Beranda blog Halaman 1030

Permas For PALA Desak Bustami Hamzah Maju sebagai Calon Gubernur Aceh

0
Permas For PALA Desak Bustami Hamzah Maju sebagai Calon Gubernur Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Dalam sebuah diskusi terbuka yang diadakan di Dondon Cafe, Simpang Empat, Kluet Utara, Aceh Selatan, Perkumpulan Masyarakat Aceh Selatan Until Pemimpin Aceh Lebih Aman dan Sejahtera (Permas For PALA) mengungkapkan dukungannya untuk Bustami Hamzah, sebagai calon gubernur pada Pilkada Aceh 2024.

Diskusi tersebut melibatkan tokoh pemuda serta masyarakat setempat dan bertujuan untuk memilih pemimpin Aceh yang lebih inovatif dan humanis menjelang perubahan skema pembangunan Aceh pada 2027, di mana Otonomi Khusus (Otsus) akan dihentikan.

Juru bicara Permas For PALA, Adidarmawan, dalam pernyataan resminya menegaskan alasan di balik dukungan tersebut. Menurutnya, Bustami Hamzah dianggap sebagai sosok ideal untuk memimpin Aceh di masa depan, dengan sejumlah alasan kuat yang mendasarinya.

“Diskusi kami menghasilkan kesepakatan bahwa Bustami Hamzah adalah pilihan yang tepat untuk memimpin Aceh. Beliau memiliki rekam jejak yang mengesankan dan visi yang jelas untuk kemajuan Aceh,” kata Adidarmawan dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Nukilan.id, Sabtu (20/7/2024).

Permas For PALA memberikan beberapa alasan spesifik untuk mendukung Bustami Hamzah:

  1. Pembangunan Jalan Tol Aceh-Sumatera: Bustami dinilai mampu meyakinkan pemerintah pusat untuk melanjutkan proyek jalan tol Aceh-Sumatera, yang sempat terhenti. Melalui Perpres Nomor 42 Tahun 2024, Bustami dipandang dapat mempercepat pembangunan infrastruktur ini, yang penting untuk akses transportasi yang efisien dan kemajuan perekonomian masyarakat.
  2. Proyek Bendungan Keuretoe: Dukungan juga diberikan untuk kelanjutan pembangunan bendungan Keuretoe. Proyek ini penting untuk mitigasi bencana banjir dan ketersediaan air, yang akan mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Aceh.
  3. PON 2024 Aceh-Sumut: Bustami dianggap mampu mensinergikan seluruh komponen dan stakeholder untuk menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang akan digelar di Aceh dan Sumut, serta percepatan infrastruktur terkait.
  4. Hubungan Harmonis dengan Legislatif dan Stakeholder: Bustami juga dinilai memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan legislatif dan stakeholder demi terwujudnya pembangunan Aceh yang lebih baik.

Setelah diskusi tersebut, Permas For PALA menggelar konferensi pers yang menekankan desakan agar Bustami Hamzah mencalonkan diri sebagai gubernur. Mereka percaya bahwa prestasi yang diraih Bustami sebagai PJ Gubernur menunjukkan kapabilitasnya dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik.

Dengan dukungan ini, Permas For PALA berharap Bustami Hamzah dapat membawa perubahan positif dan pembangunan berkelanjutan bagi Aceh di masa depan.

Permas For PALA juga menyampaikan harapan mereka agar masyarakat Aceh dapat turut mendukung calon yang dinilai dapat membawa Aceh menuju kesejahteraan dan keamanan yang lebih baik.

Editor: Akil Rahmatillah

Resmikan Rumah Tenun Mutiara Songket, BI Dorong  Pertumbuhan Ekonomi UMKM di Aceh

0
Pemotongan pita tanda peresmian Rumah Tenun Mutiara Songket di di Gampong Krueng Kalee, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, pada Sabtu 20 Juli 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Dekranasda Aceh meresmikan Rumah Tenun Mutiara Songket di Gampong Krueng Kalee, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, pada Sabtu (20/7/2024). 

Peresmian ini merupakan bagian dari program sosial Bank Indonesia yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh.

Dalam sambutannya, Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto menyampaikan bahwa pihaknya melihat potensi yang sangat besar pada sektor UMKM di Aceh.

“UMKM sangat penting bagi ekonomi karena banyak nilai tambah ekonominya, dan setelah kami lihat, di Aceh Besar ini banyak sekali potensinya, salah satunya adalah Mutiara Songket ini,” ujar Rony.

Peresmian rumah tenun ini bukan hanya sekedar peresmian bangunan, tetapi juga bentuk apresiasi Bank Indonesia terhadap kontribusi UMKM dalam perekonomian Aceh. 

“Namun, seringkali kontribusi UMKM dalam Produk Domestik Bruto (PDB) tidak sebanding dengan banyaknya pelaku UMKM,” ungkap Rony.

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi UMKM, Bank Indonesia fokus pada tiga hal utama. Pertama, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Kedua, mendorong pembentukan kelembagaan UMKM agar lebih kuat dan berkelanjutan. Ketiga, mempermudah akses UMKM terhadap pembiayaan.

“Program sosial Bank Indonesia ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dan berkembang lebih besar,” tutup Rony.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Aceh Mellani Subarni juga menekankan pentingnya melestarikan dan mengembangkan tenun songket. Menurutnya, songket tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga potensi ekonomi yang sangat besar.

“Karena songket memiliki nilai yang tinggi, sehingga dengan diresmikan Rumah Tenun Mutiara Songket ini dapat meningkatkan sumber ekonomi baru bagi sektor UMKM Aceh,” harap Mellani.

Mellani juga berharap agar fasilitas yang ada di Rumah Tenun Mutiara Songket dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengrajin. Dengan demikian, produktivitas dan kualitas songket Aceh dapat terus ditingkatkan.

“Atas nama Dekranasda Aceh kami mengapresiasi komitmen BI dalam meningkatkan produk songket di Aceh, terimakasih atas dedikasi dan kontribusinya, semoga dengan resminya rumah tenun ini dapat meningkatkan sumber ekonomi Aceh,” tuturnya.

Reporter: Rezi

Kesbangpol Aceh Salurkan Bendera Merah Putih untuk SDN Terpencil di Aceh Besar

0
Kesbangpol Aceh Salurkan Bendera Merah Putih untuk SDN Terpencil di Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Kepala Badan Kesbangpol Aceh melalui Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Dedy Andrian, SE.,MM membagikan 100 lembar Bendera Merah Putih kepada Guru, Siswa-siswi SDN. Tgk Chiek Eumpe Awee dan perwakilan Warga Gampong Atong, Kec. Montasik, Aceh Besar, Sabtu (20/7/2024).

Pembagian Bendera dilakukan dalam Rangka menyambut HUT Ke-79 NKRI 17 Agustus 2024, dijadwal bendera akan berkibar serentak mulai 1 Agustus 2024 di seluruh Indonesia.

Dedy Adrian yang turut didampingi didampingi Nera Gustika, S.STP.,MM, Analis Kebijakan Ahli Muda, Kesbangpol Aceh,daoam sambutannya mengatakan, semangat cinta akan tanah air dan perjuangan Kemerdekaan Indonesia harus tetap digelorakan dan ditanamkan dalam benak Generasi Muda sejak dini, terutama kepada Siswa-siswi sebagai penerus bangsa.

“Semangat perjuangan kemerdekaan harus terus disebarkan pada generasi muda,” kata Dedy.

Sementara Kepala SDN. Tgk Chiek Eumpe Awee Monasari, S.Pd., M.Pd menyampaikan lterimakasih atas Perhatian Pemerintah Aceh melalui Badan Kesbangpol Aceh bersama SKPA lainnya yang telah memberikan Bendera Merah Putih di sekolah.

” Siswa-siswi kami disini sangat antusias menerima Bendera Baru untuk menyambut HUT Ke-79 NKRI pada 17 Agustus 2024,” ujar Monasari. .

Untuk diketahui, Badan Kesbangpol Aceh menerima 7.500 Bendera Merah Putih dari SKPA dilingkungan Pemerintah Aceh untuk kldidistribusikan kepada Masyarakat di lokasi-lokasi strategis dan Komunitas-komunitas maupun Forum-forum Kemitraan Pemerintah Aceh.

Progres saat ini, 2.500 lembar Bendera Merah Putih telah terdistribusikan, dan sisanya sebanyak 5.000 lembar ditargetkan akan terdistribusikan secara tuntas sebelum pada 1 Agustus 2024.

Kaban Kesbangpol Aceh Dedy Yuswadi, AP, telah mengintruksikan kepada Jajarannya agar melakukan percepatan pendistribusian Bendera Merah Putih sebelum tanggal 1 Agustus 2024, sebagai bentuk mensukseskan HUT Ke-79 NKRI.

Kegiatan Penyerahan Bendera Merah Putih ditutup dengan Foto Bersama, semua Siswa-siswi SDN. Tgk Chiek Eumpe Awee dan beberapa perwakilan Warga Gampong Atong, Kec. Montasik, Aceh Besar.

Editor: Akil

Indonesia Dorong Negara ASEAN Terapkan Metode Monitoring Hutan untuk Turunkan Deforestasi

0
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Dida Migfar Ridha usai pembukaan ASOF27. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Bogor – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia mendorong negara-negara ASEAN untuk mengadopsi metode Indonesia dalam memonitoring kawasan hutan dan menurunkan deforestasi. Harapan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari KLHK, Dida Migfar Ridha, usai pembukaan Twenty-Seventh ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF27) di Vimala Hills, Bogor, Kamis (18/7/2024).

“Kami menyampaikan bahwa Indonesia telah melaksanakan action plan selama periode Presiden Joko Widodo. Kami telah menunjukkan kinerja yang signifikan, termasuk penurunan emisi dan angka deforestasi. Hingga tahun 2023, kita telah berhasil menurunkan angka deforestasi,” ujar Dida.

Pernyataan ini disampaikan dalam ASOF27, yang berlangsung selama dua hari pada 18-19 Juli 2024. Dida menambahkan bahwa metode monitoring hutan dan upaya penurunan deforestasi Indonesia akan dibagikan kepada negara-negara ASEAN lainnya dalam forum tersebut.

“Pengalaman Indonesia dalam menurunkan angka deforestasi, terutama pada situasi El Nino tahun lalu, akan menjadi topik utama yang kami bagikan dalam pertemuan ini,” lanjut Dida.

Metode monitoring hutan Indonesia dan upaya penurunan deforestasi telah diakui oleh organisasi internasional World Resources Institute (WRI).

“Pengakuan ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki kinerja yang baik dalam hal deforestasi. Sebelumnya, terdapat perbedaan angka deforestasi antara klaim Indonesia dan organisasi internasional, namun kini angkanya sudah seragam dan diakui secara internasional,” jelas Dida.

Harapan KLHK, negara-negara ASEAN dapat mengikuti jejak Indonesia dalam menerapkan metode yang sama untuk memudahkan pengukuran monitoring hutan di kawasan ASEAN.

“Dengan metode ini, kita bisa menyamakan standar internasional. Harapan kami, negara-negara ASEAN dapat mengikuti langkah Indonesia sehingga tren penurunan deforestasi diakui secara internasional,” kata Dida.

Dida menegaskan bahwa Indonesia siap berbagi metodologi yang kompatibel dengan standar internasional kepada negara-negara ASEAN. “Kami ingin standar ini diterapkan di seluruh negara ASEAN agar tren penurunan deforestasi dapat diakui secara global,” pungkasnya.

Editor: Akil

Dikpol dan Pelantikan DPW Muda Seudang Aceh Selatan: Langkah Baru Menuju Kesejahteraan dan Kemajuan

0
Pengurus DPP Muda Seudang Aceh, Bahagia S.E. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | TapaktuanDewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Seudang Kabupaten Aceh Selatan menggelar kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) dan pelantikan pengurus baru pada Sabtu malam, (20/7/2024), bertempat di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Aceh Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPW Partai Aceh (PA) Aceh Selatan, Adi Samrinda, Wakil Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Selatan, serta Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muda Seudang Aceh, Agam Nur Muhajir, S.IP. Hadir pula Pengurus Muda Seudang Aceh, anggota DPRK Aceh Selatan dari fraksi Partai Aceh, Panglima Sagoe, serta tamu undangan lainnya.

Bahagia, S.E, dalam kapasitasnya sebagai pengurus DPP Muda Seudang Aceh menyampaikan harapan besar terhadap Muda Seudang sebagai kekuatan baru di Aceh Selatan.

“Dengan adanya Muda Seudang di Aceh Selatan, kami berharap dapat meningkatkan elektabilitas Partai Aceh dan melahirkan pemuda-pemuda yang tidak hanya memahami ideologi ke-Acehan tetapi juga dapat memperjuangkan hak-hak Aceh di masa depan. Semoga kita dapat bekerjasama dan terus membangun kekompakan untuk kemajuan Aceh,” ujarnya penuh semangat.

Muda Seudang, yang telah berdiri sejak 2019, merupakan organisasi sayap Partai Aceh yang berfokus pada wadah pergerakan, pembelajaran, dan perjuangan aspirasi politik untuk pemuda, mahasiswa, santri, dan pelajar.

“Pelantikan ini adalah momentum penting untuk meningkatkan peran serta pemuda dan mahasiswa di Aceh Selatan. Kami berharap ini menjadi dorongan untuk bersama-sama memperjuangkan implementasi MoU Helsinki serta pembangunan yang memberikan kesejahteraan hakiki bagi masyarakat Aceh Selatan,” kata Bahagia.

Pelantikan ini diharapkan tidak hanya menambah semangat para pemuda, tetapi juga memperkuat komitmen mereka dalam berkontribusi pada pengembangan Aceh Selatan. Seiring dengan semangat baru yang dibawa oleh Muda Seudang, harapan akan terwujudnya perubahan positif dan kemajuan yang berkelanjutan semakin mendekati kenyataan.

Editor: Akil

KIP Aceh Utara Gelar Training Of Trainer: Memastikan Kepatuhan Kode Etik Pilkada 2024

0
KIP Aceh Utara Gelar TOT Penanganan Pelanggaran Kode Etik Kepada PPK di Aula Hotel Diana Lhokseumawe. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara mengadakan Training Of Trainer (TOT) terkait penanganan pelanggaran kode etik, perilaku, dan fakta integritas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024. Acara ini berlangsung di Aula Hotel Diana, Kota Lhokseumawe, dengan dihadiri oleh berbagai pihak yang berkompeten.

Empat pemateri utama hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya adalah Zulfikar, SH., MH, komisioner KIP Aceh Utara yang membidangi Divisi Hukum dan Pengawasan. Selain Zulfikar, hadir juga Abdullah dari Panwaslih Aceh Utara, Teuku Kemal Fasya dari Akademi Universitas Malikussaleh, dan Maida Safrina, Ketua Dewan Balai Syura Ureung Inong Aceh wilayah Aceh Utara. Moderasi acara dilakukan oleh Awaluddin Arifin.

Dalam kesempatan ini, Zulfikar, Plh Ketua KIP Aceh Utara, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman badan ad hoc di tingkat kecamatan, khususnya Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Setiap kecamatan diwakili oleh dua peserta, yaitu ketua dan anggota PPK yang membidangi Pokja Divisi Hukum dan SDM. Setelah pelatihan ini, mereka akan menjadi tutor bagi penyelenggara di tingkat desa, yaitu Panitia Pemungutan Suara (PPS),” jelas Zulfikar.

Pelatihan ini juga membahas penanganan pelanggaran kode etik dan perilaku, serta fakta integritas yang mencakup undang-undang tindak pidana kekerasan seksual. “Kami berharap peserta yang hadir dapat menyebarluaskan pengetahuan ini kepada anggota lain, agar semua pihak tetap menjaga kode etik dan terhindar dari penyalahgunaan kewenangan,” tegas Zulfikar.

Dengan adanya TOT ini, KIP Aceh Utara berupaya memastikan bahwa proses Pilkada 2024 berjalan dengan penuh integritas dan transparansi, serta menghindari potensi pelanggaran yang dapat merusak kredibilitas pemilihan umum di daerah tersebut.

Editor: Akil

BMKG: Suhu di Banda Aceh Capai 38 Derajat Celcius

0
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pinterest)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memprakirakan suhu Udara di Banda Aceh dan sekitarnya bisa mencapai 38 derajat Celcius. Forecaster on Duty BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda, Budi Hutasoit mengatakan suhu Udara yang tinggi terjadi karena telah memasuki musim kemarau yang normalnya terjadi pada bulan Juli dan Agustus.

Dia menambahkan, sinar ultraviolet (UV) di Aceh dalam dua hari terakhir sudah masuk dalam kategori bahaya sedang hingga sangat tinggi, terutama saat menuju siang hari. Suhu tertinggi di Banda Aceh tercatat pada Jumat (19/7/2024) kemarin.

Dilansir dari laman resmi BMKG, prakiraan suhu Udara beberapa kabupaten/kota i Aceh untuk Minggu (21/7/2024) besok yaitu di Banda Aceh yang berkisar 25-37 derajat Celcius, kemudian Aceh Utara dengan suhu 26-34 derajat Celcius, Langsa 26-33 derajat Celcius, Bireuen 25-33 derajat Celcius, Lhokseumawe 25-33 derajat Celcius, Pidie dan Pidie Jaya yang masing-masing 25-33 derajat Celcius, dan Aceh Besar 22-33 derajat Celcius.

Kemudian Aceh Singkil dengan suhu 26-32 derajat Celcius, Aceh Barat Daya 23-32 derajat Celcius, Aceh Selatan 22-32 derajat Celcius, Aceh Timur 27-32 derajat Celcius, Nagan Raya 23-32 derajat Celcius, Subulussalam 22-32 derajat Celcius, Simeulue 28-32 derajat Celcius, dan Sabang dengan suhu mencapai 29-32 derajat Celcius.

MBKG mengimbau masyarakat agar lebih waspada, tidak membakar sampah sembarangan dan meninggalkan api di lahan-lahan kosong yang mudah terbakar karena berpotensi besar terjadinya kebakaran hutan dan lahan. []

Reporter: Sammy

BPN Aceh Besar Serahkan Sertifikat Tanah KUA Pulo Aceh

0
Plh Kakankemenag Aceh Besar Khalid Wardana menerima sertifikat tanah KUA Pulo Aceh dari BPN. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Besar resmi menyerahkan sertifikat tanah untuk Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pulo Aceh pada Jumat, 19 Juli 2024. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Kepala Seksi Dokumentasi/PHP, Cut Marwan, dan diterima oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Besar, Khalid Wardana, di ruang kerja BPN, Kota Jantho.

Penyerahan sertifikat ini merupakan langkah penting setelah BPN sebelumnya menyerahkan sertifikat serupa untuk KUA Kecamatan Ingin Jaya pada 27 Juni 2024. Khalid Wardana menjelaskan bahwa pada tahun 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar telah menghibahkan tiga lokasi tanah untuk Kementerian Agama Republik Indonesia (RI), yang di atasnya berdiri kantor KUA, yaitu di Ingin Jaya, Pulo Aceh, dan Kuta Malaka.

“Alhamdulillah, dua lokasi, yakni Ingin Jaya dan Pulo Aceh, telah memiliki sertifikat. Namun, proses sertifikasi tanah untuk KUA Kuta Malaka belum dapat dilanjutkan karena adanya kendala terkait sertifikat induk milik Pemkab Aceh Besar yang keberadaannya belum diketahui,” ungkap Khalid, yang juga menjabat sebagai Kasubbag TU Kemenag Aceh Besar.

Khalid menambahkan bahwa untuk Kecamatan Pulo Aceh, Kementerian Agama saat ini telah memiliki dua lokasi tanah KUA yang bersertifikat. Pihaknya menargetkan, pada tahun 2025, akan terwujud pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji untuk KUA Pulo Aceh yang akan didanai dari Sumber Dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara).

“Dengan adanya sertifikat tanah ini, kami berharap pelayanan di bidang keagamaan akan lebih optimal di kawasan Kepulauan terluar dan terdepan ini,” pungkas Khalid.

Penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan administrasi dan infrastruktur keagamaan, terutama di daerah-daerah yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

Editor: Akil

Diduga Jual Orang Utan Sumatera, Tiga Pria Aceh Tamiang Ditangkap

0
Ilustrasi orang utan sumatra. (Foto: Dok. BBKSDA Sumut)

NUKILAN.id | Kualasimpang — Ketiga pria di Aceh Tamiang harus merasakan dinginnya jeruji besi setelah ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam perdagangan ilegal orang utan Sumatera. Penangkapan ini dilakukan pada Kamis malam, 18 Juli 2024, oleh personel Unit Tipidter Satreskrim Polres Aceh Tamiang.

Ketiga pelaku berinisial MS (39), MI (24), dan RB (33) diciduk saat membawa seekor orang utan yang disembunyikan dalam tas. Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang melaporkan adanya individu dengan satwa dilindungi yang diduga akan diperjualbelikan. Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, AKP Rifki Muslim, menjelaskan, “Laporan masyarakat tentang keberadaan orang utan yang akan dijual memicu penyelidikan kami.”

Penyelidikan polisi berfokus pada seorang pria yang terlihat mencurigakan dengan membawa tas punggung berwarna cokelat di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru. Saat tas tersebut diperiksa, ditemukan seekor orang utan di dalamnya. Diduga kuat, pelaku berniat mengantar satwa dilindungi tersebut kepada pembeli.

Polisi saat ini mengamankan ketiga pelaku bersama barang bukti orang utan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polres Aceh Tamiang. Mereka dikenakan Pasal 40 Ayat 2, Pasal 21 Ayat 2 huruf a dan c dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Kasat Reskrim Rifki menambahkan, “Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan perdagangan satwa liar ini.” Penangkapan ini menjadi pengingat pentingnya upaya konservasi dan perlindungan terhadap satwa liar yang terancam punah.

Editor: Akil

Polisi Amankan Terduga Pelaku Perampasan di Aceh Timur

0
Ilustrasi Buronan. (Foto: Solopos)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku perampasan dengan kekerasan terhadap Mulyadi, 21 tahun, warga Desa Paya Biek, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Insiden ini terjadi pada Rabu, 19 Juni 2024. Usaha tersebut membuahkan hasil dengan tertangkapnya satu orang terduga pelaku berinisial AH, 19 tahun, warga Desa Seuneubok Peunteut, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur.

AH berhasil diamankan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Idi Rayeuk, Polres Aceh Timur, Polda Aceh pada Kamis, 18 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB di area Gedung Idi Sport Center (ISC).

Kapolsek Idi Rayeuk, AKP Teuku Syahril, mengungkapkan bahwa penangkapan AH dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai keberadaan AH di ISC. “Kami mendapatkan informasi bahwa AH sedang berada di ISC, kemudian anggota kami langsung bergerak ke lokasi,” ujar Syahril pada Jumat, 19 Juli 2024.

Menurut Syahril, AH diamankan saat sedang duduk di bawah pohon di sekitar ISC. “Setelah dipastikan identitasnya, AH langsung kami amankan dan dibawa ke Polsek Idi Rayeuk untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Kapolsek juga menjelaskan bahwa dari empat terduga pelaku perampasan, dua orang sudah berhasil diamankan, termasuk AH. “Masih ada dua pelaku lainnya yang sedang dalam pengejaran,” tegasnya.

Kasus perampasan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian di Aceh Timur. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika mengetahui informasi terkait keberadaan para pelaku yang masih buron.

Dalam insiden perampasan ini, Mulyadi mengalami trauma dan kehilangan sejumlah barang berharga. Kepolisian berharap dengan tertangkapnya para pelaku, dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan menegakkan keadilan bagi korban.

Kasus ini masih dalam pengembangan, dan kepolisian berjanji akan terus berupaya menangkap semua pelaku yang terlibat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Editor: Akil