Beranda blog Halaman 115

Podcast Kito BMK Aceh Selatan Bahas Zakat sebagai Benteng dari Sifat Kikir dan Cinta Dunia

0
Podcast Kito BMK Aceh Selatan Bahas Zakat sebagai Benteng dari Sifat Kikir dan Cinta Dunia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Program Podcast Kito Sahabat Zakat yang diinisiasi oleh Baitul Mal Aceh Selatan kembali menghadirkan tayangan inspiratif pada Selasa, 28 April 2026 pukul 20.00 WIB melalui kanal YouTube Podcast Kito (Sahabat Zakat).

Mengusung tema “Zakat Menjadi Pelindung dari Sifat Kikir dan Cinta Dunia Berlebihan,” episode ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk memahami makna berbagi dalam ajaran Islam.

Amatan Nukilan.id, dialog tersebut menghadirkan Ketua Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Aceh Selatan, Ustadz Khaifal Muddin, S.Hi, sebagai narasumber, dengan dipandu oleh Dr. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag selaku host yang membuka perbincangan dengan suasana hangat.

Dalam pengantarnya, Ridho menyoroti kondisi kehidupan modern yang kerap membuat manusia diliputi rasa takut kehilangan harta dan kecenderungan mencintai dunia secara berlebihan.

“Zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi latihan spiritual, pendidikan hati, dan benteng keimanan agar manusia tidak terjerumus dalam sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan,” ungkap Dr. Muhammad Ridho Agung yang juga Direktur MUQ Aceh Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Ustadz Khaifal Muddin menjelaskan bahwa zakat memiliki posisi penting dalam Islam dan disejajarkan dengan shalat sebagai rukun Islam.

“Zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, tetapi proses membersihkan hati dari rasa memiliki yang berlebihan terhadap dunia,” jelasnya.

Ia menambahkan, sifat kikir kerap muncul dari rasa takut kehilangan, padahal dalam ajaran Islam, memberi justru menjadi jalan menuju keberkahan.

“Setiap kali kita berzakat, sesungguhnya kita sedang mematahkan ego dalam diri dan menggantinya dengan keikhlasan serta rasa syukur,” katanya.

Pembahasan kemudian mengarah pada bahaya kecintaan berlebihan terhadap dunia yang dinilai dapat menjauhkan manusia dari tujuan hidup yang sesungguhnya.

“Ketika dunia terlalu kita cintai, kita akan sulit berbagi. Di situlah zakat hadir untuk mengingatkan bahwa dunia hanyalah titipan,” sebutnya.

Ridho kembali menegaskan bahwa zakat merupakan penjaga hati dari berbagai penyakit spiritual.

“Setiap rupiah zakat yang kita keluarkan bukanlah kehilangan, tetapi investasi keberkahan yang akan kembali dalam bentuk ketenangan hati dan kebahagiaan hidup,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Ustadz Khaifal Muddin juga menyinggung hikmah zakat yang sering dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Boleh jadi harta tidak bertambah banyak, tetapi hidup terasa lebih cukup, lebih tenang, dan lebih bermakna, itulah keberkahan zakat,” jelasnya.

Pesan khusus juga disampaikan kepada generasi muda agar tidak terjebak dalam gaya hidup materialistis.

“Jangan tunggu kaya untuk berbagi. Justru dengan berbagi, Allah akan cukupkan hidup kita,” pungkasnya.

Melalui dialog ini, masyarakat turut diajak menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah seperti Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan agar dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran.

Di akhir sesi, host menutup dengan pesan reflektif.

“Ketika tangan kita ringan untuk memberi, sesungguhnya hati kita sedang dibebaskan dari belenggu dunia,” tutupnya.

Program Podcast Kito Sahabat Zakat diharapkan terus menjadi media dakwah yang menghadirkan edukasi, inspirasi, dan motivasi, sekaligus mendorong kesadaran berzakat sebagai bagian dari gaya hidup yang membawa keberkahan bagi masyarakat. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh dan UEA Sepakati Pembentukan Tim Khusus untuk Dorong Investasi dan Perdagangan

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf bersama Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri (Foto: Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah Aceh bersama Uni Emirat Arab (UEA) sepakat membentuk tim khusus guna mendorong kerja sama di bidang investasi, perdagangan, dan konektivitas penerbangan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, yang berlangsung di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan tim bersama ini dijadwalkan mulai bekerja pada Mei 2026 dengan fokus utama menjajaki peluang investasi di berbagai sektor unggulan di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Muzakir Manaf—yang akrab disapa Mualem—memaparkan sejumlah sektor strategis yang terbuka bagi investor UEA, mulai dari perminyakan, gas, hingga pertambangan.

Selain itu, peluang kerja sama juga mencakup sektor industri hilirisasi, seperti pengolahan minyak sawit menjadi minyak goreng, yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk daerah.

Di sektor perdagangan, Pemerintah Aceh juga membuka peluang ekspor produk pertanian ke pasar Timur Tengah. Produk-produk tersebut direncanakan dalam bentuk olahan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Komoditas unggulan seperti minyak nilam dan kayu gaharu turut menjadi perhatian dalam pembahasan, mengingat tingginya permintaan kedua bahan tersebut sebagai komponen utama industri parfum di kawasan Arab.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama strategis antara Pemerintah Aceh dan UEA, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi dan perluasan pasar ekspor.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pulo Aceh Kebagian Anggaran Fisik Lebih dari Rp20 Miliar pada 2026

0
Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris tinjau lokasi pembangunan Irigasi Gampong Ulee Paya di Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Senin 27 April 2026. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengalokasikan anggaran fisik lebih dari Rp20 miliar untuk pembangunan di Kecamatan Pulo Aceh pada tahun 2026. Wilayah kepulauan tersebut menjadi salah satu prioritas, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, turun langsung meninjau sejumlah lokasi pembangunan di Gampong Lhoh, Gampong Serapong, serta kawasan irigasi di Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Senin (27/4/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Untuk ruas jalan Gampong Lhoh menuju Gampong Lampuyang, akan dibangun sepanjang 650 meter dengan lebar empat meter lengkap dengan bahu jalan di kedua sisi, dengan anggaran Rp3,76 miliar. Sementara ruas jalan Gampong Gugop–Serapong akan dibangun sepanjang 1.750 meter dengan spesifikasi serupa, dengan pagu anggaran Rp7,84 miliar.

“Seluruh proyek ini sedang dalam tahap persiapan tender. Kita targetkan pelaksanaannya berjalan dan tuntas dalam tahun 2026,” ujar Syech Muharram.

Selain pembangunan jalan, pemerintah juga merencanakan rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi, meliputi perbaikan lantai sepanjang 573 meter, saluran sepanjang 213 meter, pemasangan pipa sepanjang 600 meter, serta pembangunan satu unit sumur bor di Gampong Ulee Paya dengan total anggaran Rp570 juta.

Menurutnya, pembangunan irigasi tersebut penting untuk mendukung sektor pertanian masyarakat setempat.

“Dengan pembangunan saluran irigasi ini, kebutuhan air untuk mengairi sawah seluas 46 hektare di dua gampong dapat terpenuhi. Kita harapkan ini mampu mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas hingga panen dua kali setahun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain proyek jalan dan irigasi, terdapat sejumlah pembangunan fisik lain yang turut memperkuat total anggaran di Pulo Aceh.

“Selain jalan dan irigasi, ada beberapa pembangunan fisik lain yang juga kita dorong tahun ini. Secara keseluruhan, total anggaran untuk Pulo Aceh mencapai lebih dari Rp20 miliar sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan,” tambahnya.

Syech Muharram juga meminta para keuchik dan perangkat gampong untuk aktif mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana.

“Saya minta para keuchik dan perangkat desa aktif mengawasi pekerjaan ini. Pastikan kualitasnya terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar, Ir Syahrial Amanullah, ST, menyampaikan bahwa seluruh tahapan teknis proyek telah dipersiapkan, mulai dari perencanaan hingga pengadaan.

“Secara teknis, kita sudah siapkan seluruh dokumen pendukung. Saat ini tinggal proses tender, dan kita optimis pelaksanaan fisik bisa segera dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Syahrial.

Ia menambahkan, pengawasan akan dilakukan secara ketat agar pekerjaan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kejari Banda Aceh Musnahkan Barang Bukti dari 61 Perkara, Didominasi Narkotika

0
Proses pemusnahan barang bukti dengan cara di bakar yang berlangsung di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Banda Aceh, pada Selasa 28 April 2026. (Foto: dok. Kejari Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kejaksaan Negeri Banda Aceh memusnahkan barang bukti dari 61 perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Pemusnahan berlangsung di halaman kantor Kejari setempat pada Selasa, (/28/4/2025).

Kepala Kejari Banda Aceh, Suhendri, melalui keterangan resmi yang disampaikan Kepala Seksi Intelijen Muhammad Kadafi, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Nomor Print-716/L.1.10/BPApa.1/04/2026 tertanggal 24 April 2026. 

Ia menyebut, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh, Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Mahkamah Agung RI, serta Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh.

“Total terdapat 61 perkara yang barang buktinya ditetapkan dirampas untuk dimusnahkan sesuai ketentuan Pasal 270 KUHAP,” ujar Kadafi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Khadafi merincikan, dari total perkara tersebut, kasus narkotika mendominasi dengan 39 perkara, disusul kamtibum/TPUL sebanyak 15 perkara, serta perkara orang dan harta benda sebanyak 7 perkara.

“Barang bukti yang dimusnahkan antara lain narkotika jenis sabu seberat 328,95 gram bruto dan ganja 35,54 gram bruto. Selain itu, turut dimusnahkan berbagai alat yang berkaitan dengan tindak pidana, seperti bong, pipet, pipa kaca, timbangan, plastik klip, hingga belasan unit telepon genggam serta pakaian dan tas,” katanya

Dijelaskannya, proses pemusnahan dilakukan dengan berbagai metode, seperti dibakar, dihancurkan, diblender, hingga dibuang ke saluran pembuangan agar tidak dapat digunakan kembali.

Khadafi juga menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan barang bukti dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pelaksanaan tugas jaksa selaku eksekutor, sekaligus untuk mencegah potensi penyalahgunaan barang bukti.

“Pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen penegakan hukum dan transparansi kepada publik,” tutupnya.

Reporter: Rezi

Forum Ekonomi Aceh Lahirkan Solusi Konkret Pemulihan Pasca Bencana

0
Kepala BI Aceh, Agus Chusain dalam kegiatan Aceh Economic Forum di Aula Dayan Daod, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Senin (27/4/2026).

NUKILAN.id | Banda Aceh — Upaya percepatan pemulihan ekonomi Aceh pascabencana menjadi fokus utama dalam Aceh Economic Forum yang digelar di Aula Dayan Daod, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Senin (27/4/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan forum tersebut mengangkat tema akselerasi pertumbuhan ekonomi Aceh di tengah dinamika global dan kondisi politik yang tidak menentu. Ia menyebut, forum ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi, baik untuk pemerintah, masyarakat, pelaku usaha maupun kementerian/lembaga dalam mempercepat pemulihan ekonomi Aceh,” ujar Agus.

Dari hasil diskusi, sejumlah rekomendasi strategis mengemuka, di antaranya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Bahkan, muncul usulan pembentukan badan khusus percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi (PRR) di Aceh guna mempercepat proses pemulihan ekonomi.

Selain itu, peningkatan investasi juga menjadi perhatian utama. Agus menilai, peran sektor swasta dan publik sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga diperlukan langkah strategis agar arus investasi ke Aceh dapat meningkat.

Ia menambahkan, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah pusat dan daerah telah memberikan dorongan positif, meski aktivitas ekonomi belum sepenuhnya pulih karena masih berada pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Perbaikan lahan pertanian belum menyeluruh, terutama untuk kategori kerusakan berat. Diharapkan pada 2027 seluruhnya dapat ditangani sehingga ekonomi kembali normal,” katanya.

Untuk jangka pendek, Bank Indonesia juga mendorong penciptaan lapangan kerja serta keterlibatan aktif berbagai pihak. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pemulihan sektor pertanian melalui pengembangan komoditas bawang merah dan cabai di wilayah terdampak bencana.

“Kami sudah mengambil sampel tanah untuk dikaji. Harapannya, hasil ini bisa menjadi dasar untuk menentukan komoditas yang tepat sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Aceh, T. Robby Irza, menyampaikan bahwa tekanan ekonomi pada akhir 2025 berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya distribusi barang dan produktivitas sektor utama.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut sempat menyebabkan kontraksi di sejumlah sektor, sehingga pertumbuhan ekonomi Aceh sepanjang 2025 hanya berada di kisaran 2,97 persen.

“Tekanan di akhir tahun 2025 cukup memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk distribusi barang dan produktivitas sektor-sektor utama,” kata Robby.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan stagnasi. Menurutnya, situasi ini justru harus menjadi momentum untuk memperkuat strategi pengendalian dan pemulihan ekonomi daerah.

Memasuki 2026, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat seiring dengan berbagai kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, serta pemerintah kabupaten/kota.

“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini mulai terlihat adanya perbaikan. Upaya yang dilakukan secara bersama-sama sudah mulai menunjukkan hasil yang positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antar level pemerintahan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan ekonomi, termasuk dalam menjaga stabilitas distribusi barang dan meningkatkan produktivitas sektor unggulan.

Pemerintah Aceh optimistis, dengan keberlanjutan program pemulihan serta penguatan strategi ekonomi, pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus meningkat dan kembali stabil dalam beberapa tahun mendatang.

Reporter: Rezi

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

0
Jemaah haji Aceh. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 5.426 jemaah haji asal Aceh dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Mereka akan diberangkatkan dalam 14 kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Aceh.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh telah menetapkan jadwal masuk asrama dan keberangkatan jemaah yang terbagi dalam dua gelombang. Kloter pertama masuk dalam gelombang pertama, sementara kloter dua hingga 14 tergabung dalam gelombang kedua.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan jemaah kloter pertama mulai masuk asrama pada 5 Mei 2026.

“Kloter pertama akan masuk asrama pada 5 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, dan secara bertahap kloter berikutnya mengikuti jadwal yang telah ditetapkan,” kata Arijal, Senin (27/5/2026).

Proses masuk asrama berlangsung hingga 19 Mei 2026 untuk kloter terakhir. Sementara itu, keberangkatan jemaah dimulai pada 6 Mei 2026 dan berakhir pada 20 Mei 2026.

Kloter pertama dijadwalkan terbang pada Rabu (6/5/2026) pukul 01.05 WIB. Adapun kloter terakhir akan diberangkatkan pada Rabu (20/5/2026) pukul 05.40 WIB.

Arijal mengimbau seluruh jemaah agar mematuhi jadwal yang telah ditentukan guna memastikan kelancaran proses pemeriksaan dan keberangkatan.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk hadir tepat waktu sesuai jadwal masuk asrama, sehingga tahapan pemeriksaan dan persiapan keberangkatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai fasilitas dan layanan telah disiapkan di asrama haji guna memastikan kenyamanan jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional haji tahun ini.

Berikut jadwal lengkap pemberangkatan 14 kloter jemaah haji Aceh:

Kloter 01
Masuk asrama Selasa (5/5/2026) pukul 07.00 WIB, berangkat Rabu (6/5/2026) pukul 01.05 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kota Banda Aceh 287 orang, dan Kabupaten Aceh Besar 100 orang.

Kloter 02
Masuk asrama Rabu (6/5/2026) pukul 07.00 WIB, berangkat Kamis (7/5/2026) pukul 03.10 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Aceh Besar 314 orang, Kota Sabang 69 orang, dan Kota Banda Aceh 4 orang.

Kloter 03
Masuk asrama Kamis (7/5/2026) pukul 07.00 WIB, berangkat Jumat (8/5/2026) pukul 03.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Aceh Barat 261 orang, Aceh Utara 125 orang, dan Kota Langsa 1 orang.

Kloter 04
Masuk asrama Jumat (8/5/2026) pukul 07.00 WIB, berangkat Sabtu (9/5/2026) pukul 04.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kota Langsa 200 orang, Kota Banda Aceh 185 orang, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Besar masing-masing 1 orang.

Kloter 05
Masuk asrama Sabtu (9/5/2026) pukul 07.00 WIB, berangkat Minggu (10/5/2026) pukul 06.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Aceh Tengah 235 orang, Kabupaten Bireuen 148 orang, Kota Sabang 2 orang, Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Pidie Jaya masing-masing 1 orang.

Kloter 06
Masuk asrama Minggu (10/5/2026) pukul 08.55 WIB, berangkat Senin (11/5/2026) pukul 08.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 3 orang, Kabupaten Aceh Utara 253 orang, Kabupaten Aceh Tenggara 130 orang, Kota Banda Aceh 130 orang, dan Kabupaten Aceh Tengah 1 orang.

Kloter 07
Masuk asrama Senin (11/5/2026) pukul 10.00 WIB, berangkat Selasa (12/5/2026) pukul 11.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Aceh Timur 146 orang, Kabupaten Pidie 139 orang, serta Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Utara masing-masing 1 orang.

Kloter 08
Masuk asrama Selasa (12/5/2026) pukul 12.00 WIB, berangkat Rabu (13/5/2026) pukul 13.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Bireuen 212 orang, Kabupaten Aceh Besar 101 orang, dan Kabupaten Gayo Lues 74 orang.

Kloter 09
Masuk asrama Rabu (13/5/2026) pukul 17.40 WIB, berangkat Kamis (14/5/2026) pukul 17.25 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Aceh Selatan 173 orang, Kabupaten Nagan Raya 165 orang, dan Kabupaten Aceh Jaya 49 orang.

Kloter 10
Masuk asrama Kamis (14/5/2026) pukul 19.30 WIB, berangkat Jumat (15/5/2026) pukul 20.00 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Pidie 386 orang dan Kabupaten Aceh Besar 1 orang.

Kloter 11
Masuk asrama Jumat (15/5/2026) pukul 21.00 WIB, berangkat Sabtu (16/5/2026) pukul 22.05 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kota Lhokseumawe 241 orang, Kabupaten Aceh Utara 142 orang, Kota Sabang 2 orang, Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Tamiang masing-masing 1 orang.

Kloter 12
Masuk asrama Minggu (17/5/2026) pukul 07.00 WIB, berangkat Senin (18/5/2026) pukul 01.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kota Banda Aceh 114 orang, Kabupaten Aceh Barat Daya 93 orang, Kabupaten Aceh Singkil 89 orang, Kota Subulussalam 61 orang, Kabupaten Simeulue 27 orang, Kabupaten Aceh Besar 2 orang, serta Kabupaten Aceh Selatan 1 orang.

Kloter 13
Masuk asrama Senin (18/5/2026) pukul 07.00 WIB, berangkat Selasa (19/5/2026) pukul 03.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Pidie Jaya 183 orang, Kabupaten Aceh Tamiang 148 orang, Kabupaten Pidie 51 orang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Selatan masing-masing 2 orang, serta Kabupaten Aceh Jaya 1 orang.

Kloter 14
Masuk asrama Selasa (19/5/2026) pukul 07.00 WIB, berangkat Rabu (20/5/2026) pukul 05.40 WIB. Jumlah 393 jemaah terdiri dari PPIH 4 orang, PHD 2 orang, Kabupaten Bener Meriah 275 orang, Kota Banda Aceh 88 orang, Kabupaten Aceh Besar 14 orang, Kabupaten Nagan Raya 4 orang, serta Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Jaya, dan Kota Langsa masing-masing 2 orang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Mau Kuliah ke Luar Negeri? BPSDM Aceh Sediakan Pelatihan Bahasa Gratis

0
bpsdm aceh
Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh membuka pendaftaran Pelatihan Bahasa untuk Tujuan Akademik (LTAPT) tahun 2026 bagi putra-putri Aceh yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 ke luar negeri melalui program beasiswa. (Foto: Gemini AI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh membuka pendaftaran Pelatihan Bahasa untuk Tujuan Akademik (LTAPT) tahun 2026 bagi putra-putri Aceh yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 ke luar negeri melalui program beasiswa.

Program ini menyediakan pelatihan Bahasa Inggris dan Mandarin yang akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai 6 Juli hingga 7 Oktober 2026, bertempat di kantor BPSDM Aceh.

Sebanyak 50 kuota disediakan dalam program ini, terdiri dari 40 peserta untuk kelas Bahasa Inggris dan 10 peserta untuk kelas Bahasa Mandarin.

Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, ST, DEA, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa para calon mahasiswa agar lebih siap bersaing dalam memperoleh beasiswa internasional.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Adapun persyaratan umum bagi pendaftar antara lain merupakan warga Aceh dengan usia maksimal 42 tahun, memiliki pendidikan minimal S1 dengan IPK sekurang-kurangnya 3,00, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal IELTS 5.0 atau TOEFL ITP 450.

Peserta juga harus dalam kondisi sehat jasmani, memiliki motivasi melanjutkan studi, serta tidak sedang mengikuti pendidikan lain selama masa pelatihan berlangsung.

Khusus untuk kelas Bahasa Mandarin, pendaftar diwajibkan melampirkan sertifikat HSK level I atau II, atau HSK Prediction level I/II.

Pendaftaran dibuka mulai 29 April hingga 7 Juni 2026 dan dilakukan secara daring melalui tautan https://bit.ly/FORMPENDAFTARAN-LTAPTBPSDM2026.

Proses seleksi meliputi tahap administrasi, pre-information session, verifikasi berkas, serta wawancara. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 26 Juni 2026.

Bagi peserta yang berasal dari luar daerah, panitia juga menyediakan fasilitas penginapan selama masa pelatihan.

Informasi lebih lanjut terkait ketentuan pendaftaran, persyaratan khusus, serta mekanisme seleksi dapat diakses melalui situs resmi BPSDM Aceh di https://bpsdm.acehprov.go.id.

Pengumuman pendaftaran pelatihan persiapan Bahasa Inggris dapat dilihat dengan klik di sini.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Penguatan HKI Dinilai Kunci Dorong Inovasi dan UMKM di Pidie Jaya

0
Penguatan HKI di Pidie Jaya. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Penguatan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi perhatian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, inovasi daerah, serta daya saing produk lokal di Kabupaten Pidie Jaya.

HKI mencakup berbagai bentuk perlindungan hukum seperti merek dagang, hak cipta, paten, desain industri, hingga indikasi geografis. Perlindungan ini dinilai penting agar karya, inovasi, dan identitas produk masyarakat tidak mudah ditiru serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kabupaten Pidie Jaya sendiri memiliki potensi besar di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari kerajinan lokal, kuliner khas daerah, hingga produk berbasis sumber daya alam. Dengan pendaftaran HKI, produk unggulan daerah diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Koordinator Tim Riset Grand Design Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) MoRA The AIR Funds-LPDP LPPM UIN Ar-Raniry, Marduati, M.A., Ph.D., mengimbau masyarakat, pelaku UMKM, akademisi, hingga generasi muda untuk meningkatkan kesadaran dalam melindungi karya dan inovasi melalui pendaftaran HKI.

“Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Pidie Jaya,” ujar Marduati.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya, Marzuan, yang menyambut baik kehadiran tim peneliti. Ia menilai langkah strategis dalam penguatan HKI tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga membuka peluang investasi dan memperkuat branding daerah.

Menurutnya, HKI juga berpotensi mendorong lahirnya lapangan kerja baru berbasis ekonomi kreatif, sekaligus menjaga identitas dan kekayaan intelektual masyarakat lokal.

Penelitian bertajuk “Grand Design Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) sebagai hilirisasi ekonomi dan pelestarian cagar budaya berbasis komunitas” ini diketuai oleh Prof. Inayatillah. Tim peneliti terdiri dari Marduati, M.A., Ph.D., Munawiyah, M.Hum., Dr. Azwarfajri (UIN Ar-Raniry), Dr. Masrizal, M.A (Sosiolog/Koordinator Prodi MDRK SPS USK), serta Ambo Asee Ajis, M.Si (Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh).

Melalui penguatan HKI, Pidie Jaya diharapkan mampu menjadi daerah yang unggul dalam inovasi, berdaya saing, serta mampu menjaga identitas dan kekayaan intelektual masyarakatnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Profil Jumhur Hidayat, Aktivis yang Kini Menjabat Menteri Lingkungan Hidup

0
Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Foto: Biro Setpres)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat dalam reshuffle kabinet, Senin (27/4/2026). Salah satu nama yang dilantik adalah Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Jumhur menggantikan Hanif Faisol yang dirotasi menjadi Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan. Menjelang pelantikan, Jumhur tampak hadir didampingi Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan di Istana Negara, Jakarta.

Berdasarkan penelusuran Nukilan.id, Jumhur dikenal sebagai aktivis sosial. Ia lahir di Bandung pada 18 Februari 1968 dan mulai aktif dalam gerakan mahasiswa saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung.

Aktivisme Jumhur sudah terlihat sejak era Orde Baru. Ia pernah dipenjara karena terlibat dalam aksi mahasiswa yang menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, pada 1989.

Selain aktif di dunia gerakan, Jumhur juga sempat berkiprah di politik praktis. Ia bergabung dengan Partai Daulat Rakyat yang mengikuti Pemilu 1999 dan menjabat sebagai sekretaris jenderal. Ketika partai tersebut bergabung dengan sejumlah partai lain membentuk Partai Sarikat Indonesia pada 2002, ia tetap dipercaya mengemban posisi yang sama.

Dalam perjalanan kariernya, Jumhur juga pernah dipercaya memimpin BNP2TKI pada 2007. Ia menjabat selama tujuh tahun hingga 2014, sebelum diberhentikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui keputusan resmi yang ditandatangani pada 11 Maret 2014 dengan alasan penyegaran.

Kini, dengan latar belakang panjang sebagai aktivis dan birokrat, Jumhur mengemban tanggung jawab baru di sektor lingkungan hidup, di tengah tantangan pengelolaan lingkungan yang semakin kompleks di Indonesia. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Konjen Jepang Apresiasi Polres Aceh Tengah atas Penyelamatan 8 WN saat Bencana

0
Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru menyambangi Mapolres Aceh Tengah pada Senin (27/4/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, mengunjungi Mapolres Aceh Tengah pada Senin (27/4/2026) untuk menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelamatan delapan warga negara Jepang saat bencana pada akhir November 2025.

Kedatangan Furugori disambut langsung oleh Kapolres Aceh Tengah, Muhammad Taufiq. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum penguatan hubungan serta koordinasi keamanan bagi warga asing di wilayah rawan bencana.

Dalam keterangannya, Furugori menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat aparat kepolisian ketika delapan warga Jepang terjebak di lokasi proyek pembangkit listrik nasional. Saat itu, akses darat terputus total akibat longsor dan banjir yang dipicu cuaca ekstrem.

“Kami sangat menghargai dedikasi Polres Aceh Tengah. Evakuasi ini tidak mudah karena medan yang tertutup material longsor, namun berkat kesigapan petugas, seluruh warga kami berhasil dipindahkan ke lokasi aman tanpa ada korban jiwa,” kata Furugori.

Sementara itu, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufiq, menegaskan bahwa keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, BPBD, serta masyarakat setempat.

“Evakuasi tersebut adalah tanggung jawab kami dalam memberikan perlindungan kepada siapa pun yang berada di wilayah hukum Polres Aceh Tengah, termasuk tamu negara dan tenaga kerja asing,” tegas Taufiq.

Selain penyampaian apresiasi, pertemuan tersebut juga membahas penguatan sistem mitigasi bencana serta pembaruan protokol komunikasi antara kepolisian dan Konsulat Jenderal Jepang di Medan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan warga asing tetap terjamin di tengah potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Kunjungan diakhiri dengan diskusi terkait perlindungan warga asing secara berkelanjutan serta penyerahan simbolis bentuk apresiasi dari pihak konsulat kepada Polres Aceh Tengah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News