Beranda blog Halaman 1038

50 Awardee BSI Scholarship Pelajar di Provinsi Aceh Lolos Masuk di PTN

0
50 Awardee BSI Scholarship Pelajar di Provinsi Aceh Lolos Masuk di PTN. (Foto: BSI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – BSI Maslahat mengumumkan 50 Awardee BSI Scholarship Pelajar yang ada di Provinsi Aceh diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Awardee BSI Scholarship pelajar ini tersebar di beberapa kabupaten di provinsi Aceh.

Awardee BSI Scholarship Pelajar Provinsi Aceh ini diterima di 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Provinsi Aceh diantaranya IAIN Langsa, IAIN Lhokseumawe, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Poltekkes Kemenkes Aceh, Poltekes Suak Ribee, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh, Universitas Samudra, Universitas Syiah Kuala dan Universitas Teuku Umar.

Saat ini, program BSI Scholarship Pelajar Provinsi Aceh tahun ajaran 2023-2024 sedang berlangsung dengan jumlah peserta 213 orang, terdiri dari 2 peserta tingkat SMP dan 211 peserta tingkat SMA.

Program BSI Scholarship Pelajar tidak hanya memberikan bantuan beasiswa, tetapi juga bimbingan akademik untuk membina pelajar agar memiliki karakter muslim dengan akidah dan akhlak yang baik, serta meningkatkan motivasi dan kemampuan mereka dalam mencapai prestasi di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

BSI Scholarship Pelajar merupakan kontribusi konkrit BSI Maslahat dalam membantu anak bangsa yang berprestasi namun terkendala biaya agar bisa diterima di PTN. Dengan bantuan BSI Scholarship Pelajar diharapkan bisa mengangkat derajat dan kesejahteraan keluarganya. Dikarenakan pendidikan mampu memutus rantai kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Empowerment & Education BSI Maslahat, Rusdi Musa Ishak menyampaikan prestasi ini adalah bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah para awardee.

“Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi Generasi Sharia lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi,” kata Rusdi Musa Ishak

Salah satu penerima beasiswa BSI Scholarship Pelajar dari MAN 3 Banda Aceh, Khalid Muntadzar yang diterima di Maroko Cadi Ayyad University, Marakesh, Maroko jurusan Dirasat Islamiyah mengucapkan terima kasih kepada BSI Maslahat.

Beasiswa program BSI Scholarship Pelajar BSI Maslahat memberikan banyak dampak dan perubahan mindset dalam kehidupan saya.

“Beasiswa yang saya terima digunakan untuk membayar bimbingan belajar bahasa dan juga memberi berbagai sarana pembelajaran,” kata Khalid Muntadzar.

BSI Maslahat bersama BSI menyelenggarakan acara pembinaan offline BSI Scholarhip di Provinsi Aceh pada 10-11 Juli 2024. Dalam acara ini juga dilakukan pengenalan lembaga dan terkait pentingnya ekonomi syariah.

Pemerintah, melalui program Indonesia Emas 2045, berkomitmen mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu fokus yang dilakukan adalah melalui peningkatan mutu pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Hal ini mengingat pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk masa depan Indonesia dan akan membawa dampak positif pada pembangunan berkelanjutan, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat.

BSI Maslahat melalui Program BSI Scholarship Pelajar tidak hanya memberikan beasiswa, tetapi juga mendampingi pelajar dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan motivasi dan kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai salah satu indikator untuk memutus rantai kemiskinan dalam keluarga.

BSI Scholarship Pelajar tahun ajaran 2023-2024 mempunyai jumlah peserta 2.360 orang, terdiri dari 422 peserta tingkat SMP dan 1.938 peserta tingkat SMA. Dari jumlah tersebut, awardee BSI Scholarship yang diterima PTN sebanyak 15 orang.

Program BSI Scholarship Pelajar merupakan program beasiswa yang ditujukan untuk siswa jenjang SMP dan SMA sederajat yang kurang mampu. Program ini bertujuan membentuk peserta didik yang memiliki akidah dan akhlak yang baik serta motivasi dalam membangun prestasi baik akademik maupun non-akademik.

Fasilitas yang diberikan kepada siswa dalam program ini antara lain bantuan uang pendidikan Rp300.000/bulan, bimbingan belajar, pembinaan mentoring, pendampingan persiapan SNBT/PTN, dan tes minat dan bakat.

Di bulan Muharram yang penuh berkah ini, BSI Maslahat mengajak Bapak/Ibu ikut serta membahagiakan anak yatim pada program Belanja Bareng Yatim. Anak-anak yatim akan diajak untuk berbelanja berbagai kebutuhan secara langsung.

Yuk, bahagiakan anak yatim dengan bersedekah melalui BSI Mobile https://bsim.page.link/donasi-anak-yatim-bsi-maslahat atau transfer ke rekening 7123060107 an BSI Maslahat – ZISWAF.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Nasabah BSI, Pegawai BSI dan Donatur. Karena zakat dan infaq anda dapat membantu para penerima manfaat.

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat Nasional mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang terdepan dalam menguatkan ekosistem ekonomi syariah.

Editor: Akil

Ketua BRA Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Budidaya Ikan Kakap, Total Kerugian Negara Rp15,3 Miliar

0
Ilustrasi korupsi. (Foto: detikcom)

Nukilan.id – Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Suhendri, ditetapkan sebagai tersangka dalam keterlibatannya terkait dugaan kasus korupsi pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan rucah untuk masyarakat korban konflik di Aceh Timur yang bersumber dari APBA-P tahun 2023 lalu, Selasa (16/7/2024).

Selain Suhendri, lima orang lainnya juga telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil ekspose oleh Tim Penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh pada 9 Juli 2024 lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, mengatakan selain Suhendri, lima orang lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu ZF selaku koordinator atau penghubung Ketua BRA, Mhd sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), M sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZM selaku peminjam perusahaan untuk pelaksanaan pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan rucah, dan HM sebagai koordinator atau penghubung rekanan penyedia.

Total kerugian keuangan negara yang dihitung oleh auditor dengan perhitungan total lost dalam kasus ini mencapai Rp15.397.552.258. Dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPA-P) tahun 2023 SKPA BRA terdapat alokasi anggaran untuk kegiatan belanja hibah barang kepada badan atau lembaga nirlaba, sukarela dan sosial dengan total pagu anggaran sebesar Rp15.713.864.890.

“Dari pemeriksaan diperoleh fakta kesembilan kelompok penerima manfaat dan keuchik tidak menerima bantuan bibit ikan kakap dan pakan rucah, serta tidak menandatangani berita acara serah terima alias fiktif,” ujar Plt Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, Selasa (16/7/2024). []

Reporter: Sammy

Produksi Jeruk di Indonesia Meningkat, Aceh Posisi Empat Nasional

0
Jeruk Pamelo. (Foto: jestro.bsip.pertanian.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jeruk merupakan buah tahunan yang kaya vitamin dan mineral yang menjadi primadona di berbagai daerah di Indonesia. Jeruk Pamelo, jeruk besar yang sering disebut sebagai jeruk Bali, adalah salah satu jenis jeruk yang terkenal dengan ukurannya yang besar dan rasa segarnya.

Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jeruk besar di Indonesia mencapai rata-rata 3.911,15 ton. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari data yang dihimpun, Nukilan.id menemukan hampir seluruh provinsi menunjukkan tren peningkatan produksi.

Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai penghasil jeruk terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 57.257 ton. Ini adalah peningkatan sebesar 28.080 ton dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan Jawa Timur sebagai ujung tombak produksi jeruk nasional.

Di posisi kedua, Sulawesi Selatan mencatatkan produksi sebesar 29.372 ton. Meski peningkatannya relatif kecil sebesar 0,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Sulawesi Selatan tetap menjadi salah satu provinsi utama penghasil jeruk.

Jawa Tengah menunjukkan peningkatan produksi yang sangat signifikan, naik 53,51% menjadi 23.959 ton. Ini menandakan upaya intensif dari para petani dan pemerintah setempat dalam mengembangkan komoditas jeruk di wilayah ini.

Aceh juga mencatatkan peningkatan produksi sebesar 2,1% menjadi 8.063 ton. Sementara itu, Jawa Barat mengalami penurunan produksi sebesar 13,39% menjadi 5.443 ton.

Selain provinsi-provinsi besar tersebut, beberapa provinsi lain juga memberikan kontribusi terhadap produksi jeruk besar nasional. Nusa Tenggara Timur dengan produksi 1.675 ton, Papua Barat 1.382 ton, Riau 653 ton, Nusa Tenggara Barat 634 ton, dan Sulawesi Tenggara 632 ton.

Berikut ini adalah daftar 10 provinsi dengan produksi jeruk besar tertinggi:

Provinsi Produksi Jeruk Besar (ton)
Jawa Timur 57.257
Sulawesi Selatan 29.372
Jawa Tengah 23.959
Aceh 8.063
Jawa Barat 5.443
Nusa Tenggara Timur 1.675
Papua Barat 1.382
Riau 653
Nusa Tenggara Barat 634
Sulawesi Tenggara 632

Peningkatan produksi jeruk di berbagai provinsi ini mencerminkan hasil dari berbagai upaya perbaikan di sektor pertanian, baik dari segi teknologi, teknik budidaya, maupun dukungan pemerintah. Jeruk Pamelo dan jenis jeruk lainnya terus menjadi sumber penghasilan penting bagi petani dan menjadi komoditas unggulan yang dipasarkan di dalam dan luar negeri. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

ISBI akan Adakan Seminar Nasional Sastra dan Budaya Aceh 1

0
Kampus ISBI Aceh. (Foto: Dok ISBI Aceh)

Nukilan.id – Program Studi Kajian Sastra dan Budaya Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh akan menyelenggarakan Seminar Nasional Sastra dan Budaya Aceh 1 dan undangan menulis dengan tema ragam sastra dan budaya. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Auditorium ISBI Aceh, Senin, (7/10/2024) mendatang. Acara ini diselenggarakan secara hybrid yaitu sesi utama akan diadakan secara tatap muka dan sesi panel akan diadakan pertemuan secara daring melalui Zoom.

“Selain bertujuan untuk menambah wawasan bagi mahasiswa, dosen, dan guru di bidang sastra dan budaya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mencari bibit-bibit penulis atau pemakalah yang konsen pada sastra dan budaya daerah, terutama Aceh,” ujar ketua pelaksana Seminar Nasional Sastra dan Budaya Aceh 1, Lismalinda, Selasa (16/7/2024).

Peserta nasional ini terbuka untuk mahasiswa, guru, dosen, dan umum. Keynote speaker dalam seminar ini yaitu Rektor ISBI Aceh, Prof Dr Wildan, MPd. Selain itu juga akan diisi oleh beberapa pemateri lain, yaitu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh, Piet Rusdi; dosen IAIN Cirebon dan Ketua Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP), Prof Dr Indrya Mulyaningsih, MPd; dan penulis dan penggiat literasi, Raihan Lubis.

Untuk pengumpulan abstrak makalah dimulai sejak 8 Juli hingga 20 Agustus 2024. Pengumuman abstrak akan diberitahukan pada 31 Agustus 2024, penerimaan makalah lengkap pada 20 September 2024, dan konferensinya akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2024.
Untuk pendaftaran seminar ini gratis bagi peserta, sementara untuk pemakalah dikenakan biaya sebesar Rp100 ribu. Untuk mendaftar seminar ini bisa menggunakan tautan berikut: https://bit.ly/semnasAceh2024 []

Reporter: Sammy

Data Dirjen Dukcapil: Hanya 5,86% Penduduk Berijazah Sarjana di Aceh Tenggara

0
Masjid Agung At Taqwa Kutacane. (Foto: MC Aceh Tenggara)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Data terbaru dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mengungkapkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, mencapai 231,33 ribu jiwa pada tahun 2023. Namun, dari jumlah tersebut, Nukilan.id menemukan hanya 5,86% penduduk yang telah menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Rinciannya, 0,79% penduduk memiliki pendidikan D1 dan D2, sementara 1,13% berpendidikan D3. Penduduk dengan gelar S1 mencapai 3,75%, S2 sebesar 0,18%, dan hanya 0,002% yang memiliki gelar S3.

Selain itu, proporsi penduduk dengan pendidikan SMA mencapai 23,74%. Lulusan SMP dan SD masing-masing sebesar 14,41% dan 13,99%. Namun, terdapat 9,52% penduduk yang belum menamatkan pendidikan SD. Adapun penduduk yang tidak atau belum sekolah mencapai angka 32,47%.

Berikut adalah rincian jumlah penduduk Kabupaten Aceh Tenggara menurut jenjang pendidikan per akhir 2023:

  • S3: 5 jiwa (0,002%)
  • S2: 407 jiwa (0,18%)
  • S1: 8684 jiwa (3,75%)
  • D3: 2625 jiwa (1,13%)
  • D1 dan D2: 1834 jiwa (0,79%)
  • SMA: 54,92 ribu jiwa (23,74%)
  • SMP: 33,34 ribu jiwa (14,41%)
  • Tamat SD: 32,37 ribu jiwa (13,99%)
  • Belum Tamat SD: 22,02 ribu jiwa (9,52%)
  • Tidak/Belum Sekolah: 75,12 ribu jiwa (32,47%)

Dari data tersebut, terlihat bahwa pendidikan tinggi masih menjadi tantangan besar bagi penduduk Kabupaten Aceh Tenggara. Mayoritas penduduk masih berkutat pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Dengan angka tidak atau belum sekolah yang mencapai lebih dari sepertiga penduduk, jelas dibutuhkan upaya besar dari pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah ini.

Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap sektor pendidikan di Aceh Tenggara. Upaya peningkatan akses pendidikan tinggi, dukungan beasiswa, serta program-program peningkatan kualitas pendidikan di tingkat dasar dan menengah sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang lebih terdidik dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan pendidikan yang lebih baik, diharapkan penduduk Aceh Tenggara dapat memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan berkontribusi lebih maksimal terhadap pembangunan daerah. Pemerintah daerah bersama dengan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mengatasi kendala ini dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pendidikan di Aceh Tenggara. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dreg’s Polresta Banda Aceh Rayakan Anniversary ke-18 dengan Kegiatan Bersih Pantai

0
Dreg's Polresta Banda Aceh Rayakan Anniversary ke-18 dengan Kegiatan Bersih Pantai. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota Polresta Banda Aceh dari Angkatan Dua Ribu Enam Gelombang Satu, atau yang dikenal sebagai Dreg’s, merayakan 18 tahun pengabdian mereka dengan sebuah acara istimewa di Pantai Cermin Ulee Lheue. Kegiatan yang bertemakan “Mempererat Tali Silaturrahmi dan Merekatkan Keakraban” ini tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Aksi bersih-bersih pantai dan pemasangan spanduk imbauan menjadi fokus utama dalam acara ini.

“Kami tidak hanya merayakan masa pengabdian yang panjang, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat wisata favorit ini,” ungkap Bripka Naslijar, Ketua Dreg’s Polresta Banda Aceh.

Pantai Wisata Ulee Lheue, yang sering dikunjungi oleh masyarakat untuk berlibur bersama keluarga, menjadi saksi kegiatan bakti sosial ini. Dalam sambutannya, Bripka Naslijar juga menegaskan harapannya untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Banda Aceh.

“Kami berharap Dreg’s Polresta Banda Aceh tetap kompak dalam menjalankan tugas sehari-hari, sambil terlibat dalam kegiatan positif seperti ini,” tambahnya.

Acara ini tidak hanya mencerminkan dedikasi terhadap tugas polisi, tetapi juga semangat untuk berkontribusi positif dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kota. Dreg’s Polresta Banda Aceh berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan Kota Banda Aceh yang lebih baik dan bersih.

Editor: Akil

Merawat Tradisi Tarek Pukat di Pesisir Banda Aceh

0
Merawat Tradisi Tarek Pukat di Pesisir Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Matahari semakin tenggelam di ufuk barat, memancarkan warna jingga di langit Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Di tepi pantai, hiruk-pikuk kehidupan masyarakat pesisir terasa begitu hangat. Anak-anak berlarian di pasir, sementara orang dewasa menikmati waktu luang di kafe-kafe pinggir pantai. Namun, di tengah kesibukan itu, Suherman dan rekannya memiliki tugas penting yang harus diselesaikan.

Dengan semangat pantang menyerah, Suherman dan beberapa nelayan lainnya menarik pukat dari laut. Mereka membentuk formasi kiri dan kanan, dengan tali melilit di pinggang, sementara di laut ada seorang nelayan lain yang memantau dari atas perahu. Proses tarik-menarik pukat ini bukan sekadar mencari rezeki, tetapi juga merawat tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

“Ini kegiatan legal, sudah sejak dulu, nenek moyang mengajarkan kepada orang tua kita lalu diturunkan,” ujar Suherman kepada Nukilan.id, Selasa (16/7/2024) sambil terus menarik pukat.

Di wilayah pesisir Aceh, tradisi tarek pukat masih lestari. Suherman sering mengajak generasi muda untuk ikut serta dalam kegiatan ini, agar mereka tidak melupakan warisan leluhur.

“Dari jarak sekitar 500 meter, pukat dibentang ke laut, tetapi kedua ujungnya tetap di bibir pantai,” jelasnya.

Ikan-ikan mulai terperangkap di jaring-jaring yang dirakit oleh para nelayan. Suherman dan rekannya dengan cekatan mengatur posisi agar proses penarikan tidak terlalu melelahkan. Setiap hari, mulai dari pagi hingga sore, kegiatan tarek pukat berlangsung di laut Gampong Jawa. Sore hari biasanya menjadi waktu tersibuk, dengan kegiatan berakhir menjelang magrib, tergantung kondisi cuaca dan ketinggian air laut.

Puluhan warga sering menunggu di tepi pantai, menyaksikan hasil tangkapan para nelayan. Hasil tangkapan biasanya langsung dijual kepada para penunggu. Meski hasil tangkapan tidak selalu melimpah, para nelayan tetap semangat. Kadang, jaring putus atau rusak, namun hal itu tidak menyurutkan langkah mereka.

“Tetapi kita harus percaya kepada rezeki, berarti hari ini rezeki memang segini,” kata Suherman dengan bijak.

Sementara itu, Aisyah, salah satu warga yang sering menunggu nelayan menyelesaikan tarek pukat, mengatakan bahwa ia dan suaminya sering datang ke pantai untuk menikmati waktu libur akhir pekan. Mereka juga memanfaatkan kesempatan untuk membawa pulang ikan segar hasil tangkapan nelayan. Menurutnya, ikan hasil tarek pukat lebih segar dan terasa manis saat dimasak, selain itu harganya juga lebih terjangkau.

“Kalau di Meulaboh, saya membeli ikan pada nelayan di laut Ujong Kalak, tapi sejak di Banda Aceh sering kemari,” ujar Aisyah yang kini berdomisili di Banda Aceh.

Tradisi tarek pukat bukan sekadar rutinitas mencari nafkah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat pesisir Gampong Jawa. Di tengah arus modernisasi, mereka tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang, menjaga keberlanjutan dan kelestariannya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pameran Wastra Museum Aceh: Memperkenalkan Keajaiban Tekstil Indonesia dari Aceh hingga Nusantara

0
Pameran Wastra Museum Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar pameran wastra yang memukau, menampilkan 58 koleksi kain tradisional dari Aceh dan sembilan provinsi lainnya. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk memamerkan keindahan warisan budaya, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam pelestarian kekayaan tekstil Nusantara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, menjelaskan bahwa wastra di Aceh memiliki sejarah yang kaya mulai dari abad ke-16, dengan kualitasnya yang pada zamannya mampu menandingi sutra dari India dan Tiongkok.

“Koleksi termasuk kain 12 hah, yang menjadi ciri khas dengan motif kaligrafi Allah, menunjukkan betapa tingginya kepedulian masyarakat Aceh terhadap nilai-nilai spiritual dan keindahan estetika,” ujarnya.

Pameran ini tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi milenial, tetapi juga melibatkan influencer lokal dalam menyebarkan informasi.

“Kami berharap pameran ini menjadi motivasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengapresiasi dan memelihara kekayaan budaya tekstil Aceh,” tambah Almuniza.

Sementara itu, Novita, Dosen Prodi PKK (Tata Busana), FKIP Universitas Syiah Kuala, yang menjadi narasumber dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa wastra merupakan warisan tak ternilai dari leluhur Aceh.

“Kain tenun songket Aceh adalah salah satu contoh nyata bagaimana keindahan dan kehalusan karya tekstil mampu menceritakan sejarah dan kekayaan budaya suatu daerah,” kata Novita.

Pameran wastra ini berlangsung di Gedung Temporer Museum Aceh mulai Senin, 15 Juli 2024. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui flyer yang tersebar luas di komunitas Aceh.

Editor: Akil

Tiga Besar Nama-nama yang Lulus Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Aceh 2024

0
Surat pengumuman seleksi JPT Pemerintah Aceh (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panitia Seleksi (PANSEL) telah mengumumkan hasil seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Aceh. Berdasarkan surat pengumuman PANSEL.09.07-2024 dan berita acara PANSEL.08.07-2024 yang diterbitkan hari ini, terdapat tiga besar kandidat untuk beberapa posisi strategis di Aceh.

Untuk posisi Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, nama-nama yang berhasil masuk dalam seleksi tahap akhir adalah Muhammad Ikhsan Ahyat, Novikar Setiadi, dan Restu Andi Surya. Sedangkan untuk jabatan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), terpilih Ahmad Rivai, Auliya Husni Putra, dan Khudri sebagai kandidat kuat.

Di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Joni, Khairil Basyar, dan Taufik akan bersaing untuk menduduki jabatan Kepala Dinas yang prestisius. Sementara itu, posisi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh menjadi fokus perhatian dengan kandidat terbaiknya, yakni Mountie Syurga, Nadhar Putra, dan Teuku Nara Setia.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Aceh juga menarik perhatian dengan calon-calonnya, yaitu Akkar Arafat, Frans Dellian, dan Michael Octaviano. Sedangkan jabatan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Aceh akan diperebutkan oleh Reza Ferdian, Sayid Azhary, dan Teuku Zaufi.

Hasil seleksi ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam memilih pemimpin yang berkualitas untuk mendukung pembangunan dan perekonomian daerah. Proses selanjutnya akan melibatkan tahap wawancara dan penilaian lebih lanjut untuk menentukan siapa yang akan mengisi posisi-strategis ini di masa mendatang.

Editor: Akil

Korupsi Proyek Jalur Kereta Api Besitang-Langsa, Negara Rugi Rp 1,1 Triliun

0
Ilustrasi Kereta Api. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Jakarta – Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah I pada Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara, Akhmad Afif Setiawan, didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan jalur kereta api Besitang-Langsa. Proyek ini berlangsung dari Januari 2017 hingga Juli 2019 dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,1 triliun.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (15/7/2024), jaksa memaparkan bahwa Afif tidak sendiri dalam kasus ini. Dia didakwa bersama enam orang lainnya dalam berkas dakwaan terpisah. Terdakwa yang hadir pada sidang kali ini termasuk Rieki Meidi Yuwana, Kepala Seksi Prasarana dan Ketua Pokja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Jalur KA Besitang-Langsa periode 2017 dan 2018, serta Halim Hartono, PPK Jalur KA Besitang-Langsa dari Agustus 2019 hingga Desember 2022.

Jaksa menjelaskan bahwa para terdakwa secara bersama-sama telah memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara. Afif diduga menerima keuntungan sebesar Rp 10,59 miliar, sedangkan Rieki Meidi Yuwana mendapatkan Rp 1,03 miliar. Terdakwa lainnya, Nur Setiawan Sidik, yang menjabat sebagai Kepala BTP Sumbagut dari tahun 2016 hingga Juli 2017, memperoleh Rp 3,5 miliar. Amanna Gapapa, Kepala BTP Sumbagut dan Kuasa Pengguna Anggaran dari Juli 2017 hingga Juli 2018, memperoleh Rp 3,29 miliar.

Selain itu, Halim Hartono diduga menerima Rp 28,13 miliar, Arista Gunawan bersama PT Dardela Yasa Guna mendapatkan Rp 12,33 miliar, Fredy Gondowardojo dan PT Tiga Putra Mandiri Jaya memperoleh Rp 64,29 miliar. Total kerugian negara mencapai Rp 1,15 triliun, sebagaimana tercantum dalam Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api Besitang-Langsa oleh Balai Teknik Perkeretaapian Medan Tahun 2015-2023.

Jaksa mengungkapkan bahwa kasus korupsi ini terjadi dalam beberapa tahap, mulai dari perencanaan, lelang, hingga pelaksanaan proyek. Jaksa menyoroti bahwa para terdakwa tidak melakukan pengujian lahan dengan benar, sehingga jalur yang telah dibangun ambles dan tidak bisa digunakan. Meski demikian, pembayaran tetap dilakukan kepada para pelaksana proyek.

Para terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Kasus ini akan terus bergulir dengan persidangan lanjutan yang akan menghadirkan terdakwa lainnya, termasuk Nur Setiawan Sidik, Amanna Gapapa, Arista Gunawan, dan Fredy Gondowardojo. Mereka akan diadili dalam berkas terpisah.

Kasus korupsi ini tidak hanya menyoroti kerugian finansial negara, tetapi juga menunjukkan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Pengadilan Tipikor diharapkan dapat mengungkap seluruh kebenaran dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Editor: Akil