Beranda blog Halaman 118

Tarif Parkir di Luar Qanun Dinyatakan Ilegal, Dishub Aceh Barat Siapkan Razia Besar-Besaran

0
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, Erdian Mourny. (Foto: kdnindonesia.com)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menegaskan bahwa praktik pungutan tarif parkir di luar ketentuan qanun merupakan tindakan ilegal dan melanggar hukum.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, Erdian Mourny, dalam kegiatan Coffee Morning Forum Lalu Lintas yang digelar di Aula Rapat Dishub Aceh Barat pada Kamis (23/4/2026).

Dalam forum tersebut, Erdian menyatakan bahwa setiap pungutan parkir yang tidak mengacu pada tarif resmi yang telah ditetapkan tidak dapat ditoleransi karena merugikan masyarakat dan berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan daerah.

“Pengambilan tarif parkir di luar ketentuan yang telah ditetapkan adalah ilegal. Ini harus menjadi perhatian bersama, karena menyangkut ketertiban umum dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Dishub Aceh Barat akan menggelar razia besar-besaran untuk menertibkan parkir liar. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai instansi, seperti Satlantas dan Satreskrim Polres Aceh Barat, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Razia tersebut tidak hanya menyasar juru parkir ilegal, tetapi juga praktik premanisme yang memanfaatkan ruang publik tanpa dasar hukum.

“Kami akan berkolaborasi lintas sektor untuk menertibkan parkir liar dan memberantas premanisme. Ini adalah langkah konkret untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi masyarakat,” tambah Erdian.

Kasat Lantas Polres Aceh Barat, AKP Eko Suhendro, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh upaya penertiban tersebut.

“Kami siap mendukung sepenuhnya upaya penertiban ini. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas demi menciptakan ketertiban dan rasa aman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Barat yang diwakili Kanit Tipikor, IPDA Maskur, menyoroti pentingnya pemasangan kamera pengawas (CCTV) di setiap persimpangan jalan untuk mendukung pengawasan dan penegakan hukum.

“CCTV di setiap persimpangan sangat penting, tidak hanya untuk memantau arus lalu lintas, tetapi juga sebagai alat kontrol dan bukti dalam penegakan hukum,” ungkapnya.

Dari kalangan pers, Dimas Fuadi juga memberikan masukan terkait keselamatan lalu lintas. Ia menyoroti masih tingginya angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan bus penumpang, serta pentingnya pendekatan berbasis penghargaan bagi pengemudi.

“Pemberian penghargaan kepada sopir yang disiplin dan taat aturan akan menjadi motivasi bagi pengemudi lainnya untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara,” ujar Dimas.

Menanggapi berbagai masukan, Erdian menyatakan pihaknya akan memperkuat aspek keselamatan jalan dengan menambah rambu-rambu peringatan di sejumlah titik persimpangan.

“Ke depan, kami juga akan menambah rambu-rambu peringatan di titik-titik persimpangan guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan,” ujarnya.

Kegiatan Coffee Morning Forum Lalu Lintas ini turut dihadiri perwakilan instansi pemerintah, Satpol PP, Jasa Raharja, aparat penegak hukum, TNI-Polri, serta insan pers. Forum ini menjadi wadah koordinasi dalam meningkatkan sinergi pengelolaan lalu lintas dan transportasi di Aceh Barat.

Pemerintah berharap langkah tegas ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan juru parkir untuk mematuhi aturan, sehingga tercipta sistem parkir yang tertib, transparan, dan sesuai regulasi.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Banda Aceh Raih National Governance Award 2026, Unggul di Akses Layanan Kesehatan

0
Banda Aceh Raih National Governance Award 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah Kota Banda Aceh meraih penghargaan bergengsi dalam ajang National Governance Award 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jumat (24/4/2026). Banda Aceh dinobatkan sebagai Excellent City in Healthcare Access atas capaian di sektor ekosistem kesehatan.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, pada malam penganugerahan yang berlangsung di The Ritz-Carlton, Jakarta. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, kepada empat daerah terpilih.

Selain Banda Aceh, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kota Tangerang, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Situbondo.

Capaian ini menempatkan Banda Aceh sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Illiza-Afdhal, Pemerintah Kota Banda Aceh dinilai berhasil melakukan transformasi layanan kesehatan primer, terutama melalui pemerataan akses serta intervensi gizi terpadu.

Fokus pada sektor kesehatan tersebut turut berdampak signifikan terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Banda Aceh bahkan menempati peringkat pertama secara nasional pada 2025.

Illiza menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor kesehatan di Banda Aceh.

“Alhamdulillah, ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah dengan seluruh stakeholder di bidang kesehatan. Penghargaan ini kami dedikasikan untuk masyarakat Banda Aceh,” ujarnya.

Ia menegaskan, capaian tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

“Insyaallah, ini menjadi pelecut bagi kami untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan kota tercinta,” tambahnya.

Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Banda Aceh telah meluncurkan berbagai program strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, seperti layanan Puskesmas Keliling, program Dokter Masuk Sekolah, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Rencong Resmi Terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Aceh Besar

0
Bupati Aceh Besar Muharram Idris. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – Kabupaten Aceh Besar resmi memperoleh pengakuan atas Kekayaan Intelektual (KI) Komunal untuk Rencong setelah menerima sertifikat Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang telah mengusulkan berbagai warisan budaya daerah hingga tercatat secara nasional, termasuk Rencong.

“Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), berhasil mencatatkan Rencong sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dalam kategori Ekspresi Budaya Tradisional (EBT). Ini sangat penting, agar setiap warisan budaya kita tercatat, punya sertifikat hak cipta serta tidak bisa diklaim oleh orang maupun daerah lain,” jelas Bupati, Sabtu (25/4/2026).

Rencong merupakan warisan budaya Aceh yang dahulu digunakan sebagai senjata oleh para pejuang dalam melawan penjajah. Hingga kini, kerajinan rencong masih diproduksi di Gampong Rencong di wilayah Baet—meliputi Baet Mesjid, Baet Lampuot, dan Baet Meusugo—yang berada di Kemukiman Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, dengan fungsi yang telah berkembang.

Pencatatan tersebut ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Fahrurrazi, menyebutkan bahwa pencatatan ini merupakan langkah strategis dalam melindungi warisan budaya daerah agar tetap lestari dan memiliki kekuatan hukum.

“Rencong bukan sekadar senjata tradisional, tetapi juga simbol jati diri dan nilai budaya masyarakat Aceh yang harus dijaga bersama. Dengan adanya pencatatan ini, kita memiliki dasar hukum yang kuat untuk melindungi dan melestarikannya,” ujar Fahrurrazi.

Dalam dokumen resmi, Rencong diklasifikasikan sebagai ekspresi budaya yang mencakup seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi, serta bagian dari upacara adat, baik ritual maupun pesta rakyat. Rencong juga memiliki nilai sakral dan menjadi simbol penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Kabupaten Aceh Besar ditetapkan sebagai wilayah asal, dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar sebagai kustodian. Pencatatan ini memiliki nomor registrasi EBT11202200122 dan telah masuk dalam Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Hoaks: Kapolda Aceh Dukung Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan GAM

0
Ilustrasi berita hoaks. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Informasi yang beredar di media sosial, khususnya TikTok, terkait klaim bahwa Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mendukung pengibaran bendera bulan bintang atau Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dipastikan tidak benar.

Narasi tersebut muncul dalam sebuah unggahan viral yang menarasikan adanya dukungan dari Kapolda Aceh terhadap simbol dan gerakan separatis. Namun, setelah ditelusuri, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Kapolda Aceh maupun Polda Aceh yang membenarkan klaim tersebut.

Foto yang beredar dalam unggahan itu diketahui merupakan dokumentasi kegiatan resmi kunjungan dan pertemuan antar lembaga pemerintahan, bukan bentuk dukungan terhadap gerakan politik atau separatisme.

Penelusuran menggunakan kata kunci terkait di mesin pencari juga mengarah pada pemberitaan media yang berbeda konteks. Salah satu hasil teratas berasal dari laporan media yang memberitakan pemanggilan eks petinggi Gerakan Aceh Merdeka oleh Polda Aceh.

Dalam laporan tersebut, Polda Aceh memanggil Zulkarnaini Hamzah alias Teungku NI, yang merupakan eks Panglima GAM wilayah Pase, terkait pengibaran bendera bulan bintang di Kota Lhokseumawe pada 4 Desember 2021. Pemanggilan dilakukan sebagai langkah klarifikasi atas peristiwa pengibaran bendera saat peringatan milad GAM ke-45.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Kapolda Aceh mendukung pengibaran bendera bulan bintang maupun Gerakan Aceh Merdeka merupakan hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta selalu memverifikasi kebenaran berita melalui sumber resmi dan terpercaya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Imam Masjid Al-Falah Sabang Ajak Pemuda Ramaikan Masjid dan Perkuat Keimanan

0
Imam Masjid Al-Falah Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang, Tgk Muchtar Andhika. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SABANG – Imam Masjid Al-Falah Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang, Tgk Muchtar Andhika, mengajak generasi muda Islam untuk lebih aktif meramaikan masjid, terutama di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks di era globalisasi, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, pengetahuan agama menjadi fondasi penting yang harus dimiliki pemuda, seiring derasnya arus informasi yang berkembang pesat dan memengaruhi nilai-nilai kehidupan.

Tgk Muchtar menekankan bahwa peningkatan kapasitas diri di bidang ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan penguatan pemahaman agama.

“Sekarang ini, godaan kehidupan sangat luar biasa. Baik bagi kita orangtua usia lanjut, terlebih untuk anak-anak muda. Kasus narkoba kita tahu ini luar biasa perkembangannya, pergaulan bebas, tak mampu hanya aparat bertindak atau orangtua saja yang menasihati anaknya. Tapi semua harus kembali kepada diri kita, bagaimana keimanan kita, bagaimana takwa kita kepada Allah, sehingga takut dengan apa yang kita lakukan, karena kita tahu semua yang kita lakukan akan dimintai pertangungjawaban kelak,” terangnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh agama, hingga aparatur desa, untuk berperan aktif dalam mendorong generasi muda mendekatkan diri ke masjid, khususnya pada waktu salat Subuh.

“Jika pemuda kita dekat dengan masjid, maka lingkungan akan lebih aman, damai, dan terhindar dari berbagai tindakan negatif,” tambahnya.

Tgk Muchtar berharap ajakan ini dapat menjadi gerakan bersama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual yang kokoh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

25 April 2026: Hari Otonomi Daerah ke-30, Ini Tema dan Maknanya

0
Hari otonomi daerah 2026. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Otonomi Daerah di Indonesia. Pada tahun 2026, peringatan ini memasuki usia ke-30 sejak pertama kali ditetapkan sebagai momentum penting dalam sistem pemerintahan daerah.

Dilansir Nukilan.id dari sejumlah laman resmi pemerintah daerah, peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan daerah sekaligus menegaskan peran strategis pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan nasional.

Melalui tema ini, pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan kewenangannya untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.

Berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Hari Otonomi Daerah diperingati sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat desentralisasi dalam sistem pemerintahan Indonesia. Peringatan ini berkaitan dengan pelaksanaan otonomi daerah yang mulai efektif pada era reformasi, terutama setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian disempurnakan melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Penerapan otonomi daerah memberikan kewenangan luas kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan di wilayahnya. Kewenangan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga budaya, dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.

Penetapan 25 April sebagai Hari Otonomi Daerah sendiri didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996. Peringatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan sekaligus memperkuat pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.

Selain itu, Hari Otonomi Daerah juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat peran daerah dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan dan merata.

Berikut sejumlah ucapan yang dapat dibagikan untuk memperingati Hari Otonomi Daerah 2026:

  • Selamat Hari Otonomi Daerah 2026, semoga daerah semakin mandiri dan sejahtera.
  • Dengan otonomi daerah, mari wujudkan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia.
  • Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30, saatnya daerah terus berinovasi.
  • Otonomi daerah adalah kunci kemajuan, mari bersama membangun dari daerah.
  • Selamat Hari Otonomi Daerah, semoga pelayanan publik semakin berkualitas.
  • Dengan semangat otonomi daerah, wujudkan kesejahteraan masyarakat.
  • Mari dukung otonomi daerah demi kemajuan bangsa.
  • Selamat Hari Otonomi Daerah 2026, saatnya menggali potensi lokal secara maksimal.
  • Otonomi daerah membawa harapan bagi pembangunan yang lebih merata.
  • Bersama otonomi daerah, kita wujudkan Indonesia yang lebih maju. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BMKG: Hujan Lokal Dominasi Cuaca Barat Selatan Aceh Hari Ini

0
Ilustrasi hujan ringan. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Barat dan Selatan Aceh pada Sabtu (25/4/2026) didominasi hujan lokal sejak pagi hingga malam hari.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id, prakirawan BMKG menyebutkan sebagian besar wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada siang hingga malam.

“Sebagian besar wilayah Barat dan Selatan Aceh berpotensi mengalami hujan lokal hingga hujan ringan pada siang hingga malam hari.”

Keterangan tersebut disampaikan oleh forecaster BMKG, Rijal Sainsfikri.

BMKG juga mencatat angin pada lapisan permukaan hingga ketinggian 3.000 feet umumnya bertiup dari arah Timur dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan Barat dan Selatan Aceh diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Di wilayah Calang, hujan lokal diprakirakan terjadi pada pagi hari, kemudian berawan pada siang hingga malam. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembaban mencapai 97 persen.

Kondisi serupa juga terjadi di Meulaboh yang diprakirakan mengalami hujan lokal pada pagi hari dan hujan ringan pada siang hingga malam. Kecepatan angin maksimum di wilayah ini mencapai 23 kilometer per jam dari arah Timur.

Sementara itu, wilayah Suka Makmue dan Kuala Pesisir diprakirakan berawan pada pagi hari dan berpotensi hujan ringan pada siang hingga malam, menandakan adanya peningkatan aktivitas awan hujan.

Di Blangpidie dan Tapak Tuan, hujan lokal diprediksi terjadi sejak siang hingga malam hari dengan kelembaban udara yang tinggi.

Adapun wilayah Singkil, Subulussalam, dan Sinabang diprakirakan mengalami cuaca berawan pada pagi hari dan hujan lokal pada siang hingga malam. Pola ini menunjukkan sebaran hujan yang relatif merata di kawasan Barat Selatan Aceh. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

MUQ Aceh Selatan Kembali Juara Umum SOB XIII 2026, Tegaskan Dominasi di Barat Selatan

0
Penyerahan Sertifikat juara umum oleh Annadwi kepada pihak MUQ Aceh Selatan dan diterima langsung oleh Direktur Madrasah Ulumul Qur’an Aceh Selatan, Dr. (Cand) Tgk. Muhammad Ridho Agung. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – SMP Plus Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara umum pada ajang Smart On Brilliant (SOB) XIII Tahun 2026 tingkat Barat Selatan Aceh.

Capaian ini mempertegas dominasi MUQ Aceh Selatan yang secara konsisten berhasil meraih gelar juara umum dalam ajang serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Kompetisi yang diikuti oleh 576 siswa tingkat SMP dan SMA ini digelar di SMAN Unggul Tapaktuan dengan mengusung tema “Harmony In Motion: Future Through Innovation”. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, pada Selasa (21/4/2026).

Sepanjang perlombaan, siswa-siswi MUQ Aceh Selatan tampil menonjol dan mendominasi berbagai cabang lomba. Mulai dari olimpiade sains seperti Matematika, Fisika, dan Biologi, hingga tahfidz Al-Qur’an, puisi bahasa Indonesia dan Inggris, cerdas cermat, serta seni Rapai.

MUQ Aceh Selatan berhasil meraih juara pertama di sejumlah kategori strategis, di antaranya USTQ PA, USTQ PI, USSQC, USCC, USOC Biologi, USOC Matematika, serta Rapai Geleng. Prestasi ini menunjukkan keunggulan MUQ tidak hanya dalam bidang akademik dan Al-Qur’an, tetapi juga seni budaya Aceh.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para siswa, bimbingan guru, serta dukungan berbagai pihak, termasuk panitia dan dewan juri.

Pada acara penutupan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan, Annadwi, S.Pd, MM, turut hadir dan memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Sertifikat juara umum diserahkan oleh Annadwi kepada pihak MUQ Aceh Selatan dan diterima langsung oleh Direktur Madrasah Ulumul Qur’an Aceh Selatan, Dr. (Cand) Tgk. Muhammad Ridho Agung.

Tgk Ridho kepada Nukilan.id menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

“Terima Kasih kepada semua guru, asatidz dan seluruh siswa siswi MUQ yang sudah berjuang dengan doa dan semangat juang yang tinggi. Kita tak berhenti berdoa, syukur dan berusaha tetap konsisten meningkatkan semangat prestasi MUQ Aceh Selatan hingga ke kancah Internasional. Dengan Kolaborasi yang solid pihak sekolah dan pesantren In Sya Allah depan kita hantarkan kembali MUQAS ke prestasi yang berikutnya,” ujarnya.

Dengan capaian ini, SMP Plus MUQ Aceh Selatan kembali membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang konsisten melahirkan generasi Qurani yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

USK Serahkan Instalasi Air Bersih Bertenaga Surya untuk Warga Pidie Jaya Pascabencana

0
Universitas Syiah Kuala (USK) menyerahkan instalasi pengolah air bersih kepada masyarakat Gampong Dayah Leubeu, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (25/4/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Universitas Syiah Kuala (USK) menyerahkan instalasi pengolah air bersih kepada masyarakat Gampong Dayah Leubeu, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (25/4/2026).

Penyerahan tersebut merupakan bagian dari kegiatan kolaborasi internasional bertajuk pemanfaatan instalasi pengolah air bersih bertenaga listrik surya untuk wilayah Pidie Jaya pascabencana banjir akibat Siklon Senyar 2025.

Program ini dilaksanakan sebagai respons atas keterbatasan akses air bersih yang dialami masyarakat setelah bencana tersebut. Instalasi yang dibangun dirancang mampu mengolah air yang sebelumnya tidak layak menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Zahrul Fuadi, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng. selaku ketua pelaksana, bersama tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Nasaruddin, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Muhammad Syukri, S.Si., M.T., IPM., ASEAN Eng., serta Dr. Sofia, S.Si., M.Sc.

Selain itu, kolaborasi ini juga melibatkan mitra internasional, yakni Dr. Sya’rawi Mohd Husni dari Universiti Sains Malaysia, sebagai bagian dari kerja sama akademik lintas negara.

Melalui program ini, masyarakat Gampong Dayah Leubeu diharapkan dapat memperoleh akses air bersih yang lebih layak dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat penggunaan air yang tercemar.

Kegiatan ini juga menjadi wujud penerapan teknologi tepat guna hasil kolaborasi akademik internasional yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.

Ke depan, instalasi pengolah air bersih ini diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat serta menjadi model solusi bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa pascabencana.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

SMA Modal Bangsa Wakili Aceh di Turnamen Basket Internasional di Medan

0
SMA Modal Bangsa Wakili Aceh di Turnamen Basket Internasional di Medan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tim basket SMA Negeri Modal Bangsa (Mosa) kembali menorehkan prestasi dengan tampil sebagai satu-satunya wakil Aceh dalam ajang 3×3 International Basketball Tournament by The Cage yang berlangsung di Medan pada 17–20 April 2026.

Turnamen berskala internasional ini diikuti oleh berbagai klub dan sekolah unggulan dari sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Singapura. Keikutsertaan Mosa menjadi bukti meningkatnya kualitas atlet pelajar dari Aceh di level kompetisi yang lebih tinggi.

Dalam ajang tersebut, SMA Modal Bangsa menurunkan tiga tim yang berlaga di kategori U17 putra dan putri. Berdasarkan hasil undian pada technical meeting, tim Mosa harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari dalam dan luar negeri.

Pada kategori putra, Mosaist A tergabung bersama tim Malaysia Melaka Eagles serta dua tim kuat asal Medan, Sutomo 1 dan Methodist 2 yang merupakan juara dan runner up DBL Medan musim lalu. Sementara Mosaist B berhadapan dengan wakil Singapura The Other Hooper, tim Malaysia Ivory Mammoth Gold, serta tim UNO dari Medan.

Di kategori putri, Mosaist Girls masuk dalam grup kompetitif bersama Penang Super Hoop A dari Malaysia serta dua tim Medan, yakni Sutomo 1 dan Sharks.

Kepala SMA Negeri Modal Bangsa, Misra, menyebut keikutsertaan ini menjadi kesempatan penting bagi siswa untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional sekaligus mengasah kemampuan bertanding.

“Ini adalah kesempatan emas bagi para siswa Modal Bangsa untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional. Bertanding melawan tim dari Singapura dan Malaysia akan memberikan pengalaman yang tak ternilai bagi perkembangan mental dan teknik bertanding mereka,” ujar Misra.

Hal senada disampaikan manajer tim, Raisul Akbar, yang menegaskan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas atlet pelajar melalui partisipasi di berbagai turnamen.

“Pastinya kita akan selalu berupaya meningkatkan kualitas siswa Modal Bangsa sebagai Student Athlete di bidang Basket dengan memperbanyak jam terbang dengan mengikuti berbagai turnamen baik itu level daerah, nasional maupun internasional,” ujar Raisul.

Adapun tim basket SMA Modal Bangsa yang dikenal dengan nama Mosaist diperkuat oleh Sayed Muharril Az-zahir, R.Ay. Ardhya Rajasadewi P., Nayla Kamilatun Nuha, Dwi Nadya Shafwah, Fathia Najla, M. Afghan Pasya Dinata, Harjuna Ridho Prayudha, Muhammad Al Qilbran, Afran Amar Ma’arif, Rafa Radinka Rusdi, Kevan Altaf, dan Faiz Hayyan Azzikri.

Keikutsertaan dalam turnamen ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga sarana meningkatkan kualitas, mental bertanding, serta pengalaman internasional bagi para atlet muda Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News