Beranda blog Halaman 1064

Polisi Tangkap 2 Pemasok 180 Kg Sabu dari Malaysia ke Aceh

0
Ilustrasi Sabu. (Foto: Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dua tersangka penyelundup 180 kilogram sabu dari Malaysia ke Aceh berhasil ditangkap polisi. Keduanya kini terancam hukuman mati.

Penangkapan ini bermula saat tim gabungan Polda Aceh dan Bea Cukai menerima informasi adanya sebuah boat nelayan yang berangkat dari Simpang Ulim menuju perairan Malaysia pada Selasa, 12 Juni malam. Boat yang diduga bagian dari sindikat narkoba jaringan internasional itu dicurigai akan mengambil sabu dalam jumlah besar.

Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, mengungkapkan bahwa untuk menyelidiki informasi tersebut, tim gabungan melakukan patroli menggunakan dua kapal Bea Cukai menuju lokasi yang dicurigai. Pada Sabtu, 15 Juni sekitar pukul 01.00 WIB, petugas akhirnya menemukan kapal target di sekitar perairan Peureulak, Aceh Timur.

“Saat itu, tim gabungan melihat kapal target dan segera melakukan pengejaran. Tiga awak kapal berusaha melarikan diri dengan melompat ke laut,” ujar Kartiko kepada wartawan.

Satu orang berinisial I, yang berperan sebagai tekong atau pawang boat, berhasil diamankan. Dari keterangannya, tim gabungan menemukan sembilan karung yang diduga berisi sabu di dalam kapal. Setelah dihitung, total berat barang haram tersebut mencapai 180 kilogram.

Pengembangan penyelidikan mengarah pada penangkapan M di Julok, Aceh Timur. M diduga sebagai pengendali dalam penyelundupan sabu tersebut.

“Saat ini, kami masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pemilik dan pelaku lainnya,” jelas Kartiko.

Menurut Kartiko, para pelaku menyelundupkan sabu melalui jalur Selat Malaka. Sabu dari Malaysia itu dipasok ke Aceh untuk kemudian diedarkan.

“Keduanya dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) sub Pasal 112 Ayat (2) Juncto, sub Pasal 115 Ayat (2) dan Pasal 132 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun, penjara seumur hidup, atau hukuman mati,” tutup Kartiko.

Editor: Akil Rahmatillah

Pertanian Modern Didorong di Aceh melalui Talkshow AMANAH

0
Pertanian Modern Didorong di Aceh melalui Talkshow AMANAH. (Foto: MI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Sektor pertanian modern terus dikembangkan di Aceh melalui inisiatif dari komunitas Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH). Mengusung semangat untuk membangkitkan pertanian melalui modernisasi, AMANAH menggelar talkshow bertajuk “AMANAH AGRO TALK: Untungnya Bertani Ala Petani Milenial” di Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan ini bertujuan menginspirasi dan memberikan pemahaman mendalam tentang potensi pertanian kepada anak muda Aceh. Program AMANAH ini menjadi bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, pertanian modern bisa menjadi pilihan karir yang menarik dan menjanjikan bagi generasi muda Aceh.

Talkshow ini dipandu oleh Afla Nadya dan menghadirkan narasumber-narasumber berpengalaman seperti Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan Provinsi Jakarta dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI Vicky Shu, Ketua Umum Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan Kementan RI Sandi Octa Susila, Ketua Forum Pasar Tani Aceh Benni Baihaqi, Koordinator Wilayah Provinsi Aceh Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan Kementan RI Marzuki, dan Young Ambassador Program Yess 2024 Kementan RI, Haris.

Marzuki menjelaskan konsep smart farming atau sistem pertanian pintar. Menurutnya, smart farming adalah budidaya tanaman yang menggunakan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Teknologi ini memungkinkan para petani untuk mengontrol dan mengelola lahan mereka dari jarak jauh.

“Smart farming sangat cocok untuk petani milenial yang akrab dengan teknologi,” ujar Marzuki, Rabu (3/7).

Vicky Shu menekankan pentingnya kualitas dan konsistensi dalam memasarkan produk pertanian. Ia mengingatkan anak muda Aceh agar tidak takut menghadapi kerugian ketika memulai usaha pertanian.

“Ketika kita takut rugi, artinya kita lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas. Padahal sebenarnya yang membuat konsumen tetap setia membeli produk kita adalah kualitasnya,” ujar Vicky.

Benni Baihaqi menambahkan, kunci sukses dalam bersaing di pasar adalah branding yang konsisten. Menurutnya, branding yang kuat akan membuat produk pertanian lebih dikenal dan diminati oleh konsumen.

“Kita harus berani melakukan branding agar produk kita dikenal dan dipercaya oleh konsumen,” kata Benni, mendorong para peserta untuk berani memperkenalkan produk mereka dengan cara yang kreatif dan menarik.

Sandi Octa Susila menyampaikan apresiasi atas program yang dijalankan oleh AMANAH. Dia menyebut bahwa inisiatif seperti ini sangat penting untuk meningkatkan soft skill dan hard skill para petani muda.

“Program ini merupakan titik penting dalam pengembangan pertanian di Aceh, dan saya berharap lebih banyak anak muda yang terinspirasi untuk terjun ke sektor pertanian,” kata Sandi.

Sementara itu, Haris menyampaikan rasa bahagianya melihat antusiasme anak muda Aceh terhadap pertanian modern.

“Pertanyaan-pertanyaan dari peserta menunjukkan semangat dan keinginan kuat mereka untuk belajar dan berkembang dalam bidang pertanian,” ungkap Haris.

Para peserta, seperti Farhan Alfitrah (23) dan Fefi Suryani (22), juga mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasihnya kepada AMANAH. Farhan berharap agar acara serupa dapat digalakkan lagi di masa mendatang.

“Acara ini sangat bermanfaat dan dapat melahirkan generasi petani yang baru untuk Aceh,” ujar Farhan.

Acara ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi anak muda Aceh untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sektor pertanian modern, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan di masa depan.

Editor: Akil Rahmatillah

Panwaslih Aceh Siap Awasi Penghitungan Ulang Suara di Pidie Jaya dan Aceh Timur

0
Ketua Panwaslih Aceh, Agus Syaputra dalam kegiatan distkusi media pengawasan Penghitungan Ulang Surat Suara di Pidie Jaya dan Aceh Timur. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panwaslih Provinsi Aceh telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk mengawasi pelaksanaan Penghitungan Ulang Surat Suara (PUSS) di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Timur, sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Panwaslih Aceh, Agus Syaputra, mengatakan bahwa pihaknya akan mengawasi proses penghitungan ulang di 770 TPS yang tersebar di 288 desa dan 14 kecamatan di kedua kabupaten tersebut. PUSS akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2024.

“Kami akan mengawasi proses penghitungan ulang dengan menempatkan dua pengawas di setiap panel. Totalnya ada 178 pengawas yang disiapkan, dengan rincian 134 pengawas untuk 67 panel di Aceh Timur dan 44 pengawas untuk 22 panel di Pidie Jaya,” jelas Agus

Agus menambahkan bahwa Panwaslih Aceh telah membentuk Tim Fasilitasi Pengawasan untuk membantu Panwaslih Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Timur dalam melaksanakan tugasnya. Tim ini akan bertugas memantau dan mengawasi proses penghitungan ulang surat suara di setiap panel.

Di Kabupaten Aceh Timur, PUSS akan dilakukan berdasarkan 4 putusan MK dan akan dilaksanakan di 11 kecamatan dengan 185 desa dan 539 TPS. Lokasi PUSS akan ditempatkan di pendopo Wakil Bupati di Perlak.

Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya, PUSS akan dilakukan berdasarkan 2 putusan MK dan akan dilaksanakan di 3 kecamatan dengan 103 desa dan 231 TPS. PUSS di Pidie Jaya akan dilaksanakan di aula kantor bupati.

Setelah PUSS selesai dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2024, rekapitulasi hasil PUSS akan dilakukan di tingkat kecamatan pada tanggal 7 dan 8 Juli. Kemudian, rekapitulasi hasil PUSS di tingkat kabupaten akan dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Juli.

Agus menyampaikan, pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya bertujuan untuk mencegah terjadinya kerawanan pada saat pelaksanaan tahapan pemungutan dan penghitungan suara sebelumnya.

Reporter: Rezi

Aceh Barat Tempatkan Kontingen di MAN 1 Aceh Timur untuk POPDA XVII

0
MAN 1 Aceh Timur. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Timur menjadi markas bagi kontingen Aceh Barat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-XVII yang digelar di Aceh Timur. MAN 1 Aceh Timur, yang terletak di Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, akan menjadi tempat menginap bagi seluruh atlet dan ofisial Aceh Barat.

“Semua kontingen atlet dan ofisial Aceh Barat nantinya akan menginap di MAN 1 Aceh Timur,” jelas Plt. Kadisparpora Aceh Barat, Mirsal, Rabu (3/7/2024).

Mirsal mengingatkan para atlet untuk menjaga kondisi tubuh mengingat cuaca di Aceh Timur yang sangat panas. Ia menyarankan agar mereka banyak mengonsumsi air putih untuk menjaga kesehatan.

“Kita minta para atlet banyak mengonsumsi air putih untuk menjaga kondisi badan,” harap Mirsal.

Sebelumnya, Pj. Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi telah melepas 196 atlet dan ofisial yang tergabung dalam kontingen Aceh Barat. Mereka akan bertanding pada ajang POPDA Aceh XVII di Aceh Timur yang berlangsung pada 6-13 Juli 2024. Acara pelepasan ini dilaksanakan di Halaman Kantor Pemkab Aceh Barat.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pelatih dan pembina cabang olahraga yang telah mempersiapkan atlet-atlet pelajar terbaik untuk mengikuti ajang POPDA Aceh XVII 2024 di Aceh Timur.

Dengan persiapan yang matang, kontingen Aceh Barat diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi gemilang.

Editor: Akil Rahmatillah

Pelatih Timnas Malaysia Coaching Clinic untuk Tim PON KONI Aceh

0
Pelatih Timnas Malaysia Coaching Clinic untuk Tim PON KONI Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Untuk mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI September mendatang, bekerjasama dengan KONI Aceh, Pengprov Rugby Aceh mendatangkan secara khusus pelatih Tim Nasional (Timnas) Rugby Malaysia Coach Nik Safuan Ismade untuk melakukan coaching clinic bagi atlet dan pelatih Rugby Aceh.

Coach Nik merupakan pelatih senior Malaysia yang pernah membawa Tim Rugby negara jiran itu menjuarai even Sea Games dan juga menjadi Juara pada Sea Rugby 7’s Tahun 2024.

“Coaching clinic yang dilaksanakan di Banda Aceh kali ini merupakan tindaklanjut dari penandatanganan MoU Kerjasama antara KONI Aceh dengan MSN Selangor tahun 2023 lalu,” kata Ketua Umum KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, Kamis 4 Juli 2024.

Abu Razak menyampaikan terimakasih kepada MSN Malaysia khususnya MSN Selangor yang telah mengizinkan Pelatih Timnas mereka untuk melakukan coaching clinic kepada Tim PON Aceh.

Juga terimakasih kepada Malaysia Rugby yang telah mengizinkan Pelatih Timnas nya untuk melakukan coaching clinic terhadap Tim PON Aceh.

MSN atau Majelis Sukan Negeri merupakan organisasi induk yang beranggotakan cabang-cabang olahraga di Selangor Malaysia.

Ketua Umum Rugby Aceh Andry Agung mengatakan, coaching clinic dilaksanakan dari tanggal 2 hingga 6 Juli 2024.

“Kegitan ini juga merupakan lanjutan dari kegiatan training camp dan try out Tim Rugby Aceh di Malaysia beberapa waktu lalu,” kata Andry.

Pada coaching clinic yang dilakukan kali meliputi materi antara lain, evaluasi games, dan evaluasi taktik.

“Saya berusaha maksimal untuk memberikan ilmu dan taktik terbaik bagi Tim Rugby Aceh yang dalam masa dekat ini akan mengikuti PON XXI Tahun 2024,” kata Coach Nik.

Editor: Akil Rahmatillah

Harga Gabah Kering Panen di Aceh Turun 1,84 Persen Akibat Kualitas Produk

0
ilustrasi gabah. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan bahwa harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sepanjang Juni 2024 mengalami penurunan sebesar 1,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi Rp6.242 per kilogram. Penurunan ini dipengaruhi oleh kualitas gabah yang kurang baik, meskipun sejumlah kabupaten/kota di Aceh masih dalam musim panen padi.

Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, menyatakan bahwa penurunan harga ini tidak hanya terjadi di tingkat petani, tetapi juga di tingkat penggilingan. Harga rata-rata GKP di tingkat penggilingan turun sebesar 1,38 persen, menjadi Rp6.411 per kilogram. “Harga gabah kualitas GKP menurun disebabkan sebagian wilayah masih terdapat panen serta kualitas gabah yang kurang baik,” ujarnya pada Rabu (3/7/2024).

BPS Aceh mencatat bahwa harga GKP tertinggi selama Juni 2024 terdapat di Kabupaten Pidie, mencapai Rp6.750 per kilogram. Sementara itu, harga GKP terendah tercatat di Aceh Utara sebesar Rp5.900 per kilogram. Pemantauan harga gabah dilakukan di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Aceh Timur, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Pidie Jaya.

“Observasi pemantauan harga selama Juni 2024 ini mencakup gabah kering panen,” tambah Ahmadriswan.

Di sisi lain, BPS juga mencatat penurunan nilai tukar petani (NTP) di Aceh pada Juni 2024 sebesar 2,38 persen dibandingkan Mei 2024, menjadi 118,91. NTP adalah indikator untuk melihat tingkat pertumbuhan daya beli petani, yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

“Kenaikan NTP ini didorong oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani dan juga indeks harga yang dibayar petani,” jelas Ahmadriswan.

Indeks harga yang diterima petani pada Juni 2024 naik sebesar 2,69 persen dibanding periode sebelumnya, menjadi 139,31. Komoditas yang berkontribusi pada kenaikan ini antara lain kopi, gabah, dan kakao.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani pada Juni 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen dibanding bulan sebelumnya, menjadi 117,16. Komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan ini adalah ikan tongkol, cabai merah, dan sigaret kretek.

Dengan data ini, BPS Aceh berharap petani dapat terus meningkatkan kualitas produk mereka untuk memperoleh harga yang lebih baik di pasaran.

Editor: Akil Rahmatillah

Tren Pembelian Emas untuk Mahar Pernikahan Meningkat

0
Perhiasan di Toko Emas Italy di sekitaran Pasar Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjual emas di Toko Italy di Pasar Aceh, Banda Aceh, Daffa mengungkapkan bahwa saat ini tren pembelian emas untuk mahar pernikahan sedang meningkat seiring dengan musim pernikahan.

Menurut Daffa, emas dibeli oleh masyarakat dengan tiga tujuan utama yaitu untuk mahar pernikahan, investasi, dan perhiasan.

“Sekarang lagi musim nikah, jadi trennya banyak yang beli emas untuk mahar,” ujar Daffa kepada Nukilan, Rabu (3/7/2024).

Jumlah emas yang dibeli untuk mahar pun beragam, tergantung kemampuan ekonomi calon mempelai laki-laki. Daffa menyebutkan, rata-rata pembelian emas untuk mahar berkisar antara 8 hingga 45 mayam.

“Ada yang beli 8 mayam, ada juga yang sampai 45 mayam. Tergantung kemampuan ekonomi calon mempelai laki-lakinya,” jelas Daffa.

Model emas yang dibeli untuk mahar pun bervariasi. Ada yang memilih emas yang sudah jadi, dan ada juga yang memilih untuk memesan sesuai keinginan.

“Ada yang beli yang sudah jadi, ada juga yang mau di tempah. Tergantung selera masing-masing,” kata Daffa.

Daffa mengatakan, harga emas di tokonya saat ini Rp 3.950.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.

“Harga emas hari ini Rp 3.950.000 per mayam. Ongkos pembuatan Rp 100-180 ribu per mayam tergantung model perhiasan,” pungkasnya. 

Reporter: Rezi

SOina Aceh: Menanti Kesempatan Berkembang Bagi Anak Bertalenta Khusus

0
SOina Aceh: Menanti Kesempatan Berkembang Bagi Anak Bertalenta Khusus. (Foto: SOina)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komunitas Special Olympics Indonesia (SOina) Provinsi Aceh mengukuhkan kepengurusan baru dalam upaya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak bertalenta khusus di wilayah tersebut. Acara pengukuhan yang berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar pada Rabu (26/6/2024) menandai komitmen baru untuk mendukung inklusi dan pengembangan bakat mereka.

Dalam upaya memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, Hj Jamilah Ansyari dilantik sebagai Ketua Pengurus Pusat SOina Aceh. Dukungan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang olahraga, seni, dan kepemimpinan baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional.

“Kami yakin kepengurusan ini mampu bekerja dengan baik, dengan komitmen tinggi dari ketua dan sekretaris serta dukungan yang kuat dari pihak Dinas Pendidikan,” ujar Warsito Ellwein, Ketua Umum Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia.

Meskipun demikian, tantangan tetap ada. Data menunjukkan bahwa sebagian besar anak bertalenta khusus berasal dari keluarga kurang mampu di Aceh. Banyak dari mereka menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Stigma dan diskriminasi juga masih menjadi halangan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Jamilah Ansyari, bersama pengurus SOina Aceh, kini fokus untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya inklusi sosial bagi anak-anak bertalenta khusus. Langkah-langkah strategis seperti mendirikan klub-klub lokal dan berkolaborasi dengan unit layanan difabilitas di setiap daerah diharapkan dapat mengatasi isolasi sosial yang sering dialami mereka.

Dengan adanya inisiatif ini, SOina Aceh berharap dapat menjadi teladan bagi wilayah lain di Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak anak bertalenta khusus untuk berkembang secara maksimal dalam lingkungan yang inklusif dan mendukung.

Editor: Akil Rahmatillah

Empat Faktor yang Meyakinkan LBH Padang Terjadinya Penyiksaan terhadap Afif Maulana

0
Foto mendiang Afif Maulana. (Foto: Detik)

Nukilan.id – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Indira Suryani menyebutkan LBH Padang sangat yakin ada penyiksaan dalam kasus kematian Afif Maulana (13), pelajar SMP yang ditemukan tewas di sungai Batang Kuranji, Kota Padang. Beberapa faktor yang mendukung klaim tersebut, kata Indira, pertama yaitu dari foto keluarga tentang kondisi jasad korban.

“Rata-rata, traumanya itu ada di sebelah kiri, dari mulai pinggangnya, belakangnya, dan juga bagian depannya. Ini kemudian teridentifikasi dari foto yang kami temukan dan juga ditemukan oleh keluarga,” ujar Indira Suryani dalam konferensi pers virtual Yayasan LBH Indonesia Bersama LBH Padang dan koalisi masyarakat sipil, Rabu (3/7/2023).

Kedua, kata Indira, faktor yang membuat LBH Padang yakin bahwa telah terjadi penyiksaan yaitu dari posisi mayat Afif Maulana. Mayat Afif Maulana ditemukan di bawah Jembatan Kuranji dalam kondisi telentang dengan kedalaman air sekitar 50 sentimeter.

“Itu fakta-fakta yang kami temukan, dan ketika kami melihat ketinggian jembatan ke bawah, kami memperkirakan bahwa kalau dia lompat atau jatuh dari atas jembatan, maka kondisinya akan lebih remuk. Itu temuan yang kami klarifikasi dari keluarga,” ujarnya.’

Sementara faktor ketiga yaitu LBH Padang juga bertemu dengan anak-anak lainnya yang juga terlibat dalam tragedi Jembatan Kuranji itu pada tanggal 9 Juni 2024 sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

“Kami menemukan tujuh orang, lima orang di antaranya anak, dua orang dewasa. Kami menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh mereka. Ada bekas sundut rokok, ada bekas dilecut dengan rotan, dan ada bekas tendangan.”

Faktor berikutnya yang membuat LBH Padang semakin yakin, yaitu Ketika pihak keluarga datang ke Polsek Kuranji ingin melihat mayat Afif Maulana, keluarga diminta untuk menandatangani surat tidak menuntut apa-apa.

“Itu sudah menjadi modus. Lalu diframing kalau korban adalah pelaku tawuran. Tidak boleh dilihat keluarga sewaktu autopsi, dan tidak diperbolehkan untuk memandikan dan mengafani mayat. Itulah yang membuat kami semakin yakin,” demikian disampaikan Indira Suryani. []

Reporter: Sammy

Nagan Raya Bersiap Hadapi POPDA Aceh XVIII

0
Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, resmi melepaskan atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh ke XVIII tahun 2024. (Foto: MC Nagan Raya)

NUKILAN.id | Sukamakmue – Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Budparpora) Nagan Raya, Fariky, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh ke XVIII. Persiapan ini dilakukan demi meraih kemenangan dalam ajang bergengsi tersebut.

Fariky menjelaskan bahwa keberangkatan kontingen Kabupaten Nagan Raya terbagi menjadi tiga kelompok.

“Cabang olahraga sepak bola, bola voli, tenis meja, panahan, dan pentaque menjadi kelompok pertama yang berangkat ke Aceh Timur,” ujar Fariky.

Selanjutnya, kelompok cabang olahraga bulu tangkis, basket, serta tim medis akan menyusul keberangkatan ke Aceh Timur. Kemudian, pada tanggal 5 Juli, enam cabang olahraga lainnya, yaitu tinju, pencak silat, atletik, tenis lapangan, serta taekwondo, akan diberangkatkan. Total keseluruhan yang diberangkatkan mencapai 201 orang, terdiri dari 134 atlet, 24 tenaga medis, 23 pelatih, dan 16 official.

Fariky juga mengimbau kepada seluruh atlet POPDA Aceh Nagan Raya untuk menjaga kesehatan dengan baik guna meraih prestasi gemilang dalam ajang bergengsi tersebut.

“Kami berharap semua atlet dapat menjaga kondisi kesehatan mereka agar dapat tampil optimal dan meraih prestasi terbaik,” tutup Fariky.

Editor: Akil Rahmatillah