Beranda blog Halaman 118

Tito Karnavian Minta Pemda Aceh Rampungkan Pendataan Rumah Rusak dalam Tiga Hari

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian. (Foto: Dok. Ist)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah di Aceh segera menyelesaikan pendataan rumah warga yang terdampak bencana dalam waktu tiga hari.

Hal itu disampaikan Tito saat meninjau progres pemulihan serta menyerahkan bantuan sosial di Aceh Tamiang, Minggu (11/1/2026). Ia menegaskan, pendataan tersebut mencakup rumah warga dengan kategori rusak ringan hingga rusak sedang.

“Saya beri waktu mulai dari kemarin tiga hari untuk diverifikasi di tingkat BNPB, diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Capil. Kalau tiga hari sudah clear uangnya oleh BNPB segera bayarkan, Rp15 juta yang rumahnya rusak ringan dan Rp30 juta rusak sedang,” kata Tito Karnavian di Aceh Tamiang, Minggu.

Menurut Tito, bantuan dana itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak, khusus tambahan biaya untuk membersihkan rumah dari lumpur banjir. Ia menyebut, pekerjaan pembersihan dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan gotong royong keluarga.

Selain itu, untuk rumah yang mengalami kerusakan berat atau hilang akibat hanyut, pemerintah menyiapkan dua skema penanganan. Warga dapat memilih tetap tinggal di tenda sambil menerima bantuan biaya hidup, atau berpindah ke hunian sementara (Huntara) yang saat ini sedang dibangun sebanyak 600 unit.

Untuk skema hunian sementara, pemerintah memberikan bantuan biaya sebesar Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan, yang dapat diperpanjang sampai rumah permanen selesai dibangun.

“Atau kalau mau bangun sendiri silakan membangun, diberikan dana di Rp60 juta oleh BNPB,” ujarnya.

Tito juga menekankan pentingnya mempercepat pemulangan warga dari lokasi pengungsian setelah dana perbaikan rumah dicairkan. Menurutnya, kondisi tinggal terlalu lama di tenda tidak sehat, terutama bagi anak-anak dan bayi.

“Karena itu engak sehat, di tenda sudah mulai ada yang sakit, kemudian juga yang kasihan anak-anak bayi. Nah, untuk itu kemarin saya mengejar untuk pemerintah daerah dan sudah disampaikan oleh bupati, sedapatnya dulu sampaikan data masyarakat yang rumahnya rusak ringan dan sedang,” demikian Tito Karnavian.

Pemkab Aceh Tengah Matangkan Data Jitupasna untuk Dasar Rehabilitasi Pascabencana

0
Sekda Aceh Tengah saat memimpin Rakor Jitupasna. (Foto: Humas Aceh Tengah)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar rapat koordinasi pemutakhiran data Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) sebagai langkah awal penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Mursyid, dan berlangsung di Aula Kantor BPKK Aceh Tengah, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan unsur pemerintahan daerah yang terlibat dalam penanganan kebencanaan dan perencanaan pembangunan.

Dalam arahannya, Sekda Mursyid menegaskan bahwa data Jitupasna akan menjadi blueprint atau acuan utama dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Aceh Tengah pascabencana hidrometeorologi.

Ia juga menekankan pentingnya manajemen yang baik dalam pengendalian bencana guna mencegah potensi penyimpangan selama proses pemulihan.

“Para kepala OPD kita minta juga harus menyesuaikan dengan data yang ada di perencanaan pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, Mursyid meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera memutakhirkan data Jitupasna serta menindaklanjuti setiap masukan yang muncul dalam rapat koordinasi tersebut secara serius dan terfokus.

Langkah pemutakhiran ini diharapkan dapat memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Tengah berjalan tepat sasaran, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Menkes Keluhkan Mahalnya Tiket ke Aceh, Relawan Kemenkes Terpaksa Transit Malaysia

0
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin saat menemui wartawan usai acara ground breaking pembangunan gedung central medical unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Kamis (8/01/2026).(FOTO: KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat menuju Aceh, yang berdampak langsung pada proses pengiriman relawan Kementerian Kesehatan untuk membantu korban banjir dan longsor. Akibatnya, sebagian relawan terpaksa diberangkatkan melalui Malaysia terlebih dahulu karena biaya perjalanan yang lebih murah.

Hal tersebut disampaikan Budi dalam rapat antara DPR dan pemerintah yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

“Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia. Tiketnya bisa Rp 2 juta, Rp 3 juta,” ungkap Budi.

Namun, langkah tersebut menimbulkan persoalan baru. Sekitar 400 relawan Kemenkes yang tiba dari Malaysia sempat viral di media sosial karena disangka sebagai relawan dari negara tersebut.

“Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di IG, ‘alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang’. Jadi kan kita juga jadi enggak enak gitu disangkanya,” jelasnya.

Merasa kurang nyaman dengan situasi itu, Budi kemudian meminta pihak terkait agar relawan Kemenkes dapat memperoleh harga tiket pesawat khusus menuju Aceh. Ia menilai harga tiket seharusnya tidak jauh berbeda dengan biaya perjalanan melalui Malaysia.

“Jadi itu permintaan pertama kita, kalau bisa kita harganya jangan terlalu jauh dengan yang lewat Malaysia. Pak Gubernur pasti merasakan, orang-orang Aceh pasti tahu. Bahwa memang muter itu, dan lebih murahnya jauh,” katanya.

Budi juga menekankan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di Aceh sangat mendesak, terutama di wilayah pengungsian dan desa terpencil.

“Padahal kita butuh 700-800 kita kirim per 2 minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh, terutama di pos pengungsian dan desa terpencil,” pungkasnya.

H. Muslim Ayub Tanggung Biaya Pemulangan Jenazah Mahasiswa Hafiz Qur’an Asal Aceh Tenggara

0
Foto Almarhum Muhammad Aldi bin Hadiyan, warga Desa Biak Muli Bakhu, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Jakarta — Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh I, H. Muslim Ayub, menunjukkan kepedulian sosial dengan memfasilitasi pemulangan jenazah seorang mahasiswa asal Aceh Tenggara yang wafat di Jakarta.

Mahasiswa tersebut adalah Muhammad Aldi bin Hadiyan, warga Desa Biak Muli Bakhu, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada 11 Januari 2026.

Semasa hidupnya, Muhammad Aldi tercatat sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, Jurusan Tafsir Al-Qur’an, serta dikenal sebagai hafiz Al-Qur’an 30 juz.

Proses pemulangan jenazah sempat terkendala akibat keterbatasan biaya yang dihadapi pihak keluarga. Menyikapi kondisi tersebut, H. Muslim Ayub turun tangan langsung dengan menanggung seluruh biaya transportasi dan pemulangan jenazah hingga tiba di kampung halaman.

“Orang tua almarhum berasal dari keluarga sederhana. Oleh karena itu, kami merasa terpanggil untuk membantu agar jenazah almarhum dapat segera dipulangkan dan dimakamkan di tanah kelahirannya,” ujar H. Muslim Ayub dalam keterangannya kepada Nukilan.

Saat ini, jenazah Muhammad Aldi bin Hadiyan telah diberangkatkan dari Jakarta dan tengah dalam perjalanan menuju rumah duka yang berlokasi di depan Kilang Padi Rahmad, Aceh Tenggara. Pihak keluarga berharap almarhum tiba dengan selamat dan segera dimakamkan di kampung halaman.

Atas bantuan tersebut, keluarga dan ahli waris almarhum menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada H. Muslim Ayub atas kepedulian dan keikhlasan dalam membantu proses pemulangan jenazah. (XRQ)

Reporter: Akil

Terobos Akses Sulit, Polres Aceh Tengah Antar Bantuan ke Daerah Terisolasi

0
Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan ke korban bencana (FOTO: dok. istimewa)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Bintang. Penyaluran bantuan dilakukan langsung ke wilayah terpencil yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik pada Jumat (9/1/2026) pukul 10.00 WIB. Rombongan menempuh medan berat dengan mengerahkan 40 unit sepeda motor trail, terdiri dari 20 personel Polres Aceh Tengah dan 20 anggota Komunitas Trail Tragong Aceh Tengah.

Kapolres Aceh Tengah mengatakan, kehadiran jajaran kepolisian tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tetap terpantau.

“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di kampung-kampung yang aksesnya masih sulit. Anak-anak sudah mulai bersekolah, dan itu perlu kita dukung bersama. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan bantuan sampai dan warga tetap terpantau,” kata Taufik dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga serta membantu pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

Tito Karnavian Kirim Ratusan Gerobak dan Bantuan Pangan untuk Pemulihan Aceh Tamiang

0
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. (Foto: Kemendagri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyalurkan ratusan gerobak dorong serta bantuan pangan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana. Bantuan ini ditujukan untuk membantu pembersihan wilayah terdampak sekaligus mendukung kembalinya aktivitas pemerintahan dan perekonomian masyarakat.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito menyampaikan bahwa Aceh Tamiang termasuk daerah dengan dampak bencana yang cukup besar. Namun, ia menilai proses pemulihan mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Pemerintahan sudah mulai jalan, ekonomi sudah mulai kelihatan. Warung, restoran, kemudian pasar sudah mulai buka, SPBU buka semua,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi 456 unit gerobak dorong yang akan digunakan untuk membersihkan lumpur serta material sisa bencana, terutama di kawasan permukiman padat dan gang sempit. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan 1.300 dus mi instan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Lapangan Parkir Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu (11/1/2026), sebagai bagian dari langkah konkret pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Update Bencana Alam Aceh per 11 Januari 2026: 545 Orang Meninggal, Lebih dari 2,5 Juta Jiwa Terdampak

0
Bantuan Polri di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera (Foto: Dok istimewa)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Dampak bencana alam hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh terus menunjukkan angka yang signifikan. Hingga Minggu (11/1/2026) sore, jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur masih bertambah seiring proses pendataan di lapangan.

Dilansir Nukilan.id dari data Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2026 yang dirilis di Banda Aceh, Minggu (11/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 18 kabupaten/kota terdampak bencana.

Laporan dari Pusat Informasi dan Media Center Komdigi (Doc Rachmad Yuliadi Nasir) menyebutkan, total korban terdampak mencapai 670.842 kepala keluarga atau 2.583.376 jiwa. Dari jumlah tersebut, 545 orang dilaporkan meninggal dunia, 31 orang dinyatakan hilang, 4.939 orang mengalami luka ringan, dan 456 orang luka berat.

Selain korban jiwa, bencana juga memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Tercatat terdapat 1.008 titik pengungsian yang menampung 57.444 kepala keluarga atau 216.857 jiwa.

Kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik juga cukup luas. Sebanyak 227 gedung atau kantor dilaporkan rusak, disusul 641 rumah ibadah, 149 fasilitas kesehatan, serta 1.766 fasilitas pendidikan yang terdampak.

Sementara itu, kerusakan infrastruktur transportasi meliputi 1.593 ruas jalan dan 468 unit jembatan.

Bencana hidrometeorologi ini juga menyebabkan kerugian besar pada sektor harta benda dan mata pencaharian warga. Data mencatat sebanyak 148.791 unit rumah mengalami kerusakan. Selain itu, 63.187 ekor ternak terdampak, 56.652 hektare sawah rusak, 100.376 hektare kebun terdampak, serta 32.341 hektare tambak mengalami kerusakan.

Pusat Informasi dan Media Center Komdigi menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kondisi serta hasil pendataan di lapangan. (XRQ)

Reporter: Akil

Dasco Hubungi Prabowo, Anggaran Transfer Daerah Aceh Dipastikan Utuh

0
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Dok. DPR.)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana di Aceh tidak akan mengalami pemotongan pada tahun anggaran 2026. Kepastian itu diperoleh setelah Dasco secara langsung menelepon Presiden Prabowo Subianto di sela rapat koordinasi penanganan bencana di Banda Aceh, kemudian menghubungkan pembicaraan tersebut dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Pak Ketua (Dasco) sudah telepon, dan Pak Presiden bilang setuju. Sudah kita hitung semuanya secara anggaran, bisa, tak ada masalah,” kata Purbaya di Banda Aceh, Sabtu, 10 Januari 2026.

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran TKD tahun ini akan disalurkan penuh tanpa pemotongan, berbeda dengan kebijakan pada tahun sebelumnya. Bahkan, per 2 Januari 2026, pemerintah pusat telah mengirimkan dana sebesar Rp1,2 triliun kepada Pemerintah Provinsi Aceh serta kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Dengan demikian, ketersediaan anggaran tidak lagi menjadi hambatan utama dalam proses penanganan dan pemulihan bencana.

Pada kesempatan yang sama, Dasco juga menyampaikan kesimpulan rapat bahwa mulai 10 Januari 2026, upaya pemulihan pascabencana di Sumatra akan berada di bawah komando Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Sehingga Satgas Pemulihan Bencana Sumatra, DPR akan menjalankan fungsi di bidang legislasi, anggaran, pengawasan, dan koordinasi,” ujar Dasco.

Pemerintah bersama DPR menargetkan seluruh roda pemerintahan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana dapat kembali berjalan normal sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Seluruh proses pemulihan diupayakan tuntas maksimal sebelum Idulfitri.

“Dan seluruh daerah terdampak telah tersentuh secara bertahap dan dapat dimaksimalkan agar dapat selesai tertanggulangi diusahakan sebelum Lebaran,” pungkas Dasco.

Lebih dari 13 Ribu Hektare Kebun Kopi di Dataran Tinggi Gayo Rusak Akibat Bencana

0
Kebun kopi di Aceh Tengah rusak akibat bencana banjir dan longsor. (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada akhir November 2025 menimbulkan dampak besar terhadap sektor pertanian, terutama perkebunan kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di kawasan dataran tinggi Gayo.

Data terbaru Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh mencatat, kerusakan lahan kopi di Aceh Tengah mencapai 12.638 hektare. Kerusakan tersebut menjadi salah satu dampak terparah dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah itu.

“Data Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor mencatat, seluas 12.638 hektare lahan kopi di Aceh Tengah mengalami kerusakan akibat bencana,” kata Murthalamuddin, Sabtu, 10 Januari 2026.

Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah, kebun kopi juga menjadi sektor yang paling terdampak. Luas kerusakan mencapai 445,583 hektare yang tersebar di delapan kecamatan. Kecamatan Bukit tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan terluas, yakni 198,179 hektare.

“Kerusakan kebun kopi cukup mendominasi dampak bencana hidrometeorologi di Bener Meriah. Ini sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat,” ujar Murthalamuddin.

Tak hanya kopi, bencana juga merusak sejumlah komoditas pertanian lainnya di Bener Meriah. Data mencatat, kerusakan sawah mencapai 68,732 hektare, perkebunan di Kecamatan Syiah Utama seluas 214,270 hektare, serta kolam masyarakat seluas 2,505 hektare.

“Secara keseluruhan, total kerusakan lahan mencapai 731,089 hektare,” ungkap Murthalamuddin.

Kerusakan yang meluas ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat, terutama petani kopi yang selama ini menggantungkan hidup pada hasil perkebunan di wilayah tersebut.

BMKG Prakirakan Cuaca Aceh 11 Januari 2026 Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun

0
Ilustrasi Cuaca berawan (Foto: detikSumut)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Minggu, 11 Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di Aceh diperkirakan cerah berawan dengan peluang hujan ringan di sejumlah daerah.

Prakiraan cuaca ini menjadi acuan penting bagi masyarakat, terutama untuk merencanakan aktivitas luar ruangan agar tetap aman dan nyaman.

Dalam laporan harian BMKG yang diterima Nukilan.id, sebagian besar wilayah Aceh diprediksi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Kondisi cuaca relatif stabil dengan suhu udara yang tergolong nyaman serta tingkat kelembapan yang masih dalam batas normal untuk aktivitas harian.

Meski demikian, BMKG mencatat adanya potensi hujan ringan atau gerimis yang dapat terjadi pada siang hingga sore hari di beberapa wilayah Aceh. Hujan diperkirakan tidak berlangsung lama dan tidak bersifat ekstrem.

Secara rinci, pada siang hingga sore hari, cuaca di Aceh umumnya berawan hingga cerah berawan. Angin diperkirakan bertiup dengan kecepatan ringan hingga sedang, disertai kelembapan udara yang cukup tinggi.

Sebelumnya, BMKG juga mengingatkan bahwa dinamika cuaca musim hujan di Sumatra masih berpotensi memicu cuaca ekstrem hingga pertengahan Januari 2026. Oleh karena itu, meskipun prakiraan menunjukkan hujan ringan, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.

BMKG menempatkan Aceh sebagai salah satu wilayah yang berpeluang mengalami hujan ringan pada 11 Januari 2026, sejalan dengan prakiraan cuaca nasional untuk periode 11–12 Januari 2026.

Masyarakat diimbau tetap menyiapkan perlengkapan antisipasi hujan saat beraktivitas di luar ruangan dan rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh data yang akurat dan terbaru. (XRQ)

Reporter: Akil