Beranda blog Halaman 115

Disdikbud Banda Aceh Perkuat Pembelajaran Bahasa Inggris Lewat Kerja Sama dengan Relawan Australia

0
Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri bersama tim dari Australia saat dimulainya kembali program Fatih Volunteering Teaching Program (FVTP), Senin (12/1/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh kembali memperkuat kualitas pendidikan dengan menjalin kolaborasi internasional bersama Australia melalui Fatih Volunteering Teaching Program (FVTP) yang berlangsung sejak 12 Januari hingga 5 Februari 2026.

Program ini menghadirkan tutor relawan dari Australia untuk mendampingi pembelajaran bahasa Inggris di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) terpilih, baik negeri maupun swasta. Kegiatan dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00–12.00 WIB, dengan durasi satu minggu di setiap sekolah peserta.

Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri SPd MPd, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program tersebut. Ia menilai FVTP sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris.

“Program FVTP ini sangat positif dan strategis. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, program ini melatih kepercayaan diri, keberanian berkomunikasi, dan membuka wawasan peserta global yang dilatih melalui interaksi langsung dengan tutor internasional,” ujar Sulaiman.

Pada pelaksanaannya, setiap sekolah diperkenankan memilih maksimal 20 peserta didik untuk mengikuti program intensif ini. Para siswa akan didampingi oleh dua tutor asal Australia, sementara pihak sekolah diminta menyiapkan ruang belajar yang mendukung kelancaran kegiatan.

Selain berdampak pada peningkatan kompetensi bahasa siswa, FVTP juga menjadi sarana memperkenalkan Banda Aceh di tingkat internasional. Pemerintah berharap sekolah dapat memanfaatkan program ini secara maksimal demi mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Banda Aceh dan menginspirasi peserta didik untuk terus belajar,” tambah Sulaiman Bakri.

Wali Nanggroe Desak Evaluasi Perluasan Sawit Usai Banjir dan Longsor Aceh

0
wali nanggroe aceh
Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin (8/9/2025). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Al-Haytar, meminta agar perluasan perkebunan kelapa sawit di Aceh ditinjau ulang. Permintaan itu disampaikan menyusul bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut pada akhir November 2025.

Menurutnya, terdapat faktor mendasar yang memicu terjadinya bencana alam tersebut, yakni deforestasi hutan dalam skala besar untuk kepentingan pembukaan lahan perkebunan sawit.

“Dan kita lihat kenapa bencana ini terjadi. Bencana ini kerana hutan kita sudah banyak dibabat. Dan saya selalu bilang jangan babat hutan kita, dan jangan banyak tanam sawit”, tegas PYM Malik Mahmud kepada awak media saat berkunjung ke Kabupaten Aceh Tamiang belum lama ini.

Pernyataan itu disampaikan usai peninjauan dampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe turut didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.

Wali Nanggroe menegaskan bahwa pembangunan daerah tetap penting, termasuk dengan membuka peluang bagi investor untuk masuk ke Aceh. Namun, ia mengingatkan bahwa investasi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan dan kekayaan alam daerah.

“Investor tidak boleh menghancurkan kekayaan alam Aceh. Ini semua harus kita tinjau kembali”, tambah Wali Nanggroe yang turut didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, juga Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.

Ia menekankan bahwa industri harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan, tanpa merusak hutan yang selama ini menjadi benteng alami dari bencana. Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi kunci agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.

Lebih lanjut, Wali Nanggroe menyampaikan bahwa dirinya akan memanfaatkan jaringan internasional yang dimilikinya untuk mendukung upaya Pemerintah Aceh dalam menangani persoalan bencana. Ia menyatakan siap menyokong Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam mencari solusi atas persoalan tersebut.

Dalam amarannya, Wali Nanggroe juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Aceh untuk bergotong royong membangun daerah dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal yang menjadi identitas Aceh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wali Nanggroe Dorong Sinergi Penguatan Adat dan Syariat Islam Jawab Problematika Sosial Aceh

0
Wali Nanggroe Dorong Sinergi Penguatan Adat dan Syariat Islam Jawab Problematika Sosial Aceh. (Foto: Humas LWN)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Lembaga Wali Nanggroe Aceh menegaskan komitmennya untuk memperkuat nilai-nilai adat dan syariat Islam secara lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang kian kompleks di Aceh.

Penegasan tersebut mencuat dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Nilai-Nilai Adat dan Nilai Syariat Islam di Aceh yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Wali Nanggroe Aceh, Selasa (13/1/2026). Pertemuan itu dihadiri unsur Majelis Wali Nanggroe, para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), akademisi, pimpinan dayah, serta perwakilan lembaga keagamaan dan adat.

Seusai rapat, sejumlah kepala dinas yang hadir menyampaikan pandangan mereka kepada Dialeksis. Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Zahrol Fajri, menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh saat ini menghadapi tantangan serius.

Ia menyebut persoalan tersebut mencakup rapuhnya akidah, tekanan kemiskinan, pengaruh gaya hidup, melemahnya peran keluarga, hingga dampak teknologi dan media sosial, termasuk maraknya praktik pinjaman online. Selain itu, ia juga menyoroti tingginya angka perceraian, judi online, serta kasus HIV/AIDS di Aceh.

“DSI telah menjalankan berbagai langkah seperti penertiban usaha saat waktu shalat, pembatasan aktivitas malam bagi perempuan tanpa mahram, serta mendorong revisi Qanun Hukum Keluarga. Namun penguatan syariat tidak bisa hanya dibebankan pada satu institusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Iskandar, menekankan pentingnya memperkuat peran mukim sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan Qanun Nomor 9 Tahun 2009. Menurutnya, mukim perlu didorong menjadi bagian integral dari struktur pemerintahan yang didukung perangkat dan anggaran melalui APBA.

Dari perspektif adat dan lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, A. Hanan, menyoroti urgensi penguatan hutan adat serta peran mukim dan pawang hutan dalam pengelolaan kawasan adat. Ia juga mendorong pembentukan badan pengelola hutan Aceh serta pengusulan kembali wilayah hutan adat.

Masukan strategis juga datang dari kalangan akademisi. Prof. Syamsul Rizal menilai isu adat, syariat, dan lingkungan harus ditempatkan sebagai agenda strategis Lembaga Wali Nanggroe. Sejalan dengan itu, Prof. Syahrizal Abbas menekankan pentingnya inventarisasi persoalan, penataan regulasi, serta penguatan kerja sama lintas sektor pada 2026.

Majelis Tuha Lapan Wali Nanggroe melalui Idris Thaib menegaskan bahwa nilai-nilai syariat seperti tauhid, akhlak, adab, dan gotong royong harus terintegrasi dalam seluruh kebijakan SKPA. Sementara itu, MPU Aceh meminta dukungan penuh pemerintah daerah dalam upaya pencegahan aliran sesat serta implementasi fatwa terkait judi dan game online.

Rapat tersebut menyimpulkan bahwa pelaksanaan nilai adat dan syariat Islam di Aceh membutuhkan penguatan regulasi, dukungan anggaran, serta koordinasi antarlembaga yang lebih solid. Lembaga Wali Nanggroe dipandang memiliki peran strategis sebagai pengawal, pengawas, sekaligus fasilitator dalam memastikan nilai-nilai adat dan syariat terimplementasi secara menyeluruh.

Sebagai tindak lanjut, disepakati pembentukan forum komunikasi lintas lembaga yang akan membahas secara teknis berbagai isu strategis terkait adat, syariat, dan lingkungan di Aceh.

Telkomsel Siagakan 36 GraPARI di Aceh dan Sumut untuk Mudahkan Layanan Pascabencana

0
Telkomsel memastikan kesiapan layanan GraPARI untuk mendukung kebutuhan pelanggan pascabencana yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra Utara. (Foto: Dok. Telkomsel)

NUKILAN.ID | MEDAN — Telkomsel memastikan kesiapan layanan pelanggan melalui 36 gerai GraPARI yang tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara guna mendukung kebutuhan masyarakat di masa pemulihan pascabencana.

Total terdapat 27 GraPARI di Sumatra Utara dan 9 GraPARI di Aceh yang tetap beroperasi dan melayani pelanggan, termasuk di wilayah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, tujuh GraPARI yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi penuh sejak minggu ketiga Desember 2025, yakni GraPARI di Bireuen, Takengon, Sigli, Langsa, Lhokseumawe, Gunung Sitoli, dan Sibolga.

General Manager Mobile Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E. Setyobudi, mengatakan bahwa kehadiran GraPARI pascabencana merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan pelanggan tetap dapat mengakses layanan komunikasi secara optimal.

“Pascabencana, pelanggan membutuhkan layanan yang cepat dan mudah diakses. GraPARI kami siapkan untuk memberikan kemudahan layanan, termasuk penggantian kartu yang hilang, agar pelanggan dapat segera kembali terhubung,” ujar Agung.

Telkomsel juga menegaskan bahwa stabilitas layanan jaringan terus dijaga agar pengalaman pelanggan tetap optimal. Berbagai langkah dilakukan untuk memastikan proses layanan berjalan lancar, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami terus berupaya menjaga kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan. Kehadiran GraPARI pascabencana menjadi wujud komitmen Telkomsel untuk selalu mendampingi pelanggan, tidak hanya melalui jaringan yang andal, tetapi juga melalui layanan yang mudah dan solutif,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, pelanggan dapat mengecek lokasi dan jam operasional GraPARI terdekat melalui laman resmi Telkomsel di www.telkomsel.com/contact-us/my-grapari

Puluhan Ribu Warga Aceh Utara Masih Mengungsi, Sebagian Mulai Pulang Bersihkan Rumah

0
Warga membersihkan lumpur bekas banjir di masjid Desa Paya Rabo Lhoks, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (13/1/2026). (Foto: DOK WARGA)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Jumlah pengungsi banjir di Kabupaten Aceh Utara terus mengalami penurunan signifikan. Hingga Selasa (12/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat masih terdapat 54.995 jiwa atau 16.201 kepala keluarga yang bertahan di pengungsian. Angka ini menurun drastis dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai sekitar 79.000 jiwa.

Plt Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan, menjelaskan bahwa para pengungsi kini tersebar di 160 titik pengungsian, menyusut dari sebelumnya 210 titik. Mereka berada di sejumlah kecamatan, yakni Baktiya, Cot Girek, Dewantara, Langkahan, Lapang, Muara Batu, Nibong, Sawang, Seunuddon, dan Tanah Jambo Aye.

“Tiga kecamatan jumlah pengungsi terbesar yaitu Kecamatan Langkahan 50 titik pengungsian, Sawang sebanyak 33 titik pengungsian, dan Kecamatan Tanah Jambo Aye sebanyak 54 titik pengungsian,” terangnya.

Sementara kecamatan lainnya kini hanya menyisakan antara satu hingga enam titik pengungsian per wilayah.

Seiring mulai surutnya air, sebagian warga yang terdampak banjir sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka fokus melakukan pembersihan lumpur dan sisa material banjir yang mengendap di dalam rumah dan fasilitas umum. Namun, masih banyak warga yang belum dapat pulang karena rumah mereka mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang hilang tersapu banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Di sisi lain, operasi pencarian korban yang hilang terus dilanjutkan. Fauzan menegaskan bahwa hingga kini enam orang masih dinyatakan hilang berdasarkan data kependudukan.

“Kami akan terus melakukan pencarian dengan tim gabungan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada kepala desa apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar lokasi banjir.

“Intruksi bupati jelas agar operasi pencarian tetap berjalan. Buktinya hari ini saja kita temukan 14 orang korban banjir meninggal dunia. Sehingga total korban banjir per sore ini 245 jiwa” pungkasnya.

Ghaitsa Hafidza Siap Tampil di Grand Model Indonesia, Wakili Aceh di Tingkat Nasional

0
Grand Model Indonesia Mini Miss Aceh 2 Tahun 2025, Ghaitsa Hafidza akan mewakili Aceh di ajang Grand Model Indonesia tingkat nasional di Jakarta. (Foto : Dok.RRI/Dedy.H)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ajang Grand Model Indonesia Mini Miss Aceh 2 Tahun 2025 kembali melahirkan talenta muda berbakat. Tahun ini, gelar tersebut diraih oleh Ghaitsa Hafidza Kamila, yang akan mewakili Provinsi Aceh pada kompetisi Grand Model Indonesia tingkat nasional di Jakarta.

Coach Aceh Model Community (AMC), Pasha Cute, mengatakan kepada RRI bahwa Ghaitsa akan mengikuti rangkaian karantina nasional sebagai persiapan menuju ajang nasional.
“Ghaitsa berhasil memukau dewan juri melalui performa panggung, bakat, dan berkepribadian yang kuat saat seleksi daerah kemarin,” ujar Pasha, Selasa (13/1/2026).

Menurut Pasha, proses persiapan telah berjalan, meliputi latihan national costume, talent performance, serta berbagai pelatihan panggung lainnya. Ghaitsa dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada bulan depan untuk mengikuti kompetisi yang berlangsung pada 29 Januari hingga 2 Februari 2026.

“Ia akan bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi. Mohon doa dan dukungan agar Ghaitsa bisa meraih juara nasional,” pinta Coach Pasha.

Penampilan Ghaitsa selama kompetisi tingkat Aceh menjadi perhatian juri dan penonton. Ia tampil anggun saat sesi catwalk, ekspresif dalam talent show, serta menunjukkan karakter panggung yang matang untuk anak seusianya.

Kompetisi ini sendiri dirancang sebagai wadah pengembangan kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak Aceh, melalui kombinasi penilaian bakat, sikap, dan kemampuan panggung yang sesuai dengan usia peserta.

Ghaitsa merupakan anak ketiga dari pasangan Farida dan Rommy Rinaldi, serta tercatat sebagai siswi SD Fatih Bilingual School Banda Aceh. Sejak kecil, ia dikenal aktif dan percaya diri. Di luar dunia modeling, Ghaitsa juga mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri seperti tenis, vokal, basket, serta pelatihan modeling profesional di AMC.

Dukungan penuh datang dari pihak keluarga. Farida, sang ibu, mengaku bangga atas capaian putrinya.

“Kami bangga Ghaitsa bisa tampil maksimal dan dapat mewakili Provinsi Aceh untuk ajang tingkat Nasional nanti,” ungkapnya.

Dengan gelar Grand Model Indonesia Mini Miss Aceh 2 Tahun 2025, Ghaitsa Hafidza Kamila diharapkan mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengasah bakat sejak dini.

Disnakermobduk Aceh Sambut Bulan K3 Nasional 2026 di Tengah Situasi Darurat Bencana

0
Disnakermobduk Aceh Sambut Bulan K3 Nasional 2026 di Tengah Situasi Darurat Bencana. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh turut menyemarakkan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 meski Aceh masih berada dalam status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Peringatan Bulan K3 tahun ini mengangkat tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal dan Kolaboratif.”

Kepala Disnakermobduk Aceh, Akmil Husen, SE, M.Si, melalui Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Ir. Rinal Dianto, ST, MT, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan peringatan Bulan K3 yang berlangsung setiap 12 Januari hingga 12 Februari tersebut.

“Peringatan Bulan K3 yang berlangsung tiap tahun dari tanggal 12 Januari hingga 12 Februari, diharapkan dapat menjadi moment akan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” ujar Rinal.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung kebijakan nasional terkait penerapan K3, dengan tujuan menciptakan kondisi kerja yang lebih baik bagi seluruh tenaga kerja di wilayah Aceh.

Di tengah dampak bencana yang melanda sejumlah daerah, Rinal berharap momentum Bulan K3 dapat menjadi dorongan moral bagi perusahaan maupun para pekerja yang terdampak.

“Ditengah kondisi bencana yang menimpa beberapa daerah di Aceh, kami berharap peringatan Bulan K3 tahun ini dapat menjadi penyemangat para perusahaan dan pekerja yang terdampak langsung dan menjadikannya sebagai motivasi untuk bangkit,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif menyukseskan peringatan tersebut demi pemulihan dan kemajuan Aceh ke depan.

“Mari bersama-sama kita sukseskan Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026, dan kembali bangkit untuk Aceh yang lebih baik,” tutup Rinal.

Pemerintah Aceh Kirim 70 ASN Dinas ESDM Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

0
Aceh Kirim 70 ASN Dinas ESDM Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, sebanyak 70 Aparatur Sipil Negara (ASN) diterjunkan sebagai relawan untuk membersihkan fasilitas pendidikan yang rusak dan tertutup lumpur akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 5 Karang Baru, yang berlokasi di Gampong Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak. Sekolah ini termasuk salah satu wilayah yang terdampak paling parah dalam bencana hidrometeorologi Aceh 2025. Para relawan membersihkan sejumlah ruang vital sekolah, mulai dari ruang kelas, musalla, ruang guru, hingga perpustakaan.

Aksi ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh yang disampaikan melalui Sekretaris Daerah Aceh kepada seluruh perangkat daerah, untuk kembali mengirimkan relawan ASN ke Aceh Tamiang selama dua hari, Sabtu dan Ahad (3–4 Januari 2026). Langkah tersebut diambil untuk mempercepat pemulihan sekolah sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar pada semester genap dapat berjalan sesuai kalender pendidikan.

Kondisi Sekolah Pascabencana

Secara geografis, SMPN 5 Karang Baru berada hanya beberapa ratus meter dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang. Meski sekolah terletak di dataran yang relatif lebih tinggi, banjir tetap menggenangi kawasan sekolah hingga hampir dua meter. Akibatnya, sebagian besar sarana dan prasarana pendidikan mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan, meskipun bangunan utama masih berdiri.

Saat relawan ESDM Aceh tiba di lokasi, jejak kehancuran masih sangat terasa. Endapan lumpur mengeras menutup lantai dan dinding ruangan, sementara aroma lumpur pekat masih menyelimuti hampir seluruh area sekolah.

Dengan peralatan lengkap, para relawan bergotong royong membersihkan sedimen lumpur yang menumpuk di ruang guru, ruang kelas, musalla, hingga perpustakaan. Semangat kebersamaan tampak jelas ketika puluhan relawan bekerja bahu-membahu mengembalikan wajah sekolah agar kembali layak dan nyaman digunakan para siswa.

“Pendidikan Tidak Boleh Berhenti”

Di tengah kegiatan tersebut, Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, S.T., M.Si., turut hadir dan ikut terjun langsung menyemangati para relawan. Dengan pakaian yang tak luput dari noda lumpur, ia menegaskan bahwa pemulihan sekolah merupakan prioritas utama pascabencana.

“Kami hadir di sini bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi karena panggilan hati. Anak-anak kita sudah terlalu lama kehilangan waktu belajar akibat banjir besar ini. Kami ingin memastikan saat mereka kembali ke sekolah, ruang-ruang belajar sudah bersih dan layak digunakan. Pendidikan dan masa depan mereka tidak boleh berhenti karena bencana,” tegas Taufik, Ahad (4/4/2025).

Selain melakukan pembersihan, Dinas ESDM Aceh juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada pihak sekolah, di antaranya sekop, cangkul, gerobak dorong, mesin pompa air, dan water jet spray. Peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang perawatan mandiri sekolah serta memastikan sisa lumpur dapat dibersihkan hingga tuntas.

Bentuk Kepedulian Pemerintah Aceh

Usai kegiatan, Taufik menegaskan bahwa aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah Aceh terhadap dunia pendidikan pascabencana.

“Aksi sosial ini semata-mata menjalankan instruksi Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Aceh. Jika ada ucapan terima kasih, maka kepada merekalah apresiasi itu layak disematkan,” jelas Taufik.

Haru Kepala Sekolah

Kepala SMPN 5 Karang Baru, Sulastri, S.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan kondisi sekolah yang mulai kembali bersih. Ia mengaku sangat terharu melihat kerja keras para relawan ASN Pemerintah Aceh sejak awal kegiatan.

“Saya benar-benar tidak menyangka bantuan ini akan sebesar ini, rasanya separuh beban saya sudah terangkat. Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda Aceh, Bapak Taufik, dan seluruh tim ESDM Aceh. Semoga ini menjadi amal jariah untuk bapak ibu semuanya,” ujarnya lirih.

Aksi sosial tersebut menjadi simbol gotong royong dan kepedulian pemerintah dalam memastikan pendidikan anak-anak Aceh tetap berjalan meski dilanda bencana.

Unhan RI Salurkan Bantuan Kesehatan dan Pembelajaran Digital untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

0
Unhan RI Salurkan Bantuan Kesehatan dan Pembelajaran Digital untuk Korban Banjir Aceh Tamiang. (Foto: UNHAN)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menyalurkan bantuan berupa obat-obatan dan dukungan pendidikan berbasis digital bagi masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) yang akan berlangsung di Aceh Tamiang pada 18 Januari hingga 18 Februari 2026.

Kegiatan penyerahan bantuan diawali dengan sambutan Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Anton Nugroho. Dalam keterangannya, Anton menegaskan bahwa donasi ini tidak hanya sebatas dukungan kesehatan, tetapi juga mencerminkan kolaborasi antara dunia pendidikan pertahanan, TNI, dan industri farmasi nasional.

“Latsitardanus merupakan momentum strategis dalam membentuk karakter kadet sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki kepedulian sosial, empati, dan semangat bela negara, sekaligus menjadi sarana pengabdian nyata kepada masyarakat,” kata Anton.

Pengumpulan bantuan obat-obatan tersebut diinisiasi oleh Dekan Fakultas Farmasi Militer (FFM) Unhan RI, Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, sebagai bentuk peran aktif Unhan RI dalam mendukung aspek kesehatan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI) Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Aceh. Ia menyebut keterlibatan Puskes TNI dalam kegiatan ini sebagai sebuah kehormatan.

“Diharapkan bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah,” kata Hadi.

Donasi obat-obatan juga mendapat dukungan dari sejumlah industri farmasi nasional, di antaranya PT Kimia Farma Tbk, PT Dexa Medica, dan PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Selain itu, Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara turut berkontribusi, memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelayanan kesehatan bagi korban bencana.

Tak hanya bantuan kesehatan, kegiatan tersebut juga menghadirkan dukungan dari sektor pendidikan digital. ILMCI Group melalui Dr. Sofian Tjandra menyerahkan 500.000 PIN E-Learning yang ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan dan peningkatan kapasitas pembelajaran masyarakat pascabencana.

Seluruh bantuan tersebut diharapkan mampu menunjang kelancaran pelayanan kesehatan dan aktivitas pengabdian masyarakat selama pelaksanaan Latsitardanus, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga penerima manfaat.

Banjir dan Longsor Rusak 225 Destinasi Wisata di Aceh

0
Tanggul Sungai Rusak, Banjir Kembali Rendam Permukiman di Aceh Tamiang. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 225 destinasi wisata di Provinsi Aceh mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Kerusakan ini tersebar di berbagai kabupaten/kota yang masuk dalam daerah terdampak bencana.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa tingkat kerusakan didominasi kategori berat.

“Kerusakan paling banyak masuk kategori rusak berat dan tersebar di sejumlah daerah yang terdampak langsung banjir dan longsor,” ujar Murthalamuddin di Banda Aceh, Selasa (13/1/2026).

Dihimpun Nukilan.id, dari total 225 destinasi wisata yang terdampak, sebanyak 198 lokasi mengalami rusak berat, 18 rusak sedang, dan sembilan rusak ringan.

Untuk kategori rusak berat, kerusakan terbanyak tercatat di Kabupaten Gayo Lues dengan 65 lokasi, disusul Aceh Tamiang 42 lokasi, Bireuen 20 lokasi, Bener Meriah 19 lokasi, dan Pidie Jaya 13 lokasi.

Kerusakan juga terjadi di Aceh Singkil sebanyak 10 destinasi, Aceh Utara dan Aceh Tengah masing-masing delapan destinasi, Aceh Timur enam destinasi, Aceh Tenggara empat destinasi, serta Langsa, Subulussalam, dan Aceh Barat masing-masing satu destinasi.

Sementara itu, sembilan destinasi yang masuk kategori rusak ringan tersebar di Aceh Utara dua lokasi, Langsa satu lokasi, Aceh Tengah satu lokasi, Subulussalam satu lokasi, dan Bireuen dua lokasi.

Adapun 18 destinasi wisata rusak sedang terdapat di wilayah Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Subulussalam, Nagan Raya, Bener Meriah, dan Bireuen.

Tidak hanya sektor pariwisata, bencana hidrometeorologi tersebut juga berdampak terhadap 162 cagar budaya di Aceh. Dari jumlah itu, 56 mengalami rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.

“Cagar budaya tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang terdampak bencana,” kata Murthalamuddin.

Meski kerusakan cukup luas, pemerintah tetap optimistis pemulihan dapat segera dilakukan.

“Kami optimistis sektor pariwisata dan pelestarian cagar budaya Aceh bisa pulih. Penanganan darurat terus berjalan, dan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” ujar Murthalamuddin. (xrq)

Reporter: Akil