Beranda blog Halaman 1314

Pemerintah Berencana Ingin Transformasikan Seluruh Kebijakan Publik Berbasis Digital

0
Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengelolaan Informasi Geospasial (PPIG) Badan Informasi Geospasial Rachman Rifai. (Foto: Ist)

Nukilan.id -Pemerintah ingin mentransformasikan seluruh kebijakan layanan publik dalam bentuk digital. Salah satu upayanya yaitu dengan membangun dan meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital pada tahun 2024. Kemudian, untuk mendukung rencana  tersebut, dibutuhkan dukungan data dalam bentuk geospasial yang berkualitas sehingga masyarakat yang ingin mengurus keperluannya, bisa mengakses dengan mudah.

Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Baca Juga: MPP Aceh Besar Kembali Beroperasi Setelah Lebaran Idul Adha 1444 Hijriah

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengelolaan Informasi Geospasial (PPIG) Badan Informasi Geospasial Rachman Rifai, dalam acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Geoportal Simpul Jaringan Provinsi Aceh di Aula Diskominsa Aceh, Selasa (4/7/2023).

“Kita tidak mungkin bekerja sendiri, akhirnya kita memanfaatkan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN). Dimana provinsi Aceh dan Kabupaten yang ada di dalam provinsi Aceh itu menjadi simpul jaringannya,” sebutnya.

Kehadiran geoportal sangat penting untuk menyimpan dan mempublikasikan data. Geoportal yang ditelah dibuat oleh pemerintah daerah, nanti akan terhubung dengan geoportal nasional yang  kemudian terhubung ke portal satu data Indonesia.

“Jadi dari portal satu Indonesia inilah MPP digital atau layanan digital pemerintah itu mengambil datanya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, jika ada investasi di Aceh, maka masyarakat dengan mudah mengambil layanannya tinggal mengakses aplikasi itu.

Ia mengungkap Pemerintah Aceh telah membangun aplikasi geoportal sendiri juga telah aktif sejak lama dan sampai sekarang terus memutakhirkan data geospasialnya.

Karena selama ini membangun sendiri portalnya, ada beberapa bagian yang tidak sesuai dan perlu diperbaiki agar data yang tersedia di Pemerintah Aceh bisa terintegrasi ke level nasional. Hal teknis lain yang perlu dicarikan solusi yaitu kendala di server sehingga simpul jaringan menjadi tidak aktif.

“Sebenarnya tidak ada masalah kalau provinsi Aceh membangun sendiri, tapi standarnya harus sama dengan yang di nasional. Kebetulan yang telah ada di Aceh, sistemnya berbeda lantaran belum terhubung langsung dengan nasional. Jadi sekarang perlu integrasi sehingga sekali kita unggah ke aplikasi itu, kalau dia sudah lengkap, itu langsung bisa konek ke JIGM maupun ke portal satu data Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan bimbingan teknis yang berlangsung dari 4-5 Juli 2023 yang diikuti oleh perwakilan Diskominfo 23 Kabupaten Kota se-Aceh dan 22 Satuan Kerja Perangkat Aceh ini, data-data yang sudah lama ada di geoportal Aceh dapat terintergasi ke nasional lewat JIGN. []

Baca Juga: Kota Banda Aceh Jadi Salah Satu Pilot Project Penerapan MPP Digital

Kadiskominsa Aceh Buka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Geoportal Simpul Jaringan Provinsi Aceh

0
Kadiskominsa Aceh Marwan Nusuf. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Diskominsa) Aceh membuka secara resmi Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Geoportal Simpul Jaringan Provinsi Aceh di Aula Diskominsa Aceh, Selasa (4/7/2023).

Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring dari 4-5 Juli 2023 diikuti oleh perwakilan Diskominfo, Bappeda dan PUPR dari 23 Kabupaten Kota se-Aceh juga 22 SKPA serta dihadiri oleh tim Badan Informasi Geospasial.

Kadiskominsa Aceh Marwan Nusuf saat membuka acara tersebut mengatakan, geospasial berfungsi untuk perencanaan pembangunan nasional, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, penataan ruang kota, dan manajemen pengurangan risiko bencana.

Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Jadi mengingat pentingnya bagi seluruh perangkat kerja pemerintah baik level provinsi hingga kabupaten/kota untuk memahami peran dan fungsinya dalam menghasilkan data yang berkualitas sesuai dengan wewenang masing masing.

“Ini juga untuk mengimplementasikan amat presiden yang sudah ditetapkan sejak 4 tahun lalu, yaitu peraturan presiden nomor 39 tahun 2019 tentang penyelenggaraan satu data Indonesia,” sebutnya.

Di samping itu, juga untuk mendukung percepatan pelaksanaan peraturan gebenur Aceh nomor 44 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Jaringan Informasi Geospasial Aceh (JIGA) dan Qanun Aceh nomor 7 tahun 2020 tentang Sistem
Informasi Aceh Terpadu agar dalam penyelenggaraan dapat dilakukan secara bersama.

Selanjutnya kata Marwan, pengelolaan data khususnya terhadap data geospasial Aceh semakin baik dan berkualitas agar dapat di manfaatkan bagi masyarakat luas, dan tentunya bagi pemerintah daerah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pelaksanaan pembangunan di Aceh.

“Jadi ini bisa kita wujudkan apabila masing-masing unit kerja berperan aktif sesuai kewenangannya untuk mendorong penggunaan informasi geospasial dan keterbukaan pemerintah,” ujarnya.

Maka semangat satu data ini harus mampu diterapkan dan untuk melaksanakan perlu koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jaringan informasi geospasial di lingkup pemerintah Aceh. Karena pelaksanaan satu data ini diterapkan menjadi jaringan yang terhubung dengan jaringan informasi geospasial nasional.

Sementara itu untuk level pemerintahan tingkat desa, Aceh sendiri juga sudah punya aplikasi (SIGAP) Sistem Informasi Gampong.  “Ini adalah kerja sama pemerintah Aceh dengan salah satu lembaga yaitu KOMPAK untuk membuat satu aplikasi hingga siap digunakan. Jadi melalui aplikasi itu masyarakat dan aparat gampong yang ada di Aceh mengetahui bawa persoalan satu data gampong yang ada di Aceh selesai. Walaupun dalam perjalanannya belum sesuai dengan yang kita harapkan atau belum berjalan dengan maksimal,” ujarnya.

“Kalau ini bisa di isi, semua persoalan data di Aceh akan cepat selesai. Karena itu adalah per gampong, jadi jelas berapa jumlah penduduk di gampong, berapa yang miskin dan kaya, karena itu adalah sangat simpel dalam pengisiannya,” urainya.

Maka dari hal itu, Pj Gubenur Aceh sudah menyurati selalu bupati kabupaten/kota supaya menginstruksikan kepada aparat gampong supaya mengisi tentang aplikasi itu sistem pemerintah gampong.

“Jadi melalui satu data dan geospasial ini untuk memudahkan kita juga, salah satunya tidak perlu lagi turun ke lapangan, karena bisa melalui goggle maps aja kita sudah tau titik koordinat di mana terhadap data gampong,” pungkasnya. []

MPP Aceh Besar Kembali Beroperasi Setelah Lebaran Idul Adha 1444 Hijriah

0
Masayarakat menunggu antrian pelayanan administrasi di MPP Aceh Besar, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (5/7/2023). FOTO/ MC ACEH BESAR

Nukilan.id – Mall Pelayanan Publik (MPP) Aceh Besar di Lambaro kembali beraktivitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Aceh Besar usai lebaran Hari Raya Idul Adha 1444 H. MPP Aceh Besar mulai beoperasi kembali sejak Senin kemarin hari pertama kantor di Aceh Besar. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Agus Husni, SP, di Ruangannya di MPP Aceh Besar, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (5/7/2023).

Setelah libur selama Lebaran Idul Adha 1444 H tepatnya di hari kelima atau senin usai libur Lebaran MPP kembali melayani masyarakat Aceh Besar. “Libur telah usai, kini sudah saatnya kembali melayani masyarakat,” ujar Agus Husni.

Agus Husni mengatakan pelayanan sudah kembali normal seperti biasa, dari semua pelayanan berjalan dengan lancar, dan masyarakat juga seperti biasa mengurus keperluannya seperti administrasi kependudukan, imigrasi, perizinan dan sektor lainnya.

Diakuinya, bahwa ada beberapa counter yang terlihat kosong, namun counter-counter yang kosong tersebut sudah melakukan pelayanan online dengan sistem jadwal. “Jadi ada hari-hari tertentu mereka membuka counter dan memberi pelayanannya bagi masyarakat,” katanya.

Seperti Mahkamah Syariah, Agus Husni menyampaikan bahwa mereka dalam seminggu ada jadwalnya tiga hari kerja atau dua hari kerja, sesuai jadwal yang telah mereka buat dan umumkan, nanti jika ada orang yang bersengketa maka orang tersebut akan ke MPP.

“Begitu juga dengan imigrasi, sekarang dalam pembuatan paspor sudah dilakukan sistem online, jadi masyarakat ke MPP saat kena jadwalnya saja, jika jadwalnya pukul 09.00 WIB pagi maka masyarakat ke MPP juga pada jam 09.00 pagi sehingga tidak perlu adanya antrian panjang dan tentunya sudah teratur,” jelasnya.

Agus kembali mengatakan ada juga beberapa counter yang sudah mengumumkan dan menjadwalkan kembali pelayanannya dalam proses perlengkapan administrasinya. “Untuk counter-counter yang belum aktif sampai hari ini, mungkin ada pegawainya yang belum aktif, dan mungkin akan dijadwalkan kembali terkait pelayanannya nanti,” pintanya.

Selanjutnya Agus Husni menghimbau kepada masyarakat Aceh Besar yang mau mengurus keperluan baik kependudukan, perizinan, imigrasi, pajak dan lainnya, itu bisa langsung mendatangi MPP Aceh Besar, jika memang ada kendala atau keluhan, bisa disampaikan, karena MPP sistemnya terbuka atau open dan apabila ada hal-hal yang tidak mengenakkan bisa dibuat pengaduan.

“Jadi kita ini mempermudah semua pengurusan yang ada di MPP Aceh Besar, kalau bisa kita lebih cepat, lebih efektif dan lebih efesien dalam membantu masyarakat dalam satu hari itu bisa menyelesaikan semua persoalan yang diperlukan oleh masyarakat Aceh Besar,” pungkasnya.

Spanduk Penolakan Perpanjangan SK Pj Gubernur Aceh Terpasang di Banda Aceh

0

Nukilan.id – Aksi penolakan terhadap perpanjangan Surat Keputusan Penjabat (SK) Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki semakin mencuat. Spanduk bertuliskan tuntutan penolakan tersebut terpampang di beberapa lokasi strategis di Kota Banda Aceh.

Salah satu spanduk yang menarik perhatian adalah yang terpasang di pagar depan Kantor Gubernur Aceh, yang terletak di Jalan Teuku Nyak Arief, Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Spanduk tersebut berisi tulisan yang menggambarkan penolakan tegas terhadap keputusan pemerintah Republik Indonesia untuk memperpanjang masa jabatan Achmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh.

“Kami Rakyat Aceh Bansigom Donya Menolak Pemerintah Republik Indonesia Memperpanjang SK Achmad Marzuki Sebagai Pj Gubernur Aceh Jika Memang Pemerintah RI Tidak Mendengar Masyarakaat Aceh Maka Kantor Ini Akan Kami Segel,” demikian isi spanduk tersebut.

Tak hanya di Kantor Gubernur Aceh, spanduk penolakan juga terpasang di atas terowongan depan Matahari Mall, yang terletak di Jalan T. Hasan Dek, Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Spanduk tersebut membawa tulisan yang sama-sama menolak perpanjangan SK Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, namun kali ini dikaitkan dengan tuntutan masyarakat Kota Banda Aceh.

“Masyarakat Kota Banda Aceh Meminta Presiden RI Untuk Tidak Melanjutkan SK Pj Gubernur Aceh,” demikian tertulis dengan jelas pada spanduk tersebut.

Sikap penolakan terhadap perpanjangan masa jabatan Achmad Marzuki juga disuarakan oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Muslimin Aceh Meudaulat (IMAM), Rifqi Nyak Wang. Dalam pernyataannya, pihaknya dengan tegas menyatakan penolakan perpanjangan SK Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki.

“Dalam menjalankan janji perdamaian Perang Aceh dari tahun 1976 hingga 2005, Presiden Jokowi harus memenuhinya dengan menempatkan seorang putra Aceh sebagai Pj Gubernur,” tegas Rifqi saat dihubungi Nukilan, Rabu (5/7/2023).

Menurut Rifqi, kekhususan dan keistimewaan yang dimiliki Aceh berdasarkan Undang-Undang, sangat penting bagi pemerintah pusat untuk mengangkat seorang Pj Gubernur Aceh yang merupakan putra terbaik Aceh. Hal ini diyakini dapat membantu implementasi kesepakatan dan kesepahaman MoU Helsinki secara menyeluruh.

Dengan beredarnya spanduk-spanduk penolakan tersebut, dukungan terhadap tuntutan penunjukan Pj Gubernur Aceh yang berasal dari putra terbaik Aceh semakin menguat. Hal ini menjadi perhatian publik yang mengikuti perkembangan politik di Aceh dengan seksama. [Rjf]

Geruduk DPRA, FMAB Dukung Perpanjangan Achmad Marzuki Sebagai Pj Gubernur Aceh

0
Peserta aksi menggruduk pintu utama kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh pada Rabu (5/7/2023). Foto: Nukilan/Reji

Nukilan.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Aceh Bersatu (FMAB) melakukan aksi damai di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Rabu (5/6/2023). Massa yang memadati lokasi aksi tampak semangat membawa sejumlah spanduk dan karton yang berisi aspirasi mereka.

Pantuan Nukilan di lokasi para massa membawa spanduk dan karton yang berisi tuntutan mereka. Ketegangan terjadi ketika pintu gerbang utama kantor DPRA dibuka paksa oleh para massa sehingga patah akibat tekanan yang begitu besar.

Aksi damai ini merupakan bagian dari permohonan Forum Masyarakat Aceh Bersatu kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, untuk memperpanjang masa jabatan Achmad Marzuki sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh. 

Koordinator lapangan, Ramadhan mengatakan, dari berbagai informasi dan data ditemukan hampir setahun menjabat sudah banyak capaian dan kegiatan yang dilaksanakan mulai dari aspek kegiatan Pemerintahan, Pembangunan serta Kemasyarakatan.

“Dari hasil monitoring, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki ternyata punya berbagai program strategis yang dilakukan termasuk dalam penanganan kemiskinan, inflasi, stunting. Achmad Marzuki juga telah banyak capaian dan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat Aceh” kata Ramadhan dalam keterangannya kepada Nukilan.

Selain itu, kata Ramadhan, Achmad Marzuki berhasil menghidupkan kembali layanan ekspor-impor di Aceh dan secara optimal memperbaiki serta memaksimalkan pelayanan publik di wilayah tersebut. Kemudian Aceh juga menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang berhasil mengendalikan inflasi tinggi, dengan angka inflasi yang turun dari 6,97 persen pada Juli 2022 menjadi 4,05 persen pada April 2023.

“Di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Achmad Marzuki, persentase kemiskinan di Aceh turun dari 15,33 persen pada tahun 2021 menjadi 14,64 persen pada tahun 2022. Selanjutnya, indeks pembangunan manusia Aceh juga mengalami peningkatan dari 72,18 pada tahun 2021 menjadi 72,80 persen pada tahun 2022,” sambungnya.

Seperti diketahui, PJ Gubernur Aceh Achmad Marzuki telah menjabat selama kurang lebih 11 bulan sejak dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Rabu, 6 Juli 2022 lalu.[Rjf]

Asisten III Buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator untuk Pejabat Aceh Besar dan Lhokseumawe

0
Asisten Administrasi Umum/ Asisten III, Sekda Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, memberikan arahan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Kota Lhokseumawe dan Angkatan III Kabupaten Aceh Besar di Aula BPSDM Aceh, Banda Aceh, Selasa (4/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar AP, membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Kota Lhokseumawe & Angkatan III Kabupaten Aceh Besar, dengan pokok bahasan tentang Pola Kemitraan Kabupaten / Kota, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh, Selasa, (04/07/2023) .

Dalam sambutan Sekda yang dibacakan Iskandar, menyebutkan, Pelatihan Kepemimpinan Administrator itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan, profesionalisme dan kompetensi aparatur, terutama dalam menempatkan nilai dan prinsip pemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan daerah.

“Kita membutuhkan kader-kader bangsa yang patriotis, cerdas dan energik, serta memiliki idealisme untuk membangun Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Besar serta bumi Aceh yang kita cintai ini,” kata Iskandar.

Baca Juga: Asisten Sekda Harapkan POGI Aceh Tingkatkan Mutu Kesehatan Perempuan

Iskandar mengatakan, pemerintah sebagai penyedia utama pelayanan publik mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan akan pelayanan publik yang berkualitas pada setiap elemen masyarakat.
Pejabat Administrator dengan peran kepemimpinannyalah yang akan menjadi motor penggerak kinerja organisasi untuk mewujudkan kinerja pelayanan publik yang berkualitas sebagai upaya menuju terwujudnya World Class Bureaucracy.

Karenanya, pada setiap instansi pemerintah diperlukan sosok Pejabat Administrator yang memiliki tanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan bagi keberlangsungan unit organisasi. “Pejabat administrator harus memiliki kompetensi kinerja kepemimpinan yang baik dalam peningkatan fungsi organisasi yang adaptif, menghadapi perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat,” kata Iskandar.

Ditambahkan, perubahan lingkungan strategis yang saat ini masuk ke dalam ranah digital, memaksa adaptasi pada sistem pemerintahan menuju birokrasi digital.

Untuk menjawab tantangan tersebut, setiap Aparatur Sipil Negara harus adaptif terhadap teknologi informasi, guna meningkatkan kinerja organisasi dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat dan efisien.

Iskandar berharap usai Pelatihan Struktural Kepemimpinan itu akan melahirkan para pemimpin perubahan yang dapat meningkatkan kualitas birokrasi.
Mereka harus menjadi teladan bagi bawahan dan pemangku kepentingan dalam integritas, nasionalisme, standar etika publik dan tanggung jawab sesuai peraturan perundang-undangan.

“Lakukan kolaborasi secara internal dan eksternal dalam mengelola tugas-tugas organisasi ke arah pencapaian tujuan pembangunan nasional dan visi misi Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Besar,” kata Iskandar.

Selain itu para pejabat pemerintahan tersebut diminta melakukan inovasi sesuai bidang tugasnya guna penetapan arah kebijakan yang lebih efektif dan efisien.

“Hasilkan sebuah inovasi baru walaupun sederhana, yang dapat diterapkan di lingkungan kerja. Sehingga memudahkan pekerjaan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tutup Iskandar. []

Baca Juga: Asisten III Sekda Aceh Buka Rakor Kepegawaian Tentang Netralitas ASN Jelang Pemilu 2024

Kemendagri Siapkan Pelatihan Kepemimpinan Untuk Kades dan Aparatur Desa

0
Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Eko Prasetyanto. (Foto: Ist)

Nukilan.id –  Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akan menggelar pelatihan tentang kepemimpinan dan kewirausahaan bagi kepala desa (kades) dan aparatur desa.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemdes, Eko Prasetyanto Purnomo Putro, dalam keterangan tertulisnya, usai menerima perwakilan dari TNI, Polri, Kesbangpol, BRI, BSI,  Kementerian Koperasi dan UKM, di Gedung Bina Pemdes, Jakarta, Selasa (4/7/2023).

Baca Juga: Dirjen Bina Adwil Kemendagri Minta Forum Strategis Perkuat Komitmen Kolaborasi Pembangunan

“Untuk pelatihan kepemimpinan, tujuannya adalah agar kades dan aparatur desa bisa meningkatkan pelayanan, menunjukkan arah, sehingga bisa membawa kemajuan desa. Pelatihan kewirausahaan bertujuan menumbuhkan jiwa kemandirian untuk berwirausaha, seperti berdirinya BUMDes di desa-desa sehingga bisa bantu perekonomian masyarakat,” kata dia.

Target pelatihan tersebut adalah berdirinya BUMDes di setiap desa dan mengoptimalkan peran BUMDes dalam mendukung peningkatan pendapatan asli desa.

Menurut Eko, sejauh ini, BUMDes yang ada belum optimal untuk mendukung peningkatan pendapatan asli desa.

Lebih lanjut, dia menyampaikan berdasarkan data yang ada, BUMDes baru terbentuk di 10 persen dari jumlah desa yang ada di Tanah Air dan belum semuanya berjalan dengan aktif.

Eko mengatakan, sesuai dengan Pasal 112 dan 113 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Kemendagri memiliki tugas pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintahan desa, termasuk dalam hal kewirausahaan.

“Demikian pula dalam hal kewirausahaan, kami melakukan pembinaan dan pengawasan BUMDes,” ujarnya.

Adapun pelatihan tersebut merupakan bagian Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Tahun 2023.

Program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia itu akan dilakukan di lebih dari 33.000 desa di seluruh Indonesia. []

Baca Juga: Kemendagri dan Pemerintah Aceh Canangkan Pembagian Bendera Merah Putih di Kota Lhokseumawe

Stand UMKM Ramaikan Event Open Tournament PBSI Aceh 2023

0
Sebanyak 25 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut ambil bagian dalam event Open Tournament Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh 2023. Event ini dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Sigupai Arena di Aceh Barat Daya (Abdya) dari 04–11 Juli 2023. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sebanyak 25 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut ambil bagian dalam event Open Tournament Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh 2023. Event ini dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Sigupai Arena di Aceh Barat Daya (Abdya) dari 04–11 Juli 2023.

Ketua Panitia Even, Arif D Mulia mengatakan, kehadiran pasar UMKM pada Open Tournament PBSI Aceh dalam rangka membantu pelaku usaha tempatan.

“Ada 25 pelaku UMKM di Abdya yang ikut andil pada even ini. Bazar ini menghadirkan stand yang menjajakan ragam jajanan. Mulai dari makanan basah dan kering, bubur ayam, ayam penyet, rerotian dan aneka minuman lengkap,” kata Arif. Selasa (4/7/2023).

Salah satu pelaku UMKM, Amin mengaku kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena menimbulkan multiplier effect (efek berganda) bagi pelaku usaha.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa ikut berpartisipasi dalam acara bazar ini, dan tentu sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM seperti kami, semoga ini menjadi contoh untuk event-event olahraga lain di aceh,” imbuhnya.

Ilham Akbar, salah satu warga setempat mengaku bahwa kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat karena bisa membuka lapangan kerja.

Ia berharap, bazar ini dapat dilaksanakan secara rutin sehingga membantu ekonomi masyarakat.

“Dengan ada pasar UMKM di lokasi even maka masyarakat yang menyaksikan pertandingan tidak perlu keluar jauh cari kuliner, langsung ada di lokasi,” ungkapnya. [Azril]

Baca Juga: KONI Aceh dan MSN Selangor Sepakat Jalin Kerjasama di Bidang Olahraga

Sebanyak 392 Jemaah Haji Aceh Kembali Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda

0
Sebanyak 392 jemaah haji Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 01-BTJ telah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh pada pukul 10.00 WIB, Rabu (5/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sebanyak 392 jemaah haji Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 01-BTJ telah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh pada pukul 10.00 WIB, Rabu (5/7/2023).

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari mengatakan, bahwa jemaah kloter 1 sudah check out dari hotel di Mekah sejak Selasa (4/7/2023) dengan jemaah  terdiri dari 171 laki-laki dan 221 perempuan yang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie Jaya.

“Mereka berangkat dari bandar udara internasional King Abdul Aziz (JED) jam 15.18 Waktu Arab Saudi dan tiba di bandara internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ) pada jam 03.17 WIB,” kata Azhari kepada Nukilan.id, Rabu (5/7/2023).

Menurutnya, ada seorang jemaah dari Aceh Besar yang ditunda pulang bersama kloter 01-BTJ karena kehilangan paspor di Jeddah.

“Tapi, karena Surat Keterangan Pengganti Paspor (SKPP) sudah ada, ia akan pulang bersama jemaah kloter 03-BTJ nanti,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa terdapat 2 jemaah bernama Anwar Usman dan Al Marhamah yang mutasi ke kloter 04-BTJ, karena ada jemaah yang mutasi masuk dari Embarkasi Jakarta (JKS 72), yaitu Usman Ali dan Muhammad Sanusi Basyah. [Azril]

Baca Juga: Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Arab Saudi Bertambah Jadi 7 Orang

Aceh Berpotensi Kembangkan Industri Skincare dan Kosmetika Berbasis Atsiri

0

Nukilan.id – Kepala ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) Syaifullah Muhammad mengemukakan bahwa Aceh sangat berpotensi kembangkan industri skincare dan kosmetika berbasis atsiri.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) se-Sumatera yang belangsung di Hotel The Pade Banda Aceh.

Rakor tersebut dihadiri oleh ratusan perserta secara luring dan daring dari berbagai kota di Sumatera. Beberapa Kepala Balai Besar POM di Sumatera seperti Medan, Padang, Lampung dan Banda Aceh.

Dalam paparannya, Syaifullah menjelaskan pengalaman 7 tahun ARC-USK dalam mengembangkan Inovasi Berbasis Ilmu Pengetahuan (Knowledge Based Innovation) khususnya dalam pengembangan berbagai produk turunan nilam seperti parfum dan serum antiaging.

Sejak 2016 ARC telah melakukan inovasi hulu-hilir melalui berbagai penelitian dengan dukungan competitive grant dari berbagai kementrian dan lembaga, antara lain Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), LPDP Kementrian Keuangan, Kementrian Koperasi dan UKM serta beberapa lembaga terkait lainnya.

“ARC memiliki 57 profesor-doktor dari berbagai disiplin ilmu yang mendedikasikan iptek dari perguruan tinggi untuk dimanfaatkan pada rantai huku-hilir industri atsiri khususnya nilam di Aceh,” urai Syaifullah.

“Dukungan dari pimpinan universitas sejak Rektor Prof. Samsul Rizal hingga Rektor saat ini Prof. Marwan untuk ARC sunggu luar biasa dan berkesinambungan. Sehingga inovasi untuk peningkatan kualitas dan kuantitas atsiri Aceh bagi ekonomi rakyat dapat dilaksanakan hingga saat ini,” lanjut Syaifullah.

Syaifullah menjelaskan bahwa ARC-USK juga secara rutin melakukan perbagai pelatihan dengan untuk masyarakat petani, penyuling nilam serta generasi milenial dalam mengembangkan produk turunan nilam dan proses komersialisasinya.

Selain membina start up (UMKM) atsiri Aceh, ARC-USK juga telah membangun Rumah Produksi yang distandarisasi oleh BPOM sehingga menghasilkan produk yang legal untuk dijual bebas. UMKM atsiri Aceh dapat menggunakan rumah produksi tersebut dengan sintem Maklon pada Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac)-ARC sehingga akan sangat memudahkan UMKM mendapatkan izin edar.

Puluhan UMKM saat ini masih terus dibina oleh ARC bersama SKPA terkait di Aceh. Salah satu UMKM atsiri yaitu Koperasi Inovac pada 2022 berhasil mendapatkan penghargaan dari Badan POM Pusat sebagai UMKM Inovatif dan Produktif dalam mengembangkan kosmetika dari Komoditas Lokal Indonesia. UMKM lainnya, Biona Ceudah Rupa bahkan telah berhasil mewakil Indonesia pada berbagai even internasional di Singapura, Kamboja, Jerman dan China.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPOM Banda Aceh atas kerjasama yang sangat baik selama ini. Pembinaan yang dilakukan Balai Besar POM Banda Aceh telah memungkinkan UMKM atsiri kita bisa berbisnis secara legal sesuai peraturan yang berlaku,” tutup Syaifullah.

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Aceh Yudi Noviandi, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan USK melalui ARC. Ia menyampaikan bahwa ARC telah melakukan banyak inovasi yang sangat sesuai dengan program pemerintah khususnya terkait hilirisasi komoditas lokal Indonesia sehingga memberi nilai tambah untuk masyarakat.

“Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan ARC, sangat inspiratif dan patut dicontoh oleh banyak perguruan tinggi lain di Indonesia” ujar Yudi.

“Balai Besar POM Banda Aceh siap untuk terus bekerja sama dengan ARC dalam mengembangkan UMKM dan industri yang terkait atsiri agar ekonomi masyarakat dapat meningkat” pungkas Yudi.

Peserta lainnya, Kepala Balai Besar POM Medan Martin Suhendri juga menyampaikan kekagumannya atas capaian yang dilakukan ARC-USK. Menurut Martin, tidak banyak perguruan tinggi yang mampu melakukan inovasi hulu hilir hingga menciptakan ekosistem yang baik antara kampus dengan dunia industri dan UMKM.

“Saya sungguh surprise, hari ini banyak sekali hal baru yang sangat inspiratif saya dapatkan dalam rakor ini,” ujar Martin.

“Bolehkah kami diberi tahu tip and trick yg dilakukan ARC sehingga mampu menggerakkan para profesor, doktor untuk berkontribusi melakukan inovasi untuk masyarakat tanpa terjebak oleh money oriented,” lanjut Martin.

“Pengalaman ARC akan saya bawa ke propinsi saya, untuk saya sampaikan ke perguruan tinggi yang menjadi mitra Balai Besar POM di sana” tutup Martin.

Dalam Rakor ini juga hadir Narasumber dari PT. Saraswati Indo Genetech dari Jakarta yang memaparkan berbagai layanan pemeriksaan laboratorium dari perusahaan tersebut.

Kiprah ARC-USK sejak 7 tahun terakhir telah merintis jalan baru Nilam Aceh yang membentuk ekosistem tataniaga yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Berbagai kunjungan tokoh nasional telah dilakukan ke ARC.

Yang terakhir, pada juni 2023 adalah kunjungan Dahlan Iskan yang kemudian menuliskannya pada kolom Disway yang terkenal itu. Kemudian benerapa hari lalu Menkop UKM RI Teten Masduki juga berkunjung ke ARC dan memberi apresiasi tinggi untuk produk inovasi lokal berbasis nilam yang telah dikembangkan ARC-USK.