Beranda blog Halaman 11

Penyintas Banjir Bandang di Aceh Tamiang Rogoh Kocek Hingga Rp6 Juta untuk Bersihkan Rumah

0
Rumah terdampak bencana hidrometeorologi. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sejumlah penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang terpaksa menanggung sendiri biaya pembersihan rumah yang tertimbun material banjir bandang. Biaya yang dikeluarkan bahkan mencapai jutaan rupiah.

“Saya membiayai sendiri dengan mengupah orang lain membersihkan rumah dari lumpur banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025,” kata Fauziah, penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, yang dihubungi dari Banda Aceh, Senin.

Fauziah mengatakan dirinya harus mengeluarkan uang pribadi hingga Rp6 juta untuk membayar pekerja membersihkan lumpur yang menimbun rumahnya. Ia bersama keluarga tidak sanggup melakukannya sendiri karena ketebalan lumpur menutup hampir seluruh bagian rumah.

Rumah Fauziah yang berada di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu bangunan yang terdampak parah akibat banjir bandang pada akhir November 2025.

“Rumah kami tenggelam dan tidak terlihat lagi atapnya ada saat banjir bandang akhirnya November 2025. Saat selesai banjir, tersisa lumpur dalam rumah dengan ketinggian lebih dari dua meter. Plafon di seluruh bangunan rumah rusak semua,” kata Fauziah.

Ia juga mengaku hingga kini belum menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak akibat bencana tersebut. Bahkan, dirinya belum mengetahui apakah namanya terdaftar sebagai penerima bantuan.

“Saat ini, kami sekeluarga tinggal menumpang di rumah kerabat. Kami belum dapat kembali karena selain dalam rumah masih tertimbun lumpur, jalan menuju ke rumah juga masih berlumur,” katanya.

Fauziah berharap pemerintah segera memberikan bantuan pembersihan lumpur di kawasan permukiman warga agar masyarakat bisa kembali menempati rumah masing-masing. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan karena banyak warga terdampak kehilangan harta benda akibat bencana.

“Kami hanya berharap bisa segera pulang, sama dengan keinginan masyarakat yang terdampak bencana lainnya di daerah ini. Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan dan berharap menjalankan ibadah puasa di rumah sendiri,” kata Fauziah.

Janji Bantuan Rp 15 Juta Dipertanyakan, Warga Aceh Tamiang Keluhkan Dana Rehab Rumah Belum Cair

0
Puing-puing kerusakan sisa banjir di di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (15/2/2026). (Foto: DOK WARGA)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Sejumlah warga penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mengaku kecewa karena bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah yang telah diserahkan secara simbolis belum juga diterima di rekening mereka.

Bantuan tersebut sebelumnya diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, pada Jumat (12/2/2026). Program bantuan tahap pertama itu diperuntukkan bagi 2.804 kepala keluarga terdampak banjir.

Pemerintah menjanjikan bantuan sebesar Rp 15.000.000 bagi rumah kategori rusak ringan dan Rp 30.000.000 untuk rumah rusak sedang, dengan total nilai bantuan mencapai Rp 12,17 miliar. Namun hingga kini, warga mengaku belum dapat memanfaatkan dana tersebut untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat banjir.

Warga Protes di Media Sosial

Kekecewaan warga kemudian meluas di media sosial. Amatan Nukilan.id, sejumlah penyintas banjir ramai-ramai menyampaikan keluhan melalui kolom komentar akun Facebook resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Salah seorang warga, Muhammad Falah, mempertanyakan kepastian pencairan bantuan yang dinilai terlalu lama.

“Uangnya belum masuk, kapan ini dicairkan,” tulis Muhammad Falah.

Keluhan serupa juga disampaikan Alda Fazira yang menilai proses penyaluran bantuan berjalan lamban. Ia menyindir penyerahan bantuan yang dianggap hanya bersifat seremonial.

“Bantuan hanya simbolis, yang kami perlukan kerja cepat, kerja nyata, bukan sekadar janji besok ke besok,” tulis Alda Fazira.

Sementara itu, warga lainnya, Nada Azilla, meminta pemerintah segera mentransfer dana bantuan agar perbaikan rumah dapat segera dilakukan sebelum musim penghujan kembali datang.

Penjelasan Pemerintah Daerah

Menanggapi protes warga, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, membenarkan bahwa bantuan tersebut memang belum diterima masyarakat.

Ia menjelaskan keterlambatan terjadi karena adanya kendala teknis dalam proses administrasi perbankan. Pemerintah daerah, kata dia, masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan pembukaan rekening bagi ribuan penerima bantuan.

Sebelumnya diberitakan, bantuan rehabilitasi rumah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat membantu pemulihan warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Namun hingga proses administrasi rampung, warga masih menunggu realisasi pencairan dana yang dijanjikan tersebut. (XRQ)

PISPI Aceh dan WALHI Aceh Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Langkahan

0
PISPI Aceh dan WALHI Aceh Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Langkahan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Aceh bersama Sandika Natural dan WALHI Aceh kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan pembagian bantuan dilaksanakan di Desa Lubuk Mane yang diterima langsung oleh kepala desa terpilih, serta di Desa Geudeumbak yang diterima Ketua Tuha Peut dan disaksikan masyarakat setempat. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Yayasan SAHARA Lhokseumawe.

Ketua PISPI Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Direktur Eksekutif SAHARA Dahlan Derui, sejumlah pengurus PISPI seperti Komar dan Firman, serta relawan lainnya.

Menurut Azanuddin, bantuan yang disalurkan berasal dari donatur yang dihimpun oleh PISPI Aceh, Sandika Natural, serta WALHI Aceh yang turut bekerja sama dengan KAGEOGAMA UGM.

“Paket dari KAGEOGAMA UGM kita terima dari Jakarta dan Sleman,” ujar Azan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk KAGEOGAMA UGM, Distanbun Aceh, serta para donatur lainnya yang telah membantu masyarakat Aceh.

Jumlah paket bantuan yang awalnya sebanyak 49 paket kemudian bertambah menjadi 72 paket setelah digabungkan dengan bantuan dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah… Sekali lagi Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh para donator yang telah berkontribusi untuk ikut serta membantu meringankan para korban,” kata Azanuddin saat kegiatan berlangsung.

Direktur Eksekutif SAHARA, Dahlan Derui, menilai bantuan tersebut tidak hanya bernilai material, tetapi juga menjadi wujud empati sosial kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Ia berharap proses penanganan bencana dapat segera berjalan optimal sehingga aktivitas ekonomi warga kembali pulih dan infrastruktur yang rusak dapat direhabilitasi.

“Kami turut prihatin atas musibah ini, semoga mereka yang terdampak tetap tabah dan musibah ini bisa segera tertangani oleh para pihak sehingga ekonomi masyarakat bisa bangkit kembali serta infrastruktur bisa terehabilitasi sesuai dengan seharusnya begitu juga dengan berbagai fasilitas lainnya. Mungkin bantuan kita tidak seberapa bila dibandingkan dengan musibah yang mereka alami, tetapi paling tidak, rasa empati kita semoga bisa sedikit menghibur mereka,” ungkap Dahlan.

Sementara itu, Wakil Bendahara PISPI sekaligus Ketua Penggalangan Donasi, Dr. Ir. Sofia Keumalasari, SP, MP, menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PISPI, Sandika Natural, KAGEOGAMA UGM, serta WALHI Aceh melalui Yayasan SAHARA.

Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan kali ini kemungkinan menjadi tahap terakhir yang dilakukan PISPI dan Sandika Natural, mengingat situasi saat ini telah memasuki fase pemulihan pascabencana.

“Pembagian paket ini bagi PISPI dan Sandika mungkin yang terakhir karena saat ini kondisi sudah beralih kepada pemulihan bencana. Kecuali ada pertimbangan lain nanti akan kita sesuaikan kembali,” ujarnya.

Forum yang Dipending Diduga Dilanjutkan Tanpa Sepengetahuan Panitia, Delegasi Kluet Utara Sebut Mubes HAMAS “Dibajak”

0
Delegasi Mubes HAMAS dari Kluet Utara, Muksan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kontroversi pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) terus bergulir. Forum yang sebelumnya dinyatakan resmi dipending itu diduga kembali dilanjutkan tanpa sepengetahuan Ketua Panitia serta tanpa melibatkan wilayah Kluet Raya sebagai bagian representatif dari Aceh Selatan.

Delegasi Mubes HAMAS dari Kluet Utara, Muksan, mengecam keras langkah tersebut. Kepada Nukilan.id, ia mengngkapkan pelaksanaan forum lanjutan itu sebagai pelanggaran serius terhadap konstitusi organisasi dan bertentangan dengan prinsip demokrasi mahasiswa.

“Forum sudah jelas dipending. Secara aturan, kelanjutannya harus melalui pemberitahuan resmi dan koordinasi panitia. Namun ini justru dilanjutkan tanpa sepengetahuan Ketua Panitia. Ini bukan kelalaian, ini pembangkangan terhadap mekanisme organisasi,” tegas Muksan.

Menurutnya, persoalan tidak hanya terletak pada prosedur forum, tetapi juga pada tidak dilibatkannya wilayah Kluet Raya dalam forum lanjutan tersebut. Padahal, wilayah itu merupakan bagian sah dari Aceh Selatan yang memiliki hak representasi dalam Mubes HAMAS.

“Bagaimana mungkin mengatasnamakan mahasiswa Aceh Selatan, tetapi Kluet Raya tidak dilibatkan? Ini jelas mencederai asas keterwakilan dan menunjukkan forum berjalan secara sepihak,” tambahnya.

Muksan menjelaskan, sebagai forum tertinggi organisasi, Mubes seharusnya memenuhi sejumlah syarat keabsahan, di antaranya adanya undangan resmi, koordinasi dengan panitia pelaksana, serta keterlibatan seluruh wilayah yang menjadi bagian organisasi. Jika unsur-unsur tersebut diabaikan, maka forum dinilai cacat secara prosedural dan kehilangan legitimasi organisatoris.

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan dari forum tersebut tidak dapat diakui serta tidak merepresentasikan mahasiswa Aceh Selatan secara menyeluruh.

“Jangan jadikan organisasi mahasiswa sebagai alat kepentingan kelompok tertentu. Jika forum dijalankan secara sembunyi-sembunyi dan tanpa melibatkan seluruh wilayah, maka itu bukan Mubes, melainkan forum sepihak yang tidak sah,” tutup Muksan. (XRQ)

MUBES Masih Diskorsing, Panitia Tegaskan Belum Ada Ketua Umum HAMAS Terpilih

0
Ketua Panitia MUBES HAMAS, Rivaldi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ucapan selamat kepada Fatan Sabilulhaq sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) periode 2026–2026 terus bermunculan dan berseliweran di media sosial. Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan mahasiswa asal Aceh Selatan, mengingat forum Musyawarah Besar (MUBES) HAMAS disebut belum menghasilkan keputusan resmi terkait kepemimpinan organisasi.

Sebelumnya, panitia MUBES HAMAS yang digelar pada 15 Februari 2026 melalui rilis resmi menyampaikan bahwa forum diskorsing dan akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri. Keputusan tersebut diambil setelah jalannya persidangan mengalami kebuntuan, terutama dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk agenda pemilihan ketua umum.

Situasi ini memicu kebingungan di sejumlah kalangan mahasiswa. Untuk mengonfirmasi kondisi sebenarnya, Nukilan.id menghubungi Rivaldi, selaku Ketua Panitia MUBES HAMAS.

“Sesuai isi rilis, tidak ada ketua umum baru terpilih,” jawabnya singkat via WhatsApp pada Senin (16/4/2026).

Merujuk pada rilis sebelumnya, Rivaldi menjelaskan bahwa hingga saat ini forum MUBES belum menghasilkan keputusan terkait kepemimpinan baru. Dengan demikian, belum ada ketua umum yang sah dan resmi terpilih melalui mekanisme organisasi.

“Setiap klaim sepihak mengenai terpilihnya pimpinan baru di luar forum resmi merupakan tindakan inkonstitusional dan tidak memiliki dasar legitimasi organisasi,” ungkapnya dalam rilis tersebut.

Beri Ucapan Selamat, Tonicko Anggara Optimistis Fatan Sabilulhaq Bawa Kebangkitan HAMAS

0
Tokoh muda Aceh Selatan, Tonicko Anggara. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Terpilihnya Fatan Sabilulhaq sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) periode 2026–2028 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Tonicko Anggara, yang pada periode sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan HAMAS.

Kepada Nukilan.id, Tonicko menilai kepemimpinan baru ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan organisasi mahasiswa Aceh Selatan di Banda Aceh, setelah sebelumnya mengalami masa kevakuman cukup lama.

Menurutnya, Fatan Sabilulhaq yang juga merupakan mantan Ketua Umum IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua) dinilai memiliki kapasitas untuk membawa semangat regenerasi sekaligus menghidupkan kembali peran HAMAS dalam dinamika gerakan mahasiswa.

Ia pun optimistis kepemimpinan baru tersebut mampu mengembalikan eksistensi organisasi sebagai wadah perjuangan mahasiswa Aceh Selatan.

“Kami turut mengucapkan selamat kepada saudara Fatan Sabilulhaq yang telah terpilih sebagai Ketua Umum HAMAS Periode 2026-2028. Ini tentunya adalah titik awal kebangkitan HAMAS melalui regenerasi kepemimpinan yang dilaksanakan melalui MUBES,” katanya.

Tonicko menambahkan, HAMAS telah cukup lama berada dalam kondisi vakum. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan dapat menghadirkan langkah nyata untuk mengembalikan peran organisasi di tengah pergerakan mahasiswa.

“Sudah terbilang lama HAMAS vakum, besar harapan dengan terpilihnya ketua yang baru organisasi yang kita cintai ini dapat kembali andil dalam mewarnai pergerakan dan perjuangan mahasiswa Aceh Selatan di Banda Aceh dengan langkah-langkah konkrit dan strategisnya,” ungkapnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Tonicko juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) atas hasil Musyawarah Besar (MUBES) tersebut. Ia menilai legalitas organisasi menjadi hal penting agar kepengurusan baru dapat segera menjalankan roda organisasi secara resmi.

Di akhir pernyataannya, Tonicko turut mengajak seluruh mahasiswa Aceh Selatan untuk bersama-sama mengawal hasil MUBES HAMAS agar kepemimpinan baru dapat berjalan optimal.

“Dengan dukungan bersama dan legalitas yang jelas, kita harapkan HAMAS kembali aktif serta mampu menjalankan pola gerak dan perjuangan mahasiswa secara lebih terarah di masa mendatang,” pungkasnya. (XRQ)

Harga Daging Sapi di Pasar Lambaro Masih Normal, Diprediksi Naik Jelang Meugang

0
Pedagang daging sapi di Pasar Lambaro Aceh Besar. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Harga daging sapi di Pasar Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, masih berada pada kisaran normal menjelang tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Salah seorang pedagang daging tetap di Pasar Lambaro, Muliadi, mengatakan saat ini harga daging sapi dijual Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram, tergantung kualitas.

“Harga sekarang masih normal. Belum ada kenaikan signifikan seperti biasanya saat meugang,” kata Muliadi kepada Nukilan, saat ditemui di Pasar Lambaro, Aceh Besar, Minggu (15/2/2025).

Ia menjelaskan, harga daging diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram pada hari meugang. Untuk daging kualitas nomor satu, harga bisa mencapai Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Menurutnya, lonjakan harga tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat yang ingin membeli daging untuk tradisi meugang, yang menjadi kebiasaan masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan.

Meski demikian, Muliadi memperkirakan harga daging berpotensi turun kembali pada sore hari, terutama jika pasokan masih tersedia dan permintaan mulai berkurang.

“Biasanya kalau sudah sore, harga bisa sedikit turun supaya daging cepat habis terjual,” ujarnya.

Untuk ketersediaan stok, ia memastikan hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, harga tulangan saat ini dijual Rp70 ribu per kilogram. Pada hari meugang, harga tulangan juga diprediksi ikut naik, seiring meningkatnya permintaan pasar.

Reporter: Rezi

Kapolda Aceh Apresiasi Kehadiran Pesawat Simulasi Garuda Indonesia di Asrama Haji Aceh

0
Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menghadiri kegiatan peresmian sekaligus penyerahan mock-up pesawat Garuda Indonesia kepada Asrama Haji Provinsi Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menghadiri kegiatan peresmian sekaligus penyerahan mock-up pesawat Garuda Indonesia kepada Asrama Haji Provinsi Aceh. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan Gedung A2 Pemondokan Jamaah (Grand Misfalah) Asrama Haji Kelas I Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung di UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Minggu (15/2).

“Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah, khususnya asal Aceh,” kata Kapolda Aceh.

Peresmian fasilitas itu dilakukan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Sementara penandatanganan prasasti dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak.

Rangkaian acara tersebut turut disaksikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Glenny H. Kahirupan, Direktur Utama Citilink Darsito Hendro Seputro, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, unsur Forkopimda Aceh, anggota DPR RI TA Khalid, serta sejumlah anggota DPRA. Kapolda Aceh juga hadir menyaksikan prosesi tersebut.

Irjen Marzuki Ali Basyah menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta BUMN dalam meningkatkan fasilitas pelayanan haji di Aceh, khususnya di sektor transportasi udara dan sarana pendukung lainnya. Menurutnya, keberadaan mock-up pesawat Garuda Indonesia memiliki peran strategis sebagai media edukasi sekaligus simulasi bagi calon jamaah haji.

“Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan penyelenggaraan ibadah haji,” kata Kapolda.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Aceh siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemberangkatan.

Sementara itu, Wamen Haji dan Umrah Dr. Dahnil menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia, termasuk dari Aceh. Menurutnya, peresmian Gedung A2 menjadi bagian penting dalam peningkatan fasilitas pemondokan jamaah.

“Gedung ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi jamaah sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik,” kata Dahnil.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah turut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan Garuda Indonesia terhadap Aceh. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dalam penguatan fasilitas serta pelayanan bagi jamaah haji asal Aceh.

Peresmian mock-up pesawat dan Gedung A2 tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan Embarkasi Aceh dalam memberikan pelayanan optimal bagi jamaah haji, sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh.

IPPM KluT Sebut Penetapan Fatan Sabilulhaq sebagai Ketum HAMAS Cacat Aturan

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Delegasi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kluet Timur (IPPM KluT) mengecam klaim sepihak atas terpilihnya Fatan Sabilulhaq sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS). Penolakan tersebut disampaikan melalui keterangan resminya, Senin (16/2/2026).

Iwan Rismadi selaku delegasi Kecamatan Kluet Timur menegaskan pihaknya tidak sepakat dengan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) lanjutan yang disebut digelar oleh sejumlah delegasi kecamatan tanpa mekanisme resmi.

Menurut Iwan, hasil Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang berlangsung pada Minggu (15/2/2026) sebelumnya telah resmi diskorsing oleh panitia dan akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Hasil Musyawarah Besar (MUBES) Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang digelar pada Minggu 15 Februari 2026 kemarin resmi diskorsing dan akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri,” kata Iwan dalam keterangannya kepada Nukilan.id.

Ia menjelaskan, keputusan skorsing diambil setelah forum mengalami kebuntuan dalam proses persidangan, khususnya terkait pengambilan keputusan strategis, termasuk agenda pemilihan ketua umum.

Namun, lanjutnya, pada Minggu malam sejumlah delegasi dari beberapa kecamatan justru menggelar forum yang disebut sebagai mubes lanjutan tanpa sepengetahuan ketua panitia maupun beberapa paguyuban kecamatan lainnya.

“Mubes lanjutan tersebut dibuat tanpa sepengetahuan ketua panitia dan beberapa paguyuban kecamatan lain,” ujarnya.

Dari forum yang disebutnya cacat aturan tersebut, Fatan Sabilulhaq kemudian diumumkan sebagai Ketua Umum HAMAS. Iwan menilai proses itu tidak sah secara organisasi.

“Ini ilegal karena cacat struktural dan tidak ada transparansi,” tegasnya.

Atas dasar itu, delegasi IPPM KluT meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar tidak menerbitkan Surat Keputusan (SK) terhadap hasil mubes yang dipersoalkan tersebut.

Iwan menilai organisasi mahasiswa harus dibangun di atas prinsip transparansi serta berjalan sesuai aturan yang telah disepakati bersama.

Ia juga mengimbau seluruh delegasi paguyuban kecamatan agar tetap mengikuti keputusan resmi panitia yang telah menskorsing mubes, sehingga proses dapat dilanjutkan kembali secara terbuka dan sesuai mekanisme organisasi.

“Kami menghimbau delegasi-delegasi paguyuban kecamatan lainnya untuk mengikuti hasil keputusan panitia agar mubes dapat diulang kembali secara transparan dan mengikuti aturan yang berlaku,” tutupnya. (XRQ)

Pemilihan Disebut Sah Secara Aklamasi, Ketua HMP2T Sampaikan Selamat kepada Ketum HAMAS Terpilih

0
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T), T. Ridwansyah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T), T. Ridwansyah, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Fatan Sabilulhaq sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) periode 2026–2028.

Sebagai peserta penuh dalam Musyawarah Besar (Mubes) HAMAS, Ridwansyah menegaskan bahwa proses pemilihan berlangsung sesuai mekanisme organisasi dan tata tertib persidangan.

Dalam keterangannya, Ridwansyah menyebutkan bahwa Ketua Umum terpilih dinyatakan sah melalui mekanisme aklamasi setelah memperoleh persetujuan forum yang dihadiri 14 paguyuban dan memenuhi kuorum.

“Sebagai peserta penuh forum Mubes, saya menyatakan bahwa proses pemilihan berlangsung secara demokratis, transparan, dan sesuai aturan organisasi. Ketua Umum terpilih sah secara aklamasi karena telah disetujui oleh forum dengan kehadiran 14 paguyuban yang memenuhi kuorum,” tegas T. Ridwansyah kepada Nukilan.id.

Ia berharap kepemimpinan baru HAMAS mampu membawa organisasi menjadi lebih progresif dan inovatif, sekaligus memperkuat peran sebagai wadah pemersatu mahasiswa Aceh Selatan di berbagai daerah.

“Atas nama keluarga besar HMP2T, kami mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Ketua Umum HAMAS periode 2026–2028. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian untuk kemajuan mahasiswa serta daerah Aceh Selatan,” ungkapnya.

Selain itu, HMP2T juga menyatakan kesiapan untuk membangun sinergi bersama HAMAS melalui berbagai program kepemudaan, peningkatan kapasitas mahasiswa, serta kegiatan sosial yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan solidaritas, organisasi mahasiswa Aceh Selatan dapat menjadi motor penggerak perubahan yang konstruktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ucapan tersebut disebut sebagai bentuk komitmen HMP2T dalam memperkuat hubungan kelembagaan antarorganisasi mahasiswa, khususnya dalam mendorong lahirnya generasi muda Aceh Selatan yang unggul dan berdaya saing.

“Selamat dan sukses menjalankan amanah. Bersinergi, bergerak, dan berdampak untuk Aceh Selatan yang lebih maju,” pungkasnya. (XRQ)