Beranda blog Halaman 1068

Ketua Komite I Fachrul Razi Harap Polri Semakin Presisi pada Pemerintahan Baru Mendatang

0
Ketua Komite I Fachrul Razi bersama Kapolri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi menyampaikan ucapan Hari Bhayangkara ke-78 kepada Polri. Dia berharap agar Polri selalu menjadi pelindung, dan pengayom yang adil bagi masyarakat.

“Selamat Hari Bhayangkara ke 78 tahun 2024, Polri Presisi mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia emas,”, Senin (1/7/2024).

Bhayangkara merupakan momen mempersatukan kepolisian di berbagai daerah menjadi satu kesatuan nasional. Semoga akan selalu mengayomi dan menjadi pelindung untuk segenap bangsa Tanah Air. Serta semoga Polri selalu menjadi garda terdepan dalam menegakkan hukum.

“Semoga Polri selalu presisi, menjadi pelindung dan pengayom yang adil dan bijaksana bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Tahun 2024 ini Polri telah sukses mengamankan Pemilu serentak pungkas Fachrul Razi. Semoga Pilkada bulan November 2024 nanti lebih maksimal dan presisi dalam pengamanannya, serta persiapan pada pelantikan Presiden mendatang.

“Tugas dan tanggung jawab anggota Polri sangat besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Agenda ke depan adalah pelantikan Presiden Baru Hasil Pemilu 2024 dan mengamankan pilkada serentak pada bulan November 2024,” ujar Fachrul Razi.

Selain pengamanan Pilkada 2024, Fachrul Razi memberikan apresiasi Polri untuk terus membrantas praktek judi online khususnya di Aceh serta transaksi penyeludupan narkotika transnasional yang melintasi negara asean.

Editor: Akil Rahmatillah

Prakiraan Cuaca Banda Aceh Rabu 3 Juli 2024

0
Kantor stasiun Meteorilogi Kelas 1 SIM di Banda Aceh. (Foto: info_bmkgaceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang Aceh Besar merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang pada Rabu, 3 Juli 2024.

Di Kota Banda Aceh, cuaca diperkirakan cerah berawan pada pagi hari dan tetap cerah hingga malam hari. Suhu udara di kota ini berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara antara 45 hingga 90 persen.

Sementara itu, di wilayah Aceh Besar, BMKG juga memprediksi cuaca cerah berawan pada pagi hari yang berlanjut hingga malam. Suhu di kawasan ini diperkirakan berada dalam rentang 24 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara yang sama, yakni 45 hingga 90 persen.

Untuk wilayah Sabang, cuaca cerah berawan diperkirakan terjadi sejak pagi hingga siang hari, dan akan tetap cerah pada malam hari. Suhu udara di Sabang juga berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara antara 45 hingga 90 persen.

Demikian prakiraan cuaca untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang pada Rabu, 3 Juli 2024. Untuk informasi lebih lengkap mengenai prediksi cuaca di sejumlah daerah lainnya di Aceh, Anda dapat mengakses laman resmi BMKG.

Editor: Akil

Surati Kejati Aceh, SAPA Minta Semua Pihak Terlibat Korupsi Diproses Hukum

0
Surati Kejati Aceh, SAPA Minta Semua Pihak Terlibat Korupsi Diproses Hukum. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) menyurati Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh meminta untuk mengusut tuntas semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi di Aceh.

Hal itu diungkapkan Ketua SAPA Fauzan Adami setelah menyerahkan surat ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kejaksaan Tinggi Aceh kepada media, Selasa 2 Juli 2024.

Menurut Fauzan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang penanganannya harus diutamakan. Tidak ada alasan Kejati Aceh tidak memproses kasus korupsi yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Kita minta Kejaksaan Tinggi Aceh memastikan tidak ada satu pun pelaku yang terlibat lolos dari jerat hukum terutama aktor utama pelaku korupsi tersebut. Karena itu Kejati Aceh harus melakukan investigasi menyeluruh, memanggil dan memeriksa semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut tanpa pandang bulu,” ungkap Ketua SAPA Fauzan Adami.

Berikut isi surat yang diterima media tersebut, Kami dari Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli terhadap korupsi, sangat prihatin dengan maraknya kasus korupsi yang terjadi di wilayah Aceh selama ini, sehingga merugikan masyarakat dan mempersempit ruang Lingkup pembangunan di Aceh serta merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai lembaga negara yang diberi mandat untuk menegakkan hukum, kami memohon dan mengharapkan agar Kejaksaan Tinggi Aceh segera mengusut tuntas kasus-kasus korupsi tersebut dan memproses para pelakunya secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ada enam dugaan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik selama ini, diantaranya :

1. Kasus Korupsi pengadaan wastafel di Dinas Pendidikan Aceh pada tahun 2020 senilai Rp.43,3 miliar.
2. Kasus korupsi beasiswa yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp22,3 miliar.
3. Kasus dugaan korupsi di Badan Reintegrasi Aceh (BRA) terkait penyaluran bantuan budidaya ikan dan pakan runcah senilai Rp15,7 miliar anggaran APBA Tahun 2023.
4. Kasus dugaan korupsi dana bantuan untuk kombatan Rp650 miliar.
5. Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal Aceh Hebat Rp172 miliar.
6. Kasus dugaan korupsi proyek multiyear Rp1,2 triliun.

Kasus korupsi tersebut, yang telah menjadi perhatian publik memerlukan penanganan serius dan transparan agar keadilan dapat ditegakkan dan kepercayaan masyarakat terhadap Lembaga penegak hukum dapat terjaga.

Kami sangat mengharapkan agar Kejaksaan Tinggi Aceh memastikan tidak ada satu pun pelaku yang terlibat lolos dari jerat hukum terutama aktor utama pelaku korupsi tersebut. Karena itu Kejati Aceh harus melakukan investigasi menyeluruh, memanggil dan memeriksa semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut tanpa pandang bulu.

Kejati Aceh harus mengungkapkan hasil investigasi kepada publik secara transparan dan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap seluruh pelaku korupsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak ada satu pun pelaku yang tidak terjerat hukum.

Kami ingin mengingatkan dan menekankan pentingnya pemberantasan korupsi di wilayah Aceh. Saat ini kondisi Aceh tidak berada dalam keadaan yang baik dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan situasi ini adaalah maraknya praktik korupsi yang menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kami berharap Kejaksaan Tinggi Aceh terus berkomitmen untuk menegakkan hukum dengan tegas dan transparan serta tidak memberikan toleransi kepada pelaku korupsi.

Dan segera menindaklanjuti permohonan ini demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi demi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Semoga Kejati Aceh selalu diberikan kekuatan dan keberanian untuk menjalankan tugas mulia ini. Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan Kerjasamanya, kami ucapkan terimakasih.

Demikian isi surat tersebut yang ditandatangani Ketua Umum Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) Fauzan Adami. Tembusan kepada :
1. Presiden Republik Indonesia
2. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI
3. Jaksa Agung Republik Indonesia
4. Insan Pers
5. Arsip

Editor: Akil Rahmatillah

Aktivitas Petir di Aceh Meningkat Tajam: BMKG Catat 29.794 Kejadian Selama Juni 2024

0
Ilustrasi petir (Foto: Pixabay)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Aceh Besar melaporkan lonjakan aktivitas petir di wilayah Provinsi Aceh. Selama bulan Juni 2024, tercatat sebanyak 29.794 kejadian sambaran petir.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda, Herdiyanti Resty Anugrahningrum, menyampaikan bahwa kejadian petir tersebut paling banyak terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh, dan Kota Sabang, dengan jumlah sambaran terbanyak di Kabupaten Aceh Besar yang mencapai 28.209 kejadian.

“Kami mencatat aktivitas petir yang cukup tinggi di wilayah Aceh selama bulan Juni 2024, dengan total 29.794 kejadian. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Aceh Besar mencatat jumlah sambaran terbanyak, yaitu 28.209 kejadian,” ujar Herdiyanti kepada Kompas.com, Senin (1/7/2024).

Herdiyanti mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya di ruang terbuka seperti lapangan dan persawahan. “Jika Anda berada di ruang terbuka dan melihat awan hitam menggumpal atau awan konvektif yang berpotensi menghasilkan petir, segera menjauh,” katanya.

Selain itu, Herdiyanti juga menekankan pentingnya menghindari penggunaan alat elektronik seperti telepon genggam saat terjadi badai petir. “Penggunaan alat elektronik dapat meningkatkan risiko terkena sambaran petir. Pastikan untuk selalu mengutamakan keselamatan,” tambahnya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu mendapatkan informasi resmi yang bersumber dari BMKG dan disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. BMKG berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan informasi terkini terkait aktivitas cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Aceh guna menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Monumen Aceh Thanks to The World: Simbol Persatuan dan Rasa Syukur

0
Monumen Aceh Thanks To The World. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di tengah Kota Banda Aceh, Monumen Aceh Thanks to The World berdiri kokoh sebagai pengingat rasa terima kasih rakyat Aceh atas bantuan luar biasa yang diterima pasca-tsunami dahsyat tahun 2004. Lebih dari sekadar monumen, tempat ini merupakan simbol persatuan dan semangat pantang menyerah masyarakat Aceh dalam menghadapi tragedi.

Setibanya di area Lapangan Blang Padang, pengunjung akan disambut oleh tugu utama setinggi 18 meter yang menjulang megah. Di puncaknya terukir kalimat “Aceh Thanks to The World,” sebagai ungkapan rasa syukur atas bantuan dari berbagai negara dan organisasi di seluruh dunia. Di sekeliling monumen, terdapat 53 prasasti yang mewakili negara-negara yang telah berpartisipasi dalam upaya rekonstruksi Aceh. Setiap prasasti dihiasi dengan bendera negara masing-masing dan ukiran kalimat “Terima kasih dan Damai” dalam bahasa lokalnya. Hal ini menjadi bukti nyata dari rasa terima kasih yang mendalam dari masyarakat Aceh atas solidaritas dan dukungan yang diberikan di masa-masa sulit.

Lebih dari sekadar simbol, Monumen Aceh Thanks to The World juga menjadi taman yang indah dan asri. Pengunjung dapat bersantai di bawah rindangnya pepohonan, berjalan kaki di jogging track, atau bermain di taman bermain yang tersedia. Di sini, para pengunjung dapat merenungkan kekuatan persatuan dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana.

Bagi wisatawan yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang sejarah tsunami dan upaya rekonstruksi Aceh, terdapat museum kecil di dalam kompleks monumen. Museum ini memamerkan berbagai foto, video, dan artefak yang menceritakan kisah tragedi dan kebangkitan Aceh.

“Kami sekeluarga datang ke sini untuk mengingat kembali masa-masa sulit itu dan bagaimana kami bisa bangkit bersama-sama, anak-anak saya belajar banyak tentang pentingnya solidaritas dan bantuan dari berbagai negara,” ujar Aminah kepada Nukilan.id, Selasa (2/7/2024).

Tidak hanya menjadi destinasi wisata, Monumen Aceh Thanks to The World juga memiliki makna mendalam bagi masyarakat lokal. Bagi mereka, tempat ini mengingatkan kita bahwa di tengah kesedihan dan keputusasaan, selalu ada harapan dan kekuatan untuk bangkit kembali.

“Setiap kali saya datang ke sini, saya merasa bangga dan terharu dengan semangat persatuan yang ditunjukkan oleh semua pihak,” kata M. Rizki, seorang warga Banda Aceh.

Untuk Anda yang akan berkunjung ke taman ini, waktu terbaik adalah pagi atau sore hari untuk menghindari panasnya sinar matahari karena berada di tempat yang terbuka. Pilih pakaian yang nyaman dan sopan, mengingat Banda Aceh merupakan kota yang menerapkan syariat Islam.

Monumen Aceh Thanks to The World merupakan destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang ingin merasakan atmosfer persatuan, rasa terima kasih, dan semangat juang masyarakat Aceh. Tempat ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesedihan dan keputusasaan, selalu ada harapan dan kekuatan untuk bangkit kembali.(XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Ketua DPW PA Aceh Selatan: Tetap Jalin Silaturahmi dan Patuhi Aturan

0
Ketua DPW PA Aceh Selatan, Teungku Jasadi Yasin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Aceh Selatan, Teungku Jasadi Yasin, menghimbau seluruh kandidat calon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar melalui PA untuk tetap menjalin silaturahmi dengan semua kalangan tanpa terpengaruh oleh klaim pihak tertentu terkait restu dari PA pusat.

“Silaturahmi dipersilahkan. Semua calon bupati dan wakil bupati yang sudah mendaftar melalui PA, silahkan jalin komunikasi dengan semua kalangan, termasuk dengan jajaran KPA PA, dari wilayah, daerah hingga sagoe. Kita memberikan kesempatan yang sama,” kata Teungku Jasadi, Senin (1/7/2024).

Namun, Teungku Jasadi menegaskan bahwa seluruh kandidat harus tetap mengikuti aturan dan proses yang ada.

“Tapi ingat, jangan main potong kompas. Tetap ikut aturan dan proses yang ada,” tambahnya.

Aturan tersebut, lanjutnya, akan berlaku hingga diumumkannya calon bupati dan wakil bupati oleh pimpinan Komando KPA dan DPA PA di Banda Aceh nantinya.

“Selama ini, kita belum menerima rekomendasi dan keputusan apapun dari pusat terkait siapa calon yang diusung untuk pilkada Aceh Selatan. Maka selama keputusan belum final, kami persilahkan para kandidat yang daftar di PA untuk menggelar pertemuan dengan pengurus serta simpatisan PA KPA di Aceh Selatan,” jelas Teungku Jasadi.

Ia juga mengajak para kandidat untuk berupaya merebut hati pendukung PA di Aceh Selatan.

“Silahkan rebut hati pendukung PA di Aceh Selatan, karena hingga saat ini tim sedang melakukan survei terkait siapa kandidat dari Aceh Selatan yang memiliki pengaruh dan dukungan kuat,” ujarnya.

Teungku Jasadi menambahkan bahwa setelah hasil akhir survei keluar, KPA PA Aceh Selatan akan satu komando untuk memenangkan kandidat yang diusung.

“Namun selama kesempatan masih dibuka, kami persilahkan semua kandidat untuk melanjutkan silaturahmi seperti biasa,” tutupnya.

Dengan himbauan ini, Teungku Jasadi berharap agar proses pemilihan bupati dan wakil bupati di Aceh Selatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Editor: Akil Rahmatillah

Ahmad Haeqal Asri Kian Diperhitungkan di Pilkada Banda Aceh

0
Haeqal Paling Berpeluang Jadi Wakil Wali Kota Banda Aceh Menurut Survei. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Elektabilitas Ahmad Haeqal Asri sebagai calon wakil wali kota Banda Aceh terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil survei dari Poltracking, Jaringan Survei Inisiatif, dan SCAD Independent, popularitas politikus muda ini meningkat signifikan.

“Hasil ini mengindikasikan keinginan publik terhadap kepemimpinan yang lebih segar,” ujar Fauza Andriyadi, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al Washliyah Banda Aceh, Selasa (2/7/2024).

Menurut Andriyadi, fenomena ini mencerminkan kesiapan masyarakat Banda Aceh untuk menerima perubahan. Haeqal dianggap mewakili aspirasi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan kota.

Meski demikian, persaingan di Pilkada Banda Aceh diprediksi tetap ketat. Para calon lain juga memiliki basis pendukung masing-masing. Namun, tren positif Haeqal patut diperhitungkan menjelang pemilihan.

Ketua Tim Sukses Haeqal, Erlanda Juliansyah Putra, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa peningkatan pengaruh dan dukungan terhadap Ahmad Haeqal Asri adalah hasil kerja keras tim dalam mendongkrak simpati dan empati masyarakat terhadap sosok muda energik dan inovatif seperti Haeqal.

“Itu semua juga karena ada kebutuhan dan keinginan sosok alternatif baru yang membawa spirit perubahan dan pembaruan. Nah, itu ada di sosok Haeqal,” ungkap Erlanda.

Erlanda menambahkan, Haeqal mampu menyedot perhatian karena kepeduliannya terhadap masalah sosial masyarakat. Ia rela mendedikasikan dirinya untuk bekerja membantu menyelesaikan masalah sosial di Kota Banda Aceh.

“Kami masih terus menggenjot dukungan di semua lini pergerakan agar elektabilitas dan popularitas Haeqal semakin tinggi. Kami berharap semua pihak dan masyarakat Kota Banda Aceh memberikan dukungan kepada Haeqal,” pungkasnya.

Editor: Akil

Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh Besar Tertibkan Enam Anak Punk Asal Palembang

0
Ilustrasi Punk. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Petugas Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar menertibkan enam anak punk asal Palembang yang membuka lapak pengemis di wilayah tersebut. Mereka mengaku berada di sana karena motornya rusak.

Kasi Advokasi dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Satpol PP-WH Aceh Besar, Fajri, menyampaikan kepada wartawan bahwa masyarakat melaporkan keberadaan anak punk yang telah beberapa hari tampak di perbatasan Kecamatan Peukan Bada dan Lhoknga, tepatnya di samping SPBU Bradeun.

“Masyarakat melaporkan bahwa anak punk ini telah beberapa hari tampak di perbatasan Kecamatan Peukan Bada dan Lhoknga, tepatnya di samping SPBU Bradeun. Mereka juga membuka lapak mengemis,” kata Fajri, Selasa (2/7/2024).

Menurut Fajri, kehadiran anak punk yang terdiri dari empat pria dan dua wanita itu telah membuat masyarakat setempat resah. Mereka disebut mengeluarkan bau tidak sedap serta kumuh.

Para anak punk tersebut mengaku berasal dari Palembang dan mengatakan bahwa mereka berada di sana karena motornya rusak usai pulang dari Sabang.

“Mereka berusaha memperbaikinya sebelum kembali ke Palembang,” jelas Fajri.

Satpol PP serta Polsek Peukan Bada memberikan waktu kepada mereka untuk segera memperbaiki motornya serta meninggalkan lokasi. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat setempat.

“Demi menjaga ketertiban umum, kami mengharuskan mereka untuk memperbaiki motornya dan segera pergi dari lokasi tersebut,” ujar Fajri.

Editor: Akil

Syukuran Hari Bhayangkara ke-78 di Mapolda Aceh Berlangsung Meriah

0
Syukuran Hari Bhayangkara ke-78 di Mapolda Aceh Berlangsung Meriah. (Foto: TBNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Syukuran Hari Bhayangkara ke-78 yang digelar di Gedung Presisi Mapolda Aceh pada Senin, 1 Juli 2024, berlangsung dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Acara tersebut diwarnai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam siaran persnya pada Selasa, 2 Juli 2024, menyampaikan bahwa pemotongan nasi tumpeng tersebut merupakan simbol rasa syukur dan kebersamaan.

“Syukuran Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024 di Mapolda Aceh yang digelar pada hari Senin, kemarin, diwarnai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Kapolda Aceh,” ujar Kombes Pol. Joko Krisdiyanto.

Nasi tumpeng yang dipotong oleh Kapolda Aceh kemudian diberikan kepada personel Polri tertua dan termuda sebagai bentuk penghargaan dan simbol regenerasi yang berkesinambungan di tubuh Polri.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menambahkan bahwa sejumlah kegiatan lainnya turut memeriahkan syukuran Hari Bhayangkara ke-78 di Mapolda Aceh, di antaranya penyerahan penghargaan kepada personel Polri Polda Aceh yang berprestasi serta berbagai acara hiburan.

“Sejumlah rangkaian kegiatan lainnya turut mengisi acara syukuran, di antaranya penyerahan penghargaan kepada personel Polri Polda Aceh yang berprestasi dan acara hiburan lainnya,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, Kapolda Aceh didampingi oleh Ketua PD Bhayangkari Aceh, Ny. Maharani Kartiko. Kehadiran sejumlah pejabat penting turut menambah kemeriahan acara, di antaranya Wakapolda Aceh, pejabat TNI, Forkopimda Aceh, Irwasda Polda Aceh, para PJU, PD Bhayangkari Aceh, PP Polri Provinsi Aceh, serta sejumlah personel Polda Aceh dan para undangan lainnya.

Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menutup siaran persnya dengan menyampaikan harapan bahwa semangat Hari Bhayangkara dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Semoga semangat Hari Bhayangkara dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Kombes Pol. Joko Krisdiyanto.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj. Bupati Aceh Jaya Lepas Kontingen Atlet ke POPDA Aceh XVII di Aceh Timur

0
Pj. Bupati Aceh Jaya Lepas Kontingen Atlet ke POPDA Aceh XVII di Aceh Timur. (Foto: Humas Aceh Jaya)

NUKILAN.id | Calang – Penjabat (Pj.) Bupati Aceh Jaya, Dr. A. Murtala, M.Si., melepas kontingen atlet Kabupaten Aceh Jaya yang akan bertanding pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh XVII di Aceh Timur. Acara pelepasan yang berlangsung pada Senin (1/7/2024) tersebut dilaksanakan di Pendopo Bupati Aceh Jaya.

Acara pelepasan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh Jaya, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, Plt. Asisten I Setdakab Aceh Jaya, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafpora) Aceh Jaya, perwakilan Kodim 0114/Aceh Jaya, Ketua KONI Aceh Jaya, dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Aceh Jaya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pelatih dan pembina cabang olahraga yang telah mempersiapkan atlet pelajar terbaik untuk mengikuti ajang POPDA Aceh XVII 2024 di Aceh Timur.

“Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) adalah ajang yang sangat penting bagi para pelajar untuk mengasah bakat dan kemampuan di bidang olahraga,” ujar Pj. Bupati Aceh Jaya.

Lebih lanjut, Pj. Bupati Aceh Jaya berpesan kepada para atlet untuk menunjukkan sikap sportif, disiplin, dan semangat juang yang tinggi dalam setiap pertandingan.

“Kalian adalah duta olahraga yang membawa nama baik Kabupaten Aceh Jaya,” tegasnya.

Beliau juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Jaya untuk memberikan doa dan dukungan kepada para atlet.

“Mari kita bersama-sama memberikan doa dan dukungan kepada para atlet kita. Semoga mereka diberikan kekuatan, kesehatan, dan semangat untuk berjuang dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh XVII Tahun 2024. Saya percaya, dengan usaha dan doa, para atlet kita akan mampu meraih hasil yang terbaik,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Disparekrafpora Aceh Jaya, Drs. Fahmi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui Disparekrafpora mengirimkan 93 peserta yang akan mengikuti 8 cabang olahraga dari 16 cabang yang diperlombakan.

Adapun kontingen Aceh Jaya terdiri dari:

  • Atlet Bulu Tangkis: 8 Orang
  • Atlet Karate: 8 Orang
  • Atlet Pencak Silat: 8 Orang
  • Atlet Taekwondo: 8 Orang
  • Atlet Atletik: 8 Orang
  • Atlet Tarung Derajat: 3 Orang
  • Atlet Panahan: 4 Orang
  • Atlet Sepak Bola: 17 Orang
  • Pelatih: 14 Orang
  • Official: 7 Orang
  • Pimpinan Kontingen: 1 Orang
  • Dokter/Tenaga Medis: 4 Orang
  • Supir: 3 Orang

Drs. Fahmi juga meminta doa restu dan dukungan dari Pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh Jaya agar para atlet dan seluruh kontingen Aceh Jaya berada dalam keadaan sehat selama mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).

“Semoga atlet dapat berprestasi dalam arena pertandingan hingga kembali ke Aceh Jaya dengan membawa hasil yang maksimal,” harapnya.

Editor: Akil Rahmatillah