Beranda blog Halaman 1031

Timur Tengah Selalu Perang, Salah Siapa?

0
Asap dan api membumbung selama serangan udara Israel di tengah maraknya kekerasan Israel-Palestina, di Gaza. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Opini – Sejak ribuan tahun yang lalu, peperangan tampaknya enggan meninggalkan tanah Timur Tengah. Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa negara-negara di wilayah ini terus-menerus terlibat dalam konflik? Salah satu penyebab utamanya adalah warisan kolonialisme Eropa di masa lampau.

Banyak wilayah Timur Tengah berada di bawah kekuasaan kolonial Inggris dan Prancis. Ketika mereka meninggalkan kawasan tersebut, sejumlah wilayah Timur Tengah ditetapkan secara sewenang-wenang tanpa memperhatikan perbedaan etnis, suku, dan agama yang ada. Keputusan ini memaksa kelompok-kelompok yang sering kali saling bermusuhan untuk hidup berdampingan.

Perjanjian Balfour, yang menjadi benih awal perselisihan antara Israel dan Palestina, adalah salah satu contoh nyata dari dampak buruk kolonialisme Eropa di Timur Tengah. Dalam perjanjian ini, Inggris menjanjikan tanah Palestina untuk dijadikan rumah bagi orang Yahudi, tanpa mempertimbangkan penduduk asli Palestina yang sudah tinggal di sana. Keputusan ini memicu konflik yang hingga kini belum terselesaikan dan terus memakan korban.

Tidak hanya itu, perselisihan di Timur Tengah semakin diperparah oleh era Perang Dingin. Amerika Serikat dan Uni Soviet saat itu menjadikan wilayah Timur Tengah sebagai teater pertempuran ideologis mereka. Kedua kekuatan besar ini sering kali mendukung pihak-pihak yang berlawanan dalam konflik lokal, memperdalam perpecahan dan memperpanjang perang.

Campur tangan asing yang terus-menerus, baik dari negara-negara Barat maupun kekuatan regional, juga berkontribusi pada ketidakstabilan di Timur Tengah. Negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, dan Turki memiliki kepentingan masing-masing di kawasan ini dan tidak segan-segan menggunakan kekuatan militer untuk mencapai tujuan mereka. Konflik Suriah, misalnya, menjadi medan perang bagi banyak kepentingan asing yang saling bertentangan, membuat perdamaian semakin sulit dicapai.

Selain itu, faktor internal seperti pemerintahan yang korup, ketidakadilan sosial, dan ekonomi yang tidak merata juga menjadi pemicu konflik. Ketidakpuasan masyarakat terhadap penguasa yang otoriter sering kali berujung pada pemberontakan dan perang saudara. Dalam kondisi seperti ini, kelompok-kelompok ekstremis mudah mencari dukungan dan memperparah situasi.

Namun, menyalahkan pihak-pihak tertentu saja tidak cukup untuk memahami kompleksitas konflik di Timur Tengah. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk mencari solusi jangka panjang. Dialog antar etnis, suku, dan agama perlu ditingkatkan untuk membangun kepercayaan dan menghentikan siklus kekerasan. Peran komunitas internasional dalam mediasi dan rekonstruksi pasca-konflik juga sangat penting.

Pada akhirnya, perdamaian di Timur Tengah bukanlah hal yang mustahil. Dengan kesungguhan untuk berdialog dan bekerja sama, negara-negara di kawasan ini dapat membangun masa depan yang lebih damai dan sejahtera. Namun, langkah pertama yang perlu diambil adalah mengakui kesalahan masa lalu dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Hanya dengan demikian, Timur Tengah dapat keluar dari bayang-bayang perang yang telah menyelimutinya selama berabad-abad.

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan USK)

Hadiri Festival Rapai Aceh Barat, Pj Gubernur: Lestarikan Budaya, Majukan Pariwisata

0
Pj Gubernur Aceh saat menghadiri Festival Rapai 2024. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Meulaboh – Festival Rapai Aceh 2024 diselenggarakan sebagai langkah pemajuan dan pelestarian kebudayaan Aceh. Acara yang digelar di Lapangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat pada Jumat (19/7/2024), bertujuan mengembangkan nilai-nilai seni dan budaya Aceh, khususnya kesenian Rapai.

Penjabat Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya bisa hadir bersama para pelaku seni dan budaya. “

Festival ini kita selenggarakan untuk memajukan dan melestarikan budaya Aceh, khususnya kesenian Rapai. Selaku Pimpinan Pemerintahan Aceh, kami sangat berbangga bisa berhadir di sini bersama para pelaku seni dan budaya. Selamat datang kepada seluruh pelaku seni dan budaya dari seluruh Aceh,” ujarnya.

Festival Rapai Aceh 2024 secara khusus memperlombakan tarian Rapai Geleng. Tarian ini berasal dari kegiatan agama Islam, Dalail Khairat, yang kemudian bertransformasi menjadi rateb geleng, dan akhirnya dikenal sebagai tari Rapai Geleng. Tarian ini mengandung nilai-nilai tradisi, budaya, keindahan, dan kekompakan, sehingga menjadi salah satu tari tradisional yang populer di kalangan masyarakat Aceh.

Gubernur Bustami menjelaskan, sebagai karya seni yang lekat dengan nilai-nilai keislaman, Tari Rapai Geleng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2014.

“Sebagai bentuk upaya pemajuan kebudayaan menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, Festival Rapai Aceh 2024 bertujuan sebagai wahana membangun silaturahmi bagi para pelaku seni Rapai di Aceh dan sebagai bentuk apresiasi karya seni mereka,” jelasnya.

Selain itu, festival ini juga menjadi wadah bagi pelaku seni dan seniman untuk mengapresiasikan bakat dan kemampuan seni mereka dalam bentuk perlombaan, serta sebagai ruang edukasi kesenian Aceh melalui tarian Rapai. Gubernur berharap generasi muda Aceh dapat terus melestarikan kesenian Rapai dan mempromosikannya ke tingkat nasional maupun internasional.

“Semua tujuan ini penting untuk dicapai sebagai wadah melestarikan kebudayaan Aceh. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus menyelenggarakan event-event kebudayaan, baik dalam bentuk kesenian tari maupun cabang kesenian lainnya,” tambah Bustami.

Dengan banyaknya event kesenian di Aceh, Bustami yakin kebudayaan Aceh akan terus lestari sesuai dengan tagline “Lestarikan Budaya, Majukan Pariwisata”. Gubernur mengimbau para peserta lomba untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam kompetisi ini.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Rapai Aceh 2024.

“Semoga Allah SWT memudahkan kegiatan ini sehingga berjalan lancar dan penonton dapat menikmatinya dengan hati gembira,” pungkasnya.

Pembukaan Festival Rapai Aceh 2024 ditandai dengan penabuhan Rapai oleh Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, dan turut dihadiri oleh sejumlah anggota DPRA, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal, serta beberapa Bupati dan Wali Kota se-Aceh.

Sebelum acara dimulai, Pj Gubernur dan Istri, Mellani Subarni, menjalani prosesi adat Peusijuek di Pendopo Bupati Aceh Barat. Mereka disambut oleh Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Effendi, beserta istri, Forkopimda, dan pejabat setempat. Prosesi Peusijuek dipimpin oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Barat.

Editor: Akil

Pekan Ke-20 Liga Futsal Profesional 2023/24, Giga FC Kota Metro vs Halus FC Jakarta di MNCTV

0
Flayer pekan ke-20 Liga Futsal Profesional. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Jakarta – Persaingan antar tim teratas terus berusaha untuk meraih poin maksimal di pekan ke-20 Liga Futsal Profesional 2023/24. Pada pekan kali ini, diselenggarakan di GOR Nambo Kota Tangerang.

MNCTV menayangkan dua pertandingan secara langsung pada Sabtu, 20 Juli 2024 antara Kinantan FC Medan vs Sadakata FC Aceh, pukul 11.00 WIB. Dilanjutkan, pertandingan antara Giga FC Kota Metro vs Halus FC Jakarta, pukul 13.00 WIB.

Pada klasemen sementara Liga Futsal Profesional, Bintang Timur Surabaya masih bertengger sebagai pemuncak klasemen dengan raihan 43 poin. Di posisi kedua, Black Steel FC Papua mengoleksi 40 poin dan Kancil WHW Pontianak berada di posisi ketiga dengan 36 poin.

Untuk pertandingan lainnya di Liga Futsal Profesional 2024, dapat juga disaksikan secara langsung di RCTI+, Vision+, dan Sportstars. Pada pertandingan ketiga antara Kancil WHW Pontianak vs Cosmo JNE Jakarta pada pukul 15.00 WIB, dan Bintang Timur Surabaya vs Unggul FC Malang pada pukul 17.00 WIB.

Untuk pertandingan pada hari Minggu, 21 Juli 2024 menayangkan 4 pertandingan antara Kinantan FC Medan vs Cosmo JNE FC Jakarta pada pukul 11.00 WIB, Kancil WHW Pontianak vs Halus FC Jakarta pada pukul 13.00 WIB, Giga FC Kota Metro vs Unggul FC Malang pada pukul 15.00 WIB, dan Sadakata FC Aceh vs Bintang Timur Surabaya pada pukul 17.00 WIB.

Jangan lewatkan dan saksikan seluruh pertandingan Liga Futsal Profesional 2023/24 hanya di MNCTV, RCTI+, Vision+, dan Sportstars.

Editor: Akil

Kejari Bireuen Bentuk Desa Antipolitik Uang untuk Pilkada 2024 Demokratis

0
Kejari Bireuen Bentuk Desa Antipolitik Uang untuk Pilkada 2024 Demokratis. (Foto: Kejari Bireuen)

NUKILAN.id | Bireuen — Dalam upaya menciptakan Pilkada 2024 yang bersih dan demokratis, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, Provinsi Aceh, menginisiasi pembentukan Desa Antipolitik Uang. Desa Beurawang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, menjadi desa kedua yang ditetapkan sebagai desa antipolitik uang di wilayah tersebut.

“Pembentukan desa antipolitik uang ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar tidak menerima uang pada saat pilkada maupun pemilu,” ujar Kepala Kejari Bireuen Munawal Hadi di Bireuen, Jumat (18/7/2024).

Selain menjadi desa antipolitik uang, Desa Beurawang juga ditetapkan sebagai Desa Siaga Antikorupsi ke-14 di Kabupaten Bireuen. Program ini merupakan lanjutan dari inisiatif Kejari Bireuen sejak tahun 2023.

Munawal Hadi menjelaskan, pembentukan Desa Antipolitik Uang ini untuk mengirimkan pesan bahwa menerima uang untuk memilih pemimpin pada pilkada maupun pemilu adalah tindakan yang salah dan dapat dikenai sanksi pidana. Dengan adanya desa antipolitik uang, diharapkan praktik jual beli suara dapat dicegah.

“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat dari ‘ambil uangnya, jangan pilih orangnya’ menjadi ‘jangan ambil uangnya dan pilih calon pemimpin sesuai hati nurani’,” tegas Munawal Hadi.

Terkait Desa Siaga Antikorupsi, Munawal Hadi menyatakan, program ini bertujuan mencegah penyimpangan atau tindak pidana korupsi dana desa dan anggaran pembangunan lainnya. Program ini merupakan implementasi arahan Jaksa Agung RI yang telah membentuk program Jaksa Jaga Desa, yang mendukung masyarakat dalam mengawal pengelolaan dana desa.

“Praktik korupsi dan intervensi terhadap pengelolaan dana desa dapat menghambat kemandirian desa. Pembinaan Desa Siaga Antikorupsi ini diharapkan mampu mencegah permasalahan hukum dalam pengelolaan dana desa di kemudian hari,” jelas Munawal Hadi.

Ia menambahkan, seringkali kita mendengar pengelolaan dana desa yang bermasalah dengan hukum. Oleh karena itu, pembinaan Desa Siaga Antikorupsi bertujuan agar pengelolaan dana desa bebas dari permasalahan hukum.

“Kami berharap dengan adanya program ini, desa-desa di Bireuen dapat lebih mandiri dan bersih dari praktik korupsi, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat,” pungkas Munawal Hadi.

Editor: Akil

Bunda PAUD Aceh Besar Tinjau MPLS 2024-2025 di Montasik

0
Bunda PAUD Aceh Besar Tinjau MPLS 2024-2025 di Montasik. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Aceh Besar, Cut Rezky Handayani SIP MM, kembali meninjau penerapan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2024-2025. Peninjauan ini berlangsung di empat sekolah di Kecamatan Montasik pada Jumat (19/07/2024). Dalam kunjungan tersebut, Cut Rezky didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi.

Empat sekolah yang menjadi lokasi peninjauan adalah SD Negeri Bukit Baro Gampong Teubang Phui, TK Negeri Pembina Montasik, SDN Atong, dan SDN Tgk Chiek Eumpe Awee. Kehadiran Bunda PAUD dan rombongan disambut dengan meriah oleh kepala sekolah, guru-guru, dan para siswa.

Keceriaan tampak dalam setiap kunjungan. Cut Rezky Handayani, yang akrab disapa Bunda PAUD, turut berinteraksi dengan siswa-siswi baru. Ia memberikan pertanyaan dan memberikan hadiah kepada siswa-siswi kelas satu yang berhasil menjawab. Keberanian siswa kelas satu SD Negeri Bukit Baro untuk bersholawat di hadapan Bunda PAUD dan rombongan menunjukkan kelucuan dan kelincahan mereka.

Bunda PAUD menekankan pentingnya pelaksanaan MPLS yang menarik dan edukatif. “Saya minta dewan guru melaksanakan MPLS dengan cara yang menarik dan memiliki nilai edukasi serta memberikan kesan yang bermakna bagi setiap siswa,” ujar Cut Rezky Handayani.

Menurutnya, MPLS adalah momen penting bagi siswa baru untuk mengenali lingkungan sekolah mereka. Untuk siswa SD, kegiatan MPLS sebaiknya dirancang seru dan kreatif, seperti yang mereka alami di sekolah TK. “Kegiatan ini bisa dibuat mengikuti Kurikulum Merdeka sehingga lebih edukatif,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran bagi siswa kelas satu masih bersifat semi bermain, mengingat mereka berada dalam masa transisi dari TK ke SD. “MPLS menekankan pentingnya pembinaan karakter dan nilai-nilai moral yang baik, sehingga anak-anak mendapatkan bimbingan yang memadai untuk mengembangkan kepribadian yang sehat,” jelas Cut Rezky.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi, menyatakan optimisme bahwa pelaksanaan MPLS di Kabupaten Aceh Besar akan berjalan lancar. “Saya optimis pelaksanaan MPLS di Kabupaten Aceh Besar berjalan dengan lancar hingga hari terakhir nanti,” paparnya.

Bahrul Jamil menambahkan bahwa MPLS adalah momentum bagi siswa untuk saling mengenal, baik antar siswa, guru, fasilitas sekolah, maupun sistem nilai baru. “MPLS ini penting untuk siswa saling mengenal di lingkungan sekolahnya, dan bagi pemerintah hadir mengevaluasi apa saja yang harus ditambahkan ke depannya untuk memberikan sarana prasarana menuju pendidikan yang berkualitas,” tutupnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Disdikbud, Kabid GTK, Ketua Pokja, Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, staf PAUD, staf Dikdas Juwita, Kabag Umum/Humas Disdik, serta pengawas TK dan SD.

Peninjauan ini menunjukkan komitmen Bunda PAUD Aceh Besar dan jajarannya dalam memastikan bahwa kegiatan MPLS berjalan sesuai dengan harapan, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa baru.

Editor: Akil

Mahasiswa Papua Merasa Nyaman di Lhokseumawe, Meski Tiga Tahun Tak Pulang Kampung

0
Kebersamaan mahasiswa unimal asal Papua yang sedang belajar kelompok bersama teman kuliahnya yang beda agama. (Foto: Unimal News).

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Meskipun tinggal di tengah mayoritas Muslim di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, seorang mahasiswa asal Papua, Mair Yikwa, mengaku merasa nyaman dan tidak pernah mengalami tindakan rasisme atau diskriminasi lainnya.

Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara ini mengatakan bahwa teman-teman kuliahnya dan masyarakat Aceh sudah seperti saudara sendiri, meskipun berbeda keyakinan dan latar belakang.

“Teman kuliah saya dan juga masyarakat Aceh sudah seperti saudara sendiri walaupun berbeda keyakinan dan juga berbeda paras wajah,” ujar Mair pada Jumat, 19 Juli 2024.

Karena terkendala mahalnya harga tiket pesawat, Mair sudah tiga tahun tidak pulang ke Papua. Meski demikian, ia tetap merasa betah tinggal di Lhokseumawe berkat sambutan hangat dari warga setempat.

“Sudah tiga tahun nggak pulang, tapi tidak masalah karena sambutan hangat yang diberikan oleh warga Aceh menjadikan saya betah tinggal bersama kaum mayoritas Islam,” katanya.

Selain itu, Mair juga telah mengikuti Mata Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gampong Bayu, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Di sana, ia kembali merasakan sambutan baik dari warga pedalaman.

Pengalaman ini membuat Mair semakin yakin bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan dan saling menghargai. Ia berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman.

Mair Yikwa adalah salah satu contoh nyata dari bagaimana keragaman budaya dan agama dapat berjalan harmonis di Indonesia. Kehangatan dan keterbukaan masyarakat Aceh telah membuktikan bahwa perbedaan justru bisa memperkaya dan mempererat persaudaraan.

Editor: Akil

Taman USK, Lokasi Olahraga Favorit Kawula Muda di Akhir Pekan

0
Warga bermain basket di Taman USK. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sabtu pagi yang cerah di Taman Universitas Syiah Kuala (USK) menyambut banyak warga yang datang untuk berolahraga. Taman ini memang sudah lama menjadi pilihan utama bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar untuk menjaga kebugaran tubuh. Beragam jenis olahraga, baik ringan maupun berat, rutin dilakukan di sini untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan bugar.

Lokasinya yang tak jauh dari gerbang masuk kampus Kopelma Darussalam, membuat taman ini mudah diakses oleh siapa saja. Taman USK dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti lapangan bola, jalur jogging, lapangan basket, lapangan voli, lintasan skateboard, dan taman anak-anak. Semua fasilitas ini membuat taman menjadi tempat yang ideal untuk berbagai aktivitas olahraga dan rekreasi.

Pada pukul 07.00 WIB, taman sudah mulai ramai dengan aktivitas olahraga dari warga sekitar. Seorang pengunjung, Rahma, ibu rumah tangga yang tinggal di dekat kampus, mengungkapkan bahwa dirinya rutin berolahraga di sini setiap akhir pekan.

“Saya suka jogging di sini karena jalurnya nyaman dan aman. Selain itu, suasana pagi di taman ini sangat segar dan menyenangkan,” ungkap Rahma kepada Nukilan.id, Sabtu (20/7/2024).

Tak hanya Rahma, seorang mahasiswa USK, Andi, mengatakan bahwa dirinya setiap sabtu pagi dan minggu pagi selalu bermain basket bersama teman-temannya.

“Kami sering bermain basket di sini. Lapangannya bagus dan fasilitasnya lengkap,” kata Andi.

Taman USK memang menjadi pilihan favorit untuk berolahraga dan bersantai. Dengan fasilitas yang memadai, tempat ini memberikan banyak pilihan aktivitas bagi warga yang ingin menjaga kesehatan mereka. Keberadaan taman ini juga menjadi ruang sosial yang penting, di mana orang-orang dapat berkumpul, berolahraga, dan menikmati waktu bersama. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Aishah Sebut Pentingnya Orang Tua Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah

0
Orang tua mengantar anaknya ke sekolah (dok : ss dari Sekolah Murid Merdeka)

Nukilan.id | Banda Aceh – Libur telah usai, tahun ajaran baru sudah dimulai selama. Pada 17 Juli yang lalu anak-anak pertama kali masuk sekolah, khususnya SD. Biasanya rutinitas orang tua saat menyambut datangnya tahun ajaran baru adalah mempersiapkan perlengkapan sekolah anak. Namun, satu hal penting yang sering dilupakan adalah menyisihkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah di hari pertama tahun ajaran baru.

CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah mengatakan, mengantar anak ke sekolah pada hari pertama adalah momen yang penuh makna dan memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan anak. Hal tersebut berdampak pada memperkaya pengalaman bahagia anak. Hari pertama sekolah sering kali menjadi momen yang penuh dengan berbagai emosi bagi anak-anak, seperti kegembiraan, kecemasan, dan rasa ingin tahu.

Aishah juga menyampaikan, kehadiran orang tua dapat memberikan rasa aman dan nyaman serta membantu anak merasa lebih tenang dan percaya diri dalam menghadapi lingkungan baru. Dukungan emosional ini sangat penting untuk membantu anak mengatasi rasa takut atau cemas yang mungkin anak rasakan. Anak-anak yang merasa didukung secara emosional oleh orang tua mereka cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik dan lebih mampu mengatasi stres.

Surat Edaran dari Gubernur Aceh yang dikeluarkan pada 12 Juli 2024 menunjukkan perhatian yang besar terhadap transisi anak-anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Surat ini menekankan pentingnya peran orangtua dalam mendampingi anak pada hari pertama sekolah yang merupakan langkah positif dalam mendukung perkembangan anak. Namun, apa saja isi suratnya?

Pertama, fokus pada transisi yang mulus: Surat edaran ini menekankan pentingnya memastikan bahwa anak-anak merasa nyaman dan aman saat memulai pendidikan di SD atau MI. Ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan emosional dan psikologis anak-anak pada masa transisi ini. Kedua, penghapusan tes kemampuan: Dengan tidak menerapkan tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung untuk penerimaan siswa kelas 1 SD. Surat edaran ini mendukung pendekatan yang lebih inklusif dan tidak menekan anak-anak pada tahap awal pendidikan mereka. Ini sejalan dengan prinsip pendidikan yang ramah anak.

Ketiga, pengenalan lingkungan sekolah: Surat edaran ini juga menggarisbawahi pentingnya pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru yang dapat membantu mereka merasa lebih nyaman dan siap untuk belajar. Langkah ini adalah langkah penting dalam membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Keempat, dukungan untuk orang tua: Surat edaran ini memberikan dukungan konkret kepada orang tua, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak dengan memberikan izin untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah tanpa harus mengikuti apel pagi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung peran orangtua dalam pendidikan anak-anak mereka.

Ia menyebutkan, surat edaran ini secara jelas mendukung peran orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka. Dengan memberikan izin khusus bagi orang tua untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah. Pemerintah menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya kehadiran orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada anak-anak. Ini juga mencerminkan pengakuan bahwa keterlibatan orang tua adalah kunci untuk keberhasilan anak-anak di sekolah. Secara keseluruhan, surat edaran ini adalah langkah positif yang mendukung transisi yang mulus bagi anak-anak dan memperkuat peran orang tua dalam pendidikan.

Tidak hanya itu, dukungan pemerintah ini membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak-anak dan memastikan bahwa mereka memulai perjalanan pendidikan mereka dengan langkah yang positif dan penuh percaya diri. Ketika orang tua hadir dan mendampingi anak, menyempatkan waktu dalam kesibukan yang lain, momen hari pada hari pertama sekolah anak adalah momen yang berbeda dengan biasanya, pada momen ini anak merasa didukung dan dihargai. Ini merupakan hal penting karena dapat meningkatkan kepercayaan diri anak, anak tahu bahwa orangtua mereka ada di sana untuk mendukung mereka.

Dan hal ini akan melahirkan kepercayaan diri yang tinggi dan akan membantu anak lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan berinteraksi dengan teman-teman baru. Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri yang baik cenderung lebih mudah menguasai diri dalam akademik dan sosial. Mengantar anak ke sekolah pada hari pertama juga merupakan kesempatan untuk memperkuat ikatan keluarga. Momen ini bisa menjadi kenangan indah yang akan diingat oleh anak sepanjang hidupnya dan menjadi cerita masa sekolah yang dapat mereka kenang dengan senang. Selain itu, kehadiran orangtua menunjukkan bahwa mereka peduli dan terlibat dalam kehidupan anak, yang dapat memperkuat hubungan antara orangtua dan anak.

“Hubungan yang kuat antara orang tua dan anak sangat penting untuk perkembangan emosional dan sosial anak,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Jumat (19/8/2024).

Lanjutnya, anak-anak yang merasa didukung oleh orang tua mereka cenderung lebih mudah beradaptasi dan merasa lebih nyaman di lingkungan sekolah. Kemudian juga engurangi kebingungan anak pada hari pertama sekolah, dan anak merasa tidak takut dengan lingkungan barunya. Hadirnya orang tua pada hari pertama sekolah, memberikan contoh positif tentang pentingnya pendidikan dan keterlibatan dalam pendidikan anak. Ini dapat menginspirasi anak untuk menghargai pendidikan dan merasa termotivasi untuk belajar dan berprestasi di sekolah.

Ia menambahkan, orang tua yang terlibat dalam pendidikan anak mereka cenderung memiliki anak-anak yang lebih berprestasi secara akademis dan memiliki sikap positif terhadap sekolah. Kehadiran orangtua pada hari pertama anak masuk sekolah memiliki banyak manfaat yang signifikan. Dukungan emosional, peningkatan kepercayaan diri, penguatan ikatan keluarga, pengurangan stres, dan pemberian contoh positif adalah beberapa alasan mengapa orang tua sebaiknya hadir pada momen penting ini.

“Dengan mendampingi anak pada hari pertama sekolah, orang tua tidak hanya memperkaya pengalaman bahagia anak, tetapi juga membantu mereka memulai perjalanan pendidikan dengan langkah yang positif dan penuh percaya diri,” pungkasnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Balai Bahasa Aceh Gelar Bimbingan Teknis untuk Pemberdayaan Komunitas Literasi

0
Balai Bahasa Aceh Gelar Bimbingan Teknis untuk Pemberdayaan Komunitas Literasi. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Balai Bahasa Provinsi Aceh mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Komunitas Literasi di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diselenggarakan di Aula Balai Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh.

Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dicanangkan pemerintah mencakup tiga ranah, yakni masyarakat, sekolah, dan keluarga. Namun, komunitas literasi di masyarakat sebagian besar masih mengandalkan kerja sukarela dengan berbagai keterbatasan, seperti anggaran dan pengembangan diri. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Aceh memberikan bimbingan teknis untuk memberdayakan komunitas-komunitas ini agar mampu bertahan dan berkembang meski dengan keterbatasan yang ada.

Koordinator kegiatan, Baun Thoib, menjelaskan bahwa melalui Bimtek ini, komunitas diharapkan dapat mengembangkan kapasitas dan memanfaatkan sumber daya yang ada agar tetap bertahan dan bahkan bisa bertumbuh ke depannya. Selain itu, pihaknya juga menjalin sinergi antara Balai Bahasa dan Badan Bahasa dengan sekolah-sekolah yang telah menghadirkan buku-buku bacaan sebagai upaya meningkatkan literasi.

“Gerakan Literasi Nasional sudah dicanangkan untuk masyarakat, sekolah, dan keluarga. Nah, kita ikut mengembangkan dari sisi masyarakat. Walaupun ada sinergi dengan sekolah juga, misalnya untuk menghasilkan bahan bacaan di sekolah,” ujar Baun Thoib pada Kamis (18/7/2024).

Sebanyak 15 komunitas dari Banda Aceh dan Aceh Besar turut serta dalam Bimtek ini. Para narasumber yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, termasuk psikolog, ahli kecantikan, dan pakar pendidikan anak. Diharapkan, melalui pelatihan ini, para pegiat literasi dapat terus bertumbuh di Aceh.

“Karena ini bimbingan untuk literasi keluarga, maka ada narasumber dari psikolog, pakar pendidikan, dan ahli kecantikan. Bahkan, kami akan membuka kelas kecantikan di akhir acara,” tambahnya.

Editor: Akil

Waspadai Modus Baru Penipuan, Akun Palsu Bank Aceh Menawarkan Undian Berhadiah

0
Akun Palsu Bank Aceh Menawarkan Undian Berhadiah. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dalam beberapa waktu terakhir, muncul sejumlah akun Facebook yang mengatasnamakan Bank Aceh, menawarkan berbagai undian berhadiah menarik. Hadiah yang ditawarkan bervariasi, mulai dari kendaraan bermotor, barang elektronik, ponsel, emas, hingga paket wisata dan umrah. Namun, berdasarkan laporan Kompas.com, akun-akun tersebut dipastikan palsu.

Akun-akun penipuan ini menggunakan nama dan logo Bank Aceh untuk meyakinkan calon korban. Beberapa nama akun yang digunakan antara lain “Bank Aceh Gebyar Undian,” “Gebyar Undian Bank Action,” “Official Gebyar Bank Aceh ID,” “Bank Aceh Syariah,” dan “Bank Aceh.” Salah satu akun bahkan memuat narasi yang berbunyi:

“Dana Pemberdayaan Ekonomi Korban Konflik Aceh dan Eks GAM Rp 15 Miliar Diduga Dimanipulasi Artikel Kompas.id Khusus Nasabah Yang Sudah Terdaftar Di BANK ACEH CMS Personal. Sobat BANK ACEH, Promo Daftar GEBYAR UNDIAN di BANK ACEH CMS Personal nikmati promo hadiah menarik di bawah ini: – 10 unit mobil Alphard – 10 unit mobil CR-V Turbo – 10 unit mobil HR-V CVT – 10 unit mobil Xpander – 10 unit mobil Fortuner – 10 unit mobil BR-V – 10 unit mobil Brio – 10 unit mobil BMW – 20 unit motor Scoopy – 15 unit motor Xmax – 30 unit TV LED 50 in. – 33 unit Smartphone Promax14 – 100 emas batangan & logam mulia – 20 paket wisata Singapura – 20 paket umrah gratis. Pendaftaran secara online khusus nasabah yang sudah aktif CMS PERSONAL BANK ACEH. Silahkan klik daftar sekarang!!”

Kompas.com mengungkap bahwa akun-akun ini menyertakan tautan yang diklaim sebagai syarat untuk mendaftar undian berhadiah. Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan alat URL Scan untuk mengecek tautan tersebut tanpa perlu mengekliknya. Hasilnya, tiga tautan mengarah ke situs yang error atau tidak tersedia, sementara satu tautan lainnya memuat laman yang menggunakan nama dan logo Bank Aceh. Laman tersebut meminta nama pengguna, kata sandi, nomor ponsel, dan PIN sebagai syarat pendaftaran kupon undian. Namun, laman tersebut bukanlah situs resmi Bank Aceh.

Situs web resmi Bank Aceh hanya dapat diakses melalui alamat www.bankaceh.co.id. Berdasarkan pantauan di situs resmi tersebut, tidak terdapat program undian berhadiah yang diadakan oleh Bank Aceh. Akun Facebook resmi Bank Aceh juga adalah “PT Bank Aceh Syariah.”

Editor: Akil Rahmatillah