Beranda blog Halaman 1063

Aceh Tengah Terima Penghargaan Implementasi Kurikulum Merdeka

0
Aceh Tengah Terima Penghargaan Implementasi Kurikulum Merdeka. (Foto: Dok. Disdik Aceh Tengah)

NUKILAN.id | Takengon – Penjabat Bupati Aceh Tengah, diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah, H. Harun Manzola, SE.MM, menerima penghargaan atas dukungan regulasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Festival Kurikulum Merdeka, yang juga diisi dengan seminar, gelar wicara, pemberian penghargaan, dan pameran foto.

Menurut Harun Manzola, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah dalam menjalankan dan mengembangkan Kurikulum Merdeka. Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, hanya 12 yang menerima penghargaan ini.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Ini adalah buah dari kerja keras semua pihak, mulai dari pimpinan daerah, unsur dinas, para kepala dan guru satuan pendidikan, serta seluruh stakeholder yang telah mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Aceh Tengah,” ujar Harun.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah yang diwakili oleh Pejabat Fungsional, Gusti Maldy Sastra, M.PD, atas upaya dan dedikasinya dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Harun Manzola berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui Kurikulum Merdeka.

“Kami berharap Kurikulum Merdeka dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas bagi semua anak didik di Aceh Tengah,” tambahnya.

Festival Kurikulum Merdeka ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang penerapan Kurikulum Merdeka, sehingga semakin banyak daerah yang termotivasi untuk mengimplementasikannya demi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Editor: Akil

Data BPS: Ekspor Aceh Turun 29,65 Persen pada Mei 2024

0
Ilustrasi Ekspor. (Foto: Niaga Asia)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada bulan Mei 2024 tercatat sebesar 41,02 juta USD, mengalami penurunan signifikan sebesar 29,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh yang menunjukkan bahwa ekspor komoditas terbesar dari provinsi tersebut masih didominasi oleh bahan bakar mineral, dengan nilai 23,33 juta USD berupa batubara.

Dari analisis data yang dilakukan Nukilan.id, India menjadi negara tujuan utama ekspor Aceh, dengan nilai ekspor tertinggi mencapai 24,05 juta USD pada bulan Mei. Komoditas utama yang diekspor ke India adalah batubara, yang merupakan hasil pertambangan terbesar dari provinsi ini.

Selain itu, sektor pertambangan mendominasi ekspor Aceh pada bulan Mei 2024, dengan nilai mencapai 23,35 juta USD. Sektor ini diikuti oleh hasil usaha pertanian senilai 14,21 juta USD, dan hasil industri pengolahan sebesar 3,46 juta USD.

Sementara itu, nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Mei 2024 tercatat sebesar 37,82 juta USD, mengalami penurunan sebesar 24,08 persen dibandingkan bulan April. Komoditas impor terbesar adalah gas, dengan nilai mencapai 26,77 juta USD. Meskipun demikian, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada bulan Mei 2024 tetap mengalami surplus sebesar 3,20 juta USD.

Dari total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh pada bulan Mei 2024, sebesar 24,59 juta USD atau 59,95 persen diekspor melalui provinsi Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ekspor masih dikelola dan dikirim langsung dari wilayah Aceh.

Penurunan nilai ekspor dan impor pada bulan Mei 2024 ini menjadi perhatian utama, mengingat fluktuasi harga komoditas global dan dinamika perdagangan internasional yang turut mempengaruhi kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Aceh. Kendati demikian, surplus neraca perdagangan menunjukkan bahwa Aceh masih mampu menjaga keseimbangan ekonomi dengan baik. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Panwaslih Aceh Siapkan Sumber Daya untuk Awasi PSU di Pidie Jaya dan Aceh Timur

0
Panwaslih Awasi Perhitungan Suara Ulang di Aceh Timur-Pijay. (Foto: Humas Panwaslih Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslih) Provinsi Aceh telah mengintensifkan persiapan untuk penghitungan ulang surat suara di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Timur, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi. Langkah ini mencakup pembentukan Tim Fasilitasi Pengawasan yang akan mendukung proses ini di dua kabupaten tersebut.

Ketua Panwaslih Aceh, Agus Syahputra, mengungkapkan bahwa selain menyiapkan tim fasilitasi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko, serta pihak kepolisian terkait. Koordinasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran selama proses penghitungan dan rekapitulasi surat suara.

“Kami juga telah mengeluarkan Surat Imbauan kepada KIP Aceh untuk meminimalisir pelanggaran yang dapat terjadi,” ujar Agus pada Kamis (4/7/2024).

Agus menambahkan bahwa Panwaslih Provinsi Aceh juga telah melakukan evaluasi terhadap pengawasan Pemilu Tahun 2024, yang melibatkan semua anggota Panwaslih dari kabupaten/kota di Aceh. Evaluasi ini bertujuan untuk memetakan kerawanan yang mungkin terjadi selama proses pemungutan dan penghitungan suara sebelumnya.

“Dengan memetakan kerawanan ini, kami dapat lebih siap dalam mengawasi proses penghitungan ulang di 770 TPS di dua kabupaten, yaitu Pidie Jaya dan Aceh Timur,” jelasnya.

Detail teknis menunjukkan bahwa di Aceh Timur terdapat 11 kecamatan dengan 185 desa dan 539 TPS yang akan direkapitulasi berdasarkan putusan MK. Sementara di Pidie Jaya, ada tiga kecamatan dengan 103 desa dan 231 TPS yang terlibat dalam penghitungan ulang sesuai putusan MK.

“Pelibatan masyarakat dalam pengawasan ini sangat penting untuk memastikan integritas proses demokrasi kita,” pungkas Agus.

Dengan persiapan matang dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, diharapkan proses penghitungan ulang ini dapat berjalan dengan lancar dan transparan, menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu tahun ini.

Editor: Akil

Badan Pusat Statistik: Penurunan Jumlah Penumpang di Bandara Aceh pada Mei 2024

0
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jumlah penumpang penerbangan yang berangkat melalui bandara di Provinsi Aceh pada Mei 2024 mencapai 36.794 orang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 3,88 persen dibandingkan dengan April 2024, serta turun 5,19 persen dibandingkan dengan Mei 2023.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penumpang domestik yang berangkat melalui bandara di Provinsi Aceh selama Mei 2024 mencapai 28.739 orang. Berdasarkan analisis Nukilan.id, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 6,72 persen dibandingkan April 2024 yang mencapai 30.811 orang.

Penumpang terbanyak berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, yaitu sebanyak 27.202 penumpang. Sementara itu, Bandara Lasikin melayani 631 penumpang, dan Bandara Malikussaleh melayani 287 penumpang.

Untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Mei 2024 mencapai 8.055 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 7,83 persen dibandingkan dengan April 2024. Kenaikan ini dipengaruhi oleh keberangkatan jamaah haji menuju Tanah Suci.

Namun, jika dibandingkan dengan Mei 2023, jumlah penumpang pada penerbangan internasional mengalami penurunan sebesar 19,81 persen. Selain itu, kedatangan penumpang pada penerbangan internasional turun drastis sebesar 70,80 persen dibandingkan dengan Mei 2023.

Data ini menunjukkan adanya fluktuasi yang signifikan dalam jumlah penumpang baik pada penerbangan domestik maupun internasional di Provinsi Aceh. Faktor-faktor seperti keberangkatan haji dan kondisi ekonomi regional mungkin turut mempengaruhi perubahan angka tersebut. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Susul Langkah Provinsi, Aceh Tengah Rencanakan Qanun Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

0
Siswa disabilitas mengikuti lomba balap kursi roda pada ajang Festival Olahraga Disabilitas di SLBN A Jawa Barat. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Takengon – Aceh Tengah sedang bersiap untuk menghadirkan undang-undang daerah baru yang fokus pada pemenuhan hak penyandang disabilitas. Rencana ini diumumkan oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Tengah, Ishak, yang menyatakan bahwa kabupaten tersebut berencana menyusun Qanun tentang Disabilitas pada tahun mendatang.

“Dalam tahun depan, kita juga akan menyusun rancangan qanun tentang Disabilitas,” ujar Ishak seperti yang diumumkan dalam rilis resmi pada Kamis (4/7/2024).

Ishak menjelaskan bahwa penyusunan Qanun di tingkat kabupaten/kota baru dapat dimulai setelah Qanun pemenuhan hak Disabilitas dari Dinas Sosial Provinsi Aceh disahkan terlebih dahulu.

“Kita menunggu keputusan dari provinsi terlebih dahulu sebelum kabupaten dan kota di Aceh dapat mengimplementasikan ini,” tambahnya.

Selama ini, pemenuhan hak penyandang disabilitas di Aceh Tengah mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 53 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Tahun 2024-2029.

Dengan adanya Qanun khusus yang direncanakan, diharapkan bahwa hak-hak penyandang disabilitas di Aceh Tengah dapat terpenuhi dengan lebih efektif dan menyeluruh.

Editor: Akil

Bhayangkara Fest 2024 Targetkan Peningkatan Ekonomi dan Promosi PON Aceh-Sumut

0
Ketua Panitia Bhayangkara Fest, Kombes Winardy saat dorstop di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, pada Kamis, 4 Juli 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, Polda Aceh menggelar Bhayangkara Fest 2024 selama empat hari, mulai dari 5 hingga 8 Juli 2024. 

Festival ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti pentas seni dan budaya dari 23 kabupaten kota di Aceh, pameran alutsista, bazar UMKM, pasar murah, selawat, zikir, parade artis nasional, dan masih banyak lagi.

Ketua Panitia Bhayangkara Fest, Kombes Winardy, mengatakan bahwa festival ini bertujuan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan juga sebagai ajang promosi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara.

“Festival ini merupakan wujud apresiasi dan bentuk kegiatan sosial kepada masyarakat Aceh atas kerjasama dan dukungan yang diberikan kepada kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Aceh,” ujar Winardy kepada Nukilan, Kamis (4/7/2024).

Bhayangkara Fest 2024 akan diikuti oleh berbagai pihak, seperti pelaku UMKM, 23 pemerintah kabupaten kota, perusahaan swasta, komunitas pemuda, pelaku seni daerah, dan elemen masyarakat lainnya.

Winardy berharap Bhayangkara Fest 2024 dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mendatangkan lebih banyak pengunjung dan meningkatkan perputaran uang dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada Bhayangkara Fest tahun ini kita harapkan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat dengan hadirnya lebih kurang 100 UMKM. Perputaran uangnya juga lebih banyak dari tahun kemarin, yang hanya mencapai Rp30 miliar lebih,” jelas Winardy.

Winardy juga menghimbau kepada masyarakat yang mengunjungi Bhayangkara Fest untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjaga kebersihan.

“Selain sebagai ajang promosi PON Aceh-Sumut, Bhayangkara Fest juga sebagai ajang silaturahmi masyarakat Aceh dalam menyongsong Pilkada serentak pada November mendatang,” pungkasnya Winardy.

Reporter: Rezi

Mengenal Para Menlu RI yang Dijuluki Diplomat Ulung

0
Menteri Luar Negeri dari tahun 1978 hingga 1988, Mokhtar Kusumaatmadja. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Luar Negeri, dengan gelar dan tanggung jawabnya yang mengandung kewibawaan dan kompleksitas, memegang peran sentral dalam membangun jembatan antara suatu negara dengan dunia luar.

Di tengah arus globalisasi yang semakin mengikat, peran mereka semakin penting dalam menghadapi tantangan dan peluang yang terus berkembang di panggung internasional.

Sebagai juru diplomatik utama negara, Menteri Luar Negeri adalah ujung tombak dari diplomasi dan perundingan internasional. Dengan kecerdasan, kepandaian, dan ketajaman strategis, mereka merintis jalur untuk mengamankan kepentingan nasional sambil memelihara hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara mitra.

Tugas mereka mencakup lebih dari sekadar pertemuan dan kesepakatan; mereka bertanggung jawab atas penyelidikan mendalam terkait isu-isu global, menganalisis dinamika politik, ekonomi, dan sosial, serta memprediksi potensi perubahan yang dapat mempengaruhi keamanan dan kesejahteraan negara.

Menurut hasil penelusuran dari berbagai sumber, Nukilan.id mengidentifikasi setidaknya lima Menteri Luar Negeri RI yang dianggap sebagai diplomat ulung. Berikut adalah lima nama Menteri Luar Negeri Indonesia yang diakui kehebatannya versi Nukilan.id:

1. Marty Natalegawa (2009-2014)

Marty Natalegawa menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia dari tahun 2009 hingga 2014. Selama masa kepemimpinannya, Marty berhasil mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan menengah (middle power) di kancah internasional. Di bawah kepemimpinannya, posisi Indonesia semakin penting di ASEAN dan G20. Marty dikenal karena kecakapannya dalam diplomasi multilateral serta visinya yang progresif dalam memajukan kepentingan nasional di forum global.

2. Hasan Wirajuda (2001-2009)

Hasan Wirajuda menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dari tahun 2001 hingga 2009. Hasan berperan penting dalam mendorong perlindungan dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di ASEAN. Berkat inisiatifnya, Indonesia menjadi penggerak utama dalam mekanisme HAM di ASEAN. Dedikasinya terhadap isu-isu kemanusiaan membuatnya dihormati baik di dalam negeri maupun di kalangan diplomat internasional.

3. Ali Alatas (1988-1999)

Ali Alatas dikenal luas karena perannya mewakili negara-negara berkembang di forum internasional. Beliau dihormati banyak negara atas kepiawaiannya dalam berdiplomasi. Bahkan, pada tahun 1990-an, Ali Alatas sempat ditawari untuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selama menjabat, Alatas memperjuangkan kepentingan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya dengan penuh dedikasi dan integritas.

4. Adam Malik (1966-1977)

Adam Malik adalah salah satu tokoh kunci dalam pembentukan ASEAN pada tahun 1967. Selain itu, ia juga menjadi orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB pada tahun 1971. Kontribusinya dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional melalui diplomasi yang efektif dan berwibawa membuatnya dikenang sebagai salah satu Menteri Luar Negeri terbaik Indonesia.

5. Mochtar Kusumaatmadja (1978-1988)

Mochtar Kusumaatmadja menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dari tahun 1978 hingga 1988. Salah satu pencapaian terbesar beliau adalah mendorong Deklarasi Djuanda yang menegaskan kedaulatan Indonesia atas perairan kepulauan. Kebijakan ini kemudian diakui secara internasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan hukum laut internasional.

Para diplomat ini telah berjasa besar dalam mengangkat nama Indonesia di kancah global. Dengan kepemimpinan mereka, Indonesia tidak hanya bertahan di tengah arus globalisasi, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam berbagai isu internasional.(XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

PT Bank Syariah Indonesia Gelar Roadshow untuk Program Aceh Muslimpreneur 2024

0
PT Bank Syariah Indonesia Gelar Roadshow untuk Program Aceh Muslimpreneur 2024. (Foto: BSI Aceh)

NUKILAN.id | Sigli – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memulai pencarian bakat dengan mengadakan roadshow untuk program BSI Aceh Muslimpreneur (AMP) 2024. Program ini bertujuan menjangkau dan menemukan UMKM potensial di Aceh.

“Kami telah memulai roadshow AMP 2024 di Sigli dengan kegiatan awal berupa perekrutan calon peserta dan promosi program yang telah diluncurkan oleh Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi di Banda Aceh,” ujar Area Manager BSI Banda Aceh, Fitriana, di Sigli, Rabu.

Menurut Fitriana, kegiatan ini adalah bagian dari upaya menghimpun talenta pengusaha muda di Aceh untuk bergabung dengan program yang menargetkan 2.500 wirausaha muslim pada tahun 2024. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 2.234 pendaftar.

“Kami terus memaksimalkan promosi ke seluruh daerah di Aceh guna membuka kesempatan lebih luas bagi seluruh wirausaha muslim muda di Tanah Rencong,” tambahnya.

Roadshow AMP 2024 akan berlangsung di empat kota, yaitu Sigli, Lhokseumawe pada 4 Juli, Meulaboh pada 9 Juli, dan terakhir di Takengon. Fitriana berharap seluruh masyarakat Aceh turut serta mendaftar dan menjadi bagian dari BSI Aceh Muslimpreneur 2024.

Program ini merupakan bentuk nyata dukungan BSI dalam mempercepat pertumbuhan wirausaha muda Aceh. Program inkubasi dan penghargaan ini dirancang khusus untuk wirausaha muda di Provinsi Aceh.

Fitriana menjelaskan ada lima tahapan dalam AMP 2024. Tahap pertama adalah scouting yang berlangsung hingga 23 Juli. Tahap kedua adalah incubation atau pelatihan online pada 29 Juli-16 Agustus. Tahap ketiga adalah bootcamp atau pelatihan offline bersama para ahli pada 19 Agustus-27 Agustus. Tahap keempat adalah grand final atau expo dan penjurian berdasarkan proposal bisnis pada 31 Agustus-24 September. Tahap terakhir adalah awarding atau penganugerahan kepada UMKM terbaik pada 26 September 2024.

“Kami memiliki tiga kategori dalam AMP 2024, yaitu Starter untuk peserta dengan ide bisnis baru, Scale Up untuk peserta dengan usaha maksimal dua tahun dan omset maksimal Rp200 juta per tahun, serta Sustain untuk peserta dengan usaha lebih dari dua tahun dan omset lebih dari Rp200 juta per tahun,” jelasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

240 Atlet Aceh Timur Siap Berlaga di POPDA XVII

0
240 Atlet Aceh Timur Dilepas Berlaga Pada POPDA Ke- VII. (Foto: MC Aceh Timur)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Sebanyak 240 atlet asal Aceh Timur resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh ke-XVII. Pelepasan ini dilakukan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Dr. Darmawan Ali, di halaman Pendopo Bupati Aceh Timur, Kamis (4/7/2024).

Ketua Kontingen Kabupaten Aceh Timur, Syahril, S.STP, M.AP, menyatakan bahwa tahun ini Aceh Timur dipercaya menjadi tuan rumah POPDA Aceh ke-XVII. Syahril menekankan bahwa kesuksesan ini tidak terlepas dari peran aktif pemerintah kabupaten dalam memberikan dukungan penuh terhadap persiapan para atlet.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi positif pemerintah kabupaten yang mendukung penuh kesiapan para atlet untuk mengikuti pelaksanaan POPDA Aceh ke-XVII tahun 2024,” ujar Syahril.

Syahril merinci jumlah kontingen yang terdiri dari 240 atlet, dengan 109 atlet putra dan 77 atlet putri. Selain itu, terdapat 34 pelatih dan 20 official yang turut serta. Semua cabang olahraga diikuti oleh kontingen Aceh Timur.

“Insya Allah, dalam setiap cabang olahraga yang dilombakan, kontingen Aceh Timur dapat memberikan hasil yang maksimal dan mengharumkan nama daerah,” tambah Syahril.

Dr. Darmawan Ali menjelaskan bahwa POPDA merupakan bagian dari pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan. Kegiatan ini memperhatikan potensi, kemampuan, bakat, dan minat peserta didik baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

“Saya berharap melalui ajang ini, akan lahir bibit-bibit potensial atlet pelajar berbakat yang dapat lebih berprestasi,” kata Darmawan.

Lebih lanjut, Darmawan menegaskan bahwa pelepasan kontingen atlet POPDA ini mencerminkan keberpihakan, kepedulian, dan keikutsertaan pemerintah kabupaten dalam mendukung dan menjamin program pembangunan olahraga di Aceh Timur.

“POPDA adalah jembatan menuju pemberdayaan potensi olahraga bagi para pelajar sejak dini. Manfaatkan kesempatan ini untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, karena para atlet POPDA adalah cikal bakal masa depan olahraga Kabupaten Aceh Timur,” tutup Darmawan.

Editor: Akil Rahmatillah

Madrasah di Aceh Besar Raih Prestasi Gemilang di MYRES 2024

0
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H Saifuddin SE. (Foto: Kemenag Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho Madrasah di jajaran Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar kembali menunjukkan prestasi gemilang dengan meluluskan tujuh proposal dalam ajang kompetisi Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) tahun 2024.

Dari tujuh proposal tersebut, lima di antaranya berhasil lolos di tingkat Madrasah Aliyah (MA) dan dua di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs). Di tingkat MA, dua proposal berhasil dalam bidang Ilmu Keagamaan Islam (IKI) dan tiga proposal dalam bidang Ilmu Sosial dan Humaniora. Sementara di tingkat MTs, dua proposal lulus di bidang Sosial dan Humaniora.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H. Saifuddin SE, mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing yang telah mendampingi siswa hingga mencapai tahap top 120 tingkat nasional.

“Kami sangat berterima kasih pada tenaga pendidik dan siswa atas prestasi top 120 tingkat nasional pada ajang lomba bertajuk ilmiah ini,” ujar Saifuddin yang akrab dikenal dengan nama Yahwa.

Yahwa juga menyampaikan bahwa prestasi membanggakan ini patut diapresiasi karena berkat usaha tenaga pendidik dan siswa di jajaran Kemenag Aceh Besar, nama Aceh Besar kembali harum di kancah nasional.

“Setelah beberapa waktu lalu para pendidik di Kemenag Aceh Besar telah mengukir prestasi membanggakan, kini siswa-siswi kita pun menunjukkan keunggulannya,” tambahnya.

Selain itu, Yahwa berharap berbagai prestasi ini dapat memotivasi seluruh tenaga pendidik dan siswa untuk lebih meningkatkan kinerja dan minat belajarnya.

“Kepada para guru dan siswa, mari kita terus berprestasi tanpa henti. Semoga Allah mudahkan usaha kita untuk niat baik ini,” harapnya.

Ketujuh proposal yang berhasil dalam ajang kompetisi Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) tahun 2024 adalah sebagai berikut:

Tingkat MA:

1. Bidang Ilmu Keagamaan Islam

  • Tim 1:
    • Nama: Afwan Zulfian
    • Asal: MAN 4 Aceh Besar
    • Judul: Perilaku Keagamaan Masyarakat Lokal terhadap Etnis Rohingya di Wilayah 0 KM Indonesia
  • Tim 2:
    • Nama: Muhammad Hudzaifi, Muhammad Hafidz Zikrillah, Pasha Alfarizzy
    • Asal: MAS Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar
    • Judul: Kajian Pemikiran Ortodoksi Islam dan Anti-Wujudiah Nuruddin Ar-Raniry dalam Konteks Pembentukan Karakter Generasi Emas

2. Bidang Sosial dan Humaniora

  • Tim 3:
    • Nama: Cut Putri Dina Akmalia
    • Asal: MAN 4 Aceh Besar
    • Judul: Etiket Gen Z pada Komunitas FORASEU (Forum Anak Seulawah)
  • Tim 4:
    • Nama: Salwa Fadhillah, Shauvi Asha Andini
    • Asal: MAS Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar
    • Judul: Rangers Perempuan Tangguh dalam Meminimalisir Kasus Pembalakan Liar Hutan Damaran Baru agar Terjaga Iklim Bumi
  • Tim 5:
    • Nama: Aydya Qaddish, Najwa Arifah Zakiyyah
    • Asal: MAS Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar
    • Judul: Inong Koran: Fenomena Perempuan Penjual Koran dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi dan Pendidikan Keluarga di Aceh

Tingkat MTs: Bidang Sosial dan Humaniora

  • Tim 6:
    • Nama: Nabila Saklya
    • Asal: MTsN 2 Aceh Besar
    • Judul: Menganalisis Cara Bersosialisasi dan Inklusi Sosial Anak dengan Disabilitas di Lingkungan Sekitarnya
  • Tim 7:
    • Nama: Aulia Intan Az-Zahra
    • Asal: MTsN 2 Aceh Besar
    • Judul: Happy Talk Media Curhat Siswa MTsN 2 Aceh Besar

Dengan keberhasilan ini, diharapkan para siswa dapat terus mengembangkan minat dan bakat mereka dalam bidang penelitian, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

Editor: Akil Rahmatillah