Beranda blog Halaman 1101

Pj Bupati Aceh Besar Tinjau Progres Pembangunan Jalan Menuju Venue PON Paralayang

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, S.STP MM memeriksa jalan untuk persiapan Venue Para Layang PON XXI di Gunung Tgk Diweueng. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto S.STP, MM didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kembali meninjau progres pembangunan fasilitas jalan menuju ke Venue Cabang Olahraga Paralayang yang berada di gunung Tgk Diweueng, Gampong Lambirah, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Sabtu (15/06/2024).

Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto mengatakan, peninjauan pada hari ini untuk melihat langsung progres pembangunan jalan untuk menuju ke venue paralayang.

“Peninjauan ini untuk memastikan progres pembangunan jalan menuju venue paralayang yang akan di lombakan pada PON Aceh-Sumut; apakah berjalan lancar dan selesai sesuai dengan rencana. Apalagi penyelenggaraan PON akan dihelat pada awal bulan September mendatang,”kata Iswanto.

Sejumlah kondisi ruas jalan persiapan Venue Para Layang PON XXI di Gunung Tgk Diweueng, Gampong Lambirah, Kecamatan Sukamakur, Aceh Besar, Sabtu (15/06/2024).

Selanjutnya Iswanto menyebutkan, venue paralayang berada di atas gunung Tgk Diweueng dengan ketinggian kurang lebih 512 Meter di atas permukaan laut (MDPL) dan perjalanannya harus menggunakan motor trail atau mobil double kabin.

“Untuk menempuh ke sana melalui medan yang sulit, dan harus menggunakan motor trail atau mobil double kabin,” sebutnya.

Sementara itu Kadis PUPR Aceh Besar Syahrial menjelaskan, pembangunan jalan untuk menuju ke venue paralayang sudah mencapai 25 persen dan targetnya akan selesai pada bulan Agustus.

“Bila tidak ada kendala dan cuaca mendukung. InsyaAllah, pada bulan Agustus jalan tersebut sudah selesai,” pungkasnya.

Peninjauan tersebut juga diikuti Kadis Disparpora Aceh Besar, Kasatpol PP dan WH Aceh Besar, Kalaksa BPBD Aceh Besar, Kabag Prokopim Setdakab Aceh Besar dan Camat Sukamakmur.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Besar Tuntaskan Penyaluran Dana Desa Tahap Pertama 2024

0
Ilustrasi dana desa. (Foto: dpmpd.kaltimprov.go.id)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar telah menuntaskan transfer dana desa tahap pertama tahun 2024.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Besar Carbaini S.Ag, melalui Media Center Aceh Besar di Kota Jantho, Jum’at (14/06/2024).

“Terhitung hari ini, kita telah 100% salurkan dana desa untuk seluruh gampong yang ada di KabupatenAceh Besar,” sebutnya.

Hal itu sebagaimana janjinya kepada Kepala DPMG Aceh pada saat penilaian lomba desa tingkat provinsi Aceh di gampong Bueng Sidom, beberapa hari yang lalu.

“Deadline penyaluran dana desa tahap pertama pada 19 Juni 2024, namun janji kami kepada Kepala DPMG Aceh di depan Pj Bupati Aceh Besar saat ini, Aceh Besar akan tuntaskan penyaluran sebelum deadline,” imbuh Carbaini.

Secara terpisah, Keuchik Gampong Blang Miro Kecamatan Simpang Tiga, Eriadi mengatakan telah 100% menerima transfer dana desa tahap pertama.

“Sudah terima semua yang tahap pertama, sehingga sudah bisa dilakukan pencairan untuk pelaksanaan kegiatan di gampong. Sementara untuk tahap kedua sedang dalam proses melengkapi administrasi,” ujarnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Menikmati Sejuknya Pemandian Panjupian, Pesona Alam Aceh Selatan

0
Pemandian Panjupian, Pesona Alam Aceh Selatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aceh Selatan, daerah yang terkenal dengan sejuta pesona alam, kembali menghadirkan daya tarik wisata yang memikat. Salah satu destinasi yang patut dikunjungi adalah Pemandian Panjupian, yang lebih dikenal dengan nama asli Pemandian Putri Naga. Berada di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, objek wisata ini menawarkan pengalaman segar dan sejuk dari air pegunungan yang jernih dan kebiruan.

Pemandian Panjupian terletak hanya 7 km dari pusat Kota Tapak Tuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar sepuluh menit berkendara. Wisatawan yang melewati jalur lintas selatan akan dengan mudah menemukan lokasi ini melalui petunjuk arah yang jelas.

Setibanya di sana, pengunjung akan disambut oleh hawa sejuk pegunungan dan kolam pemandian dengan air yang sangat jernih. Kolam ini dilengkapi berbagai fasilitas yang membuatnya ideal untuk berenang dan menyejukkan badan. Tidak heran, Pemandian Panjupian selalu dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Ratusan hingga ribuan wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam ini.

Madil, seorang warga Aceh Tengah yang tengah mengunjungi Pemandian Putri Naga, mengungkapkan kekagumannya terhadap destinasi ini.

“Pemandian ini sangat menarik untuk dikunjungi. Keren, jadi jangan sungkan-sungkan hadir ke tempat ini,” ujar Madil kepada Nukilan.id, Minggu (16/6/2024).

Ia juga menambahkan bahwa tempat ini sangat cocok untuk liburan bersama keluarga dan teman-teman. Dengan tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang, wisatawan dapat menikmati kesegaran air yang langsung bersumber dari mata air pegunungan.

Deby, warga Tapaktuan, menjelaskan bahwa meskipun pemandian ini seperti kolam pada umumnya, airnya yang jernih dan sejuk menjadi daya tarik utamanya.

“Namanya saja Pemandian Putri Naga, tempatnya seperti kolam pada umumnya,” kata Deby.

Deby berharap pemerintah daerah Aceh Selatan terus mengembangkan dan menjaga kelestarian destinasi wisata ini.

“Semoga kedepannya destinasi ini semakin berkembang dan terus terjaga kelestariannya. Harapan kita juga, semoga pemerintah lebih memerhatikan lagi destinasi-destinasi wisata alam yang ada di Aceh Selatan ini untuk memikat daya tarik pengunjung,” pintanya.

Bagus Ferdinan, warga Trumon, meskipun harus menempuh perjalanan selama 1,2 jam, mengaku puas dengan pengalaman di Pemandian Putri Naga.

“Untuk airnya asri, murni air pegunungan dan dingin,” kata Bagus.

Dengan kedalaman kolam sekitar 1,5 meter, tempat ini sangat layak untuk berenang, meski pengawasan orang tua diperlukan bagi anak-anak.

Pemandian Panjupian bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga fasilitas penunjang seperti penjual makanan dan minuman yang dikelola oleh pihak setempat. Jadi, tunggu apa lagi? Segera rencanakan kunjungan Anda ke Pemandian Putri Naga dan nikmati pesona alam Aceh Selatan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Shabela Abubakar Gandeng Eka Saputra sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Aceh Tengah

0
Shabela Abubakar Gandeng Eka Saputra sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Aceh Tengah. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon – Mantan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, memperkenalkan Eka Saputra sebagai bakal calon Wakil Bupati di Pong Sede Center, Paya Tumpi, pada Minggu (16/6/2024). Pasangan ini direncanakan akan maju melalui Partai Gerindra pada Pilkada Aceh Tengah yang akan digelar Oktober mendatang.

Shabela Abubakar, yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Aceh Tengah periode 2019-2024, memilih Eka Saputra yang saat ini merupakan anggota DPR dari Partai Gerindra sebagai pendampingnya. Shabela menilai Eka sebagai sosok muda yang memiliki semangat perjuangan untuk rakyat di parlemen.

“Eka ini di parlemen juga bagus menjaga hubungan dengan eksekutif,” ujar Shabela dalam acara tersebut.

Sekretaris Gerindra DPC Aceh Tengah, Edi Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya akan bertolak ke DPP Gerindra akhir bulan ini untuk memastikan dukungan terhadap Shabela. Menurutnya, DPC dan DPD Gerindra sudah sepakat untuk mengusung Shabela setelah mendengar visi-misinya dan melihat kesanggupan Shabela memenuhi syarat yang ditetapkan partai.

“Tinggal lagi menanti kita meyakinkan DPP dan menunggu penetapannya,” tambah Edi.

Selain itu, Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Aceh Tengah, Wen Arsyadin Hakim, juga menyatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan nama Shabela Abubakar sebagai calon tunggal untuk didukung ke DPP PBB.

Dengan dukungan yang semakin kuat dari berbagai pihak, Shabela dan Eka diharapkan dapat memberikan warna baru dalam Pilkada Aceh Tengah mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

Harga Daging Meugang Idul Adha di Kota Fajar Capai Rp200.000/Kg

0
Suasana jual beli daging Meugang di Pasar Kota Fajar. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Harga daging kerbau di Pasar Kota Fajar melonjak tajam menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H. Salah seorang pedagang daging kerbau, Juandi, mengungkapkan bahwa harga daging mencapai Rp200.000 per kilogram.

Menurut Juandi, meski sejak pagi hingga siang hari permintaan daging kerbau tetap ada, namun jumlah pembeli menurun dibandingkan dengan meugang Idul Fitri lalu.

“Hari raya qurban ini rata-rata warga mendapat daging qurban, jadi pembeli daging kerbau tidak sebanyak biasanya,” jelas Juandi kepada Nukilan.id, Minggu (16/6/2024).

Juandi juga menambahkan bahwa jumlah kerbau yang dipotong pada meugang kali ini tidak sebanyak biasanya.

“Harga kerbau memang cukup tinggi, tergantung pada bobot dagingnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa harga satu ekor kerbau berkisar antara Rp20 juta hingga Rp24 juta, tergantung pada bobotnya.

“Kerbau di Aceh Selatan tidak banyak, semuanya didatangkan dari luar daerah, sehingga harga kerbau pun melonjak,” tambah Juandi.

Juandi mengakui bahwa persediaan daging kerbau di pasarnya tidak banyak, hanya disesuaikan dengan kebutuhan warga.

“Melihat kondisi ekonomi saat ini yang menurun drastis, sebagian ibu rumah tangga hanya membeli bumbu dapur saja,” tuturnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Alamp Aksi Desak Kejati Aceh Usut Dugaan Suap Pengadaan Alkes di Dinkes Langsa

0
Alamp Aksi Desak Kejati Aceh Usut Dugaan Suap Pengadaan Alkes di Dinkes Langsa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Langsa – DPW Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk segera mengusut dugaan suap dalam pengadaan e-katalog alat kesehatan (alkes) pada Dinas Kesehatan Kota Langsa yang bernilai Rp 24 miliar. Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ketua DPW Alamp Aksi Aceh, Mahmud Padang, menyatakan bahwa dugaan permintaan fee, suap, atau gratifikasi dalam pelaksanaan tender e-katalog ini tidak dibenarkan oleh aturan dan sudah termasuk dalam kategori korupsi.

“Kami mendesak Kejati Aceh untuk segera turun tangan mengusut persoalan ini,” tegas Mahmud Padang, Minggu (16/6/2024).

Berdasarkan informasi yang beredar, seorang pejabat Dinas Kesehatan Langsa berinisial YA bersama orang kepercayaannya HS diduga meminta fee sebesar 20 persen kepada distributor alat kesehatan. Uang sebesar Rp 60 juta kabarnya telah ditransfer ke rekening pribadi HS. Jumlah tersebut diduga merupakan bagian dari 20 persen yang diminta sebagai suap untuk memenangkan tender alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Langsa.

Informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa YA dan HS bertemu dengan pihak distributor di sebuah kafe di kawasan Ringroad. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa fee sebesar 20 persen dari pagu anggaran Rp 24 miliar akan dibagi dalam dua tahap. Setengah dari jumlah fee yang disepakati akan diserahkan saat klik pemenangan e-catalog, sementara setengahnya lagi akan diserahkan setelah faktor PPN dan PPH. Uang fee tersebut kemudian diserahkan kepada HS, yang merupakan orang kepercayaan YA.

“Untuk mencegah praktik korupsi dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ), kami mendesak Kejati Aceh untuk segera mengusut dan memeriksa pejabat Dinkes Langsa tersebut. Sehingga dugaan suap dalam pengadaan alkes senilai Rp 24 miliar ini dapat segera dibongkar dan dijelaskan kebenarannya kepada publik,” ujar Mahmud.

Menurut Mahmud, langkah tegas dari penegak hukum dalam mengusut dugaan suap ini akan membuktikan apakah penegak hukum di Aceh masih memiliki kekuatan dan keberanian atau tidak.

“Sektor PBJ pengadaan alkes melalui e-katalog seperti ini memang sering terjadi. Namun, apakah Kejati Aceh akan menindaklanjuti atau tidak, publik tentu akan menantikannya. Benar atau tidaknya dugaan suap dalam pengadaan alkes ini tergantung pada keseriusan aparat penegak hukum, terutama Kejati Aceh, dalam memberantas praktik korupsi,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Polres Aceh Selatan Intensifkan Patroli Malam Jelang Idul Adha 1445 H

0
Polres Aceh Selatan Intensifkan Patroli Malam Jelang Idul Adha 1445 H. (Foto: Humas Polres Aceh Selatan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Aceh Selatan, Polda Aceh, kembali menggiatkan patroli malam dengan lampu biru (Blue Light) guna mencegah dan meminimalisir tindak kejahatan serta pelanggaran lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) agar situasi tetap kondusif, terutama pada malam hari.

Patroli malam yang berlangsung pada Sabtu (15/6/2024) ini tidak hanya fokus pada pencegahan tindak kriminal seperti pencurian dan kejahatan jalanan, namun juga memberikan himbauan humanis kepada masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas. Langkah ini diambil guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya dan mengurangi risiko kecelakaan.

“Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan langkah proaktif dari Sat Lantas Polres Aceh Selatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami juga berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjadi pengguna jalan yang baik dan patuh terhadap peraturan yang ada,” ujar AKP Adam Sugiarto, Kasi Humas Polres Aceh Selatan, mewakili Kapolres Aceh Selatan, AKBP Mughi Prasetyo Habrianto.

AKP Adam Sugiarto menambahkan bahwa patroli malam bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir tindak kejahatan seperti pencurian, balap liar, serta kejahatan lainnya, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H.

“Patroli ini juga menyasar lokasi rawan kejahatan serta tempat-tempat yang berpotensi mengalami gangguan Kamtibmas, seperti pasar, warung, kafe, dan tempat keramaian lainnya,” jelasnya.

Dengan adanya patroli malam ini, Polres Aceh Selatan berharap dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Aceh Selatan, sehingga masyarakat dapat merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya menjelang perayaan Idul Adha.

Editor: Akil Rahmatillah

Ini Rute Pawai Takbir Keliling di Banda Aceh

0
Pawai takbir keliling di Banda Aceh menyambut hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Malam takbiran Idul Adha 1445 Hijriah di Banda Aceh akan diwarnai dengan kemeriahan pawai takbir keliling yang diikuti oleh 25 grup mobil hias dan pejalan kaki.

Pawai ini dijadwalkan akan digelar pada Minggu 16 Juni 2024, sekitar pukul 20.30 WIB.

“Pawai takbir diikuti 25 group mobil hias dan pejalan kaki dengan rute sama pada pawai Idul Fitri kemarin,” kata Kepala UPTD UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur, kepada Nukilan, Minggu (16/6/2024).

Pawai dimulai dari gerbang menara Masjid Raya Baiturrahman dan melintasi rute yang sama dengan pawai Idul Fitri, yaitu Simpang Kodim – Simpang Peuniti – Simpang Surabaya – Simpang Beurawe – Simpang Jambo Tape – Bundaran Simpang Lima – Simpang Kodim, dan berakhir di Masjid Raya Baiturrahman.

Beberapa grup yang turut berpartisipasi dalam pawai ini antara lain berasal dari Masjid Al-Muhyi, Masjid Al-Furqan Gampong Beurawe, Masjid Ruhul Jadid, Masjid Babunnajah Gampong Surien, Masjid Al-Magfirah Lamdingin, Gampong Lamgugop, Menasah Manyang Pagar Air, Gampong Lam Geu Eu.

Kemudian, Gampong Klieng Cot Aron, Gampong Miruek Taman, Masjid Baital Makmur Gampong Lampeuneurut, Masjid Al-Huda, Pesantren Modern Al Falah Abu Lam U, Masjid Ruhul Fata Gampong Ajun, Meunasah Baburrahmah Lampoh Daya, dan Meunasah Al-Furqan Gampong Mibo.

Selain itu, juga terdapat grup dari Masjid Taqwa Gampong Setui, Remaja Masjid Al-Ishlahiyah Gampong Lambhuk, Remaja Masjid At-Taqwa Lampupok, Remaja Masjid Al-Hidayah Gampong Lamdom, Meunasah Gampong Lamseupeung, Gampong Lamteung Meunasah Papeun, Remaja Gampong Blang Kecamatan Meuraxa, Gampong Lamlagang, dan Gampong Meunasah Baktrieng.

Reporter: Rezi

Kurban Online, Bagaimana Islam Menyikapinya, Apakah Sah?

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Semakin majunya teknologi digital, banyak kemudahan yang muncul, salah satunya adalah kurban online yang jadi alternatif untuk berkurban ketika Iduladha, lalu bagaimana Islam melihatnya?

Kurban menurut etimologi berasal dari bahasa Arab qariba–yaqrabu–qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat. Maksud dari dekat di sini adalah pendekatan diri seorang hamba kepada Tuhannya.

Jika dilihat dari pengertian secara syarak, kurban berarti menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada Hari Raya Iduladha dan tiga hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah.

Sementara itu, kurban online merupakan praktik ibadah kurban yang mekanisme pelaksanaannya dilakukan secara online.

Orang yang berkurban akan melakukan pemesanan, pemilihan, dan pembayaran hewan kurban secara online kepada lembaga yang bertugas untuk menyembelih dan mendistribusikannya.

Hukum dan keutamaan berkurban

Mengutip dari laman NU Online, ibadah kurban memiliki hukum sunah muakad. Hal tersebut dikuatkan dengan riwayat Nabi Muhammad saw, tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya sampai wafat.

Ibadah ini memiliki banyak keutamaan dan hikmah, hal ini didasarkan atas Nabi saw. berikut:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya: “Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadis Hasan, riwayat Al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)

Hukum berkurban online dalam Islam

Mengenai hukum berkurban online, sebenarnya tidak ada dalil spesifik yang menyebutkannya baik dalam Al-Qur’an maupun hadis. Hal tersebut dikarenakan pada masa kenabian, teknologi internet belum berkembang.

Kendati demikian, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH. Mahbub Ma’afi, menerangkan jika berkurban online diperbolehkan dan ibadahnya tetap dinilai sah.

Menurutnya, berkurban secara online termasuk dalam konsep wakalah atau perwakilan dalam membayar kurban.

“Hukum membeli hewan kurban secara online adalah tindakan yang diperbolehkan dalam muamalah atau transaksi. Dalam konteks membeli hewan kurban secara online dalam Islam, hal ini dapat dianggap sebagai wakalah atau perwakilan, di mana kita mengutus orang lain untuk melaksanakan keperluan kurban kita,” jelas KH. Mahbub Ma’afi, dikutip dari Detik.com.

Dalam penjelasan lanjutannya, KH Mahbub menerangkan bahwa bagi orang yang menjalankan kurban online hanya perlu menunjuk seorang wali, seperti lembaga atau platform yang menyediakan jasa kurban, untuk melaksanakan kurban atas nama mereka.

“Meskipun sebaiknya kita memilih dan menyembelih hewan kurban sendiri, terkadang ada situasi di mana seseorang tidak dapat melakukannya. Oleh karena itu, kurban online diperbolehkan. Dalam hal ini, ibadah kurban tetap sah,” tambanya lagi.

Editor: Akil Rahmatillah

Forkopimda Aceh Besar Keluarkan Seruan Bersama Sambut Idul Adha 1445 H

0
Seruan bersama Forkopimda Aceh Besar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar mengeluarkan Seruan Bersama untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 H dengan semangat mencari keridhaan dan hikmah dari Allah SWT.

Seruan ini ditandatangani oleh sejumlah pimpinan daerah, termasuk Penjabat Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, Ketua DPRK Iskandar Ali SPd MSi, Dandim 001/KBA Letkol Czi Widya Wijanarko, S.Sos., M.Tr (Han), Kapolres Aceh Besar AKBP Dhani Catra Nugraha SH SIK MH, Kajari Aceh Besar Basril G SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Kota Jantho Deni Syahputra SH MH, Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho DR Muhammad Redha Valevi S.HI M.H, dan Ketua MPU Aceh Besar Tgk H Nasruddin M.

Penjabat Bupati Aceh Besar melalui Kepala Dinas Syariat Islam Rusdi S.Sos MSi menyatakan, seruan tersebut mengajak seluruh umat muslim untuk melaksanakan salat Idul Adha di lapangan, masjid, meunasah, atau mushalla.

“Bagi yang mampu melaksanakan ibadah qurban, diharapkan melakukannya sesuai dengan syariah dan penuh keikhlasan,” kata Rusdi di Kota Jantho, Kamis (13/6/2024).

Selain itu, seruan ini juga menekankan pentingnya menjaga kesucian serta lingkungan yang aman, tentram, dan kondusif. Masyarakat diharapkan untuk tidak membakar lilin, mercon, kembang api, meniup terompet, serta menghindari balapan dan kegiatan tidak bermanfaat lainnya.

“Marilah bersama kita bertakbir, membesarkan asma Allah, di saat sebagian umat muslim lainnya melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Sambil berqurban dan menjalin silaturahim, kita hindari kegiatan yang tidak bermanfaat,” harap Rusdi.

Seruan Bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan dan kekhusyukan umat muslim dalam merayakan Idul Adha, serta menjaga keharmonisan lingkungan di Aceh Besar.

Editor: Akil Rahmatillah