Beranda blog Halaman 1156

Diisukan Jadi Pendamping Nasir Djamil di Pilgub Aceh, Bagaimana Perjalanan Karir Politik Muslim Ayub?

0
Ketua Umum POSSI Aceh Muslim Ayub (Foto: Dok.Ist)

 

NUKILAN.id | Banda Aceh – Setelah sebelumnya publik Aceh dihebohkan dengan beberapa tokoh partai politik berharap dapat mendampingi calon gubernur (Cagub) dari Partai Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, sebagai calon wakil gubernur (Cawagub), kini perhatian beralih ke Nasir Djamil.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai tokoh masyarakat Aceh mengajukan sejumlah nama potensial untuk menjadi Cawagub yang akan mendampingi Nasir Djamil dalam Pilkada 2024, menciptakan dinamika baru dalam kancah politik Aceh.

Nama Muslim Ayub kian santer terdengar dalam percaturan politik Aceh menjelang Pilkada 2024. Politisi Partai NasDem ini disebut-sebut sebagai pasangan terbaik untuk mendampingi calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil. Dukungan kuat dari masyarakat dan sejumlah tokoh partai politik menambah optimisme terhadap duet ini.

Muslim Ayub bukanlah sosok baru dalam dunia politik Aceh. Pengalaman panjangnya di berbagai posisi strategis menunjukkan komitmen dan kapabilitasnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Bagaimana perjalanan karir politik Muslim Ayub? Berikut Nukilan.id sajikan untuk menambah referensi bagi pembaca yang budiman tentang rekam jejak Muslim Ayub.

Berdasarkan riset digital yang dilakukan oleh Nukilan.id, Muslim Ayub meniti karier politiknya sebagai anggota DPRK Aceh Tenggara selama dua periode, menandai awal perjalanannya dalam kancah politik. Keberhasilannya ini membuka jalan untuk posisi lebih tinggi sebagai anggota DPRA juga selama dua periode, hingga menjadi Wakil Ketua DPRA meski tidak dilantik secara resmi.

Prestasinya tidak berhenti di situ. Muslim Ayub kemudian melangkah ke panggung nasional dengan menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Dalam periode tersebut, ia aktif dalam berbagai kegiatan legislatif yang mengedepankan aspirasi masyarakat Aceh. Kepeduliannya terhadap olahraga juga terlihat dari keterlibatannya sebagai pembina KONI Aceh, Ketua PRSI Aceh, dan Ketua POSSI Aceh.

Muslim Ayub tidak hanya diakui dalam konteks politik, tetapi juga sebagai tokoh masyarakat yang memahami berbagai sektor kehidupan di Aceh. Sebagai caleg terpilih DPR RI periode 2024-2029 dari Partai NasDem, Ayub menunjukkan bahwa dukungan publik terhadapnya tetap kuat dan solid.

Potensi Muslim Ayub untuk Pilgub Aceh 2024 semakin diperkuat dengan sinyal positif dari Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh. Koalisi antara Partai NasDem yang memperoleh 10 kursi DPRA dan PKS dengan 5 kursi DPRA telah memenuhi syarat pencalonan dengan total 13 kursi.

Kombinasi ini dianggap mampu merepresentasikan seluruh wilayah Aceh secara merata—Nasir Djamil dari pantai utara timur dan Muslim Ayub dari barat selatan, tengah tenggara, serta pedalaman Aceh.

Sama-sama memiliki pengalaman dan jaringan nasional yang luas, Nasir Djamil dan Muslim Ayub diharapkan bersedia berduet untuk mencalonkan diri memimpin Aceh periode 2024-2029. Mereka dinilai tidak hanya memiliki kemampuan intelektual yang baik, tetapi juga komitmen terhadap nilai-nilai agamis dan sosial yang kuat.

Dari informasi yang didapatkan Nukilan.id, masyarakat Aceh, khususnya di wilayah tengah tenggara, barat selatan, dan pedalaman, sangat berharap pada pasangan ini untuk membawa perubahan positif dan pembangunan yang merata di seluruh Aceh. Tingginya elektabilitas dan ketokohan Muslim Ayub diyakini mampu menarik dukungan luas dari rakyat Aceh dalam Pilkada mendatang.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kemenpora Tetapkan Banda Aceh Tuan Rumah Kejuaraan Antar-Kampung 2024

0
Kadispora Kota Banda Aceh, Reza Kamilin. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi Pembudayaan Olahraga resmi memilih dan menetapkan Kota Banda Aceh sebagai salah satu tuan rumah untuk pelaksanaan ajang bergengsi Kejuaraan Antar-Kampung (Tarkam) 2024.

Kadispora Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, Rabu (15/5/2024) mengatakan, penetapan Kota Banda Aceh sebagai lokasi Kejuaran Antarkampung itu tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Nomor 3.4.1 tahun 2024.

“Kegiatan Kejuaraan Antarkampung tersebut akan digelar di 75 daerah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Alhamdulillah, untuk Provinsi Aceh terpilih Kota Banda Aceh sebagai salah satunya,” kata Reza Kamilin.

Reza Kamilin menjelaskan pemilihan Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah pelaksanaan Kejuaraan Tarkam 2024 diawali dengan penyampaian usulan proposal kepada Deputi Bidang Pembudayaan Kemenpora RI.

Akhirnya setelah melalui seleksi secara nasional dari 416 Kabupaten dan 98 Kota dari seluruh Indonesia, maka Kota Banda Aceh bersama dengan Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Simeulue terpilih menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Kejuaraan Tarkam di Provinsi Aceh.

Ia menambahkan Kejuaran Antarkampung itu rencananya akan digelar pada 26 sd 28 Juli 2024 mendatang. Adapun cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada ajang tersebut diantaranya Senam SKJ Kemenpora dan Senam Sehat Bugar Kemenkes yang akan diikuti oleh 9 Puskesmas yang ada di Kota Banda Aceh.

Selanjutnya Fun Run Kategori Umum (usia di bawah 50 tahun) dan Kategori Master (usia mulai dari 50 tahun ke atas). Kemudian tenis meja dan bulu tangkis yang diikuti oleh perwakilan dari 9 Kecamatan yang ada di Kota Banda Aceh.

Pelaksanaan Kejuaraan Tarkam 2024 tersebut sejalan dengan arahan Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 86 tahun 2021 Tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang mengamanatkan pemerataan pembangunan olahraga (Sport For All) melalui partisipasi aktif masyarakat.

“Adapun tujuannya untuk meningkatkan kebugaran masyarakat kota dengan memperhatikan unsur-unsur 5M (Murah, Meriah, Menarik, Masal dan Manfaat). Semoga kegiatan itu dapat terlaksana dengan baik dan sempurna,” pungkas Reza Kamili.

Editor: Akil Rahmatillah

Musyawarah Ulama Kota Banda Aceh Dimulai, Begini Harapan Sekda Wahyudi

0
Pj Sekretaris Kota Banda Aceh, Wahyudi membuka secara resmi acara Musyawarah Ulama Kota Banda Aceh 2024. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Sekretaris Kota Banda Aceh, Wahyudi membuka secara resmi acara Musyawarah Ulama Kota Banda Aceh 2024 di Aula Balai Keurukoen, Balai Kota Banda Aceh, Kamis (16/5/2024).

Musda para ulama kali ini mengusubg tema “Melalui Musyawarah Daerah Ulama MPU Kota Banda Aceh kita Perkokoh Komitmen Pelaksanaan Syariat Islam”.

Turut dihadiri Ketua II MPU Aceh Muhibbutthabary, Ketua MPU Kota Damanhuri Basyir, unsur OPD jajaran Pemko Banda Aceh, Forkopimda, dan diikuti para peserta yang terdiri dari unsur ulama, perwakilan kecamatan dan para keuchik.

Pj Sekda Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan peran dan fungsi ulama dalam pembangunan kota sangat besar, karenanya eksistensi MPU Kota Banda Aceh diharapkan terus berkembang.

“Sehingga ulama benar-benar terlibat di seluruh sektor pembangunan seperti pendidikan, kebudayaan, wisata, ekonomi, kesehatan bahkan ketertiban politik,” ujarnya.

Beberapa bulan mendatang, kata Wahyudi, Kota Banda Aceh akan melaksanakan Pilkada. Dalam konteks ini, ulama dapat mengambil peran dakwah pentingnya partisipasi dalam menggunakan hak pilih, serta perlunya saling menghormati walau berbeda pilihan.

“Di isu kesehatan, ulama memiliki peran sangat penting membantu pemerintah menekan angka stunting. Setidaknya lewat bimbingan nikah dan nasehat-nasehat dalam khutbah nikah,’ ungkapnya.

Wahyudi optimis, Musda MPU Kota Banda Aceh nantinya akan melahirkan kepengurusan masa khidmat 2024-2029, dengan rencana kerja yang lebih optimal dan kemaslahatan umat.

“Tentu kita semua sepakat, bahwa eksistensi ulama di Aceh berbeda dengan daerah lain. Hal ini dapat kita lihat lewat Undang-undang Nomor 44 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan, ulama merupakan penerang umat, sehingga keberadaan ulama dalam pemerintahan sangat diperlukan untuk memberikan nasehat dan mengeluarkan fatwa-fatwa terkait persoalan hukum kekinian.

“Kita semua berharap, agar para ulama di Kota Banda Aceh dapat terus memberikan sumbangsihnya bagi pembangunan Kota Banda Aceh yang lebih baik,” katanya.

Editor: Akil Rahmatillah

Terbang Nyaman ke Tanah Suci, Jemaah Haji Lansia Aceh akan Duduk di Kursi Kelas Bisnis

0
Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Calon jemaah haji Aceh lanjut usia (lansia) yang akan menunaikan ibadah haji pada 2024 ini dipastikan akan terbang dengan nyaman ke Tanah Suci.

Para jemaah haji lansia ini akan duduk duduk di kursi kelas bisnis pesawat selama penerbangan, baik saat keberangkatan ke tanah suci maupun saat kembali ke tanah air.

“Aturan tersebut sesuai dengan instruksi dalam surat edaran Nomor 2 Tahun 2024 tentang Mekanisme Pengkloteran dan Penyusunan Pramanifes,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, Jumat (17/5/2024).

Lebih lanjit dijelaskan, untuk para jemaah yang telah berumur nanti akan duduk paling depan di kursi kelas bisnis, biar lebih luas dan nyaman. “Tapi mungkin ya tidak semua mau, karena kebanyakan pergi dengan anak, tidak mau dipisah dengan anaknya dalam pesawat,” katanya di Kanwil Kemenag Aceh.

Selain itu, jemaah haji yang telah berumur kata Azhari, juga tidak mengikuti pelepasan jemaah saat di asrama haji.

“Untuk admnistrasi, identitas paspor dan lain-lain nanti akan diantar ke kamar, kemudian langsung dinaikkan ke dalam mobil menuju bandara,” kata Azhari.

Selain soal manifest, dalam surat edaran itu, juga disebut beberapa pelayanan prioritas lainnya, di antaranya pengguna kebutuhan kursi roda dan menu khusus bagi jemaah haji lansia dan risti wajib diinput pada siskohat.

Kemudian memberikan tanda status prioritas untuk jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi. Petugas ibadah haji kloter dan daerah agar ditempatkan tersebar di kursi bagian depan, tengah, dan belakang dalam pesawat. Lalu menempatkan petugas kesehatan lebih dekat dengan jemaah haji lansia.

Azhari juga mengatakan, tagline Haji Ramah Lansia kembali diusung Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Tagline itu menjadi catatan penting bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh.

“Sama seperti tahun lalu, tema tahun ini juga masih haji ramah lansia, tentu kita akan berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan prima kepada semua jamaah dan juga pelayanan prioritas kepada jemaah lanjut usia,” kata Azhari.

Jumlah jemaah haji Aceh termasuk petugas tahun ini sebanyak 4.710 orang. Dari total tersebut, 219 di antaranya merupakan jemaah haji lansia.

Adapun jemaah haji tertua tahun ini berusia 96 tahun, berasal dari Pidie Jaya atas nama Abu Bakar Mureh. Sedangkan jemaah termuda berusia 18 tahun atas nama Risma Saleha Pasribu berasal dari Gayo Lues.

Editor: Akil Rahmatillah

Sosulsi Bangun Andalas Kirimkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lhoknga

0
Solusi Bangun Andalas (SBA) mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Lhoknga. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anak perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia, yakni Solusi Bangun Andalas (SBA) mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di beberapa gampong di Kecamatan Lhoknga, Aceh, Kamis (16/5/2024).

Secara bertahap, SBA akan mendistribusikan air bersih ke gampong-gampong lainnya di Kecamatan Lhoknga.

GA & Comrel Manager SBA, Tafaul Rijal mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Perusahaan dengan keterlibatan geuchik dan para tokoh masyarakat dalam koordinasi yang intens.

“Hari ini kami telah mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Gampong Aneuk Paya, Lambaro Kueh, Naga Umbang dan Mon Ikeun. Proses distribusi akan berlanjut besok hingga beberapa hari ke depan ke gampong-gampong di sekitar perusahaan sesuai dengan tingkat kebutuhan dari hasil identifikasi lapangan,” terang Tafaul Rijal.

Sekdes Gampong Aneuk Paya Zulkarni menyampaikan apresiasi kepada SBA atas bantuan air bersih untuk gampong-gampong di Kecamatan Lhoknga.

“Mewakili masyarakat, kami berterima kasih karena SBA terus berkoordinasi intens bersama para geuchik dan tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan dari masyarakat, sehingga bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan,” kata Sekdes Aneuk Paya Zulkarni.

Pihaknya juga meninjau langsung pendistribusian air bersih dari SBA dan Pemkab Aceh Besar bersama dengan Pj. Bupati Aceh besar, Muhammad Iswanto, dan pejabat terkait di Mon Ikeun dan Naga Umbang.

Editor: Akil Rahmatillah

Gelar Rapat dengan RSUDZA, Komisi V DPR Aceh Bahas Perluasan IGD hingga Pelayanan Pasien

0
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menggelar rapat kerja dengan RSUDZA. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menggelar rapat kerja dengan RSUDZA membahas perluasan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pelayanan pasien hingga persoalan lain.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi V, M.Rizal Falevi Kirani, didampingi wakil ketua beserta anggota. Sementara pihak rumah sakit dihadiri Direktur RSUDZA, Isra Firmansyah, bersama jajaran wakil direktur.

Ketua Komisi V DPR Aceh M.Rizal Falevi Kirani, meminta pihak rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita minta rumah sakit meningkatkan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Aceh,” ujar Falevi Kirani, Kamis (16/5/2024).

Falevi Kirani mengatakan, salah satu upaya pelayanan yang dilakukan adalah rencana perluasan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit milik pemerintah Aceh tersebut.

“Iya (perluasan IGD) itu masih direncanakan dan butuh anggaran. Kita minta (pihak rumah sakit) rampungkan perencanaan yang pas,” kata dia.

Selama ini, kata dia, Komisi V DPR Aceh banyak menerima keluhan dari masyarakat ihwal pelayanan di rumah sakit pelat merah tersebut, apalagi RSUDZA merupakan rumah sakit rujukan dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

“Jadi (pelayanannya) harus terus di tingkatkan. Kita harapkan semua rujukan dari kabupaten/kota harus ditangani dengan baik dan betul,” sebutnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Tandatangani Mou dengan Unida, Pemerintah Aceh Dukung Program MBKM

0
Pemerintah Aceh menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Iskandar Muda. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Iskandar Muda (Unida) sebagai bentuk dukungan terhadap Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Penandatanganan ini berlangsung di Aula pasca-Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unida pada Kamis (16/5/2024).

MoU tersebut ditandatangani oleh Plh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, M. Gade, yang mewakili Pemerintah Aceh.

Selain dengan Pemerintah Aceh, Unida juga menjalin kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Aceh, dan Radio Gema Baiturrahman Jaya.

Dalam sambutannya, Gade menjelaskan bahwa MoU ini menandai kesepakatan antara Pemerintah Aceh dan Unida untuk bekerja sama dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing pihak.

“Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pemanfaatan bersama berbagai sumber daya, penyelenggaraan seminar, workshop, konferensi ilmiah, pengabdian masyarakat, dan implementasi Program MBKM,” ujar M. Gade.

Gade menambahkan, Pemerintah Aceh sangat mendukung Program MBKM yang digalakkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, program ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan dengan soft skills dan hard skills yang matang dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Selama ini, kami telah menerima mahasiswa magang dari sejumlah perguruan tinggi di Aceh. Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik penandatanganan MoU hari ini dan siap menyambut kehadiran para mahasiswa magang Unida di Pemerintah Aceh dengan tangan terbuka,” kata Gade.

Rektor Unida, Prof. Syafei Ibrahim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin dengan Pemerintah Aceh dan tiga lembaga lainnya. Prof. Syafei optimis bahwa dengan dukungan dari berbagai lembaga, upaya Unida untuk mencetak lulusan yang matang dan siap bersaing di kancah global dapat terwujud.

“Penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, PWI, TVRI, dan Radio Gema Baiturrahman atas kerjasama yang ditandatangani hari ini. Dengan dukungan dari lembaga-lembaga tersebut, kami optimis dapat menjalankan program MBKM dengan lebih baik, sehingga upaya untuk mewujudkan lulusan yang siap dan matang serta mampu bersaing di tingkat global akan dapat kita laksanakan bersama,” ujar Prof. Syafei.

Editor: Akil Rahmatillah

KIP Aceh: Anggota PPK Tidak Boleh Terlibat sebagai Tim Sukses

0
KIP Aceh peringatkan Anggota PPK Tidak Boleh Terlibat sebagai Tim Sukses. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh mengeluarkan peringatan tegas kepada 45 Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

KIP Banda Aceh menegaskan bahwa anggota PPK harus menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam kegiatan tim sukses pasangan calon manapun.

Ketua KIP Banda Aceh, Yusri Razali menekankan pentingnya netralitas PPK dalam memastikan proses Pilkada berjalan dengan jujur, adil, dan transparan.

“Sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan, anggota PPK memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses pemilu. Setiap bentuk keterlibatan sebagai tim sukses dapat merusak kepercayaan tersebut dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan,” ujar Yusri.

Yusri Razali mengharapkan kepada PPK Kota Banda Aceh yang baru dilantik tersebut untuk dapat bersikap netral dan menaati kode etik agar Pilkada 2024 dapat terselenggara secara lancar.

“Misalnya mereka tidak boleh terlibat dalam tim sukses, serta tidak boleh berkompromi maupun memihak dengan salah satu calon yang dikenalnya,” kata Yusri usai pelantikan selesai 45 anggota PPK di aula Kantor Dinas Syariat Islam, Kamis (16/5/2024).

Yusri meminta kepada petugas PPK yang telah dilantik untuk memperhatikan fokus pada tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) mereka. Apalagi masa kerja hingga delapan bulan lamanya.

“Saat ini KIP Banda Aceh telah memasuki tahap verifikasi administrasi vermin terhadap calon perseorangan. Kemudikan bakal dilanjutkan ke tahap verifikasi faktual,” ujarnya.

Lanjut Yusri, sehingga pada tahap tersebut pihaknya akan memeriksa semua kelengkapan-kelengkapan dokumen serta calon dukungan yang mereka ajukan. “Apakah kelengkapan KTP nya sesuai atau ada yang ganda,” jelasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

8 Geucik Lueng Bata Diskusi Program Dengan Ketua PMI Banda Aceh

0
8 Geucik Lueng Bata Diskusi Program Dengan Ketua PMI Banda Aceh . 9Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Delapan kepala desa di Kecamatan Lueng Bata dan Ketua PMI Kota Banda Aceh Ahmad Haeqal Asri bersilaturrahmi membahas program gerakan sosial dan donor darah di Rumah Makan Hasan 2, Batoh, Banda Aceh, Jum’at (17/5/2024).

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri mengatakan, desa merupakan salah satu mitra strategis PMI dalam membentuk relawan tangguh bencana. Tahun lalu, PMI Kota Banda Aceh sudah menyelenggarakan pelatihan SIBAT (Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) yang diikuti oleh peserta perwakilan setiap gampong dan pengurus PMI tingkat ranting kecamatan.

“Tujuannya, kita ingin disetiap gampong itu minimal ada satu orang yang bisa lakukan pertolongan pertama dan tidak panik ketika bencana. Jadi mereka itu perpanjangan PMI ditingkat desa,” kata Haeqal.

Dijelaskan, ketika terjadi kebakaran rumah di Kecamatan Lueng Bata pada 2023 lalu, pengurus PMI Ranting Lueng Bata dengan cepat bergerak membantu masyarakat mulai dari evakuasi hingga memfasilitasi bantuan masa panik.

Selain itu, gerakan pemuda gampong yang rutin melakukan kegiatan donor darah juga sangat membantu PMI dalam memenuhi permintaan darah dari pasien. Ia berharap, PMI dan pemerintah desa bisa terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menjalankan program-program kemanusiaan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para pimpinan gampong yang sudah turut aktif membantu kegiatan PMI selama ini. Mudah-mudahan kerja sama kita terus berlanjut,” tutur Haeqal.

Ia menyarankan agar masyarakat di gampong dibuatkan grup WhatsApp berdasarkan golongan darah agar memudahkan mencari pendonor ketika ada masyarakat yang membutuhkan darah. Selain itu, ia berpesan agar masyarakat proaktif memberikan saran dan masukan untuk PMI agar PMI bisa terus profesional dalam melayani masyarakat.

Sementara perwakilan para Geucik, Abdullah, Geucik Gampong Sukadamai Abdullah menyebutkan, kehadiran PMI saat ini cukup dirasakan masyarakat khususnya dalam hal pemenuhan permintaan darah. Ia merasa PMI Kota Banda Aceh sangat responsif dan mudah dihubungi.

“Kami rasa PMI Banda Aceh dibawah ananda Haeqal saat ini sangat baik. Terkait program donor darah sukarela, kita akan sangat setuju karena ini menyangkut nyawa orang lain,” kata Abdullah.

Di samping itu, pelayanan ambulans PMI juga mudah diakses. Pun demikian, Abdullah berharap kedepannya PMI Kota Banda Aceh bisa memiliki fasilitas ambulans yang lebih baik dari segi mobil operasional.

Abdullah pada pertemuan itu juga berharap Ketua PMI Banda Aceh Ahmad Haeqal sebagai calon Walikota Banda Aceh. Abdullah menyebut kehadiran Haeqal di Banda Aceh 1, karena Haeqal mampu membuat lembaga PMI berjalan dengan baik. Ini menjadi modal pembuktian bahwa ia dapat memimpin kota.

Para Geucik menyampaikan berbagai kondisi gampong dan beberapa hambatan dalam menyelesaikan permasalahan, seperti jalan rusak dan lampu jalan.

“Selama ini susah sekali jalan diperbaiki dan lama prosesnya. Soal lampu jalan juga yang diusulkan dengan yang diberikan tidak sesuai,” ujar Geuchik Lueng Bata.

Mereka berpesan, jika Haeqal serius untuk mencalonkan diri sebagai calon pemimpin Kota Banda Aceh, Haeqal harus punya pasangan yang dipercaya oleh masyarakat Banda Aceh. Mereka berharap Haeqal sukses dalam perjalanannya berjuang menjadi pemimpin Banda Aceh, apalagi sebagai tokoh muda bisa berkontribusi lebih banyak terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Banda Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkot Banda Aceh Naikkan Tarif Retribusi Sampah, Warga Rasakan Beban Tambahan

0
Truck pengangkut sampah di Kota Banda Aceh. (Foto: DLHK3 Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh resmi melakukan penyesuaian tarif retribusi kebersihan atau persampahan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Penyesuaian ini sejalan dengan penerapan Qanun Banda Aceh Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi kota.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Asnawi, mengungkapkan bahwa penyesuaian tarif retribusi sampah dilakukan sesuai dengan luas lahan. Penyesuaian ini juga mencakup retribusi pelayanan kebersihan, parkir, pasar, tempat rekreasi dan olahraga, serta beberapa sektor lainnya.

Dengan adanya penyesuaian ini, warga dan badan usaha akan merasakan kenaikan tarif retribusi pelayanan kebersihan. Misalnya, untuk sektor rumah tangga dengan luas bangunan di bawah 36 meter persegi, tarif retribusi naik menjadi Rp15 ribu per bulan dari sebelumnya sekitar Rp10 ribu.

Untuk toko dengan luas bangunan di bawah 48 meter persegi, tarifnya saat ini menjadi Rp48 ribu. Sementara, perkantoran pemerintah dan swasta dengan luas di bawah 100 meter persegi dikenakan tarif Rp100 ribu per bulan.

Warga Banda Aceh menyampaikan beragam tanggapan terhadap kebijakan ini. Salah seorang warga Lampulo, Hamdani, mengaku setuju dengan kenaikan tarif asalkan pelayanan kebersihan ditingkatkan.

“Boleh saja tarifnya naik, asal jangan sampai terjadi pengangkutan sampah yang tertunda berminggu-minggu seperti bulan puasa lalu. Kami membayar retribusi, tapi sampah menumpuk di mana-mana,” kata Hamdani kepada Nukilan.id, Jumat (17/5/2024).

Berbeda dengan Hamdani, Lilis, warga Geuceu Meunara, merasa keberatan dengan kenaikan tarif ini.

“Kenaikan tarif ini memberatkan kami, apalagi untuk warga dengan penghasilan rendah. Pelayanan kebersihan seharusnya menjadi hak dasar yang terjangkau,” ujar Lilis.

Sementara itu, Fatmawati, seorang ibu rumah tangga di daerah Ulee Kareng, juga mengutarakan pendapatnya. Ia mengatakan bahwa kenaikan tarif retribusi sampah ini memang cukup terasa, apalagi baginya yang tinggal di rumah dengan ukuran kecil.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan lebih rinci dan memastikan layanan kebersihan semakin optimal,” ungkap Fatmawati.

Meskipun penyesuaian tarif retribusi kebersihan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan warga Banda Aceh, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kota dalam jangka panjang. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kualitas kebersihan kota dapat tercapai, menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang lebih bersih dan nyaman untuk ditinggali.

Reporter: Akil Rahmatillah