Beranda blog Halaman 1100

Fenomena El Nino Ancam Petani Cabai Merah di Aceh

0
Fenomena El Nino Ancam Petani Cabai Merah di Aceh. (Foto: Medcom.id)

NUKILAN.id | Sigli – Fenomena cuaca El Nino yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik Tengah dan Timur kini mengancam petani cabai merah di Provinsi Aceh. Di Kabupaten Pidie, puluhan petani menghadapi ancaman gagal panen akibat kondisi cuaca yang ekstrem ini.

Ridwan, seorang petani cabai merah di Kemukiman Gatot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, mengungkapkan kekhawatirannya.

“Batang cabai kami kerdil, keriting, dan tidak subur. Banyak batang yang mengecil, pendek, bahkan sebagian layu,” ujarnya kepada Kompas.com pada Sabtu (15/6/2024).

Tidak hanya itu, Ridwan menambahkan bahwa bunga pada tanaman cabainya sangat sedikit dan sering berguguran.

“Sebagian batang cabai layu saat buah masih muda. Padahal, kami sudah memupuk dan sering menyemprot pupuk daun,” tambahnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh Ikhwan, petani di Desa Tijue, Kecamatan Pidie.

“Ratusan tanaman cabai merah di lokasi kami kerdil dan krisis bunga. Bahkan, banyak buah yang masih kecil sudah menghitam dan membusuk,” kata Ikhwan.

Ia menambahkan bahwa cuaca yang sangat panas membuat bagian bawah batang cabai sangat kering.

“Setiap pagi dan sore hari kami selalu menyiram, namun tetap saja tanaman tidak tumbuh subur,” jelasnya.

Jika fenomena El Nino ini terus berlanjut, diperkirakan puluhan hektare tanaman cabai di Pidie akan mengalami puso atau gagal panen. Kondisi ini sangat berdampak terhadap pasokan cabai merah di pasar lokal, yang berpotensi menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga yang signifikan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para petani dan masyarakat setempat. Diharapkan ada perhatian dan solusi dari pihak terkait untuk mengatasi dampak buruk fenomena cuaca ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Pawai Takbir Keliling Semarakkan Malam Idul Adha di Banda Aceh

0
Mobil hias saat pawai takbir keliling di Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan warga Banda Aceh tumpah ruah ke jalanan untuk menyaksikan kemeriahan pawai takbir keliling, Minggu (17/6/2024) malam. 

Pawai yang dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman ini menampilkan puluhan mobil hias dan peserta pejalan kaki yang dihiasi dengan berbagai dekorasi menarik dan kreatif.

Semaraknya lantunan takbir dan salawat yang menggema di sepanjang ruas jalan protokol ibukota Provinsi Aceh ini menjadi tanda syukur dan kebahagiaan dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah. 

Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pawai takbir tahun ini terlihat sangat tinggi. Banyak keluarga yang datang bersama untuk menikmati momen istimewa ini.

“Saya bersama keluarga disini dari jam 8 tadi, suasananya sangat meriah, banyak mobil hias dan dekorasi yang menarik, anak-anak saya pun senang sekali melihatnya,” ujar salah seorang warga Banda Aceh, Rahmad kepada Nukilan.

Hal senda juga sampaikan oleh warga lainnya, Rini mengatakan, pawai takbir ini merupakan tradisi yang sangat di tunggu-tunggu.

“Saya sangat antusias menonton pawai takbir keliling ini. Ini merupakan tradisi tahunan yang selalu saya tunggu-tunggu,” tuturnya.

Reporter: Rezi

Polisi Tangkap 20 Pelaku Judi Online di Aceh Barat

0
Polisi Tangkap 20 Pelaku Judi Online di Aceh Barat. (Foto: BeritaSatu)

NUKILAN.id | Meulaboh – Tim gabungan dari Polres Aceh Barat dan Polsek setempat berhasil menangkap 20 orang yang diduga terlibat dalam perjudian online di beberapa daerah di Kabupaten Aceh Barat pada Sabtu (15/6/2024) malam dan Minggu (16/6/2024) dini hari.

“20 warga yang kami tangkap ini adalah pelaku judi daring slot dan permainan daring Higgs Games Island,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat, Iptu Fachmi Suciandy, kepada wartawan di Meulaboh, Minggu (16/6/2024), seperti dikutip dari Antara.

Menurut Fachmi, penangkapan tersebut dilakukan di sejumlah warung kopi yang tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan dan Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.

Penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima dari masyarakat. Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan intensif dan berhasil menangkap para pelaku judi daring di beberapa warung kopi di wilayah tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan barang bukti berupa transaksi judi slot di ponsel milik pelaku. Seluruh pelaku juga mengakui bahwa mereka melakukan permainan judi daring,” ujar Fachmi.

Saat ini, para terduga pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Aceh Barat untuk diproses hukum lebih lanjut.

Polres Aceh Barat juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun. Fachmi menegaskan bahwa perjudian tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan orang-orang terdekat.

“Masyarakat juga diharapkan melaporkan ke kantor polisi terdekat atau petugas kepolisian yang dikenal jika mendengar atau mengetahui adanya praktik perjudian dalam bentuk apa pun, agar pelaku dapat segera ditangkap,” tutup Fachmi.

Editor: Akil Rahmatillah

Pawai Takbir Keliling Meriahkan Perayaan Idul Adha di Banda Aceh

0
Pawai Takbir Keliling Meriahkan Perayaan Idul Adha di Banda Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Banda Aceh menjadi saksi kemeriahan Musabaqah Pawai Takbir Keliling yang digelar pada Minggu malam (16/6/2024). Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman, yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Aceh.

Sebanyak 25 grup yang terdiri dari utusan desa dan masjid di kawasan kota Banda Aceh dan Aceh Besar ikut ambil bagian dalam pawai ini. Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, secara langsung melepas peserta pawai dari halaman depan pintu gerbang menara utama Masjid Raya Baiturrahman.

Pantauan RRI menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang sudah memadati area masjid sejak usai shalat maghrib. Banyak warga yang datang bersama keluarga dan teman-teman untuk menyaksikan kemeriahan jalannya pawai takbir keliling.

Rute pawai kali ini meliputi sejumlah jalan protokol di Banda Aceh. Dimulai dari Masjid Raya, peserta berjalan dan berkendara melalui Simpang Jambo Tape, Bundaran Simpang Lima, Simpang Kodim, dan kembali ke Masjid Raya Baiturrahman.

Total hadiah yang diperebutkan dalam pawai takbir ini mencapai Rp38 juta. Para pemenang akan mendapatkan penghargaan untuk juara 1, 2, dan 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3, hingga kategori juara favorit.

Pawai Takbir Idul Adha merupakan agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh. Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan syiar Islam yang berkelanjutan di provinsi yang berjuluk Serambi Mekkah ini.

Dengan semarak dan antusiasme yang tinggi, Pawai Takbir Keliling tahun ini diharapkan dapat terus memperkuat rasa kebersamaan dan kekhusyukan dalam merayakan Hari Raya Idul Adha.

Editor: Akil Rahmatillah

Pembeli Ayam Capai 400kg Hari Meugang di Panton Labu

0
Lapak jual ayam merah dan putih pusat Kota Panton Labu Aceh Utara meugang Idul Adha 1445 H (dok: foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Pembeli ayam pusat Kota Panton Labu, Aceh Utara lebih banyak daripada daging lembu. Meski pembelinya lebih banyak lebaran Idul Fitri kemarin, tapi minat daging lembu sangat merosot dibandingkan ayam.

Salah satu penjual, Putra (38) asal Samakurok Panton Labu mengatakan, memang lebih banyak lebaran kemari  pembelinya, namun dibandingkan daging, minat ayam hari ini lebih banyak. Saat lebaran Idul Fitri ayam merah dan putih bisa terjual sekitar 500kg/hari, sementara Idul Adha hari ini turun 100kg, jadi totalnya 400kg yang sudah terjual.

“Untuk hari ini kita laku 400kg, buka pagi siang tutup, sementara lebaran kemarin sampai 500kg,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (16/6/2024)

Sebut Putra, harga ayam merah Rp60.000,00/kg dan ayam putih Rp65.000,00/kg. Pembelinya tetap aman dibandingkan daging. Hari ini daging benar-benar di bawah karena masyarakat ada daging kurban. Kondisi pasar pagi ramai, siang hari sisa sedikit saja, bahkan ada lapak yang masih banyak barangnya.

“Dulu bisa Rp30.000,00/kg, sedangkan hari ini jadi Rp25.000,00/kg, kita tetap ikut harga pasaran,” tuturnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Ratusan Ikan Bandeng Laku dan Jadi Primadona Hari Meugang

0
Penjual ikan bandeng di pasar pusat Kota Panton Labu Hari Meugang Idul Adha 1445 H 2024 (dok : foto Auliana Nukila .id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Ikan bandeng (chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara dan Oseania. Di Aceh, ikan bandeng telah berhasil menembus pasar internasional karena kandungan gizinya yang baik dan itu disebutkan oleh Tenaga Pendamping Usaha Kelautan dan Perikanan (TPUKP) KKP RI Aceh.

Masyarakat Kabupaten Aceh Utara Kecamatan Tanah Jambo Aye biasanya membudidaya ikan bandeng sampai berton untuk dikirim ke luar kota atau ke luar Aceh, bahkan internasional. Lemak yang ada di dalam ikan bandeng sangatlah disukai oleh pembeli, minatnya tidak berkurang sama sekali. Sama halnya seperti Hari Meugang Idul Adha 1445 H 2024, ikan bandeng lebih diminati daripada daging lembu.

Salah satu penjual di pasar Pusat Kota Panton Labu, Muhammad Yuna (52) yang berasal dari Jambo Aye Gampong Meunasah Merbo mengatakan, ikan bandeng masih menjadi primadona sampai hari ini. Katanya, bertahun-tahun ia jualan tidak pernah turun drastis pembelinya. Ikan bandengnya pun laku sekitar 230kg hari ini. Ada yang dibeli oleh penjual lain, bahkan ia jual sendiri di pasar. Harga ikannya sekitar Rp35.000,000-Rp30.000,00/kg tergantung besar atau tidaknya.

Ia juga menyampaikan, ikan bandeng tersebut berasal dari tambaknya sendiri. Ikan bandeng dipanen kemarin sebelum Hari Meugang gunanya agar tetap segar dan kondisinya tidak lembek. Alasan pembeli menyukai ikan yang ia jual karena tidak bau lumpur. Ketika pembeli datang, mereka akan menekan-nekan bagian badan ikan dan ternyata memang masih segar.

“Ikan dari tambak sendiri, pembeli mengincarnya karena ikan bandeng yang saya jual tidak bau lumpur, banyak lemak, dan gizi di dalam ikan bandeng sangat banyak, ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (16/6/2024).

Lanjutnya, tiga jam berjualan laku ratusan kilogram. Ia juga menjual dengan jumlah besar untuk acara kenduri atau pesta. Dengan demikian, meski harga daging lembu menurun lebaran ini, tetapi ikan bandeng masih diincar banyak orang. Alasannya, ada masyarakat yang tidak suka daging, suka dengan ikan bandengnya, atau beli ikan saja karena daging sudah ada daging lembu kurban besok saat Hari Raya Idul Adha.

“Semoga para penjual tetap semangat, rezeki sudah diatur oleh Allah Swt. tetap jualan meski kadang turun kadang naik, baik penjual daging, ayam, atau bandeng,” tutupnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Capaian Imunisasi Dasar Lengkap di Aceh Terendah Ketiga di Indonesia

0
Ilustrasi imunisasi. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mencatat capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) di Aceh hingga data terakhir 2023 berada di posisi tiga terbawah secara nasional. Angka ini hanya mencapai 39,4 persen, berada sedikit di atas dua provinsi baru di Papua, yakni Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, mengungkapkan bahwa capaian IDL di Aceh masih memprihatinkan. Beberapa wilayah dengan capaian terendah adalah Pidie dengan hanya 3,9 persen, serta Aceh Jaya, Bireuen, dan Pidie Jaya yang masing-masing berkisar antara 12-14 persen.

“Kebanyakan ibu-ibu di wilayah tersebut tidak menganggap imunisasi sebagai hal penting dan ada anggapan bahwa imunisasi memberikan efek samping pada bayi karena melalui suntikan,” ujar Iman di Banda Aceh, Sabtu (15/6/2024).

Hingga April 2024, capaian IDL di Aceh juga belum mencapai target tahunan sebesar 33,3 persen. Saat ini, capaian baru berada di angka 12-13 persen dari 105.000 bayi yang ditargetkan. Artinya, baru sekitar 12.000-13.000 bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap.

“Mudah-mudahan kita bisa menggenjot capaian ini di bulan Juli, kalau Mei dan Juni sudah selesai,” harap Iman.

Lebih lanjut, Iman menjelaskan bahwa rendahnya capaian imunisasi ini sangat mengkhawatirkan, terutama karena Aceh masuk dalam wilayah zona merah dengan risiko tinggi terhadap infeksi virus polio.

“Tingkat risikonya mencapai 100 persen. Beberapa kasus virus polio yang ditemukan di Pidie pada 2022, hampir semua karena belum mendapatkan imunisasi lengkap. Ada juga yang terindikasi virus polio di tinja, tetapi tidak mengalami lumpuh layu karena sudah mendapat imunisasi,” terangnya.

Selain polio, rendahnya capaian imunisasi di Aceh juga meningkatkan risiko penularan penyakit lain seperti difteri, campak, rubella, dan pertusis pada anak. “Di RSUD Zainal Abidin tahun lalu ada 112 kasus terduga rubella, padahal targetnya hanya 21 saja. Hampir lima kali lipat dari target awal, ini dampak dari rendahnya imunisasi,” jelas Iman.

Untuk meningkatkan capaian imunisasi, Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya seperti mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Aceh tentang Penguatan Imunisasi Rutin dan Surveilans (PD3I), serta Pergub tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Imunisasi. Selain itu, juga dilakukan advokasi dan koordinasi lintas sektor, hingga supervisi suportif.

“Bahkan, kita juga melibatkan tokoh agama, masyarakat, serta media dalam upaya meningkatkan imunisasi di Aceh,” tambah Iman Murahman.

Dengan berbagai langkah ini, diharapkan capaian imunisasi di Aceh dapat segera meningkat dan melindungi lebih banyak anak dari risiko penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.

Editor: Akil Rahmatillah

Disdikbud Aceh Singkil Gelar Workshop Gerakan Seniman Masuk Sekolah

0
Dissikbud Aceh Singkil Gelar Workshop Gerakan Seniman Masuk Sekolah. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Singkil – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil mengadakan Workshop Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) pada Kamis (13/06/2024) di Aula SMP Negeri 1 Singkil. Acara ini merupakan lanjutan dari workshop sebelumnya yang diikuti oleh Tim Pengelola GSMS Disdikbud Aceh Singkil.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Disdikbud, M. Najur, dan dihadiri oleh beberapa pemateri seperti Kabid Kebudayaan, Putri Zuliana S, Pd, perwakilan seniman Muhamad Yasir, tim perumus Amrul Badri, serta pengelola Melva Wahyuni.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Aceh Singkil, Putri Zuliana S, Pd, kepada RRI menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis persiapan dan pelaksanaan program kepada para seniman dan kepala sekolah yang terpilih mengikuti program GSMS tahun 2024.

“Workshop ini dihadiri oleh 23 orang seniman, 23 orang asisten seniman, dan 23 orang kepala sekolah, serta tim perumus dan pengelola dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil. Tujuannya adalah untuk menyampaikan bagaimana persiapan seniman dan asisten seniman dalam melakukan proses pembelajaran untuk GSMS tahun 2024. Selain itu, kami juga menyampaikan informasi tentang penggunaan dana BOS yang bisa dilakukan oleh kepala sekolah untuk pemajuan atau pelestarian kebudayaan,” ujar Putri.

Lebih lanjut, Putri menyatakan bahwa dalam workshop tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi yang akan digunakan oleh seniman dalam pelaporan maupun pelaksanaan program GSMS.

“Kami juga menyampaikan kepada para seniman dan asisten seniman tentang penggunaan aplikasi. Jadi, pelaporan kegiatan pembelajaran dan pengunggahan video pembelajaran akan menggunakan aplikasi tersebut,” tambahnya.

Putri berharap dengan adanya workshop ini akan terjalin kerjasama yang baik antara seniman, asisten seniman, dan kepala sekolah agar kegiatan GSMS dapat berjalan lancar. Secara khusus, para seniman dan asisten diharapkan benar-benar menjalankan 19 kali pembelajaran sesuai dengan syarat yang ditetapkan.

Hasil pembelajaran nantinya akan ditampilkan dalam sebuah pagelaran yang direncanakan akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2024. Adapun seluruh biaya kegiatan pembelajaran GSMS akan ditanggung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kecuali anggaran pagelaran yang akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.

Dengan workshop ini, diharapkan para seniman dapat lebih siap dan terampil dalam menyampaikan seni dan budaya kepada para siswa, sehingga dapat melestarikan kebudayaan daerah melalui pendidikan di sekolah.

Editor: Akil Rahmatillah

Manisan Buah Pala, Buah Tangan Primadona Khas Kota Naga

0
Manisan Buah Pala, Buah Tangan Primadona Khas Kota Naga. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, dikenal dengan julukan “Kota Naga” memiliki oleh-oleh khas yang wajib dibawa pulang oleh para wisatawan. Manisan buah pala, yang diolah dari buah pala segar, menjadi pilihan utama bagi pelancong yang ingin membawa buah tangan bagi keluarga, sanak saudara, dan kerabat di rumah.

Kabupaten Aceh Selatan memang kaya akan pohon pala, menjadikannya salah satu daerah penghasil pala terbesar di Indonesia. Potensi ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menciptakan peluang usaha yang bernilai ekonomis.

Tak hanya bijinya yang bernilai tinggi, daging buah pala juga bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman. Salah satu olahan paling terkenal adalah manisan buah pala, yang selain enak juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Biji buah pala sendiri diketahui dapat melancarkan pencernaan, mengatasi susah tidur (insomnia), dan menghilangkan bau mulut.

Dilaporkan oleh Nukilan.id, mayoritas pengolahan manisan buah pala di Aceh Selatan dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Produk makanan ini sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Proses pembuatan manisan buah pala terbilang mudah namun memerlukan ketelitian. Buah pala yang sudah dipanen direndam dalam air garam selama tiga hari, lalu dikupas dan dicuci bersih untuk menghilangkan getahnya. Daging buah pala kemudian diiris tipis atau dibentuk seperti bunga mekar, sehingga tampilannya lebih menarik.

Daging pala yang telah bersih dan dipotong direbus dan dicampur dengan air gula pasir selama tiga malam. Setelah gula larut, daging pala dijemur selama lima hari di rumah kaca khusus untuk menghindari serangga. Setelah kering, daging pala diberi taburan gula pasir dan dikemas dalam toples.

Manisan pala tak hanya jadi makanan ringan yang tahan lama, tapi juga bisa diolah menjadi minuman segar, rempah-rempah, dan berbagai jenis obat-obatan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Para wisatawan tak perlu khawatir sulit mendapatkan manisan buah pala, karena oleh-oleh khas ini tersedia di banyak tempat. Mulai dari toko oleh-oleh di Tapak Tuan, terminal bus antar provinsi, pelabuhan penyeberangan, bandara, hingga sejumlah supermarket di Aceh.

Dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu per porsi, manisan buah pala ini bisa menjadi pilihan tepat untuk buah tangan. Bagi Anda yang berkunjung ke Aceh, wajib membawa pulang manisan buah pala yang dijamin enak dan bisa membuat ketagihan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pembeli Daging Lembu Pusat Kota Panton Labu Menurun

0
Daging Lembu Pusat Kota Panton Labu Aceh Utara (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Pembeli daging Hari Raya Idul Adha 1445 H di pusat Kota Panton Labu, Aceh Utara menurun karena banyak masyarakat yang menerima daging kurban. Harga daging lembu capai Rp170.000,00-Rp180.000,00 pasaran dan tulang daging kaki Rp80.000,00-Rp120.000,00 per kilogram (Kg).

Geuchik Kasem Gampong Tanjong Dalam (55), yakni sebagai penjual mengatakan, memang pembelinya menurun meugang Hari Raya Idul Adha karena masyarakat besok sudah menerima daging kurban. Katanya, hari ini ia hanya menghabiskan tiga lembu saja, padahal sebelumnya lebih dari yang disebutkan.

“Memang agak susah meugang ini karena masyarakat menerima daging kurban, otomatis niat untuk membeli daging itu kurang,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (16/6/2024)

Ia berjualan dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Masyarakat pun sudah sepi menjelang siang, jadi harga sekian jadi sekian untuk menghabiskan barang. Ketika ada pembeli yang tawar menawar akan diberikan discount. Meski penjualannya menurun, penjualnya masih ramai seperti meugang Hari Raya Idul Fitri sebelumnya.

“Hari ini saya hanya menghabiskan tiga lembu, tapi Alhamdulillah masih ada rezeki,” ucapnya.

Ia berharap, semoga penjualannya naik nantinya, tetapi meugang Hari Raya Idul Adha memang sudah biasa menurun pembelinya. Hal ini juga disebabkan yang jualan juga ramai. []

Reporter : Auliana Rizky