NUKILAN.ID | JANTHO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Besar menggelar Kelas Pembuatan Konten Promosi UMKM bagi anggotanya di Hotel The Pade, Aceh Besar, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program DWP Berdaya Tahun 2026.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membuat konten promosi yang dapat membantu pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua DWP Aceh Besar, Ny Nurbaiti Bahrul Jamil, mengatakan perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi anggota untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mendukung perekonomian keluarga.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sarana untuk membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota DWP dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam membuat konten promosi yang menarik untuk mendukung pengembangan UMKM,” ujarnya.
Nurbaiti menjelaskan, kemampuan membuat konten promosi semakin dibutuhkan seiring dengan pergeseran pola pemasaran ke platform digital. Oleh karena itu, anggota DWP perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menghasilkan konten yang informatif dan menarik bagi calon konsumen.
Ia berharap, materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk mempromosikan produk UMKM milik anggota maupun usaha masyarakat di lingkungan sekitar.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh ilmu dan keterampilan yang bermanfaat, serta mampu menerapkannya untuk mendukung UMKM dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga,” katanya.
Pelatihan tersebut menghadirkan konten kreator asal Aceh Besar, Cut Shanty Widyawani, sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, ia membagikan teknik pembuatan konten promosi, termasuk cara mengambil gambar dan menentukan waktu yang tepat untuk mengunggah konten.
Cut Shanty menjelaskan bahwa waktu publikasi perlu mempertimbangkan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan gadget agar konten berpeluang menjangkau lebih banyak calon konsumen.
Ia juga menekankan bahwa keterbatasan peralatan tidak seharusnya menghalangi pelaku UMKM untuk membuat konten promosi. Dengan peralatan sederhana, konten tetap dapat dihasilkan selama dikemas secara menarik dan nyaman dilihat.
“Jangan terpaku pada alat yang digunakan. Yang penting bagaimana kita bisa membuat konten yang menarik, meskipun dengan peralatan seadanya,” ucapnya.
Selain kemampuan promosi, Cut Shanty mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk. Menurutnya, konten yang menarik perlu didukung produk berkualitas agar promosi tidak berujung pada kekecewaan konsumen dan ulasan negatif.
“Pelaku UMKM harus berani membuat konten untuk mempromosikan produknya. Namun, setelah mampu membuat konten yang menarik, kualitas produk juga harus menjadi perhatian utama,” paparnya.
Ia juga meminta peserta untuk tetap konsisten meskipun konten yang diunggah belum memperoleh banyak penonton. Sebab, membangun jangkauan dan popularitas konten membutuhkan waktu serta proses yang berkelanjutan.
“Jangan pesimis ketika viewer masih sedikit. Konten itu bukan sulap. Untuk membuat sebuah konten menjadi booming membutuhkan waktu dan proses,” imbuhnya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





