Beranda blog Halaman 1037

Workshop Kebugaran Jasmani Dinkes Aceh: Meningkatkan Kesehatan dan Produktivitas ASN

0
dr. Firly Ratsmita, Sp.Ok, Spesialis Kedokteran Okupasi pada Pelayanan Spesialistik dan Rujukan, RSUDZA Banda Aceh, Salah satu narasumber yang memberikan materi pada Workshop Kebugaran Jasmani Bagi Semua Kelompok Usia. (Foto: Dinkes Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kesehatan Aceh menggelar workshop kebugaran jasmani yang dihadiri oleh 50 peserta dari berbagai program dan sektor terkait, termasuk perwakilan dari 22 SKPA di lingkup Pemerintah Aceh. Acara yang berlangsung di gedung Bapelkes Aceh pada Selasa, 16 Juli 2004, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya kebugaran teratur bagi ASN.

Dr. Firly Ratsmita, Sp.Ok, Spesialis Kedokteran Okupasi RSUDZA Banda Aceh, dalam materinya menggarisbawahi pentingnya tindakan preventif dalam menjaga kesehatan. “Kita perlu tetap sehat untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas kita saat bekerja. Bayangkan jika kita mengalami kondisi kritis saat usia produktif,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran akan kesehatan pribadi sangat penting karena dampaknya bisa mempengaruhi karier seseorang.

“Kesehatan yang terjaga membuka peluang lebih luas dalam karier dan kehidupan profesional kita,” tambahnya.

Workshop ini juga mengusung strategi membangun budaya kesehatan di tempat kerja dan mendapatkan dukungan aktif dari pimpinan.

“Kerjasama dengan stakeholder dan penerapan program-program kesehatan yang sesuai adalah kunci keberhasilan dalam meningkatkan kebugaran fisik,” jelas Firly.

Dalam upaya mencapai kebugaran fisik yang prima, program medical check-up secara berkala juga dianggap krusial.

“Hasilnya dapat menjadi panduan untuk mengembangkan program-program kesehatan yang tepat sasaran,” tutupnya.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi tonggak dalam membangun kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmani di kalangan ASN Aceh, serta memperkuat komitmen untuk menjaga kesehatan sebagai aset utama dalam dunia kerja.

Editor: Akil

BPSDM Aceh dan USU Tingkatkan Sinergi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

0
BPSDM Aceh dan USU Tingkatkan Sinergi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. (Foto: InfoPublik)

NUKILAN.id | Medan – Pada Selasa (16/7/2024), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh dan Universitas Sumatra Utara (USU) menggelar pertemuan untuk membahas kelanjutan kerja sama dalam meningkatkan prestasi mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Aceh.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Kasubbag Program dan Pelaporan BPSDM Aceh, Dedi Rezika, pihak BPSDM Aceh mengapresiasi komitmen USU dalam mendukung pendidikan tinggi di Aceh.

“Kerja sama ini menjadi landasan penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Aceh,” ujar Dedi.

Perwakilan USU, Direktur Direktorat Prestasi Mahasiswa dan Hubungan ke Alumnian, Rahma Yurliani, juga menyambut baik kerja sama ini. Rahma menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan tinggi dan pemerintah daerah untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan kompetitif.

Pertemuan tersebut juga mengulas evaluasi terhadap pelaksanaan MoU yang telah berlangsung, dengan fokus pada peningkatan sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Rahma juga menyoroti pentingnya informasi yang tepat waktu mengenai mahasiswa penerima beasiswa.

“Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan maksimal kepada mahasiswa Aceh agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan sukses,” tambahnya.

BPSDM Aceh juga melakukan monitoring terhadap mahasiswa penerima beasiswa selama studi mereka di USU, dengan hasil yang memuaskan dengan rata-rata Indeks Prestasi (IP) di atas 3. Hal ini menunjukkan efektivitas program dalam mendukung kemampuan akademik generasi muda Aceh.

Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kemajuan Aceh ke depannya, menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama bagi masa depan yang lebih baik.

Editor: Akil

Mengulik Tradisi Putri Mandi: Kuliner yang Berbalut Adat Kluet

0
Putri Mandi atau Terie Mandi, kuliner khas Suku Kluet. (Foto: Dok Syahrul Amin)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suku Kluet atau suku Keluwat merupakan salah satu suku yang ada di Aceh Selatan. Suku Kluet mendiami beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Kluet Utara, Kecamatan Kluet Tengah, dan Kecamatan Kluet Timur.

Di Kluet Timur terdapat sebuah tradisi kuliner yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga mengikat erat nilai-nilai adat lokal. Dikenal dengan nama Putri Mandi, hidangan ini bukan semata tentang rasa, namun juga tentang prosesi adat yang kaya makna.

Seorang pegiat budaya Kluet, Syahrul Amin, mengungkapkan bahwa Putri Mandi, atau dalam Bahasa Kluet dikenal sebagai “Terie Mandi”, adalah makanan berkuah santan dengan bulatan kecil dari tepung pulut. Bentuknya yang bulat mirip telur menjadi simbol kesuburan dan kehidupan baru dalam adat Kluet.

“Tradisi ini telah kami warisi dari leluhur, dipersiapkan dengan penuh kecermatan untuk hari-hari istimewa,” ungkap Syahrul Amin kepada Nukilan.id, Rabu (17/7/2024).

Ia mengatakan, prosesi dimulai dengan ritual “ridi bo lawe” atau mandi pucuk, di mana sang anak yang akan disunat dipersiapkan secara simbolis oleh keluarga besar.

“Ini bukan sekadar upacara, tapi pengikat spiritual antara generasi,” tambah Syahrul.

Makanan ini tidak hanya disajikan pada saat-saat sakral seperti sunat rasul, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Putri Mandi mengajarkan kami untuk menghormati proses hidup, dari persiapan hingga pesta bersama setelah lepas perban,” lanjut Syahrul.

Namun, seperti banyak tradisi, ada tantangan dalam menjaga keaslian dan kontinuitasnya.

“Beberapa kampung mungkin beralih ke cara-cara modern, tapi kami berkomitmen untuk melestarikan kekayaan adat ini,” kata Syahrul.

Dengan demikian, Putri Mandi tidak hanya sekadar hidangan, melainkan simbol keberlanjutan budaya yang terus diselamatkan dari kepunahan oleh kepedulian generasi muda Kluet Timur. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Refleksi 14 Tahun BNPT RI: Membangun Keamanan di Tengah Tantangan Global

0
Benny Syuhada. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Opini – Pada tahun 2024, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-14 dengan penuh makna. Sebagai garda terdepan dalam memerangi ancaman terorisme di Indonesia, BNPT telah menorehkan berbagai prestasi signifikan sepanjang perjalanan panjangnya.

Sejak didirikan pada tahun 2010, BNPT telah membuktikan diri sebagai lembaga yang mampu menghadapi berbagai tantangan kompleks. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah kemampuannya dalam menangkap dan menetralisir jaringan teroris yang mengancam keamanan nasional. Operasi-operasi intelijen yang dilakukan BNPT tidak hanya berhasil mengurangi potensi serangan teroris, tetapi juga memutus mata rantai kejahatan yang meresahkan.

Tak hanya fokus pada tindakan preventif, BNPT juga aktif dalam merancang dan melaksanakan program deradikalisasi yang inovatif. Program ini tidak sekadar menangkap para pelaku, tetapi juga berupaya keras untuk memulihkan dan mengembalikan mereka ke tengah masyarakat. Pendekatan holistik dari pendidikan hingga reintegrasi sosial menjadi landasan bagi upaya deradikalisasi yang diterapkan BNPT.

Namun, perjalanan BNPT tidaklah mulus. Era digital telah membawa tantangan baru yang kompleks. Penggunaan media sosial oleh kelompok teroris untuk merekrut anggota baru dan merencanakan serangan telah mengubah dinamika ancaman keamanan. BNPT terus berupaya menghadapi tantangan ini dengan meningkatkan kapasitas teknologi dan kemampuan analisis data untuk memonitor dan menanggulangi ancaman yang semakin terfragmentasi ini.

Penguatan kerjasama internasional juga menjadi pilar utama dalam strategi BNPT. Melalui kemitraan dengan lembaga serupa di berbagai negara, BNPT tidak hanya memperluas jaringan intelijen global, tetapi juga meningkatkan efektivitas dalam pertukaran informasi yang krusial dalam mencegah serangan lintas batas.

Pendidikan dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya terorisme. BNPT terus mengembangkan program-program edukatif yang tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga memberdayakan mereka sebagai mata dan telinga yang waspada terhadap ancaman di sekitar mereka.

Dalam merayakan ulang tahun ke-14 ini, BNPT tidak hanya merayakan pencapaian masa lalu, tetapi juga merenungkan langkah-langkah ke depan yang perlu diambil. Menguatkan kerjasama internasional, meningkatkan kapasitas teknologi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat akan menjadi fokus utama BNPT dalam menghadapi tantangan global yang terus berubah ini.

Refleksi ini mengingatkan kita bahwa perjuangan melawan terorisme adalah tanggung jawab bersama. Dengan komitmen yang kuat dan kolaborasi lintas sektor, BNPT siap menghadapi tantangan masa depan untuk memastikan keamanan dan stabilitas Indonesia. Ulang tahun ke-14 BNPT tidak sekadar menjadi momen untuk merayakan, tetapi juga sebagai panggilan untuk terus berinovasi dan bersatu dalam menjaga kedamaian yang kita cintai.

Penulis: Benny Syuhada (Duta Damai Aceh)

Saifuddin Muhammad Ditunjuk Sebagai Manajer Tim Sepakbola PON Aceh 2024

0
Ir. Saifuddin Muhammad Ditunjuk Sebagai Manajer Tim Sepakbola PON Aceh 2024. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh resmi menunjuk Ir. Saifuddin Muhammad sebagai Manajer Tim Sepakbola PON Aceh yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, 8-20 September 2024. Penunjukan ini menjadi sorotan mengingat tantangan besar yang dihadapi, yakni target meraih medali emas di depan publik sendiri.

Ir. Saifuddin Muhammad, yang kini menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Bireuen dan terpilih sebagai Anggota DPR Aceh pada Pemilu Februari 2024 dari Partai Nasdem untuk Daerah Pemilihan (DP) 3 Bireuen, harus bekerja keras bersama manajemen tim PON Aceh dalam meraih medali emas pada cabang olahraga sepakbola. Tugas berat ini menjadi lebih menantang mengingat prestasi tim sepakbola Aceh yang berhasil meraih medali perak pada PON XX tahun 2021 di Papua, mengulang kesuksesan serupa pada tahun 1993.

Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin, pada Selasa (16/07/2024) menjelaskan bahwa penunjukan Saifuddin Muhammad, yang akrab disapa Ayah Fud, sebagai manajer tim PON Aceh telah melalui rapat internal PSSI Aceh.

“Ayah Fud juga merupakan salah satu Anggota Exco PSSI Aceh yang selama ini sangat perhatian terhadap tim sepakbola PON Aceh,” ujar Nazaruddin.

Dengan terisinya posisi manajer tim sepakbola PON Aceh, diharapkan semangat dan motivasi Tifatul Ulfi dan rekan-rekannya yang sedang intensif melakukan persiapan di bawah kepelatihan tim pelatih dapat semakin meningkat. Nazaruddin optimis bahwa kehadiran Saifuddin Muhammad akan membawa gairah tambahan bagi tim dalam upaya mereka meraih prestasi tertinggi di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Editor: Akil

Akademisi USK: Aceh Jadi Surga Pendaratan Penyu Terbesar di Indonesia

0
Akademisi Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP-USK) Prof Dr Nur Fadli SPi MSc saat hadir dalam seminar Aceh International Sea Turtle Festival - Protecting Sea Turtles and Their Habitats. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh dinobatkan sebagai salah satu tempat pendaratan penyu terbesar di Indonesia. Prof. Dr. Nur Fadli, S.Pi., M.Sc., akademisi dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP-USK), menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk menjaga kelestarian populasi penyu.

“Salah satu pulau kita, yaitu Pulau Bangkaru di Pulau Banyak, Aceh Singkil, merupakan salah satu habitat atau tempat peneluran penyu terbesar di Indonesia,” ujar Nur Fadli di Banda Aceh, Selasa, dalam acara seminar Aceh International Sea Turtle Festival – Protecting Sea Turtles and Their Habitats yang digelar oleh Program Studi Ilmu Kelautan FKP-USK.

Selain Pulau Bangkaru, beberapa lokasi lain di Aceh yang menjadi tempat pendaratan penyu antara lain Pantai Aron Meubanja di Panga Aceh Jaya, dan Pulau Selaut Besar di Simeulue. Lokasi-lokasi ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi penyu. “Alhamdulillah, kondisinya masih relatif terjaga dibandingkan lokasi-lokasi lain di luar Aceh. Memang Aceh masih memiliki habitat yang sangat sesuai untuk penyu,” lanjutnya.

Nur Fadli menjelaskan bahwa setiap biota laut memiliki peran ekologis masing-masing. Penyu, misalnya, memiliki fungsi penting dalam menjaga kesinambungan ekosistem laut. Penyu hidup di laut, namun untuk bertelur, mereka membutuhkan pantai dengan karakteristik tertentu, seperti pantai yang bersih dan landai. Habitat semacam ini banyak ditemukan di Aceh.

“Pantai-pantai indah di Aceh biasanya merupakan habitat penyu,” tambahnya.

Meskipun kondisi habitat penyu di Aceh relatif terjaga, ancaman perburuan telur penyu oleh masyarakat untuk konsumsi masih ada. Nur Fadli menegaskan pentingnya kerja sama antara akademisi, aktivis konservasi, masyarakat, dan pemerintah untuk melestarikan penyu.

“Di Aceh, tekanannya berbeda dengan lokasi lain. Kita tidak makan daging penyu, tapi mengonsumsi telur penyu. Jadi, kita harus mengurangi pengambilan telur penyu agar bisa menetas,” paparnya.

Menurut Nur Fadli, dalam konservasi penyu, setiap pihak memiliki peran masing-masing. Akademisi dan mahasiswa berkontribusi melalui penelitian dan edukasi, sementara pegiat penyelamat penyu melakukan penangkaran telur dan pelepasliaran penyu.

“Masyarakat juga berperan dengan tidak membeli produk-produk telur penyu dan aksesoris yang terbuat dari penyu, sehingga tekanan terhadap populasi penyu bisa berkurang,” tutupnya.

Dengan upaya bersama, diharapkan populasi penyu di Aceh tetap lestari dan habitat-habitat alami mereka terjaga untuk generasi mendatang.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Timur dan HAkA Mantapkan Rencana Ekowisata Berkelanjutan

0
Pengurus Yayasan HAkA dan Canopy Planet foto bersama dengan pejabat Pemkab Aceh Timur usai melakukan pertemuan terkait Pengembangan Ekowisata di daerah setempat, (Foto: Dok.Setdakab Aceh Timur).

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) dan Canopy Planet menyatakan komitmen mereka dalam mengembangkan kawasan ekowisata yang berkelanjutan. Pengembangan ini diharapkan dapat menjamin masa depan yang lebih baik bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

Sekretaris Yayasan HAkA, Badrul Irfan, menekankan bahwa pengembangan ekowisata di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) adalah tanggung jawab bersama, baik secara moral maupun komersial.

“Pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab atau ekowisata di KEL merupakan kewajiban kita bersama,” ujar Badrul dalam pertemuan dengan Pemkab Aceh Timur di Idi, Senin (15/7/2024).

Sebagian besar wilayah Aceh Timur termasuk dalam KEL, yang diakui sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dengan fungsi penting bagi lingkungan hidup. KEL juga menjadi habitat bagi empat mamalia besar yang terancam punah yaitu gajah, harimau, badak, dan orangutan, yang semuanya dilindungi undang-undang.

Lebih dari itu, KEL memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dan bentang alam yang unik. Kawasan ini juga berfungsi sebagai penyangga Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), yang diakui UNESCO sebagai Kawasan Warisan Hutan Tropis Sumatera (TRHS).

Bersama Canopy Planet, Yayasan HAkA sedang menyusun Rencana Induk Ekowisata Kawasan Ekosistem Leuser.

“Pengembangan ekowisata ini diharapkan dapat menjaga kelestarian KEL dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui ekowisata,” tambah Badrul.

Pakar ekowisata dari Canopy Planet, Jeffrey Michael Robbins, yang akrab disapa Mike, menegaskan bahwa pengembangan ekowisata yang bertanggung jawab dapat memberikan manfaat jangka panjang yang berlipat ganda.

“Keuntungan dari menjaga lingkungan dapat dinikmati berkali-kali, sementara merusak lingkungan hanya memberikan keuntungan sesaat,” ujarnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aceh Timur, Dr. Darmawan Ali, ST, MSD, menyambut baik rencana ini. Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan tujuan Pemkab untuk menjadikan Aceh Timur sebagai kawasan ekowisata potensial.

“Potensi kita sangat besar, seperti di Simpang Jernih dan Serbajadi, serta gajah jinak di CRU Bunin, wisata air Sungai Lokop, dan Sumatera Rhino Sanctuary yang sedang dibangun,” jelas Darmawan.

Pemkab Aceh Timur, tambah Darmawan, sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM), dan revisi tata ruang, termasuk Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

“Ini akan memudahkan sinkronisasi dengan rencana pengembangan ekowisata,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Timur, Syahril, S.STP, M.AP, menyatakan bahwa penyusunan pengembangan ekowisata sudah dimulai sejak tahun 2015 dan ditargetkan selesai pada tahun 2025.

“Kami menargetkan tahun 2025 akan ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) atau Qanun tentang pengembangan ekowisata di wilayah ini,” ungkap Syahril.

Syahril menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya agar pengembangan ekowisata ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Kami menyambut baik rencana yang luar biasa ini dan siap mewujudkan komitmen yang dibahas dalam pertemuan ini,” tutupnya.

Editor: Akil

Kejati Aceh Tetapkan Ketua BRA dan Lima Lainnya Tersangka Korupsi Rp 15 Miliar

0
Ilustrasi suap (Foto: Pinteres)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menetapkan Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Suhendri, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan runcah untuk masyarakat korban konflik di Kabupaten Aceh Timur. Penetapan ini tidak hanya menjerat Suhendri, tetapi juga lima orang lainnya yaitu ZF, MHD, M, ZM, dan HM.

ZF berperan sebagai koordinator atau penghubung ketua BRA, sementara MHD merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). M bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZM sebagai peminjam perusahaan untuk pelaksanaan pengadaan, dan HM sebagai koordinator atau penghubung rekanan penyedia.

Penetapan para tersangka ini dilakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi, ahli, serta dokumen terkait dengan pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan runcah untuk masyarakat korban konflik di Kabupaten Aceh Timur. Anggaran pengadaan ini bersumber dari APBA-P TA 2023 sebesar Rp 15.713.864.890.

Menurut Plh Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab, penetapan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti sesuai putusan Mahkamah Konstitusi No.21/PUU-XII/2014 dan Pasal 184 KUHAP.

“Telah diperoleh bukti permulaan yang cukup guna menentukan para tersangkanya. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, keenamnya telah dilakukan pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi pada hari ini,” kata Ali Rasab saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (16/7/2024).

Dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPA-P) TA 2023 SKPA Badan Reintegrasi Aceh, terdapat alokasi anggaran sebesar Rp 15.713.864.890 dengan rincian paket pekerjaan melalui metode E-Purchasing. Namun, fakta penyidikan menunjukkan bahwa anggota dari sembilan kelompok penerima manfaat tidak menerima bantuan bibit ikan kakap dan pakan runcah tersebut. Tidak ada penandatanganan Berita Acara Serah Terima (fiktif), tetapi pembayaran telah dilakukan seratus persen oleh Sekretariat BRA.

Ali Rasab menegaskan bahwa tindak lanjut terhadap tersangka Ketua BRA dan ZF akan dilakukan pemanggilan kembali sebagai tersangka dalam waktu dekat.

Kasus ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang melibatkan anggaran untuk masyarakat korban konflik, menambah beban dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi yang seharusnya membantu mereka.

Editor: Akil

Kementerian Agama Aceh Tengah Santuni 1.000 Anak Yatim dan Difabel

0
Kementerian Agama Aceh Tengah Santuni 1.000 Anak Yatim dan Difabel. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Takengon – Sebanyak 1.000 anak yatim dan penyandang disabilitas di Kabupaten Aceh Tengah mendapatkan santunan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 16 Juli 2024, ini diselenggarakan di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Aceh Tengah.

Penyerahan santunan ini merupakan bagian dari program Kick Off Kolaborasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tahun 2024 serta Lebaran Yatim, inisiatif Kementerian Agama RI. Program ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan dan ekosistem zakat, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat, serta memperkuat kolaborasi antara lembaga zakat di Indonesia.

Dengan tema “Berbagi Cinta Berlimpah Berkah,” kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Plh Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah, Syahria Putraga, MPd, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan difabel, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya berzakat dan berwakaf,” ujar Syahria.

Syahria menambahkan bahwa santunan ini menyasar siswa Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah serta beberapa panti asuhan dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Aceh Tengah.

“Untuk mekanisme penyerahan, ada yang disalurkan di gedung PLHUT Aceh Tengah, dan ada juga yang langsung kami antar ke lokasi seperti panti asuhan dan SLB,” jelas Syahria.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap zakat dan wakaf, serta memberikan manfaat yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Editor: Akil

Polda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah 2024, 700 Personel Diterjunkan

0
Polda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah 2024. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menggelar Operasi Patuh Seulawah 2024 selama 14 hari, mulai tanggal 15 hingga 28 Juli. Operasi ini melibatkan berbagai instansi terkait, seperti TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan Aceh, dan Jasa Raharja. Sebanyak 700 personel diterjunkan dalam operasi ini, terdiri dari 130 personel Polda dan 570 personel instansi terkait.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko, dalam upacara gelar pasukan di Polda Aceh, Senin (15/7/2024), menyatakan bahwa operasi ini diawali dengan sosialisasi melalui pemasangan spanduk di titik-titik strategis.

“Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh dan Satlantas jajaran akan mengedepankan tindakan preemtif, preventif, dan penegakan hukum lalu lintas dengan fokus pada potensi kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas. Semua dilakukan sesuai SOP, dengan pendekatan simpatik, humanis, dan profesional,” kata Achmad Kartiko.

Tema Operasi Patuh Seulawah 2024 adalah “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.” Target operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas lalu lintas, serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) menunjukkan bahwa periode Januari hingga Juni 2024 telah terjadi 1.974 kasus kecelakaan lalu lintas di Aceh. Korban meninggal dunia sebanyak 340 orang, luka berat 121 orang, dan luka ringan 2.895 orang, dengan kerugian materiil mencapai Rp5,3 miliar.

Kapolda Aceh menyebutkan tujuh pelanggaran prioritas dalam Operasi Patuh Seulawah ini, yaitu pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, pengendara motor yang berboncengan lebih dari satu orang, pengendara motor tanpa helm SNI, dan pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman. Selain itu, operasi ini juga menargetkan pengemudi yang mengonsumsi alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan.

Operasi Patuh Seulawah 2024 diharapkan dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman di Aceh, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia Emas. Masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Editor: Akil