Beranda blog Halaman 1155

Menpora Dito Ingin Pelaksanaan PON XXI 2024 Aceh-Sumut Sukses Prestasi, Penyelenggaraan dan Administrasi

0
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, bersama Pj. Gubernur Aceh Bustami Hamzah dan rombongan meninjau persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XXI di Aceh. (Foto: Kemenpora)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo berharap, pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut sukses prestasi, sukses penyelenggaraan dan sukses adminitrasi. Hal itu, Menpora Dito sampaikan usai meninjau renovasi dan pembangunan kembali venue PON XXI 2024 di wilayah Aceh.

“Jadi kami ingin PON XXI 2024 ini benar-benar bisa sukses secara prestasi, sukses penyelenggaraan dan sukses secara administrasi,” kata Menpora Dito didampingi Pj. Gubernur Aceh Bustami Hamzah saat jumpa media di komplek Olahraga Stadion Harapan Bangsa (SHB), Banda Aceh, Sabtu (18/5).

Menpora Dito menghimbau semua pihak para stakeholders pusat dan daerah untuk kerja bersama, menjaga bersama demi kelancaran pelaksanaan PON XXI 2024.

“Ini mari kita jaga bersama baik itu postur dari anggaran APBN dan APBD, kita juga akan buat satgas pemantauan bersama penegak hukum ini demi menjaga penyelenggaraan dan kelangsungan persiapan PON XXI 2024 di September 2024 mendatang,” pinta Menpora Dito.

Tak lupa Menpora Dito juga sampaikan apresiasinya atas kinerja Pemprov Aceh dan PB PON yang solid, kooperatif dan kompak selalu.

“Saya juga apresiasi kinerja dari Pak Pj. Gubernur Aceh Pak Bustami beserta Ketua DPRA dan alhamdulillah sangat kooperatif dan makin kompak. Ini kita mengejar target dan kontribusi dari Pemprov Aceh dengan APBA-nya dan APBK-nya kita ucapkan terima kasih karena sejatinya PON ini dari Aceh untuk Indonesia bahkan dari Aceh untuk dunia,” urai Menpora Dito.

“Terkait penambahan anggaran sudah kami kerjakan, sebagian juga yang ada tambahan baru lagi seperti untuk opening ceremony dan beberapa peralatan penyelenggaraan sudah kami siapkan dan ajukan, kemudian nanti akan dibahas dalam rapat terbatas dengan Bapak Presiden,” jelas Menpora Dito.

Prinsip lanjutnya, Kemenpora siap mendukung dan memastikan untuk kelancaran pelaksanaan PON XXI 2024 Aceh-Sumut pada 8-20 September mendatang.

“Untuk nilainya (tambahan anggaran) besar, pokoknya semua sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Pemprov Aceh dan Penyelenggara di Aceh. Prinsipnya kita pasti mendukung dan kita berjuang untuk memastikan ketersediaan anggaran sesuai dan tercukupi,” paparnya.

“Karena apa yang sudah diajukan sebelumnya sudah pasti ada review dan diskusi antara pemprov Aceh, Kemenpora, Kemenkeu, PB PON, KONI Pusat dan selanjutnya review akan diajukan untuk dimintakan persetujuannya di ratas tingkat tinggi,” pungkas Menpora Dito.

Turut hadir pada peninjauan ini, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno, Deputi Pembudayaan Olahraga Rudy Sufahriadi, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Surono dan Staf Khusus Komunikasi dan Hubungan Internasional Alia Noorayu Laksono.

Editor: Akil Rahmatillah

Wardiati Apresiasi Pentas Ubiet PAUD Salsabila

0
Wardiati Apresiasi Pentas Ubiet PAUD Salsabila. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pada Sabtu (18/05/2023), PAUD Salsabila mengadakan Pentas Ubiet sebagai bagian dari acara Pelepasan Murid PAUD Kelompok Bermain Tahun Ajaran 2022/2023 di Aula Mawardi Nurdin Balai Kota Banda Aceh.

Acara tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD Kota Banda Aceh Wardiati, Ketua DWP Kota Banda Aceh Yusnita, Kabid PAUD Sabri TS, Kepala PAUD Salsabila Ferdiyan, organisasi Himpaudi, serta para guru dan wali murid lainnya.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kota Banda Aceh Wardiati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tasyakur tersebut.

“PAUD memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran dan kedisiplinan sejak dini. Anak-anak yang mengikuti PAUD juga memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik,” ujarnya.

Wardiati juga menekankan bahwa Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.

“Saya yakin dengan semangat dan dedikasi yang dimiliki, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan optimal anak-anak kita,” tambahnya.

Selain itu, Wardiati berharap para pendidik terus berinovasi, menjadi teladan bagi semua pihak, dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Banda Aceh.

Lebih lanjut, Wardiati menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di kota tersebut, yang merupakan salah satu isu strategis pada tahun 2024.

“Data menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Pendidikan tahun 2023 adalah 90,08. Targetnya untuk tahun 2024 adalah 92,73,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala PAUD Salsabila Ferdiyan menyatakan bahwa jumlah peserta didik di PAUD Salsabila adalah 65 murid. Dari mereka, 18 anak yang berusia 7 tahun akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Alhamdulillah, pada tahun ini anak-anak akan melanjutkan pendidikan SD. Mereka yang lulus merupakan angkatan ke-18,” kata Ferdiyan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada wali murid dan tenaga pendidik yang telah berdedikasi dalam mendidik anak-anak.

Editor: Akil Rahmatillah

Tim Arung Jeram Aceh Jajal Kejuaraan Internasional di Malaysia

0
Tim Arung Jeram Aceh Jajal Kejuaraan Internasional di Malaysia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Untuk pertama kalinya tim Arung Jeram Aceh dibawah binaan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh akan mengikuti Kejuaraan International di sungai Kampar, Perak Malaysia, 21-26 Mei 2024.

“Benar, tim kita untuk pertama kalinya akan menjajal Kejuaraan International di Malaysia,” ungkap Ketua Umum FAJI Aceh, Hasballah Isha di Banda Aceh, Jum’at 17 Mei 2024.

Diungkapkan, di even International Rafting Federation (IRF) World Cup Series Kampar River Festival Perak Malaysia ini, PB FAJI merekomendasikan 7 Provinsi untuk turut serta diantaranya Aceh, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jambi, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Bagi tim Aceh, ini merupakan batu loncatan penting dan sebagai ajang uji coba menghadapi PON di sungai Alas bulan September mendatang,” ungkap Cek Lah, sapaan akrabnya.

Selain tim atlet, lanjutnya, PB FAJI juga merekomendasikan 11 orang utusan Aceh untuk menjadi wasit/juri sekaligus sertifikasi wasit internasional IRF serta 1 orang sebagai course design di even tersebut.

“Kita berharap, seluruh perwakilan Aceh baik sebagai atlet, pelatih dan wasit/juri dapat menimba ilmu serta pengalaman sebanyak-banyaknya dari even bergengsi ini,” tutup Hasballah.

Adapun para atlet yang akan berlaga di even R4 (4 pendayung) Putra itu seluruhnya berasal dari Aceh Tengah diantaranya Mulyadi, Mawardi, Marwan, Mustajir Muhammad, Muhammad Haikal dan Afwan Thahari.

Mereka yang saat PORA Pidie 2022 silam menyapu bersih medali Emas ini didampingi pelatih Maulita Winara dan Irham Rahmadi.

Sementara Course Disign yang direkomendasi PB FAJI adalah Kiki Ferdian dengan para wasit/juri Hasballah Isha, Syahrul Rizal, Halimatussa’diah, Ismarizal, Fazri, Kal Kausar.

Selanjutnya ada Rizkana, Nisfu Ramadhan, Waddah Safitri dan Haza Novita Dewi.

Editor: Akil Rahmatillah

TKD Prabowo Gibran Gelar Syukuran Kemenangan Meski Kalah di Aceh

0
Acara syukuran dan silaturahmi sekaligus peresmian Mualem Center digelar di Kantor TKD Prabowo-Gibran, Banda Aceh. (Foto: Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Kemenangan Daerah (TKD) Provinsi Aceh menggelar syukuran atas kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029, meski mengalami kekalahan di Provinsi Aceh. Acara tersebut dilangsungkan di Kantor TKD Prabowo-Gibran di Banda Aceh, Sabtu (18/5/2024) malam.

Amatan Nukilan.id di lokasi, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perolehan suara Prabowo-Gibran di Aceh. Meskipun kalah, Mualem menyatakan bahwa TKD sudah bekerja maksimal dan bersyukur atas perolehan 787.024 suara untuk pasangan Prabowo-Gibran.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di Aceh menunjukkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih suara terbanyak dengan 2.369.534 suara. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming memperoleh 787.024 suara, sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md hanya meraih 64.677 suara.

“Insya Allah pada kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku Ketua Tim Kemenangan Prabowo-Gibran, alhamdulillah sudah bekerja maksimal dan mendapatkan 27 persen suara,” ujar Mualem dalam sambutannya.

Syukuran tersebut juga dihadiri oleh Ketua PAN Aceh Ir Mawardi Ali, pengurus Partai Gerindra Aceh Abdurrahman Ahmad, pengurus Partai Golkar, pengurus Partai Demokrat, dan sejumlah tokoh lainnya.

Mualem menjelaskan bahwa Tim Kemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Gibran tidak dibubarkan, melainkan diubah menjadi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Sementara itu, Tim Kemenangan Daerah (TKD) berubah menjadi Gerakan Solidaritas Daerah (GSD).

Lebih lanjut, Mualem menyampaikan harapannya kepada partai pendukung Prabowo-Gibran di Aceh agar mendukung dirinya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh yang akan digelar pada November 2024.

Menurutnya, kebersamaan dalam membangun Aceh sangat penting, dan dengan dukungan dari seluruh pihak, diharapkan bisa meraih hasil yang lebih baik di Pilkada mendatang.

“Mudah-mudahan dengan semangat dari saudara sekalian, saya harapkan tim kita (TKD Prabowo-Gibran) bisa bekerja maksimal untuk Pilkada 2024 yang akan datang,” pungkas Mualem.

Reporter: Akil Rahmatillah

18 Mei 1998 Mahasiswa Kuasai Gedung MPR/DPR: Titik Balik Sejarah Indonesia Menuju Reformasi

0
Potret Mahasiswa Kuasai Gedung MPR/DPR Menuntut Adanya Reformasi Pada 18 Mei 1998. (Foto: VIVA)

NUKILAN.id | Jakarta – Sejarah mencatat hari ini sebagai momen penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di tanah air berhasil menduduki gedung MPR/DPR RI, sebuah aksi dramatis yang menjadi awal dari era Reformasi setelah 32 tahun kepemimpinan Presiden Soeharto yang kontroversial.

Berdasarkan penelusuran digital oleh Nukilan.id, pada hari yang penuh dengan ketegangan tersebut, mahasiswa berunjuk rasa dan menyerukan tuntutan yang tegas: agar Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Aksi ini bukan hanya puncak dari krisis kepercayaan masyarakat terhadap sang pemimpin, tetapi juga sebuah momen penting dalam sejarah negara ini.

Mahasiswa bahkan melakukan aksi duduk di atas atap gedung MPR/DPR RI sebagai bentuk protes. Aksi heroik ini berlangsung selama beberapa hari, menjadi simbol dari semangat perjuangan generasi muda Indonesia. Perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada 21 Mei 1998.

Gelombang peristiwa yang memicu Reformasi 1998 sebenarnya telah berlangsung lama. Salah satu pemicu utamanya adalah penembakan empat mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998. Tragedi ini menyulut kemarahan dan duka yang mendalam di kalangan masyarakat. Dalam suasana berkabung dan penuh amarah, seluruh lapisan rakyat, yang sudah muak dengan kepemimpinan Soeharto, bergerak bersama.

Kekacauan yang terjadi pada 13 dan 14 Mei 1998 di ibukota Jakarta dan beberapa kota lainnya memperparah situasi. Peristiwa ini menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian material yang besar. Kekacauan tersebut semakin menguatkan tekad mahasiswa untuk menuntut pengunduran Soeharto dari kursi kepresidenan.

Tak hanya mahasiswa yang bergerak, sejumlah tokoh masyarakat juga turut serta mendukung gerakan ini. Amien Rais, Ketua PP Muhammadiyah saat itu, bahkan mengadakan pertemuan dengan Komisi II DPR. Dalam pertemuan tersebut, Amien Rais menyampaikan bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono X juga siap memimpin long march pada 20 Mei 1998 di Yogyakarta. Long march ini bertujuan untuk menuntut digelarnya Sidang Umum Istimewa MPR dengan agenda penggantian kepemimpinan nasional.

Agenda utama unjuk rasa dan pendudukan gedung MPR/DPR RI pada 18 Mei 1998 adalah memaksa Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden. Mahasiswa bersatu untuk mewujudkan reformasi dalam sistem pemerintahan Indonesia yang saat itu dinilai sangat korup dan merugikan rakyat. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan yang dikenal sebagai 6 Agenda Reformasi 1998, yaitu:

1. Mengadili Soeharto dan para pengikutnya.
2. Amandemen UUD 1945.
3. Otonomi daerah seluas-luasnya.
4. Menghapus Dwifungsi ABRI.
5. Menghapus KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).
6. Menegakkan supremasi hukum.

Aksi mahasiswa pada 18 Mei 1998 adalah puncak dari serangkaian protes dan demonstrasi yang menggema di seluruh Indonesia. Tekanan yang begitu besar dari masyarakat dan mahasiswa akhirnya memaksa Soeharto untuk mundur dari jabatannya pada 21 Mei 1998. Pengunduran diri Soeharto menandai berakhirnya rezim Orde Baru dan membuka jalan bagi era Reformasi di Indonesia.

Hari ini, kita mengenang keberanian dan tekad ribuan mahasiswa yang berjuang demi perubahan. Mereka bukan hanya berhasil menduduki gedung MPR/DPR RI, tetapi juga berhasil mengubah arah sejarah bangsa ini. Aksi heroik pada 18 Mei 1998 akan selalu dikenang sebagai titik balik penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Reporter: Akil Rahmatillah

Banda Aceh Raih Peringkat Tertinggi Kota dengan SDM Paling Maju di Luar Jawa

0
Warga Kota Banda Aceh. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kota Banda Aceh menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat tertinggi dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di luar Pulau Jawa pada tahun 2023. Berdasarkan data yang dirilis Good Stats baru-baru ini, Banda Aceh mencatatkan IPM sebesar 88,32, mengungguli kota-kota lainnya di luar Jawa.

Keberhasilan ini didukung oleh berbagai indikator yang menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang semakin membaik. Beradasarkan penelusuran Nukilan.id, angka harapan hidup di Banda Aceh mencapai 75,02 tahun, menunjukkan masyarakat di ibukota Provinsi Aceh ini memiliki kondisi kesehatan yang baik dan akses yang memadai terhadap layanan kesehatan.

Di sektor pendidikan, Banda Aceh juga mencatatkan prestasi dengan harapan lama sekolah sebesar 17,93 tahun. Angka ini mencerminkan tingkat partisipasi pendidikan yang tinggi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup.

Selain itu, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan di Banda Aceh tercatat sebesar 17,52 juta per tahun. Angka ini menunjukkan kemampuan ekonomi masyarakat yang semakin kuat dan standar hidup yang semakin meningkat.

Sementara itu, kota Kendari menempati posisi kedua dengan IPM sebesar 85,51, disusul oleh Makassar di posisi ketiga dengan IPM 84,85. Kedua kota ini juga menunjukkan peningkatan di berbagai indikator, meskipun masih berada di bawah Banda Aceh.

IPM merupakan indikator penting yang disusun berdasarkan tiga dimensi dasar: umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Capaian Banda Aceh ini menjadi bukti nyata bahwa kota tersebut mampu memberikan kualitas hidup yang semakin baik bagi warganya.

Dengan prestasi ini, Banda Aceh tidak hanya menjadi teladan bagi kota-kota lain di luar Jawa, tetapi juga menunjukkan bahwa daerah di luar Jawa memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara Forum Pelatihan Kolaboratif untuk Masa Depan Indonesia

0
Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara di tahun 2024. (Foto: Kemenpora)

NUKILAN.id | Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) untuk membangun kesadaran dan semangat bela negara di kalangan pemuda untuk mewujudkan kelanggengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara (PKPBN) di tahun 2024 dilaksanakan pada tanggal 13 – 21 Mei 2024 yang diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia dan merupakan pemuda pemudi daerah yang berusia 19 – 23 tahun yang telah mengikuti berbagai rangkaian seleksi. Pembekalan dilaksanakan di Mercure Ancol Convention Centre pada tanggal 13 – 15 Mei 2024.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Prof. Ni’am Sholeh dan Direktur Jendral Potensi Pertahanan Kemhan RI, Mayjen TNI Piek Budyakto. Dalam sambutannya, Niam menjelaskan bahwa pemuda adalah aktor perubahan yang memiliki peran penting untuk masa depan Indonesia.

“Mereka yang berusia 19 – 23 tahun masuk dalam fase yang menentukan proses terbentuknya karakter pemuda sehingga PKPBN dapat menjadi instrumen untuk mencetak kader-kader pemuda yang unggul dan berdaya saing,” ujar Ni’am.

Sementara itu, Mayjen TNI Piek Budyakto selaku Direktur Jendral Potensi Pertahanan Kemhan RI dalam sambutannya menjelaskan bahwa semangat bela negara harus terus ditumbuhkan di kalangan pemuda.

“Bangsa yang besar dibentuk oleh anak muda yang memiliki spirit nasionalisme dan patriotism. Menjadi tugas kita bersama untuk masa depan Indonesia” tuturnya.

Pembekalan kader pemuda bela negara menghadirkan narasumber profesional dengan topik yang beragam, seperti Direktur Bela Negara Brigjen TNI G. Eko Sunarto, Widyaiswara Ahli Utama BNPB Medi Herlianto, Perwakilan BPP HIPMI Vasko Ruseimy, Konsultan Bisnis Yuli Andayani, Trainer Psikologis Ali Maksum, Trainer Hypnochampion Rossi Nurasjati, Motivator Anak Muda Anggi Wahyuda, dan Atlet Wushu Peraih Emas Asian Games Edgar Xavier Marvelo.

Edgar Xavier secara khusus hadir untuk berbagi inspirasi dan memotivasi peserta dalam menggapai mimpi dan masa depan. Edgar menjelaskan bahwa anak muda harus berani memiliki mimpi besar, tapi tetap diimbangi dengan target-target yang rasional.

“Mimpi adalah kunci untuk kita terus termotivasi untuk beraksi. Tapi penting juga untuk kita menentukan target agar ketika tercapai kita bisa merayakannya,” ujar Edgar dengan lugas.

Selain itu, khusus kepada peserta kader pemuda, Edgar menampilkan pertunjukkan Wushu kepada para peserta untuk memberikan hiburan kepada mereka yang telah mengikuti serangkaian pelatihan selama dua hari.

Pembekalan kepada kader pemuda bela negara ditutup dengan keberangkatan peserta menuju rumpin untuk mengikuti pelatihan lanjutan bersama Kemhan RI dari tanggal 16 – 21 Mei 2024. Pelatihan di rumpin adalah agenda terakhir dari PKPBN sebelum beserta melakukan kegiatan pengabdian Bakti Pemuda Nusantara.

Editor: Akil Rahmatillah

Polres Aceh Barat Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Rohingya kepada Kejaksaan

0
Polres Aceh Barat Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Rohingya kepada Kejaksaan. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Meulaboh – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat menyerahkan empat tersangka dalam kasus dugaan penyelundupan etnis Rohingya kepada Kejaksaan Negeri Aceh Barat pada Kamis (16/5/2024).

“Selain tersangka, polisi juga membawa barang bukti terkait kasus tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Aceh Barat, Iptu Fachmi Suciandy, mewakili Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana.

Fachmi Suciandy menjelaskan bahwa penyerahan ini dilakukan setelah berkas perkara tahap pertama dinyatakan lengkap oleh jaksa, setelah melalui proses penelitian yang menyeluruh.

“Hari ini kita menyerahkan empat orang tersangka dan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri Aceh Barat untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Sebelumnya, Satreskrim Aceh Barat berhasil meringkus empat orang tersangka dalam kasus dugaan penyelundupan etnis Rohingya di perairan Aceh Barat. Kasus ini bermula dari insiden kapal yang membawa puluhan etnis Rohingya mengalami kecelakaan di laut pada 20 Maret 2024.

Keempat tersangka yang merupakan warga Aceh ditangkap di lokasi yang terpisah. Kepolisian juga masih memburu empat tersangka lainnya yang diduga terlibat dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Siswanto, yang menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti, menyampaikan bahwa seluruh berkas dan tersangka telah diterima oleh pihaknya. Selanjutnya, kasus ini akan dilanjutkan ke Pengadilan Negeri Meulaboh.

“Hari Senin nanti akan kami serahkan berkas kasus terdakwa ke Pengadilan. Sementara terdakwa akan tetap ditahan atau dititip di Lapas Meulaboh,” katanya.

Adapun identitas keempat tersangka yang diserahkan penyidik Satreskrim Polres Aceh Barat kepada Kejaksaan Negeri Aceh Barat adalah: HS (33), wiraswasta, warga Desa Peuneulop, Kecamatan Labuhan Haji Timur, Aceh Selatan. M (46), nelayan, warga Desa Kuta Iboh, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan, dan HI (25), warga Drien Kipah, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, juga E (49), warga Desa Peuneulop, Kecamatan Labuhan Haji Timur, Aceh Selatan.

Kasus ini menjadi perhatian serius pihak berwenang mengingat dampak sosial dan kemanusiaan yang ditimbulkan dari penyelundupan etnis Rohingya.

Kepolisian bersama Kejaksaan Negeri Aceh Barat berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Editor: Akil Rahmatillah

Perkuat Binwas Pemerintahan Daerah, Mendagri Harap Penjabat Kepala Daerah dari Kemendagri Perbanyak Pengalaman

0
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. (Foto: Kemendagri)

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berharap, pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dilantik menjadi penjabat (Pj.) kepala daerah memanfaatkan penugasannya untuk memperbanyak pengalaman. Hal ini dibutuhkan agar nantinya pejabat Kemendagri dapat membuat kebijakan secara tepat, terutama dalam menjalankan tugas sebagai pembina dan pengawas (binwas) jalannya pemerintahan daerah.

“Dengan makin banyak pengalaman di daerah maka akan memahami daerah-daerah, dan kemudian setelah itu bisa membuat kebijakan yang tepat,” ujar Mendagri saat melantik lima Pj. gubernur di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (17/5/2024).

Adapun kelima pejabat yang dilantik yakni Samsuddin Abdul Kadir sebagai Pj. Gubernur Maluku Utara, Al Muktabar sebagai Pj. Gubernur Banten, Mohammad Rudy Salahuddin sebagai Pj. Gubernur Gorontalo, Bahtiar sebagai Pj. Gubernur Sulawesi Barat, dan Zudan Arif Fakrulloh sebagai Pj. Gubenur Sulawesi Selatan.

Dua dari kelima pejabat yang dilantik tersebut merupakan pejabat Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), yakni Bahtiar yang menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum), serta Zudan Arif Fakrulloh selaku Sekretaris BNPP. Sementara tiga lainnya, yakni Samsuddin Abdul Kadir merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara, Al Muktabar selaku Sekda Provinsi Banten, dan Mohammad Rudy Salahuddin merupakan Deputi IV Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan, untuk memahami persoalan di daerah tidak bisa hanya mengandalkan penglihatan. Karena itu, dibutuhkan pengalaman langsung agar kebijakan yang disusun tepat sasaran. “Maka makin banyak mereka [pejabat Kemendagri] pernah bertugas di daerah-daerah, maka mereka akan tahu persis apa yang terjadi di daerah itu ketika membuat kebijakan, surat edaran, dan lain-lain, itu akan pas dengan kondisi daerah itu,” ujarnya.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa Zudan yang sebelumnya menjabat sebagai Pj. Gubernur Sulawesi Barat bertukar penugasan dengan Bahtiar yang sebelumnya menjadi Pj. Gubernur Sulawesi Selatan. Dengan tugas baru tersebut, pengalaman keduanya di daerah bakal lebih banyak. “Dengan mereka bertukar tempat, mereka otomatis berada di tempat yang baru pengalaman baru,” ujarnya.

Namun, Mendagri menjelaskan, proses pemilihan Pj. gubernur tetap dilakukan melalui sejumlah tahapan, seperti masukan dari DPRD, kementerian dan lembaga, hingga sidang Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin oleh Presiden. Mereka yang terpilih juga telah melalui seleksi yang melibatkan sejumlah lembaga, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kejaksaan Agung (Kejagung), Badan Intelijen Negara (BIN), serta Polri.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Mendagri karena salah satu pejabat eselon I Kemenko Perekonomian dipercaya menjadi Pj. gubernur. Amanah ini, kata dia, akan menambah wawasan bagi yang bersangkutan mengenai jalannya pemerintahan daerah yang juga bermanfaat bagi Kemenko Perekonomian.

Selain Menko Perekonomian, pelantikan juga dihadiri oleh pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama lingkup Kemendagri, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Banten.

Editor: Akil Rahmatillah

Kemendagri Tekankan Peran Penting Sekretaris DPRD Jaga Hubungan Harmonis Legislatif dengan Kepala Daerah

0
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Yusharto Huntoyungo. (Foto: Kemendagri)

NUKILAN.id | Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan peran penting Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dalam menjaga hubungan harmonis antara anggota legislatif dengan kepala daerah. Peran ini krusial dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih baik.

Demikian disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Yusharto Huntoyungo saat mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tomsi Tohir menutup Seminar dan Musyawarah Nasional VIII Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (ASDEKSI) di Hotel Millenium, Jakarta, Jumat (17/5/2024).

“Kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan daerah diperlukan untuk diarahkan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, peran serta masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah,” ungkap Yusharto.

Tidak hanya itu, Yusharto juga menekankan keberhasilan Sekretaris DPRD dalam membangun hubungan baik dengan kepala daerah akan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup, penegakan hukum, hingga pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat di daerah. Untuk itu, dirinya berharap ASDEKSI sebagai organisasi yang menghimpun para Sekretaris DPRD kabupaten/kota seluruh Indonesia dapat terus meningkatkan kinerjanya. Dengan begitu keberadaannya terus berdampak baik terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Ini menempatkan ASDEKSI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong teraktualisasinya tri-fungsi DPRD dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, yaitu fungsi anggaran, fungsi legislasi, dan fungsi pengawasan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga mengajak ASDEKSI untuk mendukung penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 yang akan dilaksanakan 27 November 2024 mendatang. Dukungan ini diberikan dengan memaksimalkan perannya sebagai mitra strategis bagi pemerintah.

“Bapak dan Ibu menjadi bagian dari yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Pilkada. Untuk itu, harapan kami pengetahuan-pengetahuan yang telah diperoleh selama musyawarah nasional ini dapat diterapkan di tempat kerja Bapak/Ibu masing-masing,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah