Beranda blog Halaman 1126

Kementerian BUMN Gagas Pesta UMKM Terbesar di Aceh: Festival Karya Nyata Vol.7 Sukses Meriahkan Lapangan Blang Padang!

0
CEO Rumah BUMN Aceh, Helmi Fadli mendampingi Bapak Dr. Ir. Zulkifli, M.Si di Karya Nyata Festival BUMN Vol 7. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memukau Aceh dengan gelaran spektakuler Festival Karya Nyata Vol.7 yang memanaskan Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Event yang digelar pada 1 hingga 2 Juni 2024 ini berhasil menyedot perhatian ribuan warga setempat, menghadirkan sorotan megah atas kegigihan UMKM Aceh dalam bursa pasar global.

Melalui panggung megah ini, Kementerian BUMN bersama dengan berbagai entitas terkemuka seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) Banda Aceh, mengusung semangat memberdayakan UMKM Aceh. “Ini adalah momen penting bagi UMKM Aceh untuk bersinar di panggung nasional dan internasional,” ujar Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir.

Dalam sambutannya, Arya menggarisbawahi betapa vitalnya pameran semacam ini bagi UMKM untuk mendapatkan eksposur yang lebih luas. “Pesan Pak Erick Thohir adalah dukungan penuh bagi UMKM agar memiliki panggung untuk dikenal oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Festival yang memukau ini tak hanya menawarkan pameran produk UMKM berkualitas, namun juga menampilkan berbagai acara menarik lainnya. Dari festival hingga pertunjukan seni lokal, setiap sudut Lapangan Blang Padang disulap menjadi lahan inspirasi bagi pengunjung.

Tidak hanya itu, kehadiran berbagai perwakilan BUMN ternama memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi langsung. Diskusi mendalam mengenai perkembangan UMKM hingga penawaran khusus dari para sponsor turut meramaikan suasana.

Sementara itu, Fitriana dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) Banda Aceh menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kemajuan UMKM Aceh. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita, dan BSI berkomitmen menjadi sahabat dalam setiap langkah mereka,” ungkapnya.

Tidak hanya menjadi wahana promosi bagi UMKM, festival ini juga menjadi ajang penting untuk memperkenalkan peran strategis BUMN dalam mendorong pertumbuhan UMKM. “Kami berharap festival ini menjadi titik awal bagi perjalanan sukses UMKM Aceh ke panggung global,” tutup Arya.

Dukungan dari berbagai pihak seperti PLN, Pertamina, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Telkom, semakin memperkuat kesuksesan Festival Karya Nyata Vol.7. Antusiasme dan semangat yang terpancar dari setiap sudut acara menunjukkan betapa besar potensi UMKM Aceh dalam berkontribusi pada perekonomian bangsa.

Editor: Akil Rahmatillah

Lonjakan Wisatawan Mancanegara ke Aceh Membeludak: Malaysia dan AS Dominasi Kunjungan

0
Wisatawan melakukan Snorkeling di pulau weh (Foto: Tripsabang)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bulan April lalu, di tengah nuansa bulan suci Ramadhan dan menyongsong Idul Fitri 1445 Hijriah, Provinsi Aceh menjadi magnet bagi ribuan wisatawan mancanegara. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lonjakan yang mencengangkan: sebanyak 2.704 orang menyambangi tanah Rencong selama bulan April 2024!

Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, secara bersemangat mengungkapkan fakta menarik ini di Banda Aceh pada Selasa lalu. “Lonjakan mencapai 83,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Dari total tersebut, Malaysia dan Amerika Serikat (AS) mendominasi, menegaskan posisi mereka sebagai pemimpin kunjungan ke Aceh. Malaysia memimpin dengan 1.441 wisatawan, sementara AS mengirimkan 129 pengunjung. Namun, pesona Aceh juga memikat dari negara-negara lain seperti Australia, Thailand, Jerman, dan Prancis.

Menariknya, dominasi Malaysia bukanlah hal baru. Sejak awal tahun hingga April 2024, sebanyak 8.227 orang dari negara tetangga itu telah menyambangi Aceh dari total 11.020 wisatawan mancanegara.

Selain memanjakan mata dengan keindahan alamnya, wisatawan juga membanjiri hotel-hotel bintang dan non-bintang di Aceh. Tingkat penghunian kamar hotel berbintang mencapai 40,29 persen, sedangkan hotel non-bintang mencatat 19,68 persen. Artinya, Aceh berhasil menarik perhatian tidak hanya dari segi wisata alam, tetapi juga kenyamanan penginapan.

Tidak hanya itu, sektor penerbangan juga mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah penumpang penerbangan domestik ke Aceh naik 33,55 persen, sementara penerbangan internasional mencatat kenaikan sebesar 17,56 persen.

“Ini adalah tren positif bagi Aceh dalam mendorong pariwisata. Semoga kehadiran wisatawan terus meningkat dan memberi dampak positif bagi kemajuan daerah ini,” harap Ahmadriswan.

Aceh terus mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan, menawarkan lebih dari sekadar pesona alam. Dengan lonjakan kunjungan yang mencengangkan, Aceh menegaskan bahwa keindahannya tidak hanya terletak di pemandangannya, tetapi juga dalam pengalaman yang ditawarkannya kepada para pengunjung dari seluruh penjuru dunia.

Editor: Akil Rahmatillah

Dorong Bahasa Keluwat Masuk Muatan Lokal, Pemerhati Budaya: Langkah Proaktif dalam Pelestarian

0
Pemerhati adat dan budaya Kluet, Akhwanto Muzain, S.Pd., M.A. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bahasa dan tradisi adat suku Keluwat, atau dikenal sebagai suku Kluet, di Kabupaten Aceh Selatan, menjadi sorotan dalam upaya pelestarian warisan budaya di tengah tantangan zaman. Dalam sebuah wawancara dengan anggota Komunitas Pecinta Adat dan Budaya Kluet (KOMPAK), Akhwanto Muzain, terungkap bahwa bahasa dan tradisi lisan Keluwat tengah menghadapi ancaman serius yang mengkhawatirkan.

Menurut Akhwanto, generasi muda Keluwat semakin menjauh dari akar budayanya karena kurangnya perhatian dan pengetahuan dari orang tua mereka. Ia mengatakan, peran orang tua sangat krusial dalam mengajarkan tradisi lisan Keluwat kepada generasi mendatang.

“Kurangnya peran orang tua dalam mengajarkan bahasa dan tradisi lisan Keluwat kepada anak-anak mereka menjadi faktor utama penurunan minat generasi muda terhadap warisan budaya ini,” ujar Akhwanto kepada Nukilan.id, Rabu (5/6/2024).

Tidak hanya itu, fenomena perpindahan penduduk dan perkawinan antar etnis yang berbeda juga turut berkontribusi terhadap penurunan penutur bahasa Keluwat.

“Perpindahan penduduk ke daerah lain, terutama oleh perantau dan pelajar, serta perkawinan antar etnis dapat mengakibatkan penurunan jumlah penutur bahasa Keluwat di wilayah asal,” tambahnya.

Dalam upaya mencegah kepunahan bahasa dan tradisi lisan Keluwat, Alumni Pascasarjana Psikologi Pendidikan Islam ini memberikan beberapa langkah proaktif dapat diambil. Salah satunya adalah dengan mengintegrasikan bahasa Keluwat ke dalam sistem pendidikan sebagai mata pelajaran muatan lokal.

“Dengan memasukkan bahasa Keluwat ke dalam kurikulum pendidikan, diharapkan generasi muda dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang warisan budaya mereka,” paparnya.

Namun, upaya ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, tokoh adat, komunitas, pemuda, dan orang tua. Menurut Akhwanto, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian yang serius terhadap pelestarian bahasa dan tradisi lisan Keluwat.

“Kita perlu bersama-sama memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah konkret dan dukungan yang kuat dari masyarakat, harapan untuk tetap menjaga keberlangsungan bahasa dan tradisi lisan Keluwat masih tetap terbuka lebar.

Reporter: Akil Rahmatillah

Investasi di Banda Aceh Melesat, Realisasi Triwulan Pertama Tembus Rp193 Miliar

0
Suasana Kota Banda Aceh. (Foto: cdia.asia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kota Banda Aceh mencatat pencapaian gemilang dalam sektor investasi pada awal tahun ini. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh mengumumkan bahwa realisasi investasi di kota tersebut pada triwulan pertama 2024 telah mencapai angka fantastis, mencapai Rp193 miliar.

Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh, Andri, mengungkapkan prestasi membanggakan ini dalam sebuah konferensi di Banda Aceh, Selasa. “Sampai dengan triwulan pertama, realisasi investasi di Banda Aceh mencapai Rp193 miliar,” ungkapnya dengan antusias.

Keberhasilan ini ternyata melampaui target yang ditetapkan, yang sebesar Rp150,6 miliar untuk periode yang sama, dan bahkan telah mencapai 128 persen dari target tersebut.

Menurut Andri, dari jumlah tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp120,2 miliar dengan melibatkan 16 kegiatan, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp72,8 miliar dengan melibatkan 816 proyek.

Meskipun ada sedikit selisih dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai Rp194 miliar, namun Andri menegaskan bahwa hal ini adalah dinamika yang wajar di lapangan. “Kita tetap optimis bahwa realisasi investasi hingga akhir tahun akan mencapai target yang ditetapkan,” tambahnya.

Dalam upaya meningkatkan tingkat investasi, Pemerintah Banda Aceh telah melakukan langkah-langkah strategis, termasuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur, penyediaan kawasan industri, dan penyediaan regulasi yang mendukung penanaman modal. Selain itu, mereka juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM.

“Kami berkomitmen untuk memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi para investor. Kami juga aktif dalam promosi investasi melalui berbagai acara dan dukungan terhadap pengembangan kualitas tenaga kerja serta pemberdayaan UMKM,” jelas Andri, menegaskan komitmen Pemerintah Banda Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui investasi yang berkelanjutan.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Selatan Dorong Politeknik Aceh Selatan Jadi Kampus Favorit di Barat Selatan Aceh

0
Pj Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP. (Foto: Humas Asel)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan terus mendorong Politeknik Aceh Selatan agar menjadi perguruan tinggi favorit di Provinsi Aceh, terutama di wilayah barat selatan. Langkah ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di daerah tersebut.

Penjabat Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, menyatakan bahwa Politeknik Aceh Selatan merupakan aset penting pemerintah daerah yang bertujuan mendukung pendidikan tinggi masyarakat setempat.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Politeknik Aceh Selatan sebagai perguruan tinggi unggulan yang mampu mencetak generasi berkualitas, siap meneruskan pembangunan di Kabupaten Aceh Selatan,” ujar Cut Syazalisma pada Selasa (5/6/2024).

Syazalisma juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan dan kemandirian institusi pendidikan tersebut.

“Kami mendesak civitas akademika Politeknik Aceh Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar menjadi perguruan tinggi yang mandiri dan berkualitas tinggi,” tambahnya.

Pemkab Aceh Selatan juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Politeknik Aceh Selatan agar mampu melahirkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

“Teruslah berinovasi dalam pendidikan sesuai dengan harapan kita bersama,” pesan Cut Syazalisma.

Ketua Politeknik Aceh Selatan, Masrizal, menyebutkan bahwa sejak berdiri pada 2011, Politeknik Aceh Selatan telah memiliki 1.958 mahasiswa. Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Aceh Selatan fokus menghasilkan lulusan diploma atau ahli madya yang memiliki keterampilan khusus dan siap terjun ke dunia kerja.

“Politeknik Aceh Selatan terus berinovasi dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas, sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar bermutu. Saat ini, terdapat 192 mahasiswa aktif di Politeknik Aceh Selatan,” jelas Masrizal.

Dengan dukungan penuh dari Pemkab Aceh Selatan, diharapkan Politeknik Aceh Selatan dapat terus berkembang dan menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa di Provinsi Aceh, khususnya di wilayah barat selatan.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Pasar Seulimeum

0
Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Pasar Seulimeum. (Foto: Posaceh)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Lingkungan Stasiun Gampong Pasar Seulimeum pada Selasa (4/6/2024). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Tim Dinas Sosial Aceh Besar atas arahan Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Aulia Rahman, mengungkapkan bahwa kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut telah menghanguskan rumah milik Safrida (42), seorang janda dengan empat anak.

“Kami bergerak cepat untuk menyerahkan bantuan masa panik kepada Ibu Safrida yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran,” ujar Aulia Rahman.

Bantuan yang diberikan berupa sandang dan pangan, diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang dialami Safrida dan keluarganya.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit mengurangi beban dari korban serta keluarganya,” tambah Aulia.

Aulia Rahman juga menyampaikan salam dan dukungan dari Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, kepada Safrida dan keluarganya. Ia berharap agar mereka dapat tabah dan sabar menghadapi cobaan ini.

“Pj Bupati berharap agar Safrida serta keluarganya dapat sabar dan tabah menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aulia Rahman mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana.

“Kami berharap masyarakat lebih hati-hati dan waspada karena kita tidak tahu kapan bencana itu datang,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen untuk selalu hadir dan peduli saat terjadi bencana.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Insya Allah, sudah berkomitmen untuk selalu hadir dan peduli di saat ada bencana,” pungkasnya.

Penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Forkopimcam, Keuchik Gampong Pasar Seulimeum, tokoh masyarakat, dan pilar-pilar sosial setempat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan kebersamaan dalam menghadapi musibah yang menimpa warga.

Editor: Akil Rahmatillah

Kemenperin Soroti MoU Pemkab Aceh Selatan dengan Investor China: Kebijakan Moratorium Investasi Semen Dilanggar

0
xr:d:DAFk7-XSF30:132,j:8834204040055762036,t:23061404

NUKILAN.id | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyayangkan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan yang tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihaknya terkait masuknya investor China untuk membangun pabrik semen di daerah tersebut. Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam Kemenperin, Putu Nadi Astuti, menegaskan bahwa saat ini pemerintah sedang memberlakukan kebijakan moratorium atau pengaturan investasi baru akibat kondisi kelebihan pasokan (overcapacity) di industri semen nasional.

“Kami memandang bahwa Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Aceh Selatan dengan PT Kobexindo Cement seharusnya perlu dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kemenperin. Sebagai pembina industri semen nasional, kami mengetahui kondisi industri semen saat ini yang mengalami overcapacity sehingga diberlakukan kebijakan moratorium investasi industri semen,” kata Nadi dalam konferensi pers terkait perkembangan industri semen di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (4/6/2024).

Nadi menjelaskan bahwa meskipun bersifat MoU, PT Kobexindo Cement tidak dapat melanjutkan proses perizinan berusaha dan lingkungan karena sistem Online Single Submission (OSS) terkunci menyusul kebijakan moratorium investasi industri semen. Ia menambahkan bahwa pembangunan industri semen di Aceh bertentangan dengan kebijakan moratorium tersebut, kecuali di wilayah yang memang diizinkan seperti Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

“Jika pembangunan industri semen baru terjadi di Aceh, tentu akan berdampak pada produsen semen existing, khususnya di wilayah Sumatera seperti menurunnya utilisasi produksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nadi mengatakan bahwa Kemenperin dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menggelar rapat koordinasi untuk memeriksa status perizinan via OSS bagi Semen Hongshi di Aceh serta Semen Wonogiri. “Kementerian Perindustrian akan memberikan prosedur-prosedur perizinan berusaha via OSS dan SIINas yang harus dilalui oleh perusahaan,” ucapnya.

Sebelumnya, dikutip dari Kontan.co.id, Pemkab Aceh Selatan melakukan penandatanganan MoU dengan Kobexindo Cement, konsorsium Hongshi Holding Group. Perusahaan asal China ini berencana membangun pabrik semen di Aceh Selatan dengan kapasitas 6 juta ton per tahun dan investasi sebesar Rp 10 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, memastikan hingga saat ini tidak ada izin pendirian pabrik semen baru yang diberikan oleh pemerintah karena industri semen dalam negeri masih mengalami kelebihan pasokan. Untuk diketahui, Pulau Sumatera, termasuk Aceh, menjadi wilayah operasional tiga produsen semen BUMN yaitu PT Semen Padang dengan kapasitas produksi 11 juta ton per tahun, PT Semen Baturaja dengan kapasitas 3,85 juta ton per tahun, dan PT Solusi Bangun Andalas dengan kapasitas 1,65 juta ton per tahun.

Editor: Akil Rahmatillah

Listrik Byar Pet di Aceh, Warga Keluhkan Pemadaman Berulang

0
Ilustrasi Listrik Padam. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Warga Aceh kembali harus bersabar menghadapi ketidakstabilan pasokan listrik di wilayah mereka. Sejak pagi hari, listrik di sejumlah daerah hidup mati hingga lebih dari lima kali akibat gangguan pada sistem PLTU Nagan Raya. Kondisi ini membuat warga terpaksa mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi peralatan elektronik mereka.

Bela, seorang mahasiswi, mengungkapkan bahwa listrik di kontrakannya sudah mengalami pemadaman lebih dari lima kali sejak pagi, Selasa (4/6/2024). Ia bahkan harus mencabut semua barang elektronik untuk menghindari kerusakan.

“Sekarang sudah sekitar sejam mati. Dari pagi tadi ada lebih dari lima kali lampu hidup mati,” ujar Bela kepada Nukilan.id pada Selasa (4/6/2024) malam.

Keluhan serupa disampaikan oleh Badri, warga Lamlagang, Banda Aceh. Ia mengaku listrik di rumahnya mati hidup beberapa kali, dengan pemadaman terlama terjadi sejak siang hari.

“Siang tadi sudah lama kali mati lampu. Aku terpaksa keluar rumah mencari tempat yang adem, di rumah sangat panas karena tidak bisa hidupin kipas,” kata Badri.

Sebelumnya, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh Lukman Hakim menjelaskan bahwa gangguan ini terjadi pasca blackout di sistem PLTU Nagan Raya. Dikutip dari detik.com, Lukman Hakim mengatakan PLN perlu melakukan normalisasi dan mengatur pembagian beban guna menjaga stabilitas tegangan listrik guna mengatasi masalah ini.

“PLN bergerak cepat dengan melakukan sejumlah antisipasi untuk mengurangi dampak dengan mengupayakan penormalan sistem yang terganggu serta memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di wilayah Aceh dalam kondisi aman sehingga bisa sesegera mungkin dioperasikan kembali,” kata Lukman dikutip Nukilan.id, Rabu (5/6/2024)

Saat ini, petugas sedang melakukan perbaikan dan berupaya menormalkan kembali pasokan listrik. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dengan menjunjung tinggi keselamatan kerja.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan dan memohon doa agar penormalan cepat selesai,” lanjut Lukman.

Warga berharap agar pemadaman listrik segera teratasi dan pasokan listrik kembali stabil agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal tanpa gangguan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Listrik Padam di Sumatera, Penyebab Masih Misterius

0
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu. (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Jakarta – Sejumlah wilayah di Sumatera mengalami pemadaman listrik (blackout) pada Rabu (5/6/2024). Hingga kini, penyebab pasti dari gangguan tersebut masih belum diketahui.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya gangguan listrik di Sumatera.

“Saya dapat info, itu ada gangguan ya,” ujar Jisman di DPR Jakarta.

Namun, Jisman menegaskan bahwa penyebab gangguan tersebut masih dalam tahap investigasi. Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pohon yang menyebabkan gangguan, ia mengaku belum mendapatkan informasi yang lengkap.

“Belum dapat informasi selengkapnya,” ungkapnya.

Meski begitu, Jisman menjelaskan bahwa fungsi relay sebagai penghubung dan pemutus arus listrik bekerja dengan baik. Ketika terjadi gangguan, relay ini berfungsi untuk memutus aliran listrik, sehingga listrik pun padam.

“Tapi yang jelas, secara teknis, ya, relay-nya bekerja. Bekerja untuk memadamkan. Itu intinya,” katanya.

Lebih lanjut, Jisman menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah yang terdampak kini sudah mulai pulih. Meskipun percepatan pemulihan sempat terganggu, pihaknya terus berupaya memperbaiki kondisi.

“Jadi, kemarin itu mau masuk PLTU-nya. Dilakukan percepatan. Tapi itu yang membuat sedikit terganggu lagi. Sehingga diulangi lagi. Sekarang ini, PLTU itu dimasukkan, dibebani maksudnya, begitu sinkron, dibebaninya pelan-pelan. Sehingga butuh waktu. Jadi, nggak boleh cepat-cepat juga sih,” jelasnya.

Pemadaman listrik ini telah mengganggu aktivitas warga di sejumlah wilayah Sumatera. Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera menemukan penyebab pasti gangguan ini dan melakukan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Editor: Akil Rahmatillah

Gantikan Yusri, Daddi Peryoga Dilantik Sebagai Kepala OJK Aceh

0
Otoritas Jasa Keuangan. (Foto: OJK)

NUKILAN.id | Jakarta – Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menunjuk Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Aceh, menggantikan peran sebelumnya yang diemban oleh Yusri. Pelantikan ini berlangsung bersamaan dengan pengangkatan 20 kepala OJK daerah, direktur, dan deputi direktur di Jakarta, dalam sebuah upacara yang digelar kemarin, Senin (3/6/2024).

Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, menjelaskan bahwa restrukturisasi organisasi di seluruh bidang serta pengisian jabatan di OJK merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa OJK dapat beroperasi secara optimal dan efektif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Dalam menjawab ekspektasi dari berbagai pemangku kepentingan, kami memerlukan pemimpin dengan karakteristik kepemimpinan yang kuat, kemampuan dalam membangun komunikasi, jaringan, dan interaksi yang efektif dengan semua pihak terkait, termasuk media dan masyarakat,” ungkap Mahendra.

Menurut Mahendra, kepala OJK yang tepat sangat dibutuhkan untuk memastikan kinerja pengawasan yang lebih baik, termasuk dalam mengatasi perilaku pasar yang kompleks. Ia juga menyoroti pentingnya program edukasi dan literasi keuangan, serta analisis ekonomi regional dalam mendukung pengembangan industri atau komoditas unggulan, dengan tetap menjaga prinsip pengawasan yang hati-hati.

Sebelumnya, sebanyak 30 kandidat terbaik telah mengikuti Pendidikan Calon Kepala Kantor (PCKO), yang kemudian 21 di antaranya terpilih untuk memimpin instansi dengan penuh dedikasi. Hal ini diharapkan dapat menggeliatkan roda organisasi OJK ke arah yang lebih gemilang.

Editor: Akil Rahmatillah