Beranda blog Halaman 123

Aceh Perpanjang Tanggap Darurat Banjir dan Longsor hingga 22 Januari 2026

0
Tim Basarnas mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak saat bencana banjir bandang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu (Foto: Basarnas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan longsor untuk ketiga kalinya. Perpanjangan tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 9 hingga 22 Januari 2026.

Amatan Nukilan.id, keputusan itu ditetapkan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, dalam rapat perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh yang digelar secara virtual dari ruang rapat Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (8/1/2026).

“Saya selaku Gubernur Aceh menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 9 hingga 22 Januari 2026,” kata Mualem di kantor Gubernur Aceh, Kamis (8/1).

Mualem menjelaskan, perpanjangan status tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat serta merujuk pada Surat Menteri Dalam Negeri tertanggal 7 Januari 2026 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Aceh.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi penanggulangan bencana dan sebaran korban terdampak di berbagai wilayah. Selain itu, masih terdapat sejumlah daerah yang terisolasi, keterbatasan produksi logistik di kabupaten/kota terdampak, serta perlunya percepatan layanan publik dan administrasi pemerintahan.

Perpanjangan masa tanggap darurat ini, lanjut Mualem, bertujuan memastikan pembersihan lingkungan, distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta perbaikan akses masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, merata, dan terkoordinasi. Termasuk menjangkau gampong-gampong terdampak yang sulit diakses.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga mengajak seluruh unsur, mulai dari SKPA, pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat untuk terus bersinergi mempercepat pemulihan Aceh. Ia berharap aktivitas pendidikan, pemukiman, fasilitas publik, serta perekonomian warga dapat segera pulih dan kembali normal.

“Saya juga menginstruksikan agar pemulihan jalan dan jembatan di wilayah terdampak segera dilaksanakan, sehingga konektivitas masyarakat dapat kembali normal,” ujarnya.

Selain itu, Mualem meminta seluruh kepala daerah di Aceh agar segera menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) paling lambat pada minggu ketiga Januari 2026. Dokumen tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan pemulihan dan pembangunan kembali Aceh secara lebih baik dan berketahanan.

“Kepada seluruh masyarakat Aceh yang terdampak, kami menyampaikan empati dan dukungan penuh. Pemerintah akan terus hadir, bekerja, dan memastikan proses pemulihan berjalan sebaik-baiknya,” kata Mualem. (XRQ)

Reporter: Akil

Bank Aceh Ingatkan Nasabah Waspadai Tautan Undian Palsu yang Beredar di Media Sosial

0
Bank Aceh Ingatkan Nasabah Waspadai Tautan Undian Palsu yang Beredar di Media Sosial. (Foto: Bank Aceh)

NUKILAN.ID | JakartaBank Aceh Syariah mengimbau para nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi promo undian yang beredar di media sosial dan mengatasnamakan perseroan. Pihak bank menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks dan tidak berasal dari kanal resmi perusahaan.

Klarifikasi ini disampaikan setelah beredarnya unggahan di Facebook pada 6 Januari 2026 yang menampilkan tautan pendaftaran undian dengan berbagai iming-iming hadiah besar. Unggahan tersebut menyasar pengguna yang disebut sebagai nasabah aktif aplikasi Action Mobile atau layanan mobile banking Bank Aceh.

Dalam unggahan tersebut tercantum informasi berikut:

“KHUSUS Nasabah Bank BPD Aceh Yg sudah Aktif Menggunakan Aplikasi Action Mobile ( MBanking )

Hadiah Utama:

10 Tiket Umroh Gratis
1 Mobile Fortuner
1 Mobile Pajero Sport
1 Mobile X Pander
30 Motor Honda Vario
25 TV Led 31in
10 Hp Iphone 15 promax
40 Kulkas Dua Pintu
20 Emas & Logam Mulia
Masih Banyak Hadiah Lainnya
Untuk melanjutkan pendaftaran kupon undian BANK BPD ACEH, Klik daftar”

Unggahan tersebut juga menyertakan menu pendaftaran yang mengarahkan pengguna ke sebuah tautan mencurigakan:

http://ach-regestrasi-cs kupon.my.id/?fbclid=IwY2xjawPMIv9leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFkVUw5V2hxSVV4eGVrU093c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHtfXVp3-txk41W4TEidFw7Eg3UeNKuMslu9F-N8alP0vR_tpT1Mu7a20txFc_aem_TTdbVaYAIetIESwe8WPhuw”.

Klarifikasi Manajemen

Melalui akun Instagram resmi @bankacehofficial, manajemen menegaskan bahwa promo undian tersebut tidak benar dan bukan bagian dari program resmi Bank Aceh. Nasabah diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa verifikasi.

“Di tengah banyaknya informasi yang beredar, kami mengimbau untuk nasabah harap berhati-hati terhadap promo undian palsu yang mengatasnamakan Bank Aceh, dengan jangan mudah tergiur oleh iming-iming hadiah,” tulis manajemen Bank Aceh.

Pihak bank juga meminta masyarakat selalu memeriksa sumber informasi dan memastikan hanya mengikuti pengumuman dari kanal resmi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.

Selain itu, Bank Aceh menjelaskan sejumlah ciri informasi palsu, di antaranya berasal dari akun tidak resmi, menggunakan judul sensasional, serta mendorong pengguna untuk segera mengklik tautan atau melakukan pendaftaran.

Manajemen kembali menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data pribadi nasabah seperti PIN, OTP, maupun informasi sensitif lainnya melalui tautan atau pesan tidak resmi.

“Bank Aceh menyatakan tidak pernah meminta PIN, OTP, atau data sensitif lainnya. Cek layanan resmi di linkin.bio/bankaceh,” tutup pernyataan manajemen.

Sebelumnya, isu keamanan digital dan penipuan daring juga menjadi perhatian industri perbankan, seiring meningkatnya berbagai modus serangan siber terhadap nasabah, sebagaimana disoroti dalam pemberitaan terkait strategi pengamanan siber oleh Maybank Indonesia.

Fisipol UGM Berangkatkan Relawan Pendidikan untuk Rehabilitasi Pascabencana di Aceh

0
Fisipol UGM Berangkatkan Relawan Pendidikan untuk Rehabilitasi Pascabencana di Aceh. (Foto: Humas UGM)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) melaksanakan kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan program Fisipol Mengajar sebagai bagian dari program relawan rehabilitasi pendidikan pascabencana di Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Fisipol UGM, Senin (5/1), dan dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., serta Direktur Kemahasiswaan UGM Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.

Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, menjelaskan bahwa program Fisipol Mengajar merupakan inisiatif fakultas dalam mendukung pemulihan dan rehabilitasi pendidikan di wilayah terdampak bencana di Aceh. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Sukma sebagai mitra strategis.

“Ada 12 relawan mahasiswa Fisipol UGM akan diberangkatkan dan ditempatkan di dua wilayah berbeda, yakni wilayah Bireuen dan Pidie Jaya. Keduabelas mahasiswa tersebut akan melakukan kegiatan relawan selama 30 hari, terhitung mulai dari tanggal 10 Januari hingga 8 Februari 2026”, ujarnya.

Ia berharap kehadiran para relawan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh yang tengah berada dalam fase pemulihan. Dalam pembekalan, Wawan juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap budaya lokal sebagai landasan utama dalam kerja kemanusiaan dan pengabdian masyarakat.

Program ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa Fisipol UGM. Lebih dari 90 mahasiswa mendaftarkan diri, kemudian melalui proses seleksi berjenjang di tingkat program studi dan fakultas hingga terpilih 12 mahasiswa yang dinilai siap untuk diterjunkan langsung ke lapangan.

Proses persiapan relawan berlangsung dalam waktu singkat. Pendaftaran dibuka pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, seleksi tingkat program studi berlangsung pada 1–2 Januari, pengumuman dan pembekalan awal pada 3 Januari, pembekalan dan pelepasan tingkat fakultas pada 5 Januari, keberangkatan relawan pada 6 Januari, pelatihan relawan pada 7–9 Januari, dan penerjunan ke lokasi pada 10 Januari 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM menyambut positif inisiatif Fisipol UGM dalam berkontribusi pada pemulihan pendidikan. Menurutnya, program ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk melakukan asesmen etnografis terhadap persoalan dan perubahan sosial di wilayah pascabencana.

“Hasil asesmen tersebut tentunya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi fakultas dalam pengembangan riset ke depan, termasuk penguatan kegiatan akademik dan penelitian berbasis lapangan,” ujarnya.

Ia juga memberikan semangat kepada para relawan agar menjalani program dengan penuh dedikasi serta selalu mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.

Dalam sesi penguatan pembekalan, para relawan menerima materi tentang teknik jotting sebagai bagian dari pencatatan lapangan yang disampaikan oleh Dr. Fina Itriyati. Ia menjelaskan bahwa jotting merupakan metode observasi melalui catatan singkat atau quick notes yang bersifat spontan dan berfungsi sebagai data primer dalam merekam kondisi di lapangan.

“Teknik ini tentu saja bisa menjadi bahan refleksi penting bagi relawan sepulang dari lokasi,” terangnya.

Disdik Aceh Gelar Try Out UTBK-SNBT 2026 untuk Persiapkan 61 Ribu Lebih Siswa

0
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEHDinas Pendidikan Aceh melaksanakan kegiatan Try Out Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) bagi siswa kelas XII SMA dan SMK di seluruh Aceh tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 61.994 siswa dari 23 kabupaten/kota dan dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Februari 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan kegiatan try out tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan akademik sekaligus mental siswa sebelum menghadapi UTBK-SNBT saat mendaftar ke perguruan tinggi.

Menurutnya, pelaksanaan try out dirancang menggunakan sistem yang menyerupai ujian nasional berbasis komputer. Hal itu dilakukan agar siswa terbiasa dengan pola ujian serta mekanisme pelaksanaannya.

Selain menjadi simulasi ujian, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan peserta didik.

“Try out ini bertujuan membiasakan siswa dengan pola soal, sistem ujian berbasis komputer, serta manajemen waktu. Dengan persiapan yang matang, kita berharap semakin banyak siswa Aceh yang lulus melalui jalur SNBT tahun 2026,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).

Murthalamuddin menjelaskan, materi yang diujikan dalam try out tersebut mencakup seluruh komponen tes sesuai ketentuan SNBT, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS), literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika.

“Hasil try out nanti akan dianalisis dan disampaikan kepada masing-masing sekolah sebagai bahan pemetaan kemampuan siswa dan dasar pembinaan lanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh, Syarwan Joni, menyebutkan hasil evaluasi try out akan ditindaklanjuti dengan pendampingan intensif di sekolah.

“Data hasil try out menjadi dasar penguatan pembinaan, terutama pada materi yang masih lemah. Ini langkah strategis agar siswa Aceh lebih kompetitif di tingkat nasional,” jelasnya.

Disdik Aceh berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesiapan siswa sekaligus memperkuat sinergi antara dinas pendidikan, sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan peserta didik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

Selain itu, seluruh satuan pendidikan diimbau memanfaatkan hasil try out sebagai bahan refleksi dan strategi pembelajaran menjelang UTBK-SNBT 2026. Dengan langkah tersebut, diharapkan lulusan SMA dan SMK di Aceh semakin siap dan percaya diri bersaing melalui jalur SNBT.

Kemenkes Ajukan Dana Rp500 Miliar ke BNPB untuk Pulihkan Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Aceh

0
Kemenkes Ajukan Dana Rp500 Miliar ke BNPB untuk Pulihkan Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Aceh. (Foto: disway)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajukan anggaran sebesar Rp500 miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan revitalisasi menyeluruh fasilitas kesehatan di Aceh yang rusak berat akibat bencana.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pengajuan anggaran tersebut difokuskan pada tahap ketiga penanganan pascabencana yang mencakup pemulihan total fasilitas kesehatan.

“Kita sudah mengajukan anggaran sekitar 500 miliar untuk revitalisasi tahap tiga tadi,” ujar Budi dalam wawancara di kantor BNPB, Rabu, 7 Januari 2026.

Menurut Budi, dana tersebut tidak hanya dialokasikan untuk perbaikan fisik bangunan, tetapi juga untuk pemulihan dan penggantian alat kesehatan berteknologi tinggi yang mengalami kerusakan. Sejumlah peralatan utama seperti CT Scan, MRI, hingga Cath Lab jantung menjadi prioritas utama dalam pemetaan kerusakan.

Saat ini, tim teknisi telah dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi peralatan medis. Hasil pemetaan tersebut akan menentukan perangkat mana yang masih memungkinkan diperbaiki dan mana yang harus diganti dengan unit baru.

“Alat kesehatan yang mahal-mahal, CT Scan, MRI, itu harganya miliaran. Kami lagi kirim teknisi untuk melihat mana yang bisa diperbaiki dan mana yang harus diganti. Kalau harus ganti, pemerintah akan masukkan anggarannya,” tuturnya.

Selain infrastruktur dan peralatan medis, sektor transportasi layanan kesehatan juga menjadi perhatian serius pemerintah. Dari total 204 unit ambulans yang terdata, hanya sekitar 120 unit yang diperkirakan masih dapat diperbaiki. Sisanya kemungkinan besar harus dilakukan pengadaan baru karena mengalami kerusakan berat.

Budi menegaskan bahwa seluruh pengelolaan anggaran penanggulangan bencana dilakukan secara terpusat melalui BNPB guna memastikan transparansi dan mencegah tumpang tindih anggaran antar kementerian dan lembaga.

“Anggarannya nanti dikonsentrasikan satu pintu lewat BNPB. Jadi aman, tidak ada duplikasi anggaran,” tegas Budi.

Hingga saat ini, pemerintah telah menggelontorkan biaya penanganan darurat yang mencapai puluhan miliar rupiah. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya proses pembersihan dan operasional darurat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masih terdapat tiga puskesmas di Aceh yang belum dapat beroperasi normal di gedung asalnya, yakni Puskesmas Rusip Antara di Aceh Tengah, Puskesmas Jambur Lakuk di Aceh Tenggara, serta Puskesmas Malokop di Aceh Timur.

Dua puskesmas dilaporkan mengalami kerusakan sangat parah sehingga harus dibangun kembali, sedangkan satu lainnya masih menjalani proses pembersihan intensif. Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, seluruh layanan sementara dipindahkan ke gedung instansi lain agar masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan medis.

Wagub Aceh Minta Data Kerusakan Pascabencana Dipercepat

0
Wakil Gubernur Aceh, H. Fadlullah didampingi Sekda Aceh, M. Nasir dan sejumlah SKPA Terkait memimpin rapat koordinasi percepatan data kerusakan rumah pasca Bencana Hidro meteorologi Aceh secara zoom dengan Kabupaten Kota yang terdampak di Potensi Daerah Setda Aceh, Banda Aceh, Rabu (7/1/2026). Foto: (Humas Aceh).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mempercepat pengumpulan dan penyerahan data kerusakan rumah warga pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Aceh. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur Aceh, H. Fadlullah, bersama Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (7/1/2026). Rapat diikuti oleh para bupati dan wali kota dari daerah terdampak secara daring.

Dalam arahannya, Fadlullah menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang nantinya menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

Selain itu, bagi warga yang mengungsi ke rumah kerabat dan tidak tinggal di huntara, pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan.

Fadlullah menegaskan bahwa Kemensos sepenuhnya mengacu pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Karena itu, ia meminta seluruh daerah terdampak segera melengkapi dan menyerahkan data kerusakan rumah secara akurat dan seragam.

Ia juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat. Seluruh rumah terdampak banjir, kata Fadlullah, diusulkan mendapatkan dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit, mengingat kerusakan perabotan yang dialami warga tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Fadlullah menyebutkan pengusulan data dapat dilakukan dalam dua tahap. Targetnya, tahap pertama data telah diserahkan sebelum 15 Januari 2026 agar masyarakat dapat segera menerima bantuan hidup (jadup) dari Kemensos serta dana perabotan.

Sementara itu, Sekda Aceh M. Nasir mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan data yang diusulkan benar-benar valid. Data tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), yang setelah disahkan pemerintah pusat tidak dapat diubah kembali.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai dengan data R3P. Karena itu, ketelitian dan keakuratan data menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran,” ujar M. Nasir.

Aceh Utara dan Bener Meriah Masuki Fase Pemulihan Pascabencana

0
Proses perbaikan jembatan hancur terdampak bencana di Aceh (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Kedua daerah kini memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan, menandai dimulainya tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi secara terencana.

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menegaskan bahwa pemerintah provinsi mendorong seluruh kabupaten terdampak agar segera mempercepat pendataan kerusakan, memulihkan layanan dasar masyarakat, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak demi memastikan proses pemulihan berjalan tepat sasaran.

“Masa transisi menjadi fase penting untuk memastikan pemulihan berjalan terencana dan terkoordinasi,” kata Nasir, Rabu (7/12).

Di Kabupaten Aceh Utara, masa transisi darurat ditetapkan selama satu bulan, terhitung mulai 6 Januari hingga 5 Februari 2026.
Pelaksana Tugas Sekda Aceh Utara, Jamaluddin, menyebut fokus pemerintah daerah saat ini tertuju pada percepatan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai dasar pemulihan.

“R3P menjadi acuan utama pemulihan, sehingga seluruh OPD diminta bergerak cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kabupaten Bener Meriah menetapkan masa transisi darurat menuju pemulihan selama 90 hari, mulai 7 Januari hingga 6 April 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah, Ilham Abdi, menjelaskan bahwa masa ini menjadi jembatan antara penanganan darurat dan pemulihan menyeluruh, khususnya dalam sektor sosial, ekonomi, dan infrastruktur masyarakat terdampak.

“Sistem komando bencana tetap berjalan, kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi, kelompok rentan dilindungi, serta pemulihan awal sosial ekonomi mulai dilakukan,” ujar Ilham Abdi.

Sepanjang masa transisi tersebut, Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta berpartisipasi aktif mendukung proses pemulihan agar kehidupan warga dapat kembali berjalan normal.

Persiraja Resmi Datangkan Winger Muda Asgal Habib

0
Winger Muda, Asgal Habib. (Foto: @persiraja_official)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh resmi mendatangkan pemain muda Asgal Habib untuk memperkuat skuad musim ini. Kabar tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi klub, @persiraja_official.

Dikutip Nukilan.id dari unggahan tersebut, Persiraja menuliskan, “𝗪𝗲𝗹𝗰𝗼𝗺𝗲 𝘁𝗼 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗿𝗮𝗷𝗮, 𝗔𝘀𝗴𝗮𝗹 𝗛𝗮𝗯𝗶𝗯.” Pengumuman ini menandai bergabungnya pemain sayap kelahiran 2004 itu ke klub berjuluk Laskar Rencong.

Asgal Habib sebelumnya tercatat sebagai pemain Borneo FC. Kehadirannya diharapkan dapat menambah kedalaman skuad Persiraja, khususnya di sektor sayap, sekaligus menjadi bagian dari regenerasi pemain muda di tubuh tim.

Dalam unggahan yang sama, Persiraja juga menyampaikan pesan dukungan kepada sang pemain, “Mari berjuang, berikan yang terbaik untuk Persiraja. 𝑳𝒂𝒏𝒕𝒂𝒌 𝑳𝒂𝒋𝒖.”

Dengan bergabungnya Asgal Habib, Persiraja menunjukkan komitmennya memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang dan berkontribusi bersama tim. (XRQ)

Reporter: Akil

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Dipercepat Jelang Ramadan

0
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh harus dilakukan secara cepat dan tepat, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Pemerintah menilai percepatan pemulihan menjadi krusial agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, mengatakan bahwa fokus utama pemerintah tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat. Titik distribusi bahan makanan yang masih terhambat harus benar-benar dicek agar tidak mengganggu stok pangan masyarakat Aceh,” ujar Safrizal, Rabu (7/1/2026).

Safrizal menekankan, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi pangan, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan minum dan bersuci, dukungan sandang, serta percepatan pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara.

“Seluruh pekerjaan harus dilakukan secara paralel, mulai dari jalan dan jembatan, normalisasi sungai, tanggul, listrik, hingga komunikasi. Integrasi dan kolaborasi lintas K/L di bawah kepemimpinan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Nasional menjadi kunci agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” lanjutnya.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri menggelar rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR. Rapat ini digelar dalam rangka mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto serta kepemimpinan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Nasional Pemulihan Pascabencana.

Dalam pertemuan itu, seluruh kementerian dan lembaga sepakat memperkuat sinergi dan menghilangkan ego sektoral agar pemulihan berjalan cepat, terintegrasi, dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.

Sejumlah capaian pemulihan turut dilaporkan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah membersihkan 2.756 sekolah terdampak dan memulai kembali kegiatan belajar di 2.468 sekolah. Pemerintah juga mendirikan 18 tenda belajar dan menyiapkan distribusi 80 tenda tambahan, menyalurkan 15.500 paket school kit, serta memberikan tunjangan khusus bagi guru terdampak senilai Rp 15,7 miliar yang telah ditransfer langsung ke rekening penerima.

Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menurunkan sekitar 3.300 tenaga medis dan mengaktifkan seluruh fasilitas layanan kesehatan, meski masih terdapat tiga puskesmas yang perlu direlokasi.

Rapat juga menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terdampak. Ketua Posko Pemulihan Bencana DPR RI sekaligus Anggota DPR RI, TA Khalid, bersama Safrizal selaku Koordinator Lintas Sektor, menyepakati sejumlah prioritas penanganan pemulihan.

Fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan dan perbaikan jembatan, pemulihan akses jalan penghubung desa dan antarwilayah, pengaktifan kembali fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Selain itu, prioritas juga mencakup normalisasi sungai, rehabilitasi tanggul dan bendungan, serta pemulihan akses jalan nasional.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan bahwa percepatan penanganan telah dilakukan di seluruh kabupaten/kota terdampak dan akan terus dikerjakan secara simultan berbasis skala prioritas, termasuk pemantauan teknis jembatan Bailey agar berfungsi optimal.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kemendikdasmen, Kementerian Perhubungan, Komunikasi dan Digital, Kementerian Keuangan, Kementerian PPPA, BP BUMN, Satgas Darurat Jembatan, unsur TNI, BUMN, serta pemerintah daerah, guna memperoleh pembaruan progres pemulihan dari masing-masing sektor.

Sumur Bor Dompet Dhuafa Ringankan Krisis Air Bersih Penyintas Banjir Aceh Tamiang

0
Warga memanfaatkan air bantuan dari Lembaga Dompet Dhuafa di Aceh. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa menghadirkan solusi darurat atas krisis air bersih yang dialami warga terdampak banjir bandang di Dusun Serba, Desa Serba Luar, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui Disaster Management Center (DMC), Dompet Dhuafa mengaktifkan fasilitas sumur bor di sekitar pos pengungsian pada Rabu (7/1).

Penanggung jawab Respons DMC Dompet Dhuafa untuk Aceh Tamiang, Ahmad Yamin, menjelaskan bahwa hingga hari ke-40 pascabencana, para penyintas masih kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi tersebut memaksa warga menggunakan air dari kubangan banjir maupun parit untuk kebutuhan sehari-hari.

Aktivasi sumur bor ini merupakan hasil kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah. Fasilitas tersebut ditujukan untuk melayani sekitar 650 jiwa penerima manfaat yang berada di sekitar posko pengungsian.

Sebelum adanya sumur bor, warga harus berjalan kaki sekitar 20 menit menuju area kebun atau memanfaatkan sungai dengan kondisi air yang tidak layak konsumsi. Kini, akses air bersih menjadi lebih dekat dan aman bagi masyarakat.

Selain penyediaan sumur bor, DMC Dompet Dhuafa juga merencanakan pembangunan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) guna memastikan pemanfaatan air bersih dapat berlangsung lebih optimal selama masa pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.

Salah satu penyintas banjir, Nia (27), mengungkapkan bahwa sebelum sumur bor tersedia, warga terpaksa mandi dan mencuci pakaian di sungai dekat posko meski airnya masih keruh.

Ia menyampaikan, “sejak sumur bor dioperasikan, warga dapat memperoleh air bersih di sekitar posko untuk kebutuhan memasak, mencuci, mandi, minum, serta berwudu tanpa harus berjalan jauh.”

Upaya ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi bagi para penyintas banjir selama masa pemulihan berlangsung.