Beranda blog Halaman 1062

144 Atlet Aceh Barat Dapat Jaminan Sosial di Popda Aceh 2024

0
Pj Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi didampingi Plt Kadispora Aceh Barat, Mirsal memberikan secara simbolis jaminan perlindungan sosial kepada atlet asal Aceh Barat. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memberikan jaminan perlindungan jaminan sosial kepada 144 atlet yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Aceh 2024. Ajang ini akan berlangsung di Idi, Kabupaten Aceh Timur, pada 7-13 Juli mendatang.

“Pemberian layanan perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada atlet ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam memastikan kesejahteraan dan perlindungan bagi para atlet,” kata Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Aceh Barat, Mirsal, dalam keterangan yang diterima di Meulaboh, Jumat (5/7/2024).

Menurut Mirsal, pemberian jaminan sosial tersebut bertujuan untuk melindungi para atlet yang merupakan aset berharga dalam mendukung kemajuan olahraga di Aceh Barat.

“Upaya ini memberikan proteksi dini terhadap perlindungan sosial yang lebih baik kepada atlet-atlet muda yang telah berjuang keras dalam latihan dan persiapan untuk mengharumkan nama Kabupaten Aceh Barat dalam kancah olahraga daerah,” tambahnya.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan para atlet Popda Aceh Barat dapat merasa lebih aman dan terlindungi secara sosial, sehingga bisa fokus sepenuhnya pada prestasi olahraga yang akan dijalani nantinya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi, mengatakan bahwa Popda Aceh 2024 merupakan ajang kompetisi strategis untuk pembinaan dan pengembangan bakat olahraga pelajar serta mempererat persaudaraan antar pelajar di Aceh.

“Popda Aceh ini bertujuan untuk meraih prestasi terbaik menuju Popnas 2025,” kata Mahdi Efendi.

Pada Popda ke-16 tahun 2022 lalu, Kabupaten Aceh Barat berhasil menempati peringkat ketiga di antara seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan torehan 16 medali emas, 12 perak, dan 20 perunggu.

“Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi kontingen tahun ini untuk tampil maksimal guna meraih peringkat terbaik di Kabupaten Aceh Timur,” ujar Mahdi.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan memberikan bonus apresiasi kepada para atlet yang berhasil meraih juara, sebagaimana tradisi pada pelaksanaan Popda sebelumnya, tambah Mahdi Efendi.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Barat Bina Wawasan Kebangsaan Bagi Anggota Paskibraka 2024

0
Ilustrasi Paskibraka. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar acara pembekalan wawasan kebangsaan bagi para anggota Paskibraka 2024. Kegiatan ini dipusatkan di Aula Gedung B Dinas Pendidikan Aceh Barat dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Asisten Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Aceh Barat, Teuku Samsul Alam, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membangun wawasan kebangsaan, tetapi juga karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan di kalangan anggota Paskibraka,” ujarnya di Meulaboh pada Kamis.

Samsul Alam menekankan bahwa bagi anggota Paskibraka, tugas ini bukan sekadar sebuah kewajiban, melainkan sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar. Mereka diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam mencintai tanah air, semangat kebangsaan, dan pengabdian kepada negara.

“Dengan kegiatan pembekalan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap anggota Paskibraka dapat menjadi duta yang mampu menginspirasi dan menyebarkan semangat kebangsaan di lingkungan sekitar,” tambah Samsul Alam.

Paskibraka sendiri diharapkan semakin siap dan percaya diri dalam menjalankan tugas mulia mereka sebagai pengibar bendera merah putih pada upacara kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar pada tanggal 17 Agustus mendatang.

Editor: Akil

NasDem Aceh Membuka Peluang Luas untuk Calon Terbaik Pada Pilkada 2024

0
Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Nasdem Aceh Muhammad Raji Firdana. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Partai NasDem Aceh dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk mendukung putra-putri terbaik Aceh yang berkomitmen kuat dalam membangun daerah ini dalam Pilkada 2024. Ketua Tim Penjaringan DPW NasDem Aceh, Muhammad Raji Firdana, menegaskan bahwa partainya tidak membatasi diri hanya pada satu kandidat saja.

“Kami berkomitmen untuk memberikan peluang yang adil bagi semua putra-putri terbaik Aceh yang memiliki komitmen membangun Aceh dan potensi untuk memenangkan Pilkada,” ujar Raji pada Jumat, 5 Juli 2024.

Menurut Raji, meskipun hasil survei menjadi salah satu variabel penting dalam penentuan dukungan dari DPP NasDem, namun bukan satu-satunya syarat yang harus dipenuhi oleh calon.

“Survei adalah bagian dari evaluasi kami. Selain itu, kesepakatan dengan partai koalisi juga akan menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Raji juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan final terkait koalisi Pilkada, tetapi NasDem terus melakukan silaturahmi dan komunikasi politik dengan partai lain untuk mencari kesepakatan dalam mengusung calon yang tepat.

“Kami terbuka untuk semua kemungkinan. Prinsip utama kami adalah untuk melahirkan calon gubernur yang memiliki visi jelas untuk membawa perubahan positif bagi Aceh ke depannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, NasDem Aceh telah menyebut beberapa nama tokoh potensial dari berbagai latar belakang seperti politisi, birokrat, ketua partai, ulama, dan akademisi. Nama-nama seperti Bustami Hamzah, Sudirman Haji Uma, Nasir Djamil, Ruslan Daud, Muhammad Nazar, Safrizal, serta Muzakir Manaf alias Mualem, disebut-sebut sebagai calon yang mungkin mendapatkan dukungan dari NasDem.

Dengan komitmen kuat untuk memilih kandidat terbaik, NasDem Aceh siap bersaing dalam Pilkada 2024 untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Polres Aceh Barat Serahkan Tiga Tersangka Pengancaman dan Kepemilikan Senjata Api Rakitan ke Kejaksaan

0
Polres Aceh Barat Serahkan Tiga Tersangka Pengancaman dan Kepemilikan Senjata Api Rakitan ke Kejaksaan. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat menyerahkan tiga tersangka kasus pengancaman dan kepemilikan senjata api rakitan jenis pistol ke Kejaksaan Negeri Aceh Barat.

“Ketiga tersangka kami serahkan ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Aceh Barat setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21,” ujar Kepala Satreskrim Polres Aceh Barat, Iptu Fachmi Suciandy, di Meulaboh, Kamis malam.

Ketiga tersangka berinisial S (48), pemilik senjata api, yang merupakan warga Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat; MN (42), warga Meulaboh, yang diduga membantu S membeli senjata api; dan J (45), warga Desa Keudee, Kecamatan Pendawa, Kabupaten Aceh Timur, yang diduga sebagai penjual senjata api tersebut.

Selain menyerahkan tiga tersangka, polisi juga menyerahkan satu pucuk senjata api jenis pistol dan tujuh butir peluru yang ditemukan di sebuah gudang di Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat.

Iptu Fachmi Suciandy menjelaskan, ketiga tersangka ditangkap pada pekan kedua Maret 2024, setelah polisi menerima laporan pengancaman menggunakan senjata api jenis pistol terhadap Agusminar (54), warga Desa Cot Jurumudi, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat.

Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil menangkap ketiga tersangka di lokasi terpisah di Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Timur.

Dalam keterangannya kepada penyidik, S (48) mengaku membeli senjata api dari J (45) seharga Rp6 juta. Pembelian tersebut diduga dibantu oleh perantara MN (42).

Kasus ini terungkap setelah korban Agusminar, seorang ASN, melaporkan ancaman dari mantan suaminya, S, yang menggunakan senjata api jenis pistol pada Kamis, 7 Maret 2024, sekitar pukul 09.00 WIB di Desa Cot Jurumudi, Kecamatan Arongan Lambalek.

Polisi yang telah mengantongi identitas pelaku kemudian menangkap S di sebuah rumah di Desa Ujung Kalak, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Penyelidikan lebih lanjut membawa polisi menangkap MN di Desa Rundeng, Meulaboh, dan J di Kabupaten Aceh Timur.

Fachmi menyatakan bahwa ancaman terhadap Agusminar dilakukan oleh S karena ingin meminta hasil penjualan rumah yang telah dilakukan oleh korban.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 Juncto Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun dan atau penjara seumur hidup hingga pidana mati, jelas Iptu Fachmi Suciandy.

Editor: Akil

Popda Aceh XVII: Kontingen Sepak Bola Aceh Tengah Gabung Grup D

0
Kontingen Sepak Bola Aceh Tengah Gabung Grup D. (Foto: POPDA Aceh)

NUKILAN.id | Takengon – Tim sepak bola Kontingen Aceh Tengah akan berlaga di Grup D dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Aceh ke-XVII yang akan digelar di Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Berdasarkan hasil drawing, Grup D akan dihuni oleh lima kontestan yang siap bertarung memperebutkan tiket ke babak selanjutnya. Selain Aceh Tengah, grup ini juga diisi oleh tim dari Gayo Lues, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Utara.

Pada Grup A, tim tuan rumah Aceh Timur akan bersaing dengan Aceh Besar, Langsa, dan Nagan Raya. Sementara itu, Lhokseumawe yang berstatus sebagai juara bertahan berada di Grup B. Di grup ini, mereka akan menghadapi Subulussalam, Simeulue, Aceh Selatan, dan Bireun.

Grup C juga dihuni oleh lima kontestan, yaitu Aceh Tamiang, Pidie, Aceh Singkil, Sabang, dan Aceh Barat Daya.

Dengan demikian, total sebanyak 19 tim dari kabupaten dan kota di Aceh telah dibagi ke dalam empat grup. Pertandingan cabang olahraga sepak bola dijadwalkan akan berlangsung pada 5-12 Juli 2024.

Hasil Drawing Cabang Olahraga Sepak Bola Popda Aceh ke-XVII:

  • Grup A: Aceh Timur, Aceh Besar, Langsa, Nagan Raya.
  • Grup B: Lhokseumawe, Aceh Selatan, Subulussalam, Simeulue, Bireun.
  • Grup C: Aceh Tamiang, Pidie, Aceh Singkil, Sabang, Aceh Barat Daya.
  • Grup D: Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara.

Ajang Popda Aceh ke-XVII ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka dalam bidang olahraga, serta mempererat tali persaudaraan antar pelajar se-Aceh.

Editor: Akil

Dua Tersangka Kasus Pengelolaan Zakat BPKK Aceh Tengah Diserahkan ke Kejaksaan

0
Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Winardy. (Foto: Humas Polda)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penyidik Subdit II Tindak Pidana Fismondev Ditreskrimsus Polda Aceh telah menyerahkan dua tersangka dan barang bukti terkait kasus pengelolaan zakat pada Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Tengah ke Kejaksaan Negeri Aceh Tengah untuk proses persidangan.

“Kami telah merampungkan berkas kasus pengelolaan zakat pada BPKK Aceh Tengah dan dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa. Saat ini, penyidik juga telah menyerahkan dua tersangka, yaitu AAW (59) dan NE (50), serta barang bukti ke Kejari Aceh Tengah,” ungkap Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, Kamis, 4 Juli 2024.

Kasus ini bermula dari tindak pidana pengelolaan dana zakat dengan cara mengalihkan dana zakat dari rekening Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah ke rekening perimbangan. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membayar kegiatan-kegiatan yang didanai oleh Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik, serta Dana Bagi Hasil Pajak Rokok (DBH-PR). Padahal, kegiatan-kegiatan tersebut tidak termasuk dalam kategori Mustahik Zakat atau pihak yang berhak menerima zakat.

“Dari penyidikan, diketahui kedua tersangka secara bersama-sama telah melakukan dua kali pengalihan dana zakat dari rekening Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah yang bersumber dari Muzakki atau pemberi zakat, baik yang disetorkan oleh perorangan maupun bendahara dinas/badan di Kabupaten Aceh Tengah tanpa pengajuan dari Kepala Sekretariat Baitul Mal selaku Pengguna Anggaran,” jelas Kombes Winardy.

Pengalihan dana pertama dilakukan pada 30 Desember 2022 dengan total dana ZIS (Zakat, Infaq, dan Shadaqah) sebesar Rp8.297.005.407 untuk membayar 64 kegiatan yang telah dibiayai dari DOKA, DAK fisik dan non-fisik, serta DBH-PR. Dari jumlah tersebut, dana zakat mencapai Rp6.996.864.660 dan infaq sebesar Rp1.300.140.747.

Pengalihan kedua dilakukan pada 30 Januari 2023 dengan total dana ZIS Rp12.486.728.300 untuk membayar satu kegiatan yang didanai DAK non-fisik, yaitu Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan IV tahun 2022. Dana tersebut terdiri dari Rp10.530.104.357 dana zakat dan Rp1.956.678.943 dana infaq.

“Berdasarkan rincian tersebut, total dana ZIS yang dialihkan oleh para tersangka adalah Rp20.783.788.707, dengan rincian: dana zakat Rp17.526.969.017 dan dana infaq Rp3.256.819.690,” tambah Winardy.

Barang bukti yang disita dalam kasus ini meliputi dokumen pemindahbukuan dana ZIS dari rekening Baitul Mal ke rekening perimbangan, Surat Perintah Pembayaran Dana untuk pembayaran kegiatan DOKA, DAK dan DBH-PR, serta dokumen terkait lainnya.

“Apa yang dilakukan kedua tersangka melanggar Pasal 39 Jo Pasal 25 dan/atau Pasal 40 Jo Pasal 37 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta,” tegas Winardy.

Winardy juga mengingatkan bahwa penggunaan dana zakat dalam rekening Baitul Mal bersifat khusus. Penggunaan dana tersebut harus sesuai permintaan pembayaran yang diajukan oleh Kepala Sekretariat Baitul Mal selaku Pengguna Anggaran untuk membayar kegiatan yang dilaksanakan oleh Sekretariat Baitul Mal, sebagaimana tertera dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Dana zakat harus didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan lainnya,” tutupnya.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Sambut Kunjungan Dubes Jerman, Bahas Peluang Investasi

0
Pj Gubernur Aceh Sambut Kunjungan Dubes Jerman, Bahas Peluang Investasi. (Foto: MC Pemerintah Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami, menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepes, dan Konsul Kehormatan Jerman, Daniel, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (4/7/2024). Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama guna meningkatkan perekonomian daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Pj Gubernur Bustami menegaskan bahwa Aceh merupakan daerah yang aman dan terbuka untuk investasi. Ia menyatakan, investasi dapat menjadi salah satu cara signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Aceh sangat membutuhkan investasi. Saya harap ada harapan baru bagi kami yang berada di ujung Indonesia. Lebih cepat lebih baik, kami terbuka untuk kerja sama apapun, baik itu lingkungan, pendidikan, dan lainnya,” ujar Bustami.

Ia juga menambahkan bahwa Aceh memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang besar dan merupakan salah satu daerah paling aman di Indonesia dengan angka kriminalitas yang rendah.

Sementara itu, Dubes Jerman untuk Indonesia, Ina Lepes, menyatakan ketertarikannya terhadap Aceh. Menurutnya, Aceh merupakan daerah yang aman dan terbuka untuk berbagai peluang kerja sama.

“Kami berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat dijalin untuk pengembangan ekonomi Aceh, mulai dari hilirisasi sumber daya alam, pendidikan vokasi, hingga pariwisata,” ungkap Ina.

Sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait juga hadir dalam pertemuan tersebut untuk membahas ragam peluang kerja sama. Mereka adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh Zulkifli, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Marthunis, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Akmil Husen, serta Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh M. Daud.

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi masuknya investasi dari Jerman yang dapat mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Perkuat Sosialisasi, Kepala Kantor DPD RI Provinsi Aceh Kunjungi Diskominfo dan Sandi Aceh

0
Perkuat Sosialisasi, Kepala Kantor DPD RI Provinsi Aceh Kunjungi Diskominfo dan Sandi Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor DPD RI Provinsi Aceh, Wahyu Taufik Sukmawijaya, SH, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Diskominfo dan Sandi Aceh pada Kamis, 4 Juli 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan sosialisasi DPD RI di wilayah Aceh.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Diskominfo dan Sandi Aceh tersebut, Wahyu Taufik disambut oleh Kepala Bidang Persandian Aceh, Muhammad Iman Jaya, ST., beserta sejumlah pejabat lainnya. Pertemuan ini membahas berbagai hal penting terkait optimalisasi layanan dan informasi kepada masyarakat Aceh.

Wahyu Taufik mengungkapkan bahwa sejak Mei 2024, dirinya telah resmi menjabat sebagai Kepala Kantor DPD RI Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah, sejak bulan Mei 2024, saya sudah ditugaskan menjadi kepala definitif di Aceh,” jelas Wahyu Taufik.

Ia menambahkan bahwa Kantor DPD RI Provinsi Aceh bertujuan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan wewenang DPD RI di Aceh berjalan baik dan efisien.

Bidang komunikasi dan informasi, yang berada di bawah komite I DPD RI yang dipimpin oleh Anggota DPD RI asal Aceh, H. Fachrul Razi, M.I.P., menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan ini. Wahyu Taufik menekankan pentingnya kerjasama antara Diskominfo dan Sandi Aceh dengan DPD RI.

“Jika Diskominfo dan Sandi Aceh ingin menyampaikan aspirasi dan kendala terkait kebijakan ke pusat, Kantor DPD RI Provinsi Aceh siap memfasilitasi pertemuan dengan anggota,” ujar Wahyu Taufik.

Muhammad Iman Jaya menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kerjasama ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan kunjungan pihak Kantor DPD RI Provinsi Aceh. Insya Allah, mengenai penyampaian aspirasi dan kendala terkait kebijakan pada dinas akan kami sampaikan dalam pertemuan selanjutnya,” ujarnya.

Diskominfo dan Sandi Aceh juga siap mendukung DPD RI dalam hal publikasi dan rilis berita.

“Insya Allah, setiap rilis berita yang dibagikan akan kami publish ke beberapa media dan mitra kami,” tambah salah satu pejabat fungsional Diskominfo dan Sandi Aceh, Aulia, S.SiT, MT.

Pejabat Fungsional Diskominfo dan Sandi Aceh lainnya, Surya Ramadhan, S.Sos, M.Sc, menambahkan bahwa Diskominfo dan Sandi Aceh memiliki program rutin bernama Ngobrol Seputar Opini (Ngopi).

“Anggota DPD RI dan juga pejabat Kantor DPD RI Provinsi Aceh bisa kami mintakan kesediannya untuk menjadi narasumber dalam program tersebut,” kata Surya.

Pada akhir pertemuan, Wahyu Taufik Sukmawijaya menegaskan akan menyampaikan hasil pertemuan ini kepada Sekjen DPD RI dan Anggota DPD RI.

“Kami berharap kerjasama ini dapat lebih serius dan memberikan hasil positif bagi pengembangan bidang informasi dan komunikasi di Aceh,” tutupnya.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat kadis tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara semua pihak terkait, sehingga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

593 Gempa Guncang Aceh dalam Enam Bulan

0
593 Gempa Guncang Aceh dalam Enam Bulan. (Foto: BMKG Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat sebanyak 593 kejadian gempa bumi di wilayah Aceh selama periode Januari hingga Juni 2024. Gempa tersebut memiliki variasi kekuatan magnitudo dan kedalaman yang berbeda.

Sebagian besar gempa yang terjadi di Aceh berkekuatan magnitudo kurang dari 3 (M<3), dengan jumlah mencapai 403 kejadian. Sedangkan gempa dengan kekuatan magnitudo antara 3 hingga kurang dari 5 (3≤M<5) tercatat sebanyak 188 kejadian.

Dari sisi kedalaman, gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer (D<60 km) mendominasi dengan 550 kejadian. Sementara itu, gempa dengan kedalaman menengah, yaitu antara 60 hingga kurang dari 300 kilometer (60 km ≤ D < 300 km), tercatat sebanyak 43 kejadian.

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2024, terdapat 22 gempa yang dirasakan oleh masyarakat. Dampak terbesar yang dirasakan mencapai skala IV MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana pada siang hari gempa tersebut dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, menyebabkan gerabah pecah, jendela dan pintu berderik, serta dinding berbunyi.

Gempa yang paling kuat terjadi pada tanggal 28 Mei 2024 dengan magnitudo 6.2 di Pantai Barat Aceh. Gempa ini merupakan yang terbesar dan paling dirasakan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Peta seismisitas wilayah Aceh menunjukkan bahwa segmen Aceh pada Patahan Sumatera, yang membentang dari Kabupaten Aceh Besar hingga Kabupaten Pidie, merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas gempa yang tinggi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, S.Si, M.Sc., mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tenang, dan tidak panik. “Jangan terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Peningkatan kapasitas masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman bahaya gempa bumi,” ujarnya.

BMKG juga menegaskan agar masyarakat hanya mempercayai informasi resmi yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.

Editor: Akil Rahmatillah

Sparta Gelar Pertunjukan Teater “Wasiat” di Taman Budaya

0
Pertunjukan teater "Wasiat" di Gedung indoor Taman Seni dan Budaya Aceh, Rabu (3/7/2024) malam. (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Studi Klub Pekerja Teater Aceh (Sparta) menggelar pertunjukan teater “Wasiat” di Gedung indoor Taman Seni dan Budaya Aceh, Rabu (3/7/2024) malam.

Pertunjukan teater ini mengisahkan drama tentang misteri pembunuhan seorang saudagar kaya, Tuan Arya Winata di villanya. Kematian sang Tuan yang misterius akibat diracun membuat istri, ketiga anaknya, seorang asisten rumah tangga, dan seorang notaris yang dititipkan surat wasiat oleh mendiang sang tuan membuat mereka semua gusar. Tak ada yang tahu siapa pembunuh dari tuan tersebut.

Sutradara drama “Wasiat”, Djamal Sharief mengatakan, kecuali dua orang, seluruh aktor dan aktris yang berperan dalam drama tersebut adalah siswa kelas akting yang diasuhnya sejak awal tahun lalu selama 15 kali dalam tiga bulan. Karena permintaan mereka untuk latihan teater, maka diadakanlah pertunjukan teater ini.

“Ketemu si penulis naskah, Novizal. Dia sodorkan naskah mentah ke saya. Lalu saya ubah menjadi naskah teater dan karya itu tetap atas nama penulis naskah. Lalu saya format ulang lagi menjadi naskah teater yang sudah tergambarkan adegannya secara umum,” ujar Djamal Sharief, Kamis (4/7/2024).

Dia menambahkan, persiapan teater mulai dari reading hingga latihan dimulai sejak akhir September 2023. Sebanyak tujuh orang aktor dan aktris terlibat dalam pertunjukan ini, yaitu Radius Priatama yang berperan sebagai notaris, Santi Yulastri sebagai Nyonya, Ismayanti sebagai Nona Micha, Cut Mawar Monalisa sebagai Nona Marsha, Ismatulrahmi sebagai Nona Mirha, Nurul Izzati sebagai asisten rumah tangga, dan Rahil Dara Athifa sebagai anak dari asisten rumah tangga. []

Reporter: Sammy