Beranda blog Halaman 1006

Main Judi Online di Warkop, Tujuh Nelayan di Banda Aceh Ditangkap Polisi

0
Empat tersangka judi online yang ditangkap polisi. (Foto: Dok Polresta Banda Aceh)

Nukilan.id – Tujuh orang nelayan ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh lantaran bermain judi online di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Rabu (31/7/2024).

Kapolresta Banda Aceh melalui Kasatreskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama mengatakan, setelah ditangkap, tujuh orang tersebut kemudian ibawa ke Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ketujuh pria tersebut diamankan petugas beserta barang bukti berupa ponsel dan akun judi online,” ujar Kompol Fadillah, Rabu (31/7/2024).

Dari tujuh orang tersebut, kata Fadillah, empat di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dengan bukti ponsel dan aku slot judi online, yaitu Mul (38) warga Bireuen, AR (34) warga Banda Aceh, EM (28) warga Aceh Besar, dan AZ (35) warga Pidie.

Sementara tiga orang lainnya diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pembinaan karena tidak melarang temannya yang bermain judi online.

“Mereka adalah para nelayan yang pendapatan sehari-hari dihabiskan untuk bermain judi online, sangat disayangkan. Kita amankan mereka untuk memberikan efek jera,” kata Fadillah.

Empat orang tersangka ini akan dijerat dengan Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Polresta Banda Aceh, kata Fadillah, akan melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait tindak pidana ini. []

Reporter: Sammy

Refleksi Peringatan Hari Persahabatan Internasional Tahun 2024

0
Benny Syuhada. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Opini – Setiap tahunnya, tanggal 30 Juli diperingati sebagai Hari Persahabatan Internasional. Peringatan ini tidak hanya menjadi momen penting untuk merayakan ikatan yang kita miliki dengan sahabat-sahabat terdekat, tetapi juga sebagai refleksi tentang pentingnya persahabatan dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis. Pada tahun 2024, peringatan ini terasa semakin relevan mengingat dinamika global yang penuh tantangan dan perubahan.

Makna dan Sejarah Hari Persahabatan Internasional

Makna Hari Persahabatan Internasional

Hari Persahabatan Internasional dirayakan setiap tahun pada tanggal 30 Juli. Peringatan ini memiliki makna yang sangat mendalam, baik di tingkat individu maupun komunitas global. Berikut adalah beberapa aspek penting dari makna Hari Persahabatan Internasional:

Menghargai Hubungan Antarpribadi

Hari Persahabatan Internasional mengingatkan kita akan pentingnya hubungan antarpribadi dalam kehidupan sehari-hari. Persahabatan memberikan dukungan emosional, kebahagiaan, dan rasa keterikatan yang sangat penting untuk kesejahteraan mental dan emosional.

Memperkuat Tali Silaturahmi

Peringatan ini menjadi momen untuk memperkuat tali silaturahmi dengan sahabat lama dan baru. Ini adalah kesempatan untuk merayakan hubungan yang telah terjalin dan untuk memperbaharui komitmen kita terhadap sahabat-sahabat kita.

Mempromosikan Perdamaian dan Kesatuan

Di tingkat global, Hari Persahabatan Internasional berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan perdamaian, kesatuan, dan pemahaman antarbudaya. Persahabatan antarbangsa dan antarbudaya dapat membantu mengatasi prasangka, diskriminasi, dan konflik.

Menumbuhkan Empati dan Toleransi

Hari Persahabatan Internasional mengajak kita untuk menumbuhkan empati dan toleransi. Dengan memahami dan menghargai perspektif orang lain, kita dapat membangun dunia yang lebih inklusif dan harmonis.

Sejarah Hari Persahabatan Internasional

Sejarah Hari Persahabatan Internasional bermula dari berbagai upaya di seluruh dunia untuk merayakan dan menghargai pentingnya persahabatan. Berikut adalah beberapa tonggak penting dalam sejarah peringatan ini:

Asal Mula di Paraguay

Gagasan awal untuk merayakan Hari Persahabatan Internasional pertama kali muncul di Paraguay pada tahun 1958. Dr. Artemio Bracho, seorang dokter dari Paraguay, memprakarsai gerakan untuk menjadikan tanggal 30 Juli sebagai hari untuk merayakan persahabatan di seluruh dunia. Gerakan ini dikenal sebagai Cruzada Mundial de la Amistad (Gerakan Persahabatan Dunia).

Pengakuan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa

Pada tanggal 27 April 2011, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menetapkan tanggal 30 Juli sebagai Hari Persahabatan Internasional. Resolusi ini disahkan dengan tujuan untuk mempromosikan perdamaian, pemahaman antarbudaya, dan solidaritas antarbangsa. PBB menyadari bahwa persahabatan antarbangsa, antarbudaya, dan antarindividu dapat menjadi alat yang efektif untuk mengatasi berbagai tantangan global.

Tujuan dan Sasaran PBB

Penetapan Hari Persahabatan Internasional oleh PBB bertujuan untuk meningkatkan dialog antarbudaya, memperkuat ikatan sosial, dan mempromosikan nilai-nilai persahabatan sebagai cara untuk mencapai perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. PBB mengajak pemerintah, organisasi internasional, dan kelompok masyarakat untuk mengadakan kegiatan dan acara yang mempromosikan persahabatan.

Perayaan di Berbagai Negara

Sejak pengakuan oleh PBB, Hari Persahabatan Internasional telah dirayakan di berbagai negara dengan berbagai cara. Sekolah, komunitas, dan organisasi non-pemerintah sering mengadakan acara khusus, seperti pertemuan, diskusi, dan kegiatan sukarela, untuk merayakan hari ini dan mempromosikan nilai-nilai persahabatan.

Pentingnya Persahabatan di Tengah Dinamika Global

  1. Persahabatan sebagai Jembatan Budaya

Dalam dunia yang semakin terhubung, persahabatan memainkan peran penting sebagai jembatan antarbudaya. Melalui persahabatan, kita dapat belajar menghargai dan memahami perbedaan budaya, agama, dan pandangan hidup. Pengalaman ini memperkaya perspektif kita dan membantu mengurangi prasangka serta stereotip yang sering kali menjadi sumber konflik.

  1. Menghadapi Krisis Bersama

Tahun 2024 telah menunjukkan kepada kita betapa pentingnya solidaritas di tengah krisis global. Dari pandemi hingga perubahan iklim, tantangan yang kita hadapi memerlukan kerjasama dan dukungan satu sama lain. Persahabatan menawarkan dukungan emosional dan moral yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi masa-masa sulit.

  1. Memperkuat Jaringan Sosial

Jaringan sosial yang kuat sangat penting untuk kesejahteraan individu dan masyarakat. Persahabatan membantu membangun jaringan ini dengan menyediakan platform untuk berbagi informasi, sumber daya, dan kesempatan. Dalam konteks profesional, persahabatan juga dapat membuka pintu menuju kolaborasi dan inovasi.

Menguatkan Persahabatan di Era Digital

  1. Komunikasi Virtual

Era digital telah mengubah cara kita berinteraksi. Teknologi memungkinkan kita untuk tetap terhubung dengan sahabat-sahabat kita meskipun terpisah oleh jarak geografis. Platform media sosial, panggilan video, dan pesan instan memberikan berbagai cara untuk mempertahankan hubungan persahabatan.

  1. Keberlanjutan Hubungan

Meskipun teknologi memudahkan komunikasi, keberlanjutan hubungan tetap memerlukan usaha. Penting untuk meluangkan waktu dan perhatian dalam menjaga kontak secara rutin. Mengirim pesan singkat, menelepon, atau mengadakan pertemuan virtual secara berkala dapat membantu menjaga ikatan tetap kuat.

  1. Autentisitas dalam Interaksi Digital

Di balik layar, keautentikan tetap menjadi kunci dalam membangun hubungan yang mendalam. Penting untuk tetap jujur dan terbuka dalam berkomunikasi, meskipun dilakukan secara virtual. Kepercayaan dan kejujuran adalah fondasi dari setiap persahabatan yang langgeng.

Persahabatan dan Kesehatan Mental

  1. Dukungan Emosional

Persahabatan memberikan dukungan emosional yang sangat berharga. Sahabat adalah tempat kita berbagi perasaan dan pengalaman, baik suka maupun duka. Dukungan ini sangat penting untuk kesehatan mental kita, terutama di saat-saat penuh tekanan.

  1. Mengurangi Stres

Interaksi sosial yang positif dengan sahabat dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Tertawa bersama, berbicara tentang masalah, dan mendapatkan dukungan dari sahabat dapat membuat kita merasa lebih tenang dan terkendali.

  1. Rasa Kebersamaan

Persahabatan memberikan rasa kebersamaan dan mengurangi perasaan kesepian. Di era di mana banyak orang merasa terisolasi meskipun dikelilingi oleh teknologi, memiliki sahabat yang peduli dapat memberikan rasa keterikatan yang sangat berarti.

Peran Persahabatan dalam Pendidikan dan Pertumbuhan Pribadi

  1. Pembelajaran Sosial

Melalui persahabatan, kita belajar banyak tentang interaksi sosial. Kita belajar tentang kompromi, empati, dan bagaimana bekerja sama dengan orang lain. Pelajaran ini sangat penting untuk perkembangan pribadi dan sosial kita.

  1. Dukungan Akademik dan Profesional

Sahabat juga bisa menjadi sumber dukungan dalam bidang akademik dan profesional. Mereka dapat memberikan nasihat, berbagi sumber daya, dan memberikan dorongan untuk mencapai tujuan kita. Persahabatan yang kuat sering kali mendorong kita untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi.

  1. Pengembangan Diri

Persahabatan memungkinkan kita untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri. Melalui dukungan dan dorongan sahabat, kita bisa mengeksplorasi minat dan bakat kita, serta mendorong diri untuk tumbuh dan berkembang.

Membangun dan Merayakan Persahabatan

  1. Menghargai Keberagaman

Merayakan persahabatan berarti menghargai keberagaman. Kita harus terbuka untuk menjalin persahabatan dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Keberagaman dalam persahabatan memberikan perspektif yang kaya dan memperkaya pengalaman hidup kita.

  1. Mengadakan Acara Komunitas

Mengadakan acara komunitas yang mempromosikan persahabatan bisa menjadi cara yang efektif untuk merayakan Hari Persahabatan Internasional. Acara seperti pertemuan, piknik, atau kegiatan sukarela dapat membantu mempererat hubungan dalam komunitas.

  1. Menyebarkan Kebaikan

Persahabatan yang sejati sering kali dilandasi oleh kebaikan. Menyebarkan kebaikan dalam tindakan sehari-hari, baik itu membantu sahabat yang sedang kesulitan atau hanya memberikan dukungan moral, adalah cara yang efektif untuk memperkuat ikatan persahabatan.

Kesimpulan

Hari Persahabatan Internasional tahun 2024 adalah momen yang tepat untuk merenungkan dan merayakan nilai-nilai persahabatan. Di tengah tantangan global yang kita hadapi, persahabatan menawarkan harapan, dukungan, dan solusi. Persahabatan tidak hanya penting di tingkat individu, tetapi juga dalam konteks global, di mana hubungan antarbangsa dan antarbudaya dapat membantu menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis.

Mari kita gunakan Hari Persahabatan Internasional ini sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan kita dengan sahabat-sahabat kita, merayakan keberagaman, dan membangun jembatan persahabatan yang lebih luas. Dengan melakukan hal ini, kita berkontribusi pada dunia yang lebih baik dan lebih bersatu.

Oleh: Benny Syuhada (Duta Damai BNPT RI Regional Aceh)

9 Kontestan Semakin Memanas dan Siap Tampil Maksimal di Kontes Swara Bintang ‘Duel Bintang’

0
9 Kontestan Semakin Memanas dan Siap Tampil Maksimal di Kontes Swara Bintang ‘Duel Bintang’. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Jakarta – Kini telah tersisa 9 kontestan yang akan bersaing di sengitnya panggung Kontes Swara Bintang 2024 untuk menunjukkan kualitas mereka dihadapan para juri dan mencuri hati pemirsa untuk menjadi yang terbaik.

MNCTV menayangkan secara langsung Kontes Swara Bintang ‘Duel Bintang’ pada Rabu, 31 Juli 2024, pukul 21.00 WIB. Acara dipandu oleh host Ayu Ting Ting, Ramzi, dan Rian Ibram.

Pada episode minggu lalu (24/7/2024), Qanty (Bandung) dan Desty (Palembang) harus terhenti perjuangan mereka di Kontes Swara Bintang 2024,

Kini telah tersisa 9 kontestan yang akan tampil adalah Siska (Sidoarjo), Gita (Lumajang), Sindy (Lampung), Naila (Tasikmalaya), Wina (Semarang), Lidya (Muara Teweh), Nabila (Medan), Vanny (Bandung), dan Kiky (Makassar). Para kontestan akan dibagi menjadi dua tim, yakni tim Mansyur S & Iis Dahlia dan tim Inul Daratista & Iyeth Bustami.

Tim Mansyur S & Iis Dahlia berisikkan 5 kontestan, yakni Sindy (Lampung), Siska (Sidoarjo), Vanny (Bandung), Naila (Tasikmalaya), dan Wina (Semarang). Sedangkan, 4 kontestan lainnya tergabung dalam tim Inul Daratista & Iyeth Bustami, yakni Nabila (Medan), Lidya (Muara Teweh), Gita (Lumajang), dan Kiky (Makassar).

Jangan lewatkan Kontes Swara Bintang ‘Duel Bintang’ tayang setiap Rabu, pukul 21.00 WIB hanya di MNCTV Selalu di Hati.

Editor: Akil

Kejaksaan Tinggi Aceh Tangkap Terpidana Korupsi Setelah 8 Tahun Masuk DPO

0
Petugas kejaksaan mengapit terpidana yang sempat DPO sejak 2016 dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan rumah bantuan korban konflik di Aceh Tengah. (Foto: Humas Kejati Aceh)

BUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh berhasil menangkap Jemelah Aman Safii, seorang terpidana tindak pidana korupsi yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2016. Penangkapan dilakukan di rumahnya di Kampung Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa (30/7) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, menjelaskan bahwa Jemelah Aman, yang kini berusia 78 tahun, merupakan mantan Kepala Kampung Arul Badak. Ia menjadi buronan Kejaksaan Negeri Aceh Tengah setelah dijatuhi putusan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia pada 2016.

“Jemelah Aman ditangkap di rumahnya dan bersikap kooperatif tanpa perlawanan,” ujar Ali Rasab Lubis. Terpidana langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tengah untuk pemeriksaan administrasi dan kesehatan sebelum dieksekusi ke Rutan Takengon untuk menjalani hukuman.

Jemelah Aman dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp60 juta, subsidair dua bulan penjara. Ia juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp114 juta terkait kasus korupsi pembangunan rumah bantuan korban konflik pada Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tengah tahun anggaran 2006. Jika tidak membayar, terpidana akan menjalani hukuman tambahan selama satu tahun.

Ali Rasab menambahkan bahwa Jemelah Aman pernah melarikan diri ke luar Provinsi Aceh, dan penangkapannya dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Penangkapan ini dipimpin oleh Asisten Intelijen Kejati Aceh, Mukhzan.

“Kejati Aceh mengimbau kepada semua terpidana yang masuk DPO untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan putusan pengadilan,” kata Ali Rasab. “Penangkapan ini merupakan komitmen Kejati Aceh dalam menegakkan hukum dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.”

Penangkapan Jemelah Aman menunjukkan tekad Kejati Aceh dalam memberantas buronan dan menegakkan keadilan di Aceh.

Editor: Akil

Peningkatan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Aceh Pasca Operasi Patuh Seulawah 2024

0
Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy. (Foto: Dirlantas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mengungkapkan adanya sejumlah temuan signifikan terkait kondisi lalu lintas di Aceh setelah evaluasi Operasi Patuh Seulawah 2024. Dalam evaluasi tersebut, ditemukan bahwa pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan yang mencolok.

Menurut Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, terdapat kenaikan jumlah pelanggaran lalu lintas sebesar 37 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini tampak dari bertambahnya jumlah teguran, tilang, serta penggunaan tilang elektronik (ETLE) baik yang bersifat statis maupun mobile.

“Kenaikan ini terlihat jelas dari meningkatnya jumlah teguran, tilang, dan pemanfaatan ETLE. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai pelanggaran lalu lintas mulai meningkat,” ungkap Iqbal dalam keterangannya di Banda Aceh.

Namun, meski upaya penegakan hukum diperketat, data menunjukkan kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas yang cukup signifikan, yakni sebesar 55 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini juga disertai dengan lonjakan jumlah korban luka ringan yang melonjak sebesar 136 persen.

“Kami akan melakukan analisis mendalam terhadap data kecelakaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya,” lanjutnya.

Iqbal mengidentifikasi beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan kecelakaan, termasuk volume kendaraan yang terus meningkat, kondisi infrastruktur jalan yang belum optimal, serta kesadaran masyarakat yang masih rendah mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Kami akan terus meningkatkan efektivitas kegiatan lalu lintas dengan memperkuat upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Penegakan hukum akan diperketat, terutama dengan pemanfaatan teknologi seperti ETLE, untuk memberikan efek jera kepada pelanggar,” tegasnya.

Pihak Ditlantas Polda Aceh berkomitmen untuk terus mengoptimalkan upaya keselamatan berlalu lintas demi menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

Editor: Akil

Nikmatnya Es Campur di Tengah Cuaca Terik Kota Banda Aceh

0
Es Campur. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Terik matahari Banda Aceh yang menyengat sering kali membuat warga mencari pelepas dahaga yang segar. Salah satu pilihan favorit adalah Es Campur yang dijual di Kedai “Es Campur Pohon”, yang terletak di samping Gedung Mal Pelayanan Publik Kota Banda Aceh. Kedai ini menyajikan es campur khas Aceh dengan dua varian yang menggugah selera, yakni es campur original dan es campur ketan.

Dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp 10.000 per porsi, pelanggan bisa menikmati kesegaran es campur yang menjadi favorit banyak orang. Pelanggan juga diberi kebebasan untuk memilih apakah es serutnya akan dipisah atau disatukan dengan bahan lainnya, memberikan fleksibilitas sesuai selera masing-masing.

“Es campur di sini memang segar banget, apalagi kalau panas-panas begini. Saya biasanya pesan es campur original, karena rasanya benar-benar khas Aceh,” ujar Rina, salah satu pelanggan, kepada Nukilan.id, Rabu (31/7/2024)

Tidak hanya Rina, kedai ini juga menjadi pilihan banyak orang dari berbagai kalangan. Andi, seorang pekerja di kantor pemerintahan yang sering mampir ke kedai ini setelah jam kerja, mengungkapkan kesukaannya pada varian es campur ketan.

“Saya suka es campur ketan karena teksturnya unik dan rasanya lebih kaya. Selain itu, harganya sangat terjangkau untuk porsi yang cukup besar. Ditambah lagi, kita bisa pilih mau es serutnya dipisah atau disatukan, jadi sesuai selera masing-masing,” kata Andi.

Kedai Es Campur Pohon tidak hanya menawarkan rasa yang nikmat tetapi juga suasana yang nyaman. Tempatnya yang strategis di pertigaan samping Mal Pelayanan Publik Kota Banda Aceh membuatnya mudah dijangkau oleh siapa saja yang ingin menikmati segarnya es campur di tengah cuaca panas Banda Aceh.

Dengan keunikan dan kelezatannya, Kedai Es Campur Pohon terus menjadi pilihan utama warga Banda Aceh dalam melepas dahaga. Jadi, jika Anda sedang berada di Banda Aceh, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kesegaran es campur khas Aceh ini. (XRQ)

Reporter: Akil

Penerbangan Perdana Umrah Musim 1446 H dari Aceh Diresmikan, Masyarakat Aceh Kini Bisa Berangkat Langsung dari Bandara SIM

0
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, yang didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Ahmad Yani, mengapresiasi terlaksananya penerbangan perdana umrah musim 1446 H bersama Garuda Indonesia (GI) Group. Penerbangan ini langsung berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh menuju Jeddah.

“Alhamdulillah, ini adalah sebuah pencapaian besar yang patut kita syukuri dan banggakan. Terselenggaranya penerbangan perdana umrah musim 1446 H bersama Garuda Indonesia Group yang langsung berangkat dari Banda Aceh menuju Jeddah memudahkan masyarakat Aceh karena penerbangannya langsung dari Bandara SIM Aceh,” ungkap Azhari, Senin (29/7/2024).

Azhari juga mengapresiasi PT Beutari BTJ Aviasi sebagai pencharter penerbangan umrah Garuda Indonesia Group. Upaya dan komitmen yang diberikan telah memastikan penerbangan ini berjalan lancar dan sukses.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan penerbangan ini,” ujarnya usai seremonial pembukaan penerbangan umrah Garuda Indonesia Group oleh Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah SE MSi di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Azhari berharap upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh untuk keberangkatan umrah langsung dari Aceh terus berlanjut dan semakin meningkat di masa mendatang.

Kementerian Agama Aceh akan melakukan pengawasan dan monitoring secara ketat terhadap penyelenggaraan umrah. Kemenag Aceh memastikan bahwa seluruh prosedur dan layanan yang diberikan oleh agen travel sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Langkah ini diambil untuk melindungi hak-hak jamaah dan memastikan bahwa mereka mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan baik dalam penyelenggaraan umrah, terutama para travel agen dan mitra penerbangan. Kerjasama yang solid ini sangat penting untuk keberhasilan program-program yang dijalankan,” tegasnya.

Dengan penerbangan langsung ini, masyarakat Aceh kini memiliki akses yang lebih mudah dan cepat untuk melaksanakan ibadah umrah, sebuah kemajuan yang diharapkan akan membawa manfaat besar bagi seluruh masyarakat.

Editor: Akil

Kontingen KSM Kota Subulussalam Siap Bertarung di Tingkat Provinsi

0
Kontingen KSM Kota Subulussalam Siap Bertarung di Tingkat Provinsi. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kontingen peserta Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kota Subulussalam resmi diberangkatkan ke Banda Aceh pada Senin, 29 Juli 2024, setelah acara pelepasan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Subulussalam, H. Marwan Z. S.Ag., M.M., dalam apel pagi di kantor Kemenag setempat.

Para peserta KSM, yang didampingi oleh pembimbing masing-masing sekolah, telah dipersiapkan secara fisik dan mental untuk menghadapi ujian tingkat provinsi. Mengingat perjalanan dari Subulussalam ke Banda Aceh yang memakan waktu sekitar 12 jam, diharapkan para peserta menjaga stamina agar dapat fokus dalam menjalani ujian.

Pembukaan KSM tingkat Provinsi Aceh akan dilaksanakan di MTsN 1 Banda Aceh pada Selasa, 30 Juli 2024. Acara ini akan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., yang juga akan meluncurkan Gerakan Lima Belas Menit (Limit) Bersama Alqur’an, serta Gerakan Madrasah dan KUA Bersih, Sehat, Indah, dan Asri (Gemarku Berseri).

Sebanyak 20 peserta dari Kota Subulussalam, yang terdiri dari peserta individu dan beregu dari madrasah serta sekolah umum, akan bersaing dengan peserta dari kabupaten dan kota lain untuk meraih tiket ke KSM tingkat Nasional di Ternate, Maluku Utara. Ujian tingkat provinsi ini akan dilaksanakan di tiga lokasi: MTsN 1, MTsN 2, dan MAN 1 Banda Aceh.

H. Marwan Z. S.Ag., M.M., yang baru saja kembali dari ibadah haji, berharap agar peserta KSM Kota Subulussalam dapat berkompetisi hingga ke tingkat nasional. “Semoga peserta KSM Kota Subulussalam dapat mengharumkan nama Kota Sada Kata dan bisa berangkat ke Ternate. Dengan tekad yang kuat dan fokus untuk meraih juara, insya Allah anak-anak kami mampu menjuarai tingkat nasional seperti siswi kami, Nia Sastri Candra Maharaja, yang masuk 30 besar nasional dalam Proposal MYRES tahun 2024,” ujarnya.

Peserta KSM Kota Subulussalam dijadwalkan mengikuti simulasi pada Rabu, 31 Juli 2024, dan ujian tingkat provinsi akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Selamat berjuang siswa-siswi kebanggaan Kota Subulussalam. Semoga perjuangan ini membuahkan hasil maksimal dan meraih gelar juara untuk Bumi Syech Hamzah Fansuri.

Editor: Akil

Luthfi Arkan: Pustakawan SMKN 1 Banda Aceh yang Inspiratif

0
Pustakawan SMKN 1 Banda Aceh yang Inspiratif, Luthfi Arkan. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tokoh – SMKN 1 Banda Aceh dikenal bukan hanya karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena perpustakaannya yang hidup dan inspiratif. Sosok di balik transformasi ini adalah Luthfi Arkan, seorang pustakawan yang telah mengubah wajah perpustakaan sekolah menjadi pusat literasi yang dinamis.

Awal Perjalanan

Luthfi Arkan memulai perjalanan akademisnya di jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Setelah lulus kuliah, Luthfi bekerja di Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh. Saat masih kuliah, ia bergabung dengan salah satu komunitas kerelawanan. Ia pernah berpartisipasi dalam kegiatan Child Care Program di Takengon dan Program Pustaka Damai di Pulau Aceh, sehingga memperkaya pengalamannya dalam mengelola dan mempromosikan kegiatan literasi.

Bergabung dengan SMKN 1 Banda Aceh

Pada tahun 2020-2021, Luthfi memutuskan untuk mengikuti tes CPNS dan berhasil lolos. Pertengahan tahun 2022, ia ditempatkan di SMKN 1 Banda Aceh sebagai pustakawan.

“Ketika pertama kali saya melihat kondisi perpustakaan, fasilitasnya sudah sangat mendukung. Gedung besar, smart TV, ruang pendingin, CCTV – semuanya lengkap. Namun, kegiatan perpustakaan masih sangat minim,” ungkap Luthfi.

Menghidupkan Perpustakaan

Luthfi segera berkomunikasi dengan pihak sekolah dan pustakawan lainnya untuk mencari cara menghidupkan perpustakaan. Salah satu inisiatif awalnya adalah mengadakan kegiatan resensi buku dan pojok literasi di setiap kelas. Siswa diminta untuk membuat pojok literasi di kelas mereka, yang kemudian dinilai oleh tim pustakawan dan guru.

“Saya ingin perpustakaan ini lebih dari sekadar tempat meminjam buku. Saya ingin menciptakan lingkungan yang mendorong budaya literasi,” jelas Luthfi.

Upayanya berlanjut dengan program pemilihan Duta Literasi pada tahun 2023, di mana setiap jurusan di sekolah mendelegasikan sepasang siswa untuk mengikuti lomba tersebut. Proses pemilihannya mencakup pembuatan CV, ujian tertulis, dan presentasi tentang promosi perpustakaan serta komitmen mereka sebagai duta literasi.

Tantangan dan Solusi

Tidak semua perjalanan Luthfi berjalan mulus. Dia juga dihadapkan pada tantangan dalam mengidentifikasi kegiatan yang sesuai untuk dilakukan di perpustakaan, yang cocok dengan audiens atau targetnya. Namun, dia tidak menyerah. Untuk mengatasi hal tersebut, dia pertama-tama meminta pendapat dari guru dan siswa untuk mengetahui kegiatan yang tepat. Setelah mendapat masukan tersebut, baru kemudian dia merancang proposal kegiatan.

Dukungan dari siswa juga sangat membantu. Sahabat Literasi, sebuah tim yang dibentuk dari peserta Duta Literasi, sangat aktif dalam membantu berbagai kegiatan perpustakaan.

“Mereka bahkan rela menyisihkan uang sendiri untuk mendukung kegiatan literasi. Ini sangat menginspirasi,” tambah Luthfi.

Aktivitas Sehari-hari

Sebagai pustakawan, tugas utama Luthfi tidak hanya mengelola koleksi buku, tetapi juga melayani kebutuhan informasi siswa. Ia dan timnya selalu siap membantu siswa mencari buku atau informasi yang mereka butuhkan.

“Kami berusaha menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan. Kami ingin siswa merasa seperti di rumah sendiri saat berada di perpustakaan,” ujarnya.

Selain itu, perpustakaan SMKN 1 Banda Aceh dilengkapi dengan akses internet, memungkinkan siswa untuk mengakses informasi digital. Luthfi juga menginisiasi pembuatan media sosial perpustakaan untuk mempromosikan kegiatan dan menarik minat siswa.

“Kami memposting setiap kegiatan perpustakaan di Instagram. Selain informasi seputar perpustakaan, kami juga membagikan konten mengenai ilmu pengetahuan, seperti cara belajar efektif, tips presentasi yang baik, cara mengatasi kecanduan handphone, dan topik lainnya,” kata Luthfi.

Masa Depan Perpustakaan

Keberhasilan Luthfi tidak hanya diukur dari jumlah buku yang dipinjam, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan literasi. Festival Literasi Sekolah, misalnya, adalah salah satu kegiatan yang hampir setiap tahun diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Setiap sekolah mengirimkan salah satu perwakilan siswa terbaik dalam literasi untuk mengikuti ajang perlombaan tersebut.

“Kami ingin perpustakaan ini menjadi pusat literasi, tempat di mana siswa bisa belajar dan berkreasi,” kata Luthfi dengan penuh semangat.

Selain itu, baru-baru ini SMK Negeri 1 Banda Aceh meraih Juara Harapan 1 dalam Lomba Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Terbaik tingkat Provinsi Aceh tahun 2024.

Harapan Luthfi untuk masa depan perpustakaan adalah terus meningkatkan promosi dan kerjasama dengan komunitas lokal.

“Kami ingin membuat lebih banyak kegiatan dan lomba yang melibatkan siswa dan masyarakat. Semakin banyak orang yang terlibat, semakin hidup perpustakaan ini,” tambahnya.

Inspirasi dari Sosok Luthfi Arkan

Perjuangan dan dedikasi Luthfi Arkan dalam menghidupkan perpustakaan SMKN 1 Banda Aceh menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan semangat dan kreativitasnya, ia telah berhasil mengubah perpustakaan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan dan bermanfaat bagi semua.

“Literasi adalah jendela dunia. Saya ingin membuka jendela itu untuk sebanyak mungkin orang,” tutup Luthfi dengan senyum.

Luthfi Arkan adalah contoh nyata bagaimana seorang pustakawan dapat membuat perbedaan besar dalam komunitasnya. Perpustakaan bukan lagi tempat yang sepi dan membosankan, tetapi menjadi pusat kegiatan yang penuh dengan energi dan kreativitas. Semoga langkah-langkah inspiratif Luthfi dapat menginspirasi lebih banyak pustakawan untuk menghidupkan perpustakaan di seluruh Indonesia. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah

Sigupai Mambaco: Menyulam Cinta Literasi di Aceh Barat Daya

0
Sigupai Mambaco: Menyulam Cinta Literasi di Aceh Barat Daya. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Feature – Di suatu desa yang subur di Aceh Barat Daya, sebuah inisiatif luar biasa telah mengubah cara anak-anak dan masyarakat desa mengakses pengetahuan, yakni Sigupai Mambaco. Didirikan oleh Nita Juniarti, lulusan Sejarah Kebudayaan Islam yang memiliki visi besar untuk meningkatkan literasi di tanah kelahirannya. Sigupai Mambaco, nama yang mengandung makna mendalam dari kata “Sigupai” sebagai varietas padi lokal yang harum di Aceh Barat Daya, dan “Mambaco” dalam bahasa Anuek Jame yang berarti membaca, telah menjadi titik terang bagi literasi di tengah komunitas pedesaan.

Berawal dari Membawa Buku ke Pelosok

Perjalanan Sigupai Mambaco dimulai dari sebuah visi sederhana namun kuat, yang dicetuskan oleh Nita Juniarti, lulusan Sejarah Kebudayaan Islam yang tergerak untuk mengubah realitas literasi di desa-desa. Saat itu, Nita yang masih duduk di bangku perkuliahan mengawali perjalanan ini dengan membawa buku dalam ranselnya ke daerah-daerah terpencil sekitar Banda Aceh pada tahun 2015. Awalnya dihadapkan dengan tantangan dan keraguan, namun antusiasme masyarakat terhadap Pustaka Ransel yang mereka bawa membuktikan bahwa kebutuhan akan akses literasi di pelosok Aceh sangat besar.

Dari Pustaka Ransel ke Taman Baca Warga Desa

Pada tahun 2016, setelah menjalani pengabdian di Sulawesi, Nita terinspirasi oleh inisiatif sejenis yang dilakukan oleh komunitas lokal di sana. Ia lalu bertekad mendirikan taman baca untuk warga desa pertamanya. Bersama adiknya, Randa Zahrial, mereka merintis Sigupai Mambaco pada 7 Januari 2018. Hingga saat ini, Sigupai Mambaco telah mengumpulkan lebih dari 1.500 buku, dengan donasi terus mengalir dari berbagai pihak seperti pemerintah dan perusahaan swasta. Ini tidak hanya memperkaya koleksi buku mereka, tetapi juga memungkinkan Nita dan timnya untuk terus meluaskan cakupan dan dampak positif mereka di desa.

Perjalanan Menuju Pengakuan Nasional

Kendala seperti dukungan yang minim dari pemerintah setempat dan tantangan dalam menggalang dana untuk operasional tetap menjadi ujian tersendiri bagi pengurus yang terdiri dari penerima bantuan PKH. Tak lama setelah itu, Sigupai Mambaco mulai dikenal secara nasional. Penghargaan demi penghargaan pun diraih, dari menjadi penerima Kado Penerbit BIP 2019 hingga juara dalam berbagai kompetisi literasi. Berbagai dukungan mulai berdatangan, seperti dari pemerintah, perusahaan swasta, dan komunitas kerelawanan telah membantu Sigupai Mambaco berkembang. Mulai dari bantuan buku hingga peralatan oprasional seperti becak dari Asuransi Astra, membuat mereka terus berupaya untuk memperluas layanan dan akses kepada masyarakat.

Mengubah Persepsi, Meningkatkan Partisipasi

Salah satu tantangan besar bagi Sigupai Mambaco adalah mengubah persepsi masyarakat terhadap pentingnya literasi. Nita dan timnya tidak hanya berfokus pada menyediakan buku-buku untuk dibaca, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan edukatif seperti kelas menulis, seni, dan lingkungan. Melalui kegiatan-kegiatan ini, mereka tidak hanya membangkitkan minat baca anak-anak, tetapi juga memperkuat keterlibatan komunitas dalam menjaga dan mengembangkan taman baca warga desa.

Inovasi dalam Pendidikan dan Lingkungan

Selain menjadi tempat untuk membaca, Sigupai Mambaco juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan seperti pengenalan Ecobrick dan daur ulang sebagai bagian dari kurikulum pendidikan mereka. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini, sambil terus memperluas cakupan kegiatan mereka melalui program Buku Keliling dan Festival Seni.

Pandemi dan Transformasi Digital

Tantangan baru muncul saat pandemi COVID-19 melanda beberapa tahun lalu, mengharuskan Sigupai Mambaco untuk beradaptasi dengan cepat. Mereka meluncurkan inisiatif seperti Bicang Asik (BiSik), yang mengundang pembicara dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman melalui platform digital. Ini tidak hanya mempertahankan koneksi dengan komunitas, tetapi juga memperluas jangkauan mereka ke seluruh Aceh Barat Daya.

Menghadapi Masa Depan

Dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman, Sigupai Mambaco tetap menjadi simbol kepedulian dan semangat untuk meningkatkan literasi di pedesaan Indonesia. Melalui kerja keras dan tekad yang tak kenal lelah, Nita Juniarti dan timnya tidak hanya membangun taman baca bagi warga desa, tetapi juga mewujudkan mimpi akan masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya. Sigupai Mambaco, sebuah cerita tentang bagaimana satu mimpi kecil dapat berubah menjadi perubahan besar bagi sebuah komunitas desa. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah