Beranda blog Halaman 1012

Karhutla di Aceh Barat Masih Berlanjut, Tim Gabungan Terus Berjuang Memadamkan Api

0
Karhutla di Aceh Barat Masih Berlanjut, Tim Gabungan Terus Berjuang Memadamkan Api. (Foto: BPBD)

NUKILAN.id | Meulaboh – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Aceh Barat belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Titik api terus bermunculan, memaksa tim gabungan untuk bekerja keras memadamkan kebakaran tersebut.

Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh Barat, Naharudin, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan berbagai unsur lainnya untuk mengatasi kebakaran ini.

“Personel dari KPH Wilayah IV Aceh juga melakukan pemadaman di sejumlah lokasi Karhutla dengan kolaborasi bersama BPBD, TNI, Polri, dan semua yang terlibat,” ujarnya melalui Fahurazi, Sabtu (27/7/2024).

Naharudin juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan atau kebun. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut dapat memicu Karhutla, terutama di tengah cuaca panas dan musim kemarau yang sedang melanda saat ini.

Selama proses pemadaman, tim gabungan menghadapi berbagai tantangan, termasuk lokasi karhutla yang terpencar dan jauh dari sumber air, sehingga menyulitkan upaya pemadaman.

Karhutla yang melanda wilayah Aceh Barat dan sejumlah kabupaten lainnya di Aceh telah berlangsung sejak 17 Juli 2024. BPBD mencatat sekitar 11,59 hektar lahan telah terbakar hingga saat ini.

Tim gabungan yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk KPH, BPBD, TNI, dan Polri, terus berupaya memadamkan api dan mengendalikan penyebaran titik api agar tidak meluas lebih jauh.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekitar agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Editor: Akil

Panitia ‘Pesta Rakyat’ Banda Aceh Bantah Langgar Aturan, Klaim Sudah Koordinasi dengan MPU

0
Surat arahan dari MPU Banda Aceh kepada panitia penyelenggara 'Pesta Rakyat' dan konser musik yang dilaksanakan di lapangan Blang Padang Banda Aceh 26-30 Juli 2024. (Foto: Dok. Panitia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panitia penyelenggara kegiatan ‘Pesta Rakyat’ di lapangan Blang Padang Banda Aceh menegaskan bahwa mereka telah mengikuti seluruh prosedur perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Izin dan rekomendasi telah diperoleh mulai dari tingkat Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Satpol PP-WH, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banda Aceh, hingga surat arahan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh.

“Kami selaku penyelenggara event, sudah mengikuti semua aturan dan tidak ada yang dilanggar untuk kegiatan ‘Pesta Rakyat’ juga termasuk pelaksanaan konser,” ujar Arry Putranto, EO dari Nibiru Production dan Komunitas Mobil Kopi Aceh kepada wartawan di sebuah kafe kawasan Setui Banda Aceh, Sabtu malam (27/7/2024).

Arry juga membantah tudingan bahwa kegiatan tersebut ditentang oleh pihak MPU. Menurutnya, panitia telah berkoordinasi dengan MPU sebelum acara dimulai. MPU Banda Aceh telah memberikan arahan melalui surat Nomor: 451/82/2024 tanggal 27 Juni 2024, yang ditandatangani oleh Ketua MPU Banda Aceh, Tgk H Muhammad Sufi Harun.

Dalam surat tersebut, MPU Kota Banda Aceh menyatakan bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan keramaian. Namun, sesuai fungsinya, MPU dapat memberikan nasihat dan bimbingan berdasarkan ajaran Islam sebagaimana disebutkan dalam pasal (5) Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2009.

MPU Kota Banda Aceh mengarahkan penyelenggara untuk berpedoman pada Keputusan MPU Aceh Nomor 6 Tahun 2003 tentang Syarat-syarat Keramaian dan Fatwa MPU Aceh Nomor 12 tahun 2013 tentang Seni Budaya dan Hiburan dalam Pandangan Syariat Islam. Semua tahapan, aspek, dan kegiatan harus sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh. Panitia dan pemain juga diminta untuk menjaga dan menghormati adat istiadat Aceh serta kearifan lokal.

MPU Kota Banda Aceh juga menekankan bahwa panitia pelaksana harus bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban kegiatan. Tembusan surat MPU Banda Aceh ini juga disampaikan kepada Pj Wali Kota Banda Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kasatpol PP/WH Kota Banda Aceh, dan Kepala KPPTSP Kota Banda Aceh.

“Jadi, untuk kegiatan ‘Pesta Rakyat’ dan konser di Blang Padang, kita sudah berkoordinasi dan mengikuti arahan MPU Kota Banda Aceh,” tegas Arry.

Dalam kesempatan yang sama, Sales Area Manager Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Surya Suganda, menegaskan bahwa ‘Pesta Rakyat My Pertama’ bukanlah acara yang diselenggarakan oleh Pertamina, namun pihaknya menjadi salah satu sponsor utama dalam kegiatan yang juga melibatkan UMKM tersebut. Surya menyatakan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan panitia penyelenggara event agar mematuhi kearifan lokal dan aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Editor: Akil

Selamat! Dosen Universitas Teuku Umar Raih Hibah Pendanaan KATALIS 2024

0
Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pertanian, Universitas Teuku Umar, Dr. Rahmat Pramulya, S.TP., M.M. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Meulaboh – Universitas Teuku Umar berhasil mencatatkan namanya dalam lampiran keputusan dirjen diktiristek tertanggal 26 Juli 2024, nomor manual.230/E5/DT.05.00/2024 Perihal Pengumuman Penerima Pendanaan Program Kolaborasi Penelitian Strategis (KATALIS) Tahun Anggaran 2024 yang ditanda tangani oleh Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, M. Faiz Syuaib. Ialah Dosen Fakultas Pertanian yang juga Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pertanian, Universitas Teuku Umar, Dr. Rahmat Pramulya, S.TP., M.M dinyatakan lolos menjadi penerima pendanaan program Kolaborasi Penelitian Strategis (KATALIS) tahun Anggaran 2024.

Rahmat Pramulya diketahui merupakan satu-satunya dosen dari Universitas Teuku Umar yang lulus. Saat dikonfirmasi oleh Humas UTU, Dr. Rahmat menyampaikan rasa syukur, dan berterimakasih atas support yang diberikan oleh pimpinan.

“Alhamdulillah, Barakallahu. Terima kasih atas dukungan Rektor, Ibu Ketua dan Sekretaris LPPM-PMP. Keberhasilan ini dipersembahkan untuk UTU. Semoga berkontribusi untuk Kemajuan UTU, Inspirasi dan Referensi Agro and Marine Industry,” kata Dr. Rahmat kepada Nukilan.id, Minggu (28/7/2024).

Ia menyebutkan, risetnya yang berjudul “Pengembangan Model agroforestri kopi Arabika Gayo berbasis perhutanan sosial dan berketahanan iklim” masuk dalam konsorsium “Model Holistik Agroforestri Kopi Nusantara (Arabika dan Robusta) Berketehanan Iklim dan berbasis Komunitas (CiCoFest Coffee Models)”.

Dalam konsorsium ini, UTU bergabung dengan tiga PTN lainnya. “Alhmdulillah, kita bergabung dengan Universitas Jember, Universitas Borneo Tarakan dan Universitas Padjajaran” pungkasnya

Sementara itu, Rektor UTU, Prof Dr Ishak Hasan, M.Si menyampaikan selamat dan rasa bangganya atas pencapaian Dr Rahmat Pramulya tersebut. Prof Ishak  berharap akan terbina kolaborasi baru dan jaringan kerja sama riset yang lebih luas.

“Keberhasilan Dr Rahmat Pramulya dalam meraih pendaan Kolaborasi Penelitian Strategis (KATALIS), kita harapkan mampu memperluas jejaring UTU, sehingga dapat terbuka peluang kerja sama akademik lainnya,” kata Prof Ishak

Gunakan kesempatan ini, di samping untuk peningkatan kompetensi riset yang bersangkutan, tentunya kami juga berharap dapat memperluas kemitraan riset maupun akademik UTU dengan perguruan tinggi lainnya” ungkap Prof Ishak.

Sebagai informasi, Program Kolaborasi Penelitian Strategis (KATALIS) adalah penelitian dalam bentuk konsorsium yang terdiri dari 3-4 tim peneliti dari perguruan tinggi yang berbeda. Skema baru ini dihadirkan untuk mendukung kegiatan penelitian kolaborasi bagi dosen di Indonesia.

Tim penelitian yang dibentuk kemudian akan berkolaborasi dengan tim penelitian lain. Kolaborasi ini diharapkan bisa mendorong kegiatan penelitian kolaborasi, baik secara nasional maupun internasional.

Reporter: Adwina Pakeh

UMKM Aceh Bersinar di Pesta Rakyat Banda Aceh

0
UMKM Aceh Bersinar di Pesta Rakyat Banda Aceh. (Foto: AMANAH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) memamerkan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaannya di Pesta Rakyat yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, dari 26 hingga 30 Juli 2024. Gelaran tersebut dibuka meriah di dekat pintu masuk acara, menarik perhatian banyak pengunjung.

Co-Founder Gula Joek Aceh, Hana Abelia Putri, menyampaikan harapannya terkait program Amanah. “Saya berharap melalui Amanah ini, yang pertama, meningkatkan pengetahuan dan kapasitas saya dalam berwirausaha. Selain itu, saya juga membutuhkan wadah untuk menampung ide-ide saya untuk membantu mengembangkan usaha Gula Joek Aceh ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (28/7).

Sebanyak 36 produk UMKM unggulan dipamerkan, salah satunya Gula Joek Aceh. Hana menjelaskan bahwa produknya dapat menjadi pemanis pengganti gula pasir, cocok untuk campuran air kopi, teh seduh, maupun bahan makanan seperti kue.

“Gula Joek Aceh berasal dari kata ‘joek’ yang dalam Bahasa Aceh artinya aren. Produk ini adalah gula semut aren, yang dijadikan pemanis pengganti gula pasir dalam bentuk serbuk,” jelas Hana. Ia menambahkan, produknya memiliki cita rasa manis dengan aroma khas gula aren, serta lebih rendah kalori dibandingkan pemanis lainnya. Berdasarkan penelitiannya, gula aren hanya memiliki 35 indeks glikemik (IG), lebih rendah dari gula kelapa (60 IG) dan gula tebu (90 IG).

Selain rendah kalori, gula aren juga mengandung antioksidan tinggi sehingga aman untuk penderita diabetes dan kolesterol tinggi. Hana juga menyoroti pentingnya kemasan dalam menjaga kualitas gula aren. “Gula aren yang beredar di Banda Aceh kebanyakan masih dikemas secara tradisional dengan daun pisang, yang memengaruhi kualitasnya,” katanya. Menurutnya, kemasan tradisional membuat gula cepat meleleh dan masa kedaluwarsanya hanya satu hingga dua pekan.

Namun, Gula Joek Aceh dikemas dengan bahan paper metallic yang dilengkapi dengan zipper, menjadikannya tahan terhadap paparan sinar matahari dan memperpanjang masa kedaluwarsanya hingga enam bulan setelah dibuka.

Hana menceritakan bahwa usahanya bermula dari tugas kuliah di jurusan kimia Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. “Kami memilih proyek yang terbuat dari olahan aren, menggabungkan ilmu kimia dan enterpreneur,” jelasnya. Sejak 2022, produknya telah dijual di Aceh hingga Makassar dan sering mengikuti berbagai pameran tingkat nasional. Ia yakin pemasarannya bisa lebih luas dengan bantuan Amanah.

Di tenda UMKM Amanah, pengunjung juga dapat membeli produk unggulan lainnya dari berbagai kategori seperti kuliner, fesyen, kriya, body care, dan healthy care. Produk-produk tersebut antara lain Berpala, Cilfood, Na Craft Aceh, Cachanda, Semprong Aceh, Aliya Cake, Troe Thad, Mpokdi, Nyakmi, TSR Coffee, Lasefa, Rajut Lova, Krintang, WHY.U, Mona Gallery Souvenir, Kedai Kaos Aceh, Nakusuka, Putroe Food, dan Mozaik.

Selain itu, terdapat juga Nozy, Kalila VCO, Parfum Amanah, Inovac, Ceecay, Atsirina, All In Signature, DJ Cake n Cookies, Emping Meutuwah, Alika Mecca, Dhians Strap, Wonder Meal, Yasmeen Herbs Milk Tea, dan ND Natural.

Editor: Akil

Kepsek Dukung Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Pelatihan Guru di Aceh

0
Kantor dinas pendidikan aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Para kepala sekolah (kepsek) di Aceh mendukung penuh upaya penegak hukum untuk mengusut dugaan kasus korupsi dalam pelatihan guru yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh.

“Agar Disdik Aceh bersih dari orang-orang beracun,” ujar seorang kepala sekolah yang tidak ingin disebutkan namanya, Sabtu (27/7/2024).

Menurut kepala sekolah tersebut, campur tangan penegak hukum merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan kesewenang-wenangan dan arogansi oknum pejabat Disdik yang selama ini seolah-olah sangat berkuasa.

“Kasihan pendidikan anak-anak Aceh yang dirusak oleh oknum yang sebenarnya tidak memahami esensi pendidikan,” ujarnya.

Sumber tersebut menolak untuk diungkap identitasnya karena khawatir akan mendapatkan tekanan atau ancaman dari atasan. Saat menghubungi Redaksi KabarAktual.id, kepsek ini menyatakan sangat setuju jika kasus dugaan korupsi tersebut diusut tuntas.

“Jangan kendur, harus terus ditekan. Saya siap mendukung,” ujarnya.

Pernyataan ini seakan memberikan dukungan moral kepada institusi penegak hukum, mengingat sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banda Aceh, Suhendri, menyatakan harus berhati-hati dalam memeriksa kasus ini. “Kasus ini menyangkut penyelenggaraan pendidikan dan guru,” kata Suhendri.

Namun, Suhendri menegaskan bahwa jika nanti terbukti ada indikasi pidana, maka kasus ini akan tetap dilanjutkan.

“Proses pemeriksaan masih berjalan. Kalau terbukti, apa boleh buat,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (25/7/2024).

Setelah mencuatnya informasi mengenai pemeriksaan empat pejabat Disdik Aceh terkait dugaan korupsi dalam pelaksanaan Diklat guru dan tenaga kependidikan, dukungan mulai berdatangan dari berbagai pihak. Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), Samsuardi, juga menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Kejari.

Samsuardi bahkan menduga bahwa penyimpangan tidak hanya terjadi pada penggunaan anggaran, tetapi juga pada substansi kewenangan penyelenggaraan Diklat yang dinilainya hanya sebagai pemborosan uang negara.

“Bidang GTK bukan lembaga Diklat. Jadi, tidak punya kewenangan melaksanakan pelatihan,” ujarnya.

Editor: Akil

Focus Group Discussion BEM Nusantara dan AMANAH: Dorong Peningkatan UMKM di Aceh

0
Focus Group Discussion BEM Nusantara dan AMANAH. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh BEM Nusantara bekerja sama dengan AMANAH (Aneuk Muda Aceh Hebat Unggul) sukses dilaksanakan pada Jumat, 26 Juli 2024, di Plenary Hall Universitas Ubudiyah Indonesia. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Universitas Ubudiyah Indonesia dan dihadiri oleh narasumber dari berbagai bidang, termasuk Kabid Operasi dan UMKM serta akademisi dari Universitas Ubudiyah Indonesia.

Muhammad Khalis, Koordinator Daerah BEM Nusantara, melalui Bendahara Daerah BEM Nusantara Aceh, M. Arif, menyatakan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan untuk meningkatkan peran UMKM dan menyadarkan mahasiswa tentang pentingnya UMKM dalam menekan inflasi yang terjadi selama pandemi Covid-19. “Dengan adanya kegiatan FGD ini, diharapkan UMKM di Aceh dapat bangkit kembali,” ujar Arif.

Arif juga menambahkan bahwa mahasiswa perlu mengubah mindset mereka yang selama ini berpikir untuk bekerja setelah lulus kuliah. “Ke depannya, mahasiswa harus berpikir untuk menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Acara ini dihadiri oleh 100 peserta dari kalangan mahasiswa Banda Aceh dan Aceh Besar, organisasi kepemudaan, paguyuban, serta barisan pemuda. Selain itu, perwakilan dari Institut Pemerintahan Aceh juga turut hadir. Ketua Panitia Pelaksana, M. Rizky Hernanda, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dan pemuda dalam meningkatkan UMKM di Provinsi Aceh.

Soraya Lestari, S.E., M.Se., seorang akademisi yang menjadi narasumber, menyampaikan kepada peserta FGD bahwa tantangan besar akan datang di era digitalisasi yang berkembang pesat. “Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus satu langkah lebih maju dalam menghadapi perkembangan digitalisasi,” ujarnya.

Soraya juga menekankan pentingnya UMKM untuk bertransformasi dari sistem offline menuju digitalisasi agar dapat meningkatkan pendapatan. “Peran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam proses ini,” tutupnya.

Editor: Akil

B8C Dukung Hasanuddin, Kandidat Wali Kota Banda Aceh 2024

0
Hasanuddin menerima surat dukungan dari Ketua Umum B8C Wilayah Aceh, Jamaluddin. (Foto: Dok. pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum Barisan Delapan Center (B8C) Wilayah Aceh, Jamaluddin, menyatakan bahwa organisasinya siap mendukung Hasanuddin sebagai calon Wali Kota Banda Aceh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banda Aceh 2024 yang akan berlangsung November mendatang. Menurut Jamaluddin, Hasanuddin adalah figur yang dibutuhkan oleh masyarakat kota saat ini.

“Kota ini butuh dipimpin oleh sosok Hasanuddin. Dia mengingatkan kita pada sosok ayahanda Mawardi Nurdin yang tidak hanya cerdas dan peka, namun juga punya keberanian untuk mengeksekusi sebuah kebijakan,” ujar Jamaluddin, Sabtu, 27 Juli 2024.

Dukungan B8C ini disampaikan Jamaluddin langsung kepada Hasanuddin. Ia menegaskan bahwa mereka siap berkontribusi untuk memenangkan Hasanuddin pada Pilkada Banda Aceh 2024. Jamaluddin menjelaskan bahwa rekam jejak Hasanuddin menjadi alasan utama mereka dalam menentukan pilihan pada pilkada kali ini.

“Hasanuddin bekerja dengan sangat baik sebagai kepala dinas dan pelaksana tugas Wali Kota Banda Aceh. Menduduki jabatan tiga kepala dinas di Pemerintah Aceh pada periode tertentu jelas bukan hal mudah. Hasanuddin membuktikan bahwa dia bisa bekerja, baik sebagai pembantu gubernur juga sebagai pemimpin pemerintahan saat ditunjuk menjadi pelaksana tugas wali kota,” jelas Jamaluddin.

Jamaluddin juga menyampaikan bahwa anggota organisasinya berharap Hasanuddin kelak, jika terpilih menjadi wali kota, benar-benar menjawab kebutuhan warga kota yang sejak lama tidak memiliki teladan kepemimpinan. Jamaluddin yakin Hasanuddin dapat membawa kemajuan dan menjadikan kota etalase Aceh ini lebih baik dan nyaman.

Hasanuddin sendiri menyambut baik dukungan ini dan mengucapkan terima kasih kepada B8C. Ia mengatakan memiliki banyak program yang dapat mendorong kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup warga kota. Menurut Hasanuddin, membangun kota adalah urusan penting.

“Tapi yang lebih penting adalah memastikan seluruh infrastruktur yang ada itu dapat dirawat dan dijaga oleh warga kota. Itu hanya bisa dilakukan jika warga kota ini berdaya, sehat, dan berpendidikan,” kata Hasanuddin.

Dengan dukungan dari B8C, Hasanuddin semakin optimis dalam menghadapi Pilkada Banda Aceh 2024 dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Banda Aceh.

Editor: Akil

DLHK Aceh Hadapi Tantangan Berat dalam Cegah dan Tangani Karhutla

0
Plh Kepala DLHK Aceh, Muhammad Daud. (Foto: DLHK Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Muhammad Daud, mengungkapkan upaya maksimal yang telah dilakukan pihaknya dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aceh. Namun, sejumlah tantangan besar masih dihadapi, termasuk sulitnya menjangkau lokasi kebakaran dan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar yang masih terjadi.

“Sejak awal tahun, kami sudah memprediksi bahwa potensi Karhutla di Aceh akan sangat tinggi, terutama pada bulan Juni hingga Agustus. Ini sesuai dengan prediksi BMKG yang menyebutkan musim kemarau tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Muhammad Daud kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Banda Aceh, Jumat (26/7/2024).

Menurut Daud, DLHK Aceh telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, termasuk sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami juga melakukan pemantauan titik panas secara rutin menggunakan teknologi satelit,” ujarnya.

Dalam upaya penanggulangan Karhutla, DLHK Aceh bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan masyarakat. Meski demikian, tantangan besar tetap ada, seperti lahan gambut yang mudah terbakar dan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, terutama di daerah-daerah pedalaman.

“Peralatan pemadam kebakaran yang kami miliki masih terbatas, terutama untuk menangani kebakaran lahan gambut,” tambah Daud.

Lebih lanjut, Daud menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil beberapa langkah penting untuk mengatasi masalah Karhutla secara jangka panjang, termasuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kami mendorong masyarakat untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan yang tidak merusak lingkungan,” jelasnya.

DLHK Aceh juga memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Daud berharap dengan upaya bersama ini, masalah Karhutla di Aceh dapat segera teratasi dan lingkungan hidup dapat terjaga dengan baik.

“Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga kelestarian hutan dan lahan di Aceh,” tutupnya.

Editor: Akil

Relawan Aneuk Muda Mualem Aceh Selatan Siap Menangkan Calon Bupati Usungan Partai Aceh

0
Marwan S.Pj,, sekretaris wilayah Aneuk Muda Mualem Aceh Selatan. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Anak muda yang tergabung dalam Relawan Aneuk Muda Mualem Wilayah Aceh Selatan menyatakan siap mendukung dan memenangkan calon bupati yang diusung oleh Partai Aceh (PA). Dukungan ini dilandasi oleh semangat anak muda yang peduli terhadap perkembangan daerah.

“Siapapun kandidat bupati yang didukung oleh PA nanti, kami berharap dapat mensejahterakan dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujar Marwan S.Pj, pemuda kelahiran Trumon sekaligus sekretaris wilayah Aneuk Muda Mualem Aceh Selatan.

Marwan menyatakan kesiapannya untuk berjuang dan bekerja semaksimal mungkin meyakinkan masyarakat bahwa kandidat bupati yang didukung oleh Partai Aceh adalah pilihan yang tepat.

“Kita mengapresiasi seleksi DPP Partai Aceh terhadap calon kepala daerah yang dilakukan secara profesional. Tidak hanya menguji elektabilitas melalui lembaga survei yang kredibel, namun juga menguji kapabilitas dengan melibatkan para ahli,” tutur Marwan.

Menurut Marwan, proses seleksi yang dilakukan oleh Partai Aceh sangat berpedoman pada hasil survei, kekuatan internal, kapabilitas, dan loyalitas para calon.

“Saya yakin kandidat yang mendapatkan ‘golden tiket’ dari Partai Aceh telah melalui proses seleksi yang ketat dan profesional,” tambahnya.

Marwan berharap semua calon nantinya dapat menerima keputusan dengan lapang dada dan siap mendukung kandidat yang terpilih untuk kemajuan Aceh Selatan.

Editor: Akil

Dipimpin Prof Ishak, UTU Raih Penghargaan IKU 3 Kemendikbudristek

0

NUKILAN.id | Meulaboh – Universitas Teuku Umar mendapatkan penghargaan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2024 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penghargaan atas pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) disalurkan dalam bentuk insentif menggunakan anggaran tahun 2024 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) yang didasari pada penilaian kinerja tahun 2023.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 110/E/KPT/2024 tentang Penghargaan Capaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Tahun 2023, UTU meraih penghargaan keunggulan IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus)

Penghargaan atas capaian terbaik 1 Nasional pada liga IKU (Indikator Kinerja Utama) 3 Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN Satker)  dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi diterima oleh Rektor UTU Prof Dr Ishak Hasan, M.Si yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie di Grand Ballroom Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Jumat (19/7) malam.

Rektor UTU Prof Ishak menyampaikan bahwa IKU ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam mengevaluasi kinerja perguruan tinggi di Indonesia dan mengukur kemajuan yang telah dicapai, karena dapat membantu mengevaluasi sejauh perguruan tinggi telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Sistem pengukuran ini membantu perguruan tinggi untuk memperbaiki diri perguruan tinggi di masa depan dalam berbagai bidang, termasuk akademik, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan pengelolaan keuangan sehingga dapat menghasilkan kebijakan strategis dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional” Jelas Prof Ishak

Rektor mengatakan capaian yang didapat oleh UTU berkat kerja keras, kerja cerdas serta kerja tuntas dari seluruh jajaran pimpinan dan sivitas akademika UTU. “Alhamdulillah, UTU meraih prestasi yang membanggakan dalam pencapaian IKU Liga PTN Satker dengan meraih dana insentif sebesar 2,8 Milyar, dan UTU juga berhasil meraih juara 1 IKU 3 untuk kategori PTN Satker dan berhak membawa pulang insenstif sebesar 500 juta rupiah,” kata Prof Ishak Hasan.

Prof. Ishak di kesempatan yang sama juga tidak lupa menyampaikan apresiasinya atas semua pihak yang sudah mendukung UTU, baik itu civitas akademika dan warga kampus UTU sendiri, seluruh stakeholder terkait.

IKU-3 merupakan alat ukur yang diperkenalkan untuk mengevaluasi kinerja perguruan tinggi berdasarkan keberhasilan dalam menerapkan dosen berkegiatan di luar kampus, sehingga aktivitas dosen tidak hanya di dalam kampus sendiri. Melainkan juga di luar kampus seperti mencari pengalaman industri sekaligus mengajar di kampus lain.

Terdapat 8 indikator kinerja utama sesuai keputusan Mendikbud Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri dan LLDIKTI. Indikator-indikator tersebut adalah: pertama, Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak; kedua, Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus; ketiga, Dosen Berkegiatan di Luar Kampus; keempat, Praktisi Mengajar di Dalam Kampus; kelima, Hasil Kerja Dosen digunakan oleh masyarakat; keenam, Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia; ketujuh, Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif; dan kedelapan, Program Studi Berstandar Internasional.

Indikator-indikator ini menjadi standar penilaian untuk menentukan perguruan tinggi terbaik yang berpeluang mendapatkan persentase BOPTN yang lebih besar dibanding perguruan tinggi yang belum mencapai IKU.

Reporter: Aduwina Pakeh