Beranda blog Halaman 1039

Haji Uma Dorong Pembaruan Aturan Seni Budaya dan Hiburan di Aceh, Libatkan MPU

0
Haji Uma dan Lem Faisal. (Foto: MPU)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, mengirimkan surat resmi kepada Penjabat (Pj) Gubernur Aceh terkait pergelaran seni budaya dan hiburan di provinsi tersebut. Surat bernomor 62/10.1/B-01/DPDRI/VII/2024 tersebut dipicu oleh aspirasi masyarakat serta konsultasi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali (Lem Faisal).

Menurut Haji Uma, koordinasinya dengan MPU Aceh menemukan bahwa izin pergelaran seni dan hiburan di Aceh tidak melibatkan MPU dalam rekomendasi awal. Hal ini mendorongnya untuk mendorong Pj Gubernur Aceh untuk mengeluarkan aturan yang mengakomodasi nilai-nilai Syariat Islam dan kearifan lokal Aceh.

“Saya menyampaikan surat ini sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan, di mana Gubernur Aceh bertanggung jawab penuh atas regulasi yang berlaku di Aceh,” ujar Haji Uma.

Surat tersebut menyoroti kekhawatiran atas pergelaran konser musik yang bertepatan dengan 1 Muharram 1446 Hijriah, yang dinilai tidak mempertimbangkan dengan baik sensitivitas masyarakat Aceh yang menerapkan syariat Islam.

Dalam suratnya, Haji Uma menekankan tiga poin utama kepada Pj Gubernur Aceh. Pertama, memperkuat regulasi perizinan kegiatan yang berpotensi merusak nilai-nilai kearifan lokal dan khusus Aceh dengan mewajibkan rekomendasi dari MPU Aceh atau MPU tingkat kabupaten/kota. Kedua, mengeluarkan Peraturan Gubernur Aceh atau Qanun Aceh yang memadukan seni budaya dengan syariat Islam dan kearifan lokal. Ketiga, mengintegrasikan isu ini dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh untuk mencegah kontroversi serupa di masa depan.

Haji Uma berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah masalah serupa terjadi lagi di Aceh.

“Kami berharap agar melalui koordinasi Forkopimda, masalah ini dapat diselesaikan secara kolektif. Regulasi yang lebih spesifik serta peran aktif MPU diharapkan dapat menghindarkan kontroversi di masa depan,” tambahnya.

Editor: Akil

Ribuan Hektare Lahan Kelapa Sawit Terbengkalai di Aceh, SPKS Desak Pemerintah Cabut Izin HGU

0
Koordinator SPKS Aceh, Abubakar. (Foto: InfoSawit)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan hektare lahan kelapa sawit di Aceh diketahui terbengkalai tanpa pengelolaan yang memadai, mendorong Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Aceh untuk mengajukan desakan kepada Presiden Joko Widodo. Koordinator SPKS Aceh, Abubakar, menegaskan bahwa banyak perusahaan tidak memanfaatkan Hak Guna Usaha (HGU) secara optimal di wilayah Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Aceh Utara.

“Dalam banyak kasus, izin HGU ini entah tidak dimanfaatkan sama sekali atau gagal dikelola dengan baik oleh perusahaan, sementara petani setempat mengalami kekurangan lahan yang signifikan,” ujar Abubakar dikutip dari InfoSAWIT, Selasa (16/7/2024).

Menurut Abubakar, langkah mendesak untuk mencabut izin HGU tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong prinsip kelapa sawit berkelanjutan, seperti yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB).

SPKS Aceh berencana mengirimkan surat resmi kepada Presiden Joko Widodo serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menyuarakan permintaan ini. Mereka juga bertekad untuk membantu verifikasi status ribuan hektare lahan yang terbengkalai, sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap kesejahteraan petani kelapa sawit swadaya di Aceh.

“Kami berharap pemberian hak kelola kepada petani dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan kesejahteraan mereka, sejalan dengan visi kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia,” tambah Abubakar.

Berita ini mencerminkan upaya konkret SPKS Aceh dalam mendukung keberlanjutan sektor kelapa sawit sambil memperjuangkan hak-hak petani lokal untuk mengelola lahan secara efektif dan produktif.

Editor: Akil

Harga Beberapa Jenis Sembako di Banda Aceh Naik

0
Toko Istana Telur, Peunayong, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Harga beberapa sembako di Banda Aceh mengalami sedikit kenaikan, seperti beras, minyak goreng, dan sembako lainnya. Sementara harga gula stabil dan telur ayam turun.

Salah seorang penjual di Toko Istana Telur, Peunayong, Banda Aceh, Husnul, mengatakan untuk beras jenis beras dari Kilang Padi Yusima Tiro yang sebelumnya dijual Rp210 ribu per sak, kini dihargai Rp215 ribu persaknya. Sementara untuk harga minyak goreng juga mengalami kenaikan dari Rp15.300 per kilogram menjadi Rp15.900 per kilogram.

“Rata-rata harga sembako naik semua. Alasannya nggak tahu kenapa ya. kayak beras ini sudah naik sejak seminggu yang lalu,” ujar Husnul, Selasa (16/7/2024).

Untuk harga gula tetap stabil di harga Rp83 ribu per sak atau Rp18 ribu per kilogram. Namun untuk harga telur ayam sendiri mengalami penurunan sebesar Rp500 dari sebelumnya dijual Rp44.000 per papan, kini menjadi Rp43.500 per papan. []

Reporter: Sammy

AMANAH Gelar Youth Top Models: Membuka Peluang Karir Modelling Bagi Anak Muda Aceh

0
Industri busana tingkatkan minat modeling dari para anak muda di Aceh (Foto: Dok. AMANAH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Acara bergengsi ‘AMANAH Youth Top Models (AYTM)’ yang diselenggarakan oleh ANEUK Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) telah sukses digelar di Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh. Acara yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan bakat modelling di kalangan generasi muda Aceh ini juga memberikan platform bagi 25 peserta final untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Dalam acara yang dipandu oleh Mutia Fatyhiya, para peserta diberikan kesempatan untuk bersaing setelah melalui proses kualifikasi ketat yang melibatkan 500 pendaftar. Denny Malik, salah satu mentor ternama dalam dunia modelling, optimis bahwa AYTM dapat menjadi batu loncatan bagi anak muda Aceh untuk bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Saya melihat potensi besar di antara peserta AYTM ini. Dengan pelatihan yang tepat, mereka memiliki kesempatan untuk meraih prestasi gemilang,” kata Denny Malik.

Sementara itu, antusiasme peserta terhadap acara ini tidak hanya terlihat dari jumlah pendaftar yang tinggi, tetapi juga dari semangat yang ditunjukkan dalam setiap sesi pelatihan. Intan Aletrino, salah satu ahli modelling yang turut menjadi mentor, mengungkapkan kebahagiannya atas antusiasme anak muda Aceh terhadap industri modelling.

“Mudah-mudahan platform yang diberikan AMANAH dapat memberikan dorongan positif bagi karir para model di Aceh. Ini adalah langkah besar untuk industri mode lokal,” ujar Intan.

Selama acara, para mentor seperti Chitra Nartomo memberikan masukan berharga tentang keterampilan dan etika menjadi seorang model profesional. Chitra menekankan pentingnya etika dalam dunia modelling sebagai landasan bagi kesuksesan dalam karir.

Para peserta seperti Tazkiyah Izzati dan M Ezan Zamzami mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesempatan yang diberikan oleh AMANAH untuk mengembangkan potensi mereka dalam dunia modelling.

“Saya sangat bersyukur bisa belajar langsung dari para mentor top seperti Bunda Cithra, Om Denny, dan Ka Intan. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami,” kata Tazkiyah.

Ezan menambahkan, “Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk terus maju dan berkembang di bidang yang kami minati.”

AMANAH sendiri berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda Aceh dalam mengasah potensi mereka di industri fashion. Diharapkan, AYTM tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga inspirasi bagi para peserta untuk mengejar impian mereka dalam dunia modelling.

Editor: Akil

Angin Kencang di Laut, Harga Ikan di Lampulo Alami Sedikit Kenaikan

0
Nelayan sedang mengumpulkan ikan di ikan di Tempat Pelabuhan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Selasa (16/7/2024). (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Harga beberapa jenis ikan di Tempat Pelabuhan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Selasa (16/7/2024) mengalami sedikit kenaikan harga sejak seminggu terakhir.

Salah seorang penjual ikan di TPI Lampulo, Rafli, mengatakan kenaikan harga ini disebabkan oleh faktor angin kencang di laut sehingga membuat tangkapan ikan menjadi lebih sedikit.

“Harga ikan naik sedikit sekarang karena angin kencang di laut. Tangkapan ikan pun jadi nggak banyak,” ujar Rafli, Selasa (16/7/2024).

Dia menyebutkan, untuk ikan seperti dencis dengan kualitas super yang sebelumnya dijual Rp7 ribu per kilogram, kini dibanderol Rp11 ribu per kilogram. Sementara untuk harga cakalang yang sebelumnya dijual dengan Harga Rp7-8 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp10 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga ikan tuna dijual seharga Rp12 ribu per kilogram, naik Rp4 ribu dari harga sebelumnya yang hanya dibanderol Rp8 ribu.

Penjual lainnya, Sa’dan menyebutkan selain mengalami kenaikan, ada juga beberapa jenis ikan yang mengalami penurunan harga. Harga ikan seperti cakalang dijual Rp10 ribu per kilogram atau naik Rp2 ribu dari harga sebelumnya. Sementara harga ikan dencis dengan kualitas BS dihargai Rp6 ribu per kilogram yang sebelumnya laku dijual Rp7-8 ribu.

“Kita minta semoga harga naik terus, sayang kali masyarakat nelayan sekarang karena sekarang harga sudah anjlok sekali,” kata Sa’dan. []

Reporter: Sammy

PD PGMNI Aceh Timur Dilantik, Harapan Baru untuk Pendidikan Madrasah

0
PD PGMNI Aceh Timur Dilantik Harapan Baru untuk Pendidikan Madrasah. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Pengurus Daerah Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PD PGMNI) Aceh Timur resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) PGMNI Aceh, Ismaidar MPd, pada Senin, 15 Juli 2024. Acara yang berlangsung meriah di Aula MAI IC Aceh Timur ini dihadiri sejumlah tokoh penting.

Di antara yang hadir, terdapat Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H Zulkifli SAg MPd, Kakankemenag Aceh Timur, H Salamina SAg MA, Kasi Penmad Kankemenag Aceh Timur, Saiful Bahri SPd MPd, serta perwakilan Pengurus PGRI dan IGI Aceh Timur. Mereka baru saja memberikan semangat kepada siswa dalam ajang ta’aruf MAN IC.

Pelantikan yang berlangsung pada 9 Muharram 1446 H ini juga dihadiri oleh para pendidik yang memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan baru. Surat Keputusan dibacakan oleh Sekretaris PW PGMNI Aceh, M Khanif Asmara SHI.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PW PGMNI Aceh, Ismaidar, menyampaikan harapan besar agar pengurus yang baru dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya peran PGMNI dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Aceh Timur.

“Pelantikan ini merupakan tonggak penting bagi kemajuan pendidikan madrasah di Aceh Timur. Saya yakin, dengan semangat dan komitmen yang kuat, pengurus baru akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di daerah ini,” ujar Ismaidar.

Ketua Pengurus Daerah terpilih, Fadli SPdI, dalam pidato perdananya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk bekerja keras demi kemajuan pendidikan madrasah.

“Kepercayaan ini adalah amanah besar yang harus kami emban dengan sebaik-baiknya. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia,” ungkap Fadli.

Acara pelantikan diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah yang diikuti oleh seluruh undangan. Semoga dengan pelantikan ini, PGMNI Aceh Timur dapat semakin berkontribusi dalam memajukan pendidikan dan mencetak generasi penerus yang unggul.

PGMNI, atau Punggawa Madrasah Nasional Indonesia, adalah organisasi profesi yang bergerak di bidang pendidikan madrasah dengan tujuan meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru-guru madrasah di seluruh Indonesia. PGMNI berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan nasional melalui berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat.

Editor: Akil

Banda Aceh Masuk 10 Kota dengan Kualitas Udara Terbersih di Indonesia Pagi Ini

0
Suasana Kota Banda Aceh. (Foto: cdia.asia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pada Selasa pagi (16/7/2024), Banda Aceh masuk dalam daftar 10 kota dengan kualitas udara terbersih di Indonesia, menurut indeks kualitas udara versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Berdasarkan KLHK, Nukilan.id menemukan bahwa Banda Aceh mencatat skor 42 pada pukul 06.00 WIB, menempatkannya pada posisi kesepuluh dengan kualitas udara yang tergolong baik.

Indeks kualitas udara ini menunjukkan kadar polutan di udara Banda Aceh sangat minim, memberikan udara yang segar dan sehat bagi warganya. Pada posisi pertama, Mamuju, Sulawesi Barat, mencatat indeks kualitas udara 25, menjadikannya kota dengan udara terbersih di Indonesia. Sementara itu, Padang, Sumatera Barat, berada di posisi kedua dengan indeks 32, diikuti oleh Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, di posisi ketiga dengan indeks 34.

Berikut adalah daftar lengkap 10 kota dengan kualitas udara terbersih di Indonesia menurut KLHK pada Selasa, 16 Juli 2024 pukul 06.00 WIB:

  1. Mamuju (Sulawesi Barat): 25
  2. Padang (Sumatera Barat): 32
  3. Tanjung Pinang (Kep. Riau): 34
  4. Banjar Baru (Kalimantan Selatan): 36
  5. Cirebon (Jawa Barat): 37
  6. Balikpapan (Kalimantan Timur): 38
  7. Gorontalo (Gorontalo): 39
  8. Palu (Sulawesi Tengah): 40
  9. Gresik (Jawa Timur): 41
  10. Banda Aceh (Aceh): 42

Menurut Peraturan Menteri LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, KLHK mengklasifikasikan indeks kualitas udara sebagai berikut:

  • 0-50: Baik
  • 51-100: Sedang
  • 101-200: Tidak Sehat
  • 201-300: Sangat Tidak Sehat
  • 300+: Berbahaya

Dengan skor di bawah 50, seluruh kota dalam daftar tersebut termasuk kategori “baik,” yang berarti kadar polutan di udara sangat rendah dan tidak membahayakan kesehatan.

Kualitas udara yang baik di kota-kota ini mencerminkan keberhasilan upaya pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi polusi udara. Selain itu, udara yang bersih juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat, mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh polusi udara. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pemimpin Perempuan dalam Islam: Potensi, Tantangan, dan Inspirasi

0
Benny Syuhada. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Opini – Peran perempuan dalam kepemimpinan, terutama dalam konteks Islam, selalu menjadi medan perdebatan yang intens. Sebagai agama yang mengatur segala aspek kehidupan, pandangan Islam tentang kepemimpinan perempuan memancarkan kompleksitas yang membutuhkan pemahaman mendalam dari Al-Qur’an, Hadis, hingga interpretasi ulama kontemporer.

Al-Qur’an, sebagai sumber utama panduan hidup umat Islam, sering kali dikutip untuk mendukung argumen bahwa laki-laki memiliki peran dominan dalam kepemimpinan. Surah An-Nisa’ (4:34) sering kali dijadikan landasan bahwa “Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan.” Namun, interpretasi ini tidaklah mutlak; ulama-ulama kontemporer menyoroti bahwa ayat ini tidak menghalangi perempuan untuk berperan dalam kepemimpinan di luar rumah tangga.

Sejarah Islam juga menawarkan contoh-contoh yang menginspirasi, seperti Aisyah binti Abu Bakar, yang bukan hanya istri Nabi Muhammad, tetapi juga seorang sarjana besar yang menyebarkan ilmu agama setelah wafatnya sang Rasul. Kisah Ratu Bilqis dari Surah An-Naml menunjukkan bahwa pemimpin perempuan dalam Islam dapat memiliki kebijaksanaan yang luar biasa, bahkan dalam dialognya dengan Nabi Sulaiman.

Namun, pandangan ulama kontemporer masih bervariasi. Sementara beberapa menekankan pada tradisi yang membatasi perempuan dalam ruang keluarga, ulama-ulama modern dan progresif melihat potensi penuh perempuan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam kepemimpinan publik. Mereka menekankan prinsip kesetaraan dan keadilan, mengangkat kompetensi dan kualifikasi sebagai penentu utama dalam menetapkan siapa yang layak memimpin.

Di dunia modern, banyak contoh nyata dari pemimpin perempuan Muslim yang berhasil. Benazir Bhutto dari Pakistan dan Sheikh Hasina dari Bangladesh adalah bukti betapa perempuan dapat membawa perubahan signifikan dalam pemerintahan mereka. Di Indonesia, Megawati Soekarnoputri menorehkan sejarah sebagai presiden perempuan pertama, membuktikan bahwa perempuan dapat memimpin dengan kemampuan yang sama luar biasa seperti rekan laki-laki mereka.

Namun, tantangan bagi pemimpin perempuan tidaklah sedikit. Mereka sering menghadapi stereotip gender, norma budaya konservatif, dan kurangnya dukungan institusional yang cukup. Meskipun demikian, dengan semangat dan determinasi yang kuat, perempuan terus menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi rintangan ini dan memimpin dengan efektif.

Di Banda Aceh, pusat kebudayaan Islam di Indonesia, sejarah telah mencatat peran penting sultanah-sultanah yang bijaksana dalam mempertahankan kedaulatan Aceh dari gempuran kolonialisme. Di era modern, Illiza Sa’aduddin Djamal menonjol sebagai wali kota yang berfokus pada pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai syariat Islam, sambil mempromosikan pemberdayaan perempuan di semua sektor.

Untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan, penting untuk terus mendorong kesadaran akan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Dukungan terhadap pendidikan, pelatihan kepemimpinan, dan akses terhadap sumber daya merupakan kunci penting dalam memperluas peran perempuan dalam politik dan pemerintahan.

Dalam kesimpulan, pemimpin perempuan dalam perspektif Islam bukan sekadar wacana, tetapi sebuah realitas yang telah membawa dampak positif yang signifikan dalam masyarakat. Dengan mengakui potensi penuh mereka dan memberikan dukungan yang tepat, kita dapat membuka jalan bagi lebih banyak lagi perempuan untuk memimpin, membawa perubahan, dan menginspirasi generasi mendatang.

Penulis: Benny Syuhada (Akademisi UT)

Masyarakat Lhoknga Gelar Puasa Sunnah dan Shalat Istisqa untuk Atasi Kekeringan

0
Masyarakat Lhoknga Gelar Puasa Sunnah dan Shalat Istisqa untuk Atasi Kekeringan. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Warga Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, mulai melaksanakan puasa sunnah istisqa selama tiga hari berturut-turut sebagai upaya memohon kepada Allah agar hujan segera turun dan mengakhiri kekeringan yang melanda daerah tersebut. Kegiatan ini diakhiri dengan shalat Istisqa yang digelar pada Kamis di halaman Masjid Al Islah, Lhoknga.

“Puasa sunnah selama tiga hari dan dilanjutkan shalat Istisqa pada Kamis di halaman masjid merupakan keputusan bersama sebagai bagian berdoa kepada Allah agar kekeringan yang melanda Kecamatan Lhoknga khususnya dapat segera berakhir,” ujar Firdaus Akbar, Imuem Mukim Lhoknga, Senin (15/7/2024).

Firdaus menjelaskan, keputusan untuk melaksanakan puasa sunnah tersebut telah disepakati oleh Mukim Lhoknga bersama empat mukim lainnya di Kecamatan Lhoknga. Imbauan telah dikeluarkan agar masyarakat dapat melaksanakan keputusan bersama ini.

Adapun isi imbauan tersebut mencakup pelaksanaan puasa sunnah istisqa selama tiga hari berturut-turut, penutupan warung kopi selama masyarakat melaksanakan puasa istisqa, dan pelaksanaan Shalat Istisqa pada Kamis (18/7/2024) di lapangan samping Masjid Al Islah, Lhoknga.

Kecamatan Lhoknga terdiri dari empat mukim, yaitu Lhoknga, Lampuuk, Kueh, dan Lamlhom, dengan total 28 desa. Mukim Lampuuk, Muntaran, menyatakan bahwa tempat wisata Lampuuk juga ditutup selama puasa sunnah berlangsung.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan khususnya untuk Kecamatan Lhoknga.

“Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses rangkaian rapat gabungan, yang melibatkan lintas instansi hingga jajaran legislatif Aceh Besar,” kata Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto.

Ia menambahkan, dengan penetapan status bencana ini, penanganan kekurangan air bersih akibat kekeringan di Kecamatan Lhoknga dilakukan secara komprehensif, baik dalam jangka pendek maupun upaya berkelanjutan.

Puasa sunnah dan shalat Istisqa ini menjadi harapan terakhir warga Lhoknga untuk mengatasi kekeringan yang telah melanda daerah mereka. Semoga dengan usaha ini, hujan segera turun dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.

Editor: Akil

Arung Jeram di Sungai Peusangan, Surga Tersembunyi di Aceh

0
Arung Jeram di Sungai Peusangan, Surga Tersembunyi di Aceh. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aliran Sungai Peusangan yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata. Sungai yang mengalir deras ini kini dikelola oleh para pelaku usaha lokal menjadi destinasi wisata arung jeram yang menarik.

Saat ini, sejumlah operator arung jeram beroperasi di Desa Lukub Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Di antaranya adalah Lukub Badak Arung Jeram, Vista Adventure, Kala Temu Adventure, Temas River Park, dan Gerpa Adventure Rafting. Seluruh operator ini memanfaatkan seluruh aliran Sungai Peusangan sebagai tempat wisata arung jeram dengan tiga kategori, yaitu kategori keluarga, semi ekstrem, dan ekstrem.

Salah seorang wisatawan asal Kota Lhokseumawe, Halida Bahri, Sabtu (13/7/2024), mengatakan bahwa arung jeram untuk kategori keluarga menjadi pilihannya.

“Jalur ini ditempuh selama 30-40 menit dengan arus sungai yang tenang, jadi aman untuk anak-anak di bawah 12 tahun,” tuturnya.

Untuk mencapai lokasi arung jeram, wisatawan bisa mengarahkan kendaraan ke Jalan Kota Takengon, lalu berbelok ke kanan menuju perkantoran Kabupaten Aceh Tengah. Ikuti jalan lurus hingga ke arah Lapangan Pacuan Kuda, lalu berbelok ke kanan lagi untuk sampai di kawasan arung jeram.

Sesampainya di lokasi, wisatawan bisa memilih operator arung jeram yang sesuai dengan keinginan mereka. Namun, disarankan untuk melakukan pemesanan lebih dahulu, karena pada akhir pekan atau hari libur, antrean pengunjung bisa membuat operator kewalahan memenuhi permintaan.

Harga untuk menikmati arung jeram di Sungai Peusangan cukup terjangkau, yakni sebesar Rp 70.000 per orang. Satu perahu karet bisa menampung enam orang. Selain itu, di kawasan ini terdapat sejumlah kafe dengan harga makanan yang relatif murah, seperti mi goreng yang dibanderol mulai dari Rp 13.000 per porsi.

Adapun operator arung jeram melarang wisatawan membawa ponsel saat menjajal arung jeram. Namun, wisatawan bisa memanfaatkan jasa pemotretan dan video oleh pendamping yang menemani selama proses arung jeram.

“Jika wisatawan tetap ingin membawa ponsel saat arung jeram, segala risiko menjadi tanggung jawab mereka. Misalnya ponsel jatuh ke sungai, itu risiko wisatawan. Kami tidak bertanggung jawab,” kata Ikram, salah seorang pendamping arung jeram.

Jadi, bagi Anda yang ingin mencoba sensasi liburan di Tanah Gayo, silakan mencoba kegiatan arung jeram di Sungai Peusangan ini. Nikmati keindahan alam Aceh yang memukau sambil memacu adrenalin di derasnya arus sungai.

Editor: Akil