Beranda blog Halaman 1082

Tim Aceh Raih Dua Medali Emas “Best Speaker” di National Schools Debating Championship

0
Kadisdik Aceh, Marthunis bersama guru pendamping, Nurul Hikmah dan dewan juri dari Aceh, Nudzran Yusri foto bersama degan tiga orang tim dari Aceh di ajang NSDC. (Foto: Dok.Disdik)

NUKILAN.id | Jakarta – Tim debat Aceh menorehkan prestasi gemilang dalam ajang National Schools Debating Championship (NSDC) yang digelar di Unika Atmajaya, Jakarta Selatan, mulai tanggal 19 hingga 25 Juni 2024. Dalam perlombaan bergengsi ini, mereka berhasil meraih dua medali emas untuk kategori “Best Speaker”, mengukuhkan posisi mereka sebagai yang terbaik di antara perwakilan siswa dari 37 provinsi se-Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Mathunis ST DEA, yang turut hadir dalam acara penutupan pada Selasa (25/6/2024), menyatakan bahwa ini adalah prestasi pertama sejak dirinya menjabat sebagai kepala dinas.

“Kami bangga bahwa tim debat Bahasa Inggris dari Aceh berhasil mencapai perempat final dan meraih dua medali emas untuk kategori best speaker,” ungkapnya.

Aqsha dan Zawil, dua anggota tim debat yang meraih medali emas tersebut, diharapkan dapat melanjutkan prestasi mereka di kompetisi internasional mendatang sebagai wakil Indonesia. Mathunis juga berharap bahwa kesuksesan ini akan menginspirasi dan meningkatkan kepercayaan diri para siswa di Aceh untuk terus berprestasi dalam berbagai bidang.

Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan kecerdasan, siswa-siswa Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, membanggakan bangsa dalam ajang bergengsi seperti NSDC.

Editor: Akil Rahmatillah

Polresta Banda Aceh Pasang Spanduk Larangan Judi di Warung Kopi dan Kafe

0
Polresta Banda Aceh Pasang Spanduk Larangan Judi di Warung Kopi dan Kafe. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sat Reskrim Polresta Banda Aceh melakukan pemasangan spanduk himbauan larangan bermain judi online maupun offline di berbagai warung kopi dan kafe di wilayah Kota Banda Aceh. Pemasangan ini dilakukan Pada Rabu, (26/6/2024), pukul 10.00 WIB. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari bahaya perjudian.

Beberapa warung kopi di Banda Aceh menjadi sasaran pemasangan spanduk himbauan larangan judi oleh Sat Reskrim Polresta Banda Aceh. Warung kopi yang mendapatkan perhatian khusus dalam kampanye ini antara lain Warkop Budi Kopi dan Warkop Dhapu Kupi yang berlokasi di Desa Sukadamai, Warkop AMD Kopi di Desa Cot Masjid, serta Warkop dKupi Aceh di Desa Keudah.

Selain itu, spanduk juga dipasang di Warkop Solong Jepe yang terletak di Desa Kp. Baru, Warkop Dek Gus Coffee di Desa Lamtemen Timur, dan Warkop Sentra di Desa Lambhuk. Tak ketinggalan, Warkop SMEA Lampineng di Desa Kota Baru serta Warkop Sareng Kupi 2 Cabang Lambaro di Desa Lueng Bata juga turut menjadi bagian dari upaya ini.

Kepala Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fajar Nugroho, mengatakan bahwa pemasangan spanduk ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya perjudian.

“Kami berharap pengunjung warung kopi dan kafe memahami dampak negatif dari judi, baik online maupun offline, serta menghindari aktivitas tersebut,” ujar Fajar.

Selain itu, Polresta Banda Aceh juga mengingatkan para pemilik warung kopi dan kafe untuk tidak membiarkan tempat usaha mereka digunakan sebagai lokasi perjudian. Mereka diminta untuk melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan pengunjung yang tetap melakukan aktivitas perjudian meskipun telah diberikan himbauan.

“Kami mengimbau pemilik usaha yang menyediakan fasilitas WiFi gratis untuk lebih berhati-hati agar tidak dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berjudi online,” tambah Fajar.

Langkah preventif ini merupakan bagian dari upaya Polresta Banda Aceh untuk melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari dampak negatif perjudian, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di Kota Banda Aceh.

Dengan adanya spanduk himbauan ini, diharapkan masyarakat dan pelaku usaha bisa lebih sadar dan bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan sekitar dari kegiatan yang merugikan.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemilihan Pelajar Pelopor Aceh Dibuka, 23 Peserta Siap Berkompetisi untuk Keselamatan Lalu Lintas

0
Pemilihan Pelajar Pelopor Aceh Dibuka, 23 Peserta Siap Berkompetisi untuk Keselamatan Lalu Lintas. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh dan berbagai pihak terkait telah resmi membuka Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tingkat Provinsi Aceh tahun 2024. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi.

Teuku Rizki Fadhil, Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya kampanye keselamatan yang mengadaptasi teknologi komunikasi modern. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya untuk membangun kesadaran terhadap keselamatan lalu lintas, tetapi juga untuk menyebarluaskan informasi terkait, sejalan dengan resolusi global untuk meningkatkan keselamatan jalan raya hingga tahun 2030.

“Dengan melibatkan 23 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, kami berharap para pelajar pelopor ini dapat menjadi teladan dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas di sekolah dan lingkungan sekitarnya,” ujar Teuku Rizki.

Kegiatan ini juga menampilkan materi penting seperti keamanan dan keselamatan lalu lintas serta public speaking, yang disampaikan oleh pengajar dari berbagai instansi termasuk Dishub Aceh, Ditlantas Polda Aceh, dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Diharapkan, pemilihan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebuah langkah nyata dalam membangun masa depan yang lebih aman dan tertib di jalan raya Aceh.

Demikian berita singkat mengenai pembukaan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tingkat Provinsi Aceh tahun 2024.

Editor: Akil Rahmatillah

Aceh Tingkatkan Akreditasi Madrasah dengan Komitmen dan Sinergi

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: photo; hw-remosaic: false; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: 8; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 300.0935; aec_lux_index: 0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0; albedo: ; confidence: ; motionLevel: -1; weatherinfo: null; temperature: 38;

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komitmen dan kepemimpinan yang kuat dari Kanwil Kemenag serta Kemenag Kabupaten/Kota menjadi kunci sukses peningkatan akreditasi madrasah di Aceh. Partisipasi aktif madrasah dalam proses akreditasi serta kuatnya kemitraan dan sinergitas antara Kanwil Kementerian Agama dan pemangku kepentingan turut berperan penting.

Hal tersebut disampaikan oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., dalam acara Rapat Program Akreditasi (RPA) 3 yang diselenggarakan oleh BAN-PDM Provinsi Aceh di Hermes Palace Hotel, Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, pada Selasa malam, 25 Juni 2024.

Rapat yang diadakan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Aceh berlangsung hingga Rabu, 26 Juni 2024. Peserta aktif rapat ini meliputi kepala sekretariat, staf, widyaiswara, serta delegasi BAN-PDM kabupaten/kota di Aceh.

“Peningkatan akreditasi madrasah merupakan upaya berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak,” ujar Kakanwil. Ia menambahkan, “Dengan strategi yang tepat dan terukur, diharapkan mutu pendidikan madrasah RA, MI, MTs, dan MA dapat terus meningkat.”

Dalam rapat tersebut, Kakanwil juga meluncurkan dan membuka bimbingan teknis aplikasi Srikandi di Permata Hati Hotel, Pagar Air, Aceh Besar. Beliau memaparkan strategi Kanwil Kemenag Provinsi Aceh dalam meningkatkan akreditasi RA, MI, MTs, dan MA tahun 2024, yang mencakup pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, peningkatan kinerja dan akuntabilitas madrasah, penguatan kelembagaan, serta penguatan kurikulum dan pembelajaran.

“Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di madrasah dapat dilakukan dengan membangun platform digital untuk mendukung proses akreditasi, mengembangkan aplikasi pembelajaran online, serta meningkatkan literasi digital melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan,” jelas Azhari.

Sasaran dari kemitraan ini adalah meningkatkan persentase madrasah yang terakreditasi A, mempercepat proses akreditasi madrasah, dan meningkatkan kualitas hasil akreditasi. Dalam rapat tersebut juga dipaparkan peta madrasah yang telah terakreditasi baik A, B, maupun C.

Raudhatul Athfal (RA) yang telah terakreditasi tahun 2024 sebanyak 340 lembaga, Madrasah Ibtidaiyah (MI) sejumlah 615 MI, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sejumlah 453 MTs, serta Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 202 MA negeri dan 69 MA swasta. Jumlah RA/madrasah di Aceh mencapai 1.700 lembaga, dengan rincian RA 340 lembaga, MI 615 madrasah (433 negeri, 182 swasta), MTs 453 madrasah (109 negeri, 344 swasta), dan MA 292 madrasah (69 negeri, 223 swasta).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh juga turut hadir dan memaparkan strategi peningkatan akreditasi SMA, SMK, dan SLB tahun 2024.

Dengan sinergi dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, diharapkan mutu pendidikan di Aceh dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi generasi muda di daerah ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Polda Aceh Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ketol, Mutu Beton Dipertanyakan

0
Potret pasar ketol yang mangkrak. (Foto: Harian RA)

NUKILAN.id | Takengon – Pembangunan Pasar Ketol di Kecamatan Ketol yang didanai oleh APBN senilai Rp 3,675 miliar dari anggaran Tugas Pembantuan (TP) tahun 2022 kini tengah menjadi sorotan aparat penegak hukum Polda Aceh. Dugaan adanya penyimpangan dalam proyek tersebut menarik perhatian masyarakat, terutama warga Aceh Tengah.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh, di bawah pimpinan Kombes Pol Sandy Sinurat, kini tengah bekerja keras mengusut tuntas kasus ini.

“Benar, penyidik menyertakan ahli-ahli yang dibutuhkan untuk objek di lapangan sehingga prosesnya objektif,” ungkap Sandy Sinurat, Selasa (25/6/2024).

Hampir dua tahun berlalu sejak proyek tersebut dimulai, namun penanganan kasus ini masih berjalan. Tim ahli beton dari Universitas Meulaboh telah diterjunkan untuk memeriksa mutu beton yang digunakan dalam pembangunan pasar ini. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa investigasi berjalan sesuai prosedur dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Kontroversi terkait pembangunan pasar ini bukan hal baru. Dua tahun lalu, sejumlah kontraktor dan konsultan bahkan sempat mengancam jurnalis yang meliput proyek tersebut. Selain itu, akibat keterlambatan pekerjaan, kontraktor dikenakan denda sebesar Rp 198 juta yang telah disetor ke rekening penerimaan negara bukan pajak pada 23 Februari 2023.

Masyarakat Aceh Tengah, khususnya warga Ketol, berharap agar aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dalam menangani dugaan korupsi ini. Mereka juga mendesak agar pasar yang telah menghabiskan dana masyarakat tersebut segera difungsikan.

“Ya, bangunannya tidak layak, sehingga masyarakat pedagang enggan menempati pasar tersebut,” ujar Gading, salah seorang warga Ketol.

Hingga kini, Pasar Ketol masih belum bisa difungsikan karena kondisi bangunan yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan. Harapan besar pun digantungkan kepada pihak berwenang untuk segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa dana masyarakat digunakan dengan sebaik-baiknya.

Editor: Akil Rahmatillah

Dewan Pers Gelar FGD Penyusunan Indeks Kemerdekaan Pers Aceh 2024

0
Dewan pers foto bersama dengan narasumber dan peserta FGD di Banda Aceh. (Foto: Dok. Unimal)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pers bersama RisetIndo Consulting mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Indeks Kemerdekaan Pers Provinsi Aceh Tahun 2024 di Banda Aceh pada Selasa (25/6/2024).

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tren Indeks Kebebasan Pers nasional mengalami penurunan sekitar enam poin. Meskipun begitu, secara umum kebebasan pers di Indonesia masih berada dalam kategori bebas.

“Untuk Provinsi Aceh sendiri, saat ini terdapat 35 media yang telah tersertifikasi baik media cetak maupun siber,” ujar Ninik.

FGD ini bertujuan mendiskusikan Indeks Kemerdekaan Pers di Aceh dengan melibatkan berbagai ahli guna mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kondisi kebebasan pers di Indonesia.

Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Bobby Rahman, yang diundang sebagai Ahli Ilmu Sosial Politik, mengatakan bahwa kegiatan ini penting untuk mengumpulkan pandangan dan masukan dari para ahli. Semua narasumber sebelumnya mengikuti bimbingan teknis dan mengisi kuesioner yang kemudian didiskusikan lebih lanjut.

“Dengan terlaksananya FGD ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan pers yang lebih kondusif dan bebas dari segala bentuk tekanan, sehingga pers dapat menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi dengan lebih efektif dan berintegritas,” ungkap Bobby yang juga merupakan dosen Ilmu Politik Unimal.

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa acara ini akan menghasilkan penilaian para ahli mengenai kondisi Kebebasan Pers di Aceh sepanjang tahun 2023. Hasil penilaian ini diharapkan dapat memberikan gambaran konkret dan informasi tambahan untuk upaya perbaikan di masa depan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan dalam upaya meningkatkan kemerdekaan pers di Aceh, dan diharapkan menjadi langkah positif menuju lingkungan pers yang lebih baik dan berdaya saing tinggi.

Editor: Akil Rahmatillah

Kadisdik Aceh Buka Pekan Seni Mahasiswa Daerah XVI ISBI Tahun 2024

0
Kadisdik Aceh Buka Pekan Seni Mahasiswa Daerah XVI ISBI Tahun 2024. (Foto: Humas ISBI)

NUKILAN.id | Jantho – Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggelar kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) XVI Tahun 2024. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., pada Senin, 24 Juni 2024.

Marthunis, yang hadir mewakili Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, S.E., M.Si., menyampaikan rasa bangga dan terhormat dapat hadir dalam acara yang ia sebut sebagai momen bersejarah. Dalam sambutannya, ia menyambut seluruh peserta, official, dan tamu undangan yang hadir di Peksimida XVI 2024.

“Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penting yang mempertemukan para mahasiswa berprestasi di bidang seni dari berbagai penjuru Aceh,” ujar Marthunis.

Peksimida XVI 2024 diikuti oleh berbagai kampus di Aceh dengan 16 tangkai lomba yang dilaksanakan dari tanggal 24 hingga 27 Juni 2024 di ISBI Aceh. Marthunis menekankan pentingnya seni dan budaya sebagai elemen kehidupan yang harus dilestarikan.

“Seni dan budaya Aceh memiliki keunikan tersendiri yang menjadi pondasi dalam membangun karakter bangsa yang kreatif, inovatif, dan berakhlak mulia. Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung pengembangan seni dan budaya dengan meningkatkan kualitas pendidikan seni, menciptakan iklim yang baik bagi seniman, dan melaksanakan berbagai program seni dan budaya,” tambahnya.

Peksimida XVI 2024 menjadi wadah penting untuk mempromosikan dan melestarikan seni budaya Aceh. Acara ini memberikan kesempatan bagi generasi muda Aceh untuk menggali, mempertahankan, dan mengembangkan ekspresi seni tradisional dan kontemporer, seperti tari, suara, rupa, dan sastra.

“Kegiatan ini tidak hanya forum untuk menampilkan bakat baru, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai positif tentang keragaman budaya dan toleransi di Aceh,” jelas Marthunis.

Menurutnya, penyelenggaraan Peksimida XVI 2024 bukan hanya ajang kompetisi seni, tetapi juga wahana pembelajaran, apresiasi, dan pendorong pertumbuhan budaya, ekonomi kreatif, serta identitas lokal Aceh. Marthunis berharap acara ini berjalan lancar dan menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus berkarya.

“Semoga Peksimida XVI 2024 melahirkan seniman muda berbakat yang dapat mengharumkan nama Aceh di kancah nasional dan internasional,” tuturnya.

Marthunis juga menyampaikan apresiasi kepada BPSMI Aceh dan ISBI Aceh atas penyelenggaraan acara ini. “Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari semangat kerja keras dan dedikasi pihak ISBI Aceh,” tutupnya.

Ia berpesan kepada para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dan terus berkreasi serta berinovasi.

Editor: Akil Rahmatillah

DPD PAN Banda Aceh Tetapkan Aminullah Usman-Afdhal Khalilullah sebagai Pasangan Calon Pilkada 2024

0
DPD PAN Banda Aceh Tetapkan Aminullah Usman-Afdhal Khalilullah sebagai Pasangan Calon Pilkada 2024. 9Foto: AJNN)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Banda Aceh telah menetapkan pasangan Aminullah Usman-Afdhal Khalilullah sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Informasi ini disampaikan oleh Sekretaris DPD PAN Banda Aceh, Rahmat Djailani, yang mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut masih berupa rekomendasi yang akan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

“Masih rekomendasi untuk ke DPP PAN,” kata Rahmat dikutip dari AJNN, Rabu (26/6/2024).

Rahmat menjelaskan bahwa keputusan untuk merekomendasikan pasangan Aminullah-Afdhal diambil dalam Rapat Pleno DPD PAN Banda Aceh yang digelar di kantor sekretariat pada Selasa siang.

“Hasil rekomendasi dari rapat ini akan segera diserahkan ke DPP PAN,” tambahnya.

Rahmat juga menjelaskan alasan di balik pemilihan Afdhal Khalilullah sebagai calon wakil wali kota. Menurutnya, tokoh milenial ini dikenal luas oleh kalangan muda di Aceh, khususnya di Banda Aceh, dan memiliki pengalaman di dunia politik. Salah satu prestasinya adalah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Banda Aceh periode 2016-2019.

“Oleh karena itu, kami berharap anak muda dan generasi milenial di Banda Aceh dapat mendukung dan mendoakan pasangan Aminullah-Afdhal untuk memimpin Banda Aceh,” ujarnya.

Keputusan final mengenai pencalonan ini akan disampaikan langsung oleh pengurus DPP PAN dalam waktu dekat. Diharapkan pasangan Aminullah Usman dan Afdhal Khalilullah dapat membawa perubahan positif bagi Banda Aceh jika terpilih nantinya.

Editor: Akil Rahmatillah

Dua Oknum Keuchik di Aceh Utara Diciduk, Diduga Terlibat Judi Online

0
Ilustrasi Judi Online. (Foto: Berita Satu)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Dua oknum Keuchik dari Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, ditangkap oleh Satreskrim Polres Aceh Utara di sebuah kios saat sedang bermain ponsel Android. Mereka diduga terlibat dalam praktik judi online. Namun, kedua Keuchik tersebut, AZ dan rekannya, membantah tuduhan tersebut.

“Betul, kami disergap oleh Satreskrim Polres Aceh Utara. Tapi, meskipun sedang main ponsel, kami tidak bermain judi online, hanya menonton YouTube saja. Setelah dibawa ke Mapolres Aceh Utara, kami hanya dimintai keterangan dan kemudian dilepaskan,” ujar AZ dikutip dari Lintasnasional.com pada Rabu, (26/6/2024).

AZ menjelaskan bahwa mereka hanya dimintai keterangan selama dua jam di ruangan penyidik dan kemudian dilepaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aktivitas judi online.

“Kami tidak terlibat sama sekali. Jika terbukti, silakan tangkap kami, tetapi jika tidak, tolong lepaskan. Kami hanya menonton YouTube. Itu yang saya sampaikan saat pemeriksaan,” lanjut AZ.

Beredar pula informasi bahwa keduanya dibebaskan setelah memberikan uang kepada pihak kepolisian senilai puluhan juta rupiah. Namun, AZ membantah keras tuduhan tersebut.

“Itu hoaks. Kami bebas karena tidak bersalah. Polisi tidak meminta uang sepeser pun. Karena tidak terbukti, makanya kami dilepas, bukan karena uang,” tegas AZ.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Novrizaldi SH, juga membantah adanya penyerahan uang terkait kasus ini.

“Lebih jelas tanyakan langsung ke Keuchik tersebut. Mereka dilepas karena tidak terbukti bersalah. Tidak ada yang namanya uang puluhan juta,” ujar AKP Novrizaldi melalui pesan singkat WhatsApp.

Sementara itu, AB, salah satu Keuchik lainnya yang juga dibawa ke Mapolres, belum bisa dihubungi hingga berita ini ditayangkan.

Editor: Akil Rahmatillah

Dua Anggota Polri Terpilih Wakili Aceh pada MTQN ke-XXX di Samarinda

0
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam Aceh telah menyeleksi 57 peserta untuk mewakili provinsi tersebut dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-XXX yang akan diselenggarakan di Samarinda, Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri dari jajaran Polda Aceh.

Kedua anggota Polri yang terpilih tersebut adalah Dolly Isma Indra yang bertugas di Direktorat Samapta Polda Aceh dan Teuku M. Syuhada yang bertugas di Satbinmas Polres Aceh Besar.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh, Prof Dr Armiadi Musa MA, menyatakan bahwa terpilihnya kedua anggota Polri ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Aceh.

“Ini adalah kali pertama dalam sejarah Aceh, anggota Polri aktif terpilih sebagai peserta untuk mengikuti MTQ tingkat nasional,” ujar Armiadi Musa.

Pemilihan peserta MTQN ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam mendukung pengembangan bakat dan kemampuan di bidang tilawatil Qur’an, sekaligus mempromosikan prestasi generasi muda Aceh di tingkat nasional. Dengan keikutsertaan Dolly Isma Indra dan Teuku M. Syuhada, diharapkan Aceh dapat memberikan penampilan terbaiknya pada ajang bergengsi tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah