Thursday, May 30, 2024

Pantai di Abdya Tidak Memenuhi Standar Kebersihan, Ini Respon Akademisi Kesehatan Lingkungan UTU

NUKILAN.id | Blangpidie – Pascaperayaan Idul Fitri, liburan menjadi momen yang dinanti-nantikan bagi warga Aceh. Namun, keberadaan wisata pantai sebagai pilihan utama ternyata mengecewakan bagi banyak orang, terutama di wilayah Aceh Barat Daya (Abdya).

Akademisi dari Universitas Teuku Umar, Yulizar Kasma, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi pantai di Abdya. Dari Pulau Kayu hingga Pantai Bali, pantai-pantai tersebut dipenuhi dengan sampah, mulai dari sampah botol plastik hingga popok bayi. Kondisi ini jelas tidak mencerminkan upaya serius pemerintah setempat dalam menjaga kebersihan fasilitas publik, yang seharusnya menjadi prioritas bagi kenyamanan masyarakat.

“Para pengelola warung di sekitar pantai juga mengeluhkan kurangnya pembinaan dan bantuan dari pemerintah, terutama dari Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kemukiman. Mereka terpaksa mengatasi masalah kebersihan ini sendiri,” ungkap Yulizar, yang juga merupakan warga asli Abdya.

Menurut Yulizar, kondisi kotor dan tidak terawatnya tempat-tempat wisata ini merugikan tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga mengecewakan wisatawan yang datang dari luar daerah.

“Saya punya teman yang datang dari Tasikmalaya, Jawa Barat, ke pantai-pantai di sini dan mereka terkejut melihat betapa buruknya keadaan pantai-pantai ini,” tambahnya.

Kritik juga dilayangkan terhadap promosi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Meskipun media-media telah banyak mempromosikan kebersihan pantai di Aceh, namun kenyataannya jauh dari ekspektasi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya evaluasi serius terhadap upaya pemasaran dan pemeliharaan lingkungan di sektor pariwisata.

Dalam menghadapi masalah ini, masyarakat Abdya menyerukan agar pemerintah daerah dan aparat desa bertindak tegas. Mereka menuntut pembinaan yang lebih intensif dan program pariwisata yang berbasis lingkungan.

“Pemerintah Abdya wajib memantau kondisi ini secara langsung. Apa gunanya Dinas Pariwisata jika tidak mampu menjaga kebersihan dan keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisata pantai di daerah ini?” tegas Yulizar.

Dengan adanya kritik ini, diharapkan Pemerintah Abdya dapat segera merespons dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kondisi pantai-pantai tersebut. Kebersihan dan keindahan alam merupakan aset berharga yang harus dijaga dengan baik demi masa depan pariwisata Aceh Barat Daya yang berkelanjutan.

Editor: Akil Rahmatillah

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img