Beranda blog Halaman 117

Tokoh Masyarakat Desak Pemerintah Abadikan Nama Pejuang Pemekaran Aceh Singkil

0
Seminar Napak Tilas tema "Melawan Lupa Sejarah Perjuangan Pemekaran” ini berlangsung di Maktuan Coffee. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SINGKIL – Sejumlah tokoh masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera mengabadikan nama-nama pejuang pemekaran sebagai nama jalan maupun fasilitas publik. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah berdirinya daerah tersebut.

Permintaan itu mencuat dalam Seminar Napak Tilas bertema “Melawan Lupa Sejarah Perjuangan Pemekaran” yang digelar di Maktuan Coffee, Rimo, Sabtu (25/4/2026).

Ketua panitia, Hambalisyah Sinaga, menegaskan bahwa sejarah perjuangan pemekaran merupakan milik bersama, bukan klaim individu. Karena itu, pengarsipan serta pengabadian nama tokoh melalui regulasi resmi atau qanun dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam forum tersebut, peserta memberikan apresiasi kepada almarhum Makmur Syah Putra yang disebut sebagai proklamator Aceh Singkil. Para tokoh menilai dedikasi para pejuang perlu mendapat pengakuan negara dalam bentuk penghargaan berkelanjutan.

Salah satu tokoh pejuang, Asmauddin, mengungkapkan bahwa proses pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan berlangsung panjang dan penuh dinamika.

“Perjuangan ini melalui proses birokrasi, politik, dan hukum yang panjang,” ujar Asmauddin.

Selain Asmauddin, sejumlah pelaku sejarah turut hadir dan menyampaikan pandangan, di antaranya Ismail Saleh Lubis, Sjamsuddin Rizazard, Abdi Suka, Alo Hasmi Tomy, dan Ahmad Yani.

Peserta seminar juga menekankan bahwa tujuan utama pemekaran adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu. Mereka mengingatkan agar sejarah tidak disalahgunakan untuk klaim sepihak atas sumber daya daerah.

Dari diskusi tersebut, lahir sejumlah rekomendasi strategis, termasuk usulan ziarah, zikir, dan doa bersama setiap tahun menjelang hari jadi Aceh Singkil sebagai bentuk menjaga nilai spiritual perjuangan.

Selain itu, pemerintah diminta melakukan pengarsipan digital terhadap dokumen sejarah pemekaran, termasuk Surat Keputusan (SK) dan regulasi terkait, guna mencegah hilangnya bukti otentik di masa depan.

Forum juga mengusulkan pembentukan tim khusus bertajuk “Napak Tilas Melawan Lupa” yang bertugas menyusun profil dan rekam jejak para tokoh secara objektif. Penyusunan buku sejarah pemekaran secara komprehensif yang dibiayai melalui APBK juga menjadi salah satu rekomendasi penting.

Secara administratif, Aceh Singkil ditetapkan sebagai daerah otonom pada 27 April 1999 melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1999, setelah melalui perjuangan panjang sejak era 1950-an.

Seminar ini turut menyerukan pentingnya memperkuat persatuan lintas budaya, politik, dan sosial sebagai kunci mewujudkan cita-cita para pejuang dalam menyejahterakan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemkab Nagan Raya Buka Turnamen Futsal, Dorong Pembinaan Pemuda

0
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Asisten II Bupati, Amran Yunus, S.P., M.T., membuka turnamen futsal di GOS Aceh Barat, Sabtu, 25 April 2026. (Foto; For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Asisten II Bupati, Amran Yunus, S.P., M.T., resmi membuka turnamen futsal di GOS Aceh Barat, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nagan Raya.

Turnamen yang diselenggarakan oleh Ipelmanar ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga, khususnya futsal.

Dalam sambutannya, Amran Yunus menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada IPelmanar selaku panitia penyelenggara. Turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk bertanding dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan selama pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Rafi, menyebutkan turnamen ini diikuti oleh 23 tim dari berbagai daerah. Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar hingga selesai.

Turnamen ini diharapkan mampu melahirkan atlet muda berbakat. Selain itu, kehadiran pemerintah daerah dalam pembukaan kegiatan tersebut menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan pemuda agar kegiatan serupa dapat terus berkembang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Gempa M 3,0 Guncang Pidie Jaya Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

0
Ilustrasi gempa. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gempa bumi bermagnitudo 3,0 mengguncang wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Minggu (26/4/2026) pagi.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima Nukilan.id, gempa terjadi sekitar pukul 06.22.43 WIB dengan pusat berada di barat daya Kabupaten Pidie Jaya.

“#Mag:3.0, 26-Apr-2026 06:22:43WIB, Lok:4.93LU, 96.11BT (20 km BaratDaya KAB-PIDIEJAYA-ACEH), Kedlmn:30 Km #BMKG, Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.

BMKG mencatat, lokasi gempa berada pada koordinat 4,93 Lintang Utara dan 96,11 Bujur Timur, dengan kedalaman 30 kilometer.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Selain itu, gempa dengan magnitudo kecil ini juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta terus memantau informasi resmi dari instansi terkait. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pajak Listrik Dilepas, Ambisi Energi Hijau Diuji di Tengah Lonjakan BBM

0
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiahi Presiden Prabowo Subianto Mobil Listrik Togg T10X di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025). (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden).

NUKILAN.ID | INDEPTH – Pemerintah resmi mengakhiri skema pajak nol persen bagi kendaraan listrik. Kebijakan ini memperlihatkan celah antara ambisi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian energi dengan pendekatan fiskal yang kini lebih desentralistik di tingkat daerah. Dampaknya, bukan hanya biaya konsumen yang meningkat, tetapi juga kepastian investasi hijau senilai Rp 44,23 triliun mulai dipertanyakan.

Di bawah visi Asta Cita, Presiden Prabowo tengah mendorong transformasi menuju industrialisasi hijau dan kemandirian energi. Namun, langkah tersebut menghadapi tantangan setelah terbitnya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengubah skema insentif kendaraan listrik.

Regulasi ini tidak sepenuhnya menghapus insentif, melainkan mengalihkan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menentukan besaran keringanan. Dengan demikian, kendaraan listrik tetap menjadi objek Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), meski daerah dapat memberikan pembebasan atau pengurangan sesuai kebijakan masing-masing.

Perubahan pendekatan ini membuat kebijakan tidak lagi seragam secara nasional. Sejumlah daerah memilih tetap memberi insentif guna mendorong adopsi kendaraan listrik, sementara daerah lain mempertimbangkan pajak sebagai sumber pendapatan asli daerah. Akibatnya, biaya kepemilikan kendaraan listrik berpotensi berbeda antarwilayah, tergantung kebijakan fiskal daerah tempat kendaraan didaftarkan.

Paradoks “Game Changer”

Amatan Nukilan.id, dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa elektrifikasi kendaraan adalah kunci mengatasi krisis energi dan memperkuat kemandirian fiskal. Ia bahkan menyebut peralihan ini sebagai strategi besar perubahan nasional.

“Jadi this is our game changer. Ini game changer,” ujar Prabowo saat bertemu jurnalis dan pengamat di Hambalang, Bogor, sebagaimana yang diberitkan Kumparan.com.

Pemerintah menargetkan produksi massal sedan listrik nasional pada 2028 sebagai tonggak industrialisasi hijau. Namun, kebijakan baru justru dinilai berlawanan arah karena kendaraan listrik kini tidak lagi otomatis bebas pajak sejak aturan berlaku 1 April 2026.

Situasi ini semakin kompleks ketika berbarengan dengan lonjakan harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina (Persero). Per 18 April 2026, harga Pertamina Dex di Jawa mencapai Rp 23.900 per liter, sementara Dexlite Rp 23.600. Di luar Jawa bahkan mendekati Rp 25.000 per liter.

Harapan masyarakat menjadikan kendaraan listrik sebagai solusi atas mahalnya BBM pun mulai goyah. Biaya kepemilikan yang sebelumnya ringan kini meningkat signifikan.

Sebagai ilustrasi, mobil listrik seperti BYD Atto 1 kini dikenakan pajak tahunan sekitar Rp 4,9 juta hingga Rp 5,2 juta. Wuling Air EV berada di kisaran Rp 3,7 juta hingga Rp 4,7 juta, sementara kendaraan premium seperti BYD Denza D9 bisa mencapai Rp 19,7 juta per tahun.

Tarik Ulur Pusat dan Daerah

Desentralisasi insentif ini memunculkan perbedaan kebijakan antarwilayah. Mengutip OtoDream, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kendaraan listrik tetap harus berkontribusi terhadap pemeliharaan jalan melalui pajak daerah.

“Harapan saya adalah pajaknya tetap untuk kontribusi daerah. Kan motor dan mobil menggunakan jalan,” ujarnya.

Sebaliknya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Kepala Bapenda Lusiana Herawati tengah menyusun skema insentif guna menjaga daya beli masyarakat.

“Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan skema insentif fiskal yang optimal, dengan memanfaatkan ruang kebijakan yang diberikan dalam Permendagri terbaru,” katanya.

Perbedaan ini, menurut pakar otomotif Yannes Martinus Pasaribu, berpotensi memicu fenomena tax shopping.

“Disparitas pajak antar daerah bisa memunculkan fenomena pajak shopping, konsumen yang sengaja mendaftarkan kendaraannya di daerah yang pajaknya lebih rendah, meskipun kendaraan tersebut sehari-hari digunakan di daerah lain,” ujarnya.

Dari sisi industri, Periklindo menilai kebijakan ini berisiko menciptakan ketidakpastian, meski di sisi lain membuka peluang kompetisi antar daerah dalam menarik investasi.

“Hal ini harus dilihat sebagai hal positif. Bukan tidak mungkin akan mendatangkan aliran investasi jika pemerintah daerah mendukung penuh elektrifikasi,” ujar Wakil Ketua Umum Periklindo, Achmad Rofiqi.

Taruhan Investasi Puluhan Triliun

Ketidakpastian kebijakan menjadi ancaman serius bagi investasi kendaraan listrik di Indonesia. Dilansir Nukilan.id dari data INDEF, tercatat investasi sektor ini telah mencapai Rp 44,23 triliun dalam tiga tahun terakhir.

Sejumlah pemain global terlibat, seperti Hyundai dengan investasi Rp 20 triliun, BYD sebesar Rp 21,1 triliun, serta VinFast yang membangun fasilitas produksi di Subang.

Namun, Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho, mengingatkan risiko investor berpindah ke negara lain seperti Vietnam yang lebih agresif memberikan insentif hingga 2030.

“Jika ketidakpastian regulasi terus berlangsung, saya khawatir investor mobil listrik malah beralih ke negara yang semakin kuat memberi insentif seperti Vietnam,” ujarnya sebagaimana diberitakan oleh Inilah.com.

Ia juga menyoroti ketimpangan subsidi energi di Indonesia. Menurut INDEF, subsidi mobil berbahan bakar bensin mencapai Rp 15,5 juta per tahun, jauh lebih besar dibanding kendaraan listrik yang hanya Rp 2,3 juta.

“Ironisnya, aturan baru ini menyamakan beban pajak antara mobil listrik yang tidak menghasilkan emisi gas buang dengan mobil berbahan bakar minyak yang emisinya merusak lingkungan,” kata Andry.

Padahal, jika ekosistem kendaraan listrik berjalan optimal, sektor ini diperkirakan mampu menyumbang hingga Rp 225 triliun terhadap ekonomi nasional serta menciptakan sekitar 1,9 juta lapangan kerja pada 2030. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dispora Aceh Matangkan Penyusunan Buku Induk Ensiklopedia Kepemudaan Aceh, Ditargetkan Rampung Sebelum Hari Sumpah Pemuda

0
Dispora Aceh Matangkan Penyusunan Buku Induk Ensiklopedia Kepemudaan Aceh, Ditargetkan Rampung Sebelum Hari Sumpah Pemuda. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh terus mematangkan proses penyusunan Buku Induk Ensiklopedia Kepemudaan Aceh (Dalam/Luar Negeri–Diaspora) Tahun 2026.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam mendokumentasikan peran serta kontribusi pemuda Aceh secara komprehensif.

Penyusunan ensiklopedia tersebut merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Buku induk ini diharapkan mampu menjadi dokumentasi yang merekam perjalanan, capaian, serta kontribusi pemuda Aceh, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, termasuk diaspora Aceh yang berkiprah di berbagai negara.

Dalam arahannya, T. Banta Nuzullah menegaskan bahwa penyusunan buku induk ensiklopedia harus menghasilkan karya yang kredibel, representatif, dan inspiratif.

Menurutnya, ensiklopedia tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi capaian pemuda Aceh, tetapi juga menjadi representasi intelektual kepemudaan yang mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, sekaligus mengakomodasi peran strategis diaspora Aceh di luar negeri.

Rapat tersebut membahas berbagai tahapan pelaksanaan yang telah dilalui serta melakukan penajaman terhadap substansi draft buku induk. Sejumlah aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari penentuan tema besar, penguatan alur narasi, hingga pendalaman materi agar memiliki kualitas akademik dan nilai historis yang kuat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Kamaruddin Hasan, S.Sos., M.Si dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh Lhokseumawe yang menjadi bagian dari tim penyusun dan perumus. Kehadiran akademisi tersebut diharapkan dapat memperkuat metodologi penulisan, memperkaya perspektif ilmiah, serta memastikan validitas dan akurasi data yang dihimpun selama proses penyusunan.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan tim penyusun juga memaparkan Term of Reference (TOR) Ensiklopedia Kepemudaan Aceh. Dokumen tersebut menjadi landasan konseptual sekaligus acuan utama dalam penyusunan buku agar lebih terarah, sistematis, serta memiliki kekuatan metodologis dan ilmiah.

Selain itu, rapat juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Masri Amin, para koordinator divisi, dan staf terkait yang terlibat langsung dalam proses penyusunan. Kehadiran seluruh unsur tersebut bertujuan memperkuat koordinasi tim, mendukung kelancaran pekerjaan, serta memastikan proses validasi dan akurasi data berjalan optimal.

Dalam forum tersebut, peserta rapat menyepakati target penyelesaian buku sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kesepakatan itu diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh tim agar proses penyusunan dapat berlangsung lebih efektif, terarah, dan tepat waktu.

Melalui langkah ini, Dispora Aceh menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Buku Induk Ensiklopedia Kepemudaan Aceh 2026 sebagai karya dokumentatif yang tidak hanya merekam sejarah dan capaian pemuda Aceh, tetapi juga menjadi landasan strategis dalam perumusan kebijakan kepemudaan di masa mendatang. Selain itu, buku tersebut diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Aceh dalam melanjutkan kontribusi dan pengabdian bagi daerah.

Viral Video Siswa Jambak Guru di Langsa, Ternyata Hanya Prank Kejutan Ulang Tahun

0
viral video siswa
Tangkapan layar Video Siswa Jambak Guru di Aceh (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa menjambak guru perempuan di dalam kelas viral di media sosial dan menuai kecaman publik. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Kota Langsa, Aceh.

Dalam video yang beredar, terlihat aksi baku hantam antara sosok yang diduga siswa dan guru, disaksikan oleh sejumlah murid lainnya. Banyak warganet mengecam tindakan tersebut karena dinilai tidak mencerminkan etika di lingkungan pendidikan.

Namun belakangan terungkap, kejadian tersebut bukanlah peristiwa sebenarnya, melainkan sebuah prank yang dibuat oleh para siswa sebagai bagian dari kejutan ulang tahun untuk wali kelas mereka.

Salah satu siswi yang terlibat, Cindy Aulia, menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Dilansir Nukilan.id dari video klarifiasi yang diunggah, ia mengaku video tersebut dibuat bersama tiga rekannya.

“Saya Cindy Aulia, bersama tiga teman saya, meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang viral di media sosial. Sebenarnya kejadian tersebut tidak benar terjadi, itu hanya prank,” kata Cindy dalam video klarifikasi, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa adegan yang tampak seperti pertengkaran dengan guru sebenarnya hanyalah drama antar siswa. Salah satu temannya mengenakan pakaian praktik sehingga terlihat seperti seorang guru.

“Saya tidak bertengkar dengan guru, melainkan hanya drama dengan teman saya yang memakai baju praktik sehingga terlihat seperti guru,” ujarnya.

Cindy juga meminta masyarakat untuk tidak lagi menyebarluaskan video tersebut karena telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.

“Kami meminta maaf atas video yang kami posting. Kami mohon tidak menyebarkan hoaks,” tambahnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sirine Peringatan Tsunami Bergema di Banda Aceh saat HKB 2026

0
Momentum kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto DAN Walikota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal saat menghidupakan Sirine tanda bencana. (Foto: RRI/Sindi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bunyi sirine peringatan tsunami bergema di Kota Banda Aceh dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Sabtu (26/4/2026).

Peringatan HKB yang diperingati setiap 26 April tahun ini mengusung tema “Siap Untuk Selamat” sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan pembunyian sirine tanda bahaya bencana tepat pukul 10.30 waktu setempat. Di Banda Aceh, acara puncak dipusatkan di Pendopo Wali Kota.

Momentum pembunyian sirine dilakukan langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Selain pembunyian sirine, peringatan HKB di Banda Aceh juga diisi dengan latihan mitigasi bencana dan simulasi evakuasi di dua lokasi, yakni Kecamatan Baiturrahman dan kawasan Car Free Day Kota Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan masyarakat serta pemangku kepentingan dalam menghadapi situasi darurat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan penyerahan Early Warning System (EWS) kepada Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini bencana.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyampaikan bahwa keberadaan EWS diharapkan mampu meningkatkan upaya mitigasi bencana, khususnya dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

“Early Warning System diharapkan dapat menjadi langkah mitigasi bencana dan dapat meminimalisir risiko korban jiwa,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana. Masyarakat diharapkan tidak hanya memahami prosedur evakuasi, tetapi juga mampu merespons dengan cepat saat kondisi darurat terjadi.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bea Cukai Aceh Sita 24 Botol Arak Bali Ilegal Tanpa Pita Cukai

0
Ilustrasi petugas Bea Cukai. (Foto: Instagram/Beacukairi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bea Cukai Banda Aceh bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh menindak peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal di salah satu perusahaan jasa titipan (PJT) di Kabupaten Aceh Besar.

Dalam operasi tersebut, petugas menyita tiga koli berisi 24 botol arak Bali tanpa pita cukai. Penindakan dilakukan pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di gudang salah satu PJT di kawasan Blang Bintang.

“Dari hasil pemeriksaan, seluruh botol berukuran 600 mililiter itu tidak dilekati pita cukai sebagaimana diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang cukai,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh, Rahmat Priyandoko, dalam keterangannya yang diterima Nukilan.id pada Sabtu (25/4/2026).

Bea Cukai menilai barang tersebut melanggar ketentuan karena beredar tanpa pengawasan resmi. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga akan melakukan pengujian laboratorium terhadap 24 botol arak Bali tersebut serta menelusuri asal-usul barang guna mendukung proses penanganan perkara.

Rahmat menegaskan, penindakan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap penerapan regulasi daerah di Aceh, termasuk pelaksanaan Qanun Syariah. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dosen UTU dan AKN Aceh Barat Tembus Forum Akademisi Global di Malaysia

0
dosen utu
Dosen UTU dan AKN Aceh Barat Foto Bersama di Malaysia. (Foto: Dara)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Perguruan tinggi daerah kembali menunjukkan daya saing di tingkat internasional. Dosen dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat ambil bagian dalam forum Indonesian Multidisciplinary Lecturer Community yang digelar di Malaysia pada 8–11 April 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Prof. Usep Suhud dari Universitas Negeri Jakarta ini diikuti oleh 47 kampus dari seluruh Indonesia. Selama empat hari, para dosen lintas disiplin mengikuti berbagai agenda akademik, mulai dari academic benchmarking, kolaborasi riset, hingga forum diskusi ilmiah di sejumlah kampus ternama di Malaysia.

Beberapa agenda utama di antaranya kunjungan ke Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), kolaborasi riset di Universiti Sains Malaysia (USM), serta Hot Chocolate Research Talk di Universiti Teknologi MARA (UiTM).

Salah satu perwakilan UTU, Dara Angreka Soufyan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menyebut forum ini sebagai peluang strategis untuk memperluas jejaring akademik global.

“Fokus kami jelas: riset terapan dan publikasi bersama. PkM FEB UTU kali ini menyasar literasi keuangan dan wirausaha berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia,” ujarnya.

Sementara itu, tim dari AKN Aceh Barat yang terdiri dari Hilma Erliana, Intan Wulansari, dan Ade Dwinta juga aktif berkontribusi dalam forum tersebut. Mereka mengangkat tema tentang inovasi digital, pendidikan adaptif, keberlanjutan lingkungan, serta pemberdayaan budaya bagi pekerja migran Indonesia.

“Pemberdayaan migran tidak cukup soal uang. Harus ada inovasi digital, pendidikan adaptif, dan lingkungan berkelanjutan agar mereka tangguh jangka panjang,” tegas Hilma.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di kampus, forum ini juga menyentuh langsung komunitas masyarakat Indonesia di Malaysia melalui kolaborasi dengan Persatuan Minang Saiyo Padang Pariaman Malaysia dan PCI Muslimat NU Malaysia Sanggar Sungai Mulia 5.

Partisipasi UTU dan AKN Aceh Barat dalam forum ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi daerah mampu bersaing di tingkat global, sekaligus membawa kontribusi nyata melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BMKG: Potensi Karhutla di Aceh Meningkat, 34 Titik Panas Terdeteksi

0
Ilustrasi karhutla. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Aceh menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa hari ke depan. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan satelit yang mendeteksi puluhan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pengamatan sensor MODIS dari satelit Tera, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS, teridentifikasi sebanyak 34 hotspot di Aceh.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi SIM Blang Bintang, Stya Juangga Dirta, mengatakan suhu maksimum pada hari sebelumnya mencapai 33,9 derajat celsius dan diprakirakan meningkat hingga 34 derajat celsius pada hari ini. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik panas yang dapat memicu karhutla.

“Potensi peningkatan suhu dan kemunculan hotspot diprakirakan terus meningkat mulai besok hingga satu minggu ke depan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran seperti membakar sampah tanpa pengawasan dan membuang puntung rokok sembarangan juga diminta untuk dihindari.

Di sisi lain, BMKG mencatat fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial masih aktif di wilayah Aceh. Kondisi ini diperkuat dengan adanya belokan angin, konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Aceh, sehingga meningkatkan penguapan dan pembentukan awan hujan.

Sejumlah wilayah di Aceh diprakirakan berpotensi mengalami hujan, di antaranya Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intens di siang hari.

“Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News