Beranda blog Halaman 1120

Universitas Ubudiyah Indonesia dan PIM Gelar Seminar Internasional Strategi Ketahanan Ekonomi Keluarga di Aceh

0
Rektor UUI sekaligus Ketua Umum DPD PIM Aceh Prof Adjunct Dr Marniati M Kes menyerahkan sertifikat kepada Dato’ Seri Mustapa Mohamed yang merupakan Menteri Ekonomi Malaysia periode 2020-2022 pada Seminar Internasional bertema Strategi Ketahanan Ekonomi Keluarga. (Foto: UUI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) berkolaborasi dengan Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) menggelar Seminar Internasional bertajuk “Strategi Ketahanan Ekonomi Keluarga dalam Mengentaskan Kemiskinan di Provinsi Aceh” pada Senin (3/6/2024). Acara ini dihelat di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh dan menghadirkan Dato’ Seri Mustapa Mohamed, Menteri Ekonomi Malaysia periode 2020-2022, sebagai pembicara utama.

Dato’ Seri Mustapa Mohamed, dalam paparannya, berbagi pengalaman dan wawasan mengenai upaya penanggulangan kemiskinan di Malaysia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara negara dan provinsi dalam meningkatkan ekonomi.

“Dengan berkolaborasi, maka itu dapat meningkatkan ekonomi negara. Misalnya, Malaysia berkolaborasi dengan Indonesia, dengan begitu ada banyak keuntungan yang bisa didapat,” ujar Mustapa.

Ia juga menyoroti potensi alam yang perlu dioptimalkan dengan teknologi pengolahan yang mumpuni.

“Jika hasil pertanian hanya dipetik dan dijual, itu nilainya rendah. Namun, jika bahan baku diolah, nilai jualnya lebih tinggi. Di Malaysia, pengolahan hasil pertanian dengan teknologi modern sangat mendongkrak ekonomi negara. Pabrik-pabrik pengolahan ini dibangun melalui investasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh, Dr. H. T. Ahmad Dadek SH MH, mengungkapkan angka kemiskinan di Indonesia per Maret 2023 berada di angka 9,36 persen, dengan Aceh menempati posisi keenam provinsi termiskin di Indonesia. Ahmad menjelaskan berbagai strategi pemerintah Aceh untuk menurunkan angka kemiskinan, seperti mengurangi beban dan meningkatkan pendapatan penduduk miskin, menanggulangi bencana, meningkatkan kapasitas penduduk miskin, serta menekan biaya transaksi ekonomi.

Rektor UUI sekaligus Ketua Umum DPD PIM Aceh, Prof. Adjunct Dr. Marniati MKes, dalam sambutannya berharap seminar ini dapat memberikan solusi nyata untuk mengatasi kemiskinan, khususnya di Aceh. Menurutnya, pengentasan kemiskinan harus melibatkan perempuan sebagai anggota keluarga yang berperan penting dalam kesejahteraan keluarga.

“Harapan saya, kita dapat melihat Aceh yang maju, damai, hebat, dan bermartabat,” katanya.

Seminar ini juga dihadiri oleh Pj Wali Kota Banda Aceh yang diwakili oleh staf ahli Ardiansyah SSTP MSi, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Dr. Edi Yandra SSTP MSP, anggota organisasi Perempuan Indonesia Maju, serta dosen, staf, dan mahasiswa UUI.

Dengan berlangsungnya seminar ini, diharapkan ada kontribusi nyata dalam memerangi kemiskinan di Aceh melalui strategi ketahanan ekonomi keluarga dan kolaborasi antar pihak terkait.

Editor: Akil Rahmatillah

ARC USK Raih Apresiasi ILO atas Pengembangan Industri Nilam di Aceh

0
ARC USK Raih Apresiasi ILO atas Pengembangan Industri Nilam di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) menerima penghargaan dari International Labour Organization (ILO) atas kontribusinya dalam membangun ekosistem rantai pasok dan nilai industri nilam di Aceh. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian acara Project Advisory Committee Meeting dari Program Promise II Impact ILO yang didanai oleh SECO Swiss, di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2024).

Penghargaan untuk ARC-USK diterima oleh Kepala ARC, Syaifullah Muhammad, didampingi oleh Rektor USK, Prof. Marwan. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Fery Irawan, Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Ekonomi RI, serta disaksikan oleh Jonas Grunder, Program Manager SECO Bern, Switzerland, dan Diego Rei dari ILO.

Dalam acara tersebut, Jauhari Sitorus, Manager Promise II Impact ILO, memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh ILO Country Area Indonesia di tiga provinsi: pengembangan sapi perah di Jawa Barat, rumput laut di NTT, dan nilam di Aceh. Program ini fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan rantai pasok melalui platform aplikasi digital yang menyediakan informasi terstruktur untuk pengembangan usaha masyarakat.

“Aplikasi untuk program rumput laut di NTT dan sapi perah di Jawa Barat sudah mulai digunakan dengan dukungan dari Agree Telkom, sehingga informasi rantai pasok hingga produk masyarakat dapat tersampaikan hingga ke pembeli,” ujar Jauhari. “Untuk nilam, aplikasinya masih dalam tahap perancangan dan akan selesai tahun ini, sehingga bisa segera digunakan oleh petani dan penyuling nilam di Aceh,” tambahnya.

Rektor USK, Prof. Marwan, menyampaikan apresiasi terhadap program ILO yang didukung oleh SECO Swiss ini. Marwan berharap program ini bisa melengkapi roadmap pengembangan nilam yang telah disusun dan dijalankan oleh USK selama delapan tahun terakhir. “USK telah mengembangkan inovasi hulu-hilir industri nilam, sehingga memperbaiki ekosistem nilam di Aceh menjadi lebih berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Marwan.

Kepala ARC, Syaifullah Muhammad, mengungkapkan bahwa program ILO telah mewujudkan mimpi digitalisasi yang tercantum dalam roadmap nilam Aceh. “Dream will come true, mimpi terkait digitalisasi nilam akan terwujud berkat kehadiran ILO. Hal ini akan membuat bisnis nilam Aceh memasuki era modern dengan berbagai kemudahan dan keterbukaan informasi yang lebih baik,” jelas Syaifullah.

Syaifullah juga menambahkan bahwa ARC siap berkolaborasi lebih lanjut, termasuk dengan NTT untuk memadukan nilam dengan rumput laut dan memprosesnya menjadi produk kosmetika berkualitas tinggi. “ARC siap berkolaborasi dengan NTT untuk memadukan nilam dengan rumput laut dan diproses menjadi produk kosmetika berkualitas tinggi,” tutup Syaifullah.

Acara FGD yang berlangsung hangat dan dipandu oleh Mr. Thomas dari ILO ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder, termasuk Kementerian Keuangan, Kemenkop UKM, Kemenaker, BPRS Mustaqim Aceh, Bank NTT, PT. ASTIL NTT, KPBS Bandung Selatan, Sekda NTT, Apindo, OJK, dan sejumlah stakeholder lainnya. Berbagai ide dan gagasan mengalir deras, menunjukkan komitmen bersama dalam pengembangan industri nilam, sapi perah, dan rumput laut di Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Tingkatkan Penerapan Keterbukaan Informasi Publik dan Potensi Gampong, Diskominfo Aceh Gelar Pertemuan KIG

0
Diskominfo Aceh Gelar Pertemuan KIG. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Aceh bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Aceh Barat mengadakan pertemuan Kelompok Informasi Gampong (KIG). Pertemuan ini bertujuan sebagai upaya pembinaan KIG untuk mendukung keterbukaan informasi publik dan pemanfaatan website gampong.id melalui jurnalistik desa. Acara ini berlangsung di Gampong Pancasila, Kuta Padang, Kamis (06/06/2024).

Kepala Diskominfo Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP) Alfajrian AB menekankan pentingnya pertemuan ini sebagai upaya mengakselerasi pengembangan KIG di daerah. Ia juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan desa atau gampong dalam mengelola potensi dan informasi publik, serta memperkuat keterbukaan dalam mengelola urusan pemerintahan.

“Keterbukaan informasi publik sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, pengembangan KIG di gampong-gampong harus dipercepat dan ditingkatkan,” ujar Alfajrian.

Selain itu, para peserta diberikan pemahaman tentang cara mempromosikan potensi gampong secara efisien dan efektif. Alfajrian menuturkan bahwa pihaknya berusaha mengenali potensi-potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing gampong, mulai dari keindahan alam hingga warisan budaya. Dengan pemahaman yang kuat tentang potensi tersebut, peserta dibimbing untuk merancang kampanye promosi yang menarik dan informatif melalui website maupun platform media sosial.

Pertemuan ini diharapkan dapat membantu gampong dalam membangun citra yang positif di mata masyarakat luas serta meningkatkan potensi ekonomi lokal melalui pariwisata dan sektor-sektor lainnya. Dengan demikian, gampong dapat semakin dikenal sebagai tujuan wisata yang menarik dan berdaya saing tinggi.

“Potensi gampong kami sangatlah beragam, namun seringkali belum terpromosikan dengan baik kepada masyarakat luas,” ujar salah satu peserta. “Melalui pertemuan ini, kami diarahkan untuk mengidentifikasi cara yang paling efisien dan efektif dalam mempromosikan potensi-potensi tersebut agar dapat menarik minat lebih banyak orang untuk mengunjungi gampong kami,” sebutnya.

Pertemuan KIG ini berjalan dengan khidmat. Para peserta dengan penuh perhatian dan antusiasme. mengikuti setiap sesi pembinaan yang disampaikan. Suasana hangat dan penuh semangat yang tercipta sangat mendukung terjalinnya komunikasi efektif antara peserta. Kolaborasipun mewarnai diskusi, di mana para peserta berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam upaya mendukung keterbukaan informasi publik.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA), Arman Fauzi, menjelaskan pentingnya sistem pengelolaan data, dokumentasi, dan penyimpanan informasi yang tepat guna. Penjabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) turut memberikan panduan tentang cara menghimpun, mengelola, dan mempublikasikan informasi melalui website gampong dan platform media sosial.

“Keterbukaan adalah kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan gampong,” ujar Arman.

Arman juga menyebutkan bahwa pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas informasi bagi masyarakat dan memperkuat ikatan antara pemerintah gampong dan warganya. Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan keterbukaan, gampong juga diharapkan untuk menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk memfasilitasi akses informasi bagi seluruh warga.

Hal ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam memperkuat hubungan antara pemerintah gampong dan masyarakat serta membangun kepercayaan yang kokoh di antara keduanya.

Pentingnya Akses Informasi dan Peran Kelompok Informasi Gampong
Selaras dengan itu, Plt. Kadis Kominfo Aceh Barat, Edy Sofian, M.Si, menyampaikan bahwa informasi adalah kunci keberhasilan pembangunan.

“Di era digital seperti sekarang, akses informasi yang cepat dan akurat menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, peran Kelompok Informasi Gampong sangat vital untuk mempromosikan potensi dan memastikan bahwa informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat gampong dapat disampaikan dengan tepat waktu dan akurat,” ucapnya.

Menurut Edy, KIG tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

“Melalui kelompok ini, kita dapat mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Edy mengapresiasi inisiatif Diskominfo Aceh yang telah menyelenggarakan acara sosialisasi ini terutama sebagai tempat belajar antar warga gampong.

“Saya yakin, dengan adanya sosialisasi ini, para Geuchik dan Ketua KIG dapat lebih memahami peran dan potensi digitalisasi informasi melalui publikasi potensi yang ada di masing-masing gampong. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antar gampong, sehingga dapat saling belajar dan memperkuat jaringan kerja sama,” pungkasnya.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan bahwa gampong di Aceh akan semakin maju dalam hal keterbukaan informasi dan pengelolaan potensi lokal. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan, sehingga semua gampong di Aceh dapat maju bersama dan saling mendukung,” kata Edy Sofian.

Editor: Akil Rahmatillah

Abu Razak Minta Pengurus KONI Aceh Maksimalkan Persiapan PON

0
Abu Razak Minta Pengurus KONI Aceh Maksimalkan Persiapan PON. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar meminta kepada pengurus, untuk lebih memaksimalkan lagi persiapan para atlet dan pelatih jelang 93 hari pelaksanaan pembukaan PON XXI Tahun 2024 Aceh-Sumut.

Hal itu disampaikan oleh Abu Razak—sapaan akrab H. Kamaruddin Abu Bakar— di hadapan seluruh jajaran pengurus pada forum Rapat Pleno II KONI Aceh, Kamis 6 Juni 2024, di Sekretariat KONI Aceh, Banda Aceh.

“KONI Aceh menjadi leading sector berhasil atau tidak Kontingen Aceh meraih prestasi pada PON 2024. Jadi saya minta, dalam sisa waktu 93 hari lagi ini, bersama-sama kita maksimalkan persiapan, untuk mencapai prestasi maksimal, dan target 10 besar,” tegas Abu Razak.

Mengulang penegasan yang sama, Abu Razak menekankan target meraih prestasi yang lebih maksimal di ajang PON bukan hanya menjadi tanggungjawab Ketua Umum semata, melainkan tanggungjawab seluruh pengurus harian KONI Aceh, bersama Pengprov Cabang Olahraga.

Pada kesempatan itu Abu Razak juga menekankan agar para pengurus dapat terus menjaga kekompakan dan solidaritas, seperti yang telah terbangun selama ini, khususnya dalam masa hampir satu dekade terakhir ini.

“Keberhasilan kita memecahkan dua kali rekor raihan medali emas, yaitu pada PON 2016 Jawa Barat dan PON 2021 Papua, tidak terlepas dari kekompakan dan solidaritas, baik antara sesama pengurus harian, dan dengan Pengprov Cabang Olahraga,” kata Abu Razak.

Ia juga meminta kepada para pengurus, untuk memfinalkan segala kebutuhan atlet serta pelatih, baik yang bertanding di Aceh dan Sumut.

“Ingat, waktu kita tidak lama lagi. Tugas utama KONI Aceh adalah mempersiapkan atlet dan pelatih. Ini tanggungjawab kita bersama, jadi sama-sama kita perjuangkan,” kata Abu Razak.

Editor: Akil Rahmatillah

Pelaku UMKM Banda Aceh Tuntut Ganti Rugi dari PLN Akibat Pemadaman Listrik

0
Ilustrasi listrik padam. (Foto: VOI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemadaman listrik yang terjadi beberapa hari terakhir di Banda Aceh telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Isra Wandi, salah satu pemilik usaha laundry di Banda Aceh, menuntut agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) membayar kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik yang kerap terjadi.

Isra Wandi menegaskan, sebagai konsumen, masyarakat harus membayar denda jika terlambat membayar tagihan listrik bulanan, bahkan bisa berujung pada pemutusan sambungan listrik. Oleh karena itu, Isra menuntut adanya kompensasi bagi masyarakat setiap kali terjadi pemadaman listrik.

“Jika listrik mati, maka harus ada ganti rugi bagi masyarakat,” kata Isra kepada Nukilan.id, Kamis, (6/6/2024).

Menurut Isra, negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan pasokan energi listrik. Hal ini termasuk memberikan harga yang wajar guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Pelaku UMKM lainnya, Amal Izza, juga menyuarakan hal serupa. Izza menyatakan bahwa konsumen berhak mendapatkan pasokan listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi PLN untuk tidak melayani masyarakat dengan baik.

“Pemadaman listrik membuat pelaku UMKM yang memanfaatkan perangkat elektronik mengalami kerugian karena mereka tidak bisa menjalankan bisnis mereka tanpa adanya listrik,” keluh Izza yang juga pemilik salah satu bimbel di Banda Aceh.

Selain berdampak pada UMKM, pemadaman listrik juga mengganggu jaringan telekomunikasi. Biarpet listrik membuat masyarakat sulit untuk memanfaatkan jaringan telepon maupun internet.

“Melihat kondisi ini, pemerintah Aceh harus lebih tegas dan memberikan peringatan kepada PLN untuk membenahi pelayanan,” ujar Izza.

Ia juga menambahkan bahwa PLN seharusnya melakukan pemadaman listrik sesuai dengan jadwal yang disebarluaskan kepada masyarakat terlebih dahulu.

Tuntutan para pelaku UMKM ini mencerminkan keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik yang lebih baik dan konsisten, demi kelancaran aktivitas sehari-hari dan keberlangsungan usaha mereka. Pemerintah Aceh diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk memastikan PLN meningkatkan pelayanannya demi kepentingan masyarakat luas.

Reporter: Akil Rahmatillah

Soal Temuan Migas Raksasa, Antropolog: Aceh Jangan Terhipnotis Lagi Oleh Pusat

0
Antropolog dan praktisi pembangunan Aceh, Bulman Satar. (Foto: SS SagoeTV)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penemuan cadangan gas besar-besaran baru-baru ini di laut lepas Andaman, tepatnya di Blok Andaman II dan South Andaman, membawa harapan besar bagi perekonomian Aceh. Sumur Timpan-1 di Blok Andaman II yang dioperasikan oleh Premier Oil mengungkapkan potensi gas bumi hingga 5,5 triliun kaki kubik (TCF). Temuan ini disebut-sebut sebagai “giant discovery” atau penemuan raksasa.

Dalam sesi podcast terbaru Sagoe TV, seorang antropolog dan praktisi pembangunan Aceh, Bulman Satar, memberikan pandangannya mengenai penemuan ini dan tantangan yang dihadapi Aceh dalam mengelola sumber daya alamnya. Saat ditanya oleh host tentang kemungkinan mengulang sejarah kelam seperti yang terjadi pada PT Arun, Bulman memberikan analisis mendalam.

“Ada dinamika yang harus kita perhatikan. PT Arun adalah bagian dari sejarah Aceh yang kelam, dan kita harus belajar dari pengalaman tersebut,” ujar Bulman dikutip Nukilan.id, Kamis, (6/6/2024).

Menurutnya, penting bagi Aceh untuk melakukan konsolidasi dan mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni. Ia mengatakan Aceh harus memiliki bargaining position yang kuat terhadap pemerintah pusat.

“Dulu, kita terhipnotis dengan trilogi pembangunan, salah satunya adalah pemerataan hasil pembangunan. Namun, yang terjadi saat itu justru hasil dari Aceh banyak tersedot keluar,” tambahnya.

Bulman menekankan perlunya aturan yang ketat dalam distribusi hasil sumber daya alam, sehingga aloksai bagi hasil sumber daya alam untuk Aceh agar bisa diawasi oleh seluruh masyarakat.

“Kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Aturan seperti alokasi 30% hasil sumber daya untuk Aceh harus dikawal bersama,” tegasnya.

Temuan gas bumi ini membawa harapan baru, namun juga tantangan besar bagi Aceh. Dengan belajar dari masa lalu dan mengedepankan transparansi serta distribusi yang adil, Aceh diharapkan mampu memanfaatkan kekayaan alamnya untuk kemakmuran masyarakatnya tanpa mengulangi kesalahan sejarah.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Aceh Resmikan Tim Terpadu Pengawasan Produk Halal LPPOM MPU Aceh

0
Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah melakukan foto bersama dengan Pimpinan MPU Aceh dan Tim Terpadu. (Foto: MPU Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Gubernur Aceh, Bustami, meresmikan Tim Terpadu Penataan dan Pengawasan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) LPPOM MPU Aceh pada Kamis (6/6/2024). Acara pengukuhan ini berlangsung di Gedung Tgk. H. Abdullah Ujong Riba MPU Aceh dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting.

Tim Terpadu ini dipimpin oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Prof. Dr. Tgk. H. Muhibbuththabary, M.Ag., yang bertugas memastikan penataan dan pengawasan produk halal di Aceh. Dalam sambutannya, Pj Gubernur Aceh menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam menerapkan syariat Islam secara kaffah, sebagaimana tercermin dalam Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang SJPH.

“Salah satu pilar penting dalam pelaksanaan SJPH adalah Tim Terpadu ini. Mereka akan melakukan penataan dan pengawasan terhadap pelaku usaha dan produk halal, serta membantu LPPOM MPU Aceh dalam melaksanakan sertifikasi halal,” ujar Bustami.

Selain penataan dan pengawasan, Tim Terpadu juga bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya produk halal dalam kehidupan sehari-hari. Pj Gubernur menggarisbawahi pentingnya sinergi antarinstansi terkait untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan SJPH.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, menyoroti pentingnya penyediaan produk halal menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut.

“MPU Aceh berupaya memastikan makanan yang disuguhkan kepada atlet dan tamu PON benar-benar tersertifikasi halal,” tegas Faisal Ali.

Kepala Sekretariat MPU Aceh, Usamah, S.Ag., MM, mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh agar Tim Terpadu dapat menjalankan tugasnya secara maksimal. Hingga kini, LPPOM MPU Aceh telah mengeluarkan 962 sertifikat halal di seluruh Aceh. Tim Terpadu akan terus mengawasi pelaku usaha yang telah mendapatkan sertifikasi halal dan akan mencabut sertifikat bagi yang tidak mematuhi aturan.

Dengan langkah ini, Aceh berkomitmen untuk menjaga kehalalan dan higienitas produk yang dikonsumsi masyarakat, terutama menjelang event besar seperti PON XXI Aceh-Sumut.

Editor: Akil Rahmatillah

Ekspor Batubara Aceh ke India Capai USD31,05 Juta

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Provinsi Aceh melakukan ekspor batubara ke India sebesar USD31,05 juta pada April 2024. Disusul negara Thailand sebesar USD11,22 juta dengan komoditas utama kondensat.

Kemudian, peringkat ketiga adalah Amerika Serikat USD6,66 juta dengan komoditas utama berupa kopi.

Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution menjelaskan, nilai ekspor barang asal Aceh pada April 2024 sebesar 58,31 juta USD. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,70 persen dibandingkan ekspor pada Maret 2024.

“Angka ini juga mengalami kenaikan sebesar 5,24 persen jika dibandingkan dengan kondisi April 2023,” tuturnya, Selasa (4/6/2024).

Adapun komoditas asal Aceh yang sebagian besar diekspor melalui pelabuhan di Aceh dan lainnya melalui pelabuhan di luar Aceh.

Komoditas Aceh yang diekspor melalui pelabuhan Aceh pada April 2024 sebesar USD41,57 juta atau 71,29 persen, sedangkan sisanya diekspor melalui provinsi lain.

“Di mana sebagian besar diekspor melalui provinsi tetangga yaitu Provinsi Sumatra Utara sebesar USD16,54 juta,” katanya.

Lanjut dia, engan demikian, secara keseluruhan komoditas terbesar yang di ekspor pada April 2024 adalah batubara senilai USD30,66 juta. “Disusul kopi dan rempah senilai USD12,95 juta, dan kondensat USD9,51 juta,” ujar dia. 

Editor: Akil Rahmatillah

Pedagang Ikan Hias di Banda Aceh Terancam Rugi Besar Akibat Pemadaman Listrik

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemadaman listrik yang melanda Kota Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir berdampak besar pada para pedagang ikan hias. 

Pasalnya, ikan hias sangat bergantung pada pasokan oksigen yang dihasilkan oleh alat-alat yang membutuhkan listrik, seperti aerator dan pompa air.

Matinya aliran listrik selama berjam-jam membuat alat-alat tersebut tidak dapat berfungsi, sehingga ikan hias kekurangan oksigen dan berakibat fatal.

Hal ini menyebabkan banyak ikan hias mati dan membuat para pedagang terancam mengalami kerugian yang signifikan.

Salah seorang penjual ikan hias di Toko Thara Aquarium, Banda Aceh, Saed mengungkapkan kekhawatirannya karena pemadaman listrik dalam beberapa hari terakhir ini.

“Ikan hias sangat bergantung pada oksigen, kalau mati lampu sebentar saja ikan sudah mulai lemah,” kata Saed saat ditemui Nukilan di Toko Thara Aquarium, Banda Aceh, pada Kamis (6/6/2024). 

Menurutnya, ikan mas koki merupakan salah satu jenis ikan hias yang populer dan paling rentan terhadap kekurangan oksigen.

Saed menuturkan bahwa harga ikan mas koki di tokonya berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per ekor. “Jika banyak ikan yang mati, tentu saja akan menjadi kerugian besar bagi kami,” keluhnya.

Meskipun Thara Aquarium memiliki genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik, Saed menjelaskan bahwa solusi tersebut tidak ideal. 

“Genset membutuhkan banyak bahan bakar. Jika pemadaman listrik berlangsung lama, biaya bahan bakarnya bisa sangat tinggi,” tambah Saed.

Reporter: Rezi

KIP Banda Aceh Perkenalkan Pilkada 2024 di Kalangan Mahasiswa

0
KIP Banda Aceh Perkenalkan Pilkada 2024 di Kalangan Mahasiswa. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh memperkenalkan tahapan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala (Pilkada) 2024 Kota Banda Aceh kepada kalangan mahasiswa.

Salah satu upayanya adalah dengan turut ambil bagian dalam Pameran (Eksibisi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Expo 2024 Nasional Eksibi dan Kompetisi di Kampus FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (4/6/2024).

“Peran Generasi Z kalangan mahasiswa berpartisipasi pada Pilkada 2024 Kota Banda Aceh Tahun 2024 sangat besar dalam meningkatkan Partisipasi Masyarakat” ujar Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM, dan Partisipasi Masyarakat KIP Kota Banda Aceh, Muhammad Zar.

KIP Kota Banda Aceh, nantinya juga melakukan Sosialisasi Pilkada dan bermitra dengan pihak terkait agar pelaksanaan Pilkada 2024 pada 24 November 2024 mendatang lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry, Rizkika Lhena Darwin mengatakan, kegiatan FISIP UIN EXPO Nasional 2024 berlangsung selama tiga hari dari Selasa, 4 sampai 6 Juni 2024 pukul 09:00 – 15:00 WIB.

“Kegiatan turut diikuti oleh mitra FISIP UIN Ar-Raniry dan mahasiswa dengan perlombaan yang bersifat pendidikan,” ujar Rizkika.

Editor: Akil Rahmatillah