Beranda blog Halaman 1208

Pengunjung Padati Wisata Puncak Geurutee Saat Arus Balik Lebaran 2024

0
Pengunjung yang sedang bersantai di salah satu warung puncak geurutee. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Calang – Arus balik Lebaran tahun ini menyaksikan lonjakan pengunjung di wisata Puncak Gunung Geureutee.

Belasan warung jajanan di sana menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan eksotis Samudera Hindia sambil menikmati hidangan lokal.

Novi, salah seorang pengunjung, mengungkapkan bahwa dirinya selalu menyempatkan diri untuk mampir di puncak geurutee saat pulang ke Banda Aceh.

“Tempat ini sering saya kunjungi bersama teman, karena (pemandangan) cantik dan cocok buat have fun,” ujarnya kepada Nukilan.id, Senin (15/4/2024).

Menurut Novi, salah satu daya tarik utama adalah menyantap mie instan sambil menikmati segelas kopi.

“Ini merupakan salah satu tempat makan mie instan dengan pemandangan terbaik,” tambah Novi.

Namun, padatnya pengunjung juga menghadirkan tantangan tersendiri. Pemilik warung, Ahmad, menyatakan bahwa arus lalu lintas Meulaboh-Banda Aceh terganggu akibat lahan parkir yang terbatas di penghujung pekan.

“Untungnya, beberapa pemuda dari gampong terdekat turun tangan untuk mengurai kemacetan,” ungkap Ahmad.

Dengan buka hingga larut malam, warung-warung di Puncak Gunung Geureutee siap melayani pengunjung yang datang memadati lokasi ini, baik untuk menikmati kuliner lokal maupun untuk menikmati pemandangan alam yang memukau.

Reporter: Akil Rahmatillah

Umah Jamen Coffee: Menyuguhkan Kopi Terbaik di Suasana Rumah

0
Suasana ngopi di Umah Jamen Coffee. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Bagi para penikmat kopi, khususnya di wilayah Aceh Selatan, kini tak perlu bersusah payah mencari tempat ngopi yang nyaman.

Umah Jamen Coffee, yang terletak di Gampong Gadang, Kecamatan Samadua, telah menjadi destinasi unggulan sejak dibuka pada 21 Januari 2020.

Berdiri di atas dasar kekeluargaan, Umah Jamen Coffee mengembalikan fungsi rumah sebagai tempat untuk melepas penat dan menikmati secangkir kopi berkualitas.

Amatan Nukilan.id di lokasi, Umah Jamen Coffee menyuguhkan secangkir kopi gayo terbaik untuk semua kalangan, sembari menikmati suasana rumah yang nyaman.

Seorang pengunjung setia, Uqra, berbagi pengalamannya di Umah Jamen Coffee.

Uqra mengungkapkan bahwa, konsep cafe yang mirip suasana rumah ini membuat pengunjung dapat menikmati kopi sekaligus merasakan suasana santai seperti sedang ngopi di rumah sendiri.

“Saya sangat menikmati suasana di sini. Kopinya nikmat dan suasana yang tenang membuat saya betah berlama-lama,” ujarnya kepada Nukilan, Minggu, (14/4/2024) sambil menyeruput kopi.

Dengan harapan memberikan yang terbaik bagi semua pengunjung, Umah Jamen Coffee terus berkomitmen untuk menyajikan pengalaman ngopi yang tak terlupakan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Menyingkap Keindahan dan Keunikan Masjid Giok Nagan Raya

0
Masjid Agung Baitul A’La, yang lebih dikenal sebagai Masjid Giok Nagan Raya. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Suka Makmue – Di balik gemerlap batu giok yang mempesona, terhampar keindahan spiritual yang menawan. Masjid Agung Baitul A’La, yang lebih dikenal sebagai Masjid Giok, menjadi magnet bagi wisatawan religi dari seluruh penjuru.

Terletak di Desa Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmur, kompleks Masjid Giok menjadi destinasi istimewa yang menggabungkan keanggunan arsitektur dengan kekuatan spiritual.

Dalam wawancara eksklusif dengan M. Haris, seorang pemuda yang tumbuh di Nagan Raya, Nukilan.id mendapat gambaran mendalam tentang perjalanan panjang pembangunan masjid tersebut.

Menurut Haris, inisiatif untuk membangun Masjid Giok berawal dari pemahaman Bupati T. Zulkarnaen atau yang akrab disapa Ampon Bang tentang potensi alam daerah, terutama keberadaan Batu Giok yang menjadi daya tarik utama.

“Kami memiliki kekayaan alam yang luar biasa, dan Bapak Ampon Bang ingin mengabadikannya dalam bentuk yang bernilai spiritual,” ungkap Haris kepada Nukilan.id, Minggu (14/4/2024)

Melalui kolaborasi dengan pengrajin batu terampil dari Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur, serta pabrik pengolah batu giok di Desa Blang Paseh, pembangunan Masjid Giok menjadi sebuah karya seni yang memukau.

Dengan biaya yang mencapai 10 miliar untuk pembuatan lantai, tiang, dan dinding utama, serta total pengeluaran sekitar 200 miliar untuk keseluruhan proyek, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebuah monumen budaya yang membanggakan.

“Melihat lantai masjid yang terbuat dari batu giok, rasanya begitu dingin dan menenangkan. Ini membuktikan bahwa keindahan alam dapat dipadukan dengan kebutuhan spiritual kita,” tambah Haris dengan penuh kebanggaan.

Tidak hanya menjadi pusat ibadah, Masjid Giok juga menjadi destinasi wisata religi yang menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Keunikan arsitekturnya yang menggabungkan gaya Asia Tenggara, Turki, Timur Tengah, dan Aceh, membuat setiap sudut masjid menjadi saksi bisu perpaduan budaya yang memukau.

Bagi para pengunjung, pengalaman beribadah di Masjid Giok bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang mendalam.

Dengan kesaksian langsung dari para pengunjung, kehadiran Masjid Giok di Nagan Raya menjadi sebuah cerminan keajaiban arsitektur dan keindahan alam yang tidak ternilai.

Reporter: Akil Rahmatillah

Terancam Tak Bisa Gelar Pilkada 2024, Sekda Subulussalam Berikan Konfirmasi

0
Sekretaris Daerah Kota Subulussalam H. Sairun, S.Ag, M.Si. (Foto: subulussalamkota.go.id)

NUKILAN.id | Subulussalam – Kabar mengejutkan datang dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.  Kabupaten Bener Meriah dan Kota Subulussalam menghadapi ancaman tidak dapat melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.

Hal ini disebabkan oleh belum diterimanya transfer anggaran Pilkada tahap pertama dari pemerintah setempat oleh dua Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten/kota tersebut.

Saiful Bismi, Ketua KIP Aceh, menjelaskan bahwa hingga saat ini anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan tahapan Pilkada belum tersedia. Sementara itu, kegiatan tahapan Pilkada di bulan April telah dimulai di daerah-daerah lain.

“Sampai saat ini belum disalurkan anggaran oleh Pemda makanya tidak bisa dilakukan tahapan. Sementara April ini tahapan Pilkada di kabupaten kota lainnya sudah berjalan,” terangnya.

Saiful menyampaikan, jika alasan pemerintah setempat tidak memiliki anggaran maka itu sungguh tidak logis karena mereka sudah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Menyoroti masalah ini, Nukilan.id mencoba menghubungi Sairun, Sekretaris Daerah Kota Subulussalam, untuk mendapatkan konfirmasi. Terkait dengan belum tersalurnya Dana Pilkada kepada KIP Kota Subulussalam, Sairun menjelaskan bahwa kendala utamanya adalah defisit anggaran di Kota Subulussalam.

“Namun, pemerintah kota telah melakukan pemetaan terkait pembiayaan Pilkada meskipun dalam kondisi keuangan defisit,” kata Sairun kepada Nukilan.id, Minggu (14/4/2024) melalui sambungan telepon.

Sairun mengungkapkan bahwa, saat ini pemerintah kota Subulussalam harus memprioritaskan pembiayaan yang lebih urgen, terutama karena bulan Ramadan saat ini berjalan bersamaan dengan bulan April, yang merupakan bulan di mana pemerintah harus membiayai kegiatan yang sangat penting.

“Kemarin Pemerintah Kota subulussalam juga sudah menerima kunjungan dari KIP Kota Subulussalam terkait NPHD yang sudah ditanda tangani antara pemerintah kota dengan KIP,” papar Sairun.

Sairun menambahkan, Pemerintah Kota Subulussalam akan menyelesaikan pembiayaan NPHD ini setelah Hari Raya Idul Fitri, dengan jaminan bahwa penyelesaiannya tidak akan melewati bulan Mei.

“Maka untuk pembiayaan NPHD dari pemerintah ke KIP akan diselesaikan setelah lebaran, yang jelas kita akan kita selesaikan tidak boleh telat dari bulan lima,” tutupnya.

Dalam situasi ini, ketidakpastian terkait pelaksanaan Pilkada serentak di dua daerah ini menjadi sorotan. Diperlukan koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah setempat dan lembaga terkait untuk menjamin kelancaran proses demokrasi di daerah tersebut.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pengancaman Terhadap Wartawan oleh Oknum Sopir Camat Kota Juang

0
Ilustrasi. (Foto: Gibas news)

NUKILAN.id | Bireuen – Kebebasan pers kembali menjadi sorotan di Bireuen setelah Fajri Bugak, seorang wartawan dari media Dialeksis.com, melaporkan pengancaman yang dialaminya oleh seorang oknum sopir Camat Kota Juang berinisial TF. Peristiwa ini mencuat setelah Fajri Bugak menyoroti isu sewa lapak meugang yang menimbulkan kontroversi.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Fajri Bugak, ancaman pertama terjadi pada Jumat malam (12/4/2024) sekitar pukul 22.48 WIB, ketika ia menerima panggilan telepon dari seseorang yang tidak dikenal.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa pemanggil tersebut adalah TF, yang bekerja sebagai sopir Camat Kota Juang. Pada panggilan tersebut, TF dilaporkan menggunakan kata-kata kasar dan mengancam.

Fajri menganggap persoalan selesai setelah kejadian tersebut. Tidak disangka, pada Sabtu malam (13/4/2024) sekitar pukul 19.40 WIB, TF kembali menelepon dengan ancaman yang lebih serius.

Fajri Bugak mengungkapkan bahwa TF mengancam akan melakukan penculikan jika Fajri tidak datang untuk bertemu dengannya di warung Pondok di Kota Matang Glp Dua. Ancaman tersebut membuatnya merasa tidak aman.

“Ancaman yang dilontarkan kali ini lebih parah lagi,” tambah Fajri Bugak, mengulangi kata-kata ancaman yang dilontarkan oleh sopir Camat Kota Juang tersebut, Minggu, (14/4/2024).

Menanggapi peristiwa ini, Fajri Bugak merasa terancam dan tidak nyaman, sehingga ia memutuskan untuk membuat laporan polisi ke Polres Bireuen, yang telah diterima dengan nomor laporan STTLP/82/IV/2024/SPKT/Polres Bireuen/Polda Aceh.

Dalam tanggapannya terhadap pemberitaan tersebut, Taufiq, sopir Camat Kota Juang Bireun, membantah telah mengancam Fajri Bugak.

Menurutnya, ia hanya mengundang Fajri untuk bertemu dan berdiskusi secara santai, dengan harapan dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi.

“Berita yang dimuat Dialeksis.com yang ditulis saudara Fajri, tidak semuanya benar. Tidak ada pungli, karena pengutipan sewa lapak itu sesuai dengan hasil kesepakatkan semuanya pihak,” jelas Taufiq ketika diwawancarai.

Taufiq menyatakan bahwa pemberitaan tersebut telah merusak nama baiknya dan membuatnya malu di depan keluarga dan kerabatnya. Dia menegaskan bahwa pemberitaan seharusnya tidak hanya mengandalkan satu sisi cerita, namun memberikan ruang bagi semua pihak untuk menjelaskan pandangan mereka.

Dalam laporan yang ditulis oleh Fajri Bugak sebelumnya, terungkap bahwa ada dugaan pungutan liar dalam proses sewa lapak meugang di Kota Juang. Namun, tanggapan dari pihak terkait menyoroti perbedaan persepsi terhadap masalah ini.

Pantai di Abdya Tidak Memenuhi Standar Kebersihan, Ini Respon Akademisi Kesehatan Lingkungan UTU

0
Akademisi dari Universitas Teuku Umar, Yulizar Kasma. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Blangpidie – Pascaperayaan Idul Fitri, liburan menjadi momen yang dinanti-nantikan bagi warga Aceh. Namun, keberadaan wisata pantai sebagai pilihan utama ternyata mengecewakan bagi banyak orang, terutama di wilayah Aceh Barat Daya (Abdya).

Akademisi dari Universitas Teuku Umar, Yulizar Kasma, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi pantai di Abdya. Dari Pulau Kayu hingga Pantai Bali, pantai-pantai tersebut dipenuhi dengan sampah, mulai dari sampah botol plastik hingga popok bayi. Kondisi ini jelas tidak mencerminkan upaya serius pemerintah setempat dalam menjaga kebersihan fasilitas publik, yang seharusnya menjadi prioritas bagi kenyamanan masyarakat.

“Para pengelola warung di sekitar pantai juga mengeluhkan kurangnya pembinaan dan bantuan dari pemerintah, terutama dari Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kemukiman. Mereka terpaksa mengatasi masalah kebersihan ini sendiri,” ungkap Yulizar, yang juga merupakan warga asli Abdya.

Menurut Yulizar, kondisi kotor dan tidak terawatnya tempat-tempat wisata ini merugikan tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga mengecewakan wisatawan yang datang dari luar daerah.

“Saya punya teman yang datang dari Tasikmalaya, Jawa Barat, ke pantai-pantai di sini dan mereka terkejut melihat betapa buruknya keadaan pantai-pantai ini,” tambahnya.

Kritik juga dilayangkan terhadap promosi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Meskipun media-media telah banyak mempromosikan kebersihan pantai di Aceh, namun kenyataannya jauh dari ekspektasi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya evaluasi serius terhadap upaya pemasaran dan pemeliharaan lingkungan di sektor pariwisata.

Dalam menghadapi masalah ini, masyarakat Abdya menyerukan agar pemerintah daerah dan aparat desa bertindak tegas. Mereka menuntut pembinaan yang lebih intensif dan program pariwisata yang berbasis lingkungan.

“Pemerintah Abdya wajib memantau kondisi ini secara langsung. Apa gunanya Dinas Pariwisata jika tidak mampu menjaga kebersihan dan keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisata pantai di daerah ini?” tegas Yulizar.

Dengan adanya kritik ini, diharapkan Pemerintah Abdya dapat segera merespons dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kondisi pantai-pantai tersebut. Kebersihan dan keindahan alam merupakan aset berharga yang harus dijaga dengan baik demi masa depan pariwisata Aceh Barat Daya yang berkelanjutan.

Editor: Akil Rahmatillah

Jelang Lawan Qatar U-23, STY: Persiapan Kami Tidak Sempurna

0
Shin Tae Yong pelatih Timnas Indonesia. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta – Pelatih Shin Tae Yong mengungkapkan persiapan Timnas Indonesia U-23 jelang lawan Qatar dalam pertandingan pembuka Piala Asia U-23 2024, Senin (15/4), tidak sempurna.

Timnas Indonesia U-23 akan melakoni debut di Piala Asia U-23 2024 melawan Qatar dalam laga pertama turnamen ini di Stadion Jassim Bin Hamad.

Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Shin Tae Yong memuji kekuatan lawan-lawan Indonesia U-23 di Grup A: Qatar, Australia, dan Yordania.

“Qatar, Australia, dan Yordan adalah tim yang sangat kompetitif. Terutama Qatar dan Yordania adalah juara dan runner up Piala Asia 2023 pada Januari lalu,” ujar Shin Tae Yong.

Pelatih asal Korea Selatan itu lalu menjelaskan situasi di dalam skuad Garuda Muda. Menurut STY, persiapan Timnas U-23 ke Piala Asia U-23 tidak berjalan baik.

“Seluruh tim sangat-sangat kuat. Anda tahu Piala Asia U-23 ini bukanlah kalender FIFA, jadi saya tidak bisa mengatakan kami memiliki persiapan yang sempurna,” kata STY.

“Tapi kami tetap memiliki keinginan menantang, meningkatkan, dan mengembangkan diri kami, dan berharap kami bisa memberikan penampilan terbaik selama di turnamen ini,” ucap STY melanjutkan.

Persiapan yang tidak sempurna itu di mata Shin Tae Yong adalah komposisi tim yang tidak benar-benar sesuai keinginannya. Sejumlah pemain yang diharapkan tidak kunjung bergabung, seperti Elkan Baggott, Nathan Tjoe-A-On, hingga Justin Hubner yang dilaporkan baru bergabung pada Rabu (17/4/2024) mendatang.

Pertandingan pertama melawan Qatar krusial bagi Timnas Indonesia U-23. Guna mendapatkan hasil baik di Grup A, Tim Merah Putih perlu mendapatkan kepercayaan diri pada laga pembuka.

Editor: Akil Rahmatillah

Libur Lebaran, Wisata Pulau Dua Aceh Selatan Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Luar Daerah

0
Wisata Pulau Dua Aceh Selatan Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Luar Daerah. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Pulau Dua, destinasi unggulan yang terletak di Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, menjadi pusat perhatian para wisatawan selama liburan Lebaran tahun ini. Dengan pemandangan eksotis dan beragam fasilitas pendukung, pulau ini berhasil menarik minat baik dari wisatawan lokal maupun luar daerah.

Amatan Nukilan.id di lokasi, sarana dan prasarana pendukung seperti musala, penerangan, sanitasi, dan alat-alat khusus bagi wisatawan telah disiapkan dengan baik. Semua ini bertujuan untuk memberikan pengalaman wisata yang memuaskan bagi para pengunjung.

Dalam wawancara dengan salah seorang pengunjung, Syahrul, menjelaskan bahwa Pulau Dua telah dikembangkan menjadi destinasi favorit di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan 7 tahun lalu Pulau Dua belum di permak sedemikian rupa.

“Tujuh tahun lalu tidak seperti ini. Kini, Pulau Dua menjadi destinasi unggulan. Di Pulau Dua juga sudah dibangun dermaga dan rumah tinggal bagi wisatawan yang ingin bermalam di tempat tersebut,” ujar Syahrul kepada Nukilan.id, Minggu (14/4/2024).

Pemuda asal Aceh Selatan ini mengungkapkan bahwa, Pulau Dua sering disebut sebagai surga tersembunyi dengan pemandangan eksotisnya yang memikat. Biota laut Samudra Hindia yang kaya akan keindahan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pengunjung lainnya, Maya, mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan Pulau Dua yang sangat menakjubkan.

“Saya sangat terkesan dengan keindahan alam Pulau Dua. Pemandangannya sungguh menakjubkan, terutama saat matahari terbenam,” ujar Maya.

Wanita Asal Sidikalang ini juga menambahkan juga menambahkan bahwa fasilitas yang disediakan di pulau ini sangat memadai.

“Fasilitas seperti dermaga, rumah tinggal, dan sarana pendukung lainnya membuat kunjungan kami semakin nyaman dan menyenangkan,” katanya.

Pulau Dua juga menawarkan berbagai kegiatan wisata bahari seperti menyelam, kemah, dan memancing. Pantai indah dengan pasir putihnya menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Lokasi Pulau Dua yang tidak terlalu jauh dari jalan nasional Tapaktuan membuatnya mudah diakses oleh para wisatawan. Hanya butuh waktu sekitar satu jam dari Kota Tapaktuan untuk sampai ke Bakongan Timur.

Sedangkan untuk menyeberang ke Pulau Dua, membutuhkan waktu kurang dari 15 menit menggunakan perahu.

Dengan semua keunggulan yang dimiliki Pulau Dua, tidak mengherankan jika destinasi wisata ini ramai dipadati pengunjung, terutama selama libur Lebaran. Keindahan alamnya yang memesona dan fasilitas yang lengkap menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang berkesan dan menyenangkan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Aceh Selatan

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Istockphoto)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Gempa berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, pada hari Minggu ini. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat sekitar 37 km Tenggara Kabupaten Aceh Selatan.

Pusat gempa tepatnya terletak di koordinat 3.00 Lintang Utara dan 97,42 Bujur Timur dengan kedalaman 16 kilometer. Kejadian terjadi pada pukul 15.57 WIB. Meskipun gempa terasa kuat, dampaknya dirasakan dengan skala III-IV (MMI) di Aceh Selatan.

Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa atau kerusakan materiil akibat guncangan tersebut. Tim BMKG masih terus memantau situasi pasca-gempa untuk memastikan keamanan dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang tidak dapat diprediksi dengan pasti, namun penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi situasi darurat. Untuk itu, BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti petunjuk keselamatan yang telah disiapkan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Nyusuk: Adat Pertunangan Suku Kluet di Gampong Sapik

0
Nyusuk adalah Adat Pertunangan Suku Kluet. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Dalam sebuah tradisi yang kaya akan adat istiadat, Gampong Sapik, Kecataman Kluet Timur, mengabadikan langkah kedua dalam perjalanan perkawinan dengan Nyusuk atau Meminang. Kegiatan ini menjadi cerminan nilai-nilai budaya yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan wawancara eksklusif dengan Yusnir, seorang tokoh adat masyarakat Kluet, Nyusuk adalah momen penting yang dilakukan dari pihak laki-laki kepada perempuan, dengan dilaksanakan pada malam hari di rumah perempuan.

Yusnir menegaskan bahwa keseluruhan proses Nyusuk harus melibatkan berbagai pihak, termasuk wali, pegawai adat dan pegawai hukum, ninik mamak, pemamoan, dan ketua pemuda.

“Adat ini memperlihatkan kekayaan budaya suku Kluet yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujar Yusnir kepada Nukilan, Minggu (14/4/2024).

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam Nyusuk pun tidak main-main, seperti yang diungkapkan oleh Yusnir. Diantaranya adalah keberadaan pengantin perempuan dan laki-laki, kehadiran mas kawin atau mahar sebagai lambang kesepakatan, serta keterlibatan berbagai pihak termasuk pegawai adat, pegawai hukum, pemamoan, dan wali dari kedua belah pihak.

“Spirit kebersamaan dan keadilan sangat kental dalam setiap tahapan Nyusuk,” tambah Yusnir seraya menegaskan pentingnya adanya kerja sama antara keluarga calon pengantin.

Tak hanya itu, Gampong Sapik juga memiliki aturan yang tegas terkait batas waktu pertunangan.

“Pertunangan hanya boleh berlangsung selama satu bulan, setelah itu harus segera dinikahkan,” jelas Yusnir.

Namun, ada juga opsi bagi kedua belah pihak untuk mengembalikan keputusan pertunangan jika diperlukan.

Mas kawin, yang menjadi salah satu poin penting dalam proses ini, ditetapkan secara adil oleh pegawai adat dan pegawai hukum.

“Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan nilai-nilai yang telah ada sejak nenek moyang,” ungkap Yusnir.

Dengan demikian, Nyusuk tidak hanya sekadar sebuah ritual, tetapi juga sebuah perwujudan dari kekayaan budaya dan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Gampong Sapik, Kluet Timur.

Reporter: Akil Rahmatillah