Beranda blog Halaman 1065

Panitia PON XXI 2024 Aceh – Sumut Wilayah Aceh Buka Pendaftaran Relawan

0
PB PON XXI 2024 Aceh - Sumut Wilayah Aceh Buka Pendaftaran Relawan. (Foto: MC Pemerintah Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh – Sumut Wilayah Aceh mengundang seluruh warga Aceh untuk bergabung sebagai sukarelawan dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PON XXI. Ajakan ini disampaikan oleh Ketua Sub Bidang Rekrutmen PON XXI 2024 Aceh – Sumut Wilayah Aceh, Sya’baniar, pada Rabu (3/7/2024).

Sya’baniar mengungkapkan harapannya agar partisipasi sukarelawan dapat mendukung kelancaran semua kegiatan selama PON berlangsung.

“Kami sangat berharap masyarakat Aceh dapat berpartisipasi sebagai sukarelawan untuk menyukseskan PON XXI. Peran mereka sangat vital dalam memastikan kelancaran setiap kegiatan,” ujar Sya’baniar.

Adapun kriteria untuk menjadi sukarelawan adalah sebagai berikut:

  1. Guru Olahraga di satuan pendidikan.
  2. Mahasiswa semester akhir di universitas di Aceh.
  3. Masyarakat umum.
  4. Organisasi Kemasyarakatan.
  5. Tenaga Profesional.

Posisi yang tersedia mencakup:

  1. Liaison Officer (LO)/Penghubung:
    • Usia 20-30 tahun.
    • Berwawasan luas dengan minimal ijazah S1 atau mahasiswa semester 2 ke atas.
    • Memiliki KTP/Kartu Mahasiswa, surat keterangan sehat, dan SKCK.
    • Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik.
  2. Volunteer (VO)/Relawan:
    • Usia 18-35 tahun.
    • Minimal lulusan SMA atau mahasiswa.
    • Memiliki KTP/Kartu Mahasiswa, surat keterangan sehat, dan surat keterangan berkelakuan baik dari kepala desa.
    • Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik.
  3. Workforce (WF)/Petugas Lapangan:
    • Usia 18-45 tahun.
    • Minimal lulusan SLTP.
    • Memiliki surat keterangan sehat dan surat keterangan berkelakuan baik dari kepala desa.
    • Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik.

Pendaftaran sukarelawan akan ditutup pada 17 Juli 2024 pukul 24.00 WIB. Calon sukarelawan yang lolos seleksi diwajibkan untuk menandatangani Surat Perjanjian Kerja dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan kunjungi website resmi PON XXI Aceh di https://ponxxi.acehprov.go.id/ atau hubungi nomor kontak 085284413110 (Saiful).

Dengan adanya partisipasi dari warga Aceh, diharapkan PON XXI 2024 dapat berlangsung sukses dan membanggakan seluruh masyarakat Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Kasdam IM dan BPPSDM Tinjau Optimasi Lahan Pertanian di Aceh Jaya

0
Kasdam IM dan BPPSDM Tinjau Optimasi Lahan Pertanian di Aceh Jaya. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Calang – Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM) Brigjen TNI Ayi Supriatna bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) R.I. Dedi Nursyamsi, meninjau lahan pertanian di Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (3/7/2024) siang.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, bersama Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah dan rombongan tiba di Kantor BPP Pertanian Gampong Glee Potoh, Kecamatan Jaya, dan melanjutkan dengan rapat koordinasi bersama Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya serta para penyuluh terkait.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Ayi Supriatna menyampaikan bahwa Kodam Iskandar Muda melalui Babinsa siap bekerja sama dengan para penyuluh dari BPPSDMP untuk meningkatkan produksi dan indeks pertanian (IP) secara signifikan. Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional melalui kegiatan optimasi lahan (Opla) rawa mineral.

“Saya berharap dengan adanya kolaborasi antara Babinsa dengan penyuluh, kita bisa meningkatkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional melalui kegiatan optimasi lahan (Opla). Semoga keikhlasan dari kita semua dalam memberikan bimbingan pertanian kepada masyarakat bisa menjadi amal ibadah,” kata Kasdam IM Brigjen TNI Ayi Supriatna.

Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung lokasi optimasi saluran normalisasi lahan pertanian di Gampong Meudheun, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

“Kita dari BPPSDMP terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan indeks pertanian (IP) secara signifikan sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional melalui kegiatan optimasi lahan (Opla) rawa mineral. Salah satunya dilakukan di Aceh Jaya ini,” kata Dedi.

Dengan optimasi lahan rawa, Dedi memastikan bahwa pertanaman di lokasi ini aman dan dapat ditanggulangi masalah banjirnya, sehingga petani dapat melakukan pertanaman padi dua kali setahun (IP200) atau bahkan tiga kali per tahun (IP300).

“Hari ini kami meninjau langsung kegiatan Opla yang dilakukan di Gampong Meudheun, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, berupa normalisasi saluran maupun pendalaman saluran serta pembuatan dan peninggian tanggul. Optimasi lahan rawa ini bertujuan untuk mengatur tata kelola air karena sebelumnya di lokasi ini sering terjadi banjir. Kegiatan optimasi lahan rawa tidak hanya fokus pada pekerjaan konstruksi atau perbaikan jaringan irigasi dan pengolahan tanah di lahan rawa, tetapi juga untuk mengantisipasi masalah banjir,” jelas Dedi.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dorongan semangat bagi para petani di Aceh Jaya untuk terus berupaya meningkatkan produksi pertanian mereka melalui dukungan dari TNI dan BPPSDMP.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Besar Serahkan Bantuan Alat Bantu Jalan kepada Warga Blang Bintang

0
Pemkab Aceh Besar Serahkan Bantuan Alat Bantu Jalan kepada Warga Blang Bintang. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh Besar Aulia Rahman, dan Camat Blang Bintang M Kamil Zuhri, menyerahkan bantuan alat bantu jalan (Furni Walker) kepada Yusri Affan dan Razian, warga Gampong Lamme, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, pada Rabu (3/7/2024).

Pj Bupati Muhammad Iswanto menyatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar kepada warga yang membutuhkan Furni Walker.

“Semoga dengan bantuan ini bisa mempermudah mereka untuk melakukan aktivitas kembali,” ujarnya.

Iswanto mengakui bahwa masih banyak warga Aceh Besar yang membutuhkan bantuan serupa, namun karena keterbatasan anggaran, belum semua kebutuhan dapat dipenuhi.

“Hidup harus terus berlanjut dengan tetap berdoa kepada Allah SWT dan berusaha mencari rezeki. Bagi yang mendapatkan bantuan hari ini, tolong dijaga dan dirawat dengan baik, jangan dialihfungsikan atau berpindah tangan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya memenuhi hak-hak lansia, meskipun dengan anggaran terbatas.

“Kami dari Pemkab Aceh Besar akan terus mengupayakan untuk membantu masyarakat,” pungkas Iswanto.

Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Besar Aulia Rahman menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Besar melalui Dinas Sosial telah menyerahkan bantuan berupa 24 unit alat bantu jalan, termasuk Furni Walker dan tongkat ketiak, serta satu unit alat bantu dengar. Di Gampong Lamme, Pemkab menyerahkan tiga unit Furni Walker dan dua unit tongkat ketiak.

“Bantuan ini diberikan setelah data penerima dikumpulkan oleh pihak kecamatan dan diverifikasi oleh Dinas Sosial Aceh Besar melalui personel TKSK di setiap kecamatan. Secara keseluruhan, hari ini ada lima unit bantuan yang diserahkan kepada warga Gampong Lamme,” jelas Aulia.

Ia menambahkan bahwa tujuan pemberian bantuan ini adalah untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial terbaik bagi lansia yang membutuhkan alat bantu jalan.

“Ini adalah wujud kepedulian Pemkab Aceh Besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Aulia.

Salah satu penerima manfaat, Yusri Affan (46), mengaku senang dan bersyukur atas bantuan Furni Walker yang diterimanya. Setelah menjalani operasi ginjal dan mengalami kecelakaan, Yusri telah terbaring selama 18 bulan tanpa bantuan pemerintah meskipun sudah mengajukan permohonan berulang kali.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Terima kasih Pak Bupati,” ujarnya.

Razian (84), penerima bantuan lainnya, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Aceh Besar.

“Alhamdulillah, senang sekali. Bantuan Furni Walker ini sangat mempermudah aktivitas saya. Terima kasih Pak Pj Bupati Aceh Besar,” ucapnya dengan nada haru.

Editor: Akil

Disdikbud Aceh Selatan Raih Tiga Penghargaan dari BPMP Provinsi Aceh

0
Disdikbud Aceh Selatan Raih Tiga Penghargaan dari BPMP Provinsi Aceh. (Foto: Krusial.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Selatan berhasil meraih tiga penghargaan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh dalam Festival Kurikulum Merdeka. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPMP Provinsi Aceh, Dr. Muhammad Anis MSi, dan Kadisdik Aceh, Marhunis ST DEA, di Gedung BPMP Provinsi Aceh, Rabu (3/7/2024).

Kadisdikbud Aceh Selatan, Akmal AH SPd, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Aceh Selatan.

“Tiga penghargaan yang kami terima ini merupakan hasil kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Penghargaan pertama diberikan kepada Pemkab Aceh Selatan atas regulasi yang mendukung kebijakan Merdeka Belajar. Penghargaan kedua adalah komitmen pemerintah daerah dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Penghargaan ketiga diberikan atas penguatan komunitas belajar PAUD IMM.

Akmal mengungkapkan bahwa rasa lelah setelah kembali dari Jakarta seketika terbayar dengan penghargaan yang diterima.

“Semua ini berkat kegigihan dan kerja keras para guru, serta partisipasi dan pembinaan intens dari pimpinan daerah dan Bunda PAUD,” katanya.

Akmal berharap, pencapaian ini tidak membuat cepat puas dan tetap rendah hati.

“Tugas ke depan semakin berat. Kita harus terus berkiprah untuk menjadi yang terbaik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Selatan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas pencapaian ini.

“Terima kasih kepada pimpinan daerah, Pj Bupati, dan Bunda PAUD yang telah berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Aceh Selatan,” tuturnya.

Akmal juga mengapresiasi dedikasi dan peran dewan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Editor: Akil

BPK Aceh Tutup PTLHP dan PKD Semester I Tahun 2024

0
Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Aceh resmi menutup Pembahasan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (PTLHP) dan Penyelesaian Kerugian Daerah (PKD) Semester I Tahun 2024. Acara penutupan ini berlangsung di Auditorium Gedung Kantor BPK Perwakilan Provinsi Aceh dan dipimpin oleh Kepala Subauditorat III BPK Perwakilan Provinsi Aceh, Dudi Somantri. Acara tersebut dihadiri oleh Inspektorat Pemerintah Aceh serta perwakilan dari Pemerintah Kota/Kabupaten di Provinsi Aceh.

Dalam laporan yang disampaikan, Dudi Somantri mengungkapkan bahwa perkembangan TLHP hingga Semester I Tahun 2024 menunjukkan bahwa 0,23% dari total rekomendasi berada pada Status Tidak Dapat Ditindaklanjuti dengan alasan yang sah (Status 4). Sementara itu, 0,69% masih berada pada Status Belum Ditindaklanjuti (Status 3), 18,39% berada pada Status Belum Sesuai (Status 2), dan 80,70% telah berada pada Status Sesuai (Status 1). Total rekomendasi yang diberikan kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh berjumlah 25.180 rekomendasi.

“Kami berharap setiap daerah dapat meningkatkan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan ini,” ujar Dudi Somantri.

Kabupaten/Kota yang meraih persentase tertinggi dalam perkembangan pemantauan tindak lanjut secara berturut-turut adalah Kota Langsa, Kabupaten Nagan Raya, dan Kabupaten Bener Meriah.

Pada kesempatan yang sama, Dudi juga melaporkan data Pemantauan Penyelesaian Kerugian Daerah Semester I Tahun 2024. Total nilai kerugian daerah mencapai Rp1.001.275.185.061,38. Dari total kerugian tersebut, belum ada penghapusan kerugian (0%), namun terdapat angsuran sebesar 15,67%, pelunasan 17,73%, dan sisa pembayaran sebesar 66,44%.

Dengan penyampaian data tersebut, diharapkan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota dapat terus berkomitmen dalam menyelesaikan tindak lanjut rekomendasi dan penyelesaian kerugian daerah demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Editor: Akil

Distan Aceh Besar Arahkan Petani Sawah Tadah Hujan Tanam Jagung dan Kedelai

0
Distan Aceh Besar Arahkan Petani Sawah Tadah Hujan Tanam Jagung dan Kedelai. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Besar mengarahkan para petani di kawasan sawah tadah hujan untuk beralih dari menanam padi ke komoditas jagung dan kedelai. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko gagal panen akibat kekeringan.

“Saat rapat turun ke sawah untuk musim penanaman gadu, kami telah menyampaikan kepada petani di daerah sawah tadah hujan untuk mengalihkan tanamannya ke komoditas lain sebagai antisipasi gagal panen,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Aceh Besar, Agus Rizal, di Lambaro, Rabu (3/7/2024).

Agus menjelaskan, hampir semua wilayah di Aceh Besar terdampak kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Nino, termasuk lahan sawah yang dialiri irigasi.

“Dampak kekurangan air ini tidak hanya dirasakan di daerah sawah yang sumber airnya berasal dari air hujan, tetapi juga sawah irigasi karena debit air berkurang akibat minimnya intensitas hujan,” katanya.

Saat ini, lanjut Agus, belum ada lahan sawah yang mengusulkan benih jagung dan kedelai untuk menggantikan padi pada musim tanam gadu tersebut.

“Kami akan membantu menyediakan mesin pompa dari APBN untuk lahan sawah yang sudah ditanami dan terdampak kekeringan, asalkan daerah tersebut memiliki sumber air,” tambahnya. “Semoga hujan cepat turun sehingga kekeringan yang melanda daerah kita ini segera teratasi,” harap Agus.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar telah menyalurkan 110 unit pompa air bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI kepada petani untuk mengairi sawah tadah hujan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Jakfar, mengatakan bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok tani dengan tujuan meningkatkan produktivitas, terutama di area persawahan tadah hujan yang memiliki sumber air.

“Kami mengusulkan 140 unit pompa air, dan sebanyak 110 unit sudah sampai serta telah disalurkan kepada kelompok tani. Pompa air ini untuk membantu petani Aceh Besar meningkatkan produktivitas dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Jakfar di Aceh Besar, Jumat (30/6/2024).

Jakfar menyebutkan bantuan pompa air tersebut merupakan program Kementerian Pertanian RI dalam rangka memperluas area tanam serta memaksimalkan produktivitas sawah tadah hujan untuk menjaga ketahanan pangan.

Kabupaten Aceh Besar memiliki luas lahan persawahan mencapai 25.692 hektare. Dari luas sawah tersebut, 16.904 hektare di antaranya merupakan areal persawahan dengan pengairan irigasi, sedangkan 8.770 hektare merupakan sawah tadah hujan.

Editor: Akil

BPBA Sebut Kejadian Bencana di Aceh Menurun, Kebakaran Masih Dominan

0
Ilustrasi kebakaran. (Foto: Dok. BPBA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat penurunan signifikan jumlah kejadian bencana alam di Aceh selama periode Januari-Juni 2024. Meskipun demikian, kebakaran permukiman masih menjadi bencana yang paling sering terjadi.

Berdasarkan data BPBA, sepanjang semester pertama tahun ini, Aceh mengalami 99 kali kejadian bencana. Kebakaran menjadi penyebab utama, dengan 39 kejadian yang menghanguskan 187 rumah dan mengakibatkan kerugian mencapai Rp39 miliar.

Selain kebakaran, bencana lain yang cukup sering terjadi adalah banjir sebanyak 23 kali, kebakaran hutan dan lahan 18 kali, angin puting beliung 12 kali, longsor 5 kali, serta masing-masing satu kali kejadian banjir bandang dan gempa bumi.

“Total kerugian akibat seluruh bencana ini diperkirakan mencapai Rp55,8 miliar,” ungkap Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan kepada Nukilan dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (3/7/2024).

Fadmi menjelaskan bahwa jumlah kejadian bencana di Aceh pada semester pertama 2024 mengalami penurunan yang cukup drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Tahun lalu, Aceh mencatat 219 kejadian bencana.

“Penurunan paling signifikan terjadi pada kasus kebakaran hutan dan lahan. Jika tahun lalu mencapai 47 kejadian, tahun ini hanya 18 kejadian,” tambah Fadmi.

Fadmi berharap, tren penurunan jumlah bencana ini dapat terus berlanjut. BPBA bersama pemerintah dan masyarakat Aceh akan terus berupaya meningkatkan upaya mitigasi bencana.

“Kami mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam upaya pencegahan bencana. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Bea Cukai Aceh Musnahkan 5.910.000 Batang Rokok Ilegal Senilai Rp14 Miliar

0
Prosesi pemusnahan rokok ilegel. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) Aceh telah berhasil memusnahkan sebanyak 5.910.000 batang rokok ilegal, dengan nilai perkiraan mencapai Rp14 miliar. Rokok ilegal ini merupakan hasil dari penindakan yang dilakukan di Perairan Utara Kuala Cangkoi, Provinsi Aceh pada 18 Mei 2024.

Operasi ini dilakukan secara bersama-sama antara Kanwil Bea Cukai Aceh, Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau, dan Satuan Tim Patroli BC 30002. Penindakan dilakukan terhadap kapal KM. INDAH DUA GT. 45 QQb No.172 yang membawa 591 karton rokok ilegal merek “NIKKEN”, tanpa dilengkapi pita cukai.

Empat orang tersangka, dengan inisial IB, IL, MR, dan AP, saat ini ditahan di Lapas kelas II A Lhokseumawe sebagai konsekuensi dari penindakan tersebut. Pemusnahan rokok ilegal dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon pada 13 Juni 2024.

Kegiatan pemusnahan rokok ini dilakukan di dua lokasi. Pertama, secara simbolis di lingkungan Kanwil Bea Cukai Aceh, kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan keseluruhan barang di PT Solusi Bangun Andalas, Lhoknga, dengan cara dibakar.

Kanwil Bea Cukai Aceh, sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan negara dari ancaman barang ilegal, serta memberantas peredaran rokok ilegal di Indonesia.

Editor: Akil

Aktivis Kritik Lemahnya Serapan Anggaran di Kabupaten Aceh Selatan

0
Kota Tapaktuan. (Foto: IG 740 Aerial VG)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aktivis Muda Peduli Aceh Selatan, Syahrul, mengkritik serapan anggaran pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang dinilainya masih sangat lemah. Menurutnya, hingga pertengahan tahun ini, banyak pekerjaan di dinas-dinas terkait yang belum ditender atau memiliki kontrak kerja.

“Saya sudah cek ke beberapa dinas dan realisasi masih sangat lemah,” ungkap Syahrul kepada Nukilan.id, Rabu (3/7/2024).

Ia menjelaskan bahwa sejumlah proyek yang menyentuh masyarakat belum berjalan, padahal proyek-proyek tersebut sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita lihat hingga saat ini, proyek atau kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat belum mulai berjalan sesuai target,” jelasnya.

Syahrul menegaskan bahwa jika kegiatan fisik sudah mulai dikerjakan, akan banyak serapan tenaga kerja dan perputaran uang di masyarakat berjalan sehingga dapat mendongkrak roda perekonomian.

“Seharusnya hal demikian harus menjadi perhatian serius Pj Bupati Cut Syazalisma karena ini menyangkut dengan serapan anggaran dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Syahrul juga mengingatkan bahwa capaian target serapan anggaran menjadi pantauan pemerintah pusat. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah fokus segera mengejar serapan anggaran.

“Karena nanti kalau terlalu lamban akan berbenturan dengan kesibukan-kesibukan lain, seperti penyelenggaraan Pilkada yang sudah di depan mata,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terkait pernyataan yang disampaikan Syahrul.(XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kemenkumham Aceh Gelar Mobile IP Clinic untuk Tingkatkan Permohonan Kekayaan Intelektual

0
Kadiv Administrasi, Sri Yusfini saat membukan Mobile IP Clinic, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. (Foto: Waspada Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh menggelar Mobile Intellectual Property Clinic (Mobile IP Clinic) sebagai upaya untuk meningkatkan permohonan kekayaan intelektual di wilayah ini. Acara yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, pada Selasa (2/7/2024) ini menjadi platform untuk mendekatkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kekayaan intelektual.

Sri Yusfini Yusf, Kadiv Administrasi Kemenkumham Aceh, menjelaskan bahwa Mobile IP Clinic tidak hanya menjadi jembatan antara pemerintah pusat, daerah, universitas, UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya, tetapi juga sebagai langkah untuk meningkatkan pendaftaran kekayaan intelektual secara signifikan. Tren positif terlihat sejak acara pertama kali digelar pada tahun 2022, dengan peningkatan permohonan sebesar 40 persen dari tahun sebelumnya.

“Kami berharap acara ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan kekayaan intelektual tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian,” ujar Yusfini optimis.

Selama tiga hari, Hermes Palace Hotel menjadi pusat kegiatan yang melibatkan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai instansi terkait. Kegiatan ini tidak hanya menyediakan diseminasi kekayaan intelektual tetapi juga pendampingan pendaftaran secara gratis untuk masyarakat umum.

Pembukaan Mobile IP Clinic ini turut dihadiri oleh para kepala divisi, pejabat manajerial dan non-manajerial, serta perwakilan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, Kemenkumham Aceh juga memberikan sertifikat merek kepada sejumlah pelaku UMKM yang telah mendaftarkan mereknya melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Dengan berbagai kegiatan yang digelar, Mobile IP Clinic diharapkan dapat terus meningkatkan jumlah permohonan kekayaan intelektual pada tahun-tahun mendatang, mendorong inovasi dan perlindungan hukum bagi pencipta karya intelektual di Aceh.

Editor: Akil