Monday, 26 October 2026 Banda Aceh 25°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
ekonomi

Haspiana Ajak Anak Muda Aceh Kembangkan UMKM dari Lingkungan Terdekat

Ketua Pokja II Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Aceh, Haspiana Hanafiah, S.E. (Foto: Ist)
Ketua Pokja II Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Aceh, Haspiana Hanafiah, S.E. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai produk lokal, hingga memperkuat kemandirian ekonomi Aceh.

Ketua Pokja II Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Aceh, Haspiana Hanafiah, mengajak anak muda untuk mengambil bagian dalam pengembangan UMKM dengan memanfaatkan potensi usaha yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ajakan tersebut disampaikan Haspiana saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Diskusi Publik bertema “Politik Berdaya, Ekonomi Berdaulat” yang diselenggarakan DPP Partai Aceh di Hotel Madinah, Banda Aceh, Minggu (18/10/2026).

Menurut Haspiana, generasi muda dapat memulai langkah kewirausahaan tanpa harus langsung menjangkau daerah yang jauh. Mereka bisa mengidentifikasi peluang di lingkungan terdekat dan mengembangkan usaha bersama teman sebaya.

“Anak-anak muda yang hadir hari ini bisa mengajak kawan-kawannya untuk bersama-sama memajukan UMKM yang ada di sekitar mereka. Kita tidak harus langsung menjangkau wilayah yang jauh. Mulailah dari lingkungan terdekat, melihat peluang yang tersedia, kemudian mengembangkannya. Jadi, anak muda bukan hanya mencari kerja, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja,” ujar Haspiana.

Selain mendorong pengembangan UMKM, Haspiana berharap anak muda turut mempromosikan produk hasil bumi Aceh agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui inovasi dan keterampilan dalam pengolahannya.

“Saya berharap adik-adik generasi muda bisa menjadi bagian dari kampanye untuk memajukan produk hasil bumi Aceh. Produk yang sederhana sekalipun, jika diolah dengan kreativitas dan keterampilan, dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Ini menjadi peluang bagi anak muda untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat perekonomian mereka,” katanya.

Ia juga menilai bahwa latar belakang pendidikan tidak semestinya membatasi seseorang dalam merintis usaha. Peluang berwirausaha terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk mereka yang telah menekuni profesi tertentu.

“Menurut saya, latar belakang pendidikan tidak harus membatasi seseorang dalam melihat peluang usaha. Seorang guru juga bisa berwirausaha, begitu pula orang yang berasal dari bidang profesi lainnya. Kita tidak harus terpaku pada jurusan yang kita tempuh, tetapi harus mampu melihat potensi dan peluang yang tersedia di lingkungan sekitar,” ujar Haspiana yang juga merupakan pengurus Partai Aceh itu.

Ia menambahkan, kemampuan mengenali peluang, mengasah kreativitas, dan mengoptimalkan potensi daerah merupakan hal penting dalam membangun usaha. Dengan pengelolaan yang baik, usaha yang dimulai dari skala sederhana dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kuncinya adalah bagaimana kita mampu melihat peluang, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan potensi daerah. Anak muda Aceh memiliki kesempatan untuk membangun usaha dari hal-hal sederhana di sekelilingnya. Jika dikembangkan dengan baik, usaha tersebut bukan hanya memberikan penghasilan bagi diri sendiri, tetapi juga membuka peluang kerja bagi orang lain,” pungkasnya.

Melalui ajakan tersebut, Haspiana berharap generasi muda Aceh semakin terdorong untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi di sekitarnya sekaligus berkontribusi dalam memajukan produk lokal dan memperkuat perekonomian daerah. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News