Beranda blog Halaman 1093

PT PGE Serahkan 33 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Aceh Utara

0
PT PGE Serahkan 33 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Aceh Utara. (Foto: elshinta.com)

NUKILAN.id | Lhoksukon – PT Pema Global Energi (PGE) kembali menunjukkan komitmennya dalam berbagi kebahagiaan pada momen Idul Adha tahun ini. Melalui kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya, PGE telah menyerahkan sebanyak 33 ekor sapi kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional mereka di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Penyerahan simbolis dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (15-16/6/2024) lalu oleh Bustami Syarbini selaku External Relation Manager PGE dan Agus Salim selaku External Relation Coordinator PGE. Mereka menyerahkan sumbangan kurban ini kepada masyarakat melalui berbagai masjid, pesantren, dan kepada para stakeholder yang telah menjalin kerjasama dengan PGE.

Bustami Syarbini menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas perusahaan, tetapi juga filosofi yang mendasari PGE untuk turut serta dalam kehidupan masyarakat sekitar.

“Kami berupaya menjadi bagian dari masyarakat dan berbagi kontribusi nyata serta membangun hubungan harmonis dengan semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bustami, inisiatif ini juga menunjukkan kepedulian PGE terhadap pelaksanaan ibadah kurban dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah.

“Sebagai sesama muslim, kami memahami pentingnya ibadah kurban dan berusaha menyalurkan sumbangan ini kepada masyarakat sekitar wilayah kerja kami,” tambahnya.

Harapannya, kegiatan ini dapat mempererat komunikasi dan silaturahmi antara PGE dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dengan demikian, diharapkan dukungan terhadap setiap kegiatan yang dilakukan PGE dalam mengelola Wilayah Kerja B dapat semakin kuat.

“Kami berharap apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam menyambut Idul Adha kali ini,” tutup Bustami.

Dengan sumbangan sapi kurban ini, PGE tidak hanya memperlihatkan komitmen sosialnya, tetapi juga mengukuhkan peran sebagai bagian integral dari komunitas tempat mereka beroperasi.

Editor: Akil Rahmatillah

Lubuk Layu: Pemandian Alami Favorit untuk Rekreasi Keluarga

0
Pemandian Lubuk Layu, Samdua, Aceh Selatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Di tengah teriknya cuaca Aceh Selatan, Pemandian Lubuk Layu di Kecamatan Samadua menjadi destinasi favorit warga untuk melepaskan penat dan menikmati kesejukan alami. Setiap siang hari, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal yang ingin mandi dan berendam di air yang jernih dan sejuk, langsung dari sumbernya di Gunung Bukit Barisan.

Dengan suasana yang masih asri dan alami, Pemandian Lubuk Layu menawarkan pengalaman berendam yang menyegarkan. Tak hanya untuk mandi, tempat ini juga menjadi lokasi rekreasi keluarga. Banyak warga yang membawa keluarganya untuk piknik sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Salah satu pengunjung, Amiruddin, mengungkapkan alasannya rutin mengunjungi Pemandian Lubuk Layu setiap akhir pekan dan hari libur.

“Kami sekeluarga sering datang ke sini karena airnya sangat jernih dan sejuk. Selain itu, suasananya juga tenang dan menyenangkan untuk bersantai,” ujar Amiruddin saat ditemu Nukilan.id pada Kamis (20/6/2024).

Senada dengan Amiruddin, Siti, juga mengungkapkan kegembiraannya bisa membawa anak-anaknya bermain di pemandian ini.

“Anak-anak saya sangat suka bermain air di sini. Selain bisa mandi, mereka juga bisa belajar menghargai alam. Tempat ini benar-benar masih alami, cocok untuk kami yang ingin rehat sejenak dari kesibukan sehari-hari,” kata Siti.

Para pengunjung berharap pemerintah daerah dapat terus menjaga kebersihan dan kelestarian Pemandian Lubuk Layu.

“Kami berharap tempat ini tetap terjaga keasriannya. Semoga pemerintah dan warga bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian alam di sini,” tutup Siti.

Pemandian Lubuk Layu memang menawarkan keindahan dan kesejukan yang memanjakan setiap pengunjungnya. Dengan air yang berasal langsung dari Gunung Bukit Barisan, pemandian ini menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam Aceh Selatan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kekeringan Parah Melanda Aceh Besar, Warga Kesulitan Air Bersih

0
Kekeringan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, mengalami kekeringan parah. Kekeringan terparah terjadi di sejumlah gampong di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, dan telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

Pantauan Nukilan.id pada Kamis (20/6/2024) menunjukkan kondisi memprihatinkan di kawasan Punie serta beberapa gampong lain di Kecamatan Darul Imarah. Warga setempat mengalami kekeringan yang berkepanjangan hingga lebih dari sepekan lamanya

Amirul, salah satu warga Gampong Punie, mengungkapkan kesulitan yang dialami warga selama kekeringan ini.

“Kami sudah lebih dari seminggu kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur kami kering,” kata Amirul kepada Nukilan.id, Kamis (20/6/2024).

Amirul juga menjelaskan bahwa kekeringan ini berdampak signifikan pada pelaksanaan ibadah Idul Adha. Kata Amirul, mereka kesulitan melaksanakan kurban karena keterbatasan air bersih.

“Saat Idul Adha kemarin, kami sangat kesulitan untuk melaksanakan kurban. Air yang biasanya kami gunakan untuk membersihkan hewan kurban dan keperluan lainnya sangat terbatas,” tambahnya.

Amirul berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi yang lebih permanen untuk mengatasi kekeringan ini.

“Kami berharap ada tindakan yang lebih nyata dari pemerintah. Kekeringan ini bukan pertama kali terjadi, dan kami butuh solusi jangka panjang agar tidak terus-menerus mengalami kesulitan seperti ini,” tutup Amirul.

Kekeringan yang melanda Aceh Besar ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak, mengingat dampaknya yang luas terhadap kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan ibadah warga. Upaya penanganan yang cepat dan tepat sangat diharapkan untuk mengurangi beban yang dirasakan oleh masyarakat.

Reporter: Akil Rahmatillah

Partai Aceh Dukung Fachrul Razi sebagai Calon Walikota Banda Aceh di Pilkada 2024

0
KPA/PA koetaradja akan mendukung dan bekerja memenangkan Fachrul Razi sebagai Walikota Banda Aceh 2024. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dukungan Partai Aceh terhadap H. Fachrul Razi, MIP., M.Si., M.H., sebagai calon Walikota Banda Aceh pada Pilkada 2024 telah secara resmi diumumkan. Keputusan ini disampaikan dalam pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakkir Manaf, yang akrab disapa Mualem.

Mualem menyatakan keyakinannya terhadap Fachrul Razi, menggambarkannya sebagai tokoh muda yang cerdas dengan jaringan luas di berbagai lini, serta memiliki pengalaman memimpin di tingkat nasional sebagai anggota DPD RI dan Ketua Komite I.

“Saya yakin kepemimpinan Kota Banda Aceh harus diberikan kepada tokoh muda yang berkomitmen untuk kemajuan daerah ini,” ujar Mualem di rumah Ulekareng saat pertemuan tersebut, Selasa (18/6/2024).

Sementara itu, Fachrul Razi, yang juga telah mendaftar sebagai calon dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Banda Aceh melalui jalur eksekutif.

“Saya siap mengabdikan diri untuk ibukota Aceh ini. Insya Allah, Banda Aceh kita kembalikan kepada rakyat dengan pelayanan yang terbaik,” tegas Fachrul Razi.

Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran Partai Aceh dan tokoh-tokoh politik setempat tersebut menandai langkah awal dari kampanye Pilkada yang akan datang, dengan harapan menggalang dukungan yang luas untuk memenangkan Mualem sebagai Gubernur Aceh 2024 dan Fachrul Razi sebagai Walikota Banda Aceh 2024.

Editor: Akil Rahmatillah

Libur Idul Adha, Wisatawan Padati Aceh Tengah

0
Wisatawan menikmati aliran sungai Peusangan, Aceh Tengah. (Foto: TribunGayo)

NUKILAN.id | Takengon – Wisatawan dari berbagai kabupaten di Aceh dan luar Aceh mulai memadati sejumlah lokasi wisata di Aceh Tengah pada hari ketiga Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.

Dilansir dari Tribungayo.com, arus lalu lintas di sekitar lokasi wisata cukup ramai. Sejumlah wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah, tampak memadati objek-objek wisata di kawasan tersebut.

Ridho, salah satu pengelola wisata arung jeram di Jurusen, melaporkan adanya lonjakan kunjungan yang signifikan.

“Sejak hari kedua lebaran kami sudah mulai buka, dan hingga hari ketiga ini, selalu penuh dengan bookingan,” ungkapnya pada Rabu (19/6/2024).

Menurut Ridho, mayoritas pengunjung berasal dari luar daerah. Ia juga memperkirakan lonjakan kunjungan yang lebih besar pada Sabtu dan Minggu mendatang, meskipun libur Idul Adha telah berakhir pada Kamis.

“Sabtu dan Minggu mungkin akan lebih ramai lagi karena beberapa pesanan sudah ada di hari tersebut,” tambahnya.

Amdi (26), seorang wisatawan yang datang bersama temannya, mengaku sengaja memilih Aceh Tengah sebagai destinasi liburan Idul Adha kali ini. Warga asal Lhokseumawe ini berencana menghabiskan dua hari untuk menikmati suasana kota yang dingin.

“Karena di sini banyak wisatanya dan juga dekat dari Lhokseumawe, tadi pagi kami berangkat, mungkin besok sore baru pulang,” kata Amdi.

Ansari, wisatawan lainnya, mengaku senang berwisata ke daerah penghasil kopi tersebut. Ia menjadikan Aceh Tengah sebagai pilihan utama setiap kali berlibur.

“Setahun bisa enam kali ke Takengon, tidak pernah bosan kalau ke sini,” ujar warga asal Banda Aceh ini.

Aceh Tengah, dengan pesona alam dan kekayaan budayanya, terus menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan dengan suasana berbeda.

Editor: Akil Rahmatillah

Korban yang Terseret Arus di Pantai Mon Ikeun Lhoknga Ditemukan Tewas

0
Evakuasi jenazah korban terseret arus Pantai Mon Ikeun, Lhoknga, Kamis (20/6/2024). (Foto: Dok Basarnas Banda Aceh)

Nukilan.id – Agus Mauliadi (29), warga Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh yang merupakan korban yang terseret ombak di Pantai Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar ditemukan tewas, Kamis (20/6/2024) oleh Basarnas Banda Aceh setelah dilakukan pencarian sejak dua hari yang lalu.

Kepala Basarnas Banda Aceh, AL Hussain mengatakan, Tim Search and Resque (SAR) menemukan korban terdampar di bibir muara sungai Pulau Kapuk dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 09.30 WIB.

“Korban ditemukan pada titik koordinat 5°28’25.45″N – 95°14’09.02″E, atau sejauh dua kilometer dari lokasi kejadian. Saat ini, korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Al Hussain, Kamis (20/3/2024).

Sebelumnya diberitakan, satu dari dua orang yang terseret arus di Pantai Mon Ikeun, Muhammad Nabawi (17), warga Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh ditemukan meninggal dunia oleh warga setempat, Selasa (18/6/2024).

Al Hussain menyebutkan, korban yang terseret arus dua orang, yaitu Muhammad Nabawi, warga Lamjamee dan Agus Mauliadi, Warga Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. []

Reporter: Sammy

Kisah Perjuangan Mantan TKI di Arab Saudi: Dari Tsunami Aceh Hingga Sukses Berkarier

0
Alman, mantan TKI di Arab Saudi. (Foto: Tanagkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Alman, seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, membagikan pengalaman hidupnya selama 20 tahun mengabdi di negeri orang. Melalui podcast di kanal YouTube @kasisolusi, Alman memulai ceritanya dari awal keberangkatannya ke Arab Saudi pada tahun 2004, tepat saat Indonesia dilanda bencana tsunami Aceh.

“Ke Arab Saudi saya berangkat dari tahun 2004 waktu tsunami di Aceh. Waktu Pak SBY menang, saya berangkat ke sana,” ujar Alman dikutip oleh Nukilan.id pada Kamis (20/6/2024).

Momen pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi begitu berkesan bagi Alman. Setibanya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, ia disambut dengan kalung bunga sebagai bentuk simpati atas musibah tsunami yang dialaminya.

“Saya disambut pakai kalung bunga. Mereka bilang, ‘Kamu luar biasa, selamat dari tsunami’ padahal kan jauh,” kenangnya.

Alman melanjutkan ceritanya tentang pengalaman pertama kali naik pesawat dan merasakan jetlag. Setibanya di Jeddah, ia bahkan diwawancarai oleh TV Al Jazeera.

“Itu pertama kali saya naik pesawat terus jetlag, turun dari pesawat di wawancara sama TV Al Jazeera,” ucapnya.

Namun, komunikasi menjadi tantangan bagi Alman karena keterbatasan bahasa Arab dan Inggrisnya. Beruntung, ia bertemu dengan seseorang yang baik hati dan membantunya berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

“Alhamdulillah, ada orang yang mendampingi saya. Dia bilang, ‘Ya sudah, ngomong pakai bahasa Indonesia saja’. Jadi saya sampaikan apa adanya mengenai kondisi Indonesia saat tsunami,” jelasnya.

Keramahan dan kedekatan masyarakat Arab Saudi terhadap orang Indonesia sangat dirasakan oleh Alman. Hal ini menunjukkan hubungan erat yang terjalin antara kedua negara.

“Jelas, karena jemaah haji dan umrohnya itu terbanyak dari Indonesia,” ungkapnya.

Awal kariernya di Arab Saudi dimulai dengan bekerja di sebuah minimarket. Alman mengaku sempat mengalami stres karena keterbatasan bahasanya untuk berkomunikasi dengan penduduk setempat.

“Saya pertama kerja itu di minimarket. Di tengah pemukiman kumuh orang Afrika. Stres lah, nangis terus karena nggak paham bahasanya,” bebernya.

Namun, pengalaman bekerja di minimarket selama lima tahun membawa hikmah tersendiri.

“Saya bertahan kerja di minimarket itu 5 tahun. Tapi ada hikmahnya, jadi bisa lebih cepat bisa bahasa. Sebenernya bukan betah sih, tapi lebih ke butuh (uang) kayaknya,” lanjutnya.

Berbicara mengenai gaji, Alman mengungkap bahwa pada tahun 2004 ia menerima upah sebesar Rp 1,6 juta per bulan.

“Ngomongin soal gaji, itu gajinya kecil banget 800 reyal atau setara Rp 1,6 juta pada tahun 2004,” ungkapnya.

Cerita Alman ini tidak hanya menunjukkan perjuangan seorang TKI dalam mencari nafkah di negeri orang, tetapi juga menggambarkan ikatan persaudaraan yang kuat antara masyarakat Indonesia dan Arab Saudi.

Reporter: Akil Rahmatillah

Krisis Air di Aceh Timur: Petani Terancam Gagal Panen

0
Kondisi sawah di Gampong Tunong Bugeng, Kecamatan Darul Falah, Aceh Timur. (Foto: Kiriman Warga)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Petani di Gampong Tunong Bugeng, Kecamatan Darul Falah, Aceh Timur, tengah menghadapi krisis air dan kekeringan yang parah. Sawah-sawah tadah hujan mereka mengering, dan tanaman padi yang telah ditanam terancam gagal tumbuh jika hujan tak segera turun.

Selama ini, para petani hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah. Namun, harapan mereka sirna karena hujan belum juga turun. Usman, salah satu petani setempat, mengungkapkan kegelisahannya.

“Bulan lalu, hujan sempat turun, dan kami segera ke sawah untuk menggarap dan menabur bibit padi. Namun, saat bibit mulai tumbuh, sawah kembali mengering,” kata Usman, Rabu (19/6/2024).

Kondisi ini mengancam mata pencaharian masyarakat Gampong Tunong Bugeng yang bergantung pada bertani. Tanah yang kian mengering dan kekurangan air membuat mereka khawatir akan gagal panen. Para petani berharap Pemkab Aceh Timur mendengar keluhan mereka dan memberikan bantuan berupa sumur bor untuk memastikan pasokan air.

“Semoga segera turun hujan agar kami dapat melanjutkan bertani dengan lebih baik,” ucap Usman.

Di tempat lain, Ismail, warga Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam, juga mengungkapkan keluh kesahnya mengenai kekeringan yang melanda. Kekeringan ini terjadi setelah mereka membajak sawah tanpa ada hujan susulan.

“Biasanya kami ke sawah setahun sekali, namun kali ini karena kemarin hujan, para petani langsung ingin memulai musim tanam,” kata Ismail.

Namun, setelah mereka menanam, hujan tak kunjung turun dan musim kemarau tiba. “Sehingga terjadi kekeringan dan kami merugi,” ucapnya.

Ismail menambahkan, kekeringan ini juga disebabkan oleh belum tersedianya irigasi sayap kanan Langkahan yang hingga kini tidak sampai ke daerah mereka.

“Ini sudah lama digadang-gadangkan irigasi itu sampai ke Darul Falah. Namun sampai hari ini belum terealisasi,” paparnya.

Ia berharap pemerintah segera membangun irigasi sayap kanan hingga ke Idi Rayeuk, Aceh Timur. Dengan demikian, lahan pertanian yang selama ini mengandalkan tadah hujan bisa beralih menggunakan irigasi dan memungkinkan dua kali tanam dan panen dalam setahun.

Kekeringan yang melanda Gampong Tunong Bugeng dan sekitarnya menjadi tantangan berat bagi para petani. Ketergantungan pada air hujan membuat mereka rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Pembangunan infrastruktur irigasi yang memadai menjadi harapan utama agar mereka dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan.

Para petani berharap agar Pemkab Aceh Timur segera turun tangan dan memberikan solusi nyata untuk mengatasi krisis ini. Bantuan berupa sumur bor dan pembangunan irigasi menjadi prioritas utama yang diharapkan dapat segera direalisasikan.

“Semoga pemerintah mendengar dan merespons keluhan kami,” kata Usman penuh harap.

Editor: Akil Rahmatillah

Persediaan Beras di Aceh Aman Hingga Empat Bulan ke Depan

0
Persediaan Beras di Aceh Aman Hingga Empat Bulan ke Depan. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perum Bulog Kantor Wilayah Provinsi Aceh memastikan persediaan beras di gudang mereka mencukupi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan. Saat ini, terdapat 37.472 ton beras yang tersimpan di gudang, termasuk tambahan stok impor sebanyak 6.000 ton dari Thailand.

“Kami pastikan persediaan yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan selama empat bulan ke depan,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Saldi Aldryn, di Banda Aceh, Rabu (19/6/2024).

Beras impor asal Thailand ini masuk melalui Pelabuhan Malahayati di Kabupaten Aceh Besar. Selain itu, Bulog juga mengandalkan pengadaan beras dalam negeri yang dibeli dari hasil panen petani di Aceh.

Rata-rata kebutuhan penyaluran beras oleh Bulog Aceh mencapai 8.500 ton per bulan. Persediaan yang ada saat ini, lanjut Saldi, akan digunakan untuk penyaluran bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP).

“Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir karena persediaan beras yang tersebar di seluruh gudang Bulog Aceh sangat cukup untuk memenuhi permintaan di pasaran,” kata Saldi.

Bulog Aceh terus memastikan bahwa persediaan beras dalam gudang aman dan mencukupi untuk berbagai kebutuhan, baik untuk program pemerintah maupun kebutuhan masyarakat.

Dengan persediaan yang melimpah ini, masyarakat di provinsi paling barat Indonesia diharapkan tetap tenang dan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras di pasar. Bulog Aceh berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

Polisi Aceh Imbau Masyarakat Hindari Judi Online

0
Ilustrasi judi online. (Foto: Media Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh, Kombes Ade Harianto, mengimbau masyarakat, khususnya pemuda dan pelajar, agar tidak terlibat dalam perjudian, baik yang dilakukan secara langsung maupun online.

“Perjudian, terutama yang dimainkan secara online, menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Maraknya judi online di kafe-kafe atau warkop perlu menjadi perhatian semua pihak, baik dari lingkungan keluarga, kampung, madrasah, sekolah, maupun Dayah. Dampak negatif dari judi online sangat signifikan, di antaranya adalah timbulnya masalah keuangan, kecanduan, masalah sosial dan keluarga, serta memburuknya kesehatan mental,” kata Ade Harianto, Jumat (14/6/2024).

Ade menjelaskan bahwa judi online sangat mudah diakses melalui platform digital oleh pengguna gadget di manapun dan kapanpun, sehingga pengawasan dan perhatian bersama sangat diperlukan.

“Judi online ini sangat mudah diakses melalui platform digital oleh pengguna gadget di manapun dan kapanpun, sehingga butuh pengawasan dan perhatian bersama,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Ade, pihaknya telah menangani sebanyak 74 kasus judi online dengan 119 tersangka. Para tersangka diancam hukuman uqubat ta’zir paling banyak 12 kali cambuk, atau denda paling banyak 120 gram emas murni, atau penjara 12 bulan.

Selain itu, tambah Ade, Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko telah memerintahkan jajarannya untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang lebih ketat terkait judi online. Kapolda juga memerintahkan jajaran untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online.

Ade berharap adanya kerja sama antar lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta stakeholder dalam memberantas judi online.

“Kerja sama semua pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, sangat penting untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Semua itu juga demi tegaknya syariat Islam di Aceh,” pungkas Ade Harianto.

Editor: Akil Rahmatillah