Thursday, 15 October 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Mualem Upayakan Listrik Gratis bagi Korban Banjir di Huntara Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. (FOTO: FOR NUKILAN)
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat korban banjir yang tinggal di hunian sementara (huntara). Upaya tersebut termasuk menindaklanjuti permintaan warga agar biaya listrik selama menempati huntara dapat digratiskan.

Hal itu disampaikan Mualem saat mengunjungi huntara yang telah rampung dibangun untuk korban banjir di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (13/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mualem menerima langsung aspirasi warga yang berharap tidak perlu menanggung biaya listrik selama tinggal di hunian sementara.

Mualem mengakui masih ada sejumlah fasilitas huntara yang perlu dibenahi. Pemerintah Aceh, menurutnya, akan terus berupaya melengkapi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk fasilitas sanitasi, ketersediaan air bersih, dan listrik.

“Kita tahu saat ini memang banyak masih kurangnya, tapi InsyaAllah kita akan terus upayakan lebih sempurna, baik itu WC, air bersih hingga listrik,” ujar Mualem.

Sebelumnya, aspirasi masyarakat mengenai biaya listrik tersebut baru diterima Mualem saat kunjungan pada Selasa. Namun, pada 8 Oktober 2026, ia telah lebih dahulu mengirimkan surat kepada Direktur Utama PLN untuk meminta perpanjangan dukungan layanan listrik bagi korban banjir yang masih menghuni huntara.

Dalam surat tersebut, Mualem menyebutkan bahwa berdasarkan perkembangan terakhir, dukungan layanan listrik bagi masyarakat terdampak banjir dijadwalkan berakhir pada Oktober 2026. Padahal, sebagian warga masih tinggal di huntara karena pembangunan hunian tetap (huntap) belum sepenuhnya rampung sehingga belum bisa ditempati.

“Dalam kondisi tersebut, keberlanjutan layanan listrik menjadi bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi menuju pemulihan,” demikian isi surat tersebut.

Mualem menjelaskan, keberadaan listrik sangat penting bagi warga terdampak bencana. Selain menunjang kebutuhan rumah tangga, listrik juga diperlukan untuk mendukung kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, keamanan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Atas dasar itu, Pemerintah Aceh meminta PLN memperpanjang layanan listrik di kawasan huntara hingga warga terdampak dapat menempati hunian tetap dan kembali menjalankan kehidupan serta kegiatan ekonomi secara layak dan mandiri. (XRQ)

Update  berita lainnya di Nukilan.id dan Google News