Beranda blog Halaman 125

Miftahul Hamdi Akhiri Kebersamaan dengan Persiraja Banda Aceh

0
Pemain Persiraja Banda Aceh, Miftahul Hamdi. (Foto: Instagram @miftahulhamdi17)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kiprah Miftahul Hamdi bersama Persiraja Banda Aceh resmi berakhir. Pemain sayap berusia 29 tahun itu sepakat berpisah dengan manajemen Laskar Rencong di tengah bergulirnya kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.

Kepastian tersebut disampaikan Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul Gidong. Ia menegaskan bahwa perpisahan berlangsung secara profesional dan tidak dilatarbelakangi persoalan apa pun.

“Iya benar, Persiraja dan Hamdi sepakat untuk berpisah. Tidak ada alasan apapun,” kata Gidong saat dikutip dari AcehInfo, Rabu (7/1/2026).

Terkait klub tujuan Miftahul Hamdi selanjutnya, pihak manajemen memilih tidak memberikan komentar lebih jauh dan menyerahkannya sepenuhnya kepada sang pemain.

“Untuk pertanyaan tim mana yang akan dituju berikutnya, alangkah baiknya itu biar Hamdi saja yang menjawab,” kata Gidong.

Berakhirnya kerja sama ini menutup salah satu fase penting perjalanan Hamdi bersama Persiraja. Selama membela klub asal Banda Aceh tersebut, Hamdi dikenal sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan dan agresivitas dalam membantu serangan dari sisi lapangan.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, Miftahul Hamdi merupakan pesepak bola profesional Indonesia yang telah malang melintang di kompetisi nasional. Ia pernah memperkuat sejumlah klub di Liga 1 dan Liga 2, termasuk Persija Jakarta, sebelum akhirnya berseragam Persiraja.

Bersama Persiraja, Hamdi memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub dan suporter. Kontribusinya turut mewarnai perjalanan Persiraja dalam berbagai kompetisi nasional, baik dalam upaya promosi maupun menjaga performa tim.

Dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, Miftahul Hamdi diperkirakan masih berpeluang besar melanjutkan karier di level kompetitif dan menjadi incaran klub-klub lain pada musim mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Sumatera

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Sumatera yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada Rabu, 7 Januari 2026.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG.

Informasi itu disampaikannya dalam konferensi pers pada Selasa (6/01/2026).

“Kita memperhatikan peringatan dini cuaca dari BMKG. Untuk besok (Rabu, 7 Januari 2025) itu ada 14 kabupaten/kota (di Aceh) yang berpotensi mengalami intensitas hujan sedang hingga lebat,” ujarnya, seperti dipantau Nukilan.id dari Breaking News KompasTV.

Selain Aceh, BMKG juga mencatat potensi cuaca serupa di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Sumatera Utara ada 24 kabupaten/kota dan Sumatera Barat ada satu kabupaten/kota,” katanya.

Berdasarkan data yang ditampilkan BNPB dalam konferensi pers tersebut, 14 kabupaten/kota di Aceh yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 7 Januari 2026 meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.

Sementara itu, di Sumatera Utara terdapat 24 kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah berpotensi terdampak, yakni Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tebing Tinggi.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh kondisi cuaca tersebut. (Xrq)

Reporter: Akil

BPSDM Aceh Lanjutkan Aksi Gotong Royong di Sekolah Terdampak Banjir Aceh Tamiang

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – BPSDM Aceh Lanjutkan Aksi Gotong Royong di Sekolah Terdampak Banjir Aceh Tamian

Banda Aceh, Selasa (6/1/2026) — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh kembali menggelar aksi gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap wilayah terdampak banjir hidrometeorologi. Kegiatan tahap kedua ini dilaksanakan di SMPN 1 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Januari 2026.

Aksi sosial tersebut melibatkan jajaran pegawai BPSDM Aceh yang bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, halaman, hingga fasilitas penunjang pendidikan yang terdampak banjir. Kegiatan ini dilakukan guna mendukung pemulihan kondisi sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan nyaman.

Kepala BPSDM Aceh kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial BPSDM Aceh, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan di daerah yang terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan solidaritas, terutama dalam membantu masyarakat dan institusi pendidikan pascabencana.

Menurutnya, kehadiran langsung aparatur sipil negara di lapangan tidak hanya bertujuan membantu pemulihan fisik lingkungan sekolah, tetapi juga untuk menumbuhkan nilai-nilai empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong di lingkungan ASN. Langkah ini diharapkan dapat memberi motivasi bagi pihak sekolah dan masyarakat sekitar untuk bangkit kembali.

Pihak SMPN 1 Kejuruan Muda Aceh Tamiang melalui kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BPSDM Aceh. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu dalam mempercepat pemulihan kondisi sekolah sehingga kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Apresiasi serupa juga disampaikan para guru yang merasa terbantu dengan adanya aksi gotong royong tersebut. Mereka berharap sinergi dan kepedulian antarlembaga seperti ini dapat terus berlanjut, terutama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah rawan bencana di Aceh. (Xrq)

Reporter: Akil

BNPB Catat 1.178 Korban Meninggal akibat Bencana Alam di Sumatera hingga 6 Januari 2026

0
Banjir yang melanda Aceh Tengah, Rabu (26/11/2025). (Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah).

NUKILAN.ID | JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru dampak bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dihimpun Nukilan.id berdasarkan laporan Pusat Informasi dan Media Center Komdigi, data tersebut dihimpun dari posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi per Selasa (6/1/2026) pukul 17.00 WIB.

Di Provinsi Aceh, bencana yang terjadi di 18 kabupaten/kota mengakibatkan 543 orang meninggal dunia, 31 orang dinyatakan hilang, serta 217,8 ribu orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur tercatat cukup masif, meliputi 631 rumah ibadah, 141 fasilitas kesehatan, 1.312 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 144.865 unit rumah warga yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, bencana yang berdampak pada 18 kabupaten/kota menyebabkan 371 orang meninggal dunia dan 43 orang dilaporkan hilang. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 13,5 ribu jiwa. Kerusakan fasilitas umum di wilayah ini meliputi 22 rumah ibadah, 67 fasilitas kesehatan, 1.217 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 17.589 rumah warga.

Adapun di Provinsi Sumatera Barat, BNPB mencatat dampak bencana di 16 kabupaten/kota dengan korban meninggal dunia sebanyak 264 orang dan 74 orang dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi mencapai 10,8 ribu jiwa. Kerusakan infrastruktur meliputi 150 rumah ibadah, 7 fasilitas kesehatan, 659 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 12.672 rumah warga.

Secara keseluruhan, BNPB mencatat total dampak bencana di tiga provinsi tersebut terjadi di 52 kabupaten/kota. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.178 jiwa, korban hilang 148 jiwa, dan jumlah pengungsi sebanyak 242.174 jiwa.

Untuk kerusakan fasilitas umum, tercatat 803 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, dan 2.060 ruas jalan mengalami kerusakan. Sementara itu, total rumah terdampak mencapai 175.126 unit, dengan rincian 53.432 rumah rusak berat, 45.106 rusak sedang, dan 76.588 rusak ringan.

BNPB menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan serta proses pendataan yang terus berlangsung. (Xrq)

Reporter: Akil

Relawan ASN Dinilai Cukup Dua Gelombang, Abu Heri Dorong Pemberdayaan Warga Pasca Bencana

0
Anggota DPR Aceh, T Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID || BANDA ACEH — Anggota DPR Aceh, T Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri, menilai pengerahan aparatur sipil negara (ASN) oleh Pemerintah Aceh dalam penanganan dampak bencana sudah mencerminkan kepedulian negara. Menurutnya, kehadiran ribuan ASN yang turun langsung ke lapangan sebaiknya dibatasi hingga dua gelombang, lalu dilanjutkan dengan kebijakan yang lebih berorientasi pada pemberdayaan masyarakat terdampak.

Abu Heri mengusulkan agar pemerintah membuka peluang kerja sementara berupa kegiatan pembersihan lingkungan di setiap gampong atau desa. Skema tersebut dinilainya mampu membantu warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas publik.

“ASN sudah menunjukkan kepedulian. Sekarang giliran warga diberi ruang. Mereka bisa membersihkan gampong, sekolah, dan fasilitas umum dengan imbalan ongkos kerja. Ini mirip dengan cash for work pasca-tsunami dulu,” ujar Abu Heri.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut bukan hanya mengurangi beban operasional pemerintah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Dengan begitu, proses gotong royong tetap berjalan seiring dengan upaya memulihkan penghidupan warga terdampak.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah menurunkan sekitar 3.000 ASN relawan ke berbagai wilayah terdampak bencana. Selain itu, sebanyak 4.000 ASN juga dikerahkan khusus untuk membersihkan lingkungan sekolah. Abu Heri mengapresiasi langkah tersebut, namun menegaskan perlunya kebijakan lanjutan yang lebih menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pemulihan di tingkat akar rumput.

Pusat Kucurkan Bantuan Rumah Korban Bencana di Aceh Tengah, Nilai Santunan Rp 15–30 Juta

0
Pusat Kucurkan Bantuan Rumah Korban Bencana di Aceh Tengah, Nilai Santunan Rp 15–30 Juta. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pemerintah Pusat memastikan pencairan bantuan bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan tersebut mencakup kompensasi perbaikan rumah, dukungan hunian sementara, serta pemulihan ekonomi masyarakat.

Kepastian itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Teknis Pendataan Kerusakan Rumah, Fasilitas Umum, dan Pengungsi Terbaru yang diikuti secara daring oleh Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, bersama jajaran pemerintah daerah dari Command Center Setdakab Aceh Tengah, Selasa (6/1/2026).

“Rencana teknis penanganan rumah korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan diberikan berdasarkan tiga kategori kerusakan, yaitu rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat”, ujar Mendagri Tito Karnavian.

Untuk kategori rusak ringan, setiap keluarga akan menerima uang kompensasi Rp 15 juta dari BNPB, bantuan perabotan rumah Rp 3 juta, serta bantuan pemulihan ekonomi Rp 3 juta. Sementara kategori rusak sedang memperoleh kompensasi Rp 30 juta dari BNPB, ditambah bantuan perabotan Rp 3 juta dan bantuan pemulihan ekonomi Rp 3 juta per keluarga.

Adapun bagi rumah dengan kategori rusak berat, pemerintah menerapkan skema penggantian hunian. Penanganan dilakukan melalui penyediaan hunian sementara (huntara), dana tunggu hunian, serta pembangunan hunian tetap (huntap) dengan tiga konsep, yakni pembangunan kawasan terpusat sekitar 15 ribu unit, pembangunan melalui APBN oleh Kementerian PKP, serta pembangunan secara gotong royong.

Mendagri menegaskan pentingnya percepatan dan ketepatan pendataan oleh bupati dan wali kota yang dikoordinasikan gubernur. Untuk mengatasi persoalan administrasi akibat hilangnya dokumen kependudukan warga, pemerintah memberi terobosan dengan pengesahan data melalui tanda tangan kepala kampung sebagai penanggung jawab keabsahan data sebelum diserahkan ke kepala daerah.

Di tempat terpisah, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si menegaskan pihaknya terus mempercepat proses pendataan agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat.

“Proses pendataan terus kita dorong agar lebih cepat, rinci, dan tepat sasaran, sehingga bantuan dari pemerintah pusat dapat segera dicairkan segera untuk masyarakat Aceh Tengah”, ujar Bupati.

Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga menyalurkan dukungan hunian sementara dari Kementerian Sosial sebesar Rp 13,4 juta per keluarga, dengan asumsi satu keluarga beranggotakan empat orang dan menempati hunian sementara selama tiga bulan.

Bantuan tersebut terdiri dari bantuan perabotan hunian sementara atau hunian tetap sebesar Rp 3 juta per keluarga, bantuan jaminan hidup Rp 450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, serta bantuan pemberdayaan ekonomi atau rintisan usaha sebesar Rp 5 juta per keluarga yang disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar seluruh hak masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.

PPP Pusatkan Harlah ke-53 di Aceh, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

0
Ketum PPP Muhamad Mardiono melepas bantuan untuk korban bencana alam di Aceh. (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memusatkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Serambi Mekkah. Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama serta aksi sosial berupa penyaluran bantuan kemanusiaan.

Dalam keterangannya kepada Nukilan.i, Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyampaikan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP telah mengirimkan bantuan dari Jakarta untuk membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah, DPP PPP telah mengirimkan sejumlah bantuan material dari Jakarta untuk membantu masyarakat terdampak di Aceh,” ujar Mardiono melalui keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.

Bantuan yang dikirim meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, gula, sarung, mukena, susu untuk bayi dan anak-anak, serta sabun. Seluruh bantuan tersebut telah diberangkatkan dari Jakarta dan sudah tiba di Aceh.

Mardiono menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud empati dan kepedulian PPP terhadap masyarakat. Ia menekankan bahwa langkah tersebut sejalan dengan komitmen partai berlambang Ka’bah untuk selalu hadir di tengah rakyat, khususnya ketika masyarakat menghadapi musibah.

Selain itu, Mardiono juga menginstruksikan seluruh kader PPP, terutama yang berada di wilayah Aceh dan Sumatra, agar terus bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

“DPP PPP memberikan instruksi agar kader senantiasa aktif membantu, baik melalui tenaga, pikiran, maupun rezeki yang bisa disalurkan,” sebut Mardiono.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PPP turut melepas sekitar 200 relawan yang akan bertugas secara bergiliran di lapangan. Para relawan akan membantu proses pembersihan lingkungan serta perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana.

“PPP hadir untuk membantu masyarakat dan mendukung kerja pemerintah, salah satunya untuk membantu bangunan yang rusak ringan,” ujar Mardiono.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Mardiono juga mendatangi lokasi pengungsian warga terdampak di Kampung Meuse, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Di lokasi tersebut, ia berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Peringatan Harlah ke-53 PPP di Aceh ini menjadi penegasan komitmen partai untuk terus merawat persatuan, meneguhkan perjuangan umat, dan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

Reporter: Akil

Stok Beras Aceh dan Wilayah Sumatera Dipastikan Aman hingga Setengah Tahun

0
Ilustrasi Beras. (Foto: pertanian.go.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan ketersediaan beras di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh berada dalam kondisi aman hingga enam bulan ke depan. Kepastian tersebut diperoleh setelah Tito melakukan koordinasi langsung dengan Perum Bulog.

Pernyataan itu disampaikan Tito usai memimpin Apel Pembukaan Tim Satuan Tugas Kemendagri untuk percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana Aceh di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Khusus di Aceh, menurut Tito, stok beras bahkan berada dalam kondisi lebih dari cukup. Ia mencontohkan gudang Bulog di Lhokseumawe yang melayani distribusi untuk wilayah Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara.

“Saya pernah mengecek langsung gudang Bulog di Lhokseumawe. Untuk Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara, stoknya mencapai sekitar 28.000 ton. Itu cukup untuk sembilan bulan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Meski demikian, Tito menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan stok, melainkan pada distribusi. Akses menuju sejumlah wilayah terdampak masih terkendala akibat kerusakan infrastruktur jalan pascabencana.

Sebagai langkah jangka menengah, pemerintah mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian di daerah terdampak. Upaya tersebut sejalan dengan agenda nasional untuk mewujudkan swasembada pangan, termasuk di wilayah yang mengalami bencana.

“Beliau (Menteri Pertanian Amran Sulaiman) sudah menyiapkan program untuk menghidupkan kembali lahan-lahan sawah yang ada supaya kembali normal, bahkan bisa dioptimalkan,” kata Tito.

Selain persoalan pangan, Tito juga menyoroti penanganan warga yang terdampak kerusakan rumah akibat bencana. Ia meminta pemerintah daerah segera merampungkan pendataan korban sebagai dasar penyaluran bantuan.

Pemerintah telah menetapkan skema bantuan bagi warga terdampak, yakni Rp 15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp 30 juta untuk rumah rusak sedang, serta pembangunan hunian tetap bagi rumah rusak berat atau hilang. Selama proses pembangunan hunian tetap, warga juga akan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).

Untuk mempercepat seluruh proses tersebut, Tito menekankan pentingnya peran kepala desa atau keuchik dalam melakukan pendataan di lapangan.

“Saya mohon dengan segala hormat, kalau ingin cepat, tolong bereskan datanya. Kita buat sesederhana mungkin,” tandas Tito.

Banjir Picu Lonjakan Warga Sakit di Aceh, PDI Perjuangan Perkuat Tim Medis

0
Tim PDIP saat menyambut kedatangan tim medis tambahan penangan banjir di Aceh, Senin (5/1/2025). (Foto: DPD PDIP Aceh)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE — Kondisi kesehatan warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh terus menjadi perhatian serius. Banyak korban dilaporkan mengalami gangguan kesehatan sehingga mendorong PDI Perjuangan memperkuat kehadiran tim medis di lapangan.

Sejak 10 Desember 2025, Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan telah berada di Aceh untuk memberikan layanan medis langsung kepada masyarakat terdampak, terutama di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sebanyak 10 tenaga kesehatan lebih dahulu diterjunkan untuk membuka posko kesehatan dan melaksanakan pelayanan medis keliling di berbagai lokasi pengungsian.

Penguatan berikutnya dilakukan pada 14 Desember 2025 dengan bergabungnya delapan tenaga kesehatan tambahan di Posko Tim Kesehatan PDI Perjuangan di Kota Langsa. Langkah ini memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kapasitas penanganan kesehatan di lapangan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari keputusan politik nasional PDI Perjuangan dalam merespons bencana. Pada 29 Desember 2025, atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr Ribka Tjiptaning melepas bantuan kesehatan berskala besar dari Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Jakarta.

Bantuan itu mencakup 30 unit ambulans, 30 dokter, 60 tenaga paramedis, serta 60 relawan BAGUNA yang ditugaskan untuk memperkuat penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rombongan bantuan nasional tersebut tiba di Posko Tim Kesehatan PDI Perjuangan Kota Langsa pada 4 Januari 2026 dan diterima oleh jajaran DPD PDI Perjuangan Aceh, termasuk Sekretaris DPD PDI Perjuangan Aceh, Gading Hamonangan Hasibuan.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai lokal Aceh sekaligus doa keselamatan bagi para petugas kemanusiaan, DPD PDI Perjuangan Aceh menggelar prosesi peusijuek pada 5 Januari 2026 di Kota Langsa. Prosesi itu dilakukan terhadap seluruh tim kesehatan, 10 unit ambulans, satu mobil komando, dan satu mobil tangki air sebelum mereka kembali bergerak menuju wilayah terdampak lainnya.

Pimpinan Tim Kesehatan Nasional PDI Perjuangan dalam keterangannya kepada Nukilan melaporkan bahwa layanan kesehatan telah menjangkau Aceh Tamiang dan Aceh Timur, dan dalam waktu dekat akan diperluas ke Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Bireuen, serta Pidie Jaya, sesuai dengan kebutuhan lapangan dan tingkat kerusakan wilayah.

Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Jamaluddin Idham SH MH, menegaskan bahwa penguatan tim kesehatan merupakan bentuk keberpihakan politik partai terhadap rakyat.

“Dalam situasi bencana, politik harus bekerja untuk melindungi rakyat, memastikan akses kesehatan, dan menjaga martabat kemanusiaan,” ujarnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Aceh, Gading Hamonangan Hasibuan, menambahkan bahwa struktur partai di Aceh akan terus mengawal distribusi bantuan dan memastikan seluruh sumber daya yang dikerahkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.

“Penanganan bencana bukan sekadar agenda sosial, melainkan tanggung jawab politik, dan partai akan terus berdiri di garis depan bersama rakyat Aceh hingga proses pemulihan berjalan tuntas,” katanya. (XRQ)

Reporter: Akil

Kemenkes Kirim Gelombang Kedua Relawan Kesehatan untuk Perkuat Pemulihan Aceh

0
Kepala BKPK Kemenkes, Asnawi Abdullah, memantau pelaksanaan Cek Kesehafan Gratis di Puskesmas Ciater, Tangerang Selatan, Senin (10/2/2025).(Foto: Rachel Farahdiba R)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mengirimkan relawan kesehatan ke wilayah terdampak bencana di Aceh sebagai bagian dari penguatan penanganan krisis kesehatan. Pengiriman tersebut dilakukan melalui Pusat Krisis Kesehatan dengan memberangkatkan Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II.

Pelepasan relawan gelombang kedua ini merupakan kelanjutan dari penugasan Batch I, dengan masa tugas berlangsung pada 5–18 Januari 2026. Fokus utama penugasan diarahkan pada pemulihan layanan kesehatan dan penguatan sistem kesehatan di daerah terdampak.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, menyatakan bahwa pengiriman relawan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Pagi ini Kementerian Kesehatan kembali melepas Tenaga Cadangan Kesehatan untuk melanjutkan tugas rekan-rekan sebelumnya. Ini merupakan gelombang kedua,” kata Asnawi dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa penugasan relawan akan terus dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan wilayah terdampak.

Pada Batch II, sebanyak 366 relawan diberangkatkan dari beberapa titik dalam beberapa gelombang. Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di sejumlah kabupaten yang masih membutuhkan dukungan tenaga medis secara signifikan, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.

“Fokus utama penugasan ini adalah memastikan layanan kesehatan kembali berjalan optimal, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun layanan kesehatan di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak,” ungkap Asnawi.

Lebih lanjut, Asnawi berharap pemulihan layanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan hunian sementara yang telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Mudah-mudahan masyarakat terdampak dapat kembali hidup normal, kesehatannya terjaga dengan baik, bisa beraktivitas, bekerja, dan melaksanakan ibadah dengan tenang,” ujarnya.