Beranda blog Halaman 1058

Makam Syiah Kuala: Kuburan Ulama Kharismatik yang Jadi Tujuan Ziarah

0
Makam di Pemakaman Syiah Kuala. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Makam Syiah Kuala, tempat peristirahatan terakhir seorang ulama kharismatik di Aceh, kini menjadi salah satu tujuan ziarah yang ramai dikunjungi oleh peziarah lokal dan mancanegara. Berlokasi di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, makam ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 15 menit dengan jarak kurang lebih 8 kilometer dari pusat kota.

Tengku Abdullah Wahid, penjaga makam, menuturkan bahwa makam ini adalah tempat persemayaman seorang ulama besar Ahlussunnah wal Jamaah yang namanya termasyhur di berbagai penjuru.

“Syiah Kuala bukanlah nama asli beliau, karena tinggal di kampung Kuala maka diberi julukan Syiah Kuala. Nama asli beliau adalah Tengku Haji Syekh Abdurrauf bin Ali Alfansury As Singkili,” jelas Abdullah kepada Nukilan.id, Minggu (7/7/2024).

Syekh Abdurrauf lahir di Singkil pada tahun 1001 Hijriyah (1591 Masehi) dan wafat pada 23 Syawal 1106 Hijriyah (1696 Masehi) dalam usia 105 tahun. Ayahnya, Syekh Ali Al Fansuri, dan saudaranya, Hamza Al Fansuri, berasal dari Arab dan kemudian menetap di Aceh. Syekh Abdurrauf menjadi khadhi malikul adil pada masa Ratu Safiatuddin di Kerajaan Aceh Darussalam selama 59 tahun, melanjutkan jabatan tersebut setelah salah satu anak laki-laki Sultan Iskandar Muda dihukum mati.

Selama hidupnya, Syiah Kuala menjabat sebagai khadi di empat masa pemerintahan ratu, yaitu Sultanah Safiatuddin Syah (1641-1645 M), Sultanah Naqiatuddin Syah (1675-1678 M), Sultanah Zakiatuddin Syah (1678-1688 M), dan Sultanah Ratu Kamalat Syah (1688-1699 M). Beliau juga merupakan satu-satunya ulama yang menerjemahkan Al-Qur’an 30 juz pada masa itu dan membuat kitab hukum sebagai pedoman Kerajaan Aceh.

“Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala” adalah hadih majah yang menggambarkan kedudukan Syiah Kuala, di mana adat istiadat mengikuti Po Teumeureuhom dan hukum mengikuti Syiah Kuala. Kecintaannya terhadap ilmu dan pendidikan membuatnya mendirikan dan mengelola beberapa dayah di Aceh, hingga namanya diabadikan menjadi nama universitas terkemuka di Aceh, Universitas Syiah Kuala.

Pengunjung tidak dipungut biaya apapun untuk memasuki wilayah makam yang berdekatan dengan pantai ini. Selain berziarah, pengunjung juga bisa menikmati keindahan panorama laut di bibir pantai Syiah Kuala. Di area makam terdapat tempat kenduri, masjid, musalla, dan sumur yang airnya sering dibawa pulang oleh pengunjung.

“Air sumur ini sudah ada sejak zaman Syiah Kuala. Banyak yang mengambil air untuk obat, tetapi kita harus yakin kepada Allah, bukan kepada air tersebut. Kebanyakan yang mengambil adalah orang dari jauh,” tambah Abdullah.

Jumlah pengunjung bisa mencapai 200 orang per hari pada hari biasa, dengan berbagai tujuan seperti melepaskan nazar, berdoa, dan membaca Yasin.

“Kami membantu tamu-tamu yang datang sesuai kebutuhan mereka, menyediakan fasilitas untuk berdoa, kenduri, dan lainnya tanpa memungut biaya,” tutup Abdullah.

Makam Syiah Kuala bukan hanya tempat peristirahatan seorang ulama besar, tetapi juga menjadi saksi bisu sejarah dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya dan spiritual Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kepala Kemenag Aceh Jaya Dukung Program Adhyaksa Peduli Stunting

0
Kepala Kemenag Aceh Jaya Dukung Program Adhyaksa Peduli Stunting. (Foto: Kemenag Aceh Jaya)

NUKILAN.id | Calang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya, H. Amirullah Djakfar SHI MH, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Adhyaksa Peduli Stunting. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara peluncuran program tersebut di desa binaan Adhyaksa, yang berlangsung di Puskesmas Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Penjabat Bupati Aceh Jaya Dr. A. Murtala, M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Jaya, Mohammad Anggidigdo, S.H., M.H, serta sejumlah pimpinan SKPK dan Muspika setempat.

Amirullah menyatakan bahwa program ini menunjukkan sinergi yang kuat melibatkan semua pihak dalam upaya menjaga kesehatan generasi muda. “Langkah preventif yang dimulai sejak dini akan memberikan hasil terbaik bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan komitmen untuk mensosialisasikan program ini di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Aceh Jaya, termasuk di madrasah dan kantor-kantor urusan agama lainnya yang berada di wilayahnya. Program ini menggalang kolaborasi lintas sektor di kecamatan, melibatkan Puskesmas, PLKB, dan pemerintah desa/kelurahan.

Selain itu, seluruh calon pengantin yang akan menikah dalam waktu dekat juga akan diberikan pemahaman mendalam mengenai stunting, sebagai bagian dari upaya pencegahan yang komprehensif.

Editor: Akil

Pantai Syiah Kuala: Perpaduan Keindahan Alam dan Nilai Religius di Banda Aceh

0
Pantai Syiah Kuala: Perpaduan Keindahan Alam dan Nilai Religius di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pantai Syiah Kuala di ujung Kota Banda Aceh tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga menyimpan nilai religius yang mendalam. Destinasi wisata yang terletak di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala ini menjadi favorit bagi wisatawan yang mencari kesejukan alam sekaligus tempat ziarah.

Di pantai ini, terdapat makam ulama besar, Syekh Abdurrauf As-Singkily, yang lebih dikenal dengan sebutan Teungku Syiah Kuala. Makam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal dan pengunjung yang berziarah atau sekadar mengunjungi makam sebagai bagian dari tur sejarah.

“Pantai Syiah Kuala menawarkan ketenangan dan kedamaian yang sulit ditemukan di tempat lain. Selain bisa menikmati indahnya pemandangan pantai, saya juga bisa berziarah ke makam Teungku Syiah Kuala,” ujar Murni kepada Nukilan.id, Minggu (7/7/2024) Sore.

Pantai yang berjarak sekitar 8 kilometer atau 15 menit dari pusat Kota Banda Aceh ini menyuguhkan hamparan pasir coklat kehitaman yang memukau. Di pantai ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam dengan berbagai aktivitas seperti bermain bola, duduk di bebatuan, atau sekadar mendengarkan gemuruh ombak.

Pantai ini juga dilengkapi dengan pondok-pondok kecil yang tersebar di sepanjang pinggir pantai. Keunikan lain yang terlihat adalah terapi tradisional menanam diri di pasir pantai. Banyak warga, terutama lanjut usia (lansia), percaya bahwa terapi ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti stroke, rematik, dan lainnya.

“Terapi pasir ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di keluarga kami. Setiap kali berkunjung ke pantai, kami selalu meluangkan waktu untuk menanam diri di pasir. Saya merasa lebih sehat dan bugar setelahnya,” kata Saiful, seorang warga setempat.

Menurut warga, terapi tradisional ini merupakan cara alami yang tidak memerlukan biaya.

“Banyak orang tua kami yang sembuh dari berbagai penyakit setelah rutin melakukan terapi ini,” tambah Saiful. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Rumah di Aceh Jaya Ludes Terbakar, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

0
Rumah di Aceh Jaya Ludes Terbakar. (Foto: BPBD)

NUKILAN.id | Calang – Sebuah kebakaran melanda sebuah rumah di Desa Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabe, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh pada Sabtu (6/7/2024) sore. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan menimbulkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Plt, Fadmi Ridwan, menjelaskan bahwa kebakaran dipicu oleh ledakan tabung gas di bagian dapur rumah. Meskipun rumah dalam keadaan kosong saat kejadian, api dengan cepat menjalar ke bagian ruangan lainnya, memicu kepanikan di kalangan warga sekitar.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, kebakaran diduga terjadi akibat meledaknya tabung gas di dalam rumah yang sedang ditinggal pemiliknya,” kata Fadmi.

Berkat respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, satu armada tangki air dan unit damkar segera dikerahkan ke lokasi. Upaya pemadaman yang melibatkan aparat TNI, Polri, serta masyarakat setempat berhasil memadamkan api sebelum merambah ke bangunan lainnya.

“Pada saat kejadian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran ini mencapai puluhan juta rupiah,” tambah Fadmi.

Saat ini, tiga jiwa yang terdampak kebakaran tersebut terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya. Pusdalops BPBK Aceh Jaya terus memantau kondisi pasca-kebakaran untuk memastikan bantuan yang diperlukan dapat segera diberikan kepada korban.

Kronologis kejadian yang mengguncang ini memberikan pengingat penting akan pentingnya kesigapan dalam menghadapi risiko kebakaran, serta pentingnya peran kolaborasi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanganan bencana.

Berita ini disampaikan dalam rangka memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat, serta sebagai bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi bencana di wilayah tersebut.

Editor: Akil

Disdukcapil Banda Aceh Gandeng 10 TK untuk Program Ceria KIA

0
Disdukcapil Banda Aceh Gandeng 10 TK untuk Program Ceria KIA. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sepuluh Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah ini, sebagai bagian dari inovasi terbaru mereka yang dikenal sebagai Cerita Anak Mendapatkan KIA (Ceria KIA).

Menurut Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana, M.Si, kerjasama ini bertujuan untuk mempercepat proses penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi para siswa TK. “Kerjasama ini merupakan langkah inovatif kami dalam mendukung akses cepat KIA bagi anak-anak di Kota Banda Aceh,” ujarnya.

PKS melibatkan sepuluh TK di antaranya TK Pemda Kota Banda Aceh, TK Karyawan Kota Baru, TK Nurul Iman, TK Bungong Seleupok, TK Beurawe, TKIT Arraahmah Banda Aceh, TK Al-Washliyah Lambaro Skep, TKIT Mon Kuta, TK Muskana, dan TKIT Suloh.

“Setiap sekolah akan bertanggung jawab untuk mengumpulkan dokumen persyaratan seperti fotokopi akta kelahiran, kartu keluarga, dan pasfoto untuk anak usia lima tahun hingga 17 tahun,” jelas Emila saat ditemui di kantornya pada Kamis (4/6).

Emila menambahkan bahwa setelah persyaratan terkumpul, petugas Disdukcapil akan langsung mendatangi setiap sekolah untuk melakukan proses pembuatan KIA bagi murid-murid TK yang terlibat.

Program Ceria KIA ini diharapkan dapat mempermudah para orang tua dalam memperoleh identitas resmi bagi anak-anak mereka, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepemilikan dokumen identitas sejak dini.

Dengan adanya kerjasama ini, Disdukcapil Banda Aceh terus berupaya untuk memberikan layanan publik yang efektif dan efisien dalam hal pencatatan sipil dan administrasi kependudukan.

Editor: Akil

28 Peserta Kompetisi Sains Madrasah Aceh Besar Lolos ke Tingkat Provinsi, Siap Rebut Tiket KSM Nasional

0
Kakankemenag Aceh Besar Saifuddin meninjau pelaksanaan KSM beberapa waktu lalu. (Foto: kemenag Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Sebanyak 28 peserta Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2024 tingkat kabupaten Aceh Besar telah berhasil lolos untuk mengikuti KSM tingkat Provinsi. Kompetisi ini diadakan pada tanggal 1-3 Juli 2024 di tiga lokasi berbeda di Aceh Besar, yaitu MTsN 2 Aceh Besar, MTsN 3 Aceh Besar, dan MAN 1 Aceh Besar. Pengumuman hasil dilakukan pada tanggal 5 Juli 2024 melalui akun resmi masing-masing peserta.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin SE, menyatakan keberhasilan ini sebagai bukti kesuksesan pelaksanaan KSM tingkat kabupaten.

“Alhamdulillah, sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti KSM tingkat provinsi. Kami berharap mereka mampu meraih hasil maksimal dan mengharumkan nama baik Aceh Besar di tingkat provinsi nantinya,” ujar Saifuddin.

Peserta yang menang pada tingkat provinsi akan berkesempatan untuk mewakili Aceh dalam KSM tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-8 September 2024 mendatang. Saifuddin juga menekankan pentingnya persiapan matang bagi peserta yang akan bertanding di tingkat provinsi, baik dari segi pengetahuan maupun mental.

Di samping itu, Saifuddin juga mengungkapkan kejutan dalam KSM tahun ini, terutama pada jenjang MI/SD, dimana peserta dari berbagai madrasah yang sebelumnya tidak terkenal juga berhasil meraih kesuksesan.

“Ini menunjukkan bahwa siswa berprestasi di MI Aceh Besar semakin merata, bukan hanya dari satu atau dua madrasah saja,” tambahnya.

KSM tingkat MI di Aceh Besar menghasilkan beberapa nama yang berhasil lolos ke tingkat provinsi, seperti Amalia Zaskia dari MIN 21, Aisha Izzatunisa dari MIN 40, dan Zalvia dari MIN 6 dalam kategori Matematika. Sedangkan untuk kategori IPA, ada Nazhila Safhira dari MIN 46, Kayla Azka dari MIN 21, dan Ayman Hakim dari MIN 23.

Pada tingkat MTsN/SMP, wakil dari Aceh Besar adalah siswa dari MTSs Almanar dan MTsN 8 Aceh Besar untuk Matematika, MTSs Insan Qurani dan MTsN 3 Aceh Besar untuk IPA, serta MTsN 4 dan MTsN 7 Aceh Besar untuk IPS. Sedangkan tingkat MAN/SMA diwakili oleh siswa dari SMAN Modal Bangsa dan MAN 4 Aceh Besar untuk kompetisi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

KSM juga menghadirkan kompetisi beregu bidang Sosial Sains Terpadu, di mana tingkat MI diwakili oleh MIN 27 Aceh Besar, tingkat MTs oleh MTSs Oemar Diyan, dan tingkat SMA/MA oleh SMAN Modal Bangsa dan MAN 6 Aceh Besar.

Editor: Akil

Aceh Raih Prestasi Gemilang dalam Anugerah Merdeka Belajar 2024

0
epala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST DEA , menerima Penghargaan yang diserahkan pada puncak Festival Kurikulum Merdeka X Anugerah Merdeka Belajar yang berlangsung di Jakarta. (Foto: Dok. Disdik Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Provinsi Aceh menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tiga kategori dalam Festival Kurikulum Merdeka X Anugerah Merdeka Belajar yang digelar di Jakarta. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Dr. Nadiem Anwar Makarim MBA, kepada Kadisdik Aceh, Marthunis ST DEA, pada Jumat malam (5/7/2024).

Kategori yang berhasil diraih Aceh meliputi Transformasi Pendidikan Vokasi, Transformasi Anggaran, serta Anugerah Utama. Transformasi Pendidikan Vokasi diberikan sebagai pengakuan atas upaya Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui program-program inovatif yang berdampak signifikan.

Sementara itu, Transformasi Anggaran menyoroti manajemen anggaran pendidikan yang efektif dan efisien di Aceh, yang berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Anugerah Utama, sebagai penghargaan tertinggi, menegaskan pencapaian Aceh dalam menerapkan prinsip-prinsip Merdeka Belajar secara optimal, menjadikan Aceh sebagai teladan dalam inovasi pendidikan di Indonesia.

Kadisdik Aceh, Marthunis, menyampaikan rasa syukur kepada seluruh keluarga besar pendidikan di Aceh atas prestasi ini, sembari berharap penghargaan ini akan memotivasi untuk terus melakukan transformasi pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Festival yang dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah, akademisi, dan praktisi pendidikan dari seluruh Indonesia, menjadi bukti keseriusan dan komitmen Aceh dalam mengembangkan sistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

Dengan capaian ini, Aceh tidak hanya meraih pengakuan nasional tetapi juga menginspirasi untuk terus berinovasi dalam mendukung Merdeka Belajar sebagai landasan pendidikan masa depan.

Editor: Akil

Senator Fachrul Razi Berikan Penghargaan kepada Kapolsek Teladan Aceh Besar

0
Senator Fachrul Razi Berikan Penghargaan kepada Kapolsek Teladan Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Senator Fachrul Razi, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite I DPD RI, memberikan penghargaan kepada Iptu Safrizal, S.Sos, saat kunjungan kerjanya di Polsek Simpang Tiga, Aceh Besar, pada Jumat (5/7/2024).

Penyerahan penghargaan ini turut dihadiri oleh geuchik dan Danramil Simpang Tiga. Iptu Safrizal, yang menjabat sebagai Kapolsek Simpang Tiga Aceh Besar, diapresiasi atas kontribusinya dalam mendukung transformasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan, seiring dengan visi Indonesia emas.

“Beliau adalah contoh nyata polisi teladan, dan penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024 serta sebagai pengakuan atas perannya sebagai mitra Komite I dalam memfasilitasi pertemuan dengan masyarakat Aceh Besar,” ujar Senator Fachrul Razi dalam keterangannya kepada RRI pada Sabtu (6/7/2024).

Senator Fachrul Razi juga berencana mengunjungi beberapa Polsek lain yang dinilai berhasil dalam membangun kerjasama dengan masyarakat dan meningkatkan perekonomian lokal. Beliau menekankan pentingnya memberikan apresiasi kepada polisi-polisi berprestasi yang turut berperan dalam mendorong sinergi antara kepolisian, daerah, dan pemerintah.

“Dalam rangka membangun lebih banyak polisi teladan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, sinergi yang baik antara Polri dengan daerah dan pemerintah perlu terus ditingkatkan,” tambahnya.

Dengan pemberian penghargaan ini, diharapkan semakin banyak anggota Polri akan terinspirasi untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan memperkuat kolaborasi dengan pihak-pihak terkait dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Akil

DPRA dan Dinsos Aceh Konsultasi Pemenuhan Hak Disabilitas di Bali

0
DPRA dan Dinsos Aceh Konsultasi Pemenuhan Hak Disabilitas di Bali. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Denpasar – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fahlevi dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), memimpin rombongan Pemerintah Aceh untuk melaksanakan konsultasi dan kunjungan kerja (kunker) terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas di Denpasar, Bali, pada 6 Juli 2024.

Rombongan dari Aceh diterima langsung oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Rehabilitasi Sosial (Yanrehsos), Ibu Dewa Ayu Eka Putri, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos), mewakili Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Provinsi Bali. Pertemuan ini turut dihadiri oleh beberapa organisasi penyandang disabilitas (Opdis) dan Civil Society Organizations (CSO) yang berada di Provinsi Bali.

Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Dinas Sosial Provinsi Bali, di kawasan Renon, Denpasar. Dalam pertemuan ini, Fahlevi memaparkan kebijakan dan langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Pemerintah Aceh dalam menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas.

“Saat ini, DPRA Komisi V bersama Dinas Sosial Provinsi Aceh sedang menyusun Rancangan Qanun (Raqan) tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Kami datang ke Bali untuk mendapatkan masukan substansi dan muatan lokal yang berbeda agar dapat menyempurnakan Qanun Disabilitas,” ujar Fahlevi.

Kadinsos Bali, Ibu Dewa Ayu Eka Putri, menyambut baik kedatangan rombongan dari Aceh. Ia menjelaskan bahwa Provinsi Bali telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang pemenuhan hak disabilitas sejak tahun 2015. Saat ini, Bali sedang menyusun Perda baru untuk menyesuaikan dengan perkembangan pemenuhan hak disabilitas yang belum tercakup dalam Perda sebelumnya.

“Saat ini kami terus berkolaborasi dengan Opdis dan CSO yang konsen dengan disabilitas, seperti HWDI, Komite Daerah Disabilitas, dan Puspadi, untuk memperkuat dan mengoptimalkan layanan kepada masyarakat,” jelas Eka Putri.

Setelah pertemuan di Dinas Sosial Bali, rombongan dari Aceh dijadwalkan untuk mengunjungi Puspadi Bali, sebuah lembaga yang memfasilitasi alat bantu adaptif sekaligus pelaksanaan kegiatan terapi bagi penyandang disabilitas.

Isnandar, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh sebagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) teknis, didampingi oleh Rita dan Nasir sebagai subkoordinator bidang Rehsos, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali atas penyambutannya.

“Masukan dan berbagi pengalaman yang kami dapatkan di sini sangat berharga dan berbeda dengan daerah lain. Kami berharap ini dapat menambah khazanah dalam penyusunan Raqan yang sedang kami garap,” ungkap Isnandar.

Editor: Akil

Aceh Selatan Tundukkan Subulussalam 3-0 di POPDA XVII

0
Tim Sepakbola POPDA XVII Aceh Selatan ketika hendak turunlaga menghadapi Kota Subulussalam di Stadion Bukit Hitam, Idi, Aceh Timur. (Foto: ANTARAN)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Tim sepak bola kebanggaan Kabupaten Aceh Selatan berhasil mengalahkan tim Kota Subulussalam dengan skor telak 3-0 pada laga Pekan Olahraga Daerah Aceh (POPDA) XVII. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Bukit Hitam, Kecamatan Darul Ihsan, Idi, Aceh Timur, pada Jumat sore, menambah semangat juang pasukan Aceh Selatan.

Kemenangan ini diperoleh berkat arahan pelatih utama, Fajriadi, yang juga menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Aceh Selatan dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Didampingi asisten pelatih Johan, Fajri Nasution, Iwan Aples, Evi, dan Om Din, Fajriadi menyampaikan kebanggaannya atas performa tim yang berhasil membungkam Kota Subulussalam.

“Berkat bimbingan dan kerja keras tim serta kegigihan pemain, Alhamdulillah, hingga akhir pertandingan, pasukan Laskar Tuan Tapa berhasil memetik kemenangan menghadapi prajurit Subulussalam dengan skor 3-0,” ujar Fajriadi melalui sambungan daring.

Di sela-sela istirahat, Fajriadi memberikan arahan kepada para pemain dan memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Aceh Selatan. Ia menambahkan bahwa timnya akan kembali berlaga menghadapi tim Sinabang Kabupaten Simeulue pada Sabtu sore.

“Besok sore, pukul 16.00 WIB, tim sepak bola Aceh Selatan akan berhadapan dengan kubu Simeulue. Kami terus membimbing anak-anak untuk tampil maksimal serta mengarahkan berbagai strategi dalam menyerang lawan dan memperkuat sektor pertahanan,” jelasnya.

Menurut Fajriadi, kemenangan hari ini adalah awal dari perjuangan yang lebih besar. Tim terus dibekali persiapan untuk menghadapi kesebelasan lain yang lebih unggul dan tangguh.

“Kami berharap tim kesayangan Aceh Selatan bisa memperlihatkan performa terbaiknya dalam meraih mimpi di event POPDA XVII di Aceh Timur,” tutup Fajriadi.

Editor: Akil