Beranda blog Halaman 100

Naufal Apresiasi Sikap Bupati Mirwan yang Prioritaskan Layanan Kesehatan di Tengah Polemik JKA

0
Mahasiswa Aceh Selatan di Lhokseumawe, Naufal Syahputra Adha. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Aceh Selatan di Lhokseumawe, Naufal Syahputra Adha, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Mirwan MS yang menegaskan fasilitas kesehatan di Kabupaten Aceh Selatan tetap harus melayani masyarakat tanpa membedakan status desil dalam program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik penerapan sistem desil dalam layanan JKA yang belakangan memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait akses layanan kesehatan.

Menurut Naufal, keputusan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan keberpihakan nyata terhadap hak dasar warga, terutama di saat sebagian masyarakat masih berupaya memahami mekanisme baru dalam pelaksanaan program JKA.

“Masalah kesehatan tidak bisa menunggu urusan data selesai. Ketika masyarakat datang dalam kondisi sakit, yang harus didahulukan adalah keselamatan dan penanganannya, bukan langsung dipusingkan dengan status desil,” ujar Naufal dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id pada Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai, kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara data administratif dengan kondisi ekonomi riil masyarakat. Menurutnya, tidak sedikit warga yang secara sistem tercatat berada pada kategori desil tinggi, namun secara ekonomi belum sepenuhnya mampu menanggung biaya pelayanan kesehatan secara mandiri.

Naufal menegaskan bahwa penggunaan data dalam penyaluran bantuan memang penting agar tepat sasaran, namun implementasinya tetap harus memperhatikan nilai kemanusiaan agar masyarakat tidak kehilangan rasa aman ketika membutuhkan pelayanan medis.

“Ada masyarakat yang hari ini terlihat mampu di data, tapi kenyataannya masih kesulitan ketika harus menanggung biaya rumah sakit sendiri. Hal-hal seperti ini harus dilihat dengan hati, bukan hanya angka,” katanya.

Ia juga menyambut positif arahan Bupati Aceh Selatan yang meminta seluruh rumah sakit maupun puskesmas tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat tanpa mempersulit pasien hanya karena persoalan administrasi.

Bagi Naufal, fasilitas kesehatan harus tetap menjadi tempat yang memberi rasa aman bagi warga, terlebih bagi pasien yang datang dalam kondisi darurat.

“Jangan sampai ada warga yang menahan sakit karena takut biaya atau takut ditolak saat berobat. Pemerintah hadir justru untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan dengan layak,” tutupnya.

Naufal sebelumnya dikenal sebagai tokoh mahasiswa Aceh Selatan di Lhokseumawe yang aktif menyuarakan isu sosial dan stabilitas daerah. Sementara, Bupati Mirwan MS dalam sejumlah kesempatan juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di Aceh Selatan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Seleksi KDKMP Diwarnai Keluhan Teknis, Peserta Pertanyakan Profesionalitas BKN

0
Afrizal Z. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pelaksanaan seleksi calon pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar Badan Kepegawaian Negara menuai sorotan dari sejumlah peserta. Di tengah proses Computer Assisted Test (CAT) yang masih berlangsung secara nasional, muncul berbagai keluhan terkait durasi pengerjaan soal hingga gangguan teknis sistem yang dinilai merugikan peserta.

Program rekrutmen nasional ini diketahui merupakan bagian dari pengadaan sumber daya manusia KDKMP dan KNMP 2026, dengan total peserta yang lolos administrasi mencapai 483.648 orang. Hingga hari keempat pelaksanaan tes, lebih dari 140 ribu peserta telah mengikuti ujian CAT.

Salah seorang peserta, Afrizal Z, mengaku menemukan sejumlah kejanggalan selama mengikuti ujian. Menurutnya, persoalan paling mendasar terletak pada alokasi waktu pengerjaan yang dinilai tidak masuk akal.

“Dalam satu subtes, peserta hanya diberikan waktu sekitar 7 menit dengan jumlah soal berkisar antara 25 hingga 55 soal. Jika dihitung, rata-rata waktu pengerjaan hanya sekitar 7 detik hingga 17 detik per soal. Padahal soal yang diberikan cukup panjang dan membutuhkan analisis,” katanya dalam keterangan yang diterima Nukilan.id pada Sabtu (9/5/2026).

Selain tekanan waktu, Afrizal juga menyoroti respons sistem yang dianggap lambat saat memilih jawaban.

“Banyak peserta mengeluhkan pilihan jawaban pada sistem tidak langsung merespons ketika diklik. Bahkan ada yang harus menekan pilihan jawaban hingga 3 sampai 5 kali sebelum jawaban benar-benar terpilih,” ungkapnya.

Keluhan lain yang muncul, kata dia, adalah perubahan jawaban secara otomatis setelah peserta menekan tombol simpan.Peserta juga mengalami kejadian di mana jawaban yang sebelumnya telah dipilih berubah menjadi pilihan lain setelah menekan tombol ‘simpan dan lanjut.

Tak hanya itu, beberapa peserta disebut sempat terlempar keluar dari sistem saat ujian masih berlangsung.

“Di tengah proses pengerjaan, beberapa peserta mendadak keluar atau logout dari sistem tanpa sebab yang jelas,” tuturnya.

Kondisi tersebut, menurut Afrizal, membuat banyak peserta kehilangan fokus dan akhirnya menjawab soal secara acak demi mengejar waktu.

“Banyak peserta akhirnya tidak lagi membaca soal dengan baik dan memilih menjawab secara acak demi mengejar waktu,” jelasnya.

Keluhan serupa sebenarnya telah direspons pihak BKN. Dalam keterangan resmi yang dirilis 8 Mei 2026, BKN mengakui adanya dinamika di lapangan, termasuk persoalan peserta yang melakukan klik berulang saat sistem sedang memproses jawaban. BKN menyatakan jawaban yang sudah diklik sebenarnya tetap tersimpan di pangkalan data, sementara tampilan yang belum berubah disebut disebabkan jeda sistem saat trafik akses tinggi. BKN juga menegaskan waktu peserta tidak dihitung ketika proses pengiriman jawaban ke server sedang berlangsung.

Namun bagi sebagian peserta, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab keresahan di lapangan. Afrizal menilai gangguan yang terjadi berpotensi mengaburkan objektivitas hasil seleksi.

“Tidak sedikit peserta yang beranggapan bahwa kelulusan dalam kondisi seperti ini lebih banyak ditentukan oleh faktor keberuntungan dibanding kemampuan nyata,” pungkasnya.

Ia meminta BKN tidak menganggap persoalan tersebut sebagai keluhan biasa.

“Peserta tidak meminta kemudahan ataupun belas kasihan. Peserta hanya menginginkan seleksi yang adil, profesional, transparan, dan benar-benar mengukur kemampuan secara objektif,” tutupnya.

Sejumlah peserta kini berharap dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit log sistem, rekam aktivitas peserta, serta keterbukaan terhadap berbagai gangguan teknis yang terjadi selama pelaksanaan seleksi.

Ingin Studi di Eropa? Beasiswa ARICE Rumania untuk S1-S3 Resmi Dibuka

0
Bendera Rumania. (Foto: dok. Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Rumania melalui program beasiswa ARICE (Agency for Foreign Investment and Trade Promotion) resmi membuka pendaftaran beasiswa internasional tahun akademik 2026 bagi mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia. Program ini tersedia untuk jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktoral, dan seluruh proses pendaftaran tidak dikenakan biaya.

Penerima beasiswa akan memperoleh pembebasan biaya kuliah, tunjangan bulanan, fasilitas kesehatan, tempat tinggal di asrama mahasiswa sesuai ketersediaan, serta program persiapan Bahasa Rumania selama satu tahun bagi peserta yang belum menguasai bahasa tersebut.

Program ini terbuka untuk berbagai bidang studi, kecuali Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi. Untuk program sarjana dan magister, perkuliahan dilakukan dalam Bahasa Rumania. Sementara untuk program doktoral, peserta dapat mengikuti perkuliahan dalam Bahasa Inggris atau bahasa lain sesuai ketentuan universitas tujuan.

Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bucharest, pelamar diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen, di antaranya surat rekomendasi, formulir aplikasi, ijazah dan transkrip yang telah dilegalisasi internasional, akta kelahiran, surat keterangan sehat, kartu identitas, curriculum vitae, paspor, serta pas foto terbaru.

Bagi peserta yang memilih memperoleh surat rekomendasi melalui KBRI Bucharest, pengajuan harus disertai SKCK dan seluruh dokumen pendukung dalam format PDF.

Terdapat dua tenggat waktu penting yang wajib diperhatikan pelamar. Pengajuan surat rekomendasi ke KBRI Bucharest paling lambat pada 5 Juni 2026, sementara pengiriman berkas lengkap ke pihak ARICE dibuka hingga 12 Juni 2026 pukul 14.00 waktu setempat.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, formulir, dan pilihan program studi dapat diakses melalui situs resmi ARICE: ARICE Romania

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sekolah Garuda Dongkrak Peluang Siswa Aceh Tembus Kampus Elite Dunia

0
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Program Sekolah Garuda Transformasi mulai memperlihatkan hasil konkret dalam membuka akses pelajar Indonesia ke universitas kelas dunia. Salah satu dampak paling mencolok terlihat di SMAN 10 Fajar Harapan, yang kini mencatat lonjakan signifikan jumlah siswa diterima di kampus peringkat 100 besar dunia setelah bergabung dalam program transformasi pendidikan nasional tersebut.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyebut program Sekolah Garuda Transformasi dirancang untuk memperluas akses siswa Indonesia menuju pendidikan global melalui penguatan akademik, pendampingan intensif, serta pembukaan jejaring internasional.

“Sebelum bergabung menjadi Sekolah Garuda Transformasi, hanya satu siswa dari Fajar Harapan yang berhasil diterima di Top 100 World University. Pada tahun ini, setelah mendapatkan program Garuda Transformasi, ada empat belas siswa yang mendapatkannya,” ujar Stella saat kunjungan ke Banda Aceh.

Data tersebut juga sejalan dengan laporan ANTARA yang menyebut penerimaan siswa Sekolah Garuda Transformasi ke kampus top dunia secara nasional meningkat 150 persen, dan salah satu contoh peningkatan terjadi di Fajar Harapan dari satu menjadi 14 siswa.

Menurut Stella, capaian tersebut lahir dari proses pembinaan yang terstruktur, mulai dari penguatan profil akademik siswa, persiapan seleksi internasional, hingga perluasan akses informasi pendidikan global.

“Kita bukakan aksesnya, tetapi tentu saja kalau hanya kami sendirian tidak bisa. Upaya yang kami lakukan ini mungkin hanya sekitar 30 persen, 70 persennya itu berasal dari adik-adik sendiri,” kata Stella.

Salah satu peserta program, Fathina Almahira Sakhi, berhasil memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari delapan universitas internasional. Ia mengaku pembinaan yang dijalani sejak akhir 2025 membantunya lebih siap menghadapi seleksi kampus luar negeri.

“Saya merasakan bagaimana rasanya benar-benar dipersiapkan untuk kuliah di luar negeri. Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan belajar dari program ini,” ujarnya.

Siswa lainnya, M. Kafka, juga mengaku proses pendampingan berlangsung intensif dengan dukungan penuh dari tenaga pengajar.

“Karena persiapan yang cukup intensif dan dibantu oleh guru-guru hebat, alhamdulillah kami bisa mencapai prasyarat yang diperlukan,” tuturnya.

Stella turut memberi apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan yang dinilai menjadi elemen penting dalam keberhasilan para siswa memperoleh LoA dari kampus internasional.

Di Aceh, pengembangan program Sekolah Garuda juga terus diperluas. Pemerintah menargetkan pembangunan SMA Garuda baru di wilayah Aceh Utara pada 2026 sebagai bagian dari ekspansi nasional program pendidikan unggulan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menilai kehadiran Sekolah Garuda akan menjadi fondasi lahirnya generasi Aceh yang mampu bersaing di panggung global.

“Harapan kami kepada SMA Garuda dan Garuda Transformasi adalah lahirnya generasi-generasi baru Aceh. Generasi yang mampu membaca, mengolah, mendistribusikan, dan memberi nilai tambah kepada produk-produk lokal. Generasi yang mampu membawa Aceh masuk ke dalam ekonomi global dan menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menetapkan SMAN 10 Fajar Harapan sebagai salah satu sekolah Garuda Transformasi pertama di Indonesia sejak 2025.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Indonesia-Airbus Sepakati Penguatan Industri Dirgantara Nasional

0
Pemerintah Indonesia memperkuat langkah pengembangan industri kedirgantaraan nasional melalui penandatanganan Joint Declaration of Intent (JDI) antara Menteri PPN/Kepala Rachmat Pambudy dan President Airbus Asia-Pacific Anand Stanley. (Foto: BAPPENAS RI)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Pemerintah Indonesia memperkuat langkah pengembangan industri kedirgantaraan nasional melalui penandatanganan Joint Declaration of Intent (JDI) antara Menteri PPN/Kepala Rachmat Pambudy dan President Airbus Asia-Pacific Anand Stanley. Kesepakatan tersebut berlangsung di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (6/5/2026), sebagai bagian dari implementasi peta jalan pengembangan ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia 2022–2045.

Kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Airbus itu akan difokuskan pada penjajakan berbagai peluang kerja sama, mulai dari penguatan kapasitas industri dalam negeri hingga pengembangan sektor maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk berbagai produk Airbus.

“Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun Roadmap Industri Kedirgantaraan. Untuk itu, kami berkomitmen akan terus mengawal pengembangan ekosistem industri kedirgantaraan secara berkelanjutan dan berharap Airbus menjadi mitra bisnis yang setara melalui upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman,” ujar Rachmat Pambudy.

Kemitraan strategis tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan konektivitas antarpulau melalui pengembangan infrastruktur kebandarudaraan dan layanan penerbangan nasional. Pemerintah memproyeksikan lalu lintas udara Indonesia pada 2045 dapat tumbuh hingga empat kali lipat dengan sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Airbus berkomitmen untuk mengembangkan operasional globalnya di kawasan di mana produk dan layanan kami dapat memberikan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan nasional,” ujar Anand Stanley

Ia menambahkan “Kami memandang Indonesia sebagai mitra strategis dan siap menyelaraskan keahlian global kami dengan peta jalan kedirgantaraan Indonesia guna memberikan manfaat jangka panjang yang saling menguntungkan.”

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan mendorong percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penguatan standardisasi industri yang sesuai dengan kebutuhan sektor dirgantara nasional. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Anggota DPR RI Ghufran Gelar Rapat di Warung Warga, Dorong Percepatan SPAM Regional Brayeun

0
Anggota DPR RI Komisi V, Ghufran. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH

Anggota DPR RI Komisi V, Ghufran, melakukan langkah tak biasa untuk mempercepat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional I Aceh Besar–Banda Aceh. Sabtu (9/5/2026), ia memilih menggelar rapat koordinasi langsung di sebuah warung milik warga di kawasan wisata Brayeun, Aceh Besar.

Pertemuan lapangan tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat maupun daerah guna membahas percepatan proyek strategis penyediaan air bersih yang selama ini menghadapi sejumlah hambatan teknis dan administratif.

Turut hadir dalam rapat itu Muharram Idris, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh Tommy Permadhi, perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Sekretaris Daerah Banda Aceh Jalaluddin, serta Asrizal.

Pemilihan lokasi rapat di area sumber air baku Brayeun disebut sebagai upaya agar seluruh pengambil kebijakan dapat melihat langsung kondisi lapangan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat yang terdampak pembangunan.

“SPAM Regional Brayeun adalah kunci ketahanan air untuk dua wilayah. Kami hadir di sini bersama Bupati, Balai, dan Pemerintah Provinsi untuk memastikan sinkronisasi antara pembebasan lahan oleh daerah dan pembangunan fisik oleh pusat berjalan tanpa sumbatan,” ujar Ghufran.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar menyatakan pemerintah kabupaten terus mempercepat proses pembebasan lahan di kawasan intake agar pembangunan fisik oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui balai teknis dapat segera dimulai.

Langkah koordinasi lapangan ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek SPAM Regional Brayeun yang diproyeksikan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Aceh Besar dan Banda Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Museum Aceh Rawat 189 Koleksi Etnografika dan Teknologika

0
Staf Pegawai Museum Aceh sedang melakukan perawatan Rutin Koleksi Etnografika dan Teknologika di Museum [Sumber Foto: Humas Museum Aceh]

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Museum Aceh melakukan pendataan sekaligus perawatan rutin terhadap 189 koleksi yang berada di lantai 4 museum, Selasa (5/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preservasi serta dokumentasi sistematis terhadap warisan budaya Aceh agar tetap terjaga keaslian dan nilai historisnya bagi generasi mendatang.

Kepala Seksi Preparasi dan Konservasi Museum Aceh, Erni Magdalena, Jumat (8/5/2026), mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala.

“Pendataan dan perawatan koleksi bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk komitmen kami dalam melestarikan identitas budaya Aceh. Setiap objek memiliki cerita dan nilai filosofis yang harus dijaga keutuhannya,” ujar Erni.

Pada kegiatan kali ini, tim museum memfokuskan penanganan pada koleksi etnografika yang meliputi pakaian adat serta berbagai alat tradisional dari sejumlah wilayah di Aceh, seperti Gayo, Alas, Tamiang, hingga kawasan pesisir. Koleksi yang dirawat di antaranya baju adat, rencong, alat tenun, serta peralatan pertanian tradisional.

Setiap benda koleksi diperiksa kondisi fisiknya, dibersihkan menggunakan metode khusus, lalu didata ke dalam sistem inventaris digital guna memudahkan proses pemantauan secara berkala.

Selain koleksi etnografika, lantai 4 Museum Aceh juga menampilkan booth khusus teknologika yang memamerkan berbagai perangkat teknologi lama yang pernah digunakan masyarakat Aceh. Area tersebut dirancang agar pengunjung dapat memahami fungsi sosial dan konteks sejarah dari setiap benda yang dipamerkan.

Dalam proses konservasi, tim museum menerapkan prosedur operasional yang ketat, mulai dari pengaturan suhu ruangan, tingkat kelembapan, hingga pencahayaan, guna mencegah kerusakan koleksi akibat faktor lingkungan.

“Kami juga melibatkan tenaga ahli dan relawan terlatih agar proses preservasi berjalan optimal,” jelasnya.

Museum Aceh juga membuka peluang kolaborasi dengan kalangan akademisi, komunitas budaya, serta masyarakat umum yang ingin mempelajari pengelolaan koleksi museum. Pengunjung bahkan diajak menyaksikan proses perawatan koleksi secara terbuka sekaligus mengikuti program edukasi pelestarian budaya.

Sebagai informasi, pameran tetap Museum Aceh dibuka untuk umum setiap Sabtu hingga Kamis, pukul 08.30–16.30 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00–13.30 WIB.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Aceh

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh pada Sabtu, 9 Mei 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 04.45 WIB hingga 08.06 WIB.

Berdasarkan informasi BMKG yang diterima Nukilan.id, cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh. Di Kabupaten Aceh Selatan, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Meukek, Sawang, dan Kluet Tengah.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tenggara, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kecamatan Lawe Alas, Bambel, Babussalam, Badar, Darul Hasanah, Lawe Bulan, Bukit Tusam, Semadam, dan sejumlah wilayah lainnya.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kabupaten Aceh Timur, antara lain di Kecamatan Darul Aman, Julok, Idi Rayeuk, Birem Bayeun, Serbajadi, dan wilayah sekitarnya. Di Kabupaten Aceh Utara, daerah yang diperkirakan terdampak meliputi Baktiya, Lhoksukon, Matangkuli, Meurah Mulia, Samudera, serta beberapa kecamatan lainnya.

Selain itu, hujan lebat disertai petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di Kabupaten Gayo Lues, khususnya di Kecamatan Pining, Puteri Betung, dan Dabun Gelang. Di Kabupaten Aceh Tamiang, potensi cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah Manyak Payed, Bendahara, Karang Baru, Seruway, Kejuruan Muda, dan daerah lainnya.

Kabupaten Bener Meriah, terutama Kecamatan Syiah Utama, turut masuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami kondisi cuaca tersebut. Sementara di Kota Langsa, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kecamatan Langsa Timur, Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama, dan Langsa Baro.

BMKG juga menyebutkan bahwa kondisi ini berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain di Aceh, di antaranya Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe, serta Kota Subulussalam.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi menyebabkan berkurangnya jarak pandang, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan pada transportasi darat, laut, maupun udara.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi selama periode peringatan dini berlangsung.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sekda Aceh Dorong KONI Benahi Pembinaan Atlet dan Tata Kelola Organisasi

0
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun, saat membuka Rapat Kerja Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia Tahun 2026 di Banda Aceh, Jumat (8/5/2026). (Foto: Biro Adpim)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya penguatan sistem pembinaan atlet serta pembenahan tata kelola organisasi olahraga guna mendorong lahirnya prestasi yang lebih kompetitif, baik di level nasional maupun internasional.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun, saat membuka Rapat Kerja Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia Tahun 2026 di Banda Aceh, Jumat (8/5/2026).

Dalam sambutannya, Nasir menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar sarana mengejar medali, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus mempererat persatuan sosial.

“Olahraga adalah instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan, serta mengharumkan nama daerah,” kata M Nasir.

Ia menyebut forum Rakerprov menjadi momentum penting bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembinaan selama ini, sekaligus merumuskan arah pembangunan olahraga daerah ke depan.

Karena itu, seluruh pengurus KONI bersama cabang olahraga didorong menyusun program kerja yang lebih terukur, realistis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas prestasi atlet.

Selain aspek pembinaan, Nasir juga menekankan pentingnya manajemen organisasi yang profesional, transparansi pengelolaan anggaran, serta penggunaan sumber daya secara efektif agar proses pembinaan dapat berjalan optimal.

Ia turut menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara KONI, pemerintah daerah, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan di Aceh.

Menurutnya, upaya mencetak atlet berprestasi harus dimulai sejak usia dini, sehingga daerah ini dapat melahirkan generasi atlet yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga memiliki disiplin tinggi dan mental bertanding yang kuat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026–2031

0
Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026–2031. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar, mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh masa bakti 2026–2031 dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menegaskan bahwa amanah yang diemban kepengurusan baru bukan hanya sebatas jabatan dalam organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga eksistensi adat Aceh sebagai warisan para leluhur.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan luhur indatu kita,” ujarnya.

Malik Mahmud mengatakan Aceh dibangun di atas perpaduan nilai agama, adat, dan budaya yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut tercermin dalam falsafah Aceh, “Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala,” yang menggambarkan hubungan erat antara adat dan hukum dalam kehidupan masyarakat.

Ia menilai keberadaan MAA memiliki peran strategis dalam memastikan adat tidak hanya hadir dalam berbagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat sebagai pedoman etika sekaligus menjadi sarana penyelesaian berbagai persoalan sosial.

“Adat harus mampu memperkuat persatuan, menjaga jati diri bangsa Aceh, dan menjadi solusi bijaksana dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Wali Nanggroe meminta kepengurusan baru memperkuat kelembagaan adat hingga ke tingkat gampong. Ia juga mendorong terbangunnya sinergi antara lembaga adat, pemerintah, ulama, dan generasi muda agar adat Aceh tetap relevan di tengah perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya.

Dalam kesempatan tersebut, Malik Mahmud turut menekankan pentingnya memperkenalkan sejarah, budaya, bahasa, dan adat Aceh kepada generasi muda sebagai upaya menjaga identitas budaya agar tidak tergerus perubahan zaman.

“Kita harus memastikan generasi muda memahami akar budayanya sendiri, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Nanggroe mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga persatuan serta merawat perdamaian Aceh yang telah diperjuangkan bersama selama ini.