Beranda blog Halaman 107

Keren! Dr. Zulfikar Luncurkan Buku Epidemiologi Penyakit Cacing pada Sapi di Aceh

0
DR. Drh. Zulfikar, M.Si menyerahkan buka karyanya yang berjudul "Epidemiologi Nematoda Gastrointestinal Pada Sapi di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi Provinsi Aceh” kepada Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Safridhal, drh. T. Munazar, M. Si (Sekretaris Dinas Peternakan Provinsi Aceh) dan Azwari, S.Pt., M.Si (Kabid Produksi Dinas Peternakan Provinsi Aceh). (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Upaya peningkatan kesehatan ternak sapi di Aceh kembali mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Dosen tetap Universitas Almuslim Bireuen, Dr. Drh. Zulfikar, M.Si, meluncurkan buku berjudul “Epidemiologi Nematoda Gastrointestinal Pada Sapi di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi Provinsi Aceh.”

Mengutip indojayanews.com, buku tersebut telah diserahkan kepada Dinas Peternakan Provinsi Aceh serta sejumlah dinas peternakan kabupaten/kota, termasuk Dinas Peternakan Kabupaten Bireuen, belum lama ini.

Menurut Zulfikar, buku tersebut hadir sebagai rujukan penting dalam memahami penyakit cacing atau nematoda gastrointestinal pada sapi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama menurunnya produktivitas ternak, baik pada ruminansia kecil maupun besar.

Ia menjelaskan, penyakit tersebut tergolong berbahaya karena sering tidak tampak secara kasat mata, namun berdampak besar terhadap kondisi kesehatan hewan ternak.

“Seringkali sapi terlihat kurus, tetapi penyebabnya tidak selalu diketahui secara pasti. Bisa jadi karena infeksi cacing, namun juga bisa disebabkan faktor lain. Di sinilah pentingnya pemahaman epidemiologi agar penanganan tepat sasaran,” kata Zulfikar.

Ia menegaskan, penyakit cacing pada sapi bukan merupakan penyakit musiman. Infeksi dapat terjadi sepanjang waktu, terutama jika tidak dilakukan pengobatan dan penanganan secara berkala, maksimal enam bulan sekali. Karena menyerang organ dalam, penyakit ini kerap luput dari perhatian peternak.

Melalui buku tersebut, Zulfikar berharap pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan di sektor peternakan dapat meningkatkan perhatian terhadap kesehatan hewan, khususnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian parasit cacing. Ia juga mendorong adanya program pengobatan rutin serta edukasi berkelanjutan bagi para peternak.

Dr. Zulfikar merupakan akademisi kelahiran Matang Glumpang Dua, 26 Desember 1968, putra pasangan Abdullah Hasan dan Cut Latifah. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Bireuen dan Banda Aceh, sebelum melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala dan meraih gelar dokter hewan pada 1996.

Pendidikan magister ditempuh di bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Universitas Syiah Kuala pada 2013. Selanjutnya, ia meraih gelar doktor dari Universitas Sumatera Utara pada 2020 melalui Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dengan dukungan beasiswa BPPDN. Sejak 2007, ia mengabdi sebagai dosen di Universitas Almuslim Bireuen.

Di lingkungan akademik, Zulfikar mengampu sejumlah mata kuliah yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan lingkungan, seperti Parasitologi Hewan, Kesehatan Ternak, hingga Manajemen Risiko Lingkungan. Sebelum berkarier sebagai akademisi, ia sempat bekerja di sejumlah perusahaan swasta di Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera pada periode 1996 hingga 2006 yang bergerak di bidang obat-obatan serta pakan ternak unggas dan ruminansia.

Selain aktif mengajar, Zulfikar juga produktif dalam dunia penelitian. Tercatat lebih dari 20 karya ilmiah telah dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, termasuk penelitian terkait penyakit infeksius pada ternak sapi dan metode pencegahannya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Konflik Lahan Eks Transmigrasi di Aceh Singkil Belum Tuntas, Prof Sutan Nasomal Minta Presiden Turun Tangan

0
Pakar hukum internasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal SH MH. (Foto: ketikberita.com)

NUKILAN.ID | SINGKIL – Konflik lahan eks transmigrasi di Kabupaten Aceh Singkil hingga kini belum menemukan titik terang. Sengketa yang melibatkan masyarakat dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Nafasindo, disebut telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penyelesaian yang jelas.

Mengutip ketikberita.com, kondisi tersebut membuat sejumlah warga di Desa Srikayu dan Desa Pea Jambu, Kecamatan Singkohor, mengaku tidak lagi dapat mengelola lahan yang sebelumnya menjadi sumber penghidupan mereka. Lahan yang semestinya produktif kini terbengkalai dan tidak memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya.

Pakar hukum internasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal SH MH, menilai pemerintah harus segera mengambil langkah konkret. Ia secara khusus meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar memberi perhatian serius terhadap persoalan yang membelit masyarakat di wilayah tersebut.

“Permasalahan ini sudah terlalu lama berlangsung. Negara harus hadir untuk memastikan keadilan bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, keterlibatan pemerintah pusat sangat diperlukan guna memastikan adanya kepastian hukum sekaligus perlindungan terhadap hak-hak masyarakat. Ia juga mendorong kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Transmigrasi, agar tidak bersikap pasif dalam menangani konflik tersebut.

Berdasarkan dokumen yang dimiliki warga, lahan usaha dua milik transmigran yang telah bersertifikat sempat digunakan perusahaan sejak awal 1990-an melalui skema pinjam pakai. Dalam perjanjian saat itu, perusahaan disebut memiliki kewajiban untuk mengembalikan lahan atau menyediakan lahan pengganti.

Namun hingga kini, masyarakat mengaku belum menerima kejelasan terkait pengembalian maupun kompensasi atas lahan tersebut.

Muklis, salah satu perwakilan warga, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan, termasuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada langkah konkret yang mampu mempertemukan kedua belah pihak guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Kepala Desa Srikayu, Saipul Anwar, membenarkan bahwa perjuangan masyarakat telah berlangsung cukup lama. Ia berharap campur tangan pemerintah dapat membuka jalan keluar yang adil bagi semua pihak.

Di sisi lain, Prof Sutan Nasomal juga mengimbau pihak perusahaan agar menunjukkan itikad baik dengan menuntaskan kewajiban yang telah disepakati sebelumnya.

Sementara itu, hingga laporan ini disusun, pihak PT Nafasindo belum memberikan tanggapan resmi terkait konflik lahan yang tengah berlangsung.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh Nomor 3 Nasional, Provinsi dengan Jumlah Koperasi Merah Putih Terbanyak

0
Logo Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: sikopdes.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aceh mencatat capaian menonjol dalam program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga 27 April 2026, Aceh menempati posisi ketiga nasional sebagai provinsi dengan jumlah Koperasi Merah Putih terbanyak di Indonesia.

Dilansir Nukilan.id dari data Kementerian Koperasi Republik Indonesia, jumlah Koperasi Merah Putih di Aceh telah mencapai 6.535 unit.

Jumlah tersebut menempatkan Aceh di bawah Jawa Tengah yang berada di posisi pertama dengan 8.523 koperasi, serta Jawa Timur di posisi kedua dengan 8.493 koperasi.

Menariknya, capaian Aceh bahkan melampaui sejumlah provinsi dengan jumlah penduduk jauh lebih besar, termasuk Jawa Barat yang berada di posisi kelima dengan 5.971 koperasi.

Masuknya Aceh ke tiga besar nasional dinilai menunjukkan tingginya respons pemerintah desa dan masyarakat terhadap program strategis yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Untuk diketahui, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan kebijakan nasional yang diluncurkan melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kedaulatan pangan dan energi, serta menekan angka kemiskinan.

Secara nasional, program ini menargetkan pembentukan lebih dari 80.000 koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Koperasi-koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, mulai dari penyediaan sembako murah, distribusi logistik, layanan keuangan, hingga penyimpanan hasil pertanian dan perikanan melalui fasilitas cold storage.

Skema permodalan program ini juga cukup besar, dengan dukungan pembiayaan dari APBN, dana desa, hingga jaringan perbankan milik negara.

Capaian Aceh yang menembus 6.535 koperasi menunjukkan provinsi paling barat Indonesia itu bukan sekadar menjadi peserta program, tetapi juga salah satu motor utama implementasi Koperasi Merah Putih secara nasional.

Sebaran ini sekaligus memperlihatkan bahwa geliat Koperasi Merah Putih tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga tumbuh kuat di wilayah Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Namun di balik tingginya angka pembentukan koperasi tersebut, muncul pertanyaan yang kini mulai mengemuka: apakah banyaknya koperasi benar-benar mencerminkan tumbuhnya kemandirian ekonomi desa, atau justru lebih menunjukkan kuatnya dorongan program pemerintah dari atas?

Bagi Aceh, pertanyaan itu kemungkinan akan mulai terjawab ketika ribuan koperasi tersebut benar-benar beroperasi, menggerakkan ekonomi gampong, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Menteri Bahlil Sebut Pasokan Minyak Rusia Segera Masuk

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pasokan minyak mentah atau crude oil dari Rusia akan segera masuk ke Indonesia. Impor tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada dan untuk Rusia sebentar lagi masuk ya,” kata Bahlil, dikutip Nukilan.id dari tayangan Metro TV, Minggu (3/5/2026).

Bahlil menyampaikan, pemerintah saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat maupun sektor industri. Menurutnya, impor minyak dari Rusia tersebut merupakan bagian dari target realisasi impor sebesar 150 juta barel yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.

Meski belum merinci volume impor maupun kilang yang akan mengolah minyak mentah tersebut, Bahlil menegaskan pemerintah harus memastikan ketersediaan BBM dengan berbagai jenis oktan tetap aman bagi kebutuhan nasional.

Terkait mekanisme pengadaan maupun harga, Bahlil menyebut proses tersebut merupakan ranah business-to-business yang dibahas antara pemerintah dan pihak Rusia. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Polres Aceh Tengah Ringkus Dua Buronan Kasus Curas Maut di Pekanbaru

0
Polres Aceh Tengah Ringkus Dua Buronan Kasus Curas Maut di Pekanbaru. (Foto: Polres Aceh Tengah)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Tengah berhasil membekuk dua buronan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menewaskan korban di Pekanbaru.

Kedua pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polresta Pekanbaru itu masing-masing berinisial S (33) dan AFT (21). Keduanya ditangkap pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di salah satu kecamatan dalam wilayah hukum Polres Aceh Tengah.

Kasus curas maut tersebut terjadi pada 29 April 2026 di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dalam proses penangkapan, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya cincin emas, uang asing sebesar 400 dolar Singapura, satu unit laptop merek HP, serta satu unit telepon genggam Samsung Galaxy.

Selanjutnya, pada Sabtu (2/5/2026), kedua pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada tim Satreskrim Polresta Pekanbaru di Medan untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres Aceh Tengah, Muhammad Taufiq, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan koordinasi yang solid antar satuan kepolisian dalam mengungkap kasus lintas wilayah.

“Penangkapan ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung pengungkapan tindak pidana, termasuk yang melibatkan lintas daerah. Ke depan, koordinasi akan terus diperkuat demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Polres Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penegakan hukum secara profesional serta meningkatkan kerja sama dengan jajaran kepolisian di berbagai daerah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

PK PMII UIN Ar-Raniry Gelar MAPABA di STAI Tengku Chik Pante Kulu, Diikuti 20 Mahasiswa

0
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat PK PMII UIN Ar-Raniry berhasil melaksanakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di Kampus STAI Tengku Chik Pante Kulu, Minggu (3/5/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat PK PMII UIN Ar-Raniry berhasil melaksanakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di Kampus STAI Tengku Chik Pante Kulu, Minggu (3/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 20 mahasiswa yang berasal dari kampus tersebut.

Pelaksanaan MAPABA ini merupakan bagian dari upaya PMII dalam memperkuat proses kaderisasi sekaligus membentuk generasi mahasiswa yang intelektual, progresif, serta berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Ketua PK PMII UIN Ar-Raniry, Ikram, menegaskan komitmennya untuk terus menggerakkan organisasi dan memperkuat kaderisasi PMII di berbagai kampus. Menurutnya, kaderisasi menjadi ruh perjuangan PMII dalam mencetak generasi muda yang mampu memberi kontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

“PMII harus terus hadir sebagai ruang pembelajaran, pengabdian, dan pengembangan kapasitas mahasiswa. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengkaderan serta membangun solidaritas kader agar PMII semakin maju, aktif, dan mampu melahirkan generasi yang berintegritas serta memiliki daya saing,” ujar Ikram.

Ketua BEM STAI Tengku Chik Pante Kulu, Fauzan, turut menyampaikan apresiasi kepada PMII Kota Banda Aceh dan PK PMII UIN Ar-Raniry atas pelaksanaan kegiatan tersebut di kampusnya. Ia berharap kehadiran PMII dapat membawa dampak positif, menumbuhkan semangat intelektual mahasiswa, serta ikut berkontribusi terhadap kemajuan kampus.

“Kami sangat mengapresiasi PMII Kota Banda Aceh yang telah memilih Kampus STAI Tengku Chik Pante Kulu sebagai tempat pelaksanaan MAPABA dan membuka ruang bagi mahasiswa kami untuk bergabung dalam organisasi PMII. Kami berharap kehadiran PMII nantinya dapat memberikan dampak positif, memperkuat semangat intelektual mahasiswa, serta berkontribusi bagi kemajuan kampus,” ungkap Fauzan.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kota Banda Aceh, Muhammad Idris, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan kader PK PMII UIN Ar-Raniry yang dinilai tetap solid dan konsisten dalam menjalankan roda organisasi maupun proses kaderisasi. Ia juga berharap dukungan penuh dari pihak kampus dan BEM agar pembentukan komisariat PMII di STAI Tengku Chik Pante Kulu dapat berjalan lancar.

“Saya sangat mengapresiasi kerja sama seluruh panitia dan semangat PK PMII UIN Ar-Raniry yang terus bergerak dan menjaga soliditas organisasi. Kami juga berharap adanya dukungan penuh dari pihak kampus dan BEM agar proses pembentukan komisariat PMII di Kampus STAI Tengku Chik Pante Kulu nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Muhammad Idris kepada Nukilan.id.

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap potensi kader PMII dalam menghadirkan perubahan positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Kader PMII adalah kader yang ditempa untuk mampu beradaptasi dan memberikan manfaat di mana pun berada. Sebagaimana ungkapan yang sering kita dengar, kader PMII jika dilempar ke laut akan menjadi pulau, dan jika dilempar ke gunung akan menjadi bukit. Artinya, kader PMII diharapkan mampu menjadi pribadi yang produktif, visioner, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Kegiatan MAPABA berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh para peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat eksistensi serta pengembangan PMII di lingkungan Kampus STAI Tengku Chik Pante Kulu. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya

0
Ilustrasi emas. (Foto: Dok MI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga emas batangan yang dijual PT Pegadaian (Persero) terpantau stabil pada perdagangan hari ini, Minggu (3/5/2026).

Dilansir Nukilan.id dari daftar harga resmi Pegadaian, tidak terdapat perubahan harga pada emas UBS maupun Galeri 24 dibandingkan hari sebelumnya.

Untuk emas UBS ukuran 1 gram, Pegadaian membanderol harga Rp2,802 juta. Sementara emas Galeri 24 dengan berat yang sama dijual seharga Rp2,788 juta.

Berikut rincian harga emas UBS di Pegadaian hari ini:

  • 0,5 gram: Rp1,514 juta
  • 1 gram: Rp2,802 juta
  • 2 gram: Rp5,559 juta
  • 5 gram: Rp13,738 juta
  • 10 gram: Rp27,331 juta
  • 25 gram: Rp68,192 juta
  • 50 gram: Rp136,104 juta
  • 100 gram: Rp272,100 juta
  • 250 gram: Rp680,050 juta
  • 500 gram: Rp1,358 miliar

Sementara harga emas Galeri 24 tercatat sebagai berikut:

  • 0,5 gram: Rp1,462 juta
  • 1 gram: Rp2,788 juta
  • 2 gram: Rp5,509 juta
  • 5 gram: Rp13,671 juta
  • 10 gram: Rp27,270 juta
  • 25 gram: Rp67,806 juta
  • 50 gram: Rp135,505 juta
  • 100 gram: Rp270,877 juta
  • 250 gram: Rp675,529 juta
  • 500 gram: Rp1,351 miliar
  • 1.000 gram: Rp2,702 miliar

Stabilnya harga emas di Pegadaian hari ini menjadi perhatian investor maupun masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Mentor MKPK II USK Gelar Seminar Editing Video, Dorong Mahasiswa Kembangkan Dakwah Digital

0
Mentor MKPK II USK Gelar Seminar Editing Video. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mahasiswa Mata Kuliah Pembinaan Karakter II (MKPK II) Universitas Syiah Kuala mengikuti seminar dasar editing video yang difokuskan pada pembuatan konten dakwah dan film bernuansa islami untuk media sosial. Kegiatan tersebut digelar oleh mentor MKPK II, Ari Maulana, di Ruang VIP CK Kupi, Aceh Besar, Sabtu (2/5/2026).

Seminar bertajuk “Membangun Kreativitas Dakwah Melalui Editing Video di Era Digital” itu bertujuan memberikan edukasi sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar editing video, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam pengembangan konten edukatif dan dakwah di era digital.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri utama, Derri Zaryadi, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Syiah Kuala yang juga berprofesi sebagai videografer freelance. Derri memiliki pengalaman di bidang produksi visual, di antaranya sebagai editor di Komunitas Film Trieng.

Ia juga pernah menorehkan prestasi melalui karya film Unanswered yang masuk Top 7 Finalis Short Movie International Mental Health Competition I-Mention 2025 yang diikuti peserta dari enam negara.

Seminar tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa dari berbagai program studi, mulai dari Ilmu Hukum, Teknik Perminyakan, Teknik Sipil, Teknik Komputer, hingga Perencanaan Wilayah dan Kota yang tengah menempuh mata kuliah MKPK II.

Dalam pemaparannya, Derri membawakan materi “Teknik Dasar Edit Video di Aplikasi CapCut”. Ia memberikan pemahaman mengenai teknik dasar pengeditan video, mulai dari penggunaan transisi, fade in, fade out, hingga memperlihatkan contoh hasil karya film yang telah ia edit untuk ditonton bersama peserta.

“Editing video bukan hanya soal teknik, tetapi bagaimana kita menyampaikan pesan yang kuat dan bermakna kepada audiens, terutama dalam konteks dakwah di media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ari Maulana selaku inisiator kegiatan kepada Nukilan.id mengatakan seminar tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman agama di ruang kelas, tetapi juga dibekali keterampilan kreatif dalam memproduksi konten dakwah dan film islami yang relevan dengan generasi muda.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami ilmu agama di kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui karya film dan konten dakwah yang nyata, kreatif, dan berdampak positif bagi Masyarakat,” ujar Ari.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong mahasiswa agar lebih aktif berkarya di bidang dakwah digital.

“Ke depan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam keterampilan kreatif, sehingga dapat melahirkan karya-karya film dan konten dakwah yang inovatif, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu menjadi media penyebaran nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda,” tambahnya.

Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan editing video sekaligus menghasilkan konten dakwah yang kreatif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan media sosial. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Harga Emas Antam Stabil Hari Ini, Cek Rincian Harga Terbaru

0
Emas ANTAM. (Foto: VOI.ID)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dipasarkan melalui Butik Emas Antam pada perdagangan hari ini terpantau stagnan alias tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.

Mengutip Logammulia.com, Minggu (3/5/2026), harga emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol sebesar Rp2,796 juta. Angka tersebut masih sama seperti perdagangan sebelumnya, setelah sempat mengalami kenaikan signifikan.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas batangan Antam juga tercatat tidak mengalami perubahan. Hari ini, harga buyback dipatok sebesar Rp2,586 juta per gram.

Perlu diketahui, transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan tiga persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Sementara untuk pembelian emas batangan, sesuai aturan yang sama, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk pembeli tanpa NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong PPh 22.

Berikut daftar harga emas batangan Antam hari ini:

  • 0,5 gram: Rp1,448 juta
  • 1 gram: Rp2,796 juta
  • 2 gram: Rp5,532 juta
  • 3 gram: Rp8,273 juta
  • 5 gram: Rp13,755 juta
  • 10 gram: Rp27,455 juta
  • 25 gram: Rp68,512 juta
  • 50 gram: Rp136,945 juta
  • 100 gram: Rp273,812 juta
  • 250 gram: Rp684,265 juta
  • 500 gram: Rp1,368 miliar
  • 1.000 gram: Rp2,736 miliar

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dukung Petani Lokal dan Ketahanan Pangan, Rumoh Pangan Aceh Hadirkan Souvenir Sayuran

0
Souvenir pernikahan yang merupakan inovasi Rumoh Pangan Aceh. (Foto: RPA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Rumoh Pangan Aceh (RPA) kembali menghadirkan inovasi dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus pemberdayaan petani lokal melalui konsep souvenir berbasis sayuran segar.

Program ini menjadi alternatif baru dalam berbagai acara, khususnya pesta pernikahan, dengan menghadirkan paket sayuran sehat yang langsung bersumber dari petani lokal Aceh.

Founder dan Executive Director RPA, Rivan menjelaskan souvenir ini tidak hanya berfungsi sebagai buah tangan bagi tamu undangan, tetapi juga membawa nilai lebih, yakni mendukung kesejahteraan petani lokal, mengurangi ketergantungan terhadap pangan impor, serta mendorong kemandirian pangan di Aceh.

Selain itu, penggunaan sayuran segar sebagai souvenir juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi food waste serta memperkenalkan pola konsumsi yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, inisiatif ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, khususnya dalam proses pengemasan (packing) produk souvenir. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat sekitar turut mendapatkan kesempatan kerja dan tambahan penghasilan, sehingga dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga oleh komunitas yang lebih luas.

“Inovasi ini juga dinilai relevan dengan kebiasaan masyarakat, terutama saat momentum meugang, di mana pembagian hadiah umumnya berupa sirup, gula, dan bahan pangan olahan lainnya. Kini, melalui pendekatan yang lebih segar dan bermakna, masyarakat dapat mulai beralih ke pilihan yang lebih sehat dengan memberikan sayuran sebagai hadiah yang bermanfaat langsung bagi penerima,” jelasnya pada Sabtu (2/5/2026).

Adapun implementasi perdana program ini dilakukan pada pesta pernikahan Zuhra dan Taufik di Taman Hutan Kota, yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Rumoh Pangan Aceh bersama Urbania Garden dan difasilitasi oleh wedding organizer byDaisy.

Adapun Zuhra merupakan adik dari Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah yang dikenal memiliki kepedulian terhadap petani lokal dan isu ketahanan pangan, sehingga memilih konsep souvenir ini sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung gerakan pangan lokal.

Rumoh Pangan Aceh berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menghadirkan pilihan-pilihan baru dalam setiap acara, tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.

Ke depan, souvenir berbasis sayuran ini diharapkan dapat menjadi tren baru dalam pesta pernikahan maupun berbagai kegiatan lainnya di Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News