Beranda blog Halaman 1061

Pengamat Radio Aceh, Dimas Fuadi: Pentingnya Revitalisasi Dunia Penyiaran di Aceh

0
Pengamat Radio Aceh, Dimas Fuadi. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dimas Fuadi, seorang pengamat radio Aceh, mengungkapkan pandangannya terkait pemilihan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh yang diharapkan mampu menghidupkan kembali gairah dunia penyiaran di Aceh, baik radio maupun televisi, dengan nuansa lokal.

Dalam wawancaranya, Dimas menekankan pentingnya mendatangkan kembali dan menghidupkan radio-radio yang telah berhenti beroperasi di Aceh. Menurutnya, peran media penyiaran sangat krusial dalam menyosialisasikan informasi dan menjadi rujukan yang dapat diandalkan dalam melawan hoax.

“Media penyiaran adalah sabuk informasi kebencanaan yang sangat vital saat jaringan internet bermasalah. Radio, khususnya, memiliki kemampuan untuk tetap menyampaikan informasi penting meskipun kondisi jaringan internet tidak memadai,” ujar Dimas kepada Kompas.com, Kamis (6/7/2024).

Selain itu, Dimas juga menyoroti pentingnya seleksi yang ketat dan transparan dalam memilih komisioner KPI Aceh.

“Kami meminta kepada DPRA untuk benar-benar memilih komisioner yang berkualitas dan bebas dari unsur KKN. Jika tidak ditemukan sumber daya manusia yang memenuhi kriteria, sebaiknya DPR memperpanjang kembali pendaftaran rekrutmen komisioner KPI Aceh,” tegasnya.

Menurut Dimas, revitalisasi dunia penyiaran di Aceh tidak hanya akan memberikan manfaat besar dalam penyampaian informasi yang akurat, tetapi juga akan membantu mengangkat budaya dan nuansa lokal Aceh.

“Komisioner KPI Aceh yang terpilih harus memiliki visi yang kuat dalam memajukan penyiaran lokal dan mampu menggali potensi besar yang dimiliki oleh media penyiaran di Aceh,” tambahnya.

Editor: Akil

Radio Dalka Masih Bertahan di Tengah Tantangan Operasional

0
Direktur Utama Radio Dalka FM Meulaboh, Sedang operasikan Perangkat Penyiaran. (Foto: Dok. Dalka FM)

NUKILAN.id | Meulaboh – Radio Dalka, stasiun radio yang berlokasi di Meulaboh, Aceh Barat, terus beroperasi meski menghadapi berbagai tantangan. Dengan wilayah jangkauan yang meliputi Aceh Jaya, Nagan Raya, Pidie, dan Pulau Seumelu, Radio Dalka telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Dian Rudialsyah, Direktur Utama Radio Dalka, berbagi strategi yang digunakan untuk mempertahankan eksistensi radio ini.

Efisiensi Biaya Operasional
Salah satu langkah yang diambil oleh Radio Dalka untuk bertahan adalah mengefisiensikan biaya operasional. “Kami terpaksa mengurangi power daya pancar menjadi 500 watt saja untuk menekan biaya listrik,” ungkap Dian. Pengurangan daya pancar ini dilakukan untuk mengurangi pengeluaran operasional, namun tetap berusaha untuk menjangkau sebanyak mungkin pendengar di wilayah yang luas tersebut.

Selain itu, Radio Dalka juga harus mengurangi jumlah tenaga penyiar. “Kami terpaksa mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya penghematan biaya,” jelas Dian. Meskipun demikian, Radio Dalka tetap berkomitmen untuk menyajikan program-program berkualitas bagi pendengarnya.

Sumber Dana Alternatif
Di tengah minimnya dukungan iklan dari pemerintah selama tiga tahun terakhir, Radio Dalka harus mencari sumber dana alternatif untuk tetap beroperasi. “Kami harus mensubsidi operasional radio dari sumber dana lain di luar radio jika pemasukan dari iklan tidak mencukupi,” kata Dian. Tantangan ini membuat Radio Dalka semakin kreatif dalam mencari solusi untuk tetap bisa mengudara.

Harapan kepada Pemerintah
Dian juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah untuk lebih berkolaborasi dengan media lokal seperti Radio Dalka. “Kami berharap pemda mau bekerja sama dalam sosialisasi dengan radio dan mengalokasikan dana rutin setiap tahunnya,” ujar Dian. Menurutnya, dukungan dari pemerintah sangat penting untuk keberlangsungan media lokal yang memiliki peran vital dalam menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Peran Vital Radio Dalka
Radio Dalka telah menjadi sumber informasi yang penting bagi masyarakat di wilayah jangkauannya. Selain menyajikan berita lokal, Radio Dalka juga berperan dalam menyebarkan informasi mengenai program-program pemerintah dan kegiatan sosial di daerah tersebut. “Kami percaya bahwa radio lokal masih memiliki peran vital dalam mengedukasi dan menginformasikan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang mungkin sulit dijangkau oleh media lain,” kata Dian.

Pemerhati Radio Aceh Menyoroti Tantangan
Sementara itu, pemerhati radio Aceh, Dimas Fuadi, meminta Pemerintah Aceh dan KPI Aceh untuk bertanggung jawab atas kurangnya pendapatan radio. “Diperlukan inovasi dan pengalihan anggaran khusus untuk radio dan televisi lokal di Aceh,” tegas Dimas.

Menurutnya, dukungan finansial yang memadai akan memungkinkan stasiun radio dan televisi lokal untuk terus beroperasi dan memberikan layanan informasi yang penting bagi masyarakat.

Tanggapan DPRA Aceh
Fuadri, anggota DPRA Aceh dari Partai Amanat Nasional, juga memberikan tanggapan terkait situasi ini. “Saat ini sedang berlangsung rekrutmen komisioner KPI Aceh. Semoga anggota KPI yang dipilih ke depan memiliki kapasitas, integritas, loyalitas, dan mampu bekerja secara profesional dalam melakukan pengawasan dan pembinaan lembaga penyiaran di Aceh dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal, baik adat, budaya, dan nilai-nilai pelaksanaan syariat Islam dalam dimensi ruang penyiaran,” ujarnya.

Tetap Tegar di Pantai Barat
Radio Dalka, yang berdiri sejak tahun 1983 dengan moto “Tetap Tegar di Pantai Barat,” telah mengudara selama 40 tahun. Selama perjalanan panjang ini, Radio Dalka telah melalui berbagai terpaan, mulai dari krisis moneter, konflik Aceh, gempa dan tsunami, hingga pandemi COVID-19. “Alhamdulillah, kami tetap tegar mengudara,” kata Dian.

Masa Depan Radio Dalka
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Dian Rudialsyah tetap optimis tentang masa depan Radio Dalka. “Kami akan terus berinovasi dan mencari cara agar Radio Dalka bisa tetap mengudara dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah jangkauan kami,” tutupnya.

Dengan komitmen yang kuat dan dukungan yang tepat, Radio Dalka diharapkan dapat terus menjadi sumber informasi yang handal dan berkualitas bagi masyarakat di Aceh Jaya, Nagan Raya, Pidie, dan Pulau Seumelu. Tantangan yang dihadapi hanya memperkuat tekad Radio Dalka untuk terus melayani pendengar setianya.

Editor: Akil

Aktivis Aceh Desak Nama Anggota Dewan yang Terlibat Judi Online Diungkap

0
Ilustrasi judi online. (Foto: Media Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aparat penegak hukum semakin intensif melakukan razia terhadap pemain judi online. Tak jarang, sejumlah pejabat pemerintahan dan anggota dewan terjaring dalam operasi tersebut.

Reza, seorang aktivis pemerhati Aceh, mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PATK) untuk mengumumkan nama-nama anggota legislatif yang terlibat dalam perjudian online. Menurutnya, jika hal ini tidak dilakukan, akan menjadi preseden buruk bagi lembaga dewan.

“Sepatutnya PATK menyebutkan nama-nama tersebut dan melaporkannya kepada Majelis Kehormatan Dewan serta partai pengusung,” kata Reza kepada Nukilan.id, Jumat (5/7/2024).

Reza menegaskan, identitas para pelaku harus dibuka mengingat mereka adalah wakil rakyat di parlemen yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

“Apabila terdapat anggota dewan yang terlibat judi, maka harus dievaluasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Reza menyatakan bahwa keterbukaan identitas ini penting agar masyarakat mengetahui siapa saja wakil mereka yang terlibat dalam praktik tersebut. Ia juga menekankan bahwa partai politik pengusung harus mengambil sikap tegas terhadap anggotanya yang terlibat judi online.

“Dengan demikian, masyarakat akan mengetahui bahwa anggota dewan yang mereka pilih ternyata terlibat dalam perjudian. Ke depan, partai politik dapat mengambil tindakan tegas,” tambah Reza.

Hingga berita ini diturunkan, PATK belum memberikan tanggapan terkait desakan Reza. Operasi razia terhadap judi online ini sendiri dilakukan dalam rangka menekan angka kejahatan siber dan menjaga integritas pejabat publik. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Skandal Kelebihan Bayar Gaji PNS di Dinkes Aceh Selatan: Aktivis Muda Desak Penegakan Hukum Tindaklanjuti Temuan BPK

0
Ilustrasi Gaji (Foto: infobanknews.com)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh, baru-baru ini menemukan adanya kelebihan pembayaran gaji dan tunjangan atas tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak masuk kerja lebih dari sepuluh hari kerja pada Dinas Kesehatan Aceh Selatan.

Temuan ini terungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023.

Dalam LHP tersebut disebutkan, kelebihan pembayaran gaji dan tunjangan mencapai Rp180.807.100,00. Hasil pemeriksaan secara uji petik terhadap rekap absensi pegawai pada Dinas Kesehatan Aceh Selatan mengungkapkan bahwa tiga PNS yang berprofesi sebagai dokter tidak masuk kerja selama lebih dari 11 bulan hingga 20 bulan.

Menanggapi temuan ini, Farhan, seorang aktivis muda peduli Aceh Selatan, meminta aparat penegak hukum agar memperdalam temuan BPK tersebut.

“Kita harus serius menyikapi temuan ini. Aparat penegak hukum harus mendalami dan menindaklanjuti temuan ini dengan tegas,” ujar Farhan kepada Nukilan.id, Jumat (5/7/2024).

Farhan juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan uang negara. Ia juga mengingatkan agar pejabat menggunakan uang negara bukan untuk kepentingan pribadi.

“Para pejabat di instansi pemerintah jangan bermain-main dengan uang rakyat. Uang ini seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Menurut Farhan, kasus seperti ini mencoreng citra pelayanan publik dan merugikan masyarakat. Ia berujar bahwa masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

“Namun bagaimana bisa terwujud jika para petugas kesehatannya tidak hadir bekerja?” tanyanya retoris.

Farhan juga mendesak Dinas Kesehatan Aceh Selatan untuk segera melakukan evaluasi dan pembenahan internal.

“Dinkes Aceh Selatan harus segera berbenah. Temuan ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan dan disiplin pegawai,” imbuhnya.

Temuan BPK ini menjadi perhatian publik, terutama mengingat profesi dokter yang seharusnya memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan. Masyarakat Aceh Selatan berharap ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan.(XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Bakso Kasar Marijal, Sensasi Kuliner Baru di Banda Aceh

0
Bakso kasar marijal. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bakso Kasar Marijal kini menjadi buah bibir di kalangan pecinta kuliner Banda Aceh. Berdiri sejak awal 2023, usaha bakso ini terus menarik perhatian warga setempat dan wisatawan dengan cita rasa khas dan pelayanan yang ramah.

Awalnya, Bakso Kasar Marijal didirikan di Jalan T. Hasan, kawasan Simpang Surabaya. Setelah beroperasi selama satu tahun, mereka memutuskan untuk pindah ke lokasi baru yang lebih strategis di Jalan Lamsepeung, tepat di pinggir sungai dan sebelum Masjid Keuchik Leumik. Lokasi baru ini mulai beroperasi sejak bulan puasa tahun 2024.

Kepopuleran Bakso Kasar Marijal semakin melonjak setelah mengundang seorang seleb TikTok terkenal untuk mencicipi dan mempromosikan bakso mereka. Video yang diunggah oleh seleb tersebut mendapatkan respon positif dari netizen, sehingga banyak orang penasaran dan ingin mencicipi langsung bakso mereka. Sejak promosi itu, pengunjung semakin ramai.

Vira, seorang pengunjung di Bakso Kasar Marijal, mengungkapkan ketertarikannya mengunjungi tempat tersebut setelah melihat video promosi warung bakso ini di TikTok. Selain itu, Vira juga menambahkan bahwa pelayanan yang ramah menjadi salah satu alasan dia kembali berkunjung.

“Pelayanannya ramah dan cepat. Mereka selalu berusaha menyambut pelanggan dengan senyuman dan memastikan bahwa pesanan disajikan dengan cepat agar pengunjung tidak harus menunggu terlalu lama,” ujar Vira kepada Nukilan.id, Jumat (5/7/2024).

Menurut Vira, bakso di tempat ini memiliki cita rasa yang luar biasa dan membuat siapa pun ketagihan. Sering kali, ia dan teman-temannya datang bersama-sama untuk makan di sini karena rasanya yang sangat enak..

“saya juga sangat menyukai tekstur baksonya yang kenyal dan kuahnya yang gurih. Ini salah satu bakso terenak yang pernah saya coba,” ujar Vira.

Dengan cita rasa yang lezat dan pelayanan yang prima, tidak heran jika Bakso Kasar Marijal menjadi tempat favorit di Banda Aceh. Usaha ini tidak hanya berhasil menarik perhatian penduduk lokal tetapi juga menjadi destinasi wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Tenaga Kesehatan dari Pulo Aceh Lolos Seleksi Nasional Nakes Teladan

0
Asisten I Sekda Aceh Besar, Farhan, AP, Kepala Dinas Kesehatan, Anita, SKM, M.Kes bersama Kepala Puskesmas Pulo Aceh, mendampinginya saat menjalani wawancara oleh Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI secara daring. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Arinas Tuti, AMK, seorang tenaga kesehatan dari Pulo Aceh, Aceh Besar, berhasil lolos seleksi portofolio dalam pemilihan penghargaan sebagai kandidat Tenaga Kesehatan Teladan kategori Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan tingkat Nasional.

Asisten I Sekda Aceh Besar, Farhan, AP, bersama Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita, SKM, M.Kes, serta Kepala Puskesmas Pulo Aceh, mendampingi Arinas saat menjalani wawancara secara daring oleh Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di Hotel Permata Hati, Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (4/7/2024).

Kadinkes Aceh Besar, Anita, SKM, M.Kes, menjelaskan bahwa seleksi awal telah dilaksanakan sejak Mei di tingkat Kabupaten Provinsi Aceh, dilanjutkan dengan seleksi oleh Ditjen Nakes Kemenkes pada bulan Juli. Mereka berkumpul untuk memberikan dukungan, doa, dan apresiasi kepada Arinas Tuti.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Arinas Tuti yang telah menunjukkan dedikasinya dalam memberikan layanan kesehatan di daerah terpencil. Kami berharap beliau mendapatkan nilai terbaik dan sukses dalam seleksi ini,” ujarnya.

Arinas Tuti dianggap sebagai contoh nyata dari semangat dan komitmen tenaga kesehatan yang bekerja di daerah dengan akses yang sulit.

“Kami semua di sini untuk memberikan dukungan penuh dan berharap yang terbaik untuknya,” tambah Anita.

Ia juga berharap Arinas Tuti dapat menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan lainnya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan.

“Seleksi penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras tenaga kesehatan yang beroperasi di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Semoga Arinas Tuti dari Aceh Besar dapat meraih hasil terbaik dan membawa kebanggaan bagi daerahnya,” tandasnya.

Selain itu, Anita mengungkapkan bahwa sebenarnya ada empat orang dari Provinsi Aceh yang lolos untuk mengikuti program tersebut.

“Empat orang yang lolos terdiri dari satu orang dari Simeulue, satu orang dari Aceh Besar, dan dua tenaga medis dari RSUDZA Aceh,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Bupati Aceh Besar Gelar Pelepasan Purna Tugas Camat Lhoong

0
Pj Bupati Aceh Besar Gelar Pelepasan Purna Tugas Camat Lhoong. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, menggelar acara pelepasan purna tugas Camat Lhoong, Drs. Rauza Das, dan Ketua TP PKK Kecamatan Lhoong, Erlina, SPd, di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, pada Kamis (04/07/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Iswanto menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan pengabdian Rauza selama menjabat sebagai Camat selama 5 tahun 12 hari.

“Pak Rauza telah mengabdi sebagai ASN selama 22 tahun dan sebagai Camat selama 5 tahun 12 hari. Beliau sangat dekat dengan masyarakat dalam menjalankan tugasnya dan meninggalkan kesan mendalam di hati rakyat. Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga,” ujar Iswanto.

Acara pelepasan tersebut juga dihadiri oleh Pj Ketua TP PKK Aceh Besar, Cut Rezki Handayani SIP MM. Mereka berfoto bersama Drs. Rauza Das dan Erlina, SPd, sebagai tanda penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan.

Drs. Rauza Das yang didampingi oleh Ketua TP PKK, Erlina, SPd, menyampaikan kata pamitan dalam acara tersebut.

“Purna tugas bukan berarti terputusnya silaturahmi, karena silaturahmi akan terus terjalin walaupun dalam kondisi yang berbeda,” ungkap Rauza.

Rauza juga mengimbau kepada seluruh elemen pemerintahan, mulai dari Kecamatan hingga Gampong, agar siap dan segera menyesuaikan diri dengan pemimpin yang baru serta bersinergi dalam melayani masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pegawai Kecamatan, Forkopimcam, Keuchik, dan jajarannya yang telah memberikan dukungan selama masa pengabdiannya sebagai Camat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini SAg, para Camat di wilayah Aceh Besar, serta Pengurus TP PKK Aceh Besar.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Besar dan PT SBA Kolaborasi Atasi Kekurangan Air Bersih di Lhoknga

0
Pemkab Aceh Besar dan PT SBA Kolaborasi Atasi Kekurangan Air Bersih di Lhoknga. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan perusahaan semen PT Solusi Bangun Andalas (SBA) akan mengatasi kekurangan air bersih akibat kemarau di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Kerjasama ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara permanen.

“Kami ingin penanganan dilakukan secara komprehensif, tidak temporer atau parsial. Kemarau adalah siklus musiman yang akan kembali secara periodik,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, setelah menutup rapat gabungan yang membahas langkah-langkah berkelanjutan untuk mengatasi kekurangan air bersih tersebut.

Rapat tersebut dihadiri oleh Sekda Aceh Besar, Drs. Sulaimi, anggota DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina, jajaran OPD terkait, perwakilan dari PT SBA, pimpinan PDAM Tirta Mountala, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, diputuskan bahwa sumur bor dengan pipa empat inci akan dibangun di empat masjid dalam kemukiman Kecamatan Lhoknga, yaitu Masjid Mukim Lhoknga, Masjid Mukim Kueh (Keudee Bieng), Masjid Mukim Lhamlhom, dan Masjid Mukim Lampuuk. Pembangunan sumur bor ini akan dibiayai oleh PT SBA melalui dana CSR.

Selain itu, sumur bor skala kecil akan dibangun di setiap meunasah dengan menggunakan dana desa (ADG).

“Rapat menyepakati bahwa untuk sumur bor di meunasah gampong akan ditalangi dengan dana tanggap darurat dari Dana Gampong, termasuk menggunakan dana ketahanan pangan dalam Dana Gampong. Kami akan membuat regulasi sebagai dasar hukum untuk menggunakan dana desa,” jelas Iswanto.

Rapat gabungan juga menyepakati agar Pj Bupati Aceh Besar menetapkan status bencana di Aceh Besar, sehingga dana yang digunakan memiliki landasan hukum formal dan dapat digunakan secara legal.

Pj Bupati Muhammad Iswanto juga mengingatkan agar distribusi air bersih di kawasan terdampak kemarau dilakukan secara terukur. Suplai air hanya akan diberikan di fasilitas umum gampong, bukan di fasilitas milik pribadi.

Menanggapi hal ini, rapat gabungan merekomendasikan pembentukan panitia kecil untuk pengaturan di lapangan agar tidak terjadi kebingungan di antara petugas, serta untuk menghindari persaingan warga dalam menentukan lokasi distribusi air.

“Mari kita jaga ketertiban, kenyamanan, dan saling menghormati. Kami akan segera membentuk tim khusus untuk memantau dan mengatur titik distribusi suplai air,” tambah Iswanto.

Untuk penentuan lokasi titik sumur bor di meunasah, rapat lanjutan akan diadakan dengan jajaran keuchik serta Camat Lhoknga di Gedung Dekranas, Sabtu (7/7/2024) malam.

Editor: Akil

FKUB Aceh Besar Gelar Rapat Koordinasi dengan Stakeholder

0
FKUB Aceh Besar Gelar Rapat Koordinasi dengan Stakeholder. (Foto: Kemenag Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Aceh Besar menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder di gedung FKUB, Kota Jantho, Kamis (4/7/2024).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Besar, H. Saifuddin, S.E., yang dihadiri oleh peserta dari unsur pengurus FKUB, sekretariat FKUB, tokoh agama, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, H. Saifuddin menyampaikan harapannya agar lembaga FKUB dapat berfungsi secara maksimal dan memberikan kontribusi nyata dalam membangun kehidupan kerukunan antar umat beragama, baik di dalam maupun antar umat beragama, serta antara umat beragama dengan pemerintah. Menurutnya, keberadaan FKUB sangat penting dan diakui oleh undang-undang sebagai salah satu upaya preventif untuk mencegah dan menyelesaikan permasalahan konflik antar umat beragama.

Jika dilihat, kondisi di Aceh Besar memang sangat kondusif dan tidak ada konflik SARA. Bahkan, kehidupan keagamaan berlangsung sangat harmonis. Namun, peran dan fungsi FKUB tetap diperlukan, terutama dalam menyampaikan sosialisasi tentang pentingnya sikap toleransi dan moderasi beragama.

Dalam forum rapat koordinasi tersebut, pengurus FKUB Aceh Besar berkomitmen untuk menjalankan roda organisasi dengan meningkatkan kemitraan dengan berbagai unsur, serta memperbanyak sosialisasi dan diseminasi tentang moderasi beragama.

Namun, dalam forum tersebut juga terungkap bahwa kepengurusan FKUB Aceh Besar sudah lebih dari satu tahun belum memiliki ketua definitif, setelah Tgk. Mahyuddin mengundurkan diri pada awal tahun 2023. Melalui musyawarah mufakat dari berbagai unsur masyarakat, telah terpilih tim formatur yang bertugas menyusun struktur pengurus baru dan telah diusulkan kepada Bupati Aceh Besar sejak tahun 2023 untuk disahkan melalui Surat Keputusan (SK). Namun, hingga saat ini belum ada SK kepengurusan definitif.

Meskipun dalam kondisi demikian, FKUB Aceh Besar tetap eksis menjalankan berbagai program kegiatan dan menjadi mitra strategis Kementerian Agama serta instansi terkait lainnya.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Buka Rakor Penguatan Pemerintah Gampong se-Aceh

0
Pj Gubernur Aceh Buka Rakor Penguatan Pemerintah Gampong se-Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Bustami membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Pemerintah Gampong Seluruh Aceh di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Jumat (05/07/2024). Rakor ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri, Dr. La Ode Ahmad P. Bolombo, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, para kepala SKPA terkait, serta peserta rakor dari kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur menyampaikan rasa syukur atas alokasi Dana Desa yang diterima Aceh.

“Aceh menerima alokasi Dana Desa terbesar keempat di Indonesia setelah Jawa Tengah, karena jumlah gampong di Aceh yang mencapai 6.500. Dari 2015 hingga 2024, sebanyak 6.497 pemerintahan gampong di Aceh telah menerima total Rp44,2 triliun Dana Desa,” ungkapnya.

Pj Gubernur Bustami menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa di tengah menurunnya kemampuan fiskal Aceh akibat berkurangnya Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

“Dana Desa menjadi anugerah yang sangat kami syukuri dan harus dikelola serta didayagunakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa tugas para aparatur gampong, khususnya keuchik atau kepala desa, sangatlah berat,” ujar Bustami.

Lebih lanjut, Pj Gubernur menyampaikan bahwa keuchik sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintah gampong dituntut untuk merencanakan, mendayagunakan, dan mempertanggungjawabkan penggunaan Dana Desa sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sudah sepantasnya mereka mendapat perhatian khusus berupa penguatan dan pembinaan dalam penyelenggaraan pemerintahan gampong oleh pembina gampong di Kecamatan, Bupati/Walikota, Gubernur, dan Kemendagri,” tambahnya.

Bustami juga menekankan pentingnya regulasi yang jelas serta kepastian hukum untuk menjamin kenyamanan kerja aparatur gampong dalam melayani masyarakat.

“Kepada para Bupati dan Walikota, saya mengharapkan agar meningkatkan perhatian dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan gampong. Kunjungi, dampingi, dan berikan motivasi kepada para aparatur gampong,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur juga mengingatkan pentingnya kesuksesan dua agenda besar nasional, yaitu PON Aceh-Sumut XXI dan Pilkada Serentak 2024.

“Peran Bupati/Walikota, Camat, Keuchik, dan seluruh masyarakat sangatlah strategis untuk kesuksesan agenda ini, demi Aceh yang lebih baik dan bermartabat,” tutup Bustami.

Editor: Akil