Sunday, July 14, 2024

Peninggalan Sejarah Kerajaan Samudera Pasai: Makam Raja hingga Dirham Emas

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kerajaan Samudera Pasai, yang terletak di Aceh, dikenal sebagai kerajaan Islam pertama yang berdiri di Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan.id, kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 Masehi.

Sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara, Samudera Pasai tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga pusat perkembangan agama Islam. Tidak heran, berbagai peninggalan dari kerajaan ini menjadi sorotan para peneliti dan sejarawan.

Salah satu bukti arkeologis yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Samudera Pasai adalah penemuan makam raja-raja di Kampung Geudong, Aceh Utara. Di antaranya terdapat makam Sultan Malik al-Saleh, raja pertama yang memimpin Samudera Pasai. Malik al-Saleh adalah nama Islam dari Meurah Silu setelah ia memeluk agama Islam. Menurut catatan Pemerintah Aceh, Malik al-Saleh tercatat sebagai sultan Islam pertama di Indonesia yang berkuasa sekitar 29 tahun, dari 1297 hingga 1326 Masehi.

Artefak lain yang ditemukan dari masa pemerintahan Samudera Pasai adalah mata uang emas, atau dirham. Menurut artikel ilmiah berjudul “Sejarah Uang Dirham Kesultanan Samudera Pasai: Kontribusi terhadap Peradaban Islam di Indonesia” karya Ahmad Shihabuddin dan Ellya Roza, banyak dirham emas ditemukan di Situs Cot Astana, Aceh Utara, yang diperkirakan berasal dari abad ke-13 hingga abad ke-16. Dirham Pasai umumnya berbentuk kecil, tipis, bulat, dengan diameter sekitar 1 cm. Beratnya berkisar antara 0,50 hingga 0,60 gram dan terbuat dari emas 18 karat.

Salah satu peninggalan terkenal dari Kerajaan Samudera Pasai adalah Lonceng Cakra Donya. Lonceng dengan tinggi 1,25 meter dan diameter 1 meter ini diberikan oleh kekaisaran Tiongkok kepada Sultan Samudera Pasai pada tahun 1414. Menurut artikel ilmiah “Lonceng Cakra Donya Sebagai Simbol Toleransi Budaya Pada Masa Cheng Ho Abad ke-16” oleh Yusrizal, pemberian lonceng ini bertujuan untuk menjalin hubungan persahabatan antara dua kerajaan dari negara yang berbeda.

Warisan sejarah dari Kerajaan Samudera Pasai ini memberikan gambaran betapa pentingnya peran kerajaan ini dalam perkembangan Islam dan perdagangan di Nusantara. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan apresiasi kita terhadap sejarah Indonesia. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img