Beranda blog Halaman 11

Warga Huntara Aceh Tamiang Keluhkan Air Keruh dan Biaya Listrik, PCNU Soroti Penanganan

0
Warga Huntara Aceh Tamiang Keluhkan Air Keruh dan Biaya Listrik. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Warga korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang yang kini menempati hunian sementara (huntara) mengeluhkan buruknya fasilitas dasar, terutama ketersediaan air bersih dan beban biaya listrik yang harus mereka tanggung sendiri.

Keluhan tersebut disampaikan warga Huntara II yang berada di sekitar Kantor Bupati Aceh Tamiang, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru. Hunian yang semestinya menjadi tempat tinggal sementara yang layak justru dinilai belum memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Salah seorang warga, Lisa, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak menempati huntara. Ia menyebut air yang tersedia dalam kondisi keruh dan berbau, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami di sini kesulitan air. Sejak tinggal di sini, airnya keruh, berbau, dan anak saya yang masih kecil dengan kulit sensitif sampai alergi dan gatal-gatal,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa adanya perbaikan signifikan. Dampaknya mulai dirasakan, terutama oleh anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan.

“Awalnya kami kira lama-kelamaan airnya akan jernih, tapi sampai sekarang tetap keruh dan justru membawa penyakit,” katanya.

Selain persoalan air bersih, warga juga mengeluhkan biaya listrik yang harus dibayar melalui sistem token. Dalam kondisi ekonomi yang sulit pascabencana, biaya tersebut menjadi beban tambahan bagi keluarga.

“Listrik seminggu bisa Rp50 ribu. Kami sudah tidak punya penghasilan lagi, jadi ini sangat berat,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Hendra Gunawan, warga lainnya, yang menyoroti kualitas pembangunan sumur bor di lokasi huntara. Ia menilai hasil yang ada tidak sebanding dengan anggaran yang disebut cukup besar.

“Kalau memang anggaran sumur bor besar, tapi hasilnya seperti ini, tentu kami kecewa. Airnya masih keruh dan berbau,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi agar fasilitas yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Rais Syuriah PCNU Aceh Tamiang menegaskan bahwa persoalan kebutuhan dasar warga huntara tidak boleh diabaikan dan harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Jika ini tidak terpenuhi, maka akan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti beban biaya listrik yang dinilai tidak seharusnya ditanggung sepenuhnya oleh warga dalam kondisi darurat.

“Dalam situasi bencana, seharusnya ada kebijakan yang meringankan beban masyarakat, termasuk soal listrik. Jangan sampai mereka yang sudah terdampak justru semakin terbebani,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil yang dialami masyarakat serta mempercepat solusi konkret.

“Harus ada evaluasi menyeluruh, baik dari sisi pembangunan fasilitas maupun pengelolaannya. Ini menyangkut kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk turut memperhatikan kondisi warga terdampak bencana agar proses pemulihan tidak hanya sebatas penyediaan hunian, tetapi juga menjamin kelayakan hidup.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas air bersih serta memberikan keringanan biaya listrik. Mereka menginginkan kehidupan yang lebih layak selama masa pemulihan pascabencana.

“Kami hanya butuh air bersih yang layak dan bantuan untuk meringankan beban hidup kami. Di sini banyak anak kecil dan bayi,” ujar Lisa.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak hanya soal relokasi atau penyediaan hunian sementara, tetapi juga memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara layak dan berkelanjutan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Hujan Es Terjang Aceh Tengah, Tanaman Kopi Warga Rusak

0
Hujan Es di Aceh Tengah Rusak Tanaman Kopi Warga. (Foto: Dokumen Warga)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Cuaca ekstrem berupa hujan es melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada tanaman milik warga, terutama komoditas kopi.

Berdasarkan laporan warga, dua kampung yang terdampak cukup parah yakni Kampung Bukit Sari di Kecamatan Jagong Jeget dan Kampung Merah Muyang di Kecamatan Atu Lintang.

“Setahu saya yang cukup parah di kampung kami, Merah Muyang dan Kampung Bukit Sari. Ukuran butir-butir hujan esnya cukup besar, bahkan ada yang seukuran kelereng,” ucap Didi Tata, dikutip dari Kompas.com.

Didi menjelaskan, sebelum hujan es turun, kondisi langit terlihat mendung disertai suara petir dan angin kencang. Tak lama kemudian, hujan es pun mengguyur wilayah tersebut.

Hujan es yang datang secara tiba-tiba itu berdampak pada kerusakan tanaman warga. Tanaman kopi menjadi yang paling terdampak, mulai dari daun, bunga, hingga buah yang masih kecil mengalami kerontokan.

“Padahal, bunga hampir mekar, begitu pun buah-buah kecil kopi pasca-pembungaan sebelumnya sebagian rontok akibat hujan es,” tutur Didi.

Ia menambahkan, fenomena hujan es menjadi ancaman serius bagi petani, tidak hanya bagi komoditas kopi tetapi juga tanaman palawija lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan hasil panen akibat stres pada tanaman.

Didi berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, mengingat sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan perekonomian dari sektor pertanian.

“Semoga ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi, biar kualitas dan kuantitas hasil panen pertanian masyarakat di sini tetap terjaga,” tuturnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bantuan Hong Kong Disaster Relief Fund Jangkau Delapan Desa Terdampak Banjir di Aceh Utara

0
Dukungan Psikososial dan Sosialisasi GBV, serta Penyaluran Bantuan Shelter Kit, Hygiene kit, Foods Item dan On Distribution Monitoring (ODM) untuk Masyarakat Penyintas Banjir di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang Aceh Utara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Masyarakat terdampak banjir di delapan desa di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menerima bantuan kemanusiaan yang didukung Hong Kong Disaster Relief Fund melalui kolaborasi Flower Aceh dan Lifeguards Aceh bersama Penabulu–Oxfam pada 1 hingga 6 April 2026.

Bantuan yang disalurkan mencakup dukungan psikososial (PSS), sosialisasi pencegahan kekerasan berbasis gender (GBV), bantuan kebutuhan dasar seperti shelter kit, hygiene kit, dan makanan, serta pemantauan distribusi melalui mekanisme On Distribution Monitoring (ODM) untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran.

Humanitarian Manager Yayasan Penabulu–Oxfam, Anggoro Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan respon kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, respon dilakukan melalui asesmen cepat kebutuhan masyarakat, pemberian dukungan psikososial, sosialisasi pencegahan kekerasan berbasis gender, serta pemantauan distribusi bantuan.

“Pentingnya rapid assessment, integrasi PSS dan GBV, serta monitoring distribusi sebagai kunci respon yang inklusif, transparan, dan berdampak jangka panjang,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, menegaskan bahwa respon kemanusiaan ini mengintegrasikan pendekatan perlindungan, keadilan gender, dan inklusi sosial dalam setiap tahapan.

“Perempuan, anak, dan kelompok rentan menghadapi risiko berlapis dalam situasi bencana. Karena itu, seluruh tahapan respon, mulai dari asesmen, perencanaan hingga evaluasi, mengintegrasikan perspektif Gedsi, perlindungan dan dukungan psikososial,” ujarnya.

Salah satu penyintas banjir, Khairunnisa, mengaku bantuan yang diterima sangat membantu keluarganya setelah rumahnya terdampak banjir dan dipenuhi lumpur.

“Kami sangat terbantu dengan dukungan ini, terutama paket kebersihan, perlengkapan shelter, dan makanan. Bantuan ini membuat kami merasa diperhatikan dan didukung untuk bisa kembali tenang setelah banjir,” katanya.

Tak hanya sebagai penerima manfaat, Khairunnisa kini juga terlibat dalam kegiatan respon kemanusiaan bersama Flower Aceh dan jaringan relawan di sejumlah lokasi terdampak.

Ketua Lifeguards Aceh, T. Ayatullah Bani Baeit, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan terjadwal di delapan desa terdampak, yakni Babah Buloh, Meunasah Pulo, Blang Reuling, Riseh Teungoh, Riseh Tunong, Payarabo Lhok, Blang Teurakan, dan Gunci.

Ia menambahkan, proses distribusi melibatkan aparatur desa dan masyarakat guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Pihaknya juga mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga ini yang dinilai mampu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak banjir di Aceh, sekaligus memperkuat sistem perlindungan berbasis komunitas, ketangguhan lokal, serta kepemimpinan lembaga lokal dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Arus Lebaran 2026 di Aceh Melonjak, 201 Ribu Kendaraan Melintas Tol Sibanceh

0
Tol Sibanceh Seksi Padang Tiji–Seulimeum. (Foto: Dok PT Hutama Karya)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh mencatat lonjakan signifikan arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2026. Pergerakan kendaraan di ruas Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) mencapai 201.670 kendaraan selama periode angkutan lebaran.

Peningkatan ini dipicu oleh beroperasinya akses tol hingga Padang Tiji yang mempermudah konektivitas menuju Banda Aceh. Akses yang lebih cepat dan efisien turut mendorong tingginya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik maupun kunjungan wisata.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal ST.MT., Jumat (3/4/2026) mengatakan, tingginya angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis seiring membaiknya infrastruktur.

“Pergerakan kendaraan pada masa mudik dan arus balik lebaran tahun ini sangat tinggi. Kehadiran tol sangat membantu distribusi perjalanan masyarakat sehingga arus lalu lintas dapat terurai dengan lebih baik,” ujar Faisal.

Berdasarkan data PT Hutama Karya selaku operator tol, puncak pergerakan kendaraan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan total 18.058 kendaraan dalam satu hari. Gerbang Tol Padang Tiji menjadi titik tersibuk dengan total 87.780 kendaraan selama periode lebaran. Secara keseluruhan, lalu lintas tol meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain kendaraan pribadi, mobilitas masyarakat juga terlihat tinggi pada berbagai moda transportasi. Pada angkutan darat, jumlah penumpang mencapai 107.648 orang atau meningkat 15,4 persen dibandingkan tahun lalu. Puncaknya terjadi pada 17 Maret 2026 dengan 9.285 penumpang.

Pergerakan ini dilayani melalui sejumlah terminal tipe A seperti Batoh, Lhokseumawe, Paya Ilang, Langsa, dan Meulaboh, serta terminal tipe B di antaranya Sigli, Aceh Tamiang, Calang, Abdya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Bireuen, dan Terminal L300 Lueng Bata.

Sementara itu, angkutan laut mencatat 65.703 penumpang, dengan puncak pada 28 Maret 2026 sebanyak 7.414 penumpang. Layanan ini beroperasi melalui pelabuhan Ulee Lheue, Balohan, Lamteng, Calang, Labuhan Haji, Sinabang, Singkil, dan Pulau Banyak.

Adapun angkutan udara mencatat 40.887 penumpang atau meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus terjadi pada 14 Maret 2026 dengan 3.071 penumpang, yang dilayani melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Malikussaleh, Rembele, Cut Nyak Dhien, dan Lasikin.

“Ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat selama lebaran tidak hanya didominasi kendaraan pribadi, tetapi juga didukung oleh angkutan umum di semua moda yang tetap tinggi,” kata Faisal.

Ia menambahkan, angka mobilitas tersebut berpotensi jauh lebih besar jika dihitung bersama pengguna kendaraan pribadi di seluruh ruas jalan.

“Jika dihitung secara keseluruhan, termasuk kendaraan pribadi di jalan tol maupun ruas lainnya, maka jumlah orang yang melakukan perjalanan dipastikan jauh lebih besar dari data angkutan umum yang tercatat,” ujar Faisal.

Faisal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran arus lebaran, termasuk kepolisian, Jasa Raharja, Balai Pengelola Transportasi Darat Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, ASDP, serta Angkasa Pura.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga arus mudik dan arus balik lebaran di Aceh dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Deden Supriyatna Imhar, menyebut pihaknya telah melakukan berbagai langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas, terutama di titik rawan kepadatan.

Ia menyoroti kawasan Kuta Blang, Bireuen, sebagai salah satu titik krusial sejak awal arus mudik. Di lokasi tersebut dilakukan penguatan personel dan rekayasa lalu lintas karena adanya perbaikan jembatan serta tingginya volume kendaraan.

“Sejak arus mudik, Kuta Blang menjadi perhatian karena volume kendaraan cukup tinggi, bahkan lebih besar dari arah Banda Aceh menuju Medan. Saat arus balik, personel kami masih tetap standby di lokasi untuk memastikan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Deden juga mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama periode lebaran tahun ini menurun, dari 73 kasus tahun lalu menjadi 47 kasus. Namun, jumlah korban meninggal dunia justru meningkat dari 15 orang menjadi 20 orang.

“Beberapa faktor penyebab di antaranya kehilangan kendali saat berkendara, tidak menggunakan helm, serta berkendara dengan kecepatan tinggi,” kata Deden.

Ia menambahkan, daerah rawan kecelakaan meliputi Banda Aceh, Aceh Jaya, dan Aceh Timur. Bahkan, Aceh Tenggara yang sebelumnya tidak termasuk titik rawan, tahun ini mencatat dua korban meninggal dunia.

Pihak kepolisian akan terus menyiagakan personel di titik-titik rawan hingga arus balik benar-benar selesai dan kondisi lalu lintas kembali normal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Siswi Inspiratif SMP 14 Takengon, Laila Ramadhani, Raih Apresiasi Bupati Aceh Tengah

0
Siswi Inspiratif SMP 14 Takengon, Laila Ramadhani Raih Apresiasi Bupati Aceh Tengah (Foto: Humas AT)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Sosok Laila Ramadhani, siswi kelas 12 dari SMP 14 Takengon, mencuri perhatian berkat prestasi dan kepribadiannya yang inspiratif. Ia dikenal sebagai pelajar berprestasi yang memiliki suara merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta rutin mengkhatamkan Al-Qur’an sejak masih duduk di bangku sekolah.

Di sekolahnya, SMP 14 Takengon menerapkan aturan yang melarang siswa membawa telepon genggam. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membentuk disiplin sekaligus menjaga fokus belajar para siswa.

Di balik prestasinya, Laila menyimpan kisah perjuangan. Ia sempat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah beberapa bulan lalu hingga rumah keluarganya ikut terdampak. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an.

Kisah inspiratif Laila juga disampaikan oleh guru kelasnya, Ruhdini (59). Meski bukan anak kandung, Ruhdini dengan penuh keikhlasan rutin mengantar Laila ke sekolah sejak tinggal di Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, hingga kini menetap di Luwang, Kampung Kute Lintang.

“Saya sudah lama mengantar Laila. Orangnya sangat gigih, selalu membaca Al-Qur’an. Bakatnya luar biasa, suaranya sangat merdu. Bahkan saya belajar tajwid dan harkat darinya”, ucap Ruhdini.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut dilakukan dengan tulus meskipun jarak rumah mereka tidak searah. “Saya ikhlas mengantarkan walau berbeda tujuan rumah”, tambahnya.

Laila pun memiliki cita-cita besar. Ia ingin menjadi penghafal Al-Qur’an serta terus menorehkan prestasi di bidang pendidikan. Ia juga berharap dapat menjadi pribadi yang dimuliakan oleh Allah SWT dan meraih masa depan yang cerah.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, memberikan apresiasi atas ketekunan dan prestasi yang diraih Laila. Ia berpesan kepada para pelajar agar senantiasa menjaga akhlak dan meningkatkan kedisiplinan.

“Anak-anak harus tetap semangat. Jangan lupa shalat, gemar membaca Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, disiplin, rajin, serta tidak membuka aib teman-temannya”, pesannya di hadapan siswa dan dewan guru saat kunjungan kerja ke SMP 14 Takengon, Sabtu (04/04/2026).

Bupati juga menyampaikan rasa bangganya terhadap sosok guru seperti Ruhdini yang menunjukkan ketulusan dalam mendampingi siswa.

“Luar biasa dengan keikhlasannya, ini perlu di apresiasi dan menajdi tauladan bagi guru-guru lainnya”, tutur Haili saat didampingi Bunda Guru Risnawati, S.SIT, sembari menyerahkan bingkisan berupa Al-Qur’an, sajadah, dan telekung kepada Ruhdini sebagai guru inspiratif.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tito Karnavian Tinjau Pengungsi di Aceh Tamiang, Pastikan Percepatan Penanganan Pascabencana

0
Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: DOK. Kemendagri.)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (4/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan warga terdampak bencana, termasuk mereka yang masih tinggal di tenda pengungsian.

Dalam peninjauan itu, Tito berdialog dengan warga di tiga desa di Kecamatan Sekerak, yakni Lubuk Sidup, Tanjung Gelumpang, dan Sekumur. Ia menyebut jumlah pengungsi saat ini telah menurun drastis dibandingkan kondisi awal pascabencana pada akhir November 2025.

“Pemerintah ingin menyampaikan, pengungsi yang sudah tidak tinggal di tenda mendekati 100 persen. Kenapa? Kami hitung lebih kurang sekira-kira katakanlah 300 kepala keluarga (KK) lebih kurang misalnya 1.000 pengungsi ketimbang awalnya 2,1 juta jiwa. Itu sudah 99 persen lebih yang tidak lagi di tenda,” ujar Tito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Meski jumlah pengungsi tersisa relatif sedikit, Tito menegaskan pemerintah tetap memberikan perhatian penuh, khususnya bagi warga di Aceh Tamiang dan Bireuen. Untuk pengungsi di Bireuen, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap).

“Kemudian yang masuk ke daerah Sekerak ini, saya mau lihat satu per satu desa-desa yang saya sebutkan tadi dan kemudian bagaimana penyelesaiannya,” ujarnya.

Selain itu, Tito juga meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah desa, termasuk Sekumur. Ia optimistis pembangunan tersebut dapat segera rampung, meski dihadapkan pada kendala geografis seperti akses jalan terdampak longsor.

“Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga akhir minggu depan semua huntara di tanah masing-masing bisa dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Tito.

Pemerintah juga memastikan berbagai bantuan terus disalurkan kepada masyarakat terdampak, mulai dari kebutuhan pangan, perabot rumah tangga, hingga stimulan ekonomi. Selain itu, kebutuhan air bersih akan dipenuhi melalui pembangunan sumur bor oleh BNPB bersama Satgas PRR.

Tito turut menyoroti rencana pembangunan hunian tetap secara terpusat sesuai aspirasi masyarakat yang menginginkan relokasi dari kawasan rawan bencana.

“Tadi saya sudah dengar langsung dari masyarakat juga dari kepala desa karena tergolong daerah rawan di pinggir sungai. Karena itu, masyarakat menghendaki agar dibangunkan hunian tetap dalam bentuk kompleks,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan huntap akan dilakukan setelah ketersediaan lahan dipastikan dengan melibatkan kementerian terkait. Selama masa transisi, pemerintah menjamin kebutuhan pengungsi tetap terpenuhi melalui penyediaan huntara dan bantuan sosial berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Tito juga menyerahkan berbagai bantuan, seperti perlengkapan ibadah, sembako, peralatan dapur, serta toren air berkapasitas 2.000 liter.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, serta sejumlah pejabat terkait, termasuk Rektor IPDN Halilul Khairi dan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

100 Siswa SMAN 1 Kutacane Lolos SNBP 2026, Terbanyak Diterima di USK

0
Kepala SMA Negeri 1 Kutacane, Salihin SPd MSi. Sebanyak 100 siswa dari SMA Negeri 1 Kutacane lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. (Foto: TribunGayo)

NUKILAN.ID | KUTACANE – Sebanyak 100 siswa SMA Negeri 1 Kutacane, Aceh Tenggara, berhasil lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dikutip dari TribunGayo, lulusan terbanyak diterima di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dengan 39 siswa, disusul Universitas Sumatera Utara (USU) sebanyak 20 siswa, serta Universitas Negeri Medan (Unimed) sebanyak 17 siswa. Selebihnya tersebar di sejumlah perguruan tinggi di Pulau Sumatera dan Jawa.

Kepala SMA Negeri 1 Kutacane, Salihin SPd MSi, mengatakan total kelulusan tahun ini mencapai 100 siswa melalui jalur SNBP.

Ia merinci, selain USK, USU, dan Unimed, siswa juga diterima di berbagai perguruan tinggi lain, di antaranya IPB Bogor 3 orang, Universitas Diponegoro (Undip) 1 orang, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 2 orang, serta UPN Yogyakarta 1 orang.

Kemudian, UIN Ar-Raniry 4 orang, Universitas Malikussaleh 6 orang, Politeknik Negeri Lhokseumawe 1 orang, Universitas Samudra 1 orang, ISBI Aceh 1 orang, UIN Sumatera Utara 2 orang, Universitas Negeri Padang (UNP) 1 orang, serta ISBI Padang 1 orang.

Menurut Salihin, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan orang tua.

“Karena, anak didik kita lulus SNBP artinya diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi tanpa tes tertulis. Ini merupakan kebanggaan bagi kita atas prestasi tersebut, anak didik kita masuk di PTN di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Karena, SNBP ini adalah bertujuan memberi apresiasi pada siswa berprestasi dan menjaring calon mahasiswa unggul,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah kelulusan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sebelumnya, tahun 2025 sebanyak 80 siswa lulus SNBP. Artinya, peningkatan jauh dari tahun sebelumnya,” demikian kata Salihin.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dinsos Aceh Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pengabdian

0
Dinsos Aceh Gelar Halal Bihalal Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pengabdian (Foto: Dinsos)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Sosial Aceh menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan tausyiah sebagai upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan pasca Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan berlangsung di Mushola Darul Qur’an UPTD Panti Sosial Anak Terlantar Aneuk Nanggroe (PSATAN), Kamis (2/4/2026), dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, Kepala UPTD PSATAN Michaela Oktaviano, serta Sekretaris Dinas Sosial Aceh Chaidir. Turut hadir para pejabat struktural, mantan kepala UPTD, kepala bidang, serta seluruh pegawai di lingkungan PSATAN. Kehadiran Staf Khusus Gubernur Aceh, Aznan, turut menambah semarak kegiatan.

Dalam sambutannya, Budi Afrizal menegaskan bahwa Idulfitri tidak hanya menjadi momen saling memaafkan, tetapi juga sebagai waktu refleksi untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan sosial.

“Halal Bihalal ini menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas-tugas sosial dengan penuh keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab,” ujar Budi Afrizal.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan, agar pelayanan sosial semakin optimal dan tepat sasaran.

Kegiatan semakin bermakna dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustaz Masrul Aidi. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian sosial.

“Idulfitri adalah momentum kembali kepada fitrah. Mari kita jadikan hari-hari setelahnya sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperkuat hubungan sosial,” pesannya.

Selain itu, Kepala Dinas Sosial Aceh juga meninjau langsung sejumlah fasilitas di lingkungan PSATAN, seperti asrama putra dan putri serta Klinik Asy-Syifa. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana tetap layak dan mampu mendukung pelayanan yang optimal bagi para penerima manfaat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinas Sosial Aceh dalam menjaga kualitas layanan serta memastikan seluruh fasilitas pendukung berada dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Suasana keakraban tampak saat seluruh peserta saling bersalaman dan bermaafan, mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Aceh berharap semangat Idulfitri dapat terus terjaga dalam setiap pengabdian, sekaligus memperkuat kolaborasi antar jajaran guna mewujudkan pelayanan sosial yang lebih responsif, inklusif, dan berdaya guna bagi masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh Ditetapkan sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXIII Tahun 2028

0
Masjid Raya Baiturrahman. (Foto: instagram wisatareligiaceh)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah resmi menetapkan Provinsi Aceh sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-33 tahun 2028.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pada 2 Februari 2026.

“Menetapkan Provinsi Aceh sebagai tempat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional XXXIII Tahun 2028,” demikian bunyi keputusan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan.id, MTQ Nasional 2028 akan mempertandingkan berbagai cabang, mulai dari seni baca Al-Qur’an, qira’at, tafsir, fahm, syarh, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Cabang-cabang tersebut terbagi dalam sejumlah golongan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, termasuk peserta tuna netra.

Dalam keputusan itu juga disebutkan bahwa jadwal pelaksanaan MTQ akan ditetapkan kemudian.

Penunjukan Aceh sebagai tuan rumah menjadi momentum penting dalam memperkuat peran daerah tersebut sebagai pusat syiar Islam di Indonesia. Selain itu, ajang berskala nasional ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai provinsi.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Desil 8–10 Tak Lagi Ditanggung JKA, Ini Cara Cek Online Status Anda

0
Ilstrasi JKA. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mulai 1 Mei 2026, masyarakat Aceh yang masuk kategori Desil 8 hingga 10 tidak lagi mendapatkan layanan berobat gratis melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang penyesuaian pembiayaan JKA, seiring tekanan fiskal daerah akibat penurunan dana Otonomi Khusus Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa pemerintah harus melakukan penyesuaian agar anggaran tetap tepat sasaran.

Dalam skema terbaru, JKA hanya menanggung masyarakat pada Desil 6 dan Desil 7. Sementara itu, warga pada Desil 8, 9, dan 10 diminta beralih ke BPJS Kesehatan mandiri. Namun, pengecualian tetap berlaku bagi pasien dengan penyakit katastropik.

Apa Itu Desil Ekonomi?

Desil merupakan pembagian tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Data ini dikelola oleh Kementerian Sosial bersama BPS, Dukcapil, dan Dinas Sosial daerah.

Penilaiannya tidak hanya berdasarkan penghasilan, tetapi juga kondisi rumah, kepemilikan aset, serta jumlah tanggungan keluarga.

Secara umum:
Desil 1–2 kategori sangat miskin dan miskin
Desil 3–4 kategori hampir miskin dan rentan
Desil 5 kategori menengah bawah
Desil 6–7 kategori menengah
Desil 8–10 kategori menengah atas hingga sangat kaya

Sebelumnya, Desil 1 hingga 5 ditanggung pemerintah pusat melalui BPJS PBI, sedangkan Desil 6 hingga 10 ditanggung Pemerintah Aceh melalui JKA. Kini, cakupan JKA dipersempit.

Cara Cek Status Desil JKA Secara Online

Untuk mengetahui apakah Anda masih ditanggung JKA atau tidak, berikut panduan yang disajikan Nukilan.id agar masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui situs resmi Pemerintah Aceh.

  1. Buka browser di HP atau komputer
  2. Kunjungi situs: https://datawarga.acehprov.go.id/
  3. Pilih menu Cek Data Anda
  4. Masukkan NIK atau nomor Kartu Keluarga
  5. Isi kode verifikasi
  6. Klik Cek Data
  7. Hasil desil dan status bantuan akan ditampilkan

Jika Anda berada di Desil 8, 9, atau 10, maka mulai 1 Mei 2026 tidak lagi ditanggung JKA dan perlu beralih ke BPJS mandiri untuk tetap mendapatkan layanan kesehatan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News