Beranda blog Halaman 1057

PLN Banda Aceh Rilis Jadwal Pemadaman Listrik 8-11 Juli 2024, Ini Detailnya

0
Ilustrasi kelistrikan (Foto: SINDOnews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banda Aceh telah merilis jadwal pemadaman listrik untuk Kota Banda Aceh dan Aceh Besar mulai tanggal 8 hingga 11 Juli 2024. Pemadaman akan dilaksanakan dalam dua sesi setiap harinya, yakni pukul 09.30 – 12.30 WIB dan 14.00 – 17.00 WIB.

Pemadaman ini diperlukan dalam rangka melakukan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik guna meningkatkan kehandalan pasokan tenaga listrik di daerah tersebut. Langkah ini diambil demi keselamatan dan keamanan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh PT PLN (Persero) UP3 Banda Aceh.

Berikut daftar wilayah yang terdampak pemadaman listrik:

Senin, 8 Juli 2024:

  • Pukul 09.30 – 12.30 WIB: Asrama Haji, Kantor Arsip, Sebagian Jl.T. Nyak Arief, Jl.T. Syarif Tayeb, dan sekitarnya.
  • Pukul 14.00 – 17.00 WIB: Lamgugob, Jl. Prada Utama, Jl. Kebun Raja, dan sekitarnya.

Selasa, 9 Juli 2024:

  • Pukul 09.30 – 12.30 WIB: Perumahan Dosen Unsyiah, Beurabung, Tungkop, dan sekitarnya.
  • Pukul 14.00 – 17.00 WIB: Cot Cut, Lam Ateuk, Kampus Abulyatama, dan sekitarnya.

Rabu, 10 Juli 2024:

  • Pukul 09.30 – 12.30 WIB: Lingke, Tibang, Kantor Kemenkumham, dan sekitarnya.
  • Pukul 14.00 – 17.00 WIB: Jl. T. Nyak Arif, Kantor LLAJR, Jl. Prada Utama, dan sekitarnya.

Kamis, 11 Juli 2024:

  • Pukul 09.30 – 12.30 WIB: Beurawe, Kantor PLN UID, Kantor Imigrasi, Aceh Mall, dan sekitarnya.
  • Pukul 14.00 – 17.00 WIB: Jl. T. Nyak Arif, Kantor LLAJR, Jl. Prada Utama, dan sekitarnya.

Pengaturan jadwal pemadaman listrik ini diharapkan dapat meminimalisir dampak bagi masyarakat setempat. PLN (Persero) UP3 Banda Aceh juga mengimbau agar masyarakat yang terdampak dapat mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan pemadaman listrik berlangsung.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Apresiasi Kerjasama Indonesia-Jepang di Bidang Kedokteran Hewan

0
Simposium Internasional ke-8 Asosiasi Pendidikan Kedokteran Hewan Jepang-Indonesia (AJIVE), di Anjong Mon Mata. [Foto: RRI]

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh memberikan apresiasi atas kerjasama antara Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan kedokteran hewan yang dinilai sangat bermanfaat bagi kedua negara. Kerjasama ini tidak hanya meningkatkan pendidikan kedokteran hewan, tetapi juga mengembangkan teknologi dan pertukaran pelajar, yang secara langsung berdampak pada peningkatan sumber daya manusia dan kualitas kesehatan hewan di Aceh.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, saat membacakan sambutan Gubernur Aceh pada Simposium Internasional ke-8 Asosiasi Pendidikan Kedokteran Hewan Jepang-Indonesia (AJIVE) di Anjong Mon Mata, kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu (6/7/2024) malam.

“Kerjasama ini telah memberikan banyak manfaat bagi kedua negara, antara lain peningkatan kualitas pendidikan kedokteran hewan, pengembangan teknologi baru, dan pertukaran pelajar,” ujar Zalsufran.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh berharap kerjasama ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas di masa depan.

“Kami yakin bahwa kerjasama ini akan semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Pemerintah Aceh siap mendukung berbagai program dan kegiatan kerjasama yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan kedokteran hewan di Indonesia dan Jepang,” imbuh Zalsufran.

Pada kesempatan tersebut, Zalsufran menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk mendukung kemajuan pendidikan kedokteran hewan di wilayah ini.

“Kami telah menjalankan berbagai program dan kebijakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan hewan dan peternakan, seperti pembangunan klinik hewan, penyediaan obat-obatan hewan, pelatihan bagi peternak, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Kegiatan simposium ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Syiah Kuala beserta jajaran, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), Ketua Asosiasi Pendidikan Kedokteran Hewan Jepang-Indonesia (AJIVE), serta para dosen dan mahasiswa kedokteran hewan dari Indonesia dan Jepang.

“Atas nama Pemerintah dan seluruh rakyat Aceh, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Simposium Internasional AJIVE ke-8, baik dari Indonesia maupun Jepang. Saya merasa terhormat dan bangga bahwa Aceh, khususnya Universitas Syiah Kuala, dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara internasional yang bergengsi ini,” ucap Zalsufran.

Dalam sambutannya, Zalsufran juga mengungkapkan potensi besar sektor peternakan di Aceh.

“Aceh memiliki lahan yang luas, iklim yang cocok, dan sumber daya alam yang melimpah untuk mendukung pengembangan peternakan. Sektor ini juga merupakan salah satu penyumbang perekonomian daerah dan ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.

Namun, untuk mencapai potensi maksimalnya, sektor peternakan di Aceh membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para dokter hewan.

“Peran dokter hewan sangat penting dalam menjaga kesehatan hewan ternak dan meningkatkan produktivitas peternakan,” ujar Zalsufran. Ia juga menyoroti peran dokter hewan dalam mendiagnosa, mengobati, dan mencegah penyakit hewan, serta memberikan edukasi kepada peternak.

Zalsufran juga mengapresiasi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang telah membantu Pemerintah Aceh dalam menurunkan angka Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga nol kasus pada tahun 2023 lalu.

Pada akhir sambutannya, Zalsufran mengundang para peserta simposium untuk berinvestasi di sektor peternakan di Aceh.

“Aceh menawarkan berbagai peluang investasi menarik, seperti pembangunan peternakan modern, pengembangan teknologi peternakan, dan pengolahan produk peternakan,” tuturnya.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan Simposium Internasional AJIVE ke-8 ini. Semoga dapat menghasilkan kesepakatan dan kerjasama yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan kedokteran hewan di Indonesia dan Jepang,” pungkas Zalsufran.

Editor: Akil

Atlet Panahan Banda Aceh Borong Emas di POPDA XVII Aceh Timur

0
Atlet Panahan Banda Aceh Borong Emas di POPDA XVII Aceh Timur. (Foto: Dispora BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Cabang olahraga panahan kembali membawa kebanggaan bagi Kota Banda Aceh dengan menyumbangkan empat medali emas pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII di Aceh Timur. Pada hari pembukaan kompetisi yang digelar Minggu (7/7/2024), atlet-atlet panahan Banda Aceh tampil gemilang dan mendominasi pertandingan.

Pada final kelas Nasional Putri 50 meter, Dhieya Zharifah dari SMP Islam Al Azhar Cairo Banda Aceh mencatatkan nilai 285, mengungguli semua lawan dan berhasil mengamankan medali emas pertama untuk Kontingen Banda Aceh. Medali perak diraih oleh Cut Azka dari Aceh Barat, sementara Arini Khanza Zharifah dari Banda Aceh memperoleh perunggu.

Tak hanya di kelas Nasional Putri 50 meter, Banda Aceh juga berhasil merebut medali emas di nomor jarak 40 meter putri melalui atlet Arini Khanza. Arini kembali menunjukkan ketangguhannya di nomor jarak 30 meter putri dengan mempersembahkan emas lainnya, sementara Dhieya Zharifah menyumbangkan perak di nomor ini.

Prestasi gemilang juga ditunjukkan oleh atlet putra. M Hisyam Kamil menyumbangkan emas dari nomor 40 meter putra. Di nomor 50 meter putra, Hisyam meraih perunggu.

Kadispora Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap kerja keras para atlet yang telah mengharumkan nama Banda Aceh dengan total raihan delapan medali, terdiri dari empat emas, satu perak, dan tiga perunggu.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini dan mengapresiasi kerja keras atlet-atlet panahan yang telah mempersembahkan medali untuk Banda Aceh. Kami masih berpotensi menambah pundi-pundi medali karena masih banyak nomor yang belum dipertandingkan. Kami juga optimis emas akan bertambah dari cabang olahraga lainnya,” ujar Reza.

Reza juga mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat Banda Aceh untuk mendorong semangat para atlet agar bisa meraih juara umum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Kami berharap dukungan dan doa dari masyarakat Banda Aceh untuk mendorong semangat para atlet agar kita dapat meraih juara umum sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” tambah Reza.

Dengan prestasi yang telah diraih, Kontingen Banda Aceh optimis mampu meraih lebih banyak medali dan mengukir sejarah di ajang POPDA XVII Aceh Timur.

Editor: Akil

Prakiraan Cuaca Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang untuk Senin, 8 Juli 2024

0
Ilustrasi cuaca. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang Aceh Besar merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang pada Senin, 8 Juli 2024.

Untuk wilayah Kota Banda Aceh, BMKG memprediksi cuaca cerah berawan pada pagi hari, cerah pada siang hari, dan kembali cerah berawan pada malam hari. Suhu di wilayah ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembaban udara berada di angka 75 hingga 95 persen.

Di Aceh Besar, cuaca diperkirakan cerah pada pagi hari, dengan kemungkinan hujan ringan pada siang hari, dan kembali cerah berawan pada malam hari. Suhu di wilayah ini diperkirakan berkisar antara 22 hingga 33 derajat Celsius, sementara kelembaban udara berada di antara 65 hingga 100 persen.

Sementara itu, di wilayah Sabang, cuaca diperkirakan akan berpeluang hujan ringan pada pagi hari, dengan kondisi cerah berawan dari siang hingga malam hari. Suhu di wilayah ini berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembaban udara berada di antara 80 hingga 90 persen.

Demikian prakiraan cuaca untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang pada Senin, 8 Juli 2024. Untuk informasi lebih lengkap terkait prediksi cuaca di sejumlah daerah lainnya di Aceh, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG.

Tetap waspada dan siapkan payung jika Anda berada di wilayah yang diprediksi berpeluang hujan.

Editor: Akil

Warga Desa Benua Raja dan Bukit Tempurung Resah, Jalan Penghubung Rusak Parah

0
alan penghubung antara Desa Benua Raja dan Bukit Tempurung, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: beritamerdeka.net)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Kerusakan jalan penghubung antara Desa Benua Raja dan Bukit Tempurung, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, membuat warga setempat resah. Kondisi jalan yang rusak parah ini tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Pak PJ Bupati Aceh Tamiang, lihatlah jalan penghubung antara Desa Benua Raja dan Desa Bukit Tempurung. Kalau hujan, jalan ini jadi kubangan serta licin. Kalau panas, debunya ngeri,” kata seorang warga setempat pada Minggu (7/7/2024).

Menurut warga, kondisi ini telah berlangsung berbulan-bulan dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Debu yang beterbangan saat cuaca panas mengganggu kesehatan, sementara saat hujan, jalan berubah menjadi kubangan yang licin dan berbahaya.

“Kumpulan debunya itu mengganggu sekali. Sedangkan saat hujan, lubang-lubang di jalan tidak terlihat dan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Kondisi jalan yang buruk juga berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan tersebut.

“Kami juga ingin tahu, apakah jalan ini akan diaspal atau tidak? Kalau tidak, kenapa harus dilakukan pengerasan (tanah dan batu)? Sekarang justru kami yang harus menghirup debunya,” kata warga lainnya dengan nada kesal.

Mereka berharap PJ Bupati Aceh Tamiang segera mengaspal jalan tersebut.

“Harapan kami kepada PJ Bupati, segera lah diaspal jalan ini. Kondisi ini sudah terjadi berbulan-bulan dan sudah dilakukan pengerasan. Kalau tidak diaspal, uang negara jadi sia-sia,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan kepulan debu beterbangan saat kendaraan melintas. Selain itu, kondisi jalan yang tidak merata dan dipenuhi pecahan batu memaksa kendaraan mengurangi kecepatan. Banyak pengendara yang berusaha menghindari lubang-lubang kecil di jalan tersebut.

Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Kabupaten Aceh Tamiang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengalokasikan anggaran tahun 2024 sebesar Rp 1.848.809.000 untuk pemeliharaan rutin jalan. Namun, hingga kini, perbaikan jalan belum juga terealisasi, menambah keresahan warga setempat.

Editor: Akil

Keluarga Pewaris Kerajaan Aceh Darussalam Gelar Upacara Peringatan Tahun Baru Islam

0
Keluarga Pewaris Kerajaan Aceh Darussalam Gelar Upacara Peringatan Tahun Baru Islam. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Keluarga besar pewaris Kerajaan Aceh Darussalam menggelar upacara peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah di Istana Darul Ihsan, Banda Aceh, Minggu (7/7/2024).

Upacara tersebut dipimpin oleh Pewaris Diraja Kerajaan Aceh Darussalam, Tuanku Muhammad ZN (I) Al Haj. Puncak upacara ditandai dengan pembacaan Maklumat Malikul Adil oleh Majelis Istiadat Diraja Kerajaan Aceh Darussalam.

Selain keluarga pewaris Kerajaan Aceh Darussalam, upacara tersebut juga dihadiri oleh utusan keluarga kerajaan dari Thailand, Malaysia, dan lainnya, serta perwakilan dari Majelis Adat Melayu Indonesia. Para peserta upacara mengenakan baju kebesaran kerajaan, lengkap dengan lencana penghargaan di dada.

Upacara dimulai dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih dan Bendera Alam Pedang, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan salawat badar yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.

Bendera Alam Pedang merupakan bendera Kerajaan Aceh Darussalam yang telah ada sejak ratusan tahun silam. Bendera ini berlatar belakang merah dengan bintang dan bulan sabit serta bagian bawah pedang berwarna putih.

Dalam maklumatnya, Tuanku Muhammad ZN (I) Al Haj menyerukan persatuan umat setelah pesta demokrasi Pemilu 2024, serta menerima hasil pemilu, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

“Setelah pemilu ini, kita akan dihadapkan dengan pemilihan kepala daerah atau pilkada. Pilkada yang jujur dan adil menjadi harapan masyarakat, sehingga terpilih pemimpin berkualitas yang mampu membawa perubahan positif,” ujar Tuanku Muhammad ZN (I) Al Haj.

Sementara itu, Datok Sri Urus Setia Kerajaan Aceh Darussalam, Muhammad Siddiq Armia, menyatakan bahwa upacara tersebut merupakan agenda rutin pewaris Kerajaan Aceh Darussalam yang dilaksanakan pada 1 Muharram setiap tahunnya.

“Banyak hikmah dan sejarah dari peringatan 1 Muharram, salah satunya adalah hijrah menjadi lebih baik lagi. Upacara ini juga ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih dan Alam Pedang yang menjadi simbol persatuan dan kesatuan,” kata Muhammad Siddiq Armia.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa upacara tersebut merupakan bagian dari upaya menyerukan penyelesaian konflik di berbagai negara, termasuk Palestina, dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Dalam peringatan 1 Muharram ini, kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan setelah pemilu serta mewujudkan pilkada damai yang akan berlangsung pada 27 November 2024,” tambahnya.

Acara peringatan tahun baru Islam ini menjadi momen penting untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan, serta menjadikan hijrah sebagai inspirasi untuk perbaikan diri menuju masa depan yang lebih baik.

Editor: Akil

Hujan Disertai Angin Kencang Sebabkan Dua Pohon Tumbang di Aceh Besar

0
Pohon Asam Jawa berukuran besar, tumbang membentang diatas badan jalan di Gampong Limo, Kec. Indrapuri, Aceh Besar. (Foto : BPBD Aceh Besar).

NUKILAN.id | Jantho – Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Aceh Besar pada Minggu (7/7/2024) menjelang siang, menyebabkan dua laporan kejadian pohon tumbang di daerah tersebut. Insiden tersebut terjadi di Gampong Limo, Kecamatan Indrapuri, dan Gampong Lampisang Dayah, Kecamatan Seulimum.

Menurut informasi yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, pohon tumbang di Gampong Lampisang Dayah menimpa rumah milik Bukhari (50). BPBD Aceh Besar menerima laporan terkait peristiwa ini sekitar pukul 13.16 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan bahwa setelah menerima laporan, petugas Damkar Pos Seulimum langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. “Pohon mangga berukuran besar menimpa rumah Bukhari, sehingga rumah tersebut mengalami kerusakan sedang,” ujar Ridwan Jamil.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penanganan selesai dilakukan petugas pada pukul 15.00 WIB, dengan bantuan dari personil TNI dari Koramil Seulimum.

Sementara itu, pohon Asam Jawa berukuran besar tumbang di atas badan jalan dan jembatan di Gampong Limo, Kecamatan Indrapuri. Kejadian yang terjadi menjelang siang ini sempat mengganggu arus lalu lintas karena pohon tersebut membentang di tengah jalan dan menghalangi kendaraan yang melintas.

Petugas Damkar BPBD Aceh Besar Pos Induk Sibreh segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pemotongan dan pembersihan pohon menggunakan mesin pemotong kayu, yang didukung oleh lima personil. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pohon tumbang berhasil dibersihkan pada pukul 13.30 WIB, sehingga arus lalu lintas kembali normal,” tambah Ridwan Jamil.

Editor: Akil

BPBD Aceh Besar Salurkan Air Bersih ke 11 Desa di Lhoknga yang Terdampak Kekeringan Parah

0
BPBD Aceh Besar Salurkan Air Bersih ke 11 Desa di Lhoknga yang Terdampak Kekeringan Parah. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.id | Jantho – Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, kini berada dalam status Siaga Darurat akibat kekeringan parah yang melanda wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar bersama pihak terkait berupaya keras menyuplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga setiap hari.

Ridwan Jamil, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, melalui Operator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Iqbal, menyampaikan bahwa BPBD Aceh Besar baru saja menyalurkan air bersih ke 11 desa yang mengalami kekeringan di Lhoknga.

“Hari ini saja BPBD sudah menyuplai sebanyak 11 mobil atau 49.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Iqbal , dikutip dari Serambinews.com, Senin (8/7/2024).

Selain BPBD Aceh Besar, beberapa pihak lain yang turut serta dalam upaya penanggulangan kekeringan ini antara lain PDAM Tirta Mountala, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh, LSM, Brimobda Aceh, serta sejumlah pihak lainnya.

Iqbal juga mengimbau kerja sama warga dalam menghadapi kekeringan ini, termasuk dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Jangan bakar-bakar sembarangan, karena kondisi cuaca seperti ini mudah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” pungkasnya.

Kekeringan yang melanda Kecamatan Lhoknga menambah daftar panjang wilayah-wilayah di Indonesia yang terdampak perubahan iklim dan kurangnya curah hujan. BPBD Aceh Besar terus berupaya memberikan solusi terbaik untuk meringankan beban warga yang terdampak.

Editor: Akil

Perihal PON XXI, Isa Alima: Marwah yang Harus Dijaga oleh Masyarakat Aceh

0
Logo PON Aceh-Sumut 2024. (Foto: PON)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI akan segera berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Menyambut momen besar ini, masyarakat Aceh diajak untuk menyambutnya dengan suka cita dan partisipasi aktif dalam menata serta memperindah lingkungan masing-masing. Hal ini diharapkan dapat memberikan kesan positif kepada tamu-tamu yang datang dari berbagai penjuru nusantara.

Drs. Isa Alima, mantan anggota DPRK Pidie, menekankan pentingnya keramahan yang tidak hanya tercermin dari sikap dan perilaku masyarakat, tetapi juga dari lingkungan yang bersih dan tertata rapi.

“Keramahan bukan saja dari orangnya, namun lingkungannya juga harus ikut ramah,” ujarnya.

Persiapan menyambut PON XXI telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat. Berbagai upaya penataan ruang dan wajah pusat kota, terutama di Banda Aceh dan Aceh Besar yang akan menjadi pusat pembukaan acara oleh Presiden Joko Widodo, terus dikerjakan. Penataan ini bertujuan agar lingkungan terlihat ramah dan tidak terkesan angker.

Isa Alima, yang juga pengurus KONI Aceh, berharap momentum PON XXI Aceh-Sumut ini dapat menjadi titik awal bagi keramahan, keindahan, serta kebersihan Kota Banda Aceh yang berkelanjutan.

“PON XXI harus menjadi awal keramahan, keindahan, dan kebersihan Kota Banda Aceh untuk selamanya,” tutupnya.

Editor: Akil

Peran Pemuda dalam Pembangunan Kota Banda Aceh: Dimulai dari Gampong

0
Suasana Kota Banda Aceh. (Foto: cdia.asia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Antusiasme pemuda dalam menjaga desa mereka melalui program “Pageu Gampoeng” terus meningkat di Kota Banda Aceh. Program yang digagas oleh Pemerintah Kota Banda Aceh ini melibatkan pemuda dalam menjaga ketentraman dan keamanan desa, serta mengawasi kegiatan di lingkungan sekitar. Program ini tercantum dalam Qanun Kota Banda Aceh Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pemerintahan Gampong.

Dalam wawancara dengan beberapa pemuda di Kota Banda Aceh, Nukilan.id menemukan bahwa saat ini pemuda di kota tersebut sangat antusias dalam menjaga desa mereka melalui program Pageu Gampoeng.

“Pemuda berperan aktif bersama dengan orang tua dan aparat desa dalam menjaga kebersihan dan keamanan desa dari segala potensi yang dapat merusak reputasi,” ujar Zulfikar kepada Nukilan.id, Minggu (7/7/2024).

Namun, Zulfikar juga menyayangkan masih adanya generasi muda yang kurang peduli terhadap lingkungan sekitar meskipun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya menjadi peluang untuk kemajuan desa.

“Tantangan membangun desa sangat besar, namun dengan komitmen dan tekad yang kuat, generasi muda memiliki potensi besar sebagai pemimpin masa depan yang harus bersatu tanpa memandang status sosial,” lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Reza Maulana, tokoh pemuda yang aktif di berbagai organisasi olahraga seperti KONI Banda Aceh dan PBVSI Kota Banda Aceh. Ia berharap desa mampu melahirkan generasi muda yang unggul dan siap bersaing di masa depan.

“Dengan peran keluarga yang penting dalam membentuk kesadaran akan pentingnya kegiatan positif di desa, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi desa mereka,” ujar Reza.

Reza menambahkan beberapa peran kunci yang dapat dimainkan oleh pemuda dalam upaya membangun desa. Pertama, kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa untuk memastikan kelangsungan visi pemuda dalam memperkuat organisasi kepemudaan.

“Kedua, memotivasi pemuda lainnya untuk terlibat aktif dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan desa guna menciptakan lebih banyak kegiatan kreatif dan produktif. Pemuda harus mengajak rekan-rekannya untuk berkontribusi dalam bidang olahraga, seni, dan wirausaha,” kata Reza.

Selain itu, pemuda perlu memanfaatkan kemajuan IPTEK sebagai alat untuk memperkenalkan produk unggulan dan mengembangkan keterampilan baru di tingkat desa.

“Kami harus memaksimalkan teknologi digital untuk mempromosikan produk unggulan desa dan melatih keterampilan pemuda dalam bidang seperti desain grafis dan manajemen media sosial,” tambah Reza.

Terakhir, pemuda harus aktif dalam pengawasan kebijakan pembangunan desa. Menurut Reza, keterlibatan pemuda dalam proses ini sangat penting agar kebijakan yang diambil mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa secara menyeluruh.

Program Pageu Gampoeng telah memberikan dampak positif di berbagai desa di Banda Aceh. Antusiasme pemuda dalam menjaga desa mereka menjadi bukti bahwa mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan positif. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah