Beranda blog Halaman 121

Ketua DPRK Banda Aceh Dukung Forkom KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Gampong

0
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., menegaskan dukungannya terhadap keberadaan Forum Komunikasi Koperasi Desa Merah Putih (Forkom KDMP) sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi di tingkat gampong. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., menegaskan dukungannya terhadap keberadaan Forum Komunikasi Koperasi Desa Merah Putih (Forkom KDMP) sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi di tingkat gampong.

Menurutnya, Forkom KDMP memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya melalui penguatan koperasi desa yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut tidak hanya sebatas pernyataan. Dalam kesempatan itu, Irwansyah juga melakukan langkah konkret dengan menghubungi langsung pimpinan Pegadaian guna memastikan perkembangan kerja sama yang dijalin bersama KDMP.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dapat berjalan optimal serta mendapat dukungan dari sektor keuangan.

Ketua Forkom KDMP Banda Aceh, Zulkarnain M Isa, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai keterlibatan aktif DPRK sangat penting, terutama dalam membuka akses komunikasi dengan lembaga keuangan.

Irwansyah menyebutkan, Forkom KDMP berpotensi menjadi ujung tombak distribusi kebutuhan pokok masyarakat di tingkat gampong.

“Semangatnya adalah meningkatkan sinergi antar koperasi desa dan mewujudkan kemandirian gampong. Koperasi harus bisa menjadi penghubung antara program pemerintah dengan pemenuhan kebutuhan warga di tingkat bawah,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi pengurus di lapangan, termasuk terkait fleksibilitas pembangunan gerai koperasi. Ia mendorong agar aturan luas lahan tidak kaku pada 600 meter persegi, tetapi dapat disesuaikan menjadi 300 meter persegi dengan bangunan dua lantai.

Selain itu, pemanfaatan aset desa yang sudah ada melalui rehabilitasi juga dinilai sebagai solusi untuk efisiensi anggaran.

Dalam aspek permodalan, Irwansyah mendorong adanya sinergi regulasi agar Dana Desa serta dana dari lembaga keuangan lokal seperti LKMS Mahirah Muamalah dapat dimanfaatkan sebagai penyertaan modal bagi koperasi desa.

Menutup pernyataannya, Irwansyah menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pengurus Forkom KDMP dengan dinas terkait guna mempercepat penguatan kelembagaan.

“Agenda seperti pelantikan pengurus dan pembentukan Koperasi Sekunder harus segera dikawal. Dengan kolaborasi antara legislatif, koperasi, dan lembaga keuangan seperti Pegadaian, saya yakin ekonomi warga Banda Aceh akan semakin kuat dan berdaya,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar Sepanjang Triwulan I 2026

0
Ilustrasi karhutla. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | CALANG – Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya mencatat lebih dari 20 hektare lahan di wilayah tersebut terbakar sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBK Aceh Jaya, AG Suhadi, mengatakan kebakaran lahan selama triwulan pertama terjadi sebanyak 22 kali dengan total luas mencapai sekitar 20 hektare.

“Kita selalu mengimbau agar warga untuk tidak membakar sembarangan saat membuka lahan baru. Saat ini cuaca siang hari sangat panas dan sangat mudah terbakar,” kata AG Suhadi, Rabu (22/4/2026).

Ia merinci, pada Januari terjadi delapan kasus kebakaran dengan luas 0,69 hektare, Februari enam kasus dengan luas mencapai 18,1 hektare, dan Maret delapan kasus dengan luas 1,49 hektare.

“Ini menjadi catatan kita agar ke depan warga khususnya petani untuk lebih berhati-hati saat membakar lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Jaya, AKBP Zulfa Renaldo, menyatakan pihaknya telah mendukung upaya pencegahan melalui pembentukan komunitas masyarakat peduli api di wilayah tersebut.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran lahan melalui edukasi dan kampanye bersama.

“Dengan terbentuknya komunitas ini, masyarakat diharapkan lebih memahami dan tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar,” kata Kapolres.

AKBP Zulfa juga mengimbau masyarakat, khususnya petani dan pekebun, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko terhadap lingkungan dan kesehatan serta memiliki konsekuensi hukum.

“Mari kita jaga lingkungan bersama, karena dampak kebakaran tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga masyarakat luas. Jika menemukan titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani dengan cepat,” demikian AKBP Zulfa Renaldo.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Hari Bumi 2026: Merawat Bumi Dimulai dari Kebiasaan Kecil

0
Ilustrasi. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Setiap tanggal 22 April, masyarakat dunia memperingati Hari Bumi sebagai momentum untuk merefleksikan hubungan manusia dengan lingkungan. Peringatan ini hadir sebagai pengingat bahwa bumi yang kita tempati saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga persoalan sampah yang terus meningkat.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Hari Bumi tidak seharusnya hanya menjadi seremoni tahunan atau sekadar kampanye sesaat di media sosial. Lebih dari itu, Hari Bumi merupakan ajakan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Bumi dan Kesadaran Global

Hari Bumi pertama kali diperingati pada tahun 1970 sebagai bentuk kepedulian terhadap kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan akibat aktivitas manusia. Lebih dari lima dekade kemudian, pesan yang dibawa Hari Bumi masih relevan bahkan semakin mendesak.

Laporan berbagai lembaga internasional, termasuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), menunjukkan bahwa dunia sedang menghadapi ancaman perubahan iklim yang berdampak pada meningkatnya suhu global, cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, dan berbagai gangguan terhadap sistem kehidupan manusia.

Indonesia, termasuk Aceh, tidak luput dari dampak tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin sering menyaksikan banjir, longsor, abrasi pantai, dan berbagai bencana hidrometeorologi yang menimbulkan kerugian sosial maupun ekonomi.

Fenomena tersebut mengingatkan kita bahwa menjaga bumi bukan hanya soal melindungi alam, tetapi juga melindungi kehidupan manusia itu sendiri.

Krisis Lingkungan dan Kebiasaan Sehari-hari

Sering kali kita menganggap krisis lingkungan sebagai persoalan besar yang hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah, perusahaan besar, atau organisasi internasional. Padahal, banyak persoalan lingkungan justru berawal dari kebiasaan sehari-hari yang tampak sederhana.

Sampah yang tidak dipilah, penggunaan plastik sekali pakai, pemborosan energi listrik, pemborosan air, hingga limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan merupakan contoh aktivitas yang secara kolektif memberikan tekanan besar terhadap lingkungan.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia. Sebagian besar sampah tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa proses pemilahan maupun pengolahan yang memadai.

Sementara itu, sampah organik yang menumpuk di tempat pembuangan menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Plastik sekali pakai yang digunakan hanya beberapa menit dapat membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam.

Artinya, pilihan-pilihan kecil yang kita lakukan setiap hari memiliki hubungan langsung dengan kondisi lingkungan global.

Perubahan Besar Berawal dari Kebiasaan Kecil

Di tengah berbagai tantangan tersebut, ada satu pelajaran penting yang sering terlupakan: perubahan besar hampir selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Kita tidak harus menjadi aktivis lingkungan profesional untuk berkontribusi menjaga bumi. Memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa botol minum sendiri, menghemat listrik, atau menghabiskan makanan yang kita ambil merupakan tindakan sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

Jika dilakukan oleh jutaan orang secara bersamaan, dampaknya akan jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Ketika Kebiasaan Baru Mulai Tumbuh di Nukilan Green

Pelajaran tentang pentingnya kebiasaan kecil ini juga dirasakan langsung oleh anggota tim Nukilan Green.

Ketika program ini mulai dijalankan pada Desember 2025, tidak semua anggota tim terbiasa memilah sampah. Sebagian besar masih memiliki kebiasaan yang sama seperti masyarakat pada umumnya, yakni membuang seluruh jenis sampah ke satu tempat tanpa memikirkan proses pengelolaannya.

Pada minggu-minggu awal, masih sering ditemukan botol plastik yang tercampur dengan sisa makanan atau sampah residu yang masuk ke tempat sampah organik. Kebiasaan lama yang telah berlangsung bertahun-tahun ternyata tidak mudah diubah.

Namun melalui edukasi sederhana, diskusi internal, dan penyediaan fasilitas pemilahan sampah sederhana namun memadai, perlahan-lahan perubahan mulai terlihat.

Kini, anggota tim secara otomatis memisahkan sampah berdasarkan kategorinya sebelum dibuang. Botol plastik dan kaleng dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul. Kertas bekas dipisahkan dari sampah lainnya. Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi dibuang kini dikumpulkan dalam wadah khusus untuk dikelola lebih lanjut.

Yang menarik, perubahan tersebut tidak terjadi karena adanya aturan yang ketat, melainkan karena tumbuhnya kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.

Bagi Nukilan Green, keberhasilan terbesar bukanlah jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan atau dijual, melainkan lahirnya budaya baru yang membuat anggota tim lebih peduli terhadap dampak dari setiap tindakan yang mereka lakukan.

Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Momentum Hari Bumi menjadi kesempatan yang tepat bagi kita semua untuk memulai perubahan serupa.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memilah sampah organik dan anorganik di rumah.
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
  • Membawa tas belanja yang dapat digunakan berulang kali.
  • Membawa botol minum dan wadah makanan sendiri.
  • Menghemat penggunaan listrik dan air.
  • Mengumpulkan minyak jelantah agar tidak dibuang ke saluran air.
  • Menanam tanaman atau pohon di lingkungan sekitar.

Tindakan-tindakan tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Menjaga Bumi Adalah Menjaga Masa Depan

Hari Bumi 2026 mengingatkan kita bahwa bumi tidak membutuhkan satu orang yang melakukan praktik ramah lingkungan secara sempurna. Bumi membutuhkan jutaan orang yang bersedia melakukan perubahan kecil secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman Nukilan Green menunjukkan bahwa perubahan perilaku bukan sesuatu yang mustahil. Kebiasaan baru dapat tumbuh ketika ada kesadaran, kemauan, dan komitmen untuk memulai.

Karena itu, mari jadikan Hari Bumi bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan titik awal untuk membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.

Sebab pada akhirnya, bumi yang sehat bukan hanya warisan bagi generasi mendatang, tetapi juga syarat utama agar kehidupan manusia dapat terus berlangsung dengan baik.

Referensi

[1] EarthDay.org. History and Mission of Earth Day.

[2] Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Climate Change Assessment Reports.

[3] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).

[4] World Wildlife Fund (WWF). Living Planet Report.

[5] United Nations Environment Programme (UNEP). Global Environment Outlook.

DPPPA Aceh Sosialisasikan Peningkatan Kualitas Keluarga di Aceh Besar

0
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh melalui Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga menggelar sosialisasi peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Aceh Besar, Kamis (16/4/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh melalui Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga menggelar sosialisasi peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Aceh Besar, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga, Dasrita Bakri, S.Si., MPA, yang hadir bersama peserta dari unsur aparatur gampong dan masyarakat setempat.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong terwujudnya keluarga berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang pembangunan keluarga, penguatan peran keluarga dalam kehidupan sosial, serta penerapan nilai-nilai kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari.

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat komitmen aparatur gampong dalam mengimplementasikan program-program peningkatan kualitas keluarga. Aparatur gampong diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan nilai-nilai tersebut serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Dalam pemaparannya, Dasrita Bakri menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, aparatur gampong, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan keluarga yang bertaqwa, mandiri, harmonis, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun keluarga berkualitas yang berlandaskan kesetaraan gender. Selain itu, komitmen aparatur gampong diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang mengikuti sesi pemaparan dan diskusi. Sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi berkelanjutan dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Aceh Besar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Baitul Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM

0
bantuan modal usaha
bantuan modal usaha

NUKILAN.ID | JANTHO – Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Besar membuka pendaftaran program bantuan modal usaha bagi masyarakat, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dan peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro.

Mengutip masakini.co, Ketua Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar, Azwir Anwar, mengatakan program ini ditujukan untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus menghindari jeratan utang berbasis riba.

“Baitul Mal Aceh Besar membuka kesempatan bagi masyarakat Aceh Besar untuk mendaftar dalam program bantuan modal usaha berbasis individu,” ujar Azwir Anwar di Lambaro, Ingin Jaya, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan stimulus keuangan yang diberikan kepada pelaku usaha mikro agar dapat memperkuat dan mengembangkan usahanya.

“Program ini menyebarkan modal usaha guna mendukung pengembangan usaha. Tentu sebagaimana tahun sebelumnya, pelaku usaha akan dibina dan didampingi,” tambah Azwir.

Untuk mengikuti program ini, masyarakat diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, melengkapi dokumen administrasi, serta melakukan pengisian data secara daring. Selanjutnya, pihak Baitul Mal akan melakukan seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan survei langsung ke lokasi usaha bagi peserta yang lolos.

Azwir menyebutkan, pendaftaran dan penyerahan berkas dibuka mulai 22 hingga 29 April 2026.

“Jadwal Pendaftaran dan penyerahan yaitu 22 sampai dengan 29 April 2026,” sebutnya.

Adapun penginputan data dapat dilakukan melalui tautan https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSes3nA9eoATC6Ep1cV42BvSunCAK2jyOjNzTnbYAmnOYp-ruw/viewform, sementara persyaratan berkas dapat diunduh melalui https://drive.google.com/drive/folders/1Hes2XJA8TwB26hdvfGUgz9liBvbhsnH-.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi petugas Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar melalui nomor 085275440906.

Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro di Aceh Besar serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jemaah Haji Aceh 2026: Usia 101 Tahun hingga 15 Tahun

0
Jemaah haji Aceh. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Calon jemaah haji asal Aceh tahun 2026 menunjukkan rentang usia yang sangat beragam. Jemaah tertua tercatat berusia 101 tahun, sementara yang termuda berusia 15 tahun.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, mengatakan jemaah tertua bernama Ramlah, berasal dari Desa Blang, Kota Langsa, yang tergabung dalam Kloter 4. Sedangkan jemaah termuda adalah Muhammad Alfaruq Addawami, berasal dari Uning Gelime, Kabupaten Bener Meriah, yang tergabung dalam Kloter 14.

“Tahun ini calon jemaah tertua yaitu 101 tahun dari Kota Langsa, dan termuda 15 tahun dari Bener Meriah,” ujar Arijal, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, perbedaan usia yang cukup jauh tersebut mencerminkan keberagaman jemaah haji Aceh, mulai dari remaja hingga lanjut usia yang tetap memiliki semangat menunaikan ibadah haji.

Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji Aceh tahun ini mencapai 5.426 orang. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan jemaah cadangan sekitar 30 persen atau sekitar 1.500 orang untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jemaah yang tidak dapat berangkat.

“Kita siapkan cadangan sekitar 30 persen atau kisaran 1.500 orang supaya kalau ada yang meninggal dunia, sakit, atau menunda keberangkatan, kursi tidak kosong dan langsung diisi oleh cadangan,” kata Arijal.

Ia juga menyebutkan terdapat sejumlah jemaah yang menunda keberangkatan tahun ini karena berbagai alasan, seperti kondisi kesehatan, meninggal dunia, hingga dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November tahun lalu.

“Ada yang menunda karena sakit, meninggal dunia, atau terdampak banjir. Ada juga karena alasan ekonomi. Semuanya kita ganti dengan jemaah cadangan,” ujarnya.

Diketahui, calon jemaah haji Aceh kloter pertama dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026 dan mulai masuk asrama haji embarkasi Aceh pada 5 Mei. Sementara kloter terakhir, yakni kloter 14, akan diberangkatkan pada 20 Mei 2026.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tenaga Kesehatan di Aceh Mulai Diimunisasi Campak-Rubella

0
Tenaga Kesehatan di Aceh Mulai Diimunisasi Campak-Rubella. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mulai melaksanakan pemberian imunisasi campak rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai langkah strategis menekan lonjakan kasus campak yang masih tinggi di daerah tersebut.

Peluncuran program ini dilakukan oleh Pemerintah Aceh yang diwakili Asisten I Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Direktur RSUDZA Dr. Muhazar H, SKM, M.Kes serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes.

Pemberian imunisasi campak rubella ini menyasar tenaga medis, tenaga kesehatan, dokter umum, hingga dokter gigi yang sedang menjalani program internship. Selain itu, seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit daerah, rumah sakit pusat, hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di seluruh Indonesia diwajibkan menerima imunisasi ini.

“Seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan, baik itu RSU Daerah maupun Rumah sakit umum pusat, sampai dengan FKTP yang ada di seluruh Indonesia wajib untuk mendapatkan imunisasi Campak Rubella”, sebut Ferdiyus.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan terkait pemberian imunisasi campak bagi tenaga kesehatan.

Ferdiyus menegaskan, tenaga kesehatan merupakan kelompok dengan risiko tinggi terpapar penyakit karena setiap hari berhadapan langsung dengan pasien dalam waktu yang panjang. Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah penting untuk melindungi tenaga kesehatan sekaligus mencegah penularan di fasilitas layanan kesehatan.

“Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi”, sebut Ferdiyus.

Ia menambahkan, tenaga kesehatan diharapkan tidak hanya terlindungi, tetapi juga menjadi agen edukasi di tengah masyarakat, terutama di puskesmas dan wilayah desa.

“Kita ingin nakes, khususnya di puskesmas dan bidan desa, menjadi agen edukasi di tengah masyarakat,” katanya.

Ferdiyus mengungkapkan, kasus campak di Aceh masih tergolong tinggi dan tersebar di seluruh kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 5.063 kasus campak klinis, dengan 1.233 kasus terkonfirmasi positif campak dan enam kasus rubella berdasarkan pemeriksaan laboratorium.

Lima daerah dengan jumlah kasus tertinggi yakni Aceh Besar, Bireuen, Pidie, Aceh Barat Daya, dan Banda Aceh.

Sementara itu, hingga Maret 2026, Dinas Kesehatan Aceh mencatat 724 kasus campak klinis, dengan 124 kasus positif campak dan satu kasus rubella. Aceh Besar masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

“Sebagian besar pasien, khususnya dari Aceh Besar dan Banda Aceh, dirawat di RSUD Zainoel Abidin,” ujarnya.

Ia juga menyebut tingginya kasus campak berkorelasi dengan rendahnya cakupan imunisasi di Aceh dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, cakupan imunisasi dasar lengkap hanya mencapai 34,3 persen. Sementara itu, cakupan imunisasi MR pada bayi sebesar 39,9 persen dan pada anak bawah dua tahun (baduta) hanya 23 persen.

Menurutnya, pelaksanaan program imunisasi di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan cakupan layanan, kualitas pelayanan, sistem pencatatan dan pelaporan, hingga adanya penolakan dari sebagian masyarakat.

Pemerintah Aceh berharap melalui program ini, risiko penularan di fasilitas pelayanan kesehatan dapat ditekan sekaligus mendorong peningkatan cakupan imunisasi di masyarakat secara luas.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, menyebut vaksinasi ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan tenaga kesehatan.

“Diperlukan sinergi semua pihak, terutama tenaga kesehatan, agar program imunisasi ini berjalan maksimal,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk segera mengikuti langkah tersebut, mengingat capaian imunisasi yang masih rendah di tengah meningkatnya kasus campak.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bupati Al-Farlaky Pimpin Upacara TMMD ke-128, Tekankan Sinergi dan Pemberdayaan Masyarakat

0
Bupati Al-Farlaky Pimpin Upacara TMMD ke-128. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Gampong Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun, Rabu (22/4/2026).

Upacara pembukaan TMMD tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI, perangkat daerah, serta masyarakat setempat.

Dalam amanatnya, Bupati Al-Farlaky menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang bertujuan mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah, khususnya wilayah pedesaan.

Ia menyebutkan, TMMD tidak hanya menjadi program fisik semata, tetapi juga wujud nyata kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai mampu mendorong percepatan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Program ini juga bertujuan memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai pilar pertahanan negara. TMMD telah menjadi bagian penting dalam merawat kebersamaan dan kegotongroyongan untuk mengatasi berbagai persoalan kebangsaan,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Al-Farlaky menekankan bahwa berbagai tantangan seperti kemiskinan, pengangguran, ketahanan pangan dan energi, hingga pemberantasan narkoba membutuhkan kerja bersama seluruh elemen. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan TMMD. Ia turut meminta perangkat daerah yang terlibat agar memberikan dukungan maksimal demi keberhasilan program.

“Keberhasilan TMMD tidak terlepas dari sinergitas yang baik antara seluruh unsur yang ada,” katanya.

Di akhir amanatnya, Bupati berharap hasil dari program TMMD tahun ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya strategi pemberdayaan yang terkomunikasikan dengan baik, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan serta merasakan langsung manfaatnya.

“Tujuan dan sasaran program harus dipahami masyarakat, sehingga mampu memperkuat dan mengembangkan potensi yang ada. Mari kita jadikan kemanunggalan TNI dan masyarakat sebagai kekuatan dan pondasi pembangunan untuk kesejahteraan bersama,” pungkas Al-Farlaky.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

5 Beasiswa LPDP Co-Funding 2026 Tanpa Seleksi Bakat Skolastik, Ini Rinciannya

0
Ilustrasi beasiswa kuliah di luar negeri.(Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bagi yang belum sempat mendaftar Beasiswa LPDP tahap 1, peluang kembali terbuka. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan program Beasiswa Co-Funding 2026, sebuah skema pendanaan bersama mitra global yang menawarkan jalur lebih spesifik dan akses lebih luas.

Salah satu keunggulan utama program ini adalah tidak adanya seleksi bakat skolastik. Program ini juga berfokus pada bidang-bidang strategis yang selaras dengan misi pembangunan nasional, sehingga menjadi peluang bagi putra-putri Indonesia untuk menempuh pendidikan kelas dunia.

Berikut lima program Beasiswa LPDP Co-Funding 2026 yang tengah dibuka:

1. Beasiswa Indonesia–Tiongkok: Metallurgical Engineering di USTB (Master)
Program ini ditujukan untuk mendukung hilirisasi industri melalui pendidikan di University of Science and Technology Beijing (USTB).

Persyaratan:

  • Batas usia: 35 tahun (umum), 37 tahun (CPNS/PNS), 42 tahun (dosen/NIDN & PNS fungsional tertentu)
  • IPK minimal 3,00
  • Bahasa Inggris: IELTS 6,0 / TOEFL iBT 61 / Duolingo 80

2. Beasiswa Indonesia–Tiongkok: Metallurgical Engineering di NEU (Master)
Program di Northeastern University (NEU) ini menawarkan keterkaitan langsung dengan industri.

Persyaratan:

  • Batas usia: maksimal 35 tahun (umum)
  • IPK minimal 3,00
  • Bahasa Inggris: IELTS 6,0 / TOEFL iBT 61 / Duolingo 80
  • Kewajiban pasca-studi: bekerja di Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd di Indonesia selama 2 tahun

3. Beasiswa LPDP – Université Paris-Saclay (Master)
Program ini mencakup banyak bidang, mulai dari matematika hingga energi terbarukan.

Persyaratan:

  • Batas usia: maksimal 35 tahun
  • IPK minimal 3,00
  • Bahasa Inggris: IELTS 6,5 / TOEFL iBT 80

Bidang studi meliputi Mathematics, Physics, Chemistry, Environmental Sciences, ICT, hingga Engineering and Energy.

4. Beasiswa LPDP – Hiroshima University (Doktor)
Program doktoral di Jepang ini menawarkan riset mendalam dengan dukungan penuh.

Persyaratan:

  • Batas usia: maksimal 47 tahun
  • IPK minimal 3,25
  • Bahasa Inggris: IELTS 6,5 / TOEFL iBT 79

Bidang studi mencakup Humanities, Engineering, Life Sciences, Biomedical, hingga Smart Society.

5. Beasiswa LPDP – France Doctoral Program (Doktor)
Program kerja sama dengan Pemerintah Prancis melalui IFI ini ditujukan bagi calon peneliti di berbagai laboratorium ternama.

Persyaratan:

  • Batas usia: maksimal 47 tahun
  • IPK minimal 3,25
  • Bahasa: TOEFL iBT 80 / IELTS 6,5 / DELF B2

Topik riset dapat diakses melalui https://www.ifi-id.com/topik-riset-lpdpfr-2026/#/

Proses Seleksi dan Pendaftaran
Pelamar wajib mendaftar melalui portal LPDP di https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/ serta portal masing-masing universitas mitra:

Jadwal Pendaftaran:

  • Pendaftaran: 17 April – 18 Mei 2026
  • Seleksi Administrasi: 19 Mei – 4 Juni 2026
  • Pengumuman Administrasi: 5 Juni 2026
  • Masa Sanggah: 6 – 8 Juni 2026
  • Hasil Sanggah: 17 Juni 2026
  • Seleksi Substansi: 22 Juni – 3 Juli 2026
  • Pengumuman Akhir: 10 Juli 2026
  • Perkuliahan paling cepat: September 2026

Catatan Penting:

  • Seleksi Hiroshima University berlangsung hingga 17 Juli 2026
  • Pengumuman akhir Hiroshima: 31 Juli 2026
  • Batas LoA France Doctoral: 25 Juni 2026
  • Perkuliahan Hiroshima dimulai paling cepat Oktober 2026

Program ini menjadi alternatif strategis bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri tanpa harus melalui seleksi bakat skolastik, sekaligus membuka peluang besar dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bank Aceh Syariah Lepas 1.624 Jamaah Haji, Peusijuk Jadi Wujud Layanan Spiritual

0
Karyawan dan manajemen Bank Aceh Syariah berfoto bersama usai prosesi peusijuk dan pelepasan jamaah calon haji 1447 H / 2026 M di Kantor Pusat Bank Aceh, Banda Aceh. (Foto: Humas Bank Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Bank Aceh Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui pendekatan spiritual. Komitmen tersebut diwujudkan lewat prosesi peusijuk dan pelepasan 1.624 jamaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di kantor pusat bank tersebut di Banda Aceh, serta dilaksanakan serentak di seluruh kantor cabang.

Kegiatan yang berlangsung pada 21 April 2026 itu menjadi bagian dari upaya Bank Aceh memperkuat layanan haji berbasis syariah yang menyentuh aspek finansial sekaligus nilai-nilai religius dan budaya lokal masyarakat Aceh.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam setiap tahapan perjalanan ibadah haji merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam membangun ekosistem layanan syariah yang berkelanjutan.

“Bank Aceh tidak hanya memfasilitasi aspek keuangan, tetapi juga memastikan setiap jamaah mendapatkan dukungan penuh sejak persiapan hingga keberangkatan, dengan sentuhan nilai-nilai lokal dan spiritual,” ujarnya.

Dari total jamaah yang diberangkatkan, sebanyak 706 orang merupakan laki-laki dan 918 perempuan. Seluruh proses penyetoran biaya perjalanan haji dilakukan melalui jaringan Bank Aceh yang tersebar di 25 kantor cabang, mulai dari Sabang hingga Jakarta.

Menariknya, pada musim haji tahun ini, Direktur Utama Bank Aceh juga ikut menunaikan ibadah haji reguler. Kehadiran pimpinan tertinggi bank dalam perjalanan spiritual tersebut dinilai menjadi simbol kedekatan emosional antara manajemen dan para nasabah.

Prosesi peusijuk menjadi bagian paling sakral dalam kegiatan tersebut. Tradisi khas Aceh itu diiringi doa bersama agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Pelaksanaan kegiatan secara serentak di seluruh wilayah kerja juga menunjukkan kesiapan Bank Aceh dalam menghadirkan layanan yang terintegrasi, inklusif, serta tetap berakar pada kearifan lokal.

Ke depan, Bank Aceh menyatakan akan terus memperkuat perannya bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam berbagai fase penting kehidupan, termasuk dalam menjalankan rukun Islam kelima.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News