Wednesday, 14 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Banjir Kembali Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, Warga Mulai Mengungsi

Ilustrasi rumah terendam banjir. (FOTO: BPBD)
Ilustrasi rumah terendam banjir. (FOTO: BPBD)

NUKILAN.ID | ACEH TAMIANG – Hujan deras menyebabkan banjir melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang sejak Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Hingga Senin (12/10/2026), kondisi banjir di sejumlah wilayah mulai berangsur surut, sementara beberapa lokasi lainnya masih mengalami peningkatan debit air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menyampaikan bahwa banjir terjadi di Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau, dan Kota Kualasimpang.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan terjadinya banjir di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Bahron dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan laporan sementara, sejumlah warga terdampak telah mengungsi akibat banjir. Namun, proses pendataan jumlah keseluruhan warga yang terdampak masih berlangsung.

Di Kecamatan Tenggulun, banjir menggenangi lima desa, yakni Simpang Kiri, Tenggulun, Rimba Sawang, Sumber Makmur, dan Tebing Tinggi. Di Desa Simpang Kiri, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter.

Sementara itu, di Desa Tenggulun tercatat 30 KK mengungsi. Adapun di Desa Sumber Makmur, sebanyak 10 KK terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar satu meter.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Kejuruan Muda, tepatnya di Desa Alur Selebu dan Tanjung Genteng. Dari wilayah tersebut, sebanyak 25 KK di Desa Alur Selebu dilaporkan mengungsi.

Di Kecamatan Karang Baru, genangan air merendam Desa Sukajadi dan Tanjung Karang. Ketinggian banjir di Desa Sukajadi mencapai sekitar 30 sentimeter, sedangkan jumlah warga yang terdampak masih dalam pendataan. Sementara itu, belum ada laporan warga mengungsi dari Desa Tanjung Karang.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bendahara. Banjir melanda Desa Marlempang dan Balai, dengan 55 KK di Desa Balai terdampak genangan setinggi sekitar 30 sentimeter. Adapun laporan sementara menyebutkan tidak ada pengungsi di Desa Marlempang.

Di Kecamatan Tamiang Hulu, banjir merendam Desa Rongoh dan Bandar Khalifah. Ketinggian air di Desa Rongoh mencapai sekitar 1,5 meter dan menyebabkan 30 KK mengungsi. Sementara di Desa Bandar Khalifah, sebanyak 150 KK dilaporkan terdampak banjir.

Banjir turut melanda tiga desa di Kecamatan Bandar Pusaka, yakni Babo, Batu Badulang, dan Pengidam. Hingga laporan sementara disampaikan, belum terdapat laporan warga mengungsi dari Desa Babo.

Selain wilayah tersebut, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Gelung, Kecamatan Seruway, Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, serta Desa Sriwijaya, Kecamatan Kota Kualasimpang.

Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Aceh Tamiang melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk persiapan di bengkel kerja atau workshop BPBD, pemantauan kondisi di lapangan, pendataan warga terdampak, observasi, serta penyusunan laporan berkala untuk memantau perkembangan banjir.

Bahron Bakti menjelaskan bahwa kondisi banjir di wilayah terdampak masih bervariasi. Sejumlah daerah mulai mengalami penurunan genangan, sedangkan debit air di beberapa lokasi lainnya masih meningkat.

“Kondisi terakhir sebagian wilayah air berangsur surut dan sebagian debit air bertambah,” kata Bahron.

Hingga laporan terakhir diterima, belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat banjir tersebut. Proses pendataan warga terdampak dan pemantauan kondisi di berbagai wilayah masih terus dilakukan.

Update  berita lainnya di Nukilan.id dan Google News