Beranda blog Halaman 1185

SPS Aceh Terima Penghargaan Sebagai SPS Provinsi Terbaik Tahun 2024

0

NUKILAN.id | Jakarta – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Aceh dinobatkan sebagai SPS Provinsi terbaik tahun 2024. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat dalam ajang kompetisi  SPS Awards 2024 dengan mengusung tema besar “Pers Sehat, Demokrasi Kuat” pada Selasa, 30 April 2024, di Hotel Ciputra, Jakarta.

“Malam ini adalah momen terindah bagi seluruh anggota maupun pengurus SPS Aceh periode 2022-2026,” kata Muktarruddin Usman usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum SPS Pusat, Januar P. Ruswita.

Muktarruddin Usman mengatakan, keberhasilan SPS Aceh meraih penghargaan terbaik tahun 2024 tak lepas dari kerja keras semua anggota dan pengurus SPS Aceh. “Ini semua kerja tim yang sangat solid dan tetap bersemangat,” ujarnya.

SPS Provinsi Aceh dinilai berhasil mengembangkan organisasi dan menambah keanggotaan baru. Hingga saat ini, jumlah anggota SPS Aceh terus bertambah, baik media cetak maupun media online.

“Jumlah anggota sudah mencapai 26 media, dan ada belasan yang sedang diproses kelengkapan administrasinya untuk ditetapkan menjadi anggota baru,” kata Muktarruddin Usman.

Selain memberikan penghargaan terbaik kepada SPS Provinsi Aceh, SPS Pusat juga memberi penghargaan dan apresiasi karya jurnalistik yang unggul dari rekan-rekan media, pers kampus, serta korporasi/institusi di seluruh Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Kunjungan Kerja ke Takengon, Ajak Semua Pihak Tangani Inflasi dengan Penguatan Kordinasi

0
Pj Gubernur Kunjungan Kerja ke Takengon. (Foto: Humas)

NUKILAN.id | Takengon – Pj. Gubernur Aceh Bustami memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Aceh, bertempat di Takengon, Senin (29/4/2024).

Kegiatan itu juga dihadiri Ketua DPR Aceh kepala daerah di Aceh serta Kepala Bank Indonesia juga kepala SKPK Provinsi/Kabupaten.

Pada kesempatan itu, Pj Gubernur mempertanyakan ketidak hadiran beberapa Bupati Aceh Barat, Aceh Besar. Terlihat dari raut wajah ada ketidak puasan karena keduanya tidak hadir.

Bustami menyampaikan pertemuan didaerah berhawa dingin itu, yakni ingin “mengumpulkan” kekuatan bersama dalam menghalau inflasi yang terjadi di Aceh secara umum.

“Kita punya kekuatan bersama untuk saling menghalau dan memperbaiki kelemahan satu daerah dengan daerah lain. Intinya koordinasi harus lebih dikuatkan lagi. Dan saling memberikan masukan,” kata Bustami dala acara yang diadakan di salah satu Hotel berbintang.

Penjabat Gubernur Bustami mengatakan Aceh memiliki sektor pangan yang luas dan harus kita kembangkan dengan maksimal. “Tantangan pasti ada, namun upaya kerja keras harus kita lakukan, ” ajak Bustami.

“Kita berkumpul untuk membahas upaya agar Aceh lebih baik,” tambah Bustami.

Bustami juga berkomitmen menuntaskan semua yang muncul, agar lebih baik bekerja sama dengan petani, perbankan dan semua pihak terkait.

“Selain itu kita harus memperkuat semua jalinan untuk “mengeratkan” jalan menghilangkan inflasi,” ujarnya.

Ia juga mengajak agar melakukan inovasi dan adopsi agar semua dapat berjalan dengan lancar. Sasaran lainya adalah inflasi 2024 yang semakin besar 3,5 persen. “Kita harus menjaga angka inflasi untuk kenyamanan warga Aceh. Dukungan dari berbagai pihak harus kita efektifitaskan. Semua harus terlibat aktif, “pinta Penjabat Gubernur Bustami.

“Saya berharap kepada kepala daerah sektor yang paling menentukan. Komunikasi kebersamaan sangat diperlukan saat ini untuk menghalau inflasi. Komunikasi inten antara bupati diharapkan. Nawaitu harus kita lakukan untuk ini, “ajak Bustami lagi.

Editor: Akil Rahmatillah

Buruh Aceh Gelar Aksi May Day di Tugu Simpang Lima Banda Aceh, Ini Tuntutannya

0
Massa Aksi May Day di Tugu Simpang Lim Kota Banda Aceh pada Rabu 1 Mei 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Aceh dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Aceh menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Simpang Lima, Banda Aceh, dalam rangka memperingati Hari Buruh Se-Dunia (Mayday) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2024.

Pantauan Nukilan di lokasi, aksi unjuk rasa tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, diawali dengan longmarch dari depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menuju Tugu Simpang Lima.

Dalam orasinya, Ketua Aliansi Buruh Aceh, Syaiful Mar, menyampaikan berbagai tuntutan terkait kesejahteraan dan keadilan bagi buruh di Aceh.

Salah satu poin utama tuntutan adalah mendesak Pemerintah Aceh untuk merealisasikan Qanun Ketenagakerjaan perubahan Nomor 1 Tahun 2024. Menurut Syaiful, Qanun tersebut belum sepenuhnya menjamin perlindungan dan kesejahteraan bagi buruh di Aceh.

“Masih banyak kekurangan dalam Qanun tersebut, seperti pengaturan tunjangan meugang, penetapan upah minimum, dan sistem kerja yang masih mengikuti aturan nasional,” ujar Syaiful.

Selain itu, Syaiful juga menyoroti masih banyaknya intimidasi dan perlakuan tidak adil bagi buruh yang berserikat dengan tindakan mutasi sepihak hingga terjadinya PHK. 

“Hal ini menunjukkan lemahnya peran pemerintah dalam melakukan pengawasan ketenagakerjaan dan minimnya penegakan hukum bagi pengusaha yang melakukan union busting atau pemberangusan serikat pekerja,” katanya

Para buruh juga menyuarakan solidaritas untuk rakyat Palestina yang masih dijajah oleh Israel. Mereka meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif mewujudkan kemerdekaan bagi Rakyat Palestina dan menyerukan kepada PBB dan dunia internasional untuk menghentikan genosida yang terjadi di Palestina.

“Perjuangan Kaum Buruh adalah wujud cinta bagi pembangunan anak bangsa yang cerdas dan berkeadilan sehingga akan mampu menggapai cita-cita pendiri bangsa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aliansi Buruh Aceh juga menyatakan sikap, diantaranya, Menolak pemberlakuan dan segera cabut Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2024, Menolak sistem kerja Outsourcing yang merugikan para buruh/Pekerja.

Kemudian, Meminta Pemerintah Aceh segera melaksanakan Pengawasan Ketenagakerjaan dan menindak tegas perusahaan yang melakukan pemberangusan serikat pekerja dan melanggar aturan ketenagakerjaan, Menolak upah murah dan meminta Pemerintah Aceh membuat aturan khusus dalam penetapan upah minimum di Aceh yang lebih adil dan memperhatikan kearifan lokal di Aceh.

Terakhir, menolak Pembantaian dan Genosida bagi Rakyat Palestina yang dilakukan zionis Israel dan meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif mewujudkan negara Palestina Merdeka.

Reporter: Rezi

Pangdam IM Tinjau Optimalisasi Lahan Kodim Aceh Utara

0
Pangdam IM Tinjau Optimalisasi Lahan Kodim Aceh Utara. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Niko Fachrizal, M.Tr. (Han) meninjau langsung pelaksanaan Optimalisasi Lahan (Opslah) di wilayah Kodim Aceh Utara, Senin (29/4/2024).

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pangdam IM untuk memastikan kelancaran dan efektivitas Opslah di wilayah Kodam IM.

Dalam kunjungannya, Pangdam IM disambut langsung oleh Kasdim Aceh Utara Mayor Cba Jumingin,S.sos. Pangdam IM kemudian meninjau kegiatan Opslah yang dilakukan oleh Kodim Aceh Utara. Di antaranya Pembuatan saluran pembuangan air dan gorong gorong seluas lebih kurang 500 Ha di empat titik sasaran yaitu desa Manyang kecamatan Lhoksukun, Desa Cot U sibak Kecamatan Lhok Sukon, Desa Bukit Sentang kecamatan Lhom Sukun dan Desa Ujong Baroh Berhang Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM menyampaikan bahwa Kodam IM berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan di wilayahnya.

“Kodam IM akan terus bersinergi dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, petani, dan penyuluh pertanian, untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Aceh,” kata Pangdam IM.

Pangdam IM juga memberikan apresiasi kepada Dandim Aceh Utara dan jajarannya atas kerja kerasnya dalam mengoptimalkan lahan di wilayahnya.

“Saya harap program ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Pangdam IM.

Pangdam IM juga menekankan pentingnya Opslah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Opslah ini sangat penting untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh personel Kodim 0103/Aut untuk terus bekerja keras dan ikhlas dalam melaksanakan Opslah ini,” kata Pangdam IM.

Pangdam IM juga berpesan kepada masyarakat untuk mendukung Opslah yang dilakukan oleh personel Kodim Aceh Utara. “Mari kita bersama-sama mendukung Opslah ini agar program ketahanan pangan nasional dapat tercapai dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujar Pangdam IM.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Para Danramil jajaran Kodim Aceh Utara, serta para petani di wilayah Kodim Aceh Utara.

Editor: Akil Rahmatillah

Prevalensi Stunting di Lhokseumawe Turun 7,4 Persen, Pj Wali Kota Ingatkan Jangan Lengah

0
Prevalensi Stunting di Lhokseumawe Turun 7,4 Persen. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan angka prevalensi stunting atau tengkes di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mengalami penurunan signifikan sebesar 7,4 persen. Dari 28,1 persen di tahun 2022, kini turun menjadi 20,7 persen di tahun 2023.

Pencapaian ini menjadikan Kota Lhokseumawe sebagai kota/kabupaten dengan prevalensi stunting terendah kedua di Bumi Serambi Makkah.

Penurunan angka stunting ini patut diapresiasi, mengingat stunting merupakan masalah kesehatan serius yang dapat menghambat perkembangan anak dan berakibat jangka panjang.

Penjabat (Pj) Wali Kota Lhokseumawe, A. Hanan, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Lhokseumawe.

Menurut dia, penurunan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, instansi vertikal, perbankan, dunia usaha, kader kesehatan dan masyarakat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk menurunkan angka stunting di Kota Lhokseumawe,” kata A. Hanan, dalam keterangannya, Senin (29/4/2024).

Dia juga menekankan pentingnya keberlanjutan upaya pencegahan dan penanganan stunting. “Penurunan angka stunting ini patut disyukuri, namun bukan berarti kita boleh lengah. Kita harus terus bekerja keras untuk mempertahankan pencapaian ini dan bahkan terus menurunkannya,” tandasnya.

Sebagai langkah nyata untuk memperkuat upaya penurunan stunting di Lhokseumawe, Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe sebelumnya telah meluncurkan program Orang Tua Asuh Balita Stunting.

Dalam program ini, Pj Wali Kota mewajibkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Lhokseumawe untuk mengasuh dua anak balita stunting.

Program ini juga menggandeng sejumlah instansi vertikal, perbankan, dan dunia usaha di Lhokseumawe untuk turut berperan sebagai orang tua asuh balita stunting yang dipusatkan di empat kecamatan di wilayah Kota Lhokseumawe.

Lebih lanjut, A. Hanan juga telah mendorong agar seluruh gampong yang ada di Kota Lhokseumawe untuk membentuk Rumoh Gizi Gampong sebagai pusat edukasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk dalam hal pencegahan dan penanganan stunting.

“Dengan program ini, kita harapkan penurunan stunting di Lhokseumawe dapat semakin optimal dan mencapai target nasional yaitu 14 persen di tahun 2024,” tutup Kepala Dinas Lingkungan dan Kehutanan Provinsi Aceh itu.

Editor: Akil Rahmatillah

Siap Dukung PON ke-21 di Aceh, Pangkoarmada RI Tawarkan Geser Kapal Perang

0
Pj Sekda Aceh, Azwardi, bersama Pangkoarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 yang akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Pangkoarmada Denih dalam acara jamuan makan malam bersama Pj Sekda Aceh dan para Kepala SKPA, di Meuligoe Gubernur Aceh.

“Apa yang dibutuhkan terkait akomodasi misalnya, bila memungkinkan akan kami geser kapal perang jenis LPD atau kapal rumah sakit yang bisa jadi tempat tidur para atlet, saya rasa bakal lebih nyaman dibanding di hotel,” kata Denih.

Sebelumnya Pj Sekda Aceh, Azwardi, menyampaikan harapannya kepada Pangkoarmada RI agar TNI AL dapat ikut serta mendukung Pemerintah Aceh dalam pelaksanaan PON.

Saat ini pihaknya sedang mendata kebutuhan dan memetakan sarana prasarana dan fasilitas yang dimiliki dan tersedia di Aceh.

“Tentu dukungan Panglima dibutuhkan dalam pelaksanaan event besar ini,” kata Azwardi, Sabtu (27/4/2024).

Lebih lanjut, Pj Sekda menegaskan saat ini Aceh berada dalam kondisi aman dan nyaman. Pelaksanaan Pemilu 2024 pada Februari pun berjalan damai di Bumi Serambi Mekkah ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Aceh: Pemimpin Daerah Harus Meneladan Sikap Adil dan Bermartabat Syekh Abdurrauf As-Singkili

0
Bustami Hamzah pada peringatan Haul ke-339 Syekh Abdurrauf As-Singkili, di Masjid Agung Singkil. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Singkil – Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah, mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para pemimpin daerah untuk mengambil teladan serta menghidupkan semangat Ulama Besar Syekh Abdurrauf As-Singkili.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bustami dalam sambutannya pada peringatan Haul ke-339 Syekh Abdurrauf As-Singkili, di Masjid Agung Singkil, Jumat 26 April 2024 malam.

“Mari kita berkomitmen dalam menjaga keadilan dan martabat di Aceh Singkil. Mari kita tingkatkan sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang adil dan bermartabat bagi semua,” ujar Pj Gubernur.

Pj Gubernur Aceh juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Aceh Singkil yang telah menyelenggarakan haul dengan khidmat dan penuh keikhlasan. Ia berharap momen tersebut tidak dimanfaatkan untuk sekadar mengenang sosok Syekh Abdurrauf As-Singkili.

“Namun juga mengambil inspirasi dari ajaran-ajaran beliau yang telah menjadi cahaya penerang bagi peradaban Islam di Aceh Singkil dan di seluruh Nusantara,” ujarnya.

Bustami mengungkapkan, Haul ke-399 Syekh Abdurrauf As-Singkili, yang mengangkat tema “Aceh Singkil Adil dan Bermartabat dalam Spirit Syekh Abdurrauf As-Singkili,” sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi di zaman ini.

Menurutnya, Syekh Abdurrauf As-Singkili dengan pemikiran dan ajaran-ajarannya, tidak hanya menuntun kaum muslimin menuju kehidupan yang lebih baik secara spiritual, tetapi juga mengajarkan tentang pentingnya adil dan martabat dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai itulah yang diharapkan Bustami dijunjung tinggi dan diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat.

“Sebagai pemimpin, kita selayaknya bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap warga Aceh, termasuk di Aceh Singkil, merasakan keadilan dan martabat dalam kehidupannya sehari-hari. Keadilan tidak hanya tentang penerapan hukum yang adil, tetapi juga tentang pemerataan pembangunan, perlindungan hak asasi manusia, dan kesetaraan dalam peluang dan akses terhadap layanan publik,” imbuh Gubernur Bustami.

Oleh karena, Gubernur mengajak hadirin untuk selalu bermuhasabah serta selalu mengingatkan diri kita sendiri, bahwa martabat bukanlah sesuatu yang dapat diberikan atau diambil begitu saja, melainkan sesuatu yang harus dipertahankan dan dibangun bersama-sama.

“Martabat setiap individu, terlebih lagi dalam masyarakat yang beragam seperti di Aceh Singkil, harus dijunjung tinggi tanpa memandang perbedaan,” kata Pj Gubernur Bustami Hamzah mengingatkan.

Editor: Akil Rahmatillah

Hari Laut Sedunia, ASDP dan Dishub Aceh Bersihkan Pelabuhan Ulee Lheue

0
ASDP dan Dishub Aceh Bersihkan Pelabuhan Ulee Lheue. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia (Ocean Day) dan sebagai wujud komitmen dan kecintaan terhadap lingkungan, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh bersama Dinas Perhubungan Aceh dan stakeholder Pelabuhan Ulee Lheue mengadakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan pelabuhan pada Sabtu (27/4/2024).

Kegiatan membersihkan lingkungan pelabuhan dipimpin langsung oleh Koordinator Pelabuhan Ulee Lheue, Muhammad Ridwan Siregar bersama General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Rudi B. Hanafiah.

Rikhwan menyampaikan, kebersihan harus dimulai dari diri masing-masing, lalu kebersihan lingkungan tempat bekerja, dalam hal ini Pelabuhan Ulee lheu yang saban hari ramai dikunjungi masyarakat sebagai tempat melaksanakan aktivitas dan pelayanan penyeberangan.

“Kebersihan lingkungan harus menjadi budaya dalam diri kita maupun di lingkungan kerja. Untuk itu, mari kita laksanakan bersih-bersih lingkungan pelabuhan secara bersama-sama dan dengan penuh semangat,” ujar Rikhwan.

Menurut dia, kegiatan bersih-bersih lingkungan pelabuhan ini merupakan salah satu upaya mendukung penerapan konsep green port (pelabuhan hijau) di Pelabuhan Ulee Lheue, juga kegiatan perlindungan lingkungan dan pengurangan limbah sampah plastik.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap seluruh pihak terkait yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung kegiatan bersih-bersih lingkungan pelabuhan ini. Saya harap kegiatan ini dapat terselenggara rutin setiap bulan,” tutup Rudi.

Editor: Akil Rahmatillah

Bisnis Burger Gerobak di Banda Aceh: Meraih Sukses di Pasar Kuliner

0
Bisnis Burger Gerobak di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Industri kuliner di Banda Aceh terus menggeliat, memberikan peluang besar bagi para pengusaha untuk berinovasi. Salah satu tren yang sedang meroket adalah bisnis jualan burger gerobak. Dengan harga terjangkau dan variasi rasa yang menarik, burger gerobak menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang mencari santapan cepat dan nikmat.

Menurut data yang dihimpun, pertumbuhan bisnis burger gerobak di Banda Aceh meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini didorong oleh minat konsumen yang tinggi terhadap makanan cepat saji yang praktis dan berkualitas. Para pelaku usaha kuliner pun berlomba-lomba untuk menyajikan burger dengan citarasa yang autentik dan bahan baku yang berkualitas.

Salah satu yang berhasil memanfaatkan peluang ini adalah Riki, seorang pengusaha burger gerobak yang telah sukses menjalankan usahanya selama dua tahun terakhir.

“Saat melihat potensi pasar yang besar untuk makanan cepat saji, saya memutuskan untuk memulai bisnis burger gerobak di Banda Aceh. Dengan modal yang terbatas namun semangat yang besar, saya percaya bisa bersaing di pasar yang kompetitif ini,” ungkap Riki kepada Nukilan.id pada selasa (30/4/2024) malam.

Riki juga menyoroti pentingnya inovasi dalam bisnis kuliner. Ia mengatakan bahwa kunci kesuksesannya tidak hanya menyajikan burger biasa, tapi juga memberikan variasi rasa yang beragam dan menggunakan bahan baku yang berkualitas.

“Kami selalu berusaha untuk memenuhi selera konsumen dan memberikan pengalaman kuliner yang memuaskan,” jelasnya sembari menyiapkan pesanan burger untuk pelanggannya.

Dengan lokasi strategis di pusat keramaian kota dan pelayanan yang ramah, burger gerobak milik Riki berhasil menarik perhatian banyak pelanggan setia.

“Burger Riki ini memang enak dan harganya terjangkau. Saya sering sekali datang ke sini bersama teman-teman,” ujar salah Khairuni seorang pelanggan setianya.

Dengan potensi pasar yang masih terbuka luas dan semangat berwirausaha yang tinggi, bisnis jualan burger gerobak di Banda Aceh terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Bagi para pengusaha kuliner yang ingin meraih sukses, inovasi, kualitas, dan pelayanan yang prima merupakan kunci utama untuk bersaing di pasar yang kompetitif ini.

Reporter: Akil Rahmatillah

Keseruan Memancing di Lampulo, Menjalin Harmoni dengan Alam saat Senja

0
Potret pemancing di Lampulo. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Lampulo, salah satu destinasi favorit para pemancing di Banda Aceh, kembali menjadi sorotan saat senja menyapa. Kegiatan memancing di tanggul pantai ini tak hanya sekadar hobi, tetapi juga merupakan momen untuk menjalin harmoni dengan alam.

Ditemani semilir angin yang menari-nari di atas ombak, para pengunjung tampak asyik mempersiapkan peralatan memancing mereka. Keheningan senja hanya sesekali terputus oleh teriakan kecil dari para nelayan yang berlalu-lalang di sekitar.

Salah satu pemancing, Mauli, bercerita dengan antusias tentang pengalamannya. “Memancing di Lampulo selalu memberikan ketenangan tersendiri bagi saya. Setiap kali saya datang ke sini, rasanya seperti melarikan diri dari hiruk-pikuk kota,” ungkapnya kepada Nukilan.id pada Selasa (30/4/2024) sore.

Dengan senyum di wajahnya, Mauli menambahkan, Yang paling dia nikmati adalah momen ketika dirinya merasa terhubung langsung dengan alam.

“Melihat matahari terbenam sambil menunggu ikan menggigit umpan, rasanya tak tergantikan,” ungkap Mauli.

Tidak hanya sebagai tempat memancing, Lampulo juga menjadi saksi bisu bagi berbagai cerita hidup para pemancing yang datang ke sini. Dalam keheningan senja, mereka berbagi cerita, tips, dan trik dalam menaklukkan lautan lepas.

“Di sini, kita tidak hanya berusaha menangkap ikan, tetapi juga membangun ikatan sosial dengan sesama pemancing. Ini adalah momen yang saya tunggu-tunggu setiap hari,” ujar Mauli sembari memandangi horison yang mulai terperangkap dalam warna jingga senja.

Dengan semakin meredupnya cahaya matahari, para pemancing terus menikmati momen mereka di tepi pantai ini. Lampulo, dengan segala keindahan dan kesederhanaannya, kembali membuktikan bahwa kebahagiaan tak selalu harus dicari jauh, cukup di dekat kita saja.

Reporter: Akil Rahmatillah