Beranda blog Halaman 132

Hutama Karya Pulihkan Layanan Air Bersih, IPA Rantau Aceh Tamiang Kembali Beroperasi

0
Hutama Karya Pulihkan Layanan Air Bersih. (Foto: Hutama Karya)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG PT Hutama Karya (Persero) melakukan percepatan pemulihan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, guna mengembalikan akses air bersih bagi masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat banjir lumpur.

Proyek rehabilitasi ini dilaksanakan atas penugasan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih di wilayah terdampak.

Sebelumnya, IPA Rantau dilaporkan tidak berfungsi setelah terendam lumpur. Sejumlah komponen vital, termasuk pompa listrik, ikut terendam sehingga menghentikan operasional instalasi dan menyebabkan distribusi air bersih lumpuh.

Lingkup pekerjaan yang dilakukan Hutama Karya mencakup reaktivasi fasilitas pengolahan air, penataan ulang sistem elektrikal dan mekanikal, perbaikan sistem pompa, serta penanganan darurat berupa penyediaan tower tangki air sementara, pembangunan sumur bor dangkal dan sumur bor dalam di Puskesmas Kuala Simpang.

Dalam keterangannya, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan pentingnya percepatan pemulihan fasilitas tersebut.

“IPA Rantau menjadi infrastruktur penting bagi masyarakat Aceh Tamiang. Oleh karena itu, kami melakukan langkah-langkah teknis yang diperlukan agar instalasi ini dapat kembali beroperasi secara optimal dalam waktu singkat, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keandalan operasional,” ujar Mardiansyah.

Hingga Senin (29/12/2025), IPA Rantau telah berhasil diaktifkan kembali dan mampu mengolah air baku menjadi air bersih sesuai kapasitas semula. Pemulihan ini dinilai krusial mengingat sebelumnya warga setempat mengalami lumpuhnya akses terhadap air bersih.

Selain perbaikan fasilitas, pembersihan lumpur di sekitar area IPA Rantau juga dilakukan dengan menggunakan alat berat, termasuk di kawasan Pesantren Darul Muklisin. Untuk mendukung percepatan layanan, operasional IPA saat ini masih mengandalkan pasokan listrik sementara melalui genset sembari mengoptimalkan peralatan yang tersedia.

Mardiansyah menegaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui BUMN Peduli.

“Kami berkomitmen melalui BUMN Peduli untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat sesegera mungkin. Kehadiran IPA Rantau diharapkan mampu membantu pemulihan aktivitas sehari-hari warga serta mendukung kebutuhan dasar air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang,” tutupnya.

Pemerintah Aceh Perkuat Distribusi Beras ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

0
Pemerintah Aceh Perkuat Distribusi Beras ke Aceh Tengah dan Bener Meriah. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh terus memperkuat pasokan beras ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah guna memenuhi kebutuhan masyarakat pascabencana. Pada Senin (29/12/2025), sebanyak 24 truk dikerahkan untuk mengangkut 96 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menjelaskan bahwa pengiriman beras tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan dampak bencana alam di wilayah terdampak. Distribusi beras ditempuh melalui jalur darat dari Gudang Bulog Ulee Blang Manee, Lhokseumawe, menuju Gudang Bulog Blang Kolak II, Takengon.

“Pengangkutan beras CBP bencana alam tadi malam sebanyak 24 truk diberangkatkan, masing-masing membawa muatan 4 ton. Total pengiriman sebanyak 96 ton,” kata M Nasir.

Sebagai Ketua Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Nasir menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Perum Bulog untuk menjaga stabilitas stok beras, terutama di Aceh Tengah dan Bener Meriah, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat pascabencana.

“Pemerintah Aceh terus mendorong Bulog untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas stok beras di Aceh Tengah dan Bener Meriah agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujarnya.

Selain distribusi darat, Pos Komando Tanggap Darurat juga telah mengoordinasikan penyaluran bantuan melalui jalur udara sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terputusnya akses transportasi darat.

“Bantuan terus kita maksimalkan penyalurannya ke korban terdampak bencana di seluruh Aceh,” jelas Nasir.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pada hari yang sama distribusi bantuan ke Aceh Tengah sebagian dilakukan melalui udara. Sejumlah helikopter membawa bantuan ke Kecamatan Linge, Silih Nara, dan Bintang sebagai upaya memastikan bantuan menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Sekolah di Aceh Akan Kembali Dibuka 5 Januari 2026 Meski Terdampak Bencana

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memastikan seluruh aktivitas Belajar Mengajar (PBM) untuk semester genap tahun ajaran 2025/2026 akan dimulai secara serentak pada 5 Januari 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menegaskan bahwa kendala infrastruktur akibat bencana meteorologi tidak boleh menjadi alasan bagi terhentinya hak pendidikan anak-anak Aceh.

Berdasarkan data terbaru dari Posko Penanganan Bencana Meteorologi Pemerintah Aceh, dari 555 unit SMA di seluruh provinsi, sebanyak 214 unit terdampak banjir dan tanah longsor. Wilayah terdampak paling parah mencakup Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.

“Kondisi di lapangan memang menantang, di mana ada 78 unit sekolah yang masuk kategori rusak berat. Namun, saya instruksikan agar proses belajar mengajar tetap dilaksanakan. Pendidikan harus hadir sebagai pemberi kepastian di tengah situasi bencana,” ujar Sekda Aceh, M. Nasir, Senin, 29 Desember 2025.

M. Nasir menambahkan, aktivitas sekolah bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga berperan penting dalam pemulihan psikologis siswa yang menjadi korban bencana.

“Kehadiran siswa di sekolah akan membantu mereka kembali ke ritme hidup normal, yang merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh sekaligus Juru Bicara Posko Penanganan Bencana, Murthalamuddin, telah mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh kepala sekolah SMA di Aceh.

“Bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat sehingga ruang kelas tidak dapat digunakan, kami instruksikan untuk menggunakan sarana darurat. PBM tidak boleh berhenti. Kami telah meminta para kepala sekolah untuk memastikan ketersediaan tempat belajar sementara agar siswa tetap bisa masuk sesuai jadwal,” jelas Murthalamuddin.

Lebih lanjut, Murthalamuddin menekankan peran guru dalam mendampingi siswa pada masa awal masuk sekolah nanti. Tenaga pendidik diminta untuk tidak langsung membebani siswa dengan materi pelajaran yang berat, melainkan mengutamakan pendekatan persuasif.

“Guru memiliki peran ganda saat ini, yakni sebagai pendidik sekaligus pendamping psiko sosial bagi siswa. Kami mendorong para guru mengedepankan pendekatan persuasif dan merangkul siswa secara psikologis agar semangat belajar mereka kembali pulih,” pungkasnya.

Sekda Aceh Tinjau Gerakan ASN Relawan di Wilayah Banjir Pidie Jaya–Bireuen

0
Sekda Aceh Tinjau Gerakan ASN Relawan di Wilayah Banjir Pidie Jaya–Bireuen. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDEU — Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik lokasi terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, Senin (29/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program ASN Relawan Pemerintah Aceh berjalan optimal dan tepat sasaran.

Di Pidie Jaya, Sekda meninjau keterlibatan para Aparatur Sipil Negara yang dikerahkan sebagai relawan dalam kegiatan pembersihan fasilitas publik pascabanjir. Sejumlah lokasi yang menjadi fokus kegiatan meliputi tempat ibadah serta lingkungan SD Negeri 2 Meurah Dua, Gampong Meunasah Jurong. Kegiatan pembersihan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 29–30 Desember 2025.

Setelah dari Pidie Jaya, M. Nasir melanjutkan peninjauan ke kawasan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen. Di wilayah tersebut, ia memantau langsung kegiatan relawan di beberapa titik, antara lain rumah sekolah, puskesmas, dan kantor camat.

Dalam kesempatan itu, Sekda menyampaikan apresiasi kepada para relawan atas dedikasi yang ditunjukkan di lapangan.

“Terima kasih atas semangat kerjanya. Semoga teman-teman relawan ASN Pemerintah Aceh terus dalam kondisi fit sehingga tugas mulia ini dapat kita selesaikan,” kata Sekda.

Program ASN Relawan dibentuk sebagai bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Relawan disebar ke berbagai wilayah terdampak guna membantu masyarakat serta mengembalikan fungsi layanan publik, khususnya tempat ibadah dan sarana pendidikan, agar dapat kembali digunakan dalam waktu sesingkat mungkin.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Aceh turut didampingi Asisten I Sekda Aceh serta sejumlah pejabat terkait. Rangkaian peninjauan lapangan ini dimulai dari Pidie Jaya dan direncanakan berakhir di Aceh Tamiang, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam memastikan respons penanganan bencana yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan di seluruh wilayah terdampak.

Di Tengah Lumpur yang Tak Pernah Usai: Catatan Pengabdian Polisi Pasca Banjir Bandang Aceh Tamiang

0
Ilustrasi Pengabdian Anggota Polda Aceh Pascabencna di Aceh Tamiang. (Foto: For Nukilan)

Presma UTU Sebut Darurat Kemanusiaan Tidak Bisa Dijawab dengan Represivitas

0
Presiden Mahasiswa UTU, Putra Rahmat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Pemerintahan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (PEMA UTU) menyampaikan keprihatinan serius terhadap tindakan aparat terhadap masyarakat sipil dalam aksi demonstrasi kemanusiaan di Aceh yang menuntut penetapan status bencana nasional.

Aksi tersebut dinilai sebagai ekspresi keprihatinan publik atas kondisi darurat kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat. PEMA UTU menegaskan bahwa penyampaian aspirasi secara damai merupakan hak konstitusional warga negara yang wajib dihormati dan dilindungi oleh negara.

Presiden Mahasiswa UTU, Putra Rahmat, menilai pendekatan represif terhadap aksi sipil justru mencederai prinsip demokrasi dan negara hukum.

“Isu utama yang disuarakan masyarakat adalah kemanusiaan. Negara seharusnya hadir dengan solusi, bukan dengan tindakan represif yang melukai rasa keadilan publik,” tegas Putra Rahmat.

Menurut PEMA UTU, segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dalam aksi damai tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Penanganan aspirasi publik, kata mereka, semestinya mengedepankan pendekatan hukum, dialog, serta nilai-nilai kemanusiaan, terlebih dalam konteks Aceh yang memiliki sejarah panjang konflik dan trauma kolektif.

Dalam pernyataan resminya, PEMA UTU juga mendorong pemerintah pusat untuk segera mempertimbangkan penetapan kondisi Aceh sebagai bencana nasional. Langkah tersebut dinilai penting guna mempercepat penanganan krisis, memperluas jangkauan bantuan, membuka akses ke wilayah-wilayah terisolir, serta menjamin ruang demokrasi bagi masyarakat sipil tetap terjaga.

“Krisis kemanusiaan tidak boleh dibungkam, dan demokrasi tidak boleh dihadapi dengan kekerasan,” lanjut Putra Rahmat.

PEMA UTU menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi warganya, terutama dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan, kemanusiaan, dan hak-hak sipil masyarakat. (XRQ)

KSAD Maruli Simanjuntak Murka Baut Jembatan Bailey di Aceh Diduga Dicuri: Perbuatan Biadab

0
Baut jembatan bailey di Aceh diduga dicuri (Foto: detikcom)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengekspresikan kemarahannya setelah mendapati baut-baut jembatan bailey yang dibangun di Aceh diduga dicuri. Menurut Maruli, tindakan ini termasuk sabotase terhadap fasilitas vital tersebut.

“Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan bailey kita. Dua hari yang lalu, mungkin ada ditayangkan ininya, dibongkar baut-bautnya,” ujar Maruli dalam konferensi pers di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Maruli juga memamerkan foto jembatan bailey yang bautnya telah dicabut. Jembatan tersebut berlokasi di Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.

“Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini ya, terus terang saja. Memang kami pikir masyarakat sedang bencana, ini baut-bautnya dibongkar. Terlihat itu berpindah, nanti kalau ada yang perlu lihat fotonya, nanti saya kasih,” tambahnya.

KSAD Maruli menegaskan, perbuatan ini merugikan masyarakat dan menilainya sebagai tindakan biadab.

Telkomsel dan Kementerian Kominfo Perkuat Bantuan untuk Korban Bencana Aceh

0
Telkomsel bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia bersinergi menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Telkomsel bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah mencerminkan komitmen untuk mendampingi masyarakat menghadapi masa sulit pascabencana.

“Pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama dan kepedulian lintas pihak. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Komdigi, Telkomsel berupaya memastikan masyarakat Aceh mendapatkan dukungan yang menyeluruh, baik dari sisi kemanusiaan maupun kebutuhan dasar, agar dapat kembali beraktivitas secara bertahap,” kata Nugroho dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).

Bantuan yang disalurkan mencakup 30 unit tenda, 20 unit portable MCK, ratusan unit telepon seluler, ratusan Al-Qur’an, mukena, jilbab, serta penyewaan alat berat beserta operator untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Samsat Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan melibatkan pemerintah daerah dan relawan setempat.

Nugroho menambahkan, bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian dukungan berkelanjutan Telkomsel. Sebelumnya, perusahaan juga menyalurkan bantuan air bersih, genset, dan berbagai logistik kebutuhan dasar untuk mendukung aktivitas masyarakat dan operasional di lapangan.

“Kami berharap seluruh bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah dan Telkomsel dalam penanganan pascabencana Aceh.

“Kami mengapresiasi langkah Telkomsel yang selalu hadir mendampingi masyarakat di saat-saat sulit. Pemerintah melalui Kementerian Komdigi terus mengerahkan berbagai upaya untuk memastikan komunikasi tetap berjalan, distribusi bantuan lancar, dan pemulihan berlangsung cepat,” kata Meutya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti kehadiran negara bersama BUMN dalam memberikan perlindungan dan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain bantuan fisik, Telkomsel juga memastikan ketersediaan dan keandalan jaringan komunikasi di wilayah terdampak untuk mendukung koordinasi evakuasi dan distribusi bantuan.

Kolaborasi antara Telkomsel dan Kemkomdigi menegaskan komitmen mereka untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar seluruh dukungan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.

Panglima TNI Tegaskan Siap Tindak Provokator Usai Pengibaran Bendera GAM di Aceh

0
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (tengah) memberi keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (FOTO: Puspen TNI)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi pengibaran bendera bulan bintang yang identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Lhokseumawe, Aceh, beberapa waktu lalu.

Agus menegaskan, TNI tidak akan menoleransi aksi provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, khususnya jika menghambat proses pemulihan pascabencana di Aceh.

“Saya akan tindak tegas kalau ada kelompok-kelompok seperti itu,” tegas Agus saat konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Panglima TNI menekankan bahwa saat ini TNI bersama Polri dan institusi terkait tengah bekerja maksimal dalam upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Agus mengharapkan dukungan serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana berjalan cepat dan lancar.

“Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi dan mengganggu proses tersebut,” tambahnya.

Aksi Dibubarkan TNI di Lhokseumawe

Sebelumnya, prajurit TNI Angkatan Darat dari Korem 011/Lilawangsa membubarkan aksi sekelompok masyarakat yang membawa bendera bulan bintang di Lhokseumawe, Kamis (25/12/2025). Dalam pembubaran tersebut, TNI mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa tas berisi senjata tajam dan satu pucuk pistol.

Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas, namun aparat berhasil membubarkan massa secara kondusif. Setelah dilakukan pendekatan persuasif, spanduk serta kain umbul-umbul yang menyerupai bendera GAM diserahkan secara sukarela oleh massa sebelum mereka membubarkan diri.

Mengungkap Sosok Farwiza Farhan, Aktivis Lingkungan Aceh Peraih Magsaysay Award

0
Farwiza Farhan, aktivis konservasi lingkungan asal Aceh. (Foto: Instagram/wiiiiza)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sebuah video relawan banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang menangis haru saat menerima sebutir kelapa muda dari warga korban banjir viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Momen tersebut menyentuh publik karena kelapa itu diberikan oleh warga yang justru sedang berada dalam kondisi membutuhkan bantuan.

Hasil penelusuran Nukilan.id mengungkap bahwa relawan dalam video tersebut adalah Farwiza Farhan, aktivis lingkungan asal Aceh yang dikenal luas sebagai pendiri dan direktur Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), organisasi yang berfokus pada perlindungan Ekosistem Leuser.

Farwiza Farhan atau yang akrab disapa Wiza bukanlah sosok biasa dalam dunia konservasi. Namanya telah mendunia dan tercatat sebagai penerima sejumlah penghargaan prestisius internasional, termasuk Whitley Award 2016, Pritzker Emerging Environmental Genius Award 2021, dan Ramon Magsaysay Award 2024 untuk kategori kepemimpinan.

Dari Banda Aceh ke Panggung Dunia

Farwiza lahir di Banda Aceh pada tahun 1986 dan tumbuh dekat dengan alam Aceh. Ia menempuh pendidikan sarjana sains di Universiti Sains Malaysia, lalu melanjutkan magister bidang Environmental Management and Sustainable Development di University of Queensland, Australia.

Setelah menyelesaikan studi, Wiza sempat bekerja di lingkungan pemerintahan dan lembaga pengelola kawasan. Namun, ia memilih turun langsung ke garis depan perjuangan lingkungan karena melihat kesenjangan besar antara kebijakan dan praktik di lapangan, terutama terhadap ancaman kerusakan Ekosistem Leuser.

Dalam sejumlah wawancara, Wiza menyebut Leuser bukan sekadar kawasan hutan, melainkan bagian dari hidupnya. Ia pernah mengatakan, “This landscape is so special…, …I’ve fallen deeper and deeper in love with it.”

Leuser dan Ancaman yang Mengintai

Ekosistem Leuser merupakan salah satu bentang alam hutan hujan terbesar dan terakhir di Asia Tenggara, mencakup wilayah Aceh dan Sumatra Utara dengan luas mencapai jutaan hektare. Kawasan ini menjadi habitat penting bagi gajah Sumatra, harimau Sumatra, orang utan Sumatra, dan badak Sumatra.

Ancaman terhadap kawasan ini datang dari pembukaan perkebunan sawit, pembalakan liar, kebakaran lahan gambut, serta proyek infrastruktur yang tidak mempertimbangkan nilai ekologis.

“Perlindungan Leuser bukan hanya soal satwa, tetapi juga keadilan lingkungan, hak masyarakat lokal, dan mitigasi perubahan iklim,” ujar Wiza dalam berbagai kesempatan.

Berdirinya HAkA dan Perjuangan Hukum

Pada 2012, Wiza bersama rekan-rekannya mendirikan HAkA sebagai organisasi lokal yang menggabungkan advokasi, pemantauan hutan, litigasi strategis, serta pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan desa.

HAkA dikenal luas setelah terlibat dalam sejumlah kemenangan hukum penting terhadap perusahaan yang terbukti merusak kawasan Leuser. Salah satu putusan pengadilan bahkan menjatuhkan denda sekitar US$26 juta kepada perusahaan sawit sebagai ganti rugi pemulihan lingkungan, yang menjadi preseden penting dalam penegakan hukum lingkungan di Indonesia.

Selain itu, HAkA juga berperan menghentikan atau merevisi sejumlah proyek infrastruktur yang dinilai mengancam habitat satwa liar.

Perempuan sebagai Garda Depan Konservasi

Salah satu ciri khas kepemimpinan Wiza adalah pemberdayaan perempuan. HAkA melatih ratusan perempuan desa sebagai penjaga hutan komunitas, pelapor aktivitas ilegal, dan peserta aktif dalam pengambilan keputusan pengelolaan lahan.

Dalam berbagai forum, Wiza menegaskan pentingnya “mengembalikan kekuasaan kepada komunitas” sebagai kunci konservasi yang berkelanjutan.

Pengakuan Dunia

Dedikasi Wiza mengantarkannya pada berbagai pengakuan internasional. Selain Magsaysay Award 2024, ia juga tercatat sebagai TED Fellow, National Geographic Explorer, serta masuk dalam pengakuan TIME Impact.

Penghargaan tersebut tidak hanya memberi legitimasi, tetapi juga memperluas jaringan, akses pendanaan, dan kolaborasi global bagi upaya perlindungan Leuser.

Tangisan yang Mengingatkan

Momen Farwiza menangis saat menerima kelapa muda dari warga korban banjir Pidie Jaya menjadi simbol kuat dari hubungan antara aktivis dan masyarakat yang ia dampingi selama ini. Bagi Wiza, konservasi bukan kerja dari menara gading, melainkan perjuangan bersama warga yang hidup berdampingan dengan alam.

Perjalanan Farwiza Farhan menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan dapat lahir dari desa, tumbuh melalui komunitas, dan berdampak hingga tingkat dunia. Dari Aceh, ia membuktikan bahwa suara lokal mampu mengguncang panggung global. (XRQ)

Reporter: Akil