Beranda blog Halaman 116

Kemenag Aceh Salurkan Bantuan Komputer ke 74 KUA, Perkuat Layanan Keagamaan

0
Kemenag Aceh Salurkan Bantuan Komputer untuk 74 KUA. 27 April 2026. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyalurkan bantuan komputer kepada 74 Kantor Urusan Agama (KUA) guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui mekanisme Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Kanwil Kemenag Aceh kepada Seksi Bimas, kemudian diteruskan ke masing-masing KUA penerima.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan bahwa KUA memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan keagamaan, termasuk dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Aceh.

Ia berharap bantuan komputer tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Kemenag Aceh juga akan terus berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas bagi KUA yang belum menerima bantuan, dengan penyaluran secara bertahap.

Azhari turut mengingatkan agar bantuan yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan secara maksimal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

TP-PKK Bener Meriah Bersama BKKBN Salurkan MBG 3B di Desa Batin Baru

0
Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah, Ny. Meutia Fauziah Tagore Abubakar, bersama Dinas P3AKB dan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Desa Batin Baru, Kecamatan Bandar, Senin (27/4/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah, Ny. Meutia Fauziah Tagore Abubakar, bersama Dinas P3AKB dan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Desa Batin Baru, Kecamatan Bandar, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas P3AKB Kabupaten Bener Meriah dan turut dihadiri Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim.

Di sela kegiatan, Kepala Dinas P3AKB Bener Meriah, Edi Jaswin, menjelaskan bahwa program MBG, khususnya MBG 3B (Bumil, Busui, Balita), merupakan inisiatif strategis yang terintegrasi dengan program Bangga Kencana guna mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Fokus 3B adalah, Prioritas diberikan pada Ibu hamil (bumil), Ibu menyusui (busui), dan Balita non paud. Tujuannya, mencegah stunting baru, meningkatkan gizi masyarakat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Program MBG 3B dilaksanakan melalui kerja sama antara Kemendukbangga/BKKBN dan Badan Gizi Nasional,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa BKKBN melakukan validasi data penerima manfaat untuk memastikan program tepat sasaran, khususnya dalam intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program ini memberikan makanan tambahan sesuai kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga balita.

Program MBG 3B memiliki sejumlah fokus utama, di antaranya pencegahan stunting sejak dini, peningkatan kesehatan ibu hamil untuk mencegah anemia dan risiko bayi berat lahir rendah, pemenuhan nutrisi ibu menyusui guna meningkatkan kualitas ASI, serta optimalisasi pertumbuhan balita melalui asupan gizi seimbang.

Selain itu, intervensi dilakukan secara tepat sasaran melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) agar bantuan benar-benar diterima kelompok prioritas.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah, Ny. Meutia Fauziah Tagore Abubakar, menegaskan bahwa program MBG 3B menjadi langkah strategis dalam menurunkan angka stunting secara nasional.

Menurutnya, program ini menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen pada 2029 dengan memastikan pemenuhan gizi optimal pada 1.000 HPK.

Ia juga menekankan bahwa MBG 3B berperan penting dalam mencegah kematian ibu dan bayi, meningkatkan berat badan lahir, serta mendukung perkembangan otak anak sejak dini.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh dan India Jajaki Perdagangan Langsung Lewat Koridor Sabang–Nicobar

0
Konsulat Jenderal India di Medan menggelar pertemuan daring bertajuk Business Matching Aceh–India pada Senin (20/4/2026). (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | MEDAN – Konsulat Jenderal India di Medan menggelar pertemuan daring bertajuk Business Matching Aceh–India pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari kedua wilayah guna membahas peluang perdagangan langsung antara Aceh dan India.

Pertemuan tersebut menjajaki keterkaitan perdagangan strategis antara Aceh dan Kepulauan Andaman dan Nicobar. Sebanyak 41 peserta dari Indonesia dan India hadir, mewakili unsur pemerintah, pelaku usaha, hingga lembaga keuangan.

Sejumlah tokoh turut menjadi pembicara dalam forum ini, di antaranya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Marwan Nusuf; Direktur ITPC Chennai, Nugroho Priyo Pratomo; Ketua BPKS Sabang, Iskandar Zulkarnain; serta Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam.

Selain itu, Direktur PT Indatu Global Connection, Rahmad Kudri dan Managing Director The Island Prince sekaligus Presiden Nicobar Chamber of Commerce & Industry, Rashid Yusoof, juga memaparkan peluang kerja sama perdagangan kedua wilayah.

Dalam paparannya, Rahmad Kudri dan Rashid Yusoof menilai konektivitas Sabang–Nicobar sebagai jembatan strategis perdagangan langsung. Kedekatan geografis dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat hubungan dagang bilateral.

Sementara itu, Iskandar Zulkarnain menjelaskan skema perdagangan di kawasan perdagangan bebas Sabang, termasuk kerangka regulasi yang mengatur arus barang, insentif tahun 2026, serta berbagai tantangan dalam memfasilitasi perdagangan internasional.

Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, mengungkapkan bahwa India saat ini menjadi tujuan utama ekspor Provinsi Aceh.

“Sebanyak 74 persen ekspor Aceh pada 2025 ditujukan ke India dengan nilai mencapai USD 485 juta,” ujar Ravi.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi interaktif yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua pihak untuk menjajaki peluang kemitraan konkret. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi serta membuka jalur perdagangan langsung melalui koridor Sabang–Nicobar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Prabowo Reshuffle Kabinet, Enam Pejabat Baru Resmi Dilantik di Istana Negara

0
Pelantikan pejabat baru di reshuffle kabinet. (FOTO: YouTube Istana Kepresidenan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik enam pejabat baru dalam reshuffle kabinet, Senin (27/4/2026). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, dan turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Prosesi pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah jabatan para pejabat yang dilantik. Presiden Prabowo menanyakan kesediaan mereka untuk diambil sumpah sesuai agama.

“Bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah menurut agama Islam?” tanya Prabowo. “Bersedia,” jawab para pejabat secara serentak.

Selanjutnya, mereka mengucapkan sumpah untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab. Mereka juga berkomitmen menjunjung tinggi etika jabatan dalam menjalankan tugas negara.

Pantauan Nukilan.id melalui YouTube Istana Kepresidenan, enam pejabat yang dilantik yakni Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, serta Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Selain itu, Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, serta Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Reshuffle ini menjadi bagian dari langkah Presiden dalam memperkuat kinerja pemerintahan serta menjawab tantangan di berbagai sektor strategis nasional. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

SIT Nurul Fikri Aceh Kukuhkan Pembinaan Generasi SMART Melalui Kemah Pramuka Penggalang di Alam Terbuka

0
sit nurul fikri
SIT Nurul Fikri Aceh Kukuhkan Pembinaan Generasi SMART melalui Kemah Pramuka Penggalang di Alam Terbuka. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 74 Pramuka Penggalang dari unit SD dan SMP SIT Nurul Fikri Aceh mengikuti kegiatan Kemah Penggalang yang dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 24–25 April 2026, di Taman Hutan Kota Trembesi, Banda Aceh.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter siswa melalui aktivitas kepramukaan yang dikemas dalam suasana alam terbuka. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Harian Kwarcab Pramuka Aceh Besar, Cut Bang Zulfidar; Ketua Bina Muda Kwarcab Pramuka Banda Aceh, Cut Bang A. Sani; Kamabigus SDIT Nurul Fikri Aceh, Cut Bang Wayir Nuri; perwakilan Kwarnas, Kak Zulfahmi MD; serta anggota Mabigus SD dan SMP, Kak Mujaddid dan Kak Melita Sofiyana.

Dalam sambutannya saat upacara pembukaan, Ketua Bina Muda Kwarcab Pramuka Banda Aceh mengapresiasi antusiasme para peserta dalam mengikuti kegiatan kemah. Ia menyampaikan harapannya agar para Pramuka Penggalang terus tumbuh menjadi generasi muda yang berkarya, berbakti kepada nusa dan bangsa, serta memiliki kepedulian dalam menjaga kelestarian alam.

Beragam agenda dilaksanakan selama kegiatan berlangsung, di antaranya upacara pembukaan, penampilan kreativitas tari semaphore, serta aktivitas spiritual seperti shalat berjamaah, dzikir Al-Ma’tsurat, tahajud, dan tilawah Al-Qur’an. Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan pendirian tenda, api unggun dan malam kreativitas, olahraga, jelajah alam, serta bakti sosial.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan kenaikan jenjang bagi anggota Pramuka Penggalang. Sebanyak 5 orang dilantik sebagai Penggalang Terap, 2 orang sebagai Penggalang Rakit, dan 3 orang sebagai Penggalang Ramu sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan kesungguhan mereka dalam proses pembinaan.

Melalui kegiatan ini, SIT Nurul Fikri Aceh terus berkomitmen membentuk generasi SMART (Sholeh, Muslih, Cerdas, Mandiri, dan Terampil) yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial, serta menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan tanah air.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kolaborasi SPPG Jilatang Samadua dan UMKM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

0
sppg jilatang samadua
Potret petani cabai lokal di Kecamatan Samadua, yang menjalin kolaborasi dengan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Jilatang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jilatang, Kecamatan Samadua, terus menunjukkan dampak positif, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kemitraan dengan BUMDes, UMKM, dan petani setempat.

Kolaborasi ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha dan petani. Zulkarnaini, petani mentimun asal Desa Balai, pada Senin (27/4/2026) mengaku usahanya mengalami peningkatan sejak menjadi pemasok bahan pangan untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami merasa sangat didukung oleh program ini. Selain meningkatkan pendapatan, usaha kami juga menjadi lebih stabil berkat kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Zulkarnaini.

Hal serupa juga dirasakan Fadhlurrahman, petani cabai lokal yang kini memiliki kepastian pasar. Sebelumnya, hasil panennya hanya dipasarkan dalam skala terbatas, namun kini terserap secara rutin oleh dapur MBG.

“Pertama-tama, saya tidak terlalu khawatir tentang ke mana harus mengangkut hasil panen saya dan syukurlah harga jualnya lebih tinggi daripada melalui perantara,” ujarnya.

Kehadiran SPPG dinilai mampu menjembatani kebutuhan pangan rumah tangga dengan potensi pertanian lokal. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, seluruh pemasok diwajibkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, mulai dari kesegaran hingga kelayakan bahan pangan. Hal ini turut mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produksi mereka.

Tak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, kemitraan ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Beberapa pemasok bahkan mulai merekrut tenaga tambahan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

“Dampak terbesar dan paling bermanfaat dari kemitraan ini tentu saja adalah saya juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi kerabat saya dan masyarakat setempat di desa Samadua,” ungkap Zulkarnaini lagi.

Program ini menunjukkan bahwa sinergi antara layanan publik dan sektor usaha lokal dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. SPPG tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa.

Ke depan, para mitra berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM serta petani lokal, sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

IKHW Aceh Perkenalkan Konsep Hutan Wakaf di Forum Internasional Malaysia

0
IKHW ACEH
IKHW ikut meramaikan Food Forest Forum 2026 di Kampar, Perak, Malaysia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | PERAK – Komunitas Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf (IKHW) dari Aceh kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional dengan menjadi narasumber dalam ajang Food Forest Forum 2026 yang berlangsung di Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Kampar, Perak, Malaysia, pada 24–26 April 2026.

Forum ini mempertemukan praktisi, akademisi, dan pegiat lingkungan dari berbagai negara, mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura, Australia hingga Inggris. Dalam forum tersebut, IKHW mengangkat gagasan tentang pentingnya memandang hutan bukan sekadar sebagai sumber produksi, melainkan sebagai amanah lintas generasi yang harus dijaga.

Perwakilan IKHW, Abdul Qudus dan Dara Adilla, memaparkan materi bertajuk “Food Forest as Moral Landscape”. Dalam pemaparannya, mereka menekankan bahwa konsep food forest bukan hanya sistem pertanian, tetapi juga lanskap moral yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam, keberlanjutan, serta tanggung jawab spiritual.

Pendekatan ini menyoroti bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berakar dari cara pandang manusia terhadap alam.

IKHW tidak hanya membawa konsep, tetapi juga praktik nyata dari Aceh, khususnya pengembangan Hutan Wakaf di kawasan Jantho dan Seulimum, Aceh Besar. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut menunjukkan pemulihan ekologis yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya tutupan hutan serta kembalinya sejumlah satwa liar ke habitatnya.

Model yang dikembangkan mengintegrasikan agroforestri dan food forest dalam satu sistem yang saling mendukung. Di kawasan Seulimum, IKHW menerapkan pola tumpangsari berbasis keberagaman spesies, dengan komoditas seperti alpukat, duku, dan kopi.

Dalam sistem ini, pohon tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari struktur ekologis yang menjaga keseimbangan lingkungan. Pendekatan berbasis keberagaman ini dinilai mampu meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serangan hama, serta fluktuasi ekonomi.

Dalam konteks hutan wakaf, pendekatan tersebut memiliki dimensi etis yang lebih luas. Lahan tidak ditempatkan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai amanah yang harus dijaga. Setiap pohon yang ditanam menjadi bagian dari tanggung jawab ekologis sekaligus spiritual.

IKHW juga mendorong partisipasi publik melalui skema wakaf lahan, yang memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam upaya konservasi. Saat ini, IKHW tengah mengupayakan perluasan lahan wakaf hingga 50 hektare di kawasan Seulimum, Aceh Besar.

Forum ini diselenggarakan dengan dukungan berbagai lembaga, antara lain Urban Hijau, Project Mars, Sarawak CSO, UTAR Agricultural and Food Research Centre, serta The Habitat Foundation. Sejumlah organisasi turut berpartisipasi, termasuk Bank Islam Malaysia.

Kehadiran IKHW dalam forum ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis nilai yang sederhana, berakar pada tradisi, dan melibatkan masyarakat memiliki relevansi global di tengah krisis lingkungan yang semakin kompleks.

Forum ini juga membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan food forest sebagai solusi integratif bagi persoalan lingkungan dan ketahanan pangan.

Dari Aceh, IKHW membawa pesan bahwa perubahan tidak selalu lahir dari konsep besar dan rumit. Upaya menjaga hutan sebagai amanah dan mewariskannya kepada generasi mendatang menjadi nilai yang kini mulai mendapat perhatian dunia.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tiga Pendulang Emas Hanyut di Sungai Tangse, Satu Korban Masih Hilang

0
Titik beberapa lokasi pendulang emas dalam tradisional hulu sungai Tangse, Pidie Aceh. (Foto: MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

NUKILAN.ID | SIGLI – Tiga pendulang emas tradisional dilaporkan hanyut terbawa arus deras di aliran sungai kawasan Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh. Peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak menyeberangi sungai sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (25/4).

Ketiga korban diketahui merupakan warga Kecamatan Tangse, yakni Yatim (35) dan Zainunis (29) warga Gampong Krueng Meriam, serta Armia (35) warga Gampong Blang Pandak.

Tokoh masyarakat Tangse, Zainuddin, mengatakan, insiden bermula saat ketiganya hendak menuju lokasi pendulangan emas di kawasan hulu sungai Cot Kuala. Namun, saat mencoba menyeberang menuju Dusun Ireue, mereka tidak mampu melawan derasnya arus sungai yang meningkat usai hujan mengguyur wilayah tersebut.

Akibatnya, ketiga korban terseret arus deras dan sempat timbul-tenggelam di aliran sungai.

Beruntung, dua korban yakni Yatim dan Armia berhasil diselamatkan oleh seorang pemancing, Sayed Nazaruddin, bersama warga lainnya yang berada di sekitar lokasi.

Sementara itu, satu korban lainnya, Zainunis, hingga Minggu (26/4/2026) petang dilaporkan masih dalam pencarian.

Proses pencarian melibatkan puluhan warga setempat, tim SAR, serta personel TNI dan Polri yang terus menyisir aliran sungai dan kawasan sekitar.

Dua korban yang selamat langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan upaya pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tumpahan CPO Kembali Terjadi di Gunung Geurutee, Pengendara Diminta Waspada

0
Tumpahan CPO Kembali Terjadi di Gunung Geurutee. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tumpahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali terjadi di jalur vital kawasan Gunung Geurutee, tepatnya di Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Peristiwa ini kembali menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tersebut dikenal rawan kecelakaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, AG Suhadi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya tumpahan minyak di turunan arah menuju Calang.

“Kita terima informasi pertama sekali tadi dari warga kalau di turunan arah ke Calang ada tumpahan CPO,” kata Suhadi di Banda Aceh, Minggu (26/4/2026).

Setelah menerima laporan tersebut, BPBK langsung berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk penanganan lebih lanjut, mengingat jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Saat ini, tim di lapangan telah melakukan penanganan awal dengan menaburkan pasir di area jalan yang terkena tumpahan agar tidak terlalu licin. Meski begitu, pengendara tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas.

“Untuk saat ini memang sudah ada penanganan, tim lapangan sudah menabur pasir di area tumpahan CPO tersebut, meskipun masih bisa dilewati, namun wajib hati-hati,” ujarnya.

Suhadi mengungkapkan, kejadian tumpahan CPO di kawasan Gunung Geurutee bukanlah yang pertama kali. Insiden serupa disebut sudah kerap terjadi dan menjadi persoalan berulang di jalur tersebut.

Karena itu, ia meminta perusahaan yang mengangkut CPO melalui jalur darat untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terus terulang.

Jalur nasional Gunung Geurutee sendiri dikenal memiliki kondisi ekstrem karena berada di pinggiran tebing dengan ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut. Selain rawan kecelakaan, kawasan ini juga kerap dilanda longsor saat hujan dengan intensitas tinggi.

Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses terdekat bagi masyarakat wilayah barat selatan Aceh (Barsela) menuju ibu kota provinsi maupun sebaliknya.

Sebagai upaya jangka panjang, Pemerintah Aceh telah mengusulkan pembangunan terowongan di kawasan tersebut kepada pemerintah pusat, guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta memperlancar mobilitas masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dir Reskrimum Polda Aceh Supervisi Kinerja Reskrim Polres Aceh Barat

0
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Aceh melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka supervisi dan asistensi fungsi Reserse Kriminal Umum di Polres Aceh Barat, Jumat, 24 April 2026. (Foto Humas Polres Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Aceh melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka supervisi dan asistensi fungsi Reserse Kriminal Umum di Polres Aceh Barat, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Zainuddin Makam Polres Aceh Barat itu difokuskan pada penguatan pengawasan penyidikan serta peningkatan kemampuan operasional Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) jajaran.

Supervisi tersebut dipimpin langsung oleh Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Andre Librian, S.I.K., dan dihadiri Kapolres Aceh Barat, AKBP Yoghi Hadi Setiawan, S.I.K., M.I.K., bersama para pejabat utama serta personel Reskrim Polres Aceh Barat dan jajaran Polsek.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menitikberatkan pada penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terbaru sebagai landasan utama dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Hal ini dinilai penting guna memastikan setiap penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Kapolres Aceh Barat menyebutkan, kegiatan supervisi ini menjadi momentum penting bagi seluruh personel, khususnya fungsi Reskrim, untuk meningkatkan kualitas kinerja serta pemahaman terhadap regulasi terbaru di bidang penegakan hukum.

Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas penyidik tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga menyangkut integritas dan tanggung jawab dalam setiap proses penanganan perkara. Menurutnya, profesionalitas penyidik merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Sementara itu, Dir Reskrimum Polda Aceh dalam arahannya menekankan pentingnya implementasi KUHP dan KUHAP terbaru secara tepat dan konsisten di lapangan. Ia juga mengingatkan agar setiap tahapan penyidikan dilakukan dengan cermat, mulai dari penerimaan laporan, proses penyelidikan, hingga pemberkasan perkara.

Lebih lanjut, ia mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pembelajaran berkelanjutan serta pemahaman terhadap dinamika hukum yang terus berkembang. Hal tersebut dinilai penting agar penyidik mampu menjawab tantangan tugas secara profesional dan memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai kendala serta solusi dalam penanganan perkara di lapangan. Melalui forum tersebut, diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas kinerja Reskrim di wilayah hukum Polres Aceh Barat.

Dengan adanya supervisi dan asistensi ini, diharapkan seluruh personel Satreskrim Polres Aceh Barat semakin siap menghadapi dinamika penegakan hukum yang kian kompleks, serta mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News