nasional: 52 

Peringkat Asia: 1043 

10. Universitas Jambi 

Peringkat nasional: 54 

Peringkat Asia: 1060 

11. Universitas Muhammadiyah Riau 

Peringkat nasional: 59 

Peringkat Asia: 1240 

12. Universitas Bina Darma 

Peringkat nasional: 75 

Peringkat Asia: 1485 

13. Universitas Islam Riau 

Peringkat nasional: 81 

Peringkat Asia: 1730 

14. Universitas Ubudiyah Indonesia 

Peringkat nasional: 91 

Peringkat Asia: 1995 

15. Universitas Pasir Pengaraian 

Peringkat nasional: 100 

Peringkat Asia: 2241 

Sumber: Kompas

Sempat Kering, Kini Objek Wisata Mata Ie Ramai Dikunjungi Wisatawan

0
Objek wisata pemandian Mata Ie di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Objek wisata pemandian Mata Ie yang terletak di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar sempat kering karena musim kemarau, kini sudah mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Wisata Mata Ie ini sempat kering selama beberapa waktu lalu karena musim kemarau pertama melanda Aceh. Namun, setelah lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah volume air di wisata pemandian ini kembali bertambah seiring dengan adanya curah hujan.

Pantauan Nukilan di lokasi pada Minggu (7/5/2023), terlihat para wisatawan menikmati keindahan alam dan bersantai di sekitar pemandian bersama keluarga.

Salah seorang mahasiswa, M Fajari Harahap mengaku sangat bersantai sambil menikmati keindahan alam wisata pemanadian Mata Ie untuk menghabiskan liburan akhir pekan.

“Besok kami udah masuk kuliah, jadi kami memilih kesini karena disini suasananya sejuk sehingga sangat cocok untuk berenang dan bersantai,” terang Fajari kepada Nukilan.

Sementara itu petugas loket wisata Mata Ie, Dani menyebutkan, dalam sehari, rata-rata pemandian Mata Ie dapat dikunjungi oleh puluhan hingga ratusan wisatawan, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional. 

“Alhamdulillah, kalau tidak kering, wisata Mata Ie ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kalangan. Rata-rata kalau hari libur yang berkunjung kesini sekitar puluhan hingga ratusan wisatawan,” kata Dani. [Rjf]

Tim BPBD Aceh Besar Atasi Pohon Tumbang dan Banjir

0
Tim BPBD Aceh Besar membantu membersihkan pohon tumbang di Gampong Seulimeum, Kecamatan Seulimeum, Sabtu (6/5/2023) sore. (Foto: Dok. BPBD Aceh Besar)

Nukilan.id – Tim BPBD Aceh Besar telah berhasil membantu musibah pohon tumbang dan banjir yang dialami dua kawasan di Aceh Besar, Sabtu (6/5/2023) sore.

Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi mengatakan, pada pukul 18.41 Wib, telah terjadi banjir di Gampong Pudeng, tempat pemandian wisata lnaja, dan Krueng Suhom, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

Ridwan Jamil menerangkan, intensitas hujan yang tinggi telah mengakibatkan terjadinya banjir di Kecamatan Lhoong dan pohon tumbang di Kecamatan Seulimeum. “Luapan air sungai yang terjadi di tempat wisata di Kecamatan Lhoong telah mengakibatkan terseretnya kendaraan bermotor milik warga masyarakat setempat. Kendaraan tersebut terseret oleh derasnya air sungai sejauh 100 meter,” jelas Ridwan. Untuk itu, kita berharap warga tetap berhati-hati saat menghadapi cuaca saat ini.

Sementara kejadian pohon tumbang juga terjadi yang menutupi sebahagian badan jalan Nasional lintasan Banda Aceh – Medan, persisnya di kawasan Gampong Seuneubok Seulimeum Aceh Besar.

Ia melanjutkan, kejadian pohon tumbang juga sempat mengganggu aktifitas pengendara yang melintas.

Menindaklanjuti informasi itu, petugas Pemadam BPBD Aceh Besar Pos Lhoong pada saat intesitas hujan tinggi langsung melakukan patroli pengawasan dan pemantauan di daerah wisata pemandian sungai yang ada di kawasan tersebut. Setelah menyusuri beberapa lokasi petugas menemukan kejadian adanya kendaraan bermotor roda dua milik masyarakat (Aisyah 14 th), warga Mon Mata yang terbawa arus sungai.

Setelah itu, tambah Ridwan Jamil, petugas BPBD Aceh Besar bersama masyarakat melakukan penyisiran di sepanjang arus sungai tersebut dan pada akhirnya ditemukan oleh petugas telah terseret sejauh 100 meter dalam keadaan rusak berat.

Untuk pohon tumbang di Gampong Seulimeum, Kecamatan Seulimeum, juga setelah mendapatkan informasi petugas langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan pembersihan.

Selanjutnya usai penanganan pembesihan pohon tumbang berhasil dilakukan oleh petugas pos Seulimuem dan lalulintas kembali normal. []

Baca Juga: Jelang Penjurian, Pj Ketua TP PKK Aceh Besar Tinjau Persiapan Gampong Lubuk Batee

Pj Bupati Iswanto Kembali Nyatakan Dirinya tak Anti Kritik

0
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP, M.M, memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar yang di selenggarakan di Komplek Aula BPMP Provinsi Aceh, Kecamatan Suka Makmur, Sabtu (06/05/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP. MM, Sabtu (06/05/2023), di depan forum terbuka saat melantik Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB-IPAR) Periode 2023-2026 di Aula Gedung Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Gampong Niron, Kecamatan Sukamakmur, kembali menyatakan dirinya tak anti kritik, karena itu juga ‘vitamin’ motivasi untuk memberikan yang terbaik kepada Aceh Besar.

Baca Juga: PGRI Aceh Besar Ajak Guru dan Tenaga Kependidikan untuk Berqurban

Namun Iswanto mengingatkan kritik yang dilontarkan hendaknya konstruktif, solutif, proporsional dan tidak menjustice.

“Kita tentu punya rule of law dalam menjalankan kebijakan, serta tak lepas dari sikap profesional masing-masing, sehingga kritik yang dilontarkan tidak tendensius atau bahkan bisa bisa diduga sebagai upaya bargaining approach. Jelas ini sangat tidak kita inginkan!”   ujarnya.

Iswanto menyatakan siap mendedikasikan dirinya untuk membangun Ach Besar. Dan itu dilakukan nyaris tanpa memandang waktu. Pj Bupati termuda di Aceh itu, menganggap bentang jam kerjanya bukan sebatas pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, namun kadang bakda subuh sudah memantau sekaligus ikut menertibkan pasar. Kadang menjelang malam masih berkutat di kandang lembu saat berkejaran dengan waktu kala PMK menerjang seluruh ternak rakyat di Aceh Besar.

“Untuk membangun Aceh Besar ini. Kita tidak bisa sendirian dalam bekerja. Kita harus bersama, termasuk dengan kritikan dari media dan tokoh-tokoh masyarakat demi terwujudnya pembangunan di Kabupaten Aceh Besar yang sesuai dengan ekspektasi semua pihak,” ucap Iswanto.

Mantan Kabag Humas Aceh Besar di era Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah tersebut siap menerima setiap kritik dan saran untuk menunjang kinerjanya dalam melayani masyarakat di Kabupaten Aceh Besar.

“Sebarkan, beritakan dan informasi yang baik dan kalau ada yang jelek ya langsung sampaikan ke kami dan nanti diperbaiki. Jadi kita ingin menggali potensi-potensi yang ada, Sekali lagi kita enggak anti kritik, karena itu masukan dan tentu saja sesuai realita di lapangan. Tentu kita semua elemen termasuk pemuda menjadi garda terdepan untuk berkontribusi membangun Aceh Besar,” pungkas Iswanto di akhir sambutannya.

Sementara itu, Fata Muhammad, yang dilantik sebagai ketua PB IPAR periode 2023-2026 mengharapkan, para pengurus besar IPAR yang baru dilantik bisa bekerja dengan lebih baik menciptakan kegiatan dan peluang yang bisa meningkatkan silaturahmi bersama pemerintahan Aceh Besar sehingga PB IPAR dengan motto Pemuda Bersatu Aceh Besar Maju benar benar terwujud.

“Kami akan terus memberikan masukan-masukan yang sifatnya membangun kepada pemerintah daerah. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Pemkab Aceh Besar dan seluruh panitia yang telah memberikan support sehingga acara ini bisa berjalan sukses,” demikian Fata Muhammad.

Pada pelantikan yang diisi tausiah oleh Tgk H. Masrul Aidi dalam rangka halal bihalal itu, selain Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, hadir juga para anggota DPRA Dapil I yakni Ansari Muhammad dan Irawan Abdullah, Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali, Wakil Ketua DPRK Gunawan, para anggota DPRK, Keuchik Muslim, Mursalim, Tgk. Ridha Hidayatullah, Muhibuddin, para OPD Aceh Besar, mantan ketua IPAR serta dan tokoh-tokoh masyarakat Aceh Besar. []

Baca Juga: Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar Buka Pendaftaran Seleksi Peserta Qira’til Kutub

KPK Minta 24 Pemda Aceh Komitmen Implementasi MCP

0
KPK Minta 24 Pemda Aceh Komitmen Implementasi MCP. (Foto: Dok. KPK)

Nukilan.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh untuk komitmen melaksanakan implementasi Monitoring Center of Prevention (MCP), sebagai bagian dari upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Ketua Dewas KPK Akui Kalah Dari Kejagung Ungkap Kasus Korupsi Jumlah Besar

Menurut KPK, Kunci pelaksanaan koordinasi dan supervisi bersama pemda yang sudah disepakati sesuai pasal 8 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 adalah komitmen dalam pelaksanaan MCP.

Hal itu disampaikan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Edi Suryanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/5/2023).

“Kata kuncinya yaitu komitmen. Angka bisa dicapai asal ada komitmen yang kuat. Jangan jadikan pelaksanaannya hanya sekedar prosedur, proses, dan rutinitas semata,” kata Edi.

Edi menambahkan salah satu upaya pencegahan korupsi di daerah oleh KPK yakni dengan membuat MCP sebagai aksi pemberantasan korupsi yang terintegrasi. Instrumen itu digunakan pemerintah daerah untuk memetakan titik-titik rawan korupsi dalam pelaksanaan program kegiatan di daerahnya.

Dalam pengaplikasiannya, MCP memiliki delapan fokus Area intervensi bagi perbaikan tata kelola pemerintah daerah. Terdiri dari Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Peningkatan Kapabilitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset daerah, dan Tata Kelola Dana Desa.

Kasatgas Wilayah I Aceh, Arif Nurcahyo, juga menyampaikan pandangan dan apresiasinya terhadap para penyelenggara tingkat daerah yang serius dalam pemberantasan korupsi. Ia menjelaskan bahwa MCP bukanlah segalanya. MCP merupakan rangkuman dan gambaran kegiatan daerah atau pusat yang dapat berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi. “Dari 8 area tersebut, bukan angka targetnya, namun substansi dari setiap indikator,” ujar Arif.

Sebagai bagian dalam optimalisasi upaya pencegahan korupsi melalui MCP 2023, serta hasil evaluasi MCP 2022, KPK memfokuskan pada area-area yang memiliki urgensi tinggi untuk segera diperbaiki tata kelolanya.

Pertama, perencanaan anggaran. Pada area itu, perlu ada penetapan pokok pikiran dan realisasi yang jelas. Selain itu perlu ada alokasi hibah bansos yang transparan.

Kedua, aset dan pendapatan. Pada area ini diperlukan adanya program percepatan sertifikasi asset, penyelesaian aset bermasalah, penertiban PSU, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, penyelesaian pajak, hingga inovasi peningkatan pajak daerah.

“Masih ada daerah yang tidak pernah urus sertifikatnya. Oleh karena itu kedepan akan dipantau sertifikasinya. Komunikasi dengan BPN akan dibantu oleh KPK,” jelas Edi.

Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Aceh, Achmad Marzuki menyampaikan apresiasinya terhadap implementasi dan pengelolaan MCP yang amat dirasakan manfaatnya oleh pemerintah daerah.

“Terima kasih atas atensi pimpinan KPK terkait agenda khusus ini. Pasca launching MCP Nasional 2023, kami telah mempersiapkan langkah-langkah khusus, yaitu dengan pembuatan one big data,” ujar Achmad.

Achmad juga berharap agar Kemendagri, BPKP, dan KPK tidak pernah lelah dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja Pemerintah Daerah Aceh. Dimana pada tahun 2023 Provinsi Aceh menargetkan nilai MCP sebesar 90.3 persen untuk provinsi dan 81.7 persen untuk pemerintah kabupaten dan kota.

KPK Selenggarakan Rapat Koordinasi Penetapan Komitmen Bersama dan Target MCP Tahun 2023 kepada 24 Pemerintah Daerah se-Provinsi Aceh. Rapat digelar di Aula Randi Yusuf, Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK.

Rapat yang juga dihadiri oleh Sekda, Inspektur, serta Kepala SKPA/Biro se-Provinsi Aceh ini, dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen pelaksanaan MCP tahun 2023 oleh 24 Sekretaris Daerah se-Provinsi Aceh.

Baca Juga: Dugaan Pengadaan Proyek Fiktif, KPK Akan Periksa Mantan Dirut PT Amarta Karya