Beranda blog Halaman 120

Mendag: Aktivitas Pasar Kuala Simpang Kembali Pulih 80 Persen Usai Bencana

0
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan peninjauan pascabencana di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh, Tamiang, Aceh, Jumat (9/1/2026). (FOTO: ANTARA/HO-Kemendag)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa aktivitas perdagangan di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, telah pulih sekitar 80 persen setelah terdampak bencana. Hal tersebut disampaikan saat peninjauan lapangan pada Jumat (9/1/2026).

“Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali dengan 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas. Aktivitas ini berjalan paralel dengan pembersihan pasar,” kata Budi.

Ia menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk terus fokus memulihkan pasar-pasar terdampak bencana di Sumatra agar roda perekonomian masyarakat kembali bergerak. Dalam kunjungannya, ia memastikan bahwa sejumlah pedagang telah kembali berjualan dan proses pembersihan pasar masih berlangsung.

“Kami telah mengecek kondisi Pasar Kuala Simpang. Sejumlah pedagang sudah mulai berjualan. Sembari proses pembersihan pasar terus dilakukan, kami terus memastikan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana terus terjaga,” ujarnya.

Pasar Kuala Simpang yang berdiri sejak 1982 merupakan pusat perdagangan terbesar di Aceh Tamiang dengan total 295 pedagang, terdiri dari 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.

Untuk mempercepat pemulihan, Kemendag melalui program Kemendag Peduli telah menyerahkan 100 unit tenda darurat pada 31 Desember 2025 agar pedagang tetap bisa berjualan selama proses rehabilitasi berlangsung. Bantuan serupa juga telah disalurkan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 1, 13, dan 22 Desember 2025, yang berasal dari penggalangan dana pegawai Kemendag, pelaku usaha, dan masyarakat.

Kemendag turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan asosiasi pelaku usaha untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar. Saat ini, stok komoditas seperti ayam, telur, cabai keriting, dan cabai rawit terpantau stabil berkat pasokan dari Takengon dan Medan.

Selain itu, Kemendag telah menyurati Bulog dan ID Food untuk segera mengisi pasokan Minyakita dan beras SPHP ke wilayah terdampak bencana.

Pemerintah Pusat Batalkan Pemotongan Dana TKD Aceh Usai Bencana

0
Mendagri, Tito Karnavian saat rapat pembahasan terkait pemulihan pasca bencana hidrometeorologi Aceh di aula Serbaguna Pemerintah Aceh, Sabtu, 10 Januari 2026 (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah pusat akhirnya memastikan bahwa Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh tidak jadi dipangkas. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam rapat pembahasan pemulihan pascabencana hidrometeorologi Aceh yang digelar di Aula Serbaguna Pemerintah Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Dalam rapat tersebut, Tito menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi guna menangani dampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pembentukan Satgas ini bertujuan mempercepat pemulihan infrastruktur serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

Secara khusus untuk Aceh yang mengalami kerusakan cukup parah, Mendagri mengusulkan kebijakan fiskal berupa pengembalian atau peniadaan pemotongan dana TKD agar proses pemulihan tidak terkendala anggaran. Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, untuk diteruskan kepada Presiden.

“Khusus untuk Aceh yang kategori parah terkena bencana mengusulkan agar TKD dikembalikan. Kita berharap tidak ada pemotongan atau segera dikembalikan agar proses pemulihan tidak terhambat kendala anggaran,” ujar Mendagri, Tito Karnavian saat menggelar rapat.

Rapat itu turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Sekda Aceh M. Nasir, serta para bupati dan wali kota dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Pemerintah pusat berharap melalui keberadaan Satgas dan kepastian kebijakan TKD, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang menyatakan apresiasi kepada Presiden atas kebijakan anggaran 2026 yang memberikan pengecualian kepada Aceh dari kebijakan efisiensi nasional.

“Atas nama Pemerintah Aceh beserta perwakilan 23 Kabupaten/Kota menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas kebijakan ini. Khususnya untuk Aceh yang kategori parah terkena bencana mengusulkan agar Transfer Kas Daerah (TKD) dikembalikan,” ujar Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.

Menurut Fadhlullah, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi cepat antara unsur legislatif dan eksekutif pusat. Ia menjelaskan bahwa Sufmi Dasco Ahmad langsung melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya untuk memohon agar Aceh dikecualikan dari kebijakan efisiensi anggaran nasional mengingat kondisi darurat bencana.

“Artinya, pemerintah pusat memberikan perhatian khusus (diskresi) bagi Aceh. Dana TKD yang awalnya masuk dalam skema efisiensi, kini dikembalikan penuh atau tidak dipotong, sehingga program pembangunan dan rehabilitasi tetap berjalan sesuai rencana,” pungkas Dek Fad.

Korban Bencana di Sumatra Tembus 1.182 Orang, Aceh Perpanjang Masa Tanggap Darurat

0
Keterangan pers terkait penanganan bencana di Sumatra (FOTO: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa total korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana di wilayah Sumatra telah mencapai 1.182 jiwa hingga Jumat (9/1/2026). Dalam dua hari terakhir, tercatat penambahan korban masing-masing 1 orang di Aceh Utara, 2 orang di Langkat, dan 1 orang di Tapanuli Tengah.

Selain korban meninggal, 145 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 238.627 jiwa yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa Provinsi Aceh resmi memperpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026, menyusul masih adanya empat kabupaten yang belum beralih ke fase transisi darurat, termasuk Aceh Tengah dan sejumlah wilayah yang akses daratnya masih terbatas.

“Fokus utama kami saat ini adalah pemulihan akses jalan, distribusi logistik, dan pencarian korban, terutama di wilayah yang masih terisolasi,” tutur Abdul dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat (9/1/2026).

Untuk mendukung percepatan pemulihan, BNPB telah mengerahkan 1.780 unit alat berat di tiga provinsi terdampak guna membuka akses jalan dan memperlancar distribusi bantuan logistik. Sejumlah ruas jalan utama, termasuk jalur Takengon–Gayung, kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat secara terbatas.

Di sektor hunian, BNPB mencatat progres pembangunan 2.500 unit hunian sementara (huntara) yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemerintah juga menyiapkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan per kepala keluarga, dengan 1.114 KK telah menerima pencairan hingga Jumat (9/1/2026).

Kapolres Aceh Tengah Terobos Medan Sulit, Salurkan Bantuan dan Gelar Bhakti Kesehatan bagi Pengungsi Bintang Pepara

0
Kapolres Aceh Tengah Terobos Medan Sulit demi Salurkan Bantuan dan Gelar Bhakti Kesehatan bagi Pengungsi Bintang Pepara. (Foto: Mediahub Polri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepedulian Polri terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H. Ia bersama jajaran menembus wilayah terisolasi menggunakan sepeda motor trail demi menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menggelar Bhakti Kesehatan bagi para pengungsi di Kampung Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (8/1/2025).

Aksi kemanusiaan ini berlangsung di lokasi pengungsian dan melibatkan personel Polres Aceh Tengah, personel BKO Brimob Polda Aceh, serta tim Bhakti Kesehatan dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Aceh Tengah. Kehadiran jajaran kepolisian tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Untuk mencapai lokasi pengungsian, rombongan harus melalui jalur ekstrem dengan kondisi jalan rusak dan berlumpur akibat bencana. Akses kendaraan roda empat tidak memungkinkan, sehingga sepeda motor trail menjadi satu-satunya sarana agar bantuan logistik dan layanan kesehatan dapat menjangkau warga.

Dalam kegiatan itu, Kapolres Aceh Tengah menyerahkan bantuan secara langsung kepada Reje Kampung dan perwakilan masyarakat pengungsi. Selain bantuan sembako, tim Sidokkes juga memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan medis, konsultasi kesehatan, dan pengobatan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga yang mengalami keluhan kesehatan pascabencana.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan Polri.

“Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat, meskipun harus melewati medan yang cukup berat. Penyaluran bantuan dan Bhakti Kesehatan ini merupakan wujud kepedulian Polri agar masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan perhatian, bantuan, dan layanan kesehatan,” ujar Kapolres.

Bantuan yang disalurkan meliputi perlengkapan alat tulis, baju kaos, susu, beras, mi instan, serta bingkisan dari Polri. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat menjalani masa pemulihan pascabencana.

Warga pengungsi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Aceh Tengah beserta seluruh jajaran atas kepedulian dan pelayanan kesehatan yang diberikan, terutama mengingat kondisi akses menuju lokasi yang sulit dan terbatas.

Update Data Bencana Aceh Jumat 9 Januari 2026: 670 Ribu KK Terdampak, Ribuan Fasilitas Rusak

0
Ribuan gelondongan kayu terbawa arus banjir dan longsor di Aceh, menyulitkan kerja relawan China mengevakuasi jenazah korban bencana. (Foto: ANTARA FOTO)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dampak bencana alam hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh sejak awal 2026 kian meluas. Hingga Jumat (9/1/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat 544 orang meninggal dunia dan lebih dari 2,5 juta jiwa terdampak di 18 kabupaten/kota.

Dihimpun Nukilan.id dari data resmi Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2026, jumlah warga terdampak mencapai 670.842 kepala keluarga (KK) atau 2.583.376 jiwa. Selain korban meninggal, tercatat 31 orang hilang, 4.939 orang luka ringan, dan 474 orang luka berat.

Data tersebut dilaporkan oleh Pusat Informasi dan Media Center Komdigi (Doc Rachmad Yuliadi Nasir) di Banda Aceh.

Bencana ini juga memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Hingga laporan terakhir, terdapat 1.008 titik pengungsian yang menampung 56.777 KK atau 214.084 jiwa.

Kerusakan infrastruktur publik tercatat signifikan. Sebanyak 227 gedung atau kantor dilaporkan rusak, disusul 641 rumah ibadah, 149 fasilitas kesehatan, dan 1.710 fasilitas pendidikan yang terdampak.

Sektor transportasi turut mengalami kerusakan berat. Tercatat 1.593 ruas jalan dan 468 unit jembatan mengalami kerusakan, menghambat akses distribusi logistik dan mobilitas warga di sejumlah wilayah.

Kerugian juga meluas pada harta benda dan sektor pertanian. Sebanyak 148.339 unit rumah dilaporkan rusak. Selain itu, 63.187 ekor ternak terdampak, 56.652 hektare sawah, 100.376 hektare kebun, serta 29.785 hektare tambak mengalami kerusakan.

Pihak berwenang menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring dengan pembaruan data di lapangan serta perkembangan kondisi bencana di berbagai daerah terdampak. (XRQ)

Reporter: Akil

Persiraja Resmi Akhiri Kontrak Sejumlah Pemain

0
Persiraja Resmi Akhiri Kontrak Sejumlah Pemain. (Foto: Persiraja)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh resmi mengakhiri kontrak dengan sejumlah pemain jelang musim baru. Keputusan tersebut diumumkan manajemen klub setelah sebelumnya memastikan berpisah dengan sang kapten, Mifthahul Hamdi.

Informasi itu disampaikan melalui unggahan poster ucapan terima kasih di akun Instagram resmi klub, @persiraja_official, yang dikutip Nukilan.id. Dalam unggahan tersebut, tercatat beberapa nama pemain yang kontraknya tidak diperpanjang, yakni Rifaldo, Tyson, Dadang, Tamol, Akilul, Dimas, Antoni, Duta, Riki, Mahyudin, Fajar, dan Rahmat.

Melalui akun resmi tersebut, manajemen Persiraja menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang telah menjadi bagian dari perjalanan klub berjuluk Laskar Rencong itu.

“Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan perjuangan bersama Persiraja. Setiap langkah, keringat, dan semangat yang kalian berikan akan selalu menjadi bagian dari perjalanan Laskar Rencong. Sukses untuk langkah selanjutnya. 𝑳𝒂𝒏𝒕𝒂𝒌 𝑳𝒂𝒋𝒖!” tulis akun tersebut.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari manajemen Persiraja terkait alasan pengakhiran kontrak para pemain tersebut maupun rencana perekrutan pemain baru untuk musim kompetisi mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

Persiraja Resmi Rekrut Bek Kiri Muda Asal Papua, Frank Sokoy

0
Bek Kiri Muda Asal Papua, Frank Sokoy. (Foto: Persiraja)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Persiraja Banda Aceh resmi mendatangkan pemain muda baru untuk memperkuat skuad menghadapi kompetisi Championship musim 2025/26. Kabar tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi klub, @persiraja_official.

Dalam unggahan tersebut tertulis, “Welcome Frank Sokoy!”. Pemain berposisi bek kiri asal Papua itu dipastikan akan menjadi bagian dari Laskar Rencong pada musim mendatang.

Hasil penelusuan Nukilan.id, Frank Sokoy sebelumnya tercatat memiliki pengalaman bermain di sejumlah klub Liga 1 Indonesia. Ia pernah memperkuat Persebaya Surabaya, Barito Putera, Madura United, hingga Persijap Jepara.

Kehadiran Frank diharapkan dapat menambah kedalaman dan kekuatan lini pertahanan Persiraja dalam persaingan Championship 2025/26. Klub juga menyertakan semangat perjuangan dalam pengumuman tersebut dengan kalimat, “Mari berjuang bersama, Lantak Laju!”.

Rekrutan ini menjadi bagian dari langkah Persiraja dalam mempersiapkan tim secara bertahap untuk menghadapi kompetisi musim depan. (XRQ)

Reporter: Akil

Polri Benahi Drainase di Wilayah Pedalaman Aceh Tengah untuk Cegah Banjir

0
Personel Polri membersihkan dan memperbaiki drainase jalan guna mencegah banjir di pedalaman Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (8/1/2026). (Foto: ANTARA/HO-Bidhumas Polda Aceh)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan perbaikan dan pembersihan saluran drainase di sepanjang Jalan Nasional Genting Gerbang–Pameu, Kampung Atu Singkih, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, sebagai upaya pencegahan banjir di wilayah pedalaman Aceh.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, Kamis (8/1/2026), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Polsubsektor Rusip Antara dan Polsek Silih Nara.

“Personel Polri membersihkan dan memperbaiki drainase maupun gorong-gorong yang tersumbat material lumpur dan tanah akibat bencana banjir dan longsor,” kata Muhamad Taufiq.

Sebanyak 15 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut yang dipimpin oleh Komandan Peleton Brimob BKO Polda Aceh. Para personel turun langsung ke dalam saluran drainase untuk membuka aliran air yang tersumbat tanah, batu, kayu, serta lumpur yang selama ini menyebabkan luapan air ke badan jalan nasional dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Personel masuk ke air bercampur lumpur. Mereka tetap bersemangat membersihkan material yang menutup gorong-gorong demi memulihkan fungsi drainase serta memastikan keamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar,” ujar Kapolres.

Menurut Muhamad Taufiq, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah tersebut kembali dilanda banjir susulan akibat tingginya curah hujan sehingga material lumpur kembali menumpuk dan perlu segera ditangani.

Berkat kerja sama dan semangat gotong royong para personel, pembersihan drainase dan badan jalan berhasil dilakukan sehingga Jalan Nasional Genting Gerbang–Pameu kini kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Muhamad Taufiq menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Polri akan terus melakukan berbagai langkah pemulihan pascabencana. Kegiatan serupa akan terus dilakukan dan berkelanjutan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” kata Muhamad Taufiq.

Pemkab Aceh Tengah Setop Sementara Pungutan Parkir Tepi Jalan

0
Petugas Dishub Aceh Tengah memantau kondisi parkiran di sekitaran Puskesmas Kota, Takengon. (Foto: Dishub AT)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengeluarkan instruksi resmi untuk menghentikan seluruh aktivitas pungutan parkir tepi jalan di wilayahnya. Instruksi tersebut tertuang dalam surat bernomor 550/451/DISHUB/2025 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si.

Kebijakan ini diberlakukan seiring dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2025, sehingga seluruh pengelola parkir diwajibkan menghentikan kegiatan operasional mereka mulai akhir tahun.

Dalam surat tersebut, pada poin pertama disebutkan, “Penghentian Operasional. Segala pungutan retribusi dan pengelolaan parkir tepi jalan wajib dihentikan, mulai tanggal 31 Desember 2025.”

Selanjutnya, pada poin berikutnya dijelaskan bahwa “Masa Tunggu. Penangguhan ini berlaku hingga ditetapkannya pengelolaan parkir, untuk Tahun Anggaran 2026 mendatang.” Artinya, seluruh aktivitas pengelolaan parkir akan kembali berjalan setelah adanya penetapan kebijakan baru pada tahun anggaran berikutnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mewajibkan para pengelola parkir untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran retribusi tahun 2025. Pelunasan tersebut harus dilakukan melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) serta disertai dengan penyerahan bukti setor kepada Dinas Perhubungan Aceh Tengah.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari penertiban administrasi pengelolaan parkir sekaligus memastikan seluruh kewajiban daerah pada tahun anggaran 2025 dapat diselesaikan sesuai ketentuan.

Warga Aceh Tamiang Merasa Nyaman di Hunian Sementara, Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah

0
Rika Jahara, salah satu warga yang kini menghuni rumah sementara (foto: dok. istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Setelah lebih dari sebulan tinggal di tenda pengungsian, warga terdampak bencana di Aceh Tamiang kini mulai menempati hunian sementara (huntara) di Kompleks Rumah Hunian Danantara. Kehadiran hunian tersebut menghadirkan suasana baru bagi para pengungsi, terutama anak-anak dan para orang tua.

Anak-anak terlihat bebas berlarian dan bermain di taman bermain yang tersedia. Mereka tampak gembira menikmati ayunan dan ruang terbuka yang sebelumnya tidak mereka miliki selama tinggal di tenda darurat. Beberapa anak bahkan melompat-lompat di atas kasur yang bersih dan rapi di dalam unit hunian.

Orang tua pun terlihat lebih tenang. Mereka duduk di kursi taman yang berada di depan setiap unit sembari mengawasi anak-anak bermain, sebuah pemandangan yang jarang terlihat saat masih berada di pengungsian tenda.

Salah satu warga, Rika Jahara, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menempati hunian tersebut.

“Senang sekali saya, senang. Rasanya jangan dipindah lagi. Terima kasih pemerintah sudah dikasih tempat tinggal kami. Soalnya rumah kita tidak ada lagi. Terima kasih pemerintah,” ujarnya penuh haru, Jumat (9/1/2026).

Hunian sementara itu dirancang dengan konsep fungsional dan jauh dari kesan darurat. Setiap unit dilengkapi satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara, dua tempat tidur, lemari, kipas angin, serta meja makan. Antarblok hunian tersambung oleh jalur yang dilapisi rumput buatan, disertai tanaman penghijauan di setiap pintu.

Selain itu, setiap unit memiliki meteran listrik mandiri dan akses wifi gratis dari Telkom Indonesia. Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, termasuk klinik kesehatan yang berada tak jauh dari kawasan hunian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Dokter Mustakif, memastikan pelayanan kesehatan bagi warga berjalan optimal.

“Di belakang kami, ini ada klinik kesehatan. Tiap hari dan tanpa ada hari libur, baik anak kecil, bayi, sampai dengan lansia, dengan yang penyintas ataupun yang beresiko, termasuk ibu hamil nanti,” katanya.

Keberadaan hunian sementara tersebut membe ri harapan baru bagi para penyintas bencana untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih layak dan aman sambil menunggu solusi hunian permanen.