Beranda blog Halaman 1069

Aceh Siapkan Lokasi Carbon Capture Storage untuk Penyimpanan Karbon

0
Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur. (Foto: esdm.acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh sedang mempersiapkan solusi inovatif untuk menangani tingginya kandungan karbon dioksida (CO2) di lapangan gas sekitar Arun, Aceh Utara. Ditemukannya kandungan CO2 yang signifikan di wilayah tersebut dapat dimanfaatkan secara komersial guna meningkatkan produksi gas, membuka lapangan kerja, dan menambah Pendapatan Asli Aceh (PAA).

“Pengembangan lapangan gas dengan kandungan CO2 tinggi harus memperhatikan penanganan emisi karbon sesuai komitmen Indonesia terhadap lingkungan yang tercantum dalam Protokol Kyoto dan Perjanjian Paris,” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ir Mahdinur MM, kepada Serambinews.com, Selasa (2/7/2024).

Lapangan Arun yang merupakan lapangan gas terbesar di ASEAN dengan penurunan produksi gas alam yang signifikan, kini dijadikan kandidat utama untuk proyek carbon capture and storage (CCS). CCS bertujuan untuk menangkap CO2 dari sumber-sumber industri dan menyimpannya jauh di bawah permukaan bumi, mencegah emisi gas rumah kaca (GRK) mencapai atmosfer.

“Jika proyek CCS berhasil, akan membuka lapangan kerja dan menambah PAA di masa depan,” kata Mahdinur. Selain itu, lapangan-lapangan gas yang belum dikembangkan dengan kandungan CO2 tinggi di Aceh juga berpotensi dikomersialkan, meningkatkan produksi gas di Indonesia dan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Singapura.

Untuk merealisasikan proyek CCS ini, PT Pembangunan Aceh (Pema) bersama Carbon Aceh Pte Ltd telah menandatangani joint venture agreement (JVA) yang membentuk PT Pema Aceh Carbon (PAC). Saat ini, studi kelayakan sedang dilakukan untuk mengelola CCS di Lapangan Gas Arun.

Mahdinur menjelaskan bahwa potensi pasar CCS berkembang sebagai bagian dari upaya global untuk mengurangi emisi CO2. Teknologi CCS berperan penting dalam mendukung tujuan mitigasi perubahan iklim, meskipun tantangan teknis, ekonomi, dan regulasi masih ada.

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2023. Selain itu, Pemerintah Aceh melalui Badan Legislasi DPRA sedang menyusun Rancangan Qanun Aceh tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Karbon dalam Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi.

“Dengan adanya qanun ini, diharapkan dapat menjadi payung hukum bagi pengelolaan karbon di Aceh,” kata Mahdinur.

Karbon dioksida adalah senyawa penting bagi makhluk hidup, terutama dalam mengatur tingkat keasaman (pH) darah dan mendukung proses pernapasan. Namun, kadar CO2 yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa dan keracunan karbon dioksida.

“Dengan implementasi CCS, diharapkan CO2 dapat dikelola dengan baik sehingga tidak berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tutup Mahdinur.

Editor: Akil

Kerusakan Hutan Lindung di Kawasan Ekosistem Leuser Diduga Akibat Pembalakan Liar

0
Ilustrasi (Foto: Okezone)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 14 hektare lahan tutupan hutan lindung di Kawasan Ekosistem Leuser di Desa Cipar-pari Timur, Namo Buaya Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, rusak akibat dugaan pembalakan liar. Perusahaan yang memiliki areal di dekat kawasan hutan lindung tersebut dituding sebagai pelakunya.

Namun, tudingan itu dibantah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh melalui Kepala Satuan Pengelolaan Hutan (KPH) VI DLHK Aceh, Irwandi. Menurut Irwandi, dari hasil penelusuran mereka, pengerusakan lahan tersebut dilakukan oleh oknum pembalak liar yang mengklaim sebagai pemilik pribadi kawasan hutan itu. PT SPT, yang dituding terlibat dalam pengerusakan, justru menjadi pihak yang melakukan reboisasi di areal tersebut.

Irwandi menyampaikan bahwa banyak kawasan hutan yang ternyata berstatus milik pribadi. Karena itu, pihaknya tidak dapat menindak atau meminta pertanggungjawaban dari perusahaan.

“Kita lihat sudah ada hak milik (SHM) semua, milik pribadi yang mereka buka lahannya. Kalau mau kita tindak, ya tindak pribadi, bukan PT SPT. Kalau kita temukan siapa yang masuk ke dalam, ya kita minta pertanggungjawaban sesuai dengan UU Cipta Kerja,” tambahnya.

Meskipun demikian, Irwandi telah meminta PT SPT untuk melakukan penghijauan kembali dan menganjurkan penanaman tanaman hutan di kawasan pinggiran sungai, walaupun wilayah tersebut berstatus area penggunaan lain (APL).

“Mereka sudah menanam kembali tanaman kapur dan sudah menganjurkan agar di daerah pinggiran sungai ditanam tanaman kehutanan sebagai fungsi untuk daya lindung air,” lanjut Irwandi.

Sebelumnya, Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (Yayasan HAkA) melalui pemantauan citra satelit menemukan adanya aktivitas pembukaan lahan di kawasan hutan lindung sekitar Desa Cipar-pari Timur, Namo Buaya, Singgersing Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh.

Pembukaan lahan tersebut diduga dilakukan oleh PT SPT tanpa izin. Pemantauan HAkA menunjukkan bahwa kerusakan hutan di lokasi PT SPT dimulai pada bulan Juli 2022, ditandai dengan pembukaan jalan berdasarkan analisis citra satelit pada bulan tersebut. Total kerusakan hutan yang terjadi dari Juli 2022 hingga April 2024 mencapai 1.655 hektare (ha), dengan 1.641 ha berada di Area Penggunaan Lain (APL) dan 14 ha kerusakan hutan sudah masuk ke dalam kawasan Hutan Lindung (HL). Selain itu, kerusakan hutan juga terindikasi di dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), mencapai 682 hektare.

Sehubungan dengan hal tersebut, Yayasan HAkA melalui Manager Legal dan Advokasinya, Fahmi Muhammad, meminta agar pembukaan lahan di kawasan hutan lindung ini segera ditindak oleh aparat penegak hukum.

“Pembukaan lahan di kawasan hutan lindung ini jelas merupakan perbuatan ilegal kehutanan. Oleh karena itu, kami meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat,” kata Fahmi Muhammad.

Editor: Akil Rahmatillah

Upacara HUT Bhayangkara ke-78 di Polda Aceh: Khidmat dan Penuh Makna

0
Upacara HUT Bhayangkara ke-78 di Polda Aceh. (Foto: TBNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-78 di Polda Aceh berlangsung dengan khidmat pada Senin (1/7/2024). Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko.

Dalam suasana penuh makna, grup selawat Satbrimob turut memperdengarkan lantunan selawat badar, menambah kesakralan momen Korps Bhayangkara tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Bustami, Wakapolda Aceh, Kasdam Iskandar Muda, Irdam Iskandar Muda, Kabinda, Kepala BNN, Wakajati, Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe, Ketua DPRA, Danlanal Sabang, Danlanud Sultan Iskandar Muda, Ketua Bhayangkari Aceh beserta pengurus, serta para tamu undangan lainnya.

Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, dalam sambutannya menyatakan harapannya agar HUT ke-78 Bhayangkara ini menjadi momentum bagi Kepolisian untuk semakin profesional dan dicintai oleh masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang dua perhelatan nasional, yaitu PON XXI Aceh-Sumut dan Pilkada serentak 2024,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan, dalam rangka menyambut dua even besar tersebut, Polda Aceh dan jajarannya telah siap mendukung pemerintah dalam hal pengamanan. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, pengamanan venue, atlet, official, serta jalannya pertandingan akan menjadi prioritas.

Begitu juga dengan persiapan untuk Pilkada serentak 2024 yang akan digelar pada November mendatang.

“Kami telah menyiapkan operasi pengamanan agar pelaksanaannya nanti aman dan nyaman,” tambah Irjen Achmad Kartiko.

Mengakhiri sambutannya, Kapolda Aceh menegaskan kembali komitmen Polri dalam mendukung pemerintah, terutama pada dua event besar tersebut.

“Perayaan HUT ke-78 Bhayangkara ini diharapkan menjadikan Polri semakin profesional dan dicintai masyarakat,” tutupnya.

Editor: Akil

Polda Aceh Kerahkan 3.000 Personel untuk Pengamanan PON XXI 2024

0
Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko. (Foto: acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh akan mengerahkan sebanyak 3.000 personel untuk pengamanan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Aceh pada September 2024. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko, setelah menjadi inspektur upacara Hari Bhayangkara ke-78 yang dipusatkan di halaman Mapolda Aceh.

Menurut Kapolda Aceh, selain personel kepolisian, pengamanan PON di Provinsi Aceh juga didukung oleh 3.000 prajurit TNI serta instansi terkait lainnya.

“Sebanyak 3.000 personel Polda Aceh dan jajaran dikerahkan untuk pengamanan PON. Selain dari Polri, pengamanan juga didukung sebanyak 3.000 prajurit TNI,” ujar Achmad Kartiko.

Kapolda Aceh menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun rencana pengamanan PON XXI, termasuk penempatan dan pergeseran personel serta identifikasi titik-titik atau lokasi vital dalam pelaksanaan pekan olahraga empat tahunan tersebut. Pengamanan akan meliputi arena pertandingan, lokasi penginapan, akomodasi atlet, serta suporter dan pengunjung yang akan menyaksikan pesta olahraga terbesar di Indonesia ini.

“Secara umum, Polda Aceh dan jajaran siap mengamankan PON XXI. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk menyukseskan acara olahraga nasional ini,” tambah Achmad Kartiko.

Kapolda juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, keamanan dan ketertiban yang kondusif merupakan kunci kesuksesan PON XXI 2024, yang akan dilaksanakan bersama oleh Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

“Mari wujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, baik menjelang maupun pada pelaksanaan PON. Apalagi PON digelar bersamaan dengan pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah,” pungkas Achmad Kartiko.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan PON XXI 2024 dapat berjalan dengan sukses dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Aceh dan seluruh Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Siti Aisyah Azzahra, Bintang Muda Bulutangkis Aceh yang Berkilau di Kejurprov 2024

0
Siti Aisyah Azzahra, berhasil menjuarai Kejuaraan Olahraga Provinsi Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Siti Aisyah Azzahra, pebulutangkis muda berbakat dari Persatuan Bulutangkis (PB) PUPR Aceh Barat, berhasil mencetak prestasi gemilang dengan menjuarai Kejuaraan Olahraga Provinsi (Kejurprov) Aceh. Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Aceh ini berlangsung di Gedung Olahraga Sigupai Arena sejak 25 Juni hingga 1 Juli 2024.

Dalam pertandingan final yang berlangsung pada Senin, 1 Juli 2024, Siti Aisyah tampil memukau dengan menundukkan Raphael El Saddai dari PB Teuku Umar Meulaboh melalui laga sengit yang berakhir dengan skor 2-1. Pertarungan ini harus diselesaikan melalui rubber set, menandakan ketatnya persaingan antara kedua atlet muda tersebut.

Set pertama memperlihatkan aksi kejar-kejaran poin yang dramatis antara Siti dan Raphael. Meski telah berjuang keras, Siti harus mengakui keunggulan Raphael dengan skor tipis 18-21. Namun, Siti tidak patah semangat. Dengan arahan dari pelatihnya, Junaidi dan Aguswandi, ia bangkit di set kedua dan berhasil mengimbangi pertandingan dengan kemenangan 21-15.

Kepercayaan diri Siti semakin meningkat pada rubber set. Dengan semangat dan konsentrasi tinggi, ia menutup pertandingan dengan kemenangan 21-14, memastikan gelar juara pertamanya untuk PB PUPR Aceh Barat.

Kemenangan ini menjadi momen istimewa bagi Siti. “Saya sangat bahagia. Ini adalah kali pertama saya mempersembahkan juara khusus untuk klub kebanggaan saya, PB PUPR Plus. Sebelumnya, saya pernah juara namun mewakili sekolah,” ujar Siti, yang saat ini masih duduk di kelas 3 MIN 8 Meulaboh, dengan senyum bangga.

Keberhasilan Siti Aisyah Azzahra di Kejurprov Aceh 2024 ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi klubnya, tetapi juga menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh pebulutangkis muda Aceh dalam kancah olahraga bulutangkis nasional. Dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, Siti diharapkan bisa terus berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi di masa depan.

Editor: Akil Rahmatillah

Venue PON XXI Aceh-Sumut Belum Rampung, Usulan Penundaan Menguat

0
Logo PON Aceh-Sumut 2024. (Foto: PON)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut) tinggal dua bulan lagi digelar. Namun, hingga kini sebagian besar venue pertandingan belum rampung pembangunannya, menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak yang mengusulkan agar PON XXI diundur.

“Ini seperti buah simalakama. Jika tetap dijalankan, pelaksanaannya akan ala kadarnya dan tentu berdampak pada keselamatan serta kenyamanan atlet dalam bertanding,” ujar Ledia Hanifa Amalia, anggota Komisi X DPR RI.

Menurut Ledia Hanifa, Komisi X DPR RI sudah membahas mengenai lambatnya persiapan PON XXI Aceh-Sumut, termasuk belum rampungnya mayoritas venue. Dari pembahasan tersebut muncul rekomendasi untuk menunda jadwal pelaksanaan PON XXI 2024 yang direncanakan digelar pada 8-20 September mendatang.

“Di internal Komisi X sudah dibahas tentang ini. Ada usulan untuk diundur. Sebab, beberapa waktu lalu kami melakukan peninjauan di Sumut dan ternyata banyak venue yang belum selesai,” ujar legislator dari PKS tersebut.

Saran untuk menunda pelaksanaan PON XXI juga datang dari tokoh sepak bola nasional, I Gede Widiade. Mantan bos Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya itu menilai bahwa seharusnya venue sudah bisa digunakan saat ini.

“Idealnya tiga bulan sebelum PON XXI digelar, harus ada tes event dan tes venue. Paling lambat satu bulan sebelumnya. Namun, kenyataannya banyak venue yang belum rampung,” kata Gede.

Dikutip dari laman KONI, mayoritas venue memang belum rampung. Khusus di Aceh, pekerjaan renovasi dan pembangunan kembali venue PON XXI di Kota Banda Aceh yang terdiri dari 12 venue, yang dikerjakan Kementerian PUPR, rata-rata progresnya berada di angka 55-60 persen.

Bahkan, beberapa venue pengerjaannya masih di bawah 50 persen, seperti Stadion H. Dimurthala (progres 49,31%), Lapangan Tenis Jasdam (progres 44,94%), dan Lapangan Tenis Polda (progres 36,49%).

Kondisi di Sumut pun tak jauh berbeda. Stadion Utama Sumut progres pembangunannya baru mencapai 53 persen. Padahal, PON XXI 2024 dijadwalkan 8-20 September 2024.

“Dalam dua bulan, akan sangat berat melihat kondisi saat ini bisa selesai pengerjaannya,” ujar Gede.

Gede, yang memiliki pengalaman luas dalam infrastruktur olahraga, menyatakan bahwa jika PON dipaksakan, banyak hal yang akan dikorbankan, termasuk anggaran dan keselamatan atlet. “Risiko bagi atlet cukup besar. Persiapan mereka bakal tidak terarah jika dipaksakan bertanding di venue yang belum siap,” papar Gede.

Editor: Akil Rahmatillah

Produksi Padi di Aceh Menurun Akibat El Nino, Distanbun dan BMKG Siapkan Langkah Antisipatif

0
Ilustrasi Padi. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Fenomena El Nino yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah sejak tahun lalu berdampak signifikan terhadap produksi padi di Aceh. Data menunjukkan, produksi padi di Aceh pada tahun 2022 mencapai 1,5 juta ton, namun mengalami penurunan menjadi 1,4 juta ton pada tahun 2023.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Cut Huzaimah, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama para pemangku kepentingan telah menyusun strategi untuk menghindari darurat pangan.

“Produksi padi di Aceh semakin menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Walaupun Aceh masih surplus, kita tidak ingin Aceh mengalami defisit,” ujar Huzaimah dalam Dialog Pagi Banda bersama RRI, Senin (1/7/2024).

Huzaimah menjelaskan, secara nasional sebanyak 60 persen irigasi pertanian mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan, termasuk di Aceh. Jika kondisi ini terus berlanjut, produksi padi diprediksi akan semakin menurun di masa depan.

Sebagai upaya antisipasi dampak kekeringan, Distanbun Aceh meluncurkan program pompanisasi.

“Sebanyak 560 unit pompa, mulai dari ukuran kecil hingga besar, telah disiapkan dan tersebar di 22 kabupaten/kota. Kami juga berencana menambah jumlah ini pada tahun ini,” ungkap Huzaimah.

Selain itu, perluasan areal tanam juga dilakukan dengan mengoptimalkan lahan rawa sawah menjadi dua kali tanam. Perluasan ini mencakup 11.500 hektar yang tersebar di enam kabupaten/kota. Tidak hanya itu, alokasi pupuk subsidi juga ditingkatkan dari 103.000 ton menjadi 223.000 ton.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Aceh, Muhajir, menjelaskan bahwa suhu global saat ini terus mengalami kenaikan signifikan sejak tahun 2023. “Prediksi BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Aceh akan mengalami puncak musim kemarau pada Juni dan Juli 2024,” ujar Muhajir.

Menurut Muhajir, pola iklim di Aceh bervariasi. Wilayah pesisir Barat dan Selatan Aceh memiliki peluang hujan lebih tinggi sepanjang tahun, sedangkan wilayah Banda Aceh hingga Tamiang mulai Juni mengalami curah hujan yang lebih sedikit.

“Dampak musim kemarau termasuk suhu yang lebih panas dari musim lainnya, sehingga memicu kekeringan. Fenomena ini bukan lagi sekadar isu ilmiah, tetapi harus menjadi perhatian serius bagi kelangsungan kehidupan dan ekosistem, termasuk di Aceh,” tegasnya.

BMKG Stasiun Klimatologi Aceh juga telah merilis perkiraan musim kemarau untuk awal tahun 2024.

“BMKG memprediksi musim penghujan akan kembali terjadi pada awal September dan mencapai puncaknya pada November dan Desember,” tutup Muhajir.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh Distanbun dan BMKG, diharapkan Aceh dapat mengatasi tantangan yang dihadapi akibat fenomena El Nino dan menjaga stabilitas produksi pangan di masa mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

Empat Terpidana Kasus Jinayat Jalani Eksekusi Cambuk di Banda Aceh

0
Pelaksanaan hukuman cambuk. (Foto: WH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Empat terpidana kasus jinayat menjalani eksekusi cambuk di Taman Bustanussalatin. Sebelum eksekusi dilakukan, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim medis dari PSC 119 Kota Banda Aceh.

Terpidana yang berinisial MFA, AU, Y, dan CR terbukti melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2006 tentang Hukum Jinayat terkait konsumsi dan penyalahgunaan minuman keras (miras) di wilayah Kota Banda Aceh.

Berdasarkan putusan Mahkamah Syariah, MFA, AU, dan Y dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 42 kali. Sementara itu, CR menerima hukuman 19 kali cambuk setelah dikurangi masa tahanan yang telah dijalani.

Pj Sekda Kota Banda Aceh, Wahyudi, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menegakkan Syariat Islam di wilayahnya.

“Pelaksanaan eksekusi cambuk ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam memberantas pelanggaran terhadap hukum jinayat di Aceh,” ujar Wahyudi.

Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan bahwa eksekusi cambuk ini merupakan salah satu upaya untuk menegakkan disiplin dan kepatuhan terhadap hukum syariat di tengah masyarakat.

Beberapa pejabat turut hadir dalam pelaksanaan eksekusi cambuk ini, antara lain Kajari Kota Banda Aceh, Suhendri; Plt Kasatpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal; dan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Ridwan.

Eksekusi cambuk ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar selalu patuh terhadap hukum yang berlaku, khususnya hukum syariat di Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Waspadai Cuaca Ekstrem di Aceh Tenggara dan Gayo Lues

0
Ilustrasi Hujan dan Petir. (iStock)

NUKILAN.id | Takengon – Masyarakat Aceh Tenggara dan sekitarnya, termasuk Gayo Lues, diimbau untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung sepanjang hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang. Informasi ini disampaikan oleh prakirawan BMKG Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pada Programa Info Cuaca RRI Takengon, Senin (1/7/2024) pukul 06.30 WIB.

Menurut BMKG, kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi terjadi dari pagi hingga sore hari, dengan suhu udara berkisar antara 16 hingga 25 derajat Celsius. “Masyarakat di Aceh Tenggara dan sekitarnya diharapkan untuk memperhatikan peringatan dini ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat,” ujar seorang perwakilan BMKG.

Hujan lebat yang dapat terjadi dalam waktu singkat berpotensi menyebabkan genangan air di beberapa titik, sehingga pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati. Petir juga merupakan ancaman yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan keselamatan jika tidak diambil tindakan pencegahan yang memadai.

Selain itu, angin kencang dengan kecepatan tinggi berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan dan pohon tumbang, khususnya di daerah terbuka atau tanah tinggi.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca di wilayah tersebut dan memberikan update secara berkala. Masyarakat diminta untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan siap sedia dengan langkah-langkah mitigasi dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti ini.

Tetap waspada dan siapkan langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi cuaca yang tidak bersahabat. Pastikan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari BMKG demi keselamatan bersama.

Editor: Akil

Sekda Aceh Tengah Hadiri Syukuran HUT Bhayangkara ke-78

0
Sekda Aceh Tengah Hadiri Syukuran HUT Bhayangkara ke-78. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Subhandhy, menghadiri acara Syukuran Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-78 yang digelar di halaman Mapolres Aceh Tengah, Senin (2/6/2024). Dalam kesempatan tersebut, Subhandhy menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Aceh Tengah atas suksesnya penyelenggaraan rangkaian Pemilihan Umum dan Pemilihan Reje serentak di wilayah itu.

“Ini perlu kami apresiasi karena tidak ada insiden yang berarti di Aceh Tengah,” kata Subhandhy dalam sambutannya.

Sekda juga menekankan pentingnya sinergitas antar aparat untuk menyukseskan perhelatan besar lainnya yang akan datang, yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

“Harapannya, dua perhelatan itu dapat berjalan dengan baik dan sukses tanpa adanya insiden yang berarti,” tambahnya.

Acara syukuran ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan jajaran Polres Aceh Tengah. Dengan tema “Dengan Semangat Bhayangkara, Kita Tingkatkan Stabilitas Kamtibmas Guna Menyukseskan Pembangunan Nasional,” perayaan HUT Bhayangkara ke-78 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara Kepolisian dan masyarakat Aceh Tengah.

Dalam suasana yang penuh keakraban, acara ini juga menjadi ajang refleksi dan evaluasi bagi Kepolisian Aceh Tengah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di masa yang akan datang.

Editor: Akil Rahmatillah