Beranda blog Halaman 124

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Dipercepat Jelang Ramadan

0
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh harus dilakukan secara cepat dan tepat, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Pemerintah menilai percepatan pemulihan menjadi krusial agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, mengatakan bahwa fokus utama pemerintah tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat. Titik distribusi bahan makanan yang masih terhambat harus benar-benar dicek agar tidak mengganggu stok pangan masyarakat Aceh,” ujar Safrizal, Rabu (7/1/2026).

Safrizal menekankan, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi pangan, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan minum dan bersuci, dukungan sandang, serta percepatan pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara.

“Seluruh pekerjaan harus dilakukan secara paralel, mulai dari jalan dan jembatan, normalisasi sungai, tanggul, listrik, hingga komunikasi. Integrasi dan kolaborasi lintas K/L di bawah kepemimpinan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Nasional menjadi kunci agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” lanjutnya.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri menggelar rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR. Rapat ini digelar dalam rangka mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto serta kepemimpinan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Nasional Pemulihan Pascabencana.

Dalam pertemuan itu, seluruh kementerian dan lembaga sepakat memperkuat sinergi dan menghilangkan ego sektoral agar pemulihan berjalan cepat, terintegrasi, dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.

Sejumlah capaian pemulihan turut dilaporkan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah membersihkan 2.756 sekolah terdampak dan memulai kembali kegiatan belajar di 2.468 sekolah. Pemerintah juga mendirikan 18 tenda belajar dan menyiapkan distribusi 80 tenda tambahan, menyalurkan 15.500 paket school kit, serta memberikan tunjangan khusus bagi guru terdampak senilai Rp 15,7 miliar yang telah ditransfer langsung ke rekening penerima.

Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menurunkan sekitar 3.300 tenaga medis dan mengaktifkan seluruh fasilitas layanan kesehatan, meski masih terdapat tiga puskesmas yang perlu direlokasi.

Rapat juga menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terdampak. Ketua Posko Pemulihan Bencana DPR RI sekaligus Anggota DPR RI, TA Khalid, bersama Safrizal selaku Koordinator Lintas Sektor, menyepakati sejumlah prioritas penanganan pemulihan.

Fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan dan perbaikan jembatan, pemulihan akses jalan penghubung desa dan antarwilayah, pengaktifan kembali fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Selain itu, prioritas juga mencakup normalisasi sungai, rehabilitasi tanggul dan bendungan, serta pemulihan akses jalan nasional.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan bahwa percepatan penanganan telah dilakukan di seluruh kabupaten/kota terdampak dan akan terus dikerjakan secara simultan berbasis skala prioritas, termasuk pemantauan teknis jembatan Bailey agar berfungsi optimal.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kemendikdasmen, Kementerian Perhubungan, Komunikasi dan Digital, Kementerian Keuangan, Kementerian PPPA, BP BUMN, Satgas Darurat Jembatan, unsur TNI, BUMN, serta pemerintah daerah, guna memperoleh pembaruan progres pemulihan dari masing-masing sektor.

Sumur Bor Dompet Dhuafa Ringankan Krisis Air Bersih Penyintas Banjir Aceh Tamiang

0
Warga memanfaatkan air bantuan dari Lembaga Dompet Dhuafa di Aceh. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa menghadirkan solusi darurat atas krisis air bersih yang dialami warga terdampak banjir bandang di Dusun Serba, Desa Serba Luar, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui Disaster Management Center (DMC), Dompet Dhuafa mengaktifkan fasilitas sumur bor di sekitar pos pengungsian pada Rabu (7/1).

Penanggung jawab Respons DMC Dompet Dhuafa untuk Aceh Tamiang, Ahmad Yamin, menjelaskan bahwa hingga hari ke-40 pascabencana, para penyintas masih kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi tersebut memaksa warga menggunakan air dari kubangan banjir maupun parit untuk kebutuhan sehari-hari.

Aktivasi sumur bor ini merupakan hasil kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah. Fasilitas tersebut ditujukan untuk melayani sekitar 650 jiwa penerima manfaat yang berada di sekitar posko pengungsian.

Sebelum adanya sumur bor, warga harus berjalan kaki sekitar 20 menit menuju area kebun atau memanfaatkan sungai dengan kondisi air yang tidak layak konsumsi. Kini, akses air bersih menjadi lebih dekat dan aman bagi masyarakat.

Selain penyediaan sumur bor, DMC Dompet Dhuafa juga merencanakan pembangunan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) guna memastikan pemanfaatan air bersih dapat berlangsung lebih optimal selama masa pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.

Salah satu penyintas banjir, Nia (27), mengungkapkan bahwa sebelum sumur bor tersedia, warga terpaksa mandi dan mencuci pakaian di sungai dekat posko meski airnya masih keruh.

Ia menyampaikan, “sejak sumur bor dioperasikan, warga dapat memperoleh air bersih di sekitar posko untuk kebutuhan memasak, mencuci, mandi, minum, serta berwudu tanpa harus berjalan jauh.”

Upaya ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi bagi para penyintas banjir selama masa pemulihan berlangsung.

Update Data Bencana Alam di Aceh per Rabu, 7 Januari 2026

0
Ilustrsi Warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang belum mendapatkan bantuan. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh sepanjang awal 2026 menimbulkan dampak besar, baik terhadap penduduk maupun infrastruktur. Data terbaru yang dirilis Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat kerusakan dan korban dalam jumlah signifikan.

Berdasarkan laporan Pusat Informasi dan Media Center Komdigi, hingga Rabu (7/1/2026) pukul 18.00 WIB, bencana tercatat terjadi di 18 kabupaten/kota di Aceh. Sebanyak 670.842 kepala keluarga atau 2.583.376 jiwa terdampak langsung akibat kejadian tersebut.

Dalam laporan yang sama, jumlah korban meninggal dunia tercatat 544 jiwa, sementara 31 orang dinyatakan hilang. Selain itu, terdapat 4.939 orang mengalami luka ringan dan 474 orang luka berat. Kondisi darurat ini juga memaksa warga mengungsi ke 1.008 titik pengungsian, yang dihuni oleh 56.777 KK atau sekitar 214.084 jiwa.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman warga, tetapi juga meluas ke berbagai fasilitas publik. Tercatat 227 gedung atau kantor rusak, 638 rumah ibadah, 150 fasilitas kesehatan, serta 1.697 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Sektor infrastruktur turut terdampak dengan rusaknya 1.593 ruas jalan dan 468 unit jembatan. Sementara itu, kerugian pada sektor ekonomi masyarakat meliputi 144.942 unit rumah rusak, 63.187 ekor ternak terdampak, 53.519 hektare sawah, 27.620 hektare kebun, serta 39.910 hektare tambak.

Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi berubah seiring perkembangan situasi di lapangan serta proses pendataan lanjutan. (Xrq)

Reporter: Akil

Pemerintah Aceh Desak Penyaluran Segera Bantuan Jaminan Hidup bagi Korban Bencana

0
Dek Fadh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mendesak pemerintah pusat agar segera menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad dalam rapat virtual yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Selasa (6/1/2026). Rapat itu turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekda Aceh M. Nasir, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Aceh mengusulkan skema bantuan komprehensif bagi korban bencana. Kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang diusulkan menerima bantuan tunai Rp8 juta, terdiri atas Rp3 juta untuk pengadaan perabot rumah tangga dan Rp5 juta sebagai modal pemulihan ekonomi.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga menekankan pentingnya jaminan kelangsungan hidup bagi warga yang masih berada di pengungsian. Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) diusulkan sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari atau setara Rp450 ribu per bulan. Sementara bagi keluarga korban meninggal dunia, diusulkan santunan duka sebesar Rp15 juta yang akan diserahkan langsung kepada ahli waris.

Dek Fad menegaskan bahwa bantuan jadup Rp450 ribu per bulan harus diprioritaskan bagi warga yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Bantuan jaminan hidup ini akan diberikan selama tiga bulan secara tunai kepada masing-masing kepala keluarga, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarganya,” jelas Dek Fad.

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menambahkan bahwa bantuan tersebut sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup korban bencana pada masa pemulihan.

“Bantuan Rp450 ribu per orang setiap bulannya dinilai sangat dibutuhkan oleh korban untuk memenuhi kebutuhan pokok harian,” ujar Sekda Aceh, M. Nasir usai rapat.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap usulan Pemerintah Aceh. Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan.

“Kami akan pelajari terlebih dahulu. Pastinya, bantuan akan disalurkan dengan skema by name by address untuk memastikan semuanya tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Gus Ipul.

Pemkab Aceh Barat Minta Dukungan DPRA untuk Anggaran RS Regional Meulaboh

0
Pertemuan Tim Pemkab Aceh Barat dengan DPR Aceh, Selasa (6/1/2026). (Foto: Diskominsa Aceh Barat)

NUKILAN.ID | Meulaboh — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama DPRK Aceh Barat melakukan audiensi dengan DPR Aceh pada Selasa (6/1/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan kebutuhan anggaran untuk percepatan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh.

Audiensi itu dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM, Wakil Bupati Said Fadheil SH, Sekda, Asisten II, Ketua DPRK dan Wakil Ketua DPRK, Komisi IV DPRK, Kepala Dinas Kesehatan, manajemen serta Ketua Dewan Pengawas RSUD Cut Nyak Dhien. Dari pihak DPR Aceh hadir Ketua dan Wakil Ketua DPRA, Komisi V, para ketua fraksi, Sekwan, serta perwakilan Dinas Kesehatan Aceh.

Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa pada tahun 2026 belum tersedia alokasi anggaran untuk pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh Barat. Karena itu, pihaknya meminta dukungan penuh DPRA agar pembangunan rumah sakit tersebut tetap dapat dilanjutkan pada tahun ini.

“Rumah Sakit Regional dilahirkan pada masa Mualem menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh, dan juga menjadi program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur periode ini, bahkan masuk dalam 9 program cepat gubernur,” kata Tarmizi.

Ia menargetkan, Rumah Sakit Regional Aceh Barat dapat diresmikan pada tahun 2028. Untuk merealisasikan target tersebut, dibutuhkan anggaran sebesar Rp80 miliar pada tahun 2026, kemudian dilanjutkan dengan skema multiyears pada tahun 2027 dan 2028 dengan kebutuhan dana sekitar Rp150 miliar.

“Jika sudah diresmikan dan diserahterimakan ke daerah, maka akan menjadi kewajiban daerah untuk mencari sumber anggaran,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, pimpinan DPRA, pimpinan fraksi, dan Komisi V DPRA menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan penganggaran serta menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh Barat.

“Kita juga berharapnya agar Rumah Sakit Regional Aceh Barat bisa diresmikan pada tahun 2028 sebelum berakhirnya masa pemerintahan Gubernur Mualem dan Wakil Gubernur Dak Fad,” tutur Tarmizi.

Sebagai tindak lanjut audiensi tersebut, dalam waktu dekat pimpinan DPRA akan menemui Gubernur Aceh Mualem untuk membahas kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh Barat.

Sekolah di Aceh Terdampak Banjir Terapkan Skema Pembelajaran Fleksibel

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin,(Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Proses belajar mengajar (PBM) semester genap tahun ajaran 2025/2026 di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir bandang dilaksanakan dengan sistem fleksibilitas pembelajaran. Kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi di tengah kondisi pascabencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa penerapan fleksibilitas tersebut disesuaikan dengan tingkat dampak bencana di masing-masing wilayah, mulai dari kategori parah, sedang, hingga rendah. Ketentuan itu mengacu pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Aceh Nomor 400.3.8/17472 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran dalam Masa Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025.

“Pemerintah memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi melalui kebijakan yang fleksibel, tanpa mengabaikan keselamatan serta kondisi psikologis warga sekolah pascabencana,” kata Murthalamuddin dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Ia menyampaikan, bagi sekolah yang belum dapat digunakan karena terdampak banjir, lumpur, atau longsor, pelaksanaan pembelajaran dan ujian semester dilakukan dengan penyesuaian waktu serta metode. Penilaian hasil belajar dapat mengacu pada nilai semester sebelumnya atau berdasarkan pertimbangan profesional guru mata pelajaran agar peserta didik tidak dirugikan.

Pelaksanaan pembelajaran semester genap di daerah tersebut juga dapat dilakukan secara fleksibel, baik menggunakan tenda darurat maupun dengan menumpang di sekolah terdekat yang tidak terdampak.

“Murid yang kehilangan rapor akan memperoleh nilai sementara hingga rapor pengganti diterbitkan,” ujarnya.

Untuk wilayah dengan tingkat dampak sedang, sekolah didorong melakukan kegiatan gotong royong pembersihan bersama warga sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan setempat agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Pelaksanaan ujian di wilayah ini dapat dilakukan melalui tugas mandiri terstruktur dengan jadwal yang menyesuaikan kalender pendidikan.

Sementara itu, daerah dengan dampak rendah mulai melaksanakan hari pertama sekolah semester genap pada 5 Januari 2026.

Murthalamuddin juga menegaskan bahwa pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan (GTK) non-ASN serta tunjangan sertifikasi guru triwulan IV tahun 2025 tetap dilaksanakan di seluruh wilayah terdampak dengan mengacu pada Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang telah dibuat sebelumnya.

“Kami juga menekankan pentingnya gerakan gotong royong pembersihan sekolah, rumah guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pemulihan bersama,” tuturnya.

Kebijakan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 300.2/1446/2025 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tahun 2025, serta keputusan bersama antara Dinas Pendidikan Aceh dan Kementerian Agama Provinsi Aceh terkait penyesuaian kalender pendidikan.

Persiraja Resmi Datangkan Winger Spanyol Juan Mera

0
Winger asal Spanyol Juan Mera. (Foto: Instagram @persiaja_official)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Persiraja Banda Aceh resmi mendatangkan pemain asing baru untuk memperkuat sektor sayap kanan. Klub berjuluk Laskar Rencong itu merekrut Juan Mera, pesepak bola asal Spanyol, untuk menghadapi kompetisi musim ini.

Dikutip Nukilan.id dari unggahan Instagram resmi Persiraja, @persiraja_official, Juan Mera mengaku memiliki kesan positif sejak pertama kali bergabung dengan tim. Ia menilai Persiraja memiliki kualitas skuad yang memadai untuk bersaing dalam perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Kesan saya sangat baik. Saya pikir kami memiliki skuad yang mampu bersaing untuk promosi ke kasta tertinggi, dan kami harus berjuang hingga detik terakhir untuk mewujudkannya,” ujar Juan Mera.

Kehadiran pemain asal Negeri Matador tersebut diharapkan dapat menambah daya gedor Persiraja, khususnya dari sisi sayap, sekaligus memperkuat ambisi klub untuk kembali berlaga di level tertinggi sepak bola nasional. (XRQ)

Reporter: Akil

Fenomena Aneh Pasca Banjir di Nagan Raya, 10 Titik Gas Muncul dari Dalam Tanah

0
10 Titik Gas Muncul dari Dalam Tanah di Nagan Raya. (Foto: SCTV)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Warga Desa Gunung Cut, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dikejutkan oleh kemunculan gelembung gas dari dalam tanah setelah banjir yang merendam wilayah tersebut surut. Fenomena itu tidak terjadi di satu lokasi saja, melainkan terpantau di sedikitnya 10 titik berbeda di lahan yang sebelumnya terendam air.

Kepala Desa Gunung Cut, Samsul Bahri, membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, warga awalnya melihat adanya gelembung-gelembung keluar dari tanah, kemudian mencoba menyalakannya untuk memastikan kandungan zat yang keluar dari lubang tersebut.

“Setelah ada gelembungan-gelembungan itu, mereka tindaklanjuti dan mereka bakar. Dan akhirnya memang ada sejenis seperti keluar gas,” kata Samsul Bahri, dikutip dari SCTV, Rabu (7/1/2026).

Lubang-lubang yang mengeluarkan gas itu kini menjadi perhatian warga, terutama karena fenomena tersebut muncul di lokasi yang sebelumnya terdampak banjir. Dari salah satu titik, api yang menyala tampak berwarna biru, yang mengindikasikan proses pembakaran sempurna.

Meski demikian, pihak desa belum dapat memastikan jenis gas yang keluar dari dalam tanah tersebut.

“Apa itu gas murni atau beracun, kita tidak tahu,” lanjut Samsul Bahri.

Temuan tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang. Saat ini, pihak terkait tengah melakukan pengecekan lebih lanjut guna memastikan apakah gas yang muncul merupakan gas alam alami atau kemungkinan adanya kebocoran dari instalasi tertentu.

Miftahul Hamdi Akhiri Kebersamaan dengan Persiraja Banda Aceh

0
Pemain Persiraja Banda Aceh, Miftahul Hamdi. (Foto: Instagram @miftahulhamdi17)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kiprah Miftahul Hamdi bersama Persiraja Banda Aceh resmi berakhir. Pemain sayap berusia 29 tahun itu sepakat berpisah dengan manajemen Laskar Rencong di tengah bergulirnya kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.

Kepastian tersebut disampaikan Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul Gidong. Ia menegaskan bahwa perpisahan berlangsung secara profesional dan tidak dilatarbelakangi persoalan apa pun.

“Iya benar, Persiraja dan Hamdi sepakat untuk berpisah. Tidak ada alasan apapun,” kata Gidong saat dikutip dari AcehInfo, Rabu (7/1/2026).

Terkait klub tujuan Miftahul Hamdi selanjutnya, pihak manajemen memilih tidak memberikan komentar lebih jauh dan menyerahkannya sepenuhnya kepada sang pemain.

“Untuk pertanyaan tim mana yang akan dituju berikutnya, alangkah baiknya itu biar Hamdi saja yang menjawab,” kata Gidong.

Berakhirnya kerja sama ini menutup salah satu fase penting perjalanan Hamdi bersama Persiraja. Selama membela klub asal Banda Aceh tersebut, Hamdi dikenal sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan dan agresivitas dalam membantu serangan dari sisi lapangan.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, Miftahul Hamdi merupakan pesepak bola profesional Indonesia yang telah malang melintang di kompetisi nasional. Ia pernah memperkuat sejumlah klub di Liga 1 dan Liga 2, termasuk Persija Jakarta, sebelum akhirnya berseragam Persiraja.

Bersama Persiraja, Hamdi memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub dan suporter. Kontribusinya turut mewarnai perjalanan Persiraja dalam berbagai kompetisi nasional, baik dalam upaya promosi maupun menjaga performa tim.

Dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, Miftahul Hamdi diperkirakan masih berpeluang besar melanjutkan karier di level kompetitif dan menjadi incaran klub-klub lain pada musim mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Sumatera

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Sumatera yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada Rabu, 7 Januari 2026.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG.

Informasi itu disampaikannya dalam konferensi pers pada Selasa (6/01/2026).

“Kita memperhatikan peringatan dini cuaca dari BMKG. Untuk besok (Rabu, 7 Januari 2025) itu ada 14 kabupaten/kota (di Aceh) yang berpotensi mengalami intensitas hujan sedang hingga lebat,” ujarnya, seperti dipantau Nukilan.id dari Breaking News KompasTV.

Selain Aceh, BMKG juga mencatat potensi cuaca serupa di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Sumatera Utara ada 24 kabupaten/kota dan Sumatera Barat ada satu kabupaten/kota,” katanya.

Berdasarkan data yang ditampilkan BNPB dalam konferensi pers tersebut, 14 kabupaten/kota di Aceh yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 7 Januari 2026 meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.

Sementara itu, di Sumatera Utara terdapat 24 kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah berpotensi terdampak, yakni Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tebing Tinggi.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh kondisi cuaca tersebut. (Xrq)

Reporter: Akil