Beranda blog Halaman 110

Sosiolog Aceh Sebut Perubahan Satuan Mahar dari Manyam ke Gram sebagai Adaptasi Adat di Tengah Tekanan Ekonomi

0
sisiolog aceh
Sosiolog Aceh, Dr. Masrizal. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Melambungnya harga emas murni yang kini menembus angka Rp8.000.000 per manyam di Aceh Timur mulai memicu keresahan di kalangan generasi muda yang tengah mempersiapkan diri membangun rumah tangga. Kenaikan harga emas tak hanya berdampak pada daya beli, tetapi juga berimplikasi pada praktik adat yang selama ini melekat dalam prosesi pernikahan.

Merespons realitas ekonomi yang kian menantang tersebut, Pemerintah Gampong Alue Ie Mirah mengambil langkah progresif dengan mewacanakan perubahan satuan mahar dari manyam ke gram. Kebijakan ini dipandang sebagai upaya adaptif agar tradisi tetap berjalan seiring dengan kemampuan ekonomi masyarakat.

Keuchik Gampong Alue Ie Mirah, Romi Syahputra, menyatakan bahwa langkah tersebut akan segera dilegitimasi melalui penerbitan Peraturan Gampong. Aturan ini diharapkan menjadi payung hukum agar kebijakan tidak menimbulkan tafsir beragam di tengah masyarakat.

“InsyaAllah dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan aturan gampong. Penyebutan mahar tidak lagi menggunakan manyam, tapi gram. Ini murni untuk meringankan beban masyarakat, khususnya anak muda kita yang ingin menyempurnakan ibadah pernikahan,” ujar Romi yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Keuchik Kecamatan Indra Makmu, Selasa (6/1/2026).

Menurut Romi, perubahan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengikis nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sebaliknya, kebijakan ini diposisikan sebagai bentuk penyesuaian agar kearifan lokal tetap relevan di tengah tekanan ekonomi yang terus berubah.

Menanggapi gebrakan tersebut, Nukilan.id menghubungi sosiolog Aceh, Dr. Masrizal, pada Jumat (16/1/2026). Ia menilai kebijakan itu sebagai cerminan dinamika sosial yang tengah berlangsung di masyarakat Aceh.

“Ini merupakan bentuk adaptasi adat terhadap tekanan ekonomi modern yang sekarang terus menggerogoti masyarakat kita, terutama di Aceh,” kata Dr. Masrizal.

Dr. Masrizal menjelaskan bahwa tradisi mahar dalam bentuk emas sejatinya telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh, dengan nilai yang umumnya ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak keluarga.

“Kalau kita lihat, tradisi mahar dalam bentuk emas sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari budaya kita, dengan nilai yang ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak keluarga, terutama dari pihak mempelai perempuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai perubahan satuan dari manyam ke gram dapat dipahami sebagai langkah rasional dalam merespons perkembangan zaman. Perubahan ini dinilai membuat nilai mahar menjadi lebih jelas dan mudah dipahami lintas generasi.

“Tidak lagi bergantung pada satuan tradisional seperti manyam yang, bagi sebagian generasi muda hari ini, sudah mulai sulit dimengerti. Ini juga mencerminkan adanya perubahan sosial di masyarakat Aceh, di mana adat mahar emas berusaha beradaptasi tanpa harus ditinggalkan,” jelasnya.

Dalam konteks tekanan ekonomi yang semakin terasa, Dr. Masrizal menilai kebijakan tersebut berpotensi meringankan beban keluarga, khususnya dari pihak mempelai laki-laki, tanpa harus menanggalkan substansi adat itu sendiri.

“Dalam konteks tekanan ekonomi, tentu perubahan ini bisa dilihat sebagai bentuk adaptasi adat, khususnya untuk meringankan beban keluarga mempelai laki-laki,” pungkasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perubahan satuan mahar tidak serta-merta berdampak langsung pada meningkatnya angka pernikahan di kalangan anak muda. Meski begitu, kebijakan ini tetap dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi salah satu hambatan struktural dalam pernikahan.

“Mungkin (dampaknya) tidak secara langsung. Namun setidaknya, ini menjadi salah satu strategi agar mahar lebih transparan, terukur, dan terjangkau, sehingga bisa mengurangi salah satu hambatan dalam pernikahan, terutama di tengah harga emas yang belakangan terus melonja,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: AKIL

Majelis Syura dan Staf Khusus Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan Silaturahmi Menteri Besar Kelantan

0
Majelis Syura dan Staf Khusus Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan Silaturahmi Menteri Besar Kelantan. (Foto: LWN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh yang diwakili oleh Majelis Syura dan Staf Khusus Wali Nanggroe menerima kunjungan silaturahmi Menteri Besar Kelantan, Yang Amat Berhormat Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassuruddin bin Haji Daud, pada Minggu, 18 Januari 2026.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan antara Aceh dan Kelantan yang selama ini memiliki kedekatan historis, budaya, dan keagamaan.

Perwakilan Wali Nanggroe Aceh menyambut baik kedatangan rombongan dari Kelantan. Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara kedua wilayah serumpun yang memiliki latar belakang nilai-nilai Islam dan adat yang kuat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan hubungan persahabatan dan kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang. Hubungan Aceh dan Kelantan selama ini dikenal memiliki ikatan emosional yang kuat sebagai sesama wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakatnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah dan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan antara Aceh dan Kelantan.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi di berbagai bidang, baik sosial, budaya, maupun keagamaan, yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh dan Kelantan ke depan.

Derby Manchester Milik Setan Merah, MU Bungkam City 2-0

0
Manchester United menaklukkan Manchester City dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (17/1/2026) malam WIB. (Foto: AFP/DARREN STAPLES )

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Manchester United berhasil mengamankan kemenangan penting atas Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris. Bermain di Old Trafford, Sabtu (17/1/2026) malam WIB, Setan Merah menaklukkan rival sekotanya dengan skor 2-0 dan menembus empat besar klasemen sementara.

Amatan Nukilan.id, derby Manchester berlangsung ketat sejak menit awal. Pada babak pertama, kedua tim sama-sama saling menyerang, namun belum ada gol yang tercipta. MU sebenarnya sempat mencetak dua gol melalui Amad Diallo dan Bruno Fernandes, tetapi keduanya dianulir wasit karena posisi offside.

Man United mendapatkan sejumlah peluang berbahaya di paruh pertama. Sundulan Harry Maguire dari situasi sepak pojok pada menit ketiga membentur tiang gawang, sementara tembakan Robbie Mainoo masih mudah diamankan kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma. Peluang emas lainnya datang dari Patrick Dorgu dan Bryan Mbeumo, namun belum mampu berbuah gol.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan tetap tinggi. Manchester City sempat mengancam lewat tembakan Erling Haaland, tetapi berhasil diblok oleh Lisandro Martinez. Donnarumma juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting untuk menjaga gawang City tetap aman.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-65. Berawal dari serangan balik cepat, umpan terukur Bruno Fernandes diselesaikan Bryan Mbeumo dengan tendangan akurat yang membawa MU unggul 1-0. Keunggulan tersebut bertambah pada menit ke-76 setelah Patrick Dorgu memaksimalkan umpan tarik Matheus Cunha dan menaklukkan Donnarumma.

MU sempat menambah gol di masa injury time melalui Mason Mount. Namun, setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir sehingga skor tetap bertahan 2-0 hingga peluit akhir dibunyikan.

Hasil ini membuat Manchester United naik ke posisi keempat klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 35 poin. Sementara itu, Manchester City harus puas tertahan di peringkat kedua dengan 43 poin. (XRQ)

Reporter: Akil

MDMC Muhammadiyah Terjunkan Tim Medis Spesialis ke Wilayah Terpencil Aceh Timur

0
Tim relawan Muhammadiyah saat memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat yang masih terisolir akibat terdampak bencana banjir, di Aceh Timur, Jumat (16/1/2026). (Foto: MDMC Muhammadiyah)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Relawan Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menerjunkan Tim Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan kesehatan spesialistik kepada warga terdampak bencana banjir di wilayah terisolir Kabupaten Aceh Timur.

Pimpinan Tim EMT Muhammadiyah, dr M Irfan Rizaldy, mengatakan tim kemanusiaan terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan hingga ke daerah yang sulit diakses.

“Kita menembus terus memperluas jangkauan layanan kemanusiaan hingga ke wilayah paling sulit diakses untuk memberikan layanan medis kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan di Aceh Timur, Sabtu.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Tim EMT berhasil menjangkau Dusun Sarah Raja di Desa Sah Raja serta Dusun Sijuk di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari. Daerah-daerah ini masih terisolir akibat dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

Layanan medis ini merupakan bagian dari misi MDMC DI Yogyakarta di Aceh Timur yang melibatkan tenaga kesehatan profesional dari sejumlah institusi, di antaranya RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS AMC, PKU Bantul, PKU Gombong, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

M Irfan menjelaskan, perjalanan menuju lokasi pengungsian di Dusun Sarah Raja menuntut perjuangan fisik karena medan yang tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Mobilisasi tim dilakukan secara bertahap dengan menggunakan kendaraan 4×4 untuk melintasi jalur berlumpur, dilanjutkan motor trail berkat dukungan komunitas IMTRAX guna menembus jalan sempit dan licin.

“Karena akses darat terputus oleh sungai dan genangan air, tim kemudian menggunakan perahu untuk menyeberang sebelum melanjutkan perjalanan berjalan kaki menanjak menuju tenda-tenda pengungsian warga,” ujarnya.

Meski berada di lokasi terpencil dengan keterbatasan fasilitas, MDMC tetap menghadirkan layanan medis yang memadai, termasuk pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dan dokter umum. Kehadiran tim medis tersebut disambut haru oleh warga yang selama berminggu-minggu mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 86 pasien mendapatkan penanganan medis dengan keluhan yang didominasi penyakit kulit akibat buruknya sanitasi pascabanjir, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, serta kelelahan ekstrem. Tim juga memberikan obat-obatan dan edukasi kesehatan kepada para pengungsi.

“Kondisi di sana cukup memprihatinkan, karena letaknya yang benar-benar terputus. Tapi, melihat semangat dari 86 pasien yang kami layani, rasa lelah tim terbayar lunas,” kata M Irfan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa warga di pelosok, terdalam sekalipun tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, MDMC merupakan lembaga penanggulangan bencana di bawah Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta rehabilitasi pascabencana di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, respons MDMC Muhammadiyah telah menjangkau lebih dari 900 warga di sejumlah daerah di Aceh Timur dan masih terus berlanjut melalui sistem rotasi relawan. Rotasi tim berikutnya dijadwalkan pada 19 Januari 2026 untuk memastikan layanan kesehatan serta pendampingan psikososial tetap berjalan hingga masa pemulihan berakhir.

Polda Aceh Pastikan Brimob yang Disersi dan Diduga Gabung Tentara Rusia Telah Di-PTDH

0
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto. (Foto: Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Polda Aceh memastikan seorang anggota Satuan Brimob yang melakukan disersi dan diduga bergabung dengan tentara Rusia telah dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Polisi Joko Krisdiyanto, mengatakan anggota tersebut bernama Bripda Muhammad Rio. Yang bersangkutan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan dan telah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

“Yang bersangkutan disersi dengan meninggal tugas tanpa izin pimpinan satuan. Yang bersangkutan juga sudah menjalani sidang kode etik dan diberhentikan dengan tidak hormat,” kata Krisdiyanto di Banda Aceh, Sabtu.

Terkait informasi dugaan keterlibatan Muhammad Rio dengan Angkatan Bersenjata Rusia, Krisdiyanto menjelaskan bahwa yang bersangkutan tidak langsung meninggalkan dinas untuk pergi ke luar negeri. Sebelumnya, Rio tercatat memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri.

Ia pernah menjalani sidang KKEP atas kasus perselingkuhan hingga menikah siri. Putusan sidang tersebut menjatuhkan sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun serta penempatan di pelayanan markas atau Yanma Brimob.

“Putusannya saat itu sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun dan penempatan di pelayanan markas atau yanma Brimob. Putusan melalui sidang KKEP tertanggal 14 Mei 2025,” kata Krisdiyanto.

Krisdiyanto menyebutkan Muhammad Rio mulai tidak masuk dinas tanpa keterangan yang jelas sejak 8 Desember 2025. Selanjutnya, pada 7 Januari 2026, Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada sejumlah personel internal Brimob Polda Aceh.

Pesan tersebut berisi dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, termasuk proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang telah dikonversi ke rupiah.

Sebelum menerima pesan tersebut, personel Siprovos Satbrimob Polda Aceh telah melakukan pencarian terhadap Muhammad Rio ke rumah pribadi maupun kediaman orang tuanya.

“Terkait dengan absennya yang bersangkutan dalam dinas, Polda Aceh telah mencarinya. Selain itu, juga telah dilayangkan surat panggilan sebanyak dua kali. Satbrimob Polda Aceh juga menerbitkan daftar pencarian orang atau DPO,” katanya.

Polda Aceh juga mengantongi sejumlah barang bukti berupa foto dan video, data paspor, serta data penumpang pesawat. Berdasarkan data tersebut, diketahui Rio tercatat melakukan perjalanan udara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai, pada 18 Desember 2025.

“Kemudian, melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional Haikou Meilan (HAK) pada 19 Desember 2025,” kata Krisdiyanto.

Atas dasar temuan tersebut, Polda Aceh melakukan penanganan pelanggaran kode etik profesi Polri serta meminta pendapat dan saran hukum. Sidang KKEP dilaksanakan secara in absentia sebanyak dua kali, yakni pada 8 Januari 2026 dan 9 Januari 2026.

Muhammad Rio dikenakan Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 4 huruf a dan e, Pasal 5 Ayat (1) huruf a, b, dan c, serta Pasal 8 huruf c angka 1 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri.

“Putusan sidang berupa sanksi administratif pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH,” katanya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan Muhammad Rio telah menjalani tiga kali sidang KKEP, yakni satu kali terkait pelanggaran perselingkuhan dan dua kali terkait kasus disersi serta dugaan keterkaitan dengan tentara Rusia.

“Artinya, yang bersangkutan telah tiga kali menjalani sidang, dengan putusan terakhir berupa pemberhentian dengan tidak hormat,” kata dia.

Profil Bripda Rio, Eks Personel Brimob Polda Aceh yang Diduga Bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia

0
Bripda Rio, Eks Personel Brimob Polda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Seorang anggota Satuan Brimob Polda Aceh bernama Bripda Muhammad Rio menjadi perhatian publik setelah diketahui meninggalkan tugas tanpa izin sejak Desember 2025. Tidak hanya dikategorikan sebagai disersi, Bripda Rio juga diduga terlibat sebagai tentara bayaran di Rusia, negara yang tengah terlibat konflik bersenjata berkepanjangan.

Polda Aceh memastikan kasus tersebut telah ditangani melalui mekanisme internal Polri. Dikutip Nukilan.id dari berbagai sumber, sejumlah bukti administratif dan penelusuran menguatkan dugaan bahwa Bripda Rio saat ini berada di luar negeri dan disinyalir bergabung dengan divisi militer Rusia, khususnya di wilayah Donbass yang dikenal sebagai zona konflik utama.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto membenarkan bahwa Bripda Rio meninggalkan kedinasan tanpa izin sejak 8 Desember 2025 dan tidak pernah memberikan keterangan resmi kepada satuan. Informasi yang diterima kepolisian menyebutkan, yang bersangkutan telah bergabung dengan kelompok tentara bayaran Rusia.

Sebelum kasus ini mencuat, Bripda Rio tercatat memiliki riwayat pelanggaran kode etik. Ia pernah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri pada Mei 2025 akibat kasus perselingkuhan hingga menikah siri. Putusan sidang saat itu menjatuhkan sanksi mutasi demosi selama dua tahun dan penempatan khusus di Yanma Brimob Polda Aceh.

Upaya pencarian telah dilakukan dengan mendatangi kediaman pribadi dan rumah orang tuanya, serta mengirimkan dua kali surat panggilan resmi. Namun, seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Pada 7 Januari 2026, Bripda Rio justru menghubungi pejabat internal Brimob Polda Aceh melalui pesan WhatsApp dan mengirimkan foto serta video yang memperlihatkan dirinya telah bergabung dengan tentara bayaran Rusia, termasuk proses pendaftaran dan informasi gaji.

Berdasarkan data paspor dan manifest penerbangan, Bripda Rio diketahui meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 18 Desember 2025 dengan tujuan Shanghai, lalu melanjutkan perjalanan ke Haikou sehari setelahnya. Data ini menguatkan dugaan bahwa ia berada di luar wilayah Indonesia.

Atas rangkaian pelanggaran tersebut, Polri menggelar dua kali sidang Komisi Kode Etik Polri secara in absentia pada 8 dan 9 Januari 2026. Putusan sidang menjatuhkan sanksi administratif berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Dengan keputusan tersebut, status Bripda Muhammad Rio sebagai anggota Polri resmi berakhir. (XRQ)

Reporter: Akil

Warga Harapkan Percepatan Pemulihan Pascabencana di Kecamatan Bintang

0
Kondisi Kecamatan Bintang pasca dilanda banjir. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Warga dua desa terdampak bencana di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, berharap pemerintah segera menetapkan status pemulihan pascabencana agar penanganan bencana tak berlarut-larut.

Kepala Koordinator Relawan Kecamatan Bintang, Wedy Sastra Yoga, mengatakan bantuan logistik bagi warga Desa Atu Payung dan Desa Serule sudah tersedia dan didistribusikan melalui Simpang Kilometer 127 sebelum dijemput langsung oleh warga desa.

“Kami berharap bisa langsung masuk ke status pemulihan karena kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Warga juga sudah mulai melakukan penanaman pohon di lokasi longsor agar tanah lebih kuat,” kata Wedy kepada Nukilan, Sabtu (17/1/2026).

Selain upaya mitigasi, warga mulai menggarap kembali lahan pertanian yang terdampak bencana. Sejumlah sawah direncanakan ditanami padi maupun bibit durian sebagai bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat.

Untuk akses infrastruktur, Wedy menyebutkan alat berat dilaporkan sudah mulai masuk ke wilayah Kecamatan Bintang. Dalam satu hingga dua minggu ke depan, jalan menuju desa diperkirakan sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Saat ini, keterbatasan akses jalan masih berdampak pada aktivitas dan mata pencaharian warga.

Meski aktivitas mulai kembali berjalan, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Burni Telong yang hingga kini masih berstatus Level II (Waspada). []

Reporter: Sammy

Pengungsi di Kecamatan Bintang Sudah Kembali ke Rumah, Warga Tetap Waspada Aktivitas Burni Telong

0
Banjir yang melanda Aceh Tengah, Rabu (26/11/2025). (Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah).

NUKILAN.ID | TAKENGON – Para pengungsi di dua desa di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, warga masih meningkatkan kewaspadaan menyusul status Gunung Burni Telong yang saat ini berada pada Level II (Waspada).

Kepala Koordinator Relawan Kecamatan Bintang, Wedy Sastra Yoga, mengatakan seluruh warga Desa Atu Payung dan Desa Serule sudah tidak lagi berada di lokasi pengungsian. Namun, warga tetap bersiaga, terutama saat hujan turun dalam waktu lama.

“Kalau hujan terus-terusan di malam hari, warga akan mengungsi sementara. Di Serule ada yang ke musala dan tenda pengungsian, sementara di Atu Payung ke masjid dan tenda darurat,” kata Wedy kepada Nukilan, Sabtu (17/1/2026).

Gunung Burni Telong diketahui berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga. Hingga kini, menurut Wedy, belum ada kepastian dari pihak terkait mengenai potensi erupsi gunung tersebut.

Sementara itu, akses jalan menuju desa-desa terdampak mulai terbuka. Jalur dari Simpang Kilometer 127 yang menghubungkan jalur provinsi menuju Blangkejeren sudah dapat dilalui, dengan jarak sekitar dua kilometer menuju Atu Payung dan Serule. []

Reporter: Sammy

RSUD Aceh Tamiang Aktifkan ICU Mini untuk Tangani Korban Banjir dan Longsor

0
Kondisi RSUD di Aceh Tamiang. (Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – RSUD Muda Sedia di Kabupaten Aceh Tamiang mulai mengoperasikan kembali layanan perawatan intensif (ICU) guna menangani korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Untuk sementara, layanan yang dijalankan masih berupa ICU mini.

Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra, mengatakan pihaknya memprioritaskan pengaktifan ICU agar pelayanan pasien kritis tetap berjalan. Saat ini, ICU mini telah dilengkapi dua ventilator dewasa, satu ventilator anak, serta alat bantu napas non-invasif berupa CPAP.

“Namun, memang ICU definitifnya sendiri, target kami akan berdayakan setelah jaringan oksigennya pulih. Setelah AC-nya kami pasang baru, maka nanti akan kami hidupkan,” kata Andika.

Selain ICU, rumah sakit juga membutuhkan dukungan sarana lain, khususnya unit pelayanan darah untuk menunjang tindakan operasi besar dan penanganan penyakit tertentu. Menurut Andika, keterbatasan ketersediaan darah dapat menyulitkan proses perawatan pasien.

Kebutuhan mendesak lainnya adalah penambahan armada ambulans. Saat ini RSUD Muda Sedia hanya memiliki dua unit ambulans aktif.

“Sampai sekarang memang kami masih kekurangan ambulans hanya dua, setidaknya kami minimal ada tambahan tiga lagi, jadi stand by lima ambulans lah untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, RSUD Muda Sedia sempat tidak beroperasi akibat banjir besar yang menerjang Aceh Tamiang pada 27 November 2025. Seluruh pasien yang dirawat saat itu terpaksa dievakuasi ke ruang rawat inap di lantai dua.

Pembersihan rumah sakit mulai dilakukan sejak 3 Desember 2025. Saat ini, layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia telah kembali berjalan secara bertahap.

Untuk mendukung pelayanan, Kementerian Kesehatan juga menurunkan relawan ke lokasi. Langkah ini diambil karena lebih dari 90 persen tenaga kesehatan dan tenaga medis RSUD Muda Sedia turut terdampak bencana.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menegaskan pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah terdampak.

“Ini disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, pemerintah telah dan terus mengupayakan sebaik mungkin,” tutupnya.

Kapolda Aceh Klaim Belum Ketahui Alasan Eks Brimob Gabung Tentara Rusia

0
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. (FOTO: Bidhumas Polda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menyatakan belum mengetahui motif mantan anggota Satuan Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, yang diketahui bergabung dengan tentara bayaran di Rusia.

“Saya tidak tahu apa motif yang bersangkutan bergabung dengan tentara Rusia. Saya belum mendalami motifnya karena tidak bertemu dengannya,” ujar Marzuki Ali Basyah di Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).

Kapolda menjelaskan, Bripda Muhammad Rio sudah tidak aktif secara fisik sebagai anggota Polri sejak menjalani sidang kode etik terkait perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) beberapa waktu lalu. Setelah tidak lagi aktif, Polda Aceh memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan pergi ke luar negeri dan bergabung dengan tentara Rusia.

Menurut Marzuki, Bripda Muhammad Rio diketahui berangkat dari Jakarta menuju Rusia melalui China pada 19 Desember 2025. Hingga kini, Polda Aceh mengindikasikan yang bersangkutan telah berada di Rusia.

“Kini, indikasi yang bersangkutan sudah di Rusia. Saya tidak tahu alasan yang bergabung dengan tentara Rusia,” kata jenderal polisi bintang dua tersebut.

Kapolda Aceh menegaskan bahwa Bripda Muhammad Rio sudah tidak layak lagi menjadi anggota Polri. Hal itu disebabkan yang bersangkutan pernah dua kali dijatuhi hukuman dalam kasus KDRT serta melakukan pelanggaran berat berupa meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi.

“Yang bersangkutan sudah tidak layak menjadi anggota Polri karena pernah mendapat hukuman terkait KDRT serta meninggalkan dinas. Yang bersangkutan juga sudah diberhentikan sebagai anggota Polri dalam sidang kode etik,” tegas Marzuki.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto juga memastikan bahwa Bripda Muhammad Rio telah resmi diberhentikan dari institusi Polri. Ia menyebut, yang bersangkutan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan dan telah menjalani sidang kode etik.

“Yang bersangkutan desersi dengan meninggal tugas tanpa izin pimpinan satuan. Yang bersangkutan juga sudah menjalani sidang kode etik dan diberhentikan dengan tidak hormat,” kata Joko Krisdiyanto.