Beranda blog Halaman 1060

AMANAH Gencar Menggelar “Goes To Campus” di Perguruan Tinggi Aceh

0
AMANAH menggelar roadshow bertajuk AMANAH Goes to Campus: Yang Muda yang Berkreasi di Kampus Universitas Syiah Kuala beberapa waktu lalu. (Foto: AMANAH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) semakin gencar menggelar program “Goes To Campus” di berbagai perguruan tinggi di Aceh. Dalam beberapa pekan terakhir, AMANAH telah mengunjungi Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, Universitas Teuku Umar di Meulaboh, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Lhokseumawe. Program ini bertujuan menginspirasi anak muda Aceh untuk terus berkreasi dan berinovasi di era digital.

Dalam setiap acara, AMANAH menghadirkan tokoh-tokoh muda inspiratif, seperti Content Creator dan Penyanyi. Mereka berbagi pengalaman serta memberikan tips berharga agar generasi muda Aceh tidak mudah terpengaruh oleh komentar negatif di media sosial. Para pembicara ini memberikan dorongan kuat kepada peserta untuk terus berkarya tanpa takut kritik.

Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik dari kalangan mahasiswa kampus setempat, mulai dari tarian tradisional hingga penampilan musik akustik. Selain itu, beberapa stan kreatif dari mahasiswa juga turut meramaikan acara ini.

Melihat antusiasme yang tinggi dari kalangan anak muda Aceh, Nukilan.id melakukan wawancara acak untuk mendapatkan tanggapan mereka mengenai program AMANAH. Salah satu responden, Rahmat, mahasiswa Universitas Syiah Kuala asal Banda Aceh, mengaku sangat terinspirasi oleh program ini. Rahmat berbagi pengalamannya setelah mengikuti acara AMANAH Goes to Campus di USK.

“Saya merasa termotivasi untuk terus berkarya dan tidak mudah menyerah. Melihat pembicara yang sukses di usia muda membuat saya semakin yakin bahwa dengan usaha dan kerja keras, kita bisa mencapai apa yang kita impikan,” kata Rahmat kepada Nukilan.id, Sabtu (6/7/2024).

Selain Rahmat, Nurul, seorang anak muda asal Aceh Selatan, juga merasakan dampak positif dari acara tersebut. Menurut Nurul, program ini membuka wawasannya tentang dunia digital dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk hal-hal positif.

“Saya jadi lebih tahu tentang dunia digital dan lebih semangat untuk mengembangkan kemampuan saya di bidang konten digital,” ujarnya.

Program “Goes To Campus” ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi anak muda Aceh untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi diri di tengah era digital yang terus berkembang pesat. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh muda inspiratif, AMANAH berharap dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada generasi muda untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berkarya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Penilaian TI Indonesia: Mayoritas Perusahaan Tambang Kurang Transparan dalam Kebijakan Anti-Korupsi dan HAM

0
TI Indonesia Lakukan Penilaian 121 Perusahaan Tambang. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Transparency International (TI) Indonesia baru-baru ini mengevaluasi 121 perusahaan tambang di Indonesia menggunakan metode “Transparency in Corporate Reporting” (TRAC). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar perusahaan tambang masih jauh dari transparan dalam mengungkapkan kebijakan anti-korupsi serta komitmen terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Gita Ayu Atikah dari TI Indonesia menjelaskan bahwa penilaian tersebut mengacu pada dua aspek utama: Aspek Antikorupsi, yang mencakup lima dimensi, dan Aspek Sosial serta HAM, dengan empat dimensi. Skor rata-rata TRAC untuk Aspek Antikorupsi hanya mencapai 0,31 dari skor maksimal 10, sedangkan untuk Aspek Sosial dan HAM, skornya tidak jauh berbeda, yakni hanya mencapai 0,30.

Menurut Gita, hasil ini menunjukkan bahwa meskipun industri tambang merupakan pilar ekonomi penting, kebanyakan perusahaan belum memenuhi standar transparansi yang diperlukan untuk mengurangi risiko korupsi dan dampak sosial negatif dalam operasional mereka.

Laporan ini diseminarkan di beberapa daerah termasuk Banda Aceh, Samarinda, dan Kendari. Di Banda Aceh, acara diseminasi juga dihadiri oleh sejumlah narasumber ternama seperti Dadang Trisasongko dari Mercof Law and Governance, T.M.Zulfikar dari Universitas Serambi Mekah, serta Fernan dari Divisi Kebijakan Publik dan Anggaran Gerak Aceh.

Dalam konteks Aceh, dari 121 perusahaan yang dinilai, hanya PT Mifa Bersaudara yang mewakili daerah tersebut. Namun, perusahaan ini juga tidak luput dari sorotan, dengan mendapat skor rendah dalam Aspek Antikorupsi dan sedikit lebih baik dalam Aspek Sosial serta HAM.

Fernan dari Gerak Aceh menegaskan bahwa penelitian ini seharusnya menjadi pijakan dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dengan lebih bertanggung jawab, mengingat seringnya konflik dan kerusakan lingkungan akibat kegiatan tambang.

Dadang Trisasongko menyoroti pentingnya investigasi lapangan sebagai pelengkap informasi dari metode TRAC, sementara T.M.Zulfikar mengingatkan pada kompleksitas regulasi dan isu-isu konflik lahan yang masih menghantui sektor tambang di Indonesia.

Secara keseluruhan, laporan ini diharapkan dapat mendorong perusahaan tambang untuk meningkatkan transparansi serta komitmen mereka terhadap kebijakan anti-korupsi dan HAM, demi membangun sektor tambang yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab di Indonesia.

Editor: Akil

Bueng Sidom, Gampong Terbaik se-Aceh Tahun 2024

0
Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah SE MSi bersama Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP MM menyerahkan Dana Pembinaan juara 1 lomba gampong tingkat Provinsi Aceh tahun 2024 Kepada Keuchik Bueng Sidom. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh Besar kembali menorehkan prestasi gemilang di tahun 2024 dengan penghargaan sebagai Gampong Terbaik se-Aceh bagi Gampong Bueng Sidom, Kecamatan Blang Bintang. Pengumuman ini disampaikan pada acara Rapat Koordinasi Penguatan Pemerintah Gampong yang berlangsung di Gedung Serbaguna Setda Aceh, dengan hadirnya Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah SE MSi, dan Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM.

Muhammad Iswanto menyampaikan rasa syukur atas prestasi ini, menyebutkan bahwa Bueng Sidom berhasil menonjolkan diri berkat pengelolaan dana gampong yang efektif, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta partisipasi aktif dalam pembangunan lokal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Forkopimda Aceh Besar, juga diapresiasi sebagai faktor kunci kesuksesan.

Dalam upaya mempersiapkan Bueng Sidom untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional, Pemkab Aceh Besar akan fokus mendukung gampong ini untuk tampil sebagai wakil Aceh di ajang nasional. Iswanto menegaskan, ini membutuhkan kerja keras serta doa dari seluruh masyarakat Aceh.

Acara tersebut juga menandai penghargaan kepada daerah yang tercepat dalam penyaluran Dana Desa tahap pertama tahun 2024, dengan Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Kota Langsa meraih posisi teratas.

Rapat koordinasi ini tidak hanya sebagai ajang untuk mengapresiasi prestasi gampong terbaik, tetapi juga sebagai respon terhadap pengesahan UU Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat pemerintahan gampong di seluruh Indonesia.

Editor: Akil

Penjabat Bupati Agara Serahkan Donasi Rp500 Juta kepada Duta Besar Palestina

0
Penjabat Bupati Agara Serahkan Donasi Rp500 Juta kepada Duta Besar Palestina. (Foto: MC Agara)

NUKILAN.id | Jakarta – Penjabat Bupati Agara, Syakir, secara langsung menyerahkan donasi sebesar Rp500.148.000 kepada Duta Besar Palestina, Zulhair Al Shun, di Jakarta hari ini. Donasi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang tengah mengalami kesulitan kemanusiaan.

“Kami memberikan donasi ini sebagai wujud kepedulian kita semua terhadap saudara-saudara kita di Palestina, semoga dapat memberikan kekuatan dan harapan bagi mereka dalam mencapai kemerdekaan,” ujar Syakir pada Rabu (3/7/2024).

Syakir menegaskan bahwa dana donasi tersebut berasal dari sumbangan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah dan aparatur sipil negara di Kabupaten Aceh Tenggara, serta dukungan dari kalangan pengusaha dan masyarakat setempat.

Sementara itu, Zulhair Al Shun menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Aceh Tenggara dan Provinsi Aceh secara keseluruhan atas bantuan yang diberikan. “Kami menghargai dukungan yang diberikan dan mengutuk keras tindakan kekerasan yang dialami warga Palestina,” tambahnya.

Aksi kepedulian ini juga diwarnai dengan kecaman terhadap tindakan represif Israel terhadap rakyat Palestina, yang disebut sebagai tindakan yang kejam.

Sebagai pemimpin di Aceh Tenggara, Syakir menunjukkan komitmennya dalam memperkuat rasa persaudaraan umat Muslim di Kutacane terhadap Palestina, serta dalam menyuarakan kepedulian terhadap nasib mereka.

Berita ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan menunjukkan solidaritas kemanusiaan dari berbagai lapisan masyarakat di Aceh Tenggara.

Editor: Akil

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Rakor Penguatan Pemerintahan Gampong se-Aceh

0
Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Rakor Penguatan Pemerintahan Gampong se-Aceh. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP, MM, bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Aceh Besar Farhan AP serta Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar Carbaini S.Ag, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Pemerintahan Gampong se-Aceh Tahun 2024. Acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, pada Jumat (5/7/2024).

Rakor tersebut dibuka oleh Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah SE, M.Si, dan menghadirkan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Dr. Drs. La Ode Ahmad P. Bolombo AP, M.Si sebagai pemateri. Hadir pula Pj Bupati/Walikota se-Aceh, Inspektur Aceh, Kepala Bappeda Aceh, Kepala BPKA Aceh, Kepala MAA Aceh, dan Koordinator P3PD.

Dalam sambutannya, Bustami menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan gampong, terutama dalam merencanakan, mendayagunakan, dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa sesuai ketentuan.

“Mereka dibantu oleh perangkat gampong yang hadir setiap hari untuk melayani kebutuhan masyarakat dan mendorong roda perekonomian gampong terus bergerak maju,” ujarnya.

Bustami juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap perangkat gampong oleh pemerintah kecamatan, bupati/walikota, gubernur, dan Kementerian Dalam Negeri.

“Saya berharap para bupati dan walikota dapat meningkatkan perhatian dan pembinaan terhadap kawasan dan keindahan gampong untuk memotivasi para aparatur gampong,” tambahnya.

Selain itu, Bustami mengajak semua pihak untuk menyukseskan agenda nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Aceh-Sumut dan Pilkada serentak tahun 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Bustami juga mengharapkan Dirjen Bina Pemerintahan Desa dapat menjelaskan perbedaan masa bakti kepala desa sesuai Undang-Undang No. 3 Tahun 2004 yang menetapkan masa bakti nasional selama 8 tahun, dan Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang menetapkan masa bakti selama 6 tahun.

Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, menyatakan bahwa pembangunan gampong sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.

“Kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh harus terus kita dukung, konsen kita meneruskan kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi untuk diaplikasikan sampai tingkat gampong serta mempadukan dengan kebijakan daerah agar pembangunan di gampong selaras sesuai harapan bersama,” kata Iswanto.

Lebih lanjut, Iswanto menekankan pentingnya dukungan APBD desa untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Dana Desa harus memiliki arah program yang jelas dan bermanfaat, sehingga desa dapat mandiri dan tidak bergantung pada pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya.

Iswanto juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan potensi gampong dan dukungan bersama dalam percepatan pembangunan gampong.

“Pemkab juga mendorong kemandirian gampong dengan pembinaan dan pemberdayaan, seperti penetapan gampong wisata yang mampu menghadirkan sumber pendapatan asli gampong,” pungkasnya.

Editor: Akil

Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan RS Regional Aceh Tengah Dituntut 18 Bulan Penjara

0
Sidang perkara tindak pidana korupsi pembangunan rumah sakit regional wilayah tengah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh di Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aeh – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tindak pidana korupsi pembangunan rumah sakit (RS) regional di Kabupaten Aceh Tengah menuntut lima terdakwa masing-masing dengan hukuman 18 bulan atau satu tahun enam bulan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU Ully Herman bersama rekan-rekan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jumat (5/7/2024). Sidang tersebut dipimpin oleh ketua majelis hakim Hamzah Sulaiman.

Kelima terdakwa yang hadir dalam persidangan tersebut didampingi oleh penasihat hukum masing-masing. Mereka adalah Sukri Maha, Kamal Bahagia, Jamaluddin, Samsul Bahri, dan Hamdan.

Selain pidana penjara, JPU juga menuntut kelima terdakwa membayar denda masing-masing sebesar Rp50 juta. Jika denda tersebut tidak dibayar, maka terdakwa akan dikenakan hukuman tambahan selama tiga bulan penjara.

Khusus untuk terdakwa Kamal Bahagia, JPU juga menuntut pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp64,5 juta. Uang pengganti tersebut dikonversikan dengan uang yang sudah dititipkan oleh terdakwa sebesar Rp64,5 juta.

Penuntutan pembayaran uang pengganti kerugian negara juga ditujukan kepada terdakwa Samsul Bahri dan Hamdan. Untuk terdakwa Samsul Bahri, jumlah uang pengganti yang harus dibayarkan sebesar Rp70 juta, sementara terdakwa Hamdan sebesar Rp200 juta. Uang pengganti tersebut juga dikonversi dengan uang yang dititipkan oleh kedua terdakwa masing-masing sebesar jumlah yang dituntut.

JPU menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 huruf a, b Ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, JPU mendakwa para terdakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam lanjutan pembangunan rumah sakit regional wilayah tengah di Kabupaten Aceh Tengah pada tahun anggaran 2011 dengan nilai kontrak lebih dari Rp7,3 miliar.

Terdakwa Sukri Maha merupakan Kuasa Pengguna Anggaran dan Jamaluddin adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Sementara itu, terdakwa Samsul Bahri dan Hamdan masing-masing berperan sebagai pelaksana kegiatan, serta Kamal Bahagia sebagai konsultan pengawas.

JPU menyatakan para terdakwa terbukti bersalah tidak melaksanakan pembangunan lanjutan rumah sakit regional wilayah tengah di Kabupaten Aceh Tengah tahun anggaran 2011 sesuai kontrak kerja. Para terdakwa mengurangi spesifikasi bangunan, sehingga kualitasnya menurun.

“Perbuatan para terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi serta menyebabkan kerugian negara. Namun, kami juga mempertimbangkan hal-hal yang meringankan, yaitu terdakwa memiliki tanggungan keluarga serta belum pernah dihukum sebelumnya,” ujar JPU Ully Herman.

Majelis hakim akan melanjutkan persidangan pada Selasa (9/7/2024) dengan agenda mendengarkan pembelaan dari para terdakwa dan penasihat hukumnya.

Editor: Akil

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Aceh

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh kembali mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi tinggi gelombang laut di sejumlah perairan di Aceh. Menurut pantauan BMKG, pergerakan gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data yang diterima RRI dari BMKG, masyarakat diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,50 meter atau lebih. Gelombang tinggi ini diperkirakan akan melanda wilayah Perairan Barat Aceh, Samudera Hindia Barat Aceh, dan sekitarnya, selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu (6-7 Juli 2024).

“Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi bahaya bagi aktivitas maritim di area tersebut. Para nelayan, kapal laut, dan pengguna lainnya perlu mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk menghindari risiko yang mungkin timbul akibat gelombang tinggi tersebut,” ujar seorang petugas BMKG dalam keterangan resminya.

Tinggi gelombang laut merupakan fenomena alam yang dapat mempengaruhi kapal, perahu, dan bahkan aktivitas pantai. Gelombang tinggi dapat timbul karena berbagai faktor, termasuk angin kencang, badai laut, atau perubahan tiba-tiba dalam arus laut.

Berikut perkiraan tinggi gelombang laut untuk sejumlah perairan di Aceh:

  • Perairan Utara Sabang: 1,25 – 2,50 meter
  • Selat Malaka bagian Utara: 0,50 – 1,25 meter
  • Perairan Sabang – Banda Aceh: 0,50 – 1,25 meter
  • Perairan Lhokseumawe: 0,50 – 1,25 meter
  • Perairan Barat Aceh: 1,25 – 2,50 meter
  • Perairan Meulaboh – Kep. Sinabang: 1,25 – 2,50 meter
  • Samudera Hindia Barat Aceh: 1,25 – 2,50 meter

BMKG mengimbau agar seluruh masyarakat, terutama yang berada di pesisir, terus memantau informasi terkini dan selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas di laut. Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bahaya gelombang tinggi ini.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini, masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal-kanal resmi BMKG dan media terpercaya.

Editor: Akil

Punya Talenta Terpendam yang Unik-unik, Tebak Selebriti Tersembunyi di Sini!

0
Hidden Talent GTV. (Foto: GTV)

NUKILAN.id | Iklan – Selalu punya kejutan setiap hari, GTV sebagai “Home of Entertainment” selalu berusaha hadirkan program yang fresh untuk penonton setianya. Lewat program “Hidden Talent” yang dipandu John Martin, kamu akan diajak menebak selebriti dibalik kostum unik.

Bukan hanya kostum yang unik, para selebriti tersembunyi ini juga akan tampilkan beragam talenta unik yang terpendam. Mulai dari acrobat, breakdance, bahkan sampai bela diri, mereka akan tampilkan secara anonim. Setiap Rabu pukul 21.45 WIB, kamu akan melihat 3 selebriti tersembunyi yang siap kamu tebak kehadirannya!

“Ampun deh, yang ini gak ketebak!” kata Rina Nose.

Nama Rina Nose jadi salah satu panelis di Hidden talent yang ada saja celetukannya! Bukan Cuma Rina Nose, kamu juga akan terhibur dengan panelis-panelis lain seperti Denny Chandra, Vicky Prasetyo, Aldi Taher, Nita Gunawan, dan Maria Vania. Tiap minggu, pasti akan ada gebrakan talenta selebriti yang benar-benar tidak tertebak!

Untuk dapatkan pengalaman terbaik menonton program-program paling favorit di GTV, jangan lupa untuk melakukan scan ulang kanal digital GTV sesuai kotamu.

Jika tayangan GTV digitalmu bermasalah kamu bisa antisipasi dengan melakukan scan ulang pengaturan Set Top Box, bila tayangan belum muncul kamu bisa periksa sambungan kabel antena atau ubah posisi letak antena yang kamu miliki. namun, jika setelah melakukan antisipasi tersebut tayangan tv digitalmu masih bermasalah, kamu bisa hubungi layanan solusi tv digital di 0856-9003-900 pada senin sampai jumat pukul 09.00- 18.00 WIB (nomor ini hanya melayani chat).

Kamu juga bisa nonton keseruan program-program GTV di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi RCTI+ dan Vision+. Follow juga sosial media GTV di @officialgtvid untuk terus update mengenai info program-program seru lainnya!

Editor: Akil

USK Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia-Jepang

0
USK Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia-Jepang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah kegiatan ilmiah the 8th International Symposium of Association of Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) yang berlangsung pada 5-7 Juli 2024. Acara ini diikuti oleh 12 Fakultas dan Program Studi Kedokteran Hewan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta lima institusi dari Jepang.

Simposium ini resmi dibuka pada Jumat, 5 Juli 2024, di Academic Activity Center (AAC) Dayan Dawood USK. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan USK, drh. Teuku Reza Ferasyi, M.Sc., PhD., melaporkan bahwa acara tersebut dihadiri oleh 100 peserta, termasuk Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), Ketua AJIVE, para dekan, wakil dekan, ketua program studi, dosen, dan mahasiswa dari kedua negara.

“Simposium ini terdiri dari kegiatan kuliah umum, presentasi hasil penelitian, dan pertemuan para dekan dari semua Fakultas Kedokteran Hewan yang hadir. Kami berharap acara ini dapat memberikan gambaran tentang peluang serta memperkuat kerja sama antar Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia dan Jepang pada masa mendatang,” ujar Teuku Reza.

Ketua AFKHI, Prof. drh. Teguh Budipitojo, MP., PhD., yang diwakili oleh Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., MP, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, bersama Ketua AJIVE, Prof. Watarai Masahisa, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Yamaguchi, Jepang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Rektor USK serta kesediaan Fakultas Kedokteran Hewan USK menjadi penyelenggara simposium tersebut. Mereka menegaskan bahwa pertemuan ini semakin mempererat kolaborasi antara akademisi kedua negara.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Jepang untuk Indonesia di Medan, Takonai Susumu, PhD., menyatakan dukungan penuh Pemerintah Jepang terhadap keberlanjutan forum ilmiah ini.

“Jepang dan Indonesia memiliki sejarah kerja sama yang panjang dan erat di berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi. Kami siap memfasilitasi keberlanjutan forum ini,” katanya.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, juga menyampaikan kebanggaannya dan komitmen USK untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan ilmiah dengan mitra dari berbagai daerah maupun negara.

“Terima kasih kepada AFKHI dan AJIVE yang telah mempercayakan Fakultas Kedokteran Hewan USK sebagai pelaksana kegiatan AJIVE tahun 2024. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

Rektor Marwan juga berharap simposium ini menghasilkan sejumlah kerja sama riset dan pertukaran kunjungan staf serta mahasiswa di antara semua institusi yang terlibat.

Opening ceremony ini turut dihadiri oleh perwakilan Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Ketua Senat Akademik USK, perwakilan Dinas Peternakan Aceh, Ketua PDHI Aceh, Ketua Alumni Fakultas Kedokteran Hewan USK, serta instansi pemerintah, BSI, Bank BTN, PT Indojaya Agrinusa, Lembaga Mitra Fakultas Kedokteran Hewan USK, dan sivitas akademika USK.

Editor: Akil

KADIN Aceh Kunjungi Kanwil DJP Aceh, Bahas Peningkatan Edukasi Perpajakan

0
Kadin Aceh Audiensi dengan Kanwil DJP Aceh. (Foto: For Nukilan)

MUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh mengadakan audiensi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Aceh pada Jumat (5/7). Pertemuan ini berlangsung di “Aceh Mulia Cafe” yang terletak di kantor Kanwil DJP Aceh, Jalan Tgk Chik Di Tiro, Banda Aceh, dan dihadiri oleh jajaran pengurus Kadin serta pimpinan Kanwil DJP Aceh yang baru, Paryan.

Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan koordinasi antara Kadin Aceh dan DJP Aceh. Paryan, yang baru menjabat sebagai Kepala Kanwil DJP Aceh, menerima kunjungan tersebut bersama timnya. Paryan menggantikan Imanul Hakim yang kini bertugas di Kanwil DJP Kepulauan Riau.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi Kadin Aceh, Muhammad Mada, atau yang akrab disapa Cek Mada, menyatakan pentingnya kunjungan ini untuk melanjutkan hubungan baik yang telah terjalin antara Kadin dan DJP. “Selama dua tahun terakhir, kami telah membangun koordinasi yang baik dengan DJP. Kami berharap kerjasama ini dapat terus berjalan, khususnya dalam pembinaan, edukasi, dan sosialisasi aturan perpajakan,” ujar Cek Mada.

Menurut Cek Mada, edukasi dari DJP sangat dibutuhkan oleh dunia usaha agar dapat menghindari kesalahan dalam pencatatan transaksi keuangan terkait pajak. “Banyak pelaku usaha yang masih melakukan kesalahan dalam pembukuan, yang berakibat pada penghindaran kewajiban pajak. Dengan edukasi yang baik, kami berharap hal ini dapat diminimalisir,” tambahnya.

H. Ramli, SE, yang juga Ketua DPD Apindo dan DPD Organda Aceh, menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk meningkatkan kekuatan ekonomi daerah. “Aceh memiliki potensi yang luar biasa, namun masih berada dalam status kemiskinan nomor satu di Sumatera. Kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha sangat diperlukan untuk memperbaiki kondisi ini,” jelasnya.

Kepala Kanwil DJP Aceh, Paryan, menyambut baik kunjungan audiensi ini dan berjanji akan melakukan kunjungan balasan ke kantor Kadin. “Dunia usaha adalah mitra utama DJP. Kami akan berusaha maksimal memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha,” ungkap Paryan. Ridho Syafruddin, KabidP2 Humas DJP Aceh, menambahkan bahwa DJP akan melakukan pendekatan melalui kerjasama dengan asosiasi di bidang keuangan dan konsultan pajak, serta pendekatan sektoral yang lebih spesifik.

Menanggapi hal ini, Teuku Jailani, Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi Kadin Aceh, mengatakan bahwa pendekatan sektoral sangat tepat. “Setiap bidang usaha memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pembinaan yang spesifik akan lebih efektif,” ujarnya.

Kunjungan audiensi ini diakhiri dengan kesepakatan untuk meningkatkan frekuensi dan kualitas kerjasama antara Kadin Aceh dan DJP Aceh dalam pembinaan dan edukasi perpajakan. “Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ekonomi Aceh melalui pilar dunia usaha yang lebih produktif dengan dukungan kebijakan fiskal yang kondusif,” tutup Cek Mada.

Editor: Akil